MAKALAH
MAKALAH
TITRASI IODO-IODIMETRI
TITRASI IODO-IODIMETRI
Disusun Oleh : Disusun Oleh : Kelompok 3 Kelompok 3 II Putu Putu Agus Agus Cahyadi Cahyadi Eka Eka Putra Putra (171012)(171012) I
I Putu Putu Bagus Bagus Perana Perana Wedantara Wedantara (171013)(171013) I
I Putu Putu Bisma Bisma Duta Duta Valenrika Valenrika (171014)(171014) I
I Putu Putu Eka Eka Budiarta Budiarta (171015)(171015) Kadek
Kadek Ayu Ayu Dwi Dwi Yanthi Yanthi (171016)(171016)
SEKOLAH TINGGI FARMASI MAHAGANESHA
SEKOLAH TINGGI FARMASI MAHAGANESHA
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah “
sehingga makalah “
Titrasi Iodo-Iodimetri
Titrasi Iodo-Iodimetri
”” inidapat tersusun hinggainidapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihakpihak yang yang telah telah berkontribusi berkontribusi dengan dengan memberikan memberikan sumbangan sumbangan baik baik materimateri maupun pikirannya.
maupun pikirannya.
Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Analis. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Analis. Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
bagi para pembaca.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
kesempurnaan makalah ini.
Denpasar, 9 Juni 2018 Denpasar, 9 Juni 2018
Penyusun Penyusun
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR ...i...i DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ...ii...ii BAB
BAB I I PENDAHULUAN ...PENDAHULUAN ...iii...iii 1.1
1.1 Latar Latar Belakang ...Belakang ...iii...iii 1.2
1.2 Rumusan Rumusan Masalah ...Masalah ...iv...iv 1.3
1.3 Tujuan Tujuan ...iv...iv BAB
BAB II II PEMBAHASAN ...PEMBAHASAN ...1...1 2.1
2.1 Pengertian ...Pengertian ...1...1 2.2 Perbedaan
2.2 Perbedaan Iodometri & Iodometri & Iodimetri ...Iodimetri ...1..1 2.3 Penggunaan Metode Titrasi dengan iodimetri-iodometri ...2 2.3 Penggunaan Metode Titrasi dengan iodimetri-iodometri ...2 2.4 Aplikasi Titrasi iodo-iodimetri
2.4 Aplikasi Titrasi iodo-iodimetri dalam Bidang Farmasi ...5dalam Bidang Farmasi ...5 BAB
BAB III III PENUTUP PENUTUP ...6...6 3.1
3.1 Kesimpulan Kesimpulan ...6...6 DAFTAR
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.1 Latar BelakangTitrasi iodometri dan iodimetri adalah salah satu metode titrasi Titrasi iodometri dan iodimetri adalah salah satu metode titrasi yang didasarkan pada reaksi oksidasi reduksi. Metode ini lebih banyak yang didasarkan pada reaksi oksidasi reduksi. Metode ini lebih banyak digunakan dalam analisa jika dibandingkan dengan metode lain. Alasan digunakan dalam analisa jika dibandingkan dengan metode lain. Alasan dipilihnya metode ini karena perbandingan stoikometri yang sederhana dipilihnya metode ini karena perbandingan stoikometri yang sederhana pelaksanannya praktis dan tidak benyak masal
pelaksanannya praktis dan tidak benyak masalah dan mudah. (Rivai, ah dan mudah. (Rivai, 1995:1995: 98)
98)
Iodimetri adalah jika titrasi terhadap zat-zat reduktor dengan titrasi Iodimetri adalah jika titrasi terhadap zat-zat reduktor dengan titrasi langsung dan tidak langsung. Dilakukan percobaan ini untuk menentukan langsung dan tidak langsung. Dilakukan percobaan ini untuk menentukan kadar zat-zat oksidator secara langsung, seperti yang kadar terdapat dalam kadar zat-zat oksidator secara langsung, seperti yang kadar terdapat dalam serbuk vitamin C.
serbuk vitamin C.
Titrasi tidak langsung iodometri dilakukan terhadap zat-zat Titrasi tidak langsung iodometri dilakukan terhadap zat-zat oksidator berupa garam-garam besi (III) dan tembaga sulfat dimana zat-zat oksidator berupa garam-garam besi (III) dan tembaga sulfat dimana zat-zat oksidator ini direduksi dahulu dengan kalium iodida dan iodin dalam oksidator ini direduksi dahulu dengan kalium iodida dan iodin dalam jumlah
jumlah yang yang setara setara dan dan ditentukan ditentukan kembali kembali dengan dengan larutan larutan natriumnatrium tiosulfat baku. (Baaset, 1994: 82)
tiosulfat baku. (Baaset, 1994: 82)
Metode titrimetri masih digunakan secara luas karena merupakan Metode titrimetri masih digunakan secara luas karena merupakan metode yang tahan, mudah, dan mampu memberikan ketepatan (presisi) metode yang tahan, mudah, dan mampu memberikan ketepatan (presisi) yang tinggi. Keterbatasan metode ini adalah bahwa metode titrimetri yang tinggi. Keterbatasan metode ini adalah bahwa metode titrimetri kurang spesifik. Titrasi iodometri digunakan untuk menentukan kadar dari kurang spesifik. Titrasi iodometri digunakan untuk menentukan kadar dari zat-zat uji yang bersifat reduktor dengan titrasi langsung. Sedangkan untuk zat-zat uji yang bersifat reduktor dengan titrasi langsung. Sedangkan untuk titrasi iodimetri adalah kebalikannya
titrasi iodimetri adalah kebalikannya
Dalam bidang farmasi metode ini digunakan untuk menentukan Dalam bidang farmasi metode ini digunakan untuk menentukan kadar zat-zat yang mengandung oksidator misalnya Cl
kadar zat-zat yang mengandung oksidator misalnya Cl22, Fe (III), Cu (II), Fe (III), Cu (II) dan sebagainya, sehingga mengetahui kadar suatu zat berarti mengetahui dan sebagainya, sehingga mengetahui kadar suatu zat berarti mengetahui mutu dan kualitasnya. (Rivai, 1995: 93)
1.2 Rumusan Masalah 1.2 Rumusan Masalah
Apa yang di maksud dengan iodo-iodimetri?Apa yang di maksud dengan iodo-iodimetri?
Bagaimana prinsip iodo-iodumetri?Bagaimana prinsip iodo-iodumetri?
Apa saja penentuan dengan iodometri dan iodimetri ?Apa saja penentuan dengan iodometri dan iodimetri ?
Bagaimana penerapan aplikasi iodo-iodimetri dalam bidang farnasi?Bagaimana penerapan aplikasi iodo-iodimetri dalam bidang farnasi? 1.3 Tujuan
1.3 Tujuan
Untuk Untuk mengetahui mengetahui pengertian pengertian iodo-iodimetriiodo-iodimetri
Untuk mengetahui prinsip iodo-iodimetriUntuk mengetahui prinsip iodo-iodimetri
Untuk mengetahui penentuan dengan iodometri dan iodimetriUntuk mengetahui penentuan dengan iodometri dan iodimetri
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian 2.1 PengertianIodimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif volumetri Iodimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif volumetri berdasarkan
berdasarkan redoks redoks dimana dimana senyawa senyawa dan dan pereaksinya pereaksinya bereaksi bereaksi secarasecara langsung
langsung atau atau sering sering disebut disebut dengan dengan Direct Direct Titration. Titration. Dalam Dalam prosesproses penitaran,
penitaran, titran titran mengoksidasi mengoksidasi titrat titrat maka maka metode metode ini ini termasuk termasuk dalamdalam oksidimetri dan menggunakan penambahan indikator kanji di awal titrasi. oksidimetri dan menggunakan penambahan indikator kanji di awal titrasi.
Dalam reaksi redoks harus selalu ada oksidator dan reduktor Dalam reaksi redoks harus selalu ada oksidator dan reduktor ,sebab
,sebab bila bila suatu suatu unsur unsur bertambah bertambah bilangan bilangan oksidasinya oksidasinya (melepaskan(melepaskan electron ), maka harus ada suatu unsur yang bilangan oksidasinya electron ), maka harus ada suatu unsur yang bilangan oksidasinya berkurang atau
berkurang atau turun (menangkap turun (menangkap electron) ,jadi electron) ,jadi tidak mungkin hantidak mungkin hanya adaya ada oksidator ataupun reduktor. Dalam metoda analisis ini , analat (titrat) oksidator ataupun reduktor. Dalam metoda analisis ini , analat (titrat) dioksidasikan oleh I2 , sehingga I2 tereduksi menjadi ion iodide, dengan dioksidasikan oleh I2 , sehingga I2 tereduksi menjadi ion iodide, dengan kata lain I2 bertindak sebagai oksidator dengan reaksi:
kata lain I2 bertindak sebagai oksidator dengan reaksi: I2 + 2 e
-I2 + 2 e - → 2 I→ 2 I
--Karena iodimetri merupakan suatu penentuan kuantitatif, maka Karena iodimetri merupakan suatu penentuan kuantitatif, maka yang dicari adalah jumlah I2 yang bereaksi dengan sample atau terbentuk yang dicari adalah jumlah I2 yang bereaksi dengan sample atau terbentuk dari hasil reaksi antara s
dari hasil reaksi antara sample dengan ion iodide.ample dengan ion iodide.
Contoh senyawa yang dapat ditetapkan dengan iodimetri adalah : Contoh senyawa yang dapat ditetapkan dengan iodimetri adalah : Sn2+, As3+, Zn2+, Hg2+, Pb2+, ion sulfit, glukosa (dan gula-gula Sn2+, As3+, Zn2+, Hg2+, Pb2+, ion sulfit, glukosa (dan gula-gula pereduksi lain), vitamin C.
pereduksi lain), vitamin C.
2.2 Perbedaan Iodometri & Iodimetri 2.2 Perbedaan Iodometri & Iodimetri
Meski Iodometri dan Iodimetri memiliki beberapa persamaan dan juga Meski Iodometri dan Iodimetri memiliki beberapa persamaan dan juga merupakan termasuk kedalam metoda redoks tetapi keduanya memilki beberapa merupakan termasuk kedalam metoda redoks tetapi keduanya memilki beberapa perbedaan diantaranya :
Iodometri
Iodometri IodimetriIodimetri Termasuk kedalam Reduktometri
Termasuk kedalam Reduktometri Termasuk kedalam OksidimetriTermasuk kedalam Oksidimetri
Larutan Na
Larutan Na22SS22OO33 (Tio) sebagai penitar (Titran) (Tio) sebagai penitar (Titran) Larutan ILarutan I22 sebagai sebagai Penitar (Titran)Penitar (Titran) Penambahan Indikator Kanji disaat mendekati
Penambahan Indikator Kanji disaat mendekati
titik akhir.
titik akhir.
Penambahan Indikator kanji saat awal penitaran
Penambahan Indikator kanji saat awal penitaran
Termasuk kedalam Titrasi tidak langsung
Termasuk kedalam Titrasi tidak langsung Termasuk kedalam Titrasi langsungTermasuk kedalam Titrasi langsung
Oksidator sebagai titrat
Oksidator sebagai titrat Reduktor sebagai titratReduktor sebagai titrat
Titrasi dalam suasana asam
Titrasi dalam suasana asam Titrasi dalam suasana sedikit basa/netralTitrasi dalam suasana sedikit basa/netral
Penambahan KI sebagai zat penambah
Penambahan KI sebagai zat penambah Penambahan NaHCOPenambahan NaHCO33 sebagai zat penambah sebagai zat penambah
Titran sebagai reduktor
Titran sebagai reduktor Titran sebagai oksidator Titran sebagai oksidator
Selain itu juga
Selain itu juga terdapat beberapa kterdapat beberapa kelebihan dan kelebihan dan kekurangan dari ekurangan dari metodemetode iodimetri yaitu sebagai berikut :
iodimetri yaitu sebagai berikut : Kelebihan :
Kelebihan :
Penitaran berlangsung lebih cepat karena titrat dan titran langsungPenitaran berlangsung lebih cepat karena titrat dan titran langsung
bereaksi. bereaksi.
Penambahan kanji diawal titrasi.Penambahan kanji diawal titrasi.
Warna titik akhir lebih mudah teramati dari tidak berwarna menjadiWarna titik akhir lebih mudah teramati dari tidak berwarna menjadi
biru. biru. Kekurangan : Kekurangan :
Penitarnya mudah terurai oleh cahaya sehingga preparasi contohPenitarnya mudah terurai oleh cahaya sehingga preparasi contoh
harus dilakukan terlebih dahulu. harus dilakukan terlebih dahulu.
Pada saat titrasi dikhawatirkan kehilangan ion iod.Pada saat titrasi dikhawatirkan kehilangan ion iod.
Dalam keadaan asam, larutan iod dapat dioksidasi oleh udaraDalam keadaan asam, larutan iod dapat dioksidasi oleh udara
2.3 Penggunaan Metode Titrasi dengan
2.3 Penggunaan Metode Titrasi dengan iodimetri-iodomeiodimetri-iodometritri
Diantara sekian banyak contoh teknik atau cara dalam analisis Diantara sekian banyak contoh teknik atau cara dalam analisis kuantitatif terdapat dua cara melakukan analisis dengan menggunakan kuantitatif terdapat dua cara melakukan analisis dengan menggunakan senyawa pereduksi iodium yaitu secara langsung dan tidak langsung. Cara senyawa pereduksi iodium yaitu secara langsung dan tidak langsung. Cara langsung disebut iodimetri (digunakan larutan iodium untuk mengoksidasi langsung disebut iodimetri (digunakan larutan iodium untuk mengoksidasi reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara kuantitatif pada titik reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara kuantitatif pada titik
ekivalennya). Namun, metode iodimetri ini jarang dilakukan mengingat ekivalennya). Namun, metode iodimetri ini jarang dilakukan mengingat iodium sendiri merupakan oksidator yang lemah. Sedangkan cara tidak iodium sendiri merupakan oksidator yang lemah. Sedangkan cara tidak langsung disebut iodometri (oksidator yang dianalisis kemudian langsung disebut iodometri (oksidator yang dianalisis kemudian direaksikan dengan ion iodida berlebih dalam keadaan yang sesuai yang direaksikan dengan ion iodida berlebih dalam keadaan yang sesuai yang selanjutnya iodium dibebaskan secara kuantitatif dan dititrasi dengan selanjutnya iodium dibebaskan secara kuantitatif dan dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat standar atau asam arsenit).
larutan natrium tiosulfat standar atau asam arsenit).
1.
1. Titrasi langsung (Iodimetri)Titrasi langsung (Iodimetri)
Iodium merupakan oksidator yang sedikit/relative kuat dengan nilai Iodium merupakan oksidator yang sedikit/relative kuat dengan nilai potensial oksidasi
potensial oksidasi sebesar +0,535 V. sebesar +0,535 V. Pada saat Pada saat reaksi osidasi, reaksi osidasi, iodium akaniodium akan direduksi menjadi iodida sesuai dengan reaksi :
direduksi menjadi iodida sesuai dengan reaksi : II22+ + 2e 2e 2I2I
--Iodium akan mengoksidasi senyawa-senyawa yang mempunyai Iodium akan mengoksidasi senyawa-senyawa yang mempunyai potensial
potensial reduksi reduksi yang yang lebih lebih kecil kecil dari dari pada pada iodium iodium sehingga sehingga dapatdapat dilakukan titrasi langsung dengan iodium.
dilakukan titrasi langsung dengan iodium. 2.
2. Titrasi tidak langsung (Iodometri)Titrasi tidak langsung (Iodometri)
Iodometri merupakan titrasi tidak langsung dan digunakan untuk Iodometri merupakan titrasi tidak langsung dan digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi yang menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi yang lebihbesar dari pada sistem Iodium-Iodida atau senyawa-senyawa yang lebihbesar dari pada sistem Iodium-Iodida atau senyawa-senyawa yang bersifat
bersifat oksidator, oksidator, seperti seperti CuSOCuSO44.5H.5H22O, garam besi (III), dimana zat-zzatO, garam besi (III), dimana zat-zzat
oksidator ini direduksi lebih dulu dengan ICI, dan iodin yang dihasilkan oksidator ini direduksi lebih dulu dengan ICI, dan iodin yang dihasilkan dalam jumlah yang setara ditentukan kembali dengan larutan baku natrium dalam jumlah yang setara ditentukan kembali dengan larutan baku natrium tiosulfat.
tiosulfat.
Larutan standar yang dipergunakan dalam kebanyakan proses Larutan standar yang dipergunakan dalam kebanyakan proses iodometrik adalah natrium tiosulfat. Garam ini biasanya tersedia sebagai iodometrik adalah natrium tiosulfat. Garam ini biasanya tersedia sebagai pentahidrat
pentahidrat NaNa22SS22OO33.5H.5H22O. Larutan tidak boleh distandarisasi denganO. Larutan tidak boleh distandarisasi dengan
penimbangan secara
penimbangan secara langsung, tetapi langsung, tetapi harus distharus distandarisasi andarisasi terhadap stterhadap standarandar primer.
primer. Larutan Larutan natrium natrium tiosulfat tiosulfat tidak tidak stabil stabil untuk untuk waktu waktu yang yang lama.lama. Sejumlah zat padat digunakan sebagai standar primer untuk larutan Sejumlah zat padat digunakan sebagai standar primer untuk larutan natrium tiosulfat. Iodium murni merupakan standar yang paling nyata, natrium tiosulfat. Iodium murni merupakan standar yang paling nyata, tetapi jarang digunakan karena kesukaran dalam penanganan dan tetapi jarang digunakan karena kesukaran dalam penanganan dan
penimbangan.
penimbangan. Lebih Lebih sering sering digunakan digunakan pereaksi pereaksi yang yang kuat kuat yangyang membebaskan iodium dari iodida, suatu proses iodometrik.
membebaskan iodium dari iodida, suatu proses iodometrik.
Larutan iodium sendiri dapat digunakan sebagai indikator suatu Larutan iodium sendiri dapat digunakan sebagai indikator suatu tetes larutan iodium 0,1 mL air memberikan warna pucat yang masih dapat tetes larutan iodium 0,1 mL air memberikan warna pucat yang masih dapat diamati. Supaya lebih peka, digunsksn larutan kanji sebagai indicator, diamati. Supaya lebih peka, digunsksn larutan kanji sebagai indicator, dimana kanji dengan iodium membentuk kompleks yang berwarna biru dimana kanji dengan iodium membentuk kompleks yang berwarna biru dan masih d
dan masih dapat diamati pada kadar yapat diamati pada kadar yang sangat rendah. ang sangat rendah. Ada Ada juga dapatjuga dapat bahwa warna biru adalah
bahwa warna biru adalah disebabkan absorbs iodium atau ion triidisebabkan absorbs iodium atau ion triiodia padaodia pada permukaan makromolekul kanji.
permukaan makromolekul kanji.
Komponen utama dari kanji ada dua yaitu: amilosa dan Komponen utama dari kanji ada dua yaitu: amilosa dan amilopektin yang perbandingannya pada setiap tumbuh-tumbuhan amilopektin yang perbandingannya pada setiap tumbuh-tumbuhan berbeda.
berbeda. Amilosa, Amilosa, senyawa senyawa yang yang mempunyai mempunyai rantai rantai lurus lurus dan dan dapatdapat banyak/sedikit
banyak/sedikit terdapat terdapat dalam dalam kentang kentang dan dan memberikan memberikan rantai rantai bercabangbercabang memebentuk warna merah violet, mungkin karena absorbs. Indikator kanji memebentuk warna merah violet, mungkin karena absorbs. Indikator kanji bersifat reversibel,
bersifat reversibel, artinya warna biru artinya warna biru yang timbul akan hilang lagi yang timbul akan hilang lagi apabilaapabila yodium direduksi oleh natrium tiosulfat a
yodium direduksi oleh natrium tiosulfat atau reduktor lainnya.tau reduktor lainnya.
Selain indikatornya tersebut, maka untuk menetapkan titik akhir Selain indikatornya tersebut, maka untuk menetapkan titik akhir titrasi dapat juga digunakan pelarut-pelarut organik ini penting terutama titrasi dapat juga digunakan pelarut-pelarut organik ini penting terutama sebagai
sebagai berikut berikut :: a.
a. Susunan sangat asam sehingga kanji terhidrolisisSusunan sangat asam sehingga kanji terhidrolisis b.
b. Titrasi berjalan lambatTitrasi berjalan lambat c.
c. Larutannya sangat encerLarutannya sangat encer
Kerugian pemakaian pelarut organik antara lain : Kerugian pemakaian pelarut organik antara lain :
a.
a. Harus dipakai labu tertutup gelapHarus dipakai labu tertutup gelap b.
b. Harus digojog kuat-kuat untuk memisahkan yodium dari air.Harus digojog kuat-kuat untuk memisahkan yodium dari air.
Dalam suatu titrasi, bila larutan titran dibuat dari zat yang Dalam suatu titrasi, bila larutan titran dibuat dari zat yang kemurniannya tidak pasti, perlu dilakukan pembakuan. Untuk pembakuan kemurniannya tidak pasti, perlu dilakukan pembakuan. Untuk pembakuan tersebut digunakan zat baku yang disebut larutan baku primer, yaitu tersebut digunakan zat baku yang disebut larutan baku primer, yaitu larutan yang konsentrasinya dapat diketahui dengan cara penimbangan zat larutan yang konsentrasinya dapat diketahui dengan cara penimbangan zat secara seksama yang digunakan untuk standarisasi suatu larutan karena secara seksama yang digunakan untuk standarisasi suatu larutan karena
zatnya relatif stabil. Selain itu, pembakuan juga bisa dilakukan dengan zatnya relatif stabil. Selain itu, pembakuan juga bisa dilakukan dengan menggunakan larutan baku sekunder, yaitu larutan yang konsentrasinya menggunakan larutan baku sekunder, yaitu larutan yang konsentrasinya dapat diketahui dengan cara dibakukan oleh larutan baku primer, karena dapat diketahui dengan cara dibakukan oleh larutan baku primer, karena sifatnya yang labil, mudah terurai, dan higroskopis.
sifatnya yang labil, mudah terurai, dan higroskopis.
Titrasi iodimetri harus dilakukan dengan lambat agar I
Titrasi iodimetri harus dilakukan dengan lambat agar I22 sempurnasempurna bereaksi dengan sampel,
bereaksi dengan sampel, jika titrasi jika titrasi cepat maka cepat maka II22 tidak bereaksi sempurna tidak bereaksi sempurna dengan sampel sehingga titik akhir titrasi lebih cepat tercapai dan hasilnya dengan sampel sehingga titik akhir titrasi lebih cepat tercapai dan hasilnya tidak akurat.
tidak akurat. Deteksi titik Deteksi titik akhir titrasi akhir titrasi pada iopada iodimetri dilakukan dimetri dilakukan dengandengan menggunakan indicator kanji atau amilum yang akan memberikan warna menggunakan indicator kanji atau amilum yang akan memberikan warna biru saat tercapainya titik akhir titrasi.
biru saat tercapainya titik akhir titrasi. 2.4 Aplikasi Titrasi i
2.4 Aplikasi Titrasi iodo-iodimetrodo-iodimetri dalam i dalam Bidang FarmasiBidang Farmasi
Dalam Farmakope Indonesia, titrasi iodimetri digunakan untukDalam Farmakope Indonesia, titrasi iodimetri digunakan untuk
menetapkan kadar obat-obatan. Salah satu contohnya adalah untuk menetapkan kadar obat-obatan. Salah satu contohnya adalah untuk menetapkan kadar asam askorbat atau vitamin C, natrium askorbat, menetapkan kadar asam askorbat atau vitamin C, natrium askorbat, metampiron (antalgin), serta natrium tiosulfat dan sediaan metampiron (antalgin), serta natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya.
injeksinya.
Dalam bidang farmasi metode titrasi iodometri digunakan untukDalam bidang farmasi metode titrasi iodometri digunakan untuk
menentukan kadar zat-zat yang mengandung oksidator misalnya; menentukan kadar zat-zat yang mengandung oksidator misalnya; Cl2, Fe(III), Cu(II), dan sebagainya, sehingga mengetahui kadar Cl2, Fe(III), Cu(II), dan sebagainya, sehingga mengetahui kadar suatu zat berarti mengetahui mutu dan kualitasnya.
BAB III
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan 3.1 KesimpulanIodimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif volumetri Iodimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif volumetri berdasarkan
berdasarkan redoks redoks dimana dimana senyawa senyawa dan dan pereaksinya pereaksinya bereaksi bereaksi secarasecara langsung
langsung atau atau sering sering disebut disebut dengan dengan Direct Direct Titration. Titration. Dalam Dalam prosesproses penitaran,
penitaran, titran titran mengoksidasi mengoksidasi titrat titrat maka maka metode metode ini ini termasuk termasuk dalamdalam oksidimetri dan menggunakan penambahan indikator kanji di awal titrasi. oksidimetri dan menggunakan penambahan indikator kanji di awal titrasi.
Prinsip dasar dari titrasi iodometri adalah zat uji (oksidator) Prinsip dasar dari titrasi iodometri adalah zat uji (oksidator) mula-mula direaksikan dengan ion iodida berlebih, kemudian iodium yang mula direaksikan dengan ion iodida berlebih, kemudian iodium yang dihasilkan dititrasi dengan larutan tiosulfat. Sedangkan prinsip dasar dari dihasilkan dititrasi dengan larutan tiosulfat. Sedangkan prinsip dasar dari titrasi iodimetri adalah zat uji (reduktor) langsung dititrasi dengan larutan titrasi iodimetri adalah zat uji (reduktor) langsung dititrasi dengan larutan iodium. dimana I
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
1.
1. Dirjen POM, (1979), “Farmakope Indonesia”, edisi III, Departemen KesehatanDirjen POM, (1979), “Farmakope Indonesia”, edisi III, Departemen Kesehatan
RI., Jakarta, 143, 581, 587, 714 RI., Jakarta, 143, 581, 587, 714 2.
2. Dirjen POM, (1994), “Farmakope Indonesia”, edisi IV, Depatemen KesehatanDirjen POM, (1994), “Farmakope Indonesia”, edisi IV, Depatemen Kesehatan
RI., Jakarta, 649 RI., Jakarta, 649 3.
3. FUSHIE,ANNISAN.2009.FUSHIE,ANNISAN.2009. LAPORAN PRAKTIKUM IODOMETRI DANLAPORAN PRAKTIKUM IODOMETRI DAN IODIMETRI
IODIMETRI.. https://annisanfushie.wordpress.com/2009/07/17/iodometri- https://annisanfushie.wordpress.com/2009/07/17/iodometri-dan-iodimetri/