laporan disk mill

19 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

1..11. . LLaattaar r BBeellaakkaanngg

Bijih merupakan bahan galian mengandung sejumlah mineral yang dapat Bijih merupakan bahan galian mengandung sejumlah mineral yang dapat dimanfaatkan secara e

dimanfaatkan secara ekonomis dengan menggunakan teknologi yang ada padakonomis dengan menggunakan teknologi yang ada pada saat itu dalam waktu tertentu. Pengecilan ukuran (

saat itu dalam waktu tertentu. Pengecilan ukuran ( size reduction size reduction) dapat membagi) dapat membagi  bagi suatu bahan padat menjadi bagian-bagian y

 bagi suatu bahan padat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil denganang lebih kecil dengan menggunakan gaya mekanis atau menekan.

menggunakan gaya mekanis atau menekan. Size reductionSize reduction merupakan salah satu merupakan salah satu operasi dalam dunia industri pertambangan dimana bahan galian dikecilkan operasi dalam dunia industri pertambangan dimana bahan galian dikecilkan ukurannya untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai

ukurannya untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai mutu dan nilaimutu dan nilai tambah yang tinggi.

tambah yang tinggi.

Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah  berukuran kecil menjadi ukuran yang lebih h

 berukuran kecil menjadi ukuran yang lebih halus. Pada proses penggerusanalus. Pada proses penggerusan dibutuhkan media penggerusan yang antara lain terdiri dari bola-bola baja atau dibutuhkan media penggerusan yang antara lain terdiri dari bola-bola baja atau keramik (

keramik ( steel or ceramic balls steel or ceramic balls), batang-batang baja (), batang-batang baja ( steel rods steel rods), dan campuran), dan campuran  bola-bola baja dan bahan galian atau bijihnya sendiri yang

 bola-bola baja dan bahan galian atau bijihnya sendiri yang disebutdisebut semi semi autagenous mill 

autagenous mill  (S!). "an (S!). "anpa media penggerus, hanya bahan pa media penggerus, hanya bahan galian atau bijihnyagalian atau bijihnya yang saling menggerus dan disebut

yang saling menggerus dan disebut autogenous mill autogenous mill . "erkadang juga media. "erkadang juga media  penggerusan berupa plat baja yang sangat keras. Peralatan penggerusan y  penggerusan berupa plat baja yang sangat keras. Peralatan penggerusan yangang

dipergunakan adalah #isk $ill dan %od $ill

dipergunakan adalah #isk $ill dan %od $ill sebagai alat penggerus (sebagai alat penggerus ( grinding  grinding ).). &ntuk memperbaiki karakteristik atau meningkatkan kadar mineral berharga &ntuk memperbaiki karakteristik atau meningkatkan kadar mineral berharga dalam bijih, maka dilakukan pengolahan bahan galian yang disebut proses

dalam bijih, maka dilakukan pengolahan bahan galian yang disebut proses

 benefisiasi bijih. %od $ill merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam  benefisiasi bijih. %od $ill merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam  proses benefisiasi bijih, yaitu pada proses penggerusan (

 proses benefisiasi bijih, yaitu pada proses penggerusan ( grinding  grinding ). #engan). #engan menggunakan %od $ill, akan diperoleh bijih dengan ukuran

menggunakan %od $ill, akan diperoleh bijih dengan ukuran yang lebih kecil danyang lebih kecil dan halus, sehingga kadar mineral berharga dalam bijih akan meningkat. Selain itu, halus, sehingga kadar mineral berharga dalam bijih akan meningkat. Selain itu,  juga digunakan alat #isk $ill yang mempu

 juga digunakan alat #isk $ill yang mempunyai kemampuan untuk mnyai kemampuan untuk melakukanelakukan  pengecilan ukuran bahan galian atau bijih menjadi uk

 pengecilan ukuran bahan galian atau bijih menjadi ukuran yang kecil dan halusuran yang kecil dan halus hingga menjadi tepung bahan galian tersebut.

hingga menjadi tepung bahan galian tersebut. 1

1..22. . TTuujjuuaann

1 1

(2)

"ujuan dilakukannya praktikum pengolahan bahan galian tentang percobaan menggunakan alat #isk $ill ini adalah sebagai berikut '

. $emahami tentang alat #isk $ill secara mendetail.

. $engetahui tahapan*cara pengoperasian alat #isk $ill dengan benar. 1.3. Manfaat

$anfaat dilakukannya praktikum pengolahan bahan galian te ntang  percobaan menggunakan alat #isk $ill ini adalah sebagai berikut '

. Praktikan dapat memahami tentang alat #isk $ill secara mendetail. . Praktikan mampu mengetahui tahapan*cara pengoperasian alat #isk $ill

dengan benar.

BAB II DASAR TEORI

2.1. ran!t

!ranit adalah salah satu jenis batuan beku bersifat asam yang terbentuk dari  proses intrusi magma. +nstrusi magma adalah proses naiknya magma ke

 permukaan bumi, dan menyusup diantara celah- celah batuan. "etapi karena tenaga yang kecil, magma tidak pernah sempat keluar dari dalam bumi, dan mengalami pendinginan di dalam bumi. Batu granit terbentuk melalui

 pendinginan magma yang terjadi di dalam bumi, dengan tempo yang lama. arena terbentuk di dalam bumi, maka batu granit merupakan batu intrusif

(Plutonik). kibat pendinginan*pembekuan magma yang lama, tekstur batu granit cenderung kasar. $agma yang mengalami pendinginan membentuk butiran

mineral yang besar. Butiran mineral yang besar ini kemudian bersatu dan menjadi  batu granit. Batu granit juga dapat ditemukan di permukaan bumi. al ini dapat

terjadi jika lelehan laa yang merayap di permukaan bumi mengandung unsur  batu granit. Struktur dari batu granit adalah /-0/1 batu granit yang terdiri dari

kuarsa dan fieldspar, dengan rincian /1 kuarsa, 2/-0/1 fieldsparkalium, /-231  plagioklas natrium dan mineral mafik 2/- 231. ata !ranit berasal dari bahasa

latin yaitu Granum yang artinya butir padi. Batu !ranit umumnya berwarna putih, abu-abu, atau campuran keduanya, namun terkadang juga berwarna merah muda atau jingga. Batuan ini kasar, keras, dan kuat, serta sering ditemukanpada daerah

(3)

 pinggir pantai, pinggir sungai, atau di dasar sungai. Batu granit umumnya bersifat masif dan keras, bertekstur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas,

 plagioklas, biotit, dan hornblende. Batu granit sering dimanfaatkan sebagai bahan  bangunan. egunaan batu granit sebagai bahan bangunan dapat digunakan untuk

membangun rumah dan gedung, untuk bangunan monumen, jalan dan

 jembatan, sebagai batu hias (dekorasi), sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll), selain itu dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan aksesoris rumah seperti lantai, wastafel dan meja.

!ambar .. !ranit

epadatan batu granit adalah .43 gr* cm2, dengan jangkauan ,45 dan ,6/. Batu granit adalah salah satu batu yang mudah dan umum dijumpai. Batu granit dapat dijumpai disekitar gunung api. Batu granit memiliki ciri- ciri antara lain terbentuk melalui mineral kuarsa dan filedspar. edua meniral ini membentuk  granit menjadi besar, karena mineral yang membentuk granit adalah mineral

dengan ukuran yang besar. Selain itu, batu granit termasuk dalam batuan beku dalam atau batuan plutonik. Batu granit yang meleleh akibat panas dari magma  berubah menjadi batu riolit. Batu riolit memiliki tekstur hampir sama dengan

granit. 7ang membedakan adalah riolit memiliki tekstur lebih halus, terang, dan terbentuk di permukaan bumi, sehingga termasuk batuan beku luar atau batu ulkanik.

