• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah manajemen perbankan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah manajemen perbankan"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

MANAJEMEN PERBANKAN

MANAJEMEN PERBANKAN

AJUNG ARI WIBOWO AJUNG ARI WIBOWO

15062190 15062190

KELAS KARYAWAN (B) KELAS KARYAWAN (B)

UN IVERSITAN MERCU BUANA YOGYAKARTA UN IVERSITAN MERCU BUANA YOGYAKARTA

2015 2015

(2)

P

P

ENDAHULUANENDAHULUAN

L!" B#$%&' M$ L!" B#$%&' M$ Kegia

Kegiatan tan perekoperekonomian nomian suatsuatu u negara negara tidak tidak terleterlepas pas dari dari lalu lalu lintlintas as pembaypembayaranaran uang

uang, , dimdimana indusana industri pertri perbankbankan an memmemeganegang g perperanaanan n yanyang g sansangat stragat strategtegis dapatis dapat di

dikakatatakakan n sesebabagagai i ururat at nanadi di dadari ri sisiststem em pepererekokononommiaian. n. KeKegigiatatan an popokokok k babank nk  men

menghighimpumpun n dandana a dardari i masmasyaryarakat akat dan dan menmenyalyalurkurkan an kemkembali bali kepakepada da masmasyaryarakatakat,, mempunyai fungsi

mempunyai fungsi sebagai sebagai intermediary intermediary service.service. Per

Perkemkembangbangan an perperekonekonomiomian an IndIndoneonesia sia yanyang g semsemakiakin n pespesat, at, memmembutbutuhkauhkann modal yang cukup besar yang sebaiknya dipenuhi dari sumber dana domestik, sehingga modal yang cukup besar yang sebaiknya dipenuhi dari sumber dana domestik, sehingga  perlu

 perlu adanya adanya iklim iklim penggalian penggalian sumber sumber dana dana masyarakat masyarakat melalui melalui mobilisasi mobilisasi danadana mas

masyayarakarakat t yanyang g dildilakukakukan an seksektor tor perperbankbankan. an. BerBerbagabagai i upayupaya a yayang ng teltelah ah dildilakukakukanan  pemerintah melalui

 pemerintah melalui Otoritas Moneter, dalam hOtoritas Moneter, dalam hal ini al ini adalah Bank adalah Bank Indonesia sebagai Indonesia sebagai Bank Bank  Sent

Sentralral, , teltelah ah menmengelgeluaruarkan kan ranrangkagkaian ian derdereguegulaslasi i di di bidbidang ang keuakeuangangan, n, monmoneteeter r dandan  perbankan

 perbankan yang beyang berkelanutan, yang rkelanutan, yang tuuannya untuk tuuannya untuk menciptakan iklim menciptakan iklim perbankan yangperbankan yang sehat, mandiri dan efisien. Kebiakan ini pertama digulirkan pada tanggal ! "uni !#$% sehat, mandiri dan efisien. Kebiakan ini pertama digulirkan pada tanggal ! "uni !#$% &Pa

&Pakunkun'$%'$%(, (, mermerupakupakan an a)aa)al l perperkemkembanbangan gan indindustustri ri perperbanbankan kan yanyang g berberdasdasarkarkanan me

mekankanisisme me papasasar r &i&intntereresest t rarate te reregulgulatatioion(n(. . MeMelalalului i PaPakkunun'$'$% % babanknk*b*banank k didibeberiri kebebasan dalam memobilisasi dana masyarakat dengan menghapus pembatasan kredit kebebasan dalam memobilisasi dana masyarakat dengan menghapus pembatasan kredit dan plafon suku bunga serta pemabatasan kredit +ikuiditas Bank Indonesia &K+BI(. dan plafon suku bunga serta pemabatasan kredit +ikuiditas Bank Indonesia &K+BI(. Kebiakan selanutnya yaitu pada tanggal - Oktober !#$$ &Pakto'$$( , yang bertuuan Kebiakan selanutnya yaitu pada tanggal - Oktober !#$$ &Pakto'$$( , yang bertuuan meningkatkan mobilisasi dana domestik dengan menurunkan hambatan masuk ke dalam meningkatkan mobilisasi dana domestik dengan menurunkan hambatan masuk ke dalam sektor perbanka

sektor perbankan, n, sehingsehingga ga mempemempermudah persyarrmudah persyaratan atan membmembuka uka bank baru bank baru maupunmaupun cabang bank dan penurunan adangan /aib Minimum & 0eserve 0e1uirement200( dari cabang bank dan penurunan adangan /aib Minimum & 0eserve 0e1uirement200( dari !34 menadi 4 . 5ampak dari kedua kebiakan tersebut memberikan pengaruh yang !34 menadi 4 . 5ampak dari kedua kebiakan tersebut memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan perbankan, baik umlah bank dan aringan kantor  sangat besar terhadap perkembangan perbankan, baik umlah bank dan aringan kantor   bank

 bank yang yang diikuti diikuti oleh oleh peningkatan peningkatan volume volume usaha usaha dan dan enis enis produk produk yang yang dita)arkan.dita)arkan. "um

"umlah lah banbank k sebsebeluelum m PaktPakto'$o'$$ $ hanyhanya a 6% 6% buah bank buah bank dan !.$6% dan !.$6% kankantor bank. tor bank. SecSecaraara kumula

kumulatif pasca Pkato'$$ sampatif pasca Pkato'$$ sampai dengan i dengan !##- umlah bank menadi %$ buah !##- umlah bank menadi %$ buah bank danbank dan -.--3 buah

-.--3 buah kantor bank. 5engan kantor bank. 5engan strukstruktur kelembagaatur kelembagaan n terstersebut kegiatan operasionalebut kegiatan operasional  bank

(3)

