ALIRAN STRUKTURAL ALIRAN STRUKTURAL
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Kalau linguistik tradisional selalu menerapkan pola-pola tatabahasa Kalau linguistik tradisional selalu menerapkan pola-pola tatabahasa Yunani dan Latin dalam mendeskripsikan suatu bahasa maka linguistik Yunani dan Latin dalam mendeskripsikan suatu bahasa maka linguistik
strukturalis tidak lagi melakukan hal tersebut. Linguistik strukturalis berusaha strukturalis tidak lagi melakukan hal tersebut. Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa tersebut. Pandangan ini adalah sebuah akibat dari konsep-konsep atau bahasa tersebut. Pandangan ini adalah sebuah akibat dari konsep-konsep atau pandangan-pandangan baru terhadap bahasa atau studi bahasa y
pandangan-pandangan baru terhadap bahasa atau studi bahasa yang dikemukakanang dikemukakan oleh Bapak Linguistik Modern, yakni ferdinand de Saussure.
oleh Bapak Linguistik Modern, yakni ferdinand de Saussure.
Pada makalah ini akan diuraikan (1) tokoh-tokoh linguistik struktural dan Pada makalah ini akan diuraikan (1) tokoh-tokoh linguistik struktural dan (2) konsep pemikiran para tokoh tentang linguistik.
(2) konsep pemikiran para tokoh tentang linguistik.
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Ferdinand de Saussure Ferdinand de Saussure
Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern karena dalam bukunya Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern karena dalam bukunya Course
Course de Linde Linguistique Generate, guistique Generate, memuat memuat konsep konsep (1) telaah (1) telaah sinkronik sinkronik diakronik,diakronik, (2) perbedaan langu dan parole, (3) perbedaan signifiant dan signifie, dan (4) (2) perbedaan langu dan parole, (3) perbedaan signifiant dan signifie, dan (4) hubungan sintagmatik dan paradigmatik (Chaer, 2012:
hubungan sintagmatik dan paradigmatik (Chaer, 2012: 346 -- 347).346 -- 347). Telaah sinkronik dan diakronik. Sinkronik
Telaah sinkronik dan diakronik. Sinkronik adalah mempelajari suatuadalah mempelajari suatu bahasa pada kurun waktu tertentu. Misalnya mempelajari bahasa Indonesia pada bahasa pada kurun waktu tertentu. Misalnya mempelajari bahasa Indonesia pada
era orde baru.
era orde baru. Diakronik Diakronik adalah mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa ituadalah mempelajari bahasa sepanjang masa bahasa itu digunakan. Misalnya mempelajari bahasa Indonesia mulai sejak bahasa Indonesia digunakan. Misalnya mempelajari bahasa Indonesia mulai sejak bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional sampai sekarang (Chaer, 2012: 347)..
diresmikan sebagai bahasa nasional sampai sekarang (Chaer, 2012: 347).. Telaah la
Telaah la langue dan la langue dan la parole. La parole. La languelangueadalah seluruh sistem tandaadalah seluruh sistem tanda sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak).
sebagai alat komunikasi verbal antar anggota masyarakat (bersifat abstrak). LaLa parole
parole adalah pemakaian langue oleh masing-masing anggota masyarakat;adalah pemakaian langue oleh masing-masing anggota masyarakat; sifatnya konkret karena parole itu tidak lain daripada realitas fisis yang berbeda sifatnya konkret karena parole itu tidak lain daripada realitas fisis yang berbeda dari orang yang satu dengan orang yang lain. Dalam hal ini objek telaah linguistik dari orang yang satu dengan orang yang lain. Dalam hal ini objek telaah linguistik adalah langue yang tentu saja dilakukan melalui parole karena parole itu adalah adalah langue yang tentu saja dilakukan melalui parole karena parole itu adalah wujud bahasa yang konkret (Chaer,
wujud bahasa yang konkret (Chaer, 2012: 347)..2012: 347).. Telaah signifiant dan signifie. Signifiant
psikologis bunyi y
psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita.ang timbul dalam pikiran kita. SignifieSignifie adalah pengertian kesanadalah pengertian kesan makna yang ada dalam pikiran kita. Sebagai tanda linguistik, signifiant dan
makna yang ada dalam pikiran kita. Sebagai tanda linguistik, signifiant dan
signifie itu biasanya mengacu pada sebuah acuan atau referen yang berada di alam signifie itu biasanya mengacu pada sebuah acuan atau referen yang berada di alam nyata (Chaer, 2012: 348).. Sebagai contoh kita ambil bahasa Indonesia ‘pohon’ nyata (Chaer, 2012: 348).. Sebagai contoh kita ambil bahasa Indonesia ‘pohon’ dan mengacu p
dan mengacu pada sebuah ada sebuah acuan, yakni ‘pacuan, yakni ‘pohon’.ohon’.
Telaah hungan sintagmatik dan paradigmatik. Hubungan Telaah hungan sintagmatik dan paradigmatik. Hubungan sintagmatik
sintagmatik adalah hubungan adalah hubungan antara unsur-unsur yantara unsur-unsur yang terdapat dalam suatuang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear (fonologi, morfologi, dan tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear (fonologi, morfologi, dan sintaksis) (Chaer, 2012: 349). Sebagai contoh pada tataran fonologi adalah kata sintaksis) (Chaer, 2012: 349). Sebagai contoh pada tataran fonologi adalah kata ‘kita’, ketika kita mengubah susunan ‘k’, ‘i’, ‘t’, ‘a’, ada kemungkinan makna dari ‘kita’, ketika kita mengubah susunan ‘k’, ‘i’, ‘t’, ‘a’, ada kemungkinan makna dari kata ‘kita’ akan berubah. Sebagai contoh pada tataran morfologi adalah
kata ‘kita’ akan berubah. Sebagai contoh pada tataran morfologi adalah ‘tercantik’, ketika kita mengubah susunan ‘tercantik’ menjadi ‘cantikter’ ada ‘tercantik’, ketika kita mengubah susunan ‘tercantik’ menjadi ‘cantikter’ ada kemungkinan maknanya berubah atau bahkan tidak bermakna sama sekali. kemungkinan maknanya berubah atau bahkan tidak bermakna sama sekali. Sebagai contoh pada tataran sintaksis adalah “Ini baru bir”→“ini bir baru”. Sebagai contoh pada tataran sintaksis adalah “Ini baru bir”→“ini bir baru”.
Hubungan paradigmatik
Hubungan paradigmatik adalah adalah hubungan antar hubungan antar unsur dalam unsur dalam tuturantuturan dengan unsur
dengan unsur sejenis yang sejenis yang tidak ada tidak ada dalam tuturan dalam tuturan (dengan cara (dengan cara hubunganhubungan substitusi
substitusi pada fonologi, pada fonologi, morfologi, atau sintaksisnymorfologi, atau sintaksisnya) (Chaer, 2012: a) (Chaer, 2012: 349).349). Misalnya pada tataran fonologi : huruf “r” dalam kata “rata” disubstitusi dengan Misalnya pada tataran fonologi : huruf “r” dalam kata “rata” disubstitusi dengan “d”,”m”,”k”,”b” menjadi data, mata, kata, bata. Pada tataran morfologi: prefiks “d”,”m”,”k”,”b” menjadi data, mata, kata, bata. Pada tataran morfologi: prefiks me-
me- dalam dalam kata kata “me-rawat” “me-rawat” diganti diganti prefiks prefiks di-, di-, pe-, pe-, ter-, ter-, menjadi menjadi di-rawat, di-rawat, pe- pe-rawat, ter-rawat.
rawat, ter-rawat.
Aliran Praha Aliran Praha
Dengan tokohnya Vile
Dengan tokohnya Vilem m Mathesius, Mathesius, Nikolai S. Nikolai S. Trubeckoj, RomanTrubeckoj, Roman Jakobson, dan Morris Halle, membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam Jakobson, dan Morris Halle, membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu
suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunysistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). Struktur bunyi itu sendiri). Struktur bunyii
dijelaskan dengan kontras atau oposisi (Chaer, 2012: 351). Misalnya baku X paku, dijelaskan dengan kontras atau oposisi (Chaer, 2012: 351). Misalnya baku X paku, tepas X tebas.
tepas X tebas.
Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dengan morfem. Misalnya kata fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dengan morfem. Misalnya kata “jawab” dengan “jawap” bila ditambahi sufiks –an, maka akan terjadi perbedaan. “jawab” dengan “jawap” bila ditambahi sufiks –an, maka akan terjadi perbedaan. Kalimat
(subjek dan predikat), informasi (tema dan rema). Tema adalah apa yang (subjek dan predikat), informasi (tema dan rema). Tema adalah apa yang dibicarakan, sedangkan rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. dibicarakan, sedangkan rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. Misalnya kalimat “this argument I can’t follow”→ “I” sebagai subjek, “this Misalnya kalimat “this argument I can’t follow”→ “I” sebagai subjek, “this argument” sebagai objek, namun menurut aliran praha “this argument” juga argument” sebagai objek, namun menurut aliran praha “this argument” juga merupakan
merupakan tema, tema, sedangkan sedangkan “I “I can’t can’t follow” follow” juga juga merupakan merupakan rema rema (Chaer,(Chaer, 2012: 353 -- 354).
2012: 353 -- 354).
Aliran Glosematik Aliran Glosematik
Aliran ini lahir di Denmark, dengan tokohnya Louis Hjemslev. Hjemslev Aliran ini lahir di Denmark, dengan tokohnya Louis Hjemslev. Hjemslev menganggap
menganggap bahasa bahasa mengandung mengandung segi segi ekspresi ekspresi (menurut (menurut de de Saussure:Saussure: signifiant)
signifiant) dan dan segi segi isi isi (menurut (menurut de de Saussure: Saussure: signifie). signifie). Masing-masing Masing-masing segisegi mengandung forma dan substansi sehingga diperoleh (1) forma ekspresi, (2) mengandung forma dan substansi sehingga diperoleh (1) forma ekspresi, (2) substansi ekspresi, (3)
substansi ekspresi, (3) forma forma isi, dan (4) isi, dan (4) substansi isi. Sebagaimana substansi isi. Sebagaimana yang telahyang telah dipaparkan oleh de Saussure maka Hjemslev juga menganggap bahwa bahasa dipaparkan oleh de Saussure maka Hjemslev juga menganggap bahwa bahasa sebagai suatu sistem hubugan; dan mengakui adanya hubungan sintagmatik dan sebagai suatu sistem hubugan; dan mengakui adanya hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatik (Chaer, 2012: 355).
hubungan paradigmatik (Chaer, 2012: 355).
Model analisis yang dikembangkan berdasarkan pemikiran tersebut pada Model analisis yang dikembangkan berdasarkan pemikiran tersebut pada tataran analisis yang berkaitan dengan isi, salah satu langkah yang ditempuh ialah tataran analisis yang berkaitan dengan isi, salah satu langkah yang ditempuh ialah mendaftar kata-kata yang diprediksi memiliki hubungan ciri semantis, misalnya mendaftar kata-kata yang diprediksi memiliki hubungan ciri semantis, misalnya antara kata
antara kata jago, babon, laki-laki, wan jago, babon, laki-laki, wanita, jejaka, gadis, jantan, betina, pria,ita, jejaka, gadis, jantan, betina, pria, perempuan,
perempuan, dandan keberadaan manusia.keberadaan manusia. Pada analisis tahap berikut, dapatPada analisis tahap berikut, dapat dikemukakan bahwa
dikemukakan bahwa jago = ‘ayam jantan jago = ‘ayam jantan’, babon = ‘ayam betina’, ga’, babon = ‘ayam betina’, gadis =dis = ‘manusia perempuan yang belum menikah’, jejaka =
‘manusia perempuan yang belum menikah’, jejaka = ‘manusia laki-laki yang ‘manusia laki-laki yang belum menikah’, pria = ‘manusia dewasa berjenis kelamin laki-laki’, wanita = belum menikah’, pria = ‘manusia dewasa berjenis kelamin laki-laki’, wanita = ‘manusia dewasa berjenis kelamin perempuan’
‘manusia dewasa berjenis kelamin perempuan’ (Samsuri, 1988: 47)(Samsuri, 1988: 47)..
Aliran Firthian Aliran Firthian Dengan
Dengan tokohnya tokohnya Joh Joh R. R. Firth Firth (London, (London, 1890-1960). 1890-1960). Dikenal Dikenal dengandengan teori
teori fonologi fonologi prosodi, prosodi, yaitu cara yaitu cara menentukan arti pada menentukan arti pada tataran fonetis. tataran fonetis. AdaAda tiga macam pokok prosodi : (1) prosodi yang menyangkut gabungan fonem: tiga macam pokok prosodi : (1) prosodi yang menyangkut gabungan fonem: struktur
struktur kata, kata, struktur struktur suku suku kata, kata, gabungan gabungan konsonan, konsonan, dan dan gabungan gabungan vokal, vokal, (2)(2) prosodi
fonetisnya lebih besar daripada fonem-fonem suprasegmental. Bagi Firth, tataran fonetisnya lebih besar daripada fonem-fonem suprasegmental. Bagi Firth, tataran fonetik
fonetik dan fonologi mdan fonologi merupakan tataran makna (Chaer, 2012erupakan tataran makna (Chaer, 2012: 355 -- 356: 355 -- 356).). Pada tataran ini, bunyi mempunyai fungsi berdasarkan: (1) tempat Pada tataran ini, bunyi mempunyai fungsi berdasarkan: (1) tempat terjadinya dan (2) kontras
terjadinya dan (2) kontras yang ditunjukkannya dengan bunyi yang dapat terjadiyang ditunjukkannya dengan bunyi yang dapat terjadi di tempat sama (Samsuri, 1988: 67). Suatu contoh kajian Firth bunyi [b] dapat di tempat sama (Samsuri, 1988: 67). Suatu contoh kajian Firth bunyi [b] dapat terjadi: (1) pada posisi depan, misalnya dalam kata [baik], (2) sebelum vokal, (3) terjadi: (1) pada posisi depan, misalnya dalam kata [baik], (2) sebelum vokal, (3) sebelum sejumlah konsonan tertentu, misalnya [i b r a n i] “ibrani”dan (4) tidak sebelum sejumlah konsonan tertentu, misalnya [i b r a n i] “ibrani”dan (4) tidak pernah ada sesudah konsonan. Berdasarkan kontras, bun
pernah ada sesudah konsonan. Berdasarkan kontras, bunyi [b] beroposisi depanyi [b] beroposisi depan ditemukan bahwa posisi itu dapat diganti oleh [p] atau [m] dengan ketentuan: (1) ditemukan bahwa posisi itu dapat diganti oleh [p] atau [m] dengan ketentuan: (1) jika ada [p] atau [m] [p], bunyi [s] dapat mendahului buny
jika ada [p] atau [m] [p], bunyi [s] dapat mendahului bunyi itu, (2) jika [p] dani itu, (2) jika [p] dan [m] diartikulasikan seperti [b] berdasarkan tempatnya, ada kontras antara [m] diartikulasikan seperti [b] berdasarkan tempatnya, ada kontras antara
keduanya, yaitu [p] dan [b] keduanya adalah bilabial, dan [m] adalah alveolar dan keduanya, yaitu [p] dan [b] keduanya adalah bilabial, dan [m] adalah alveolar dan berkontras secara berbeda dengan [b] daripada dengan buny
berkontras secara berbeda dengan [b] daripada dengan bunyi yang lain (Samsuri,i yang lain (Samsuri, 1988:67).
1988:67).
Linguistik
Linguistik Sistemik Sistemik (M.A.K (M.A.K Haliday)Haliday)
Halliday menampilkan perkembangan baru dalam IBS dengan dasar Halliday menampilkan perkembangan baru dalam IBS dengan dasar pandangan R. Firth y
pandangan R. Firth yang diperbaharuinya (Neo Firthian). Pokok pandangang diperbaharuinya (Neo Firthian). Pokok pandanganan Linguistik sistematik adalah
Linguistik sistematik adalah sebagai berikut (Chaer, sebagai berikut (Chaer, 2012: 356 2012: 356 -- 358).-- 358).
Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa, terutama pada Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa, terutama pada
fungsi dan penerapannya dalam bahasa. fungsi dan penerapannya dalam bahasa. Memandang bahasa
Memandang bahasa sebagai sebagai “pelaksana”. “pelaksana”. Pembedaan Pembedaan langue langue (jajaran (jajaran pikiranpikiran tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya). Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya.
Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya. Mengenal gradasi atau kontinum.
Mengenal gradasi atau kontinum.
Menggambarkan tiga tataran utama bahasa sebagai berikut. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa sebagai berikut.
Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis), dan lambang yang Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis), dan lambang yang
digunakan saat menulis (grafis). digunakan saat menulis (grafis).
Forma : susunan substansi pada pola bermakna. Leksis : butir lepas bahasa Forma : susunan substansi pada pola bermakna. Leksis : butir lepas bahasa
dan tempat bu
dan tempat butir terletak. Gramatika : tir terletak. Gramatika : kelas butir bahasa dkelas butir bahasa dan pola teman pola tempatpat terletaknya.
terletaknya. Situasi,
tuturan
tuturan itu itu diucapkan), diucapkan), situasi situasi luas luas (tuturan (tuturan pengalaman pengalaman pembicarapembicara atau penulis yang mempengaruhi tuturan
atau penulis yang mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya.yang diucapkan atau ditulisnya.
Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini sebagai berikut Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini sebagai berikut (Chaer, 2012: 359).
(Chaer, 2012: 359).
1. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik. 1. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik.
2. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta 2. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta
objektif sesuai dengan kenyataan yang diamati. objektif sesuai dengan kenyataan yang diamati. 3.
3. Hubungan Hubungan baik baik antar antar linguis. linguis. Sehingga Sehingga menerbitkan menerbitkan majalah majalah Language,Language, sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka.
sebagai wadah melaporkan hasil karya mereka.
Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi, karena aliran ini Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi, karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. Pendekatan yang digunakan pada aliran ini bersifat empiris. Data hierarkinya. Pendekatan yang digunakan pada aliran ini bersifat empiris. Data dikumpulkan secara cermat, setapak demi setapak. Bentuk-bentuk satuan bahasa dikumpulkan secara cermat, setapak demi setapak. Bentuk-bentuk satuan bahasa (fonologi, morfologi, dan sintaksis) diklasifikasikan berdasarkan distribusinya. (fonologi, morfologi, dan sintaksis) diklasifikasikan berdasarkan distribusinya. Oleh karena itu, kaum ini disebut juga kaum distribusionalis (Chaer, 2012: 360). Oleh karena itu, kaum ini disebut juga kaum distribusionalis (Chaer, 2012: 360). Sebagai contoh penerapan distribusi dalam klasifikasi bentuk-bentuk bahasa, Sebagai contoh penerapan distribusi dalam klasifikasi bentuk-bentuk bahasa, misalnya menentukan kelas kata. Kata sifat adalah kata yang akan bermakna misalnya menentukan kelas kata. Kata sifat adalah kata yang akan bermakna ‘paling’ ketika mendapat imbuhan ter-, sebagai contoh kata tercantik. Contoh ‘paling’ ketika mendapat imbuhan ter-, sebagai contoh kata tercantik. Contoh bunyi /saya/ terdiri atas empat fonem; /s/,/a/,/y/,/a/. Contoh kalimat “Kakek bunyi /saya/ terdiri atas empat fonem; /s/,/a/,/y/,/a/. Contoh kalimat “Kakek
membaca majalah” terdiri atas tiga kata: /kakek/,/membaca/,/majalah/. membaca majalah” terdiri atas tiga kata: /kakek/,/membaca/,/majalah/.
Aliran Tagmemik Aliran Tagmemik Dipelopori
Dipelopori oleh oleh Kenneth Kenneth L. L. Pike. Pike. Menurut Menurut aliran aliran ini ini satuan satuan dasar dasar sintaksis adalah tagmen (dari bahasa Yunani yang berarti ‘susunan’). Yang sintaksis adalah tagmen (dari bahasa Yunani yang berarti ‘susunan’). Yang dimaksud
dimaksud tagmem tagmem adalah adalah korelasi korelasi antara fungsi antara fungsi gramatikal (slot) gramatikal (slot) dengandengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut (Chaer, 2012: 361).
(Chaer, 2012: 361). Sebagai contoh: Sebagai contoh: (Dia minum susu) (Dia minum susu)
Dia
m
miinnuumm = p= prreeddiikkaat vt veerrbba ta trraannssiittiif f susu= objek nomina
susu= objek nomina Rumusnya:
Rumusnya:
Kal. A. Trans. = S: pn + P: vt ± O: n Kal. A. Trans. = S: pn + P: vt ± O: n PI Peran aktif peran penderita
PI Peran aktif peran penderita Bacanya:
Bacanya: tagmen subjek bersifat wajib dengan peran pelaku yang diisitagmen subjek bersifat wajib dengan peran pelaku yang diisi pronominal yaitu dia, tagmen
pronominal yaitu dia, tagmen predikat bersifat wajib dengan peran aktif yang predikat bersifat wajib dengan peran aktif yang diisi oleh verba transitif yaitu minum, dan tagmen objek bersifat opsional dengan diisi oleh verba transitif yaitu minum, dan tagmen objek bersifat opsional dengan peran penderita yang diisi oleh frase nomina,
peran penderita yang diisi oleh frase nomina, yaitu susu.yaitu susu.
SIMPULAN SIMPULAN
Dunia ilmu, termasuk linguistik, bukan merupakan kegiatan yang statis, Dunia ilmu, termasuk linguistik, bukan merupakan kegiatan yang statis, melainkan kegiatan yang dinamis; berkembang terus sesuai dengan filsafat ilmu melainkan kegiatan yang dinamis; berkembang terus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki. Linguistik struktural itu sendiri yang selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki. Linguistik struktural lahir karena tidak puas dengan pendekatan dan prosedur yang digunakan
lahir karena tidak puas dengan pendekatan dan prosedur yang digunakan linguistik tradisional dalam menganalisis bahasa.
linguistik tradisional dalam menganalisis bahasa.
Tokoh linguistik struktural yang terkenal adalah Ferdinand de Saussure Tokoh linguistik struktural yang terkenal adalah Ferdinand de Saussure yang selanjutnya kita kenal sebagai “Bapak Linguistik Modern”. Pandangan yang selanjutnya kita kenal sebagai “Bapak Linguistik Modern”. Pandangan Ferdinand de Saussure memuat konsep tentang (1) telaah sinkronik diakronik, (2) Ferdinand de Saussure memuat konsep tentang (1) telaah sinkronik diakronik, (2) perbedaan langu dan parole, (3) perbedaan signifiant dan signifie, dan (4)
perbedaan langu dan parole, (3) perbedaan signifiant dan signifie, dan (4) hubungan sintagmatik dan paradigmatik.
hubungan sintagmatik dan paradigmatik.
Selanjutnya pemikiran tersebut dilanjutkan oleh aliran praha. Salah satu Selanjutnya pemikiran tersebut dilanjutkan oleh aliran praha. Salah satu tokohnya adalah Vilem Matheus. Sumbangan aliran ini lebih banyak pada bidang tokohnya adalah Vilem Matheus. Sumbangan aliran ini lebih banyak pada bidang fonologi dan sintaksis, sedangkan dalam bidang morfologi tidak terlalu banyak. fonologi dan sintaksis, sedangkan dalam bidang morfologi tidak terlalu banyak. Aliran glosematik dengan tokohnya Louis hjemslev juga meneruskan de Aliran glosematik dengan tokohnya Louis hjemslev juga meneruskan de Saussure maka Hjemslev juga menganggap bahasa sebagai suatu sistem
Saussure maka Hjemslev juga menganggap bahasa sebagai suatu sistem hubungan; dan mengakui adanya hubungan sintagmatik dan paradigmatik. hubungan; dan mengakui adanya hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Selanjutnya adalah aliran firthian dengan tokohnya john Firthian. Aliran ini Selanjutnya adalah aliran firthian dengan tokohnya john Firthian. Aliran ini disebut juga dengan aliran prosodi.
disebut juga dengan aliran prosodi.
Linguistik sistemik dengan tokohnya M. A. K.
Linguistik sistemik dengan tokohnya M. A. K. Halliday yang jugaHalliday yang juga mengembangkan teori Firth mengenai bahasa,
mengembangkan teori Firth mengenai bahasa, khususnya yang berkenaan dengankhususnya yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa.
segi kemasyarakatan bahasa.
Leonard Bloomfield dan strukturalis Amerika yang juga disebut aliran Leonard Bloomfield dan strukturalis Amerika yang juga disebut aliran
taksonomi karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa taksonomi karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. Yang terakhir adalah aliran tagmemik y berdasarkan hubungan hierarkinya. Yang terakhir adalah aliran tagmemik yangang
dipelopori oleh Kenneth L. Pike. Menurut aliran ini satuan dasar sintaksis adalah dipelopori oleh Kenneth L. Pike. Menurut aliran ini satuan dasar sintaksis adalah tagmen (dari bahasa Yunani yang berarti ‘susunan’).
tagmen (dari bahasa Yunani yang berarti ‘susunan’).
Selain beberapa simpulan di atas, disimpulkan pula perkembangan aliran Selain beberapa simpulan di atas, disimpulkan pula perkembangan aliran strukturalisme berdasarkan bidang kajiannya, yakni fonologi, morfologi, dan strukturalisme berdasarkan bidang kajiannya, yakni fonologi, morfologi, dan sintaksis. Simpulan tersebut sebagai berikut.
sintaksis. Simpulan tersebut sebagai berikut. Fonologi
Fonologi
Fonologi de Saussure: de Saussure berusaha membedakan sistem fonem Fonologi de Saussure: de Saussure berusaha membedakan sistem fonem menggunakan distribusi linear (kita, kiat, kati, tika, dan seterusnya) dan menggunakan distribusi linear (kita, kiat, kati, tika, dan seterusnya) dan substitusi (paku,baku). Hal ini diperkuat oleh aliran praha dengan teknik substitusi (paku,baku). Hal ini diperkuat oleh aliran praha dengan teknik kontras (pakuXbaku). Selanjutnya diperkuat oleh Firth dengan pemberian ciri kontras (pakuXbaku). Selanjutnya diperkuat oleh Firth dengan pemberian ciri dan karakteristik fonem (kajian Firth bunyi [b] dapat terjadi: (1) pada posisi dan karakteristik fonem (kajian Firth bunyi [b] dapat terjadi: (1) pada posisi depan, misalnya dalam kata [baik], (2) sebelum vokal, (3) sebelum sejumlah depan, misalnya dalam kata [baik], (2) sebelum vokal, (3) sebelum sejumlah konsonan tertentu, misalnya [i b r a n i] “ibrani”dan (4) tidak pernah ada konsonan tertentu, misalnya [i b r a n i] “ibrani”dan (4) tidak pernah ada
sesudah konsonan). Begitu juga dengan Bloom dengan kajian klasifikasi pada sesudah konsonan). Begitu juga dengan Bloom dengan kajian klasifikasi pada tataran kata (s/a/y/a).
tataran kata (s/a/y/a). Morfologi
Morfologi
De Saussure membedakan struktur morfem dengan melakukan distribusi De Saussure membedakan struktur morfem dengan melakukan distribusi linear (barangkali,kalibarang). Aliran praha berusaha membedakannya linear (barangkali,kalibarang). Aliran praha berusaha membedakannya dengan pemberian afiks untuk memnentukan kategori morfem (kata sifat: dengan pemberian afiks untuk memnentukan kategori morfem (kata sifat: kata yang bermakna paling jika diberi imbuhan ter-:tercantik). Bloom kata yang bermakna paling jika diberi imbuhan ter-:tercantik). Bloom melanjutkan teori ini dengan memerikan kategori morfem berdasarkan melanjutkan teori ini dengan memerikan kategori morfem berdasarkan
sifatnya di dalam kalimat (kata kerja adalah kata yang bisa diberi keterangan sifatnya di dalam kalimat (kata kerja adalah kata yang bisa diberi keterangan ketika diikuti oleh “dengan”, “Makan dengan lahap”).
ketika diikuti oleh “dengan”, “Makan dengan lahap”). Sintaksis
Sintaksis
De Sausssure berusaha memerikan struktur kalimat dengan distribusi linear De Sausssure berusaha memerikan struktur kalimat dengan distribusi linear (saya makan nasi, nasi makan saya, saya nasi makan, nasi saya makan, dan (saya makan nasi, nasi makan saya, saya nasi makan, nasi saya makan, dan seterusnya), tetapi pada liran ini belum bisa memerikan fungsi. Pada aliran seterusnya), tetapi pada liran ini belum bisa memerikan fungsi. Pada aliran praha sudah bisa memerikan fungsi kata pada kalimat. Selanjutnya Bloom praha sudah bisa memerikan fungsi kata pada kalimat. Selanjutnya Bloom
sudah mampu memerikan fungsi dan kategori kata pada kalimat. Pada aliran sudah mampu memerikan fungsi dan kategori kata pada kalimat. Pada aliran tagmemik, suatu kalimat sudah dipilah berdasarkan fungsi, kategori, dan tagmemik, suatu kalimat sudah dipilah berdasarkan fungsi, kategori, dan
peran kata. peran kata.
DAFTAR RUJUKAN DAFTAR RUJUKAN
Chaer, Abdul. 2012.
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.. Jakarta: Rineka Cipta. Samsuri. 1988.
Samsuri. 1988. Berbagai Aliran Linguistik Abad X Berbagai Aliran Linguistik Abad XX X . Jakarta: Departemen. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga
Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.Kependidikan. Samsuri. 1985.