2.2. Penggeru"an

Penggerusan merupakan salah satu tahap awal proses pengecilan ukuran (penghalusan) bijih atau batuan. Penggerusan dilakukan sebelum bahan galian memasuki proses pengolahan. Penggerusan ini bisa merupakan tahap akhir sebelum bahan galian dimanfaatkan untuk keperluan tertentu. Penggerusan yang

(4)

sering juga disebut penggilingan, dilakukan terhadap agregat-agregat berukuran kecil agar menjadi butiran yang sangat halus. gregat ini diperoleh sebagai hasil  proses pemecahan batuan.

Pada bahan galian industri, penggerusan dilakukan untuk menjadikan  butiran-butiran batuan yang berukuran kecil menjadi serbuk sangat halus

 berukuran beberapa milimeter. Pada bijih logam, penggerusan dilakukan sampai dicapai ukuran yang sesuai dengan ukuran yang diperlukan untuk proses

selanjutnya. $isalnya, agar terjadi pemisahan fisik antara mineral berharga dan mineral pengotornya.

Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan

konsekuensi meningkatnya luas permukaan. &kuran partikel atau ukuran butiran dapat menentukan tingkat homogenitas 8at aktif dan tingkat kerja optimal.

Penggerusan juga dilakukan untuk menjamin perolehan kandungan 8at aktif yang diinginkan sekuantitatif mungkin. Suatu proses penggerusan meningkatkatkan gaya tekan, gaya bentur, gaya gesek dan gaya geser. Penggerusan dapat

dikelompokkan menjadi dua, yaitu penggerusan kering dan penggerusan basah. Pada penggerusan basah, kedalam bahan yang digerus diberi cairan dimana bahan tidak melarut didalamnya. Proses penggerusan yang paling sederhana dapat

dilakukan dengan menggunakan mortir dan stemper. lat ini terutama untuk  penggerusan sediaan farmasi yang berbentuk serbuk. Peralatan yang digunakan

untuk menghaluskan dipilih sesuai dengan tujuan yang dikehendaki tergantung dari jumlah material dan sifat fisikanya, ukuran partikel awal bahan yang digerus, dan ukuran partikel akhir produk yang diinginkan. Penggerusan dapat

diklsifikasikan menjadi 2 kelompok sesuai dengan tingkat kehalusan yang dicapai, yaitu '

. $esin penggerus butir kasar. . $esin penggerus butir sedang. 2. $esin penggerus butir halus.

Sifat fisik alamiah dari bahan menentukan proses penghalusan, misalnya  bahan berserat tidak dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan tetapi bahan tersebut harus diiris. #alam proses penggerusan adanya air lebih dari 31 dapat menghalangi penghalusan. 9fek ini lebih nyata dampaknya pada bahan yang

(5)

memiliki partikel halus daripada partikel yang lebih besar. Penggerusan juga dapat mengubah struktur kristal dan menyebabkan perubahan struktur kimiawi pada 8at-8at tertentu.

2.2.1 R#ll $ru"%er

%oll :rusher adalah tipe crusher dengan sistem gilas rotary dengan

kecepatan rpm yang realatif lebih rendah dari impact crusher yaitu sekitar 2// rpm dan memiliki kapasitas produksi yang jauh lebih besar. &njuk kerja dari mesin %oll :rusher ini bergantung pada jenis * kualiatas material gigi gilasnya, ukuran shaft dan ukuran %oda nya, yang semuanya harus disesuaikan dengan raw material dan target kapasitas produksi.

%oll :rusher biasa banyak digunakan didunia pertambangan, yaitu untuk menghancurkan batuan dengan tingkat kekerasan ; keuletan yang relatif rendah, seperti batu bara, batu kapur, bahan semen, batu tembaga, belerang, dsb. %oll crusher memiliki rasio $S+$&$ pengurangan teoritis 5'. <ika partikel  inci diumpankan ke crusher melempar satu ukuran absolut terkecil bisa harapkan dari crusher adalah  *  inci. %oll :rusher hanya akan menghancurkan materi ke ukuran partikel minimum sekitar / $esh ( mm). %oll crusher digunakan sebagai crusher sekunder atau crusher terseier setelah batuan melewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher primer. %oll crusher terdiri dari single roll dan double roll. Single roll digunakan untuk memecahkan batuan yang lembap dan tidak menguntungkan jika digunakan untuk memecahkan batuan yang abrasie. apasitas roll crusher tergantung pada jenis batuan, ukuran crusher  primer, ukuran batuan yang diinginkan, lebar roda dan kecepatan roda berputar.