P

P

ENDAHULUANENDAHULUAN

L!" B#$%&' M$ L!" B#$%&' M$ Kegia

Kegiatan tan perekoperekonomian nomian suatsuatu u negara negara tidak tidak terleterlepas pas dari dari lalu lalu lintlintas as pembaypembayaranaran uang

uang, , dimdimana indusana industri pertri perbankbankan an memmemeganegang g perperanaanan n yanyang g sansangat stragat strategtegis dapatis dapat di

dikakatatakakan n sesebabagagai i ururat at nanadi di dadari ri sisiststem em pepererekokononommiaian. n. KeKegigiatatan an popokokok k babank nk  men

menghighimpumpun n dandana a dardari i masmasyaryarakat akat dan dan menmenyalyalurkurkan an kemkembali bali kepakepada da masmasyaryarakatakat,, mempunyai fungsi

mempunyai fungsi sebagai sebagai intermediary intermediary service.service. Per

Perkemkembangbangan an perperekonekonomiomian an IndIndoneonesia sia yanyang g semsemakiakin n pespesat, at, memmembutbutuhkauhkann modal yang cukup besar yang sebaiknya dipenuhi dari sumber dana domestik, sehingga modal yang cukup besar yang sebaiknya dipenuhi dari sumber dana domestik, sehingga  perlu

 perlu adanya adanya iklim iklim penggalian penggalian sumber sumber dana dana masyarakat masyarakat melalui melalui mobilisasi mobilisasi danadana mas

masyayarakarakat t yanyang g dildilakukakukan an seksektor tor perperbankbankan. an. BerBerbagabagai i upayupaya a yayang ng teltelah ah dildilakukakukanan  pemerintah melalui

 pemerintah melalui Otoritas Moneter, dalam hOtoritas Moneter, dalam hal ini al ini adalah Bank adalah Bank Indonesia sebagai Indonesia sebagai Bank Bank  Sent

Sentralral, , teltelah ah menmengelgeluaruarkan kan ranrangkagkaian ian derdereguegulaslasi i di di bidbidang ang keuakeuangangan, n, monmoneteeter r dandan  perbankan

 perbankan yang beyang berkelanutan, yang rkelanutan, yang tuuannya untuk tuuannya untuk menciptakan iklim menciptakan iklim perbankan yangperbankan yang sehat, mandiri dan efisien. Kebiakan ini pertama digulirkan pada tanggal ! "uni !#$% sehat, mandiri dan efisien. Kebiakan ini pertama digulirkan pada tanggal ! "uni !#$% &Pa

&Pakunkun'$%'$%(, (, mermerupakupakan an a)aa)al l perperkemkembanbangan gan indindustustri ri perperbanbankan kan yanyang g berberdasdasarkarkanan me

mekankanisisme me papasasar r &i&intntereresest t rarate te reregulgulatatioion(n(. . MeMelalalului i PaPakkunun'$'$% % babanknk*b*banank k didibeberiri kebebasan dalam memobilisasi dana masyarakat dengan menghapus pembatasan kredit kebebasan dalam memobilisasi dana masyarakat dengan menghapus pembatasan kredit dan plafon suku bunga serta pemabatasan kredit +ikuiditas Bank Indonesia &K+BI(. dan plafon suku bunga serta pemabatasan kredit +ikuiditas Bank Indonesia &K+BI(. Kebiakan selanutnya yaitu pada tanggal - Oktober !#$$ &Pakto'$$( , yang bertuuan Kebiakan selanutnya yaitu pada tanggal - Oktober !#$$ &Pakto'$$( , yang bertuuan meningkatkan mobilisasi dana domestik dengan menurunkan hambatan masuk ke dalam meningkatkan mobilisasi dana domestik dengan menurunkan hambatan masuk ke dalam sektor perbanka

sektor perbankan, n, sehingsehingga ga mempemempermudah persyarrmudah persyaratan atan membmembuka uka bank baru bank baru maupunmaupun cabang bank dan penurunan adangan /aib Minimum & 0eserve 0e1uirement200( dari cabang bank dan penurunan adangan /aib Minimum & 0eserve 0e1uirement200( dari !34 menadi 4 . 5ampak dari kedua kebiakan tersebut memberikan pengaruh yang !34 menadi 4 . 5ampak dari kedua kebiakan tersebut memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan perbankan, baik umlah bank dan aringan kantor  sangat besar terhadap perkembangan perbankan, baik umlah bank dan aringan kantor   bank

 bank yang yang diikuti diikuti oleh oleh peningkatan peningkatan volume volume usaha usaha dan dan enis enis produk produk yang yang dita)arkan.dita)arkan. "um

"umlah lah banbank k sebsebeluelum m PaktPakto'$o'$$ $ hanyhanya a 6% 6% buah bank buah bank dan !.$6% dan !.$6% kankantor bank. tor bank. SecSecaraara kumula

kumulatif pasca Pkato'$$ sampatif pasca Pkato'$$ sampai dengan i dengan !##- umlah bank menadi %$ buah !##- umlah bank menadi %$ buah bank danbank dan -.--3 buah

-.--3 buah kantor bank. 5engan kantor bank. 5engan strukstruktur kelembagaatur kelembagaan n terstersebut kegiatan operasionalebut kegiatan operasional  bank

(4)

 pengerahan

 pengerahan dana dana masyarakat masyarakat dari dari 0p. 0p. %-,3 %-,3 trilyun trilyun pada pada tahun tahun !#$- !#$- menadi menadi 0p. 0p. %3- %3-trilyun pada tahun !##-. &Sumber 7 Bank Indonesia(. Perkembangan mobilisasi dana trilyun pada tahun !##-. &Sumber 7 Bank Indonesia(. Perkembangan mobilisasi dana masy

masyarakat arakat yang yang tinggtinggi i mununmununukkan ukkan betapa besar betapa besar keperckepercayaan ayaan masymasyarakat terhadaparakat terhadap  bank,

 bank, dengan dengan kata lain kata lain banking hbanking habit masyarakat abit masyarakat sudah tinggi. sudah tinggi. 8al ini 8al ini dapat dilihat dapat dilihat padapada ta

tabebel l di di baba)a)ah h inini i tetentntanang g peperkrkemembabangngan an uummlalah h babank nk dadan n kakantntor or babank nk , , sesertrtaa  perkembangan

 perkembangan simpanan simpanan masyarakat, masyarakat, khususnya khususnya di di )ilayah )ilayah Propinsi Propinsi "a)a "a)a Barat Barat yangyang ditetapkan sebagai obyek penelitian.

ditetapkan sebagai obyek penelitian. Mengingat

Mengingat kepercayaan kepercayaan masyarakat masyarakat merupakan merupakan modal modal pokok pokok dari dari kegiatan kegiatan usahausaha  bank,

 bank, sementara dsementara dilain pilain pihak ihak bah)a bah)a bank bank merupakan merupakan urat urat nadi nadi bagi bagi kelancaran kelancaran kegiatankegiatan  perekonomian

 perekonomian melalui melalui fungsinya fungsinya sebagai sebagai intermediary intermediary service. service. Menciptakan Menciptakan dandan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap bank, tidak hanya menadi tanggung a)ab memelihara kepercayaan masyarakat terhadap bank, tidak hanya menadi tanggung a)ab indust

industri perbankari perbankan, akan tetapi menadi tann, akan tetapi menadi tanggung a)ab ggung a)ab pemerpemerintah dengan lemintah dengan lembaga*baga* lembag

lembaga terkait. a terkait. 5engan demi5engan demikian kepercaykian kepercayaan masyarakaaan masyarakat terhadap bank merupat terhadap bank merupakankan suatu hal yang sangat

suatu hal yang sangat penting penting dalam menaga kontinuitas dalam menaga kontinuitas usaha bank , musaha bank , menciptakan danenciptakan dan menag

menaga a kestakestabilan moneter disatu pihak bilan moneter disatu pihak dan stabilitdan stabilitas as ekonomi dilain pihak. 9ntuk ekonomi dilain pihak. 9ntuk ituitu sudah saatnya dilakukan penelitian untuk mengkai perihal kepercayaan masyarakat pada sudah saatnya dilakukan penelitian untuk mengkai perihal kepercayaan masyarakat pada  bank,

 bank, dan dan penelitian penelitian ini ini dilakukan dilakukan dengan dengan mengambil mengambil udul udul :;nalisi :;nalisi <aktor*faktor yang<aktor*faktor yang Mempe

Mempengaruhi Kepercayaangaruhi Kepercayaan n MasyMasyarakat =erarakat =erhadap hadap Bank>. =uuan dari Bank>. =uuan dari penelipenelitian tian iniini adalah

adalah untuk untuk mengemengetahui tahui faktorfaktor*fakt*faktor or yang yang mempemempengaruhi kepercayaan ngaruhi kepercayaan masymasyarakatarakat terhad

terhadap bank, dengan pemap bank, dengan pembatasabatasan masalah yang akan ditn masalah yang akan diteliti adaleliti adalah ah &a( bagai&a( bagaimanamana nas

nasabah abah dapadapat t menmengetgetahui ahui krikriterteria ia banbank k yayang ng sehsehat, at, &b( &b( fakfaktortor*f*faktaktor or apa apa sasaa a yanyangg mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank dan &c( sampai seberapa besar  mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank dan &c( sampai seberapa besar  faktor*faktor tersebut mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank.

faktor*faktor tersebut mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank. 8asil

8asil penelipenelitian tian ini ini diharadiharapkan pkan dapat dapat membememberikan rikan kontrikontribusi busi baik baik bagi bagi obyek obyek   penelitian,

 penelitian, maupun maupun bagi bagi pengembangan pengembangan ilmu ilmu pengetahuan. pengetahuan. Kerangka Kerangka pemikiranpemikiran  penelitian ini

 penelitian ini didasakan paddidasakan pada landasan a landasan teori yang teori yang relevan, dimana relevan, dimana bank bank sebagai lembagasebagai lembaga kepe

kepercarcayaayaan n yanyang g mermerupakupakan an bagbagian ian dardari i sissistem tem monmoneteeter r mermerupaupakan kan sarsarana ana untuntuk uk   pembentukan dana

 pembentukan dana alokasi tabungan masyarakat, alokasi tabungan masyarakat, maka peranan maka peranan kebiakan moneter dalamkebiakan moneter dalam suatu perekonomian sangat penting dalam menciptakan dan memelihara suatu tingkat suatu perekonomian sangat penting dalam menciptakan dan memelihara suatu tingkat kestabilan ekonomi. Sesuai dengan pengertian bank menurut 99*0I ?o. !@2!##$ tentang kestabilan ekonomi. Sesuai dengan pengertian bank menurut 99*0I ?o. !@2!##$ tentang Pe

(5)

masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf  hidup rakyat banyak +,

Sedangkan dalam pasal # dikatakan bah)a“ Mengingat bank terutama bekerja dengan dana dari masyarakat yang disimpan pada bank atas dasar kepercayaan, setiap bank perlu terus menjaga kesehatannya dan memelihara kepercayaan masyarakat padanya” . 5ari kedua penelasan tersebut dapat disimpulkan bah)a melalui kegiatan pokok bank diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 9ntuk dapat meningkatkan taraf hidup rakyat, tentu diperlukan modal kepercayaan masyarakat dan kepercayaan ini akan diberikan hanya kepada bank yang sehat. 5engan demikian tingkat kesehatan bank sangat erat hubungannya dengan kepercayaan masyarakat terhadap bank. Badudu Aain &!##7!@@( mengatakan tentang kepercayaan,  bah)a “Kepercayaan adalah meletakkan kepercayaan atau memberikan kepada

seseorang untuk menjaga, memelihara, menyimpan , merahasiakan dan sebagainya”. Masyarakat sebagai salah satu bagian dari pelaku ekonomi, dengan perkembangan yang teradi di masyarakat sebagai akibat perkembangan dari teknologi informasi, telah mempengaruhi perilakunya sebagai pelaku ekonomi. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Soemitro 5oohadikusumo &!##!7!#( bah)a “..dalam proses pengambilan keputusan para pelaku ekonomi mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya dari  masa lalu dan masa kini, perkiraan-perkiraan yang akan terjadi di masa mendatang  ditambah dengan segenap informasi data yang sekarang tersedia” . 5engan demikian dapat disimpulkan bah)a informasi yang tersedia tentang kondisi sektor perbankan, dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil yang berkaitan dengan dengan kepercayaannya kepada bank.

Peranan bank yang sangat strategis dalam perkembangan ekonomi, sehingga perlu diperhatikan dan diaga kontinuitas usahanya, dengan meningkatkan kemampuan menggali sumber dana masyarakat. 9ntuk itu perlu didukung oleh instrumen yang efektif  yang dapat memotivasi masyarakat menyimpan uangnya di bank. Instrumen tersebut diantaranya adalah &a( adanya aminan keamanan atas simpanan masyarakat, &b( tingkat  bunga yang stabil dan kompetitif, &c( pelayanan yang baik dan &d( informasi yang

(6)

Motivasi masyarakat mempercayakan dananya di bank tentunya selain mengharapkan mendapatkan keuntungan, uga mengharapkan adanya aminan keamanan atas simpanan masyarakat secara hukum. Perilaku seseorang pada saat tertentu biasanya ditentukan oleh kebutuhan yang paling kuat, yaitu rasa aman. Kerangka kekuatan kebutuhan manusia telah dikembangkan oleh ;braham Maslo), yang dikenal dengan 8irarki Kebutuhan Maslo) C fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan dan per)uudan diri. 5ikatakan bah)a “Kebutuhan rasa aman yang berada pada alam sadar cukup  jelas dan sangat umum diantara semua orang pada umumnya” . Sedangkan Paul

8ersey mengutip pendapat dari Soul /. Dellerman &!##7%6( dikatakan bah)a“emua orang memiliki keinginan untuk terbebas dari bahaya yang mengancam kehidupannya, yaitu kecelakaan, peperangan dan ketidakpastian ekonomi”.  5engan demikian dapat disimpulkan bah)a setiap individu maupun kelompok sangat membutuhkan rasa aman, tanpa kecuali kebutuhan rasa aman yang diberikan oleh bank  kepada nasabahnya.

Instrumen berikutnya yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap berbagai kondisi ekonomi yaitu tingkat bunga . /asis &!##$7#( mengatakan bah)a“!ingkat  bunga yang tinggi akan dapat menarik masyarakat untuk menyimpan uangnya di  bank, karena para pemilik dana mengharapakan keuntungan dari dana yang  disimpan di bank”. Sedangkan Budiono &!#$@7( mengatakan bah)a “!ingkat bunga adalah harga dari penggunaan uang yang dapat dipandang sebagai se"a atas  penggunaan uang untuk jangka "aktu tertentu” . 5engan demikian bah)a tingkat  bunga yang tinggi masih efektif diadikan sebagai instrumen dalam meningkatkan mobilisasi dana masyarakat. Seperti halnya yang diungkapkan Soemitro 5oohadikusumo &!##!7!#( tentang pelaku ekonomi yang memiliki perilaku rasional, yaitu “#erilaku ekonomi $economic beha%iour& pada dasarnya bersifat rasional, artinya para pelaku ekonomi bersikap rasional di dalam mengadakan pilihan ekonomi  dan mengambil keputusan ekonomi”. Sikap ini tercermin dari perkembangan simpanan masyarakat bila dibandingkan dengan perkembangan umlah nasabah. 5imana pada tahun !##- dimana perekonomian Indonesia sedang dilanda krisis dan langkah berani dari BPP? dengan melikuidasi !6 bank umum s)asta nasional , yang dilanutkan dengan  program beku operasi atau pengambil alihan operasional. ?amun demikian minat

(7)

masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank masih tetap tinggi, yaitu memanfaatkan tingkat bunga deposito yang cukup tinggi &6-4 per bulan tahun !##-2!##$(, )alaupun  ika dilihat umlah orang &nasabah( mengalami penurunan. Kondisi ini membuktikan masih berlakunya teori Keynes bah)a “ Bunga uang ditentukan oleh preferensi  likuiditas, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi”.  5engan demikian dapat disimpulkan bah)a tingkat bunga merupakan imbalan atau kontraprestasi yang diberikan oleh bank kepada penyimpanan dana. Suku bunga yang tinggi akan mendorong masyarakat untuk menghemat pengeluaran konsumsinya dan menyimpan  bagian yang lebih dari aktiva totalnya dalam bentuk aktiva yang memberikan  penghasilan.

Kepercayaan masyarakat terhadap bank tidak terlepas dari masalah kepuasan, yang dapat dipenuhi salah satunya dari pelayanan yang prima. Sehingga pembahasan masalah konsep kepuasaan pelanggan &nasabah( menadi suatu hal yang vital. Persaingan antar bank yang semakin ketat, dimana semakin banyak produsen yang terlibat dalam  pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, menyebabkan setiap bank harus

menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan sebagai tuuan utama. 8al ini tercermin dari banyaknya bank menyertakan konsumennya terhadap kepuasan nasabah dalam  penyertaan misinya. ;s. Mahmoeddin &!##67( mengatakan bah)a “#elayanan yang  baik merupakan salah satu syarat untuk berhasilnya bank dalam usaha pengumpulan dana sebanyak mungkin, penjualan jasa seoptimal mungkin yang pada akhirnya memperoleh laba semaksimal mungkin”. Sedangkan =iptono, yang mengutip pendapat Engel,et.all. &!##37-( mengatakan bah)a “Kepuasaan pelanggan merupakan e%aluasi   purna beli, dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui  harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasil tidak memenuhi  harapan” . 5apat disimpulkan bah)a pelayanan yang baik, ramah, cepat dan akurat merupakan suatu prinsip yang harus dimiliki oleh setiap petugas bank, yang harus memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Semakin baik pelayanan yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank.

Perilaku masyarakat sebagai pelaku ekonomi tentu sangat berkepentingan dengan tersedianya informasi yang dapat dipertanggung a)abkan. =indakan atau pengambilan

(8)

keputusan secara rasional berdasarkan pengalaman dan informasi yang diperoleh. Kondisi perilaku masyarakat yang semakin kritis, menuntut peranan Pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia sebagai lembaga yang ber)enang mengeluarkan informasi, dapat secara aktif mensosialisasikan setiap perubahan kebiakan tentang perbankan, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan mengikuti perkembangan perbankan dengan baik, khususnya tingkat kesehatan bank. 5engan demikian informasi dapat diadikan sebagai instrumen yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Sumitro 5oohadikusumo &!##!7!#( tersebut diatas.

(9)

PEMBAHASAN

I, KRITERIA KESEHATAN BANK

Pada akhir tahun @@! Bank harus memenuhi persyaratan Kesehatan Bank dari Bank  Indonesia 7

• ;0 minimal $ 4 •  ?P+ maksimal 3 4

II, TAHAPAN PENYUSUNAN CETAK BIRU PERBANKAN

!. L&'%1

;nalisa ;ME+ berdasarkan peraturan Bank Indonesia untuk mengklasifikasikan Bank sehat dan Bank tidak sehat

. L&'%2

Klasifikasi Bank. Proses penyaringan Bank sehat menadi Bank kuat dan Bank  lemah

 Parameternya adalah sebagai berikut 7 !. Kualitas S5M

 Manaemen profesional

 9i kepatutan &<it and Proper =est( pemegang saham

. Kemampuan finansial

 =ingkat permodalan  Skala ekonomi

 Efisiensi dari akumulasi dana 2 pendanaan

 Kemampuan menyalurkan kredit kepada sektor riil

(10)

. Dood Dovernance

Manaemen kredit yang prudent

%.

L&'%-Evaluasi terhadap ?ilai /aralaba &<ranchise Falue untuk Bank yang tidak sehat. Melakukan evaluasi terhadap ?ilai /aralaba &<ranchise Falue

dari Bank yang tidak sehat untuk menentukan apakah Bank tersebut diikutsertakan dalam proses konsolidasi atau harus ditutup.

. L&'%.

Pemetaan Perbankan ?asional. Proses pemetaan Bank yang kuat dan Bank yang lemah untuk menentukan posisi relatif dari setiap Bank d i dalam Perbankan

1. L&'%5

Proses Pengelompokan . Proses untuk menentukan Kelompok Bank dengan cara7 Penggabungan Bank*Bank &Merger Banks(

 =idak diperlukan ineksi modal  5iperlukan ineksi modal

Bank berdiri sendiri &Stand ;lone Banks(

 =idak diperlukan ineksi modal  5iperlukan ineksi modal

(11)

. Infrastruktur aringan distribusi

 abang

 ;nungan =unai Mandiri &;=M(  "aringan pendebetan

 Pelayanan perbankan on*line dan melalui telepon  0encana pengembangan

%. Bank Konsumer &onsumer Banking(

 5eposito

 Produk 2 Portofolio Kartu Kredit  Kredit konsumsi dan produk lainnya  Pelayanan perbankan melalui internet

. Bank Korporasi dan retail &orporate dan 0etail Banking(

 Pinaman &+oans(

 0encana usaha &Business Plan(  Manaemen resiko

3. Sumber 5aya Manusia 6. =eknologi dan Operasi

 Infrastruktur teknologi

 =eknologi untuk manaemen resiko

-. Peraturan dan aspek legal +itigasi, kontingensi, dan aspek legal lainnya

3. L&'%6

Proses penentuan Posisi ;khir . Proses penentuan posisi akhir akan mengarahkan Bank*Bank untuk menadi 7

o B&% I&!/ (C"# B&%)

11 Bank Internasional

 Memiliki cabang di seluruh propinsi

(12)

 Kemampuan permodalan untuk operasi skala nasional  Pelayanan yang meliputi seluruh produk perbankan   ?asabah korporasi besar, menengah dan retail 11 Bank regional

 Pelayanan produk perbankan terbatas sektor tertentu  Bank berdasarkan tata nilai agama &mis. Bank Syariah(  Deografi &mis. "a)a, Sumatera, Kalimantan, Sula)esi(   ?asabah &mis. Korporasi besar, menengah(

o B&% N&I&!/ (N&C"# B&%)

Bank Khusus Mena)arkan produk tertentu seperti 7

 Pembiayaan sektor pertanian dan agribisnis  Pembiayaan untuk usaha kecil

 Bank tabungan nasional khusus untuk Kredit Pemilikan

0umah

 Pembiayaan untuk proyek*proyek nasional berskala besar

Parameter yang digunakan untuk mencapai proses akhir adalah sebagai berikut 7

 "enis usaha  "umlah cabang  Bank devisa

 =eknologi dan operasi  Budaya perusahaan

(13)

III, PEMETAAN PERBANKAN NASIONAL

!. Sesuai dengan Program ;ksi Prioritas Sektor 0iil yang telah disampaikan pada Sidang Kabinet tanggal $ Pebruari @@! &5okumen II(, khususnya Sektor  Keuangan, Kantor Menteri Muda 9rusan 0estrukturisasi Ekonomi ?asional telah melakukan kaian etak Biru Perbankan ?asional

. etak Biru Perbankan ?asional ini sangat diperlukan saat ini mengingat rencana  pemberlakuan peraturan Bank Indonesia pada akhir tahun @@! di mana semua  bank diharuskan memiliki rasio kecukupan modal &;0( minimal $4 dan tingkat

kredit bermasalah &?P+( maksimal 34

%. 5ari catatan Bank Indonesia dan data serta analisa yang kami lakukan, akan terdapat kurang lebih @ bank yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut di atas

. 5ari beberapa alternatif yang kami analisa untuk penyelesaian masalah ini, maka  penggabungan dan konsolidasi bank*bank merupakan alternatif yang terbaik

(14)

3. Kaian tersebut terlampir dalam laporan ini.

IV, ALTERNATI PENYEHATAN PERBANKAN NASIONAL

!. Merubah peraturan Bank Indonesia &;0 $4 dan ?P+ 34( ;lternatif pertama akan menimbulkan

moral haGard

;0 $4 belum cukup untuk mendukung Bank yang kuat dan efisien

. 0edistribusi Obligasi Pemerintah ;lternatif kedua sulit dilakukan karena tidak sesuai dengan kondisi pasar

%. Penukaran dengan ;set &;sset S)ap( ;lternatif ketiga uga sulit dilakukan disebabkan terbatasnya aset yang telah direstrukturisasi di BPP?, sulitnya penentuan harga, dan mekanisme s)ap

V, KONSOLIDASI DAN MERGER 

;lternatif keempat, konsolidasi Bank*Bank ?asional menadi pilihan yang paling menguntungkan, karena7 * Bank*Bank hasil konsoldasi 2 merger dapat mencapai skala ekonomi yang menguntungkan. * Meningkatkan nilai Bank*Bank ?asional dan akan menarik investor. * Penga)asan yang lebih efektif dengan berkurangnya umlah Bank.

SES9;I dengan nature krisis yang menimpa negeri kita, perbankan memainkan  peran penting dalam pemulihan ekonomi. ;da dua generasi utama dalam krisis ekonomi, dilihat dari faktor fundamental yang menyebabkannya. Pertama, krisis nilai tukar  &currency crisis( dan kedua, krisis sistem finansial &financial crisis(. Berbeda dengan krisis di ka)asan ;merika +atin &Brasil, Meksiko, ;rgentina( dan Eropa =imur  &Hugoslavia, Bulgaria, 8ongaria(, krisis yang menimpa ka)asan ;sia =enggara &Indonesia, =hailand, <ilipina, Malaysia( menunukkan kausalitas yang erat antarkeduanya &faktor moneter dan finansial(.

5emikian, maka krisis di ka)asan ini dinamai krisis generasi ketiga &third generation(. "ika ditelusuri lebih auh, akar dari dua generasi krisis tersebut sebenarnya

(15)

ada pada faktor kepercayaan yang hilang. 0untuhnya perekonomian kita sangat dipengaruhi oleh perilaku destruktif para pelaku ekonomi, sebagai refleksi atas harapan akan realita ekonomi &fulfilling destructive prophecy(. Maka tidak berlebihan ika dalam rangka memantapkan pemulihan ekonomi, kredibilitas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dari pemerintah sekarang ini.

Kita agak tersentak dengan keadian yang menimpa P= Bank Dlobal =bk serta  perusahaan reksadana Prudence International, beberapa )aktu lalu. 5emikian pula dengan berita masuknya Bank Persyarikatan Indonesia &BPI( di ba)ah penga)asan khusus &special surveillance( Bank Indonesia. =ernyata, industri perbankan serta sektor  keuangan masih berlumur dengan persoalan yang serius. Padahal, tanpa kebangkitan sektor perbankan serta perkembangan sektor finansial yang kuat, pemulihan ekonomi akan tersendat. +alu apa yang harus dilakukan Sektor finansial Secara sederhana, tugas utama pemerintah hanyalah dua, yaitu meredam geolak angka pendek serta menggali  potensi pertumbuhan dalam angka panang. Boleh dikatakan, pemerintahan baru sudah

tidak terlalu dibebani oleh persoalan geolak angka pendek. ?ilai tukar sudah stabil, inflasi terkendali, dan tingkat suku bunga uga makin bisa ditekan. Bahkan kredibilitas  pemerintahan baru di ba)ah Presiden Susilo Bambang Hudhoyono dan "usuf Kalla uga makin bersinar. Salah satu indikatornya adalah melonaknya Indeks 8arga Saham Dabungan &I8SD( di Bursa Efek "akarta &BE"( hingga menyentuh nilai tertinggi dalam searah pasar modal di Indonesia mencapai titik !.@@% poin. Berita mengenai penipuan terhadap nasabah P= Bank Dlobal adalah berita buruk yang turut menahan pergerakan  perdagangan saham. 5emikian pun, keraguan akan kredibilitas dari tata perekonomian di  ba)ah pemerintahan baru mulai merebak. Keraguan tersebut bukanlah tanpa sebab. 5alam kasus Bank Dlobal, persoalannya terkait dengan industri reksadana yang sedang tumbuh sangat pesat akhir*akhir ini. 8ingga di penghuung @@ ini, dana yang bergerak  di industri tersebut sudah mencapai 0p!@@ triliun. Padahal, di akhir @@ baru mencapai 0p!,6 triliun. 5i seluruh dunia, industri reksadana memang sedang mengalami  booming. Maalah =he Economist edisi - ?ovember*% 5esember @@ mengusung  udul =he capitalismJs ?e) Kings. 5alam kurun dua tahun terakhir ini, industri reksadana

(16)

5an dalam kurun )aktu !@ tahun terakhir, teradi peningkatan sebesar %.@@@4. Betapa industri reksadana tengah menadi pusat bisnis baru yang meraai sistem kapitalisme modern, begitu =he Economist menerangkan. 5i Indonesia, industri reksadana merupakan salah satu alternatif pembiayaan perusahaan yang berkembang terutama setelah krisis. Sebagaimana kita tahu, sebelum krisis ekonomi, sumber   pembiayaan perusahaan hanya mengandalkan sistem perbankan. Bahkan hingga @@@

yang lalu, perbankan masih menguasai #@,@ persen perputaran dana di sektor finansial. ;rtinya, sektor finansial yang lainnya &pasar modal, asuransi, multifinance, dan  pegadaian( belum begitu berkembang. =idak berkembangnya pasar modal secara optimal, sehingga pertumbuhan obligasi &obligasi pemerintah dan perusahaan( serta saham masih di ba)ah pertumbuhan sektor perbankan. ;kibatnya, struktur permodalan perusahaan dan instrumen investasi masih sangat tergantung pada sektor perbankan. Kehancuran sektor   perbankan telah memberi pelaaran untuk secara berangsur mengembangkan sektor  investasi yang lain. Maka sumber pembiayaan yang berbasis pada pasar modal semakin menadi kebutuhan.

5alam konteks sektor pembiayaan konsumsi &multifinance(, akhir*akhir ini uga mengalami perkembangan yang pesat. 5i tengah kelesuan sektor perbankan yang menderita akibat sektor riil yang tidak bergerak, bisnis multifinance tumbuh secara meyakinkan. 8ingga @@ ini, penyaluran dana bank ke multifinance naik sebesar 6-4 &atau 0p$,% triliun( dibanding @@% yang hanya mampu menyalurkan kredit sebesar  0p,# triliun. Secara kuantitatif, umlah perusahaan multifinance uga mengalami lonakan, hingga pertumbuhan sektor tersebut selama @@ naik sekitar @*%@4. <enomena lain adalah teradinya merger antara bank dan perusahaan multifinance, sebagaimana teradi antara Bank 5anamon dengan ;dira <inance serta Bank  Internasional Indonesia &BII( dengan /ahana Otomitra Multiarta. Selain itu,  perkembangan sektor pembiayaan uga didukung oleh kemitraan, seperti teradi antara

Bank Mandiri dengan P= ;stra Sedaya, yang menerima kucuran kredit sebesar 0p,3 triliun. Pendek kata, selain perbankan, sekarang sektor pembiayaan dan reksadana adalah uung tombak dalam sektor finansial kita. Sayangnya, pemerintah nampak tidak siap

(17)

menghadapi perkembangan di sektor*sektor tersebut, selain pemulihan dunia perbankan  pun mengalami hambatan yang berarti. Kelembagaan Beralihnya pusat peredaran uang

dari perbankan ke industri pembiayaan dan industri reksadana menyisakan berbagai  persoalan kelembagaan. Sudah siapkan kelembagaan sektor finansial kita terhadap  perkembangan reksadana dan multifinance Sektor yang lebih krusial adalah industri reksadana, karena sangat rentan terhadap manipulasi. Sebagaimana pada a)al  pertumbuhan sektor perbankan pada !#$$, persoalan utamanya adalah institusi hukum dan aturan main yang ternyata sangat lemah. ;kibatnya, liberalisasi sektor perbankan  bukannya menghasilkan struktur pembiayaan yang kuat bagi sektor riil, ustru sebaliknya menyebabkan keterpurukan yang luar biasa. Inti persoalannya, sektor perbankan tidak  dikelola dengan baik, sehingga tidak memiliki daya dukung yang kuat terhadap struktur   perekonomian nasional secara umum. Sekilas, kita bisa melihat betapa liberalisasi hanya

menciptakan struktur industri perbankan yang rapuh. Seak Paket Oktober !#$$ &Pakto(, terlalu banyak bank berdiri sehingga persaingan sangat tinggi dan pada gilirannya kualitasnya menadi sangat buruk. Sementara itu, struktur aset dan ke)aiban timpang karena fungsi penga)asan yang lemah. 8al tersebut bisa ditunukkan dengan besarnya off balance sheet liabilities dari keseluruhan aset di sektor perbankan, yaitu sekitar 6%4 yang tidak diungkapkan dan di*hedging secara benar. Singkatnya, liberalisasi tanpa kerangka kelembagaan yang baik, ustru berakibat sangat fatal. Aaman dengan orde liberalisasi berulang kembali.

Sektor finansial yang dibiarkan tumbuh tanpa adanya regulasi dan kelembagaan yang kuat, dipastikan hanya akan menadi bumerang di kemudian hari. Sudah saatnya otoritas di sektor keuangan, seperti Bappepam, BE", BI mengintegrasikan koordinasi untuk membangun kerangka kelembagaan yang kuat bagi perkembangan sektor finansial. 5unia perbankan yang ternyata masih menyimpan bara persoalan, harus segara diselesaikan, baik dengan cara merger, likuidasi maupun dengan mengaktifkan seluruh  perangkat penga)asan yang sementara ini masih terlihat tidak maksimal. =anpa  pemulihan sektor perbankan serta kesehatan sektor finansial pada umumnya, stabilitas ekonomi makro yang sudah mulai tercipta akan terganggu kembali. 5an ika stabilitas  angka pendek kembali teradi &meski dalam deraat yang lebih kecil ketimbang

(18)

!##-2!##$ lalu( tetap saa akan mengganggu usaha menciptakan pertumbuhan dalam  angka panang. Sebenarnya, pemerintahan baru memiliki peluang yang sangat besar 

untuk secara lebih terfokus membenahi kelembagaan di setiap sektor ekonomi, agar  tercipta struktur ekonomi yang kuat. Sayangnya, pemerintahan baru belum uga maksimal mengarahkan kebiakan*kebiakannya dalam rangka penguatan kelembagaan. Sebaliknya aroma yang terasa adalah usaha untuk melanggengkan kekuasaan dengan berimprovisasi melalui penetrasi pada kekuatan*kekuatan politik. Moga*moga manuver /akil Presiden "usuf Kalla mencengkeram Partai Dolkar tidak berlanut dengan manuver politik yang lain, karena stabilitas serta pemulihan ekonomi akan menadi taruhannya.

Sementara itu, rakyat sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi kesungguhan  pemerintah mengatasi krisis ekonomi. =anpa kredibilitas dari pemerintah, kebiakan tidak   populis seperti menaikkan harga bahan bakar minyak &BBM(, mencabut subsidi,  privatisasi serta liberalisasi di berbagai sektor hanya akan menggerakkan kemarahan massa*rakyat. Kesungguhan, kredibilitas dan kera keras harus terlebih dahulu ditunukkan, sebelum mengaak rakyat bersama*sama hidup lebih menderita, guna mencapai tahap pemulihan ekonomi yang lebih tinggi.

Bank Indonesia diminta mengumumkan kesehatan bank di Indonesia demi menamin keselamatan uang masyarakat. Per  Maret @@-, rencananya pemerintah melalui +embaga Penamin Simpanan &+PS( hanya akan menamin simpanan masyarakat di perbankan sampai 0p !@@ uta per nasabah per bank. +antaran hal itu, masyarakat  perlu mengetahui kesehatan bank secara transparan melalui intervensi BI.

5emikian diungkapkan Pengamat Ekonomi dari entre for Strategic and International Studies &SIS( Pande 0ada Silalahi, Kamis &!32%( di Medan dalam sebuah diskusi perbankan yang diselenggarakan Bank Mandiri. :9ntuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka bank dan masyarakat harus sama*sama proaktif. Pihak perbankan harus meyakinkan mereka,> kata Pande.

5ia menuturkan akan teradi perang informasi bah)a masing*masing bank  mengklaim dirinya sehat. Para nasabah perlu mengetahui mana bank yang terindikasi

(19)

tidak sehat. 5ia meminta agar masyarakat tidak terkelabui dengan apa yang disampaikan  pihak bank. Salah satunya adalah dengan mengetahui indikator*indikator +oan 5eposit

0atio &+50(, apital ;de1uaces 0atio &;0(, dan ?et Interest Margin &?IM(.

:Indikator*indikator itu tidak dengan sendirinya bisa diketahui masyarakat. ?amun, perlu adanya pihak ketiga yang menginformasikan hal itu. Mereka bisa datang dari media ataupun Bank Indonesia. Saya kira BI bisa melakukan itu,> tutur dia. 8ati*hati

:Saya memprediksi, BI akan dituntut masyarakat untuk mengumumkan kesehatan bank  ke masyarakat. Pada tahap selanutnya, ?asabah bank yang menyimpan dana di atas 0p !@@ uta harus betul*betul mencermati kesehatan dan kemampuan bank mereka,> tutur  dia.

Berdasarkan data BI, dana pihak ketiga yang disimpan di perbankan meningkat dari 0p !.!- triliun di tahun @@3 menadi 0p !.$- triliun pada 5esember @@6. Indikator kesehatan perbankan seperti ;0, +50, dan ?IM rata*rata meningkat ,  persen, !,# persen, dan @,6 persen.

5i kesempatan yang sama, senada dengan Pande, 5irektur Penamin dan Manaemen 0esiko +embaga Penamin Simpanan &+PS( <irdaus 5aelani mengatakan  bank harus dikelola secara profesional dan terbuka agar dapat dipercaya. Menurut dia,

nasabah harus selektif dan tidak mudah terbuuk oleh imbalan bunga tinggi.

Kepala Kantor /ilayah I Bank Mandiri Medan /ahyu /idodo mengatakan Bank  Mandiri siap dengan kebiakan baru tersebut. :Struktur permodalan yang kuat dengan ;0 3,% persen auh di atas ketentuan minimum BI sebesar $ persen. Ini adalah alasan untuk melaksanakan ketentuan baru itu. Prioritas kenyamanan nasabah menadi prioritas utama bagi Bank Mandiri,> tutur dia.

(20)

Bank Indonesia saat ini masih menggodok peraturan mengenai kesehatan bank  syariah, menyusul aturan*aturan dasar lain yang telah dikeluarkan. Menurut 5eputi Dubernur BI Maulana Ibrahim di "akarta, "umat &%2!(, aturan mengenai kesehatan  perbankan syariah harus dibedakan dengan sistem konvensional.

LMengingat titik berat sistem syariah adalah proteksi pada investor atau nasabah, menggunakan sistem bagi hasil,L uar Maulana. Maulana uga mengatakan, ;rsitektur  Perbankan Indonesia &;PI( tetap menamin eksistensi perbankan syariah. 5alam kerangka dasar sistem perbankan Indonesia itu, bank syariah diakomodasi dalam kelompok bank yang melakukan asa khusus.

Menurut Maulana, ;PI disusun mengacu pada peraturan perbankan yang telah ada. L0ancangan ;PI kan harus sesuai dengan undang*undang, dan peraturannya sudah mengamanatkan sistem perbankan kita terdiri atas perbankan konvensional dan syariah. Karena itu, perbankan syariah ditampung dalam kelompok bank yang melaksanakan asa khusus,L uarnya.

5alam rancangan ;PI yang disampaikan Dubernur BI Burhanuddin ;bdullah dua  pekan lalu disebutkan, dalam !@*!3 tahun ke depan bank*bank diharapkan dapat

meningkatkan permodalan untuk mencapai struktur perbankan yang optimal.

Berdasarkan besarnya modal, perbankan nasional ke depan digolongkan dalam empat kelompok, yaitu dua hingga tiga bank dengan kapasitas dan kemampuan  beroperasi di )ilayah internasional dengan modal minimum 0p 3@ triliun. Kelompok 

kedua, tiga sampai lima bank nasional dengan modal 0p !@ triliun*0p 3@ triliun.

5i ba)ahnya adalah %@*3@ bank yang kegiatan usahanya terfokus pada segmen usaha tertentu sesuai dengan kompetensi masing*masing bank, dengan modal 0p !@@ miliar*0p !@ triliun. =erakhir, kelompok bank perkreditan rakyat &BP0( dan bank dengan kegiatan usaha terbatas bermodal kurang dari 0p !@@ miliar.

(21)

D/"/$/3 S/!#4 B" P#&/$/& K##!& B&% S"/

Perkembangan perbankan Syariah saat ini dan ke depan diperkirakan akan memiliki produk dan asa perbankan yang semakin beragam dan kompleks, sehingga eksposur risiko yang dihadapi uga akan meningkat.

JJPerkembangan metodologi penilaian kondisi bank yang bersifat dinamis, mendorong pengaturan kembali sistem penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan  prinsip syariah, agar dapat memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai kondisi saat ini dan mendatang,JJ kata 5eputi Dubernur, Siti halimah <adriah di "akarta, pekan lalu.

5ia menelaskan, meningkatnya eksposur risiko tersebut akan mengubah profil risiko bank syariah yang pada gilirannya akan mempengaruhi tingkat kesehatan bank  tersebut. 9ntuk itulah Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia &PBI(  ?o.#2!2PBI2@@- tentang Sistem Penilaian =ingkat Kesehatan Bank 9mum Berdasarkan

Prinsip Syariah yang berlaku mulai  "anuari @@-.

5alam penilaian tingkat kesehatan tersebut, bank syariah telah memasukkan risiko yang melekat pada aktivitas bank. Ini merupakan bagian dari proses penilaian manaemen risiko.

Bank 9mum Syariah )aib melakukan penilaian tingkat kesehatan bank secara tri)ulanan, yang meliputi faktor*faktor Permodalan &capital (, Kualitas aset &asset  quality(,0entabilitas &earning (, +ikuiditas &liquidity(, Sensitivitas terhadap risiko pasar  & sensitivity to market risk (, dan Manaemen &management (.

Ia menambahkan, penilaian peringkat komponen atau rasio keuangan pembentuk  faktor financial &permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko pasar( dihitung secara kuantitatif dan kualitatif dengan mempertimbangkan unsur judgement . &bn*3#(

(22)

VII, KESEHATAN BANK NASIONAL MEMBAIK 

Kondisi kesehatan perbankan nasional mengalami perbaikan, di mana rasio kecukupan modal &;0( rata*rata hingga saat ini mencapai @,- persen dengan umlah kredit yang disalurkan 0p #@ triliun, atau tumbuh !#, persen.

5emikian dikemukakan Dubernur Bank Indonesia Burhanuddin ;bdullah pada acara <orum Strategis Bank Indonesia @@-, 0abu &#2$(. LSaya berharap hingga akhir tahun ini kredit bisa tumbuh @ hingga  persen dan kredit  bermasalah &?P+( terus diaga pada tingkat yang relatif rendah 6,%6 persen &gross( atau ,$# persen &nett(,L kata Burhanuddin ;bdullah. Kesehatan bank, hemat dia, kian menadi  bekal penting guna membendung geolak eksternal.

Burhanuddin mengemukakan geolak eksternal dalam tiga minggu terakhir telah memberi pelaaran penting dalam manaemen makroekonomi Indonesia di tengah reGim devisa bebas nilai tukar yang dianut. LSetidaknya ada tiga pelaaran penting yang dapat dipetik dari kondisi ini,L kata Burhanuddin.

Pertama, perlunya Bank Indonesia berhati*hati dalam merumuskan dan mengelola kebiakan ekonomi nasional. Kedua, pentingnya membangun fundamental ekonomi yang kokoh. Ketiga, tetap melaksanakan proses pembangunan secara bertahap dengan tetap menaga keseimbangan berbagai hal terkait proses pembangunan tersebut.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Hudhoyono mengatakan industri  perbankan nasional secara fundamental, relatif sudah auh lebih kuat dibