Ber
Berpikpikir ir sistsistemiemikk (System(Systemic Thinkinic Thinking)g) adalah adalah sebuah sebuah cara uncara untuk tuk memahamemahami sistmi sistem yem yangang kompleks dengan menganalisis bagian-bagian sistem tersebut untuk kemudian mengetahui kompleks dengan menganalisis bagian-bagian sistem tersebut untuk kemudian mengetahui pola
pola hubungan hubungan yang yang terdapat terdapat didalam didalam setiap setiap unsur unsur atau atau elemen elemen penyusun penyusun sistem sistem tersebut.tersebut. Pad
Pada a priprinsinsipnypnya a berberpikpikir ir sistsistemiemik k menmengkogkombimbinasnasikaikan n dua dua kemkemampampuan uan berberpikpikir, ir, yaiyaitrutru kemampuan berpikir analis dan berfikir sintesis.
kemampuan berpikir analis dan berfikir sintesis.
Ada beberapa istilah yang sering kita jumpai yang memiliki kemiripan dengan berpikir Ada beberapa istilah yang sering kita jumpai yang memiliki kemiripan dengan berpikir sis
sistemtemik ik (sy(systestemimic c ththininkikingng), ), yyaitaituu SystemaSystematic tic thinkithinking ng (b(berperpikikir ir sisistestemamatitik)k),, SystemicSystemic thinking
thinking (berpikir sistemik), dan (berpikir sistemik), dan Systems thinking Systems thinking (berpi(berpikir serba-sistem)kir serba-sistem). . Jika dikaji, makaJika dikaji, maka sem
semua ua ististilailah h itu itu berberakaakar r dardari i katkata a yanyang g sama sama yaiyaitu tu sisistemstem! ! dan dan beberpirpikirkir!, !, namnamunun menunjukkan konotasi yang berbeda, karena itu
menunjukkan konotasi yang berbeda, karena itu memiliki tujuan yang berbeda pula.memiliki tujuan yang berbeda pula.
"on
"onsep sep sistsistem em setsetidaidaknyknya a menymenyangangkut kut penpengertgertian ian adaadanynya a elemelemen en ataatau u ununsur sur yanyangg membe
membentuk kesatuan, lalu ada ntuk kesatuan, lalu ada atribuatribut t yang mengikyang mengikat at merekamereka, , yaitu tujuan bersama. "arenayaitu tujuan bersama. "arena itu, setiap elemen berhubungan satu sama lain (relasi) berdasarkan suatu aturan main yang itu, setiap elemen berhubungan satu sama lain (relasi) berdasarkan suatu aturan main yang disepakati bersama. "esatuan antar elemen (sistem) itu memiliki batas (
disepakati bersama. "esatuan antar elemen (sistem) itu memiliki batas (boundaryboundary) yang) yang memisahkan dan membedakannya dari sistem lain di sekitarnya.
memisahkan dan membedakannya dari sistem lain di sekitarnya.
Be
Berprpikikir ir sisiststemematatikik (sis(sistemtematic atic thithinkinking)ng), , arartitinynya a mememmikikirirkakan n sesegagala la sesesusuatatuu berdasarkan kerangka metode tertentu,
berdasarkan kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses pengambilan keputusan. #i ada urutan dan proses pengambilan keputusan. #i sinisini dip
diperluerlukan kan ketaketaatan atan dan dan kedkedisipisiplinlinan an terhterhadaadap p proproses ses dan dan metmetoda oda yanyang g henhendak dak dipdipakaakai.i. $e
$etotoda da beberprpikikir ir yayang ng beberbrbededa a akakan an memengnghahasilsilkakan n kekesimsimpupulan lan yayang ng beberbrbededa, a, nanamumunn semuanya dapat dipertanggungja%abkan karena sesuai dengan proses yang diakui luas.
semuanya dapat dipertanggungja%abkan karena sesuai dengan proses yang diakui luas.
Ber
Berpikpikir ir sistsistemikemik (systemic thinking)(systemic thinking), maknanya mencari dan melihat segala sesuatu, maknanya mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan dan bekerja sebagai sebuah sistem. $isalnya, bila kita melihat memiliki pola keteraturan dan bekerja sebagai sebuah sistem. $isalnya, bila kita melihat otak, maka akan terbayangkan sistem syaraf dalam tubuh manusia atau he%an. Bila kita otak, maka akan terbayangkan sistem syaraf dalam tubuh manusia atau he%an. Bila kita melihat jantung akan terbayangkan sistem peredaran darah di seluruh tubuh.
melihat jantung akan terbayangkan sistem peredaran darah di seluruh tubuh.
&em
&emententara ara itu berpikitu berpikir ir sistsistemiemikk (systemic thinking)(systemic thinking) adalah menyadari bah%a segala adalah menyadari bah%a segala sesuatu berinteraksi dengan perkara lain di sekelilingnya, meskipun secara formal-prosedural sesuatu berinteraksi dengan perkara lain di sekelilingnya, meskipun secara formal-prosedural mun
mungkigkin n tidtidak ak terkterkait ait lanlangsugsung ng ataatau u secasecara ra spaspasial sial berberada ada di di lualuar r linlingkugkungangan n terttertententu.u. System
dalam satu rangkaian sistem. 'ara berpikir seperti berseberangan dengan berpikir fragmented-linear-cartesian.
Berpikir sistemik (systemic thinking) mengkombinasikan antara analytical thinking (kemampuan mengurai elemen-elemen suatu masalah) dengan synthetical thinking (memadukan elemen-elemen tersebut menjadi kesatuan). "ita harus memahami dan akhirnya memadukan dua kemampuan dasar ini melakukan Analisis dan &ynthesis. Analisis adalah alat untuk memahami elemen-elemen suatu permasalahan. $isalnya, mengapa terjadi banjir dan longsor di suatu daerah $aka, kita perlu meneliti saluran air, kondisi tanah, aliran sungai, kondisi gunung atau hutan di hulu, dan curah hujan yang terjadi.
&etelah itu, kita melakukan sintesis, yakni proses untuk memahami bagaimana elemen-elemen itu berfungsi secara bersama-sama. #i sini kita dituntut memahami elemen-elemen-elemen-elemen tersebut secara mendasar sebelum memadukannya. "ita bisa melihat hubungan yang jelas antara curah hujan yang tinggi dengan kondisi hutan atau gunung yang gundul, lalu menyebabkan aliran sungai yang sangat deras dan akhirnya menyembur ke daerah tertentu. "ondisi makin parah, apabila saluran air di daerah sangat buruk, sehingga tak bisa menampung aliran air yang melimpah (banjir) dan kondisi tanah yang ra%an hingga menyebabkan longsor.
#alam interaksi antar elemen itu kita memahami bah%a segala hal merupakan bagian dari suatu sistem, dengan kata lain segala hal berinteraksi satu sama lain. *ak ada suatu perkara di atas muka bumi ini yang berdiri sendiri, sebab semuanya saling terkait. $emahami proses interaksi ini sulit karena selain banyak ragamnya, juga terkadang tidak tampak kasat mata, dan satu sama lain saling mempengaruhi, sehingga tak jelas faktor mana yang lebih dulu muncul.
"ita perlu pola dari interaksi antar elemen dalam suatu &istem. +ntuk memahami bekerjanya suatu sistem akan lebih mudah pada tingkat pola, bukan pada detailnya. Jika kita
ingin memahami hutan, maka kita pandang secara keseluruhan, bukan mengamati pohonnya satu per satu. Berpikir serba-sistem adalah cara agar kita menemukan pola secara sadar dan proaktif.
#alam satu persoalan yang kompleks, kita membutuhkan cara berpikir sistemik yang berbeda dengan cara konensional. Ada dua langkah dalam menerapkan berpikir sistemik. Pertama, kita mendaftar dan menemukan elemen-elemen permasalahan yang ada. "edua, menemukan tema atau pola umumnya. al ini berbeda jauh dengan mereka yang menerapkan berpikir non-sistemik, sebab mereka mungkin menemukan dan mendaftar sejumlah elemen permasalahan, tapi kemudian memilih elemen tertentu untuk menjadi fokus perhatian. #alam hal itu, mereka mengabaikan elemen lain yang dipandang tak berpengaruh, padahal mungkin saja justru paling menentukan pola yang berkembang di dalam sistem.
Sistems thinking sedikit berbeda systemic thinking . Berpikir sistemik lebih menekankan pada pencarian pola-hubungan ( Pattern), maka berpikir serba-sistem lebih menekankan pada pemahaman bagaimana ( How) elemen-elemen itu berhubungan. #engan pemahaman How tersebut, maka kita dapat menemukan elemen mana yang memiliki pengaruh ital dan solusi yang komprehensif, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.
'ara berpikir serba-sistem juga akan membentuk sikap yang sistemik dalam merespon permasalahan ( systemic attitude), yakni suatu pola perilaku yang tidak menabrak aturan main (rule of game) yang sudah disepakati dalam satu sistem tertentu. &ebuah aturan yang ditetapkan dalam sistem memang bersifat membatasi ruang gerak ( self constraining ), namun pada saat yang sama memampukan ( self enabling ) setiap elemen untuk bekerja sesuai fungsinya dan berinteraksi dengan elemen lain. Jika tak ada batasan fungsi yang jelas, maka setiap elemen itu akan saling bertabrakan dan malah berpotensi menghancurkan sistem secara keseluruhan. #i sinilah pentingnya, berpikir dan bertindak serba-sistem demi menjaga kesinambungan sistem sendiri. Pengubahan aturan main dimungkinkan dan dapat diperjuangkan melalui cara-cara legal-rasional, sehingga sistem itu tumbuh semakin sehat dan matang.
Oleh Reza A.A Wattimena
Pernahkah anda mengalami, bah%a jalan keluar yang anda harapkan dari sebuah masalah justru melahirkan masalah baru yang lebih besar Atau, ketika obat yang anda minum untuk
lepas dari sakit justru menciptakan sakit yang lebih besar, atau sakit yang baru Anda tidak sendirian. Banyak ahli di berbagai bidang yang terjebak pada masalah yang sama, ketika mencoba menyelesaikan beragam masalah di jaman kita, mulai dari kemiskinan, terorisme sampai dengan pemanasan global.
&alah satu alasan, mengapa ini terjadi adalah, karena kita tidak melihat masalah secara jernih. "ita hanya melihat masalah sebagai masalah itu sendiri, seolah tanpa keterkaitan dengan hal-hal lainnya. Pada titik ini, kita memerlukan sudut pandang baru, yakni pola berpikir sistemik.
Berpikir sistemik ( systems thinking ) adalah sebuah upaya untuk memahami masalah ataupun keadaan dengan berpijak pada teori sistem. #i dalam pola berpikir sistemik, kita mendekati semua hal tersebut dari kaca mata keseluruhan, yakni dari kaca mata sistem. #alam arti ini, sistem dapat dipahami sebagai kesalingterkaitan segala sesuatu yang membentuk
keseluruhan. &eluruh dunia dapat dilihat sebagai sebuah sistem besar yang memiliki sistem-sistem kecil sebagai bagiannya.
Kesalingterkaitan
Ada dua hal dasar yang menjadi bagian dari setiap sistem, yakni tanggapan ( feedback ) dan penundaan (delay). "aitan antara tanggapan dan penundaan itu menciptakan beragam
perubahan di sekitar kita, mulai dari sistem politik, ekonomi sampai dengan sistem tubuh kita yang mempengaruhi kesehatan tubuh maupun batin kita.
Peter &enge, salah satu ahli pengembangan organisasi dari sudut pandang teori sistem, memahami pola berpikir sistemik sebagai upaya untuk melihat secara keseluruhan. Artinya, kita diajak untuk melihat kaitan dan hubungan dari berbagai hal ( interconnectedness). "ita diajak pula untuk melihat pola yang berulang dari berbagai perubahan yang terjadi, dan tidak hanya terpaku pada potongan-potongan peristi%a belaka.
&ekitar / tahun belakangan ini, pola berpikir sistemik telah digunakan untuk memahami berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari politik, bisnis, tata kota sampai dengan cara
kerja pikiran manusia. Pola berpikir sistemik mena%arkan sudut pandang baru bagi kita untuk memahami keterkaitan-keterkaitan yang seringkali tak tampak langsung pada
pandangan pertama. "esalingterkaitan inilah yang sesungguhnya merupakan ciri dasar dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. *idak ada satu hal pun yang bisa ada tanpa kaitan dengan hal-hal lainnya.
Ada beberapa hal yang kiranya bisa kita pelajari dari pola berpikir sistemik. 0ang pertama, sebuah sistem bisa dianggap gagal. 1amun, sebenarnya ia berhasil, karena ia memiliki tujuan yang berbeda dari yang kita inginkan. 'ontoh klasik adalah soal pendidikan di 2ndonesia.
Banyak orang yang melakukan kritik terhadap paradigma maupun sistem pendidikan di 2ndonesia. Bagi mereka, pendidikan di 2ndonesia ketinggalan jaman, karena tidak
mengajarkan kemampuan berpikir mendalam dan kritis.
1amun, sebaliknyalah yang terjadi. &istem pendidikan di 2ndonesia justru sangat berhasil, karena memang tujuan utamanya bukanlah menciptakan manusia yang mampu berpikir mendalam dan kritis, melainkan tenaga kerja siap pakai untuk menduduki posisi-posisi rendah di berbagai perusahaan yang tidak perlu mampu berpikir mendalam dan kritis. 2ni adalah %arisan dari sistem pendidikan Belanda terhadap orang-orang pribumi di masa penjajahan dahulu. 2ni sama sekali belum berubah sampai sekarang, karena, sejatinya, kita
memang masih hidup dalam penjajahan asing, baik secara politik (Barat), agama (*imur *engah), ekonomi maupun budaya.
2ni tentu saja bisa diubah. "ita hanya perlu mengubah seluruh paradigma dan sistem
pendidikan yang sudah ada. 2ni usaha yang tidak mudah, %alaupun amat mungkin dilakukan. "egagalan sebuah sistem ternyata adalah sebuah keberhasilan, karena kita gagal memahami tujuan sebenarnya dari sistem tersebut.
Masalah dalam Kesalingterkaitan
#i dalam hidup, kita kerap kali melihat masalah yang terus muncul, %alaupun beragam cara telah dilakukan untuk menyelesaikannya. 2ni terjadi, karena kita belum menggunakan pola berpikir sistemik. Artinya, kita belum sadar, bah%a sebuah masalah selalu terkait dengan banyak hal lainnya. *idak ada masalah yang berdiri sendiri.
$isalnya persoalan kriminalitas. Banyak orang menjadi pelaku kriminal, karena ditekan oleh keadaan, misalnya kemiskinan. Padahal, mereka memiliki keluarga yang harus diberi makan dan penghidupan. Jalan keluar singkatnya adalah dengan memperbanyak jumlah polisi, supaya meningkatkan keamanan.
2ni jalan keluar yang salah kaprah. "riminalitas terkait erat dengan kemiskinan. "emiskinan terkait erat dengan salah kebijakan pemerintah di dalam melakukan pembagian kekayaan. Buktinya, ada beberapa orang yang amat sangat kaya, sementara beberapa orang lainnya harus menjadi pelaku kriminalitas, guna memenuhi kebutuhan dasar diri dan keluarganya.
"esalahan kebijakan terkait dengan mutu para pembuat kebijakan yang rendah. "emampuan berpikir mendalam dan kritis mereka amatlah kurang. 2ni terkait dengan masalah pendidikan yang juga salah paradigma, dan lemah secara sistem. $asalah kriminalitas terkait erat dengan semua unsur-unsur tersebut.
Tanggapan dan Penundaan
Bagaimana semua unsur diatas saling terhubung, dan mendorong orang menjadi pelaku kriminalitas #i dalam teori sistem, semua unsur terhubung dengan dua pola, yakni
tanggapan dan penundaan. "ita bisa langsung secara jelas melihat, bah%a di dalam kasus kriminalitas di atas, hubungan yang berlaku adalah hubungan tanggapan.
"etika para pembuat kebijakan bermental korup dan berpikiran dangkal memasuki ranah politik, maka kebijakan yang mereka buat pun akan lemah. Akibatnya, banyak hal menjadi
kacau, termasuk kesenjangan sosial yang begitu besar antara si miskin dan si kaya.
"emiskinan yang akut memaksa orang memasuki dunia kriminalitas. "eadaan yang satu adalah tanggapan atas keadaan yang lain. Ada hubungan sebab akibat yang langsung bisa diurut.
2ni seperti sistem pendingin ruangan. #i dalam sistem ini, ketika suhu ruangan menurun sesuai yang diinginkan, maka mesin pendingin ruangan akan berhenti mengeluarkan freon. 1amun, ketika suhu mulai menghangat, mesin pendingin akan secara otomatis menyala. 2ni
yang disebut tanggapan, atau feedback.
1amun, kita juga harus sadar, bah%a tanggapan tidak secara otomatis langsung terjadi. Ada momen tunda yang membuat tanggapan tidak langsung muncul. "etika pengangguran meningkat, kriminalitas tidak otomatis meningkat. Ada hal lain yang mempengaruhi,
misalnya kuatnya ikatan keluarga membuat orang bisa saling menopang satu sama lain, dan sebagainya.
Penundaan juga terlihat, ketika kita meminum obat. #ampaknya tidak langsung tampak, melainkan membutuhkan jangka %aktu tertentu. Akan sangat berbahaya, jika orang panik, lalu menambah dosis obat lebih banyak, sehingga menimbulkan kemungkinan terciptanya penyakit baru. $omen tunda harus disadari dengan jelas, sehingga orang bisa mengambil
sikap yang tepat di dalam menanggapinya.
Menyelesaikan Masalah
Jika kita mencoba menyelesaikan suatu masalah, tanpa menggunakan pola berpikir sistemik, maka kemungkinan besar, masalah tersebut tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga membesar, dan menciptakan beragam masalah baru. "ita bisa menderet begitu banyak contoh dari pola ini. &eringkali, obat justru lebih buruk daripada penyakit yang hendak diobati. 2ni semua terjadi, karena jalan keluar, atau obat, yang dita%arkan hanya menyentuh permukaan persoalan, serta mengabaikan akar dari persoalan tersebut.
'ontoh nyata terkait dengan pendidikan anak. &eorang anak terkenal nakal di sekolah, karena ia hidup di dalam keluarga yang terus berkonflik. &i ibu meminta dan bahkan memarahi
anaknya, supaya ia tidak nakal lagi. Alih-alih menjadi baik, si anak justru menjadi semakin nakal. 2nilah contoh bagaimana jalan keluar yang dilakukan justru memperparah masalah.
Pola lainnya seringkali muncul di kalangan pecandu. $ereka menggunakan narkoba atau alkohol untuk mengurangi tekanan emosional yang mereka rasakan. 1amun, mereka menjadi kecanduan pada narkoba atau alkohol yang mereka gunakan, dan justru menciptakan tekanan emosional yang lebih besar. Jalan keluar yang diharapkan justru memperbesar masalah, dan menciptakan masalah baru.
#engan pola berpikir sistemik, kita menjadi sadar, bah%a ada hal-hal yang dapat terjadi di luar dari maksud dan tujuan tindakan kita. 2nilah yang disebut akibat-akibat yang tidak dimaksudkan dari sebuah tindakan (unintended consequences). "ita bisa menghindari ini dengan terus sadar akan pengaruh dari tanggapan maupun penundaan dari tindakan kita.
Pola berpikir sistemik juga mengajarkan kita untuk melihat sesuatu dalam kaitan dengan hal-hal lainnya. "ita tidak lagi mengira, bah%a suatu peristi%a terjadi terpisah dari beragam hal-hal lainnya. "ita harus bisa merancang jalan keluar dalam kesadaran akan keterkaitan banyak hal tersebut. "emungkinan besar, masalah yang ada bisa berkurang, atau justru hilang sama sekali.
Jika seorang pecandu ingin keluar dari kecanduannya, ia harus melihat secara jernih masalah utama apa yang mencekiknya. 2a tidak bisa menjadikan alkohol atau narkoba terus menjadi pelarian sementara yang justru memperbesar masalah. Baru dengan begitu, ia bisa mulai
melepaskan diri dari jaring-jaring masalah yang mencekiknya.
Jalan keluar yang tepat seringkali bertentangan dengan pandangan lama kita, dan juga
pandangan banyak orang. 2a mempertimbangkan keseluruhan di dalam keterkaitan beragam hal. #ari pertimbangan semacam ini, kita lalu bisa mengambil langkah yang tepat yang mungkin bertentangan dengan pola pikir lama, atau pola pikir masyarakat pada umumnya. "ita juga bisa langsung menghadapi akar masalah, tanpa perlu sibuk terlalu lama dengan gejala-gejala permukaan yang tak bermakna.
Pengertian Berpikir &istemik
Berpikir sistemik ( systemic thinking ) adalah sebuah cara untuk memahami sistem yang kompleks dengan analisis bagian-bagian sistem tersebut untuk kemudian mengetahui pola hubungan yang terdapat didalam setiap unsur atau eleman penyusun sistem tersebut pada prinsipnya berpikir sistemik mengkombinasikan dua kemampuan berpikir yaitu, kemampuan berpikir analis dan berpikir sintesis.
&edangkan berpikir sistematik ( systematic thiking ) artinya memikirkan segala sesuatu berdasarkan kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses pengambilan keputusan. #isini diperlukan ketaatan dan kedisiplinan terhadap proses dan metoda yang hendak dipakai. $etoda berpikir yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang beda, namun semuanya dapat dipertanggung ja%abkan karena sesuai dengan proses yang diakui luas.
Berpikir sistemik ( systemic thinking ), maknanya mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan dan bekerja sebagai sebuah sistem. &ementara berpikir sistemik adalah menyadari bah%a segala sesuatu berinteraksi dengan pikiran lain disekelilingnya, meskipun secara formal- procedural mungkin tidak terkait langsung atau secara special berada diluar lingkungan tertentu. Systemic thinking lebih menekankan pada kesadaran bah%a segala sesuatu berhubungan dalam satu rangkaian sistem.'ara berpikir seperti bersebrangan dengan berpikir fragmented-liniar-cartesian.
&yarat a%al untuk memulai adanya kesadaran untuk menghormati dan memikirkan suatu kejadian sebagai sebuah sistem. Penggunaan bahasa sistem dalam berpikir dapat mendapatkan berbagai penafsiran sistem dari obyek yang sama. Perbedaan penafsiran terletak
pada sudut pandang yang dipakai dalam memikirkan suatu kejadian yang sama sebagai suatu sistem.
+ntuk memudahkan jalannya berpikir sistemik, penetapan tujuan dari sistem dinyatakan dalam bentuk yang lebih nyata, yaitu kinerja sistem yang teramati sebagai capaian hasil kerja dari sistem. "inerja sistem yang teramati adalah muara dari rangkaian krjadian dalam sistem, baik sistem fisik maupun sistem nonfisik. 3ingkasnya, kinerja sistem berkaitan dengan kerja dari keseluruhan unsur sistem yang saling berpengaruh dalam batas lingkungan tertentu. Jadi suatu sistem dapat saja menjadi suatu sistem yang lebih kompleks, yang berarti bah%a kita yang mempertimbangkannya sebagai sistem, dan kita sendiri yang menentukan batas-batas dari sistem itu sendiri.45467
c. 'orak Berpikir &istemik
Proses berpikir sistemik bukanlah suatu hal yang baru. &ejak 8aman purbakala yang mampu menciptakan pyramid di $esir sampai masyarakat maju yang mampu mengantarkan manusia manusia berdarmaisata kelur angkasa, pada a8a8nya senantiasa menerapkan gabungan corak berpikir sitemik. Ada 9 cara berpikir sistemik yaitu
4) Berpikir sistem masukan-keluaran
'orak berpikir yang mengikuti sistem masukan-keluaran sangatlah umum, masukan akan diproses menjdi keluaran. $asukan yang akan diproses dikelompkkan mejadi tiga yaitu bahan mentah, alat dan keadaan lingkungan. "eluaran yang dihasilkan umumnya dikelompokkan menjadi dua yaitu keluaran tunggal dan keluaran jamak. Berdasarkan jenis perlakuan terhadap proses dikenal dua corak berpikir sistem masukan-keluaran yaitu sistem
kotak gelap ketika proses dianggap sempurna dan tidak perlu diurai dan kotak terbuka ketika proses dianggap perlu untuk diurai untuk disempurnakan.
:) Berpikir sistem umpan balik
'orak berpikir sistem umpan balik adalah penyempurnaan terhadap corak berpikir kotak terbuka dalam sistem masukan-keluaran. Penyempurnaannya adalah pada proses umpan balik untuk menjamin kemantapan sisitem. +nsur-unsur sistem ini adalah
i. $asukan yang diproses umumnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu masukan bahan mentah, alat, dan keadaan lingkungan
ii. "eluaran yang dihasilkan umumnya dikelompokkan menjadi dua yaitu, keluaran tunggal dan keluaran jamak
iii. "inerja dari sistem umumnya dicerminkan oleh informasi dari nilai keluaran yang selalu dipantau
i. 3ujukan kinerja sistem sebagai acuan yang selalu dituju
. "esenjangan antara rujukan dengan kenyataan kinerja sistem yang selalu diamati
i. "ebijakan berdasarkan analisis untuk menjamin kemantapan sistem apabila sistem gagal bekerja secara mandiri yaitu kebijakan mengisi kembali kesenjangan kinerja. Apabila sistem bekerja dengan baik memperbaiki sendiri kesenjangna kinerja, maka tidak diperlukan campur
tangan kebijakan. &istem ini juga disebut sistem kendali mandiri. 9) Berpikir sistem umpan balik adaptif
Penerapan corak sistem umpan balik adaptif adalah sistem umpan balik yang menanggapi lingkungan. &istem ini dapat menjelaskan mengapa dan bagaimana sistem dalam jangka panjang dapat goyah dan ambruk, baik akibat gagal menanggapi penolakan dari lingkungan
maupun akibat pengaruh lingkungan yang mendadak berubah menekan sistem.
Pertama, jika sistem goyah dan ambruk akibat keluaran yang dihasilkan mendadak ditolak oleh lingkungan maka itu berarti kegagalan sistem terjadi akibat kurang perkiraan terhadap dampak jangka panjang dari keluaran. "edua, jika sistem goyah dan ambruk akibat pengaruh lingkungan yang mendadak berubah menekan sistem, artinya kagagalan sistem terjadi karena lemah ketahanan sistem menghadapi tekanan perubahan lingkungan.
Jadi, berpikir sistemik pada dasarnya adalah alat bantu untuk penyederhanaan kerumitan sehingga kerumitan dapat ditangani. $embuat penyederhanan adalah membuat sketsa dari suatu benda yang rumit tanpa kehilangan %ujud keseluruhan dari gambar sesungguhnya.:54;7
2<. Berpikir &istemik dalam Pembelajaran
Berpikir sistem berarti berpikir terhadap suatu objek secara utuh, keberhasilan atau kegagalan lebih disebabkan oleh banyak elemen atau faktor.$enghilangkan salah satu elemen berarti menghambat percepatan untuk mencapai kualitas sebuah produk.
Berpikir sistem dapat juga disamakan dengan berpikir logis.Pola berpikir logis ini sering ditunjukkan dalam bentuk model pembelajaran. $enurut "aufman model berpikir sistem yang diambil dari manajemen pendidikan dapat dirumuskan sebagai proses enam tahap yang meliputi
4. 2dentifikasi prioritas kebutuhan dan masalah yang berkaitan.
:. $enentukan persyaratan untuk memecahkan persoalan serta identifikasi alternatif pemecahan yang mungkin dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
9. Pemikiran alternatif atau penentuan strategi pemecahan berdasarkan alternatif yang dimungkinkan.
=. Pelaksanaan strategi yang dipilih, termasuk manajemen dan kontrol atas strategi tersebut. . Penilaian keefektifan hasil karya berdasarkan kebutuhan dan persyaratan yang telah
ditetapkan terlebih dahulu.
6. Penyempurnaan satu atau keseluruhan langkah dimuka umtuk menjamin bah%a sistem pendidikan itu bersifat responsif, efektif, dan efisien.
"eenam tahapan tersebut dapat dijadikan landasan dalam menyelesaikan atau memecahkan permasalahan yang ada dalam proses pendidikan juga dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran.954>7
Banyak para ahli pendidikan mengatakan bah%a pendidikan adalah merupakan sistem tebuka (open system ). Artinya proses pendidikan sangat ditentukan oleh perkembangan atau dinamika perkembangan dari luar pendidikan. ?leh sebab itu pendidikan harus mampu merespon perkembangan dan dinamika yang ada diluar pendidikan misalnya dinamika budaya, sosial, tekhnologi dan politik.
2nti pendidikan adalah pembelajaran, dengan demikian pembelajaran juga merupakan sebuah sistem terbuka yang dipengaruhi oleh sesuatu yang ada diluar pembelajaran, seperti ideologi guru, kompetensi guru, kualifikasi personal sis%a, kelengkapan sarana, kebijakan politik dan tekhnologi informasi. Berdasarkan asumsi ini maka sistem dalam pembelajaran perlu didesain secara utuh dan komprehensif agar proses pembelajaran benar-benar sesuai idealisme yaitu mampu memberdayakan potensi sis%a sehingga menjadi manusia yang utuh baik dalam aspek kognitif (kualitas intelektual), affektif (kualitas kepribadian), kualitas psikomotorik (ketrampilan otot atau mekanik).=54@7
Berpikir sistemik dalam pembelajaran adalah proses berpikir yang didasarkan pada masalah pembelajaran sebagai suatu keseluruhan secara tuntas dan dapat mendalami pula bagian-bagiannya. 'iri utama pembelajaran adalah adanya interaksi. 2nteraksi yang terjadi antara sis%a dengan lingkungan belajarnya, baik itu guru, teman, alat, media pembelajaran, dan sumber-sumber belajar yang lain. &edangkan ciri-ciri lainnya dari pembelajaran ini berkaitan dengan komponen-komponen sistem pembelajaran itu sendiri. #imana dalam pembelajaran akan terdapat komponen-komponen sebagai berikut tujuan, bahanmateri, strategi, media, dan ealuasi pembelajaran. &ebagai suatu sistem, pembelajaran akan dipengaruhi oleh beberapa unsur yang membentuknya. Beberapa unsur yang dapat mempengaruhi kegiatan proses pembelajaran diantaranya guru, sis%a, sarana, alat dan media, dan lingkungan. $anfaat berpikir sistemik dalam pembelajaran diantaranya sebagai berikut dengan berpikir sistemik dalam pembelajaran maka arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas, menuntun guru pada kegiatan yang sistematis, dengan berpikir sistemik dalam pembelajaran, kita akan diarahkan untuk melihat suatu permasalahan sebagai bagian dari suatu sistem secara luas dan bukan sebagai suatu bagian spesifik yang terpisah.
9
Berpikir &istem (&ystem *hinking) +ntuk 2lmu 2lmu &osial (4)
Berpikir sistem adalah suatu proses untuk memahami suatu fenomena dengan tidak hanya memandang dari satu atau dua sisi tertentu. Berpikir sistem berarti bagaimana memahami bah%a suatu fenomena akan dipengaruhi oleh banyak fenomena lainnya. &ebagai contoh
sederhana ekosistem yang terdiri dari berbagai elemen, seperti air, udara, tumbuhan, he%an mereka merupakan satu kesatuan. $ereka bekerjasama untuk terus hidup, atau sebaliknya jika tidak mereka akan mati. 'ontoh lain onderdil-onderdil sepeda roda sepeda, setir
sepeda, sadel sepeda, kerangka sepeda tidak akan berarti apa-apa jika hanya terpisah. &edangkan apabila membentuk satu kesatuan maka jadilah &epeda yang dapat bermanfaat. #alam organisasi, sistem terdiri dari struktur, orang dan proses yang bekerjsama untuk membuat organisasi sehat atau sebaliknya tidak sehat, bahkan mati.
Berpikir kesisteman adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. *entu saja, berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang lebih dalam yang mendasari beberapa peristi%a dan detailnya (&enge, 4@@/). &istem bersifat hierarchical C tersusun dari subsistem-subsistem C yang merupakan sistem tersendiri. ?leh karena itu apabila ingin berpikir sistem harus pula digunakan
pendekatan holistic. Beberapa jenis sistem diantaranya 4) &istem Alam (termasuk tubuh manusia dan makhluk hidup lain) :) sistem rekayasa (dirancang oleh manusia) 9) sistem sosial dan kegiatan manusia.
#alam perspektif pendekatan sistem, sistem sosial tidak bisa dipahami dengan menguraikan bagian-bagian masalah satu persatu. $enguraikan bagian-bagian sistem sosial dapat
menghilangkan jati diri sistem yang terletak pada interaksi antar bagian bagian tersebut. Berpikir sistem bukan dengan menguraikan yangkompleks menjadi lebih sederhana, tetapi melihat dari jarak yang lebih jauh sehingga keterkaitan yang kompleks antar subsistem dapat terlihat. Dlemen-elemen sistem merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dalam hubungan timbal balik, merespons satu sama lain dalam konteks peran-peran. 2nteraksi (3eciprocity) berarti komunikasi antara satu bagian dengan bagian yang lain. 2nteraksi berarti kedua pihak
saling mempengaruhi ketika berinteraksi satu sama lain. 3oles berarti suatu karakter atau fungsi yang diemban oleh suatu bagian. Berpikir sistem (system thinking) berbeda dengan berpikir sistematik (systematic thinking) dan berpikir sistemik (systemic thinking).
Berpikir sistematik (systematic thinking), artinya memikirkan segala sesuatu berdasarkan kerangka metode tertentu, ada urutan dan proses pengambilan keputusan. Berpikir sistemik (systemic thinking), maknanya mencari dan melihat segala sesuatu memiliki pola keteraturan dan bekerja sebagai sebuah sistem. 'ontohm Bila kita melihat koperasi, unit usaha kecil dan menengah (+"$), Badan +saha $ilik 1egara (B+$1), dan konglomerat, maka kita akan memandangnya sebagai sistem perekonomian nasional. &ementara itu berpikir sistem (system thinking) adalah menyadari bah%a segala sesuatu berinteraksi dengan perkara lain di
sekelilingnya, meskipun secara formal-prosedural mungkin tidak terkait langsung atau secara spasial berada di luar lingkungan tertentu (2man, ://>). &ystem thinking lebih menekankan pada kesadaran bah%a segala sesuatu berhubungan dalam satu rangkaian sistem. Berpikir
sistem mengkombinasikan antara analytical thinking (kemampuan mengurai elemen-elemen suatu masalah) dengan synthetical thinking (memadukan elemen-elemen tersebut menjadi kesatuan).