#ouble roll crusher adalah roll crusher yang mempunyai  buah roller,

dengan sumbu yang sejajar pada bidang hori8ontal yang sama. #ouble roll crusher  sangat cocok digunakan untuk batuan mineral jenis '

• Batu bara • =ime stone • aolin • Phospat

(6)

 pada batu split*andesit. #engan kecepatan 2//-23/ rpm double roll crusher memiliki kecepatan dalam menghancurkan berbagai jenis batuan.

!ambar . #ouble %oll rusher (#omas,/2)

:ara kerjanya sendiri ialah #ouble roll crusher melakukan peremukan dengan cara menjepit benda yang hendak diremukkan diantara satu buah roller yang dikenal dengan sebutan crushing roll.

lat ini terdiri dari  silinder (roller) dengan sumbu yang sejajar pada  bidang hori8ontal yang sama kedua roller berdekatan lalu berputar dengan arah  putaran berlawanan kemudian batubara mentah diumpan masuk akan dijepit

diantara dua roller, akibat tekanan yang kuat akhirnya batubara mentah remuk dan  jatuh kedalam roller truk ke penampungan.

(7)

"abel . euntungan double roll crusher (#omas,/2)

2.3 Pengg!l!ngan

Proses penggilingan merupakan pra-proses dalam pengolahan agar didapatkan bahan yang siap untuk diolah. Penggilingan memiliki tujuan yang sangat penting, hal ini dilakukan untuk mengurangi ukuran partikel suatu  bahan.penggilingan dikatakan optimal jika mampu menggiling bahan dengan

konsumsi yang rendah.penggilingan juga harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan factor-faktor yang berkontribusi agar proses pengilingan tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil yang sempurna pula.

"ahap grinding terdiri dari beberapa alat, yaitu ' . Ball mill

. %od mill 2. #isc mill

5. Semi utogenous $ill (S!) 3. utogenous $ill

Berfokus pada disc mill, disk mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai,  jagung kentang dan lainnya. lat ini digunakan untuk mengupas kulit ari,

 pembelah dan penghancur biji kedelai dalam keadaan kering maupun basah.

!ambar .2 #isc $ill (<>S$+?+?!)

#isk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama seperti dengan stone mill. eduanya sama-sama memiliki dua piringan yang dipasangkan pada sebuah shaft. "erdapat dua macam disk mill yaitu'

() #isk mill yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner. &2' #isk mill dimana kedua rodanya bergerak.

(8)

Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen (stasioner) pada  badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar bersamaan dalam

arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang mempunyai

 penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan diantara kedua  piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus. Bagian-bagian dari

disk mill adalah sebagai berikut ' . :orong pemasukan

:orong ini berfungsi untuk memasukkan biji yang akan dikupas kulit arinya dan dihancurkan. Bagian ini dilengkapi dengan katup pe masukkan untuk mengatur jumlah biji yang akan dikupas oleh cakram sehingga pengupasan akan berjalan lancar.

. Penyemprot air 

Penyemprot air berfungsi untuk membantu kelancaran turun dan keluarnya  biji ke ruang pengupasan. ir akan mendorong biji agar jatuh ke ruang  pengupasan. Pada praktikum ini tidak dilakukan penyemprotan air. 2. %uang pengupasan dan penghancuran

%uang pengupasan berfungsi sebagai tempat mengupas dan menghancurkan sekaligus sebagai rangka dudukan bagi landasan gesek. %uangan ini diberi  penutup dan dibuat agak rapat agar kedelai tidak lolos keluar sebelum

mengalami pengupasan dan penghancuran. 5. #inding penutup dan cakram

#inding penutup dan cakram berfungsi sebagai pengupas dan penghancur  biji karena adanaya gerak putar dari cakram terhadap diniding penutup yang

diam. Biji yang terkupas dan hancur itu merupakan akibat dari efek atrisi dan kompresi dari cakram.

3. Poros penggerak 

Poros penggerak berfungsi untuk memutar silinder pengupas yang

digerakkan oleh motor listrik dengan menggunakan puli dan belt  sebagai  penyalur daya. Pada poros penggerak terdapat pengunci untuk mengatur  jarak antar cakram. Semakin kecil jarak antar cakram maka ukuran hasil  pengolahan akan semakin halus.

(9)

:orong pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan biji yang t elah dikupas dan dihancurkan yang terletak di bagian bawah silinder pengupas. Biji yang akan pecah dan keluar dari corong ini masih bercampur dengan kulit arinya.

!ambar .5 #isk $ill 2.( S%!e)e S%aker

Shiee Shaker merupakan suatu alat yang berfungsi dalam memilah  berdasarkan ukuran partikelnya. Pada shiee shaker terdapat saringan atau

ayakan-ayakan yang pada dasarnya diberikan lubang yang disebut dengan mesh.  Mesh menggunakan jumlah lubang persatuan panjang yang apabila ?egara yang menggunakan sistem satuan +nggris menggunakan satuan inch yang dihitung dari  pusat kawat. &kuran partikel adalah dimensi suatu partikel yang dinyatakan dalam

(10)

!ambar .3 Shiee Shaker (indiamart) :ara Penggunaan Shiee Shaker '

• &rutkan*susun ayakan bertingkat dari atas ke bawah dengan diawali ayakan

yang memiliki diameter paling besar hingga terkecil.

• $asukkan partikel kedalam ayakan paling atas (diameternya paling besar) • =etakkan di atas Shiee Shaker (mesin pemisah partikel), dan tutup dengan

menggunakan tutup pemberat yang sudah tersedia di shaker  guna untuk menekan ayakan bertingkat agar tidak goyang dan tumpah.

•  ?yalakan mesin dengan menekan tombol start/resume.

• "ekan set/display untuk mengatur waktu yang diperlukan selama

 pengadukan, lalu pilih mode increase (menambahkan waktu*detik) decrease (mengurangi waktu*detik).

• Setelah mesin berhenti, ambil ayakan dari mesin dan lihat hasil dari setiap

ayakan. &ntuk hasil ayakan yang paling kecil dimasukkan kedalam cawan dan dimuat di open.

nalisis ayakan dari sebuah conto tanah melibatkan penentuan persentase  berat partikel dalam rentan ukuran yang berbeda. #istribusi ukuran partikel tanah  berbutir kasar dapat ditentukan dengan metode pengayakan ( sieving ) conto

tersebut dilewatkan melalui satu set saringan standar yang memiliki lubang makin kecil ukurannya dari atas ke bawah. Berat tanah yang tertahan ditiap saringan ditentukan dan persentase kumulatif dari berat tanah yang melewati tiap saringan dihitung beratnya. <ika terdapat partikel yang berbutir halus pada tanah conto tanah tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dan butiran halus tersebut dengan cara mencucinya dengan air melalui saringan berukuran terkecil.

&kuran-ukuran saringan berkisar dari lubang berdiameter 5,43/ mm (?o.5) sampai /,/43 mm (?o.//). semua lubang terbentuk bujur sangkar jadi apa yang disebut sebagai diameter partikel tanah sebenarnya hanyalah merupakan patokan akademis saja, sebab kemungkinana lolos nya suatu partikel pada suatu saringan yang berukuran tertentu akan tergantung pada ukuran dan orientasinya terhadap lubang saringan. &kuran saringan berhubungan dengan ukuran lubang dari 5,43/ mm @ /,/43 mm maka saringan tersebut dengan nomor-nomor.

(11)

BAB III METODELOI 3.1. *aktu +an Te,-at Pelak"anaan

Praktikum pengolahan bahan galian mengenai alat #isk $ill dilaksanakan  pada '

ari ' <umat, 2 $aret /4 Aaktu ' /.// A+B

"empat ' =aboratorium Pengolahan Bahan !alian, &niersitas Bangka Belitung

3.2. Alat +an Ba%an

lat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pengolahan bahan galian mengenai alat #isk $ill ini adalah sebagai berikut '

. lat tulis (kertas, penggaris, pulpen) . #isk $ill

2. Shiee Shaker 

5. #ouble %oll :rusher  3.  Feed  (batu granit) 0. Screen (ayakan) 4. amera

6. P# (lat Pelindung #iri) . "imbangan

/. Plastik Sampel . Timer

3.3. Langka%Langka% Prakt!ku,

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam praktikum  pengolahan bahan galian mengenai alat #isk $ill'

. "erlebih dahulu gunakan P# (lat Pelindung #iri) dengan benar sesuai standar.

. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.

2. Pertama, lakukan pengayakan terhadap feed  yang berupa batu granit dengan menggunakan screen. Screen yang digunakan pada percobaan kali ini adalah  screen manual, dimana pada penggunannya membutuhkan  orang untuk

melakukan pengayakannya.

5. Setelah feed  tersebut habis diayak, maka selanjutnya adalah menimbang  feed  yang berukuran oversize dan undersize. Feed  yang berukuran oversize

adalah feed  yang tidak lolos saringan atau ukurannya lebih besar

(12)

undersize adalah feed  yang lolos saringan atau ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran celah-celah pada screen. Penimbangan feed  yang berukuran oversize dan undersize ini ditimbang seberat  kg per masing-masing ukurannya, yaitu  kg untuk oversize dan  kg untuk undersize.

3. Selanjutnya, feed  yang telah ditimbang tadi akan dimasukkan ke alat #isk $ill. ?amun sebelum dimasukkan, lakukan pengukuran terhadap diameter  screen serta jarak antara screen dan hammer  yang ada pada alat #isk $ill. 0. idupkan alat #isk $ill, baru kemudian masukkan feed  yang berukuran

undersize terlebih dahulu ke dalam alat #isk $ill secara perlahan. Setelah  feed-nya selesai dimasukkan, matikan alat #isk $ill. eluarkan feed  yang

dihasilkan oleh #isk $ill ini. arena feed  yang berukuran oversize tidak dapat masuk ke alat #isk $ill ini, maka feed oversize ini dihancurkan terlebih dahulu dengan menggunakan alat #ouble %oll :rusher. Setelah dihancurkan dengan #ouble %oll :rusher, barulah feed  tersebut dimasukkan ke dalam alat #isk $ill. Selanjutnya, masukkan feed oversize yang telah dihancurkan tadi secara perlahan dan tunggu sampai feed -nya habis. Setelah habis, keluarkan feed  yang dihasilkan tadi dari alat #isk $ill.

4. Selanjutnya, hasil feed  yang berukuran oversize dan undersize yang telah melewati alat #isk $ill tadi dimasukkan ke alat Shiee Shaker. &ntuk

 pertama, masukkan feed  yang berukuran undersize dahulu. Sebelumnya atur  waktu menggunakan timer  selama 2 menit sembari menghidupkan alat

Shiee Shaker. Feed  yang dimsukkan ke Shiee Shaker ini diratakan dengan menggunakan kuas agar feed -nya tidak berhamburan keluar akibat dari getaran yang dihasilkan oleh alat Shiee Shaker ini. pabila waktu 2 menitnya telah berakhir, matikan alat Shiee Shaker. asil pengayakan dengan menggunakan alat Shiee Shaker ini kemudian dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam plastik sampel sesuai dengan ukuran mesh yang sudah tertera pada plastik sampel tersebut. "imbang feed  yang telah dimasukkan ke dalam plastik sampel tadi sesuai dengan ukuran yang tertera pada plastik sampelnya. Selanjutnya adalah melakukan perlakuan yang sama untuk feed  yang berukuran oversize.

(13)

6. Selanjutnya adalah merapikan alat dan bahan yang telah digunakan selama  praktikum berlangsung seperti semula.

BAB I/

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

 D!"0 M!ll

#isc mill yang digunakan pada percobaan kali ini merupakan disc mill skala lab yang mana kapasitas yang mampu ditampungnya cukup terbatas. Sebelum memasuki proses penghalusan pada disc mill terlebih dahulu material  batuan telah melalui proses penyaringan dan peremukan menggunakan alat screening dan double roll crusher, sehingga ukuran yang nantinya akan dimasukkan kedalam hopper sudah memenuhi standart.

!ambar 5. screening dan double roll crusher  (.2 Bag!anBag!an D!"k M!ll

. opper ' tempat memasukkan feed*penampungan produk yang akan digiling

(14)

. Palu*ammer ' pemukul untuk menghaluskan feed

2. %otor ' bagian alat yang berputar untuk pengolahan 5.  Disk impact ' tempat kedudukan gigi pemukul

3. Thooth impact ' pemukul produk menjadi tepung

! Screener "ayakan# ' menyaring tepung sebelum keluar melalui outlet. 4. $assing  ' tempat kedudukan mesin

(.3 Mekan!",e erja D!"0 M!ll

Prinsip kerja dari mekanisme disc mill itu sendiri adalah sama dengan stone mill. eduanya sama-sama memiliki dua piringan yang dipasangkan pada sebuah shaft. edua piringan tersebut akan berputar secara bersamaan dengan arah

 berlawanan sehingga akan dapat menghancurkan bahan yang digiling. Pada  bagian piringan ini terdapat tonjolan-tonjolan yang berfungsi untuk menjepit  bahan. $esin ini merupakan mesin yang memiliki tipe gaya dengan penekanan.

Selama proses, bahan akan mengalami gesekan diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus sampai dapat keluar melalui mesh atau saringan.

(.( Ha"!l Prakt!ku,

Pada praktikum kali ini dilakukan dengan  kali percobaa, yang mana  percobaan pertama dilakukan dengan mangambil sampel output  yang berhasil

melewati tahap screening dengan ukuran C inch. Sedangkan percobaan kedua merupakan output  material yang telah melewati secondary crushing (double roll crusher) dikarena kan material tidak lolos pada saat melewati screening .

&ntuk megetahui persentase ukuran butir dari pada output  yang dihasilkan melalui proses penghalusan menggunakan disc mill, maka perlu dilakukan

screening kembali menggunakan shiee shaker mulai dari ukuran 0/ mesh, 6/ mesh, / mesh dan // mesh.

(15)

!ambar 5. Shiee Shaker 

(.(.1 Ha"!l Per0#aan

Setelah melakukan percobaan sebanyak  kali, maka didapatkan hasil sebagai berikut '

. Percobaan Pertama

Produk  1 (gr)

Ukuran Screen (gr)  Jumla

h Loose 60 mesh 80 mesh 120 mesh 200 mesh (-) 200 mesh 1000 430  320 1!0 !0 ""  Persen# ase 43.0 0$ 0.0 $ 32.00 $ 1!.00 $ !.00$ "".0 $ 0.0 $ "abel 5. %utput  percobaan pertama

(16)

63% 3%

10% 10%

9% 6%

Persentase Percobaan Pertama

60 mesh 80 mesh 120 mesh 200 mesh (-) 200 mesh Loose

!ambar 5.2 Persentase percobaan pertama

B. Percobaan edua

Produk  2 (gr)

Ukuran Screen (gr)  Jumla

h Loose 60 mesh 80 mesh 120 mesh 200 mesh (-) 200 mesh 1000 630 30 " 100 "0 "4  Persen# ase 63.0 0$ 3.00 $ ".0$ 10.00 $ ".00$ "4.0 $ .0 $ "abel 5. %utput percobaan kedua

43%

1% 32%

17%

7% 1%

Persentase Percobaan Kedua

60 mesh 80 mesh 120 mesh 200 mesh (-) 200 mesh Loose

(17)

!ambar 5.5 Persentase percobaan kedua (. Anal!"!" Data

#ari hasil percobaan yang telah kita dapatkan terjadi terdapat beberapa kejanggalan dalam setiap hasil percobaan, antara lain '

. Pada percobaan pertama dapat kita lihat pada tabel 5. yang telah

diilustrasikan pada gambar 5.2 dimana tedapat kejanggalan pada jumlah material yang tertampung pada screen dengan ukuran 6/ mesh dan / mesh. #apat kita lihat bahwa jumlah yang tertampung pada screen 6/ mesh hanya sebanyak 3 gr saja sedangkan pada ukuran / mesh mencapai 2/ gr. al tersebut dikarenakan kurangnya ketelitian praktikan dala m

 penyusunan shiee shaker ketika akan digunakan sehingga meyebabkan  penempatan susunan screening dengan ukuran 6/ mesh dan / mesh

menjadi terbalik yang pada akhir berakibat pada hasil percobaan yang kurang akurat.

. #apat kita lihat dari hasil percobaan pada tabel 5. dan 5. yang telah diilustrasikan dalam bentuk persentase pada gambar 5.2 dan 5.5, dimana terjadi penurunan tonase/loose pada hasil akhir dari setiap percobaan, yaitu /.31 pada percobaan pertama dan 3,31 pada percobaan kedua. al ini dapat terjadi dikarenakan beberapa factor, antara lain '

• Dactor angin •  &uman eror 

• urangnya konsentrasi

• Penglihata*ketelitian saat menimbanga

• "ertinggalnya sebagian material didalam alat saat pengoprasian, dll.

BAB / PENUTUP

.1. e"!,-ulan

Setelah melakukan percobaan pada praktikum kali ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa '

(18)

. "erjadi kekeliruan ketikan penyusunan wadah shiee shaker sehingga menyebabkan ketidak akuratannya data yang dihasilkan pada akhir  percobaan.

2. <umlah output  material yang diolah kemungkinan besar akan mengalami  penurunan ataupun penambahan tonase setelah melalui serangkaian proses

kegiatan.

5. Daktor ketelitian sangat mempengaruhi hasil dari percobaan itu sendiri.

.2. Saran

dapun saran yang saya berikan untuk praktikum pengolahan bahan galian mengenai alat #isk $ill ini, yaitu '

. langkah lebih baiknya, ketika dilakukan suatu percobaan menggunakan suatu alat yang sama, perlunya dilakukan cleaning  terlebih dahulu sebelu alat tersebut digunakan untuk kedua kalinya guna mengurangi kemungkinan  penambahan tonase yang terjadi pada saat praktikum berlangsung.

. =ebih ditingkatkannya keefektifitasan waktu ketika melakukan praktikum, agar tidak terburu-buru sehingga diharapkan para praktikan mampu

mengerti dan memahami segala macam kegunaan dari alat tersebut secara menyeluruh.

DA4TAR PUSTAA

jie, $. A, 6, Diktat 'etun(uk 'raktikum 'engolahan )ahan Galian, =aboraturium Dakultas "ambang &P? EFeteranG,7ogyakarta, 4p

$?Butt./5. DiscMill . https'**www.slideshare.net*$?Butt*disc-mill

 ?ursanto, 9di, /3, 'engolahan )ahan Galian, <urnal D"$ &P?, 4p

Sudarsono, rief, 6, 'engolahan )ahan Galian *mum, Bandung ' <urusan "eknik Pertambangan Dakultas "eknologi $ineral +nstitut "eknologi Bandung

(19)

"ambang&?S.//. pengolahanbahangalian.https'**tambangunhas.wordpress. com *tag*pengolahan-bahan-galian*

7unianto, Bambang, //6, Teknologi Mineral dan )atubara, Pusat Penelitian dan Pengembangan "eknologi $ineral dan Batubara, Folume 3, al -0

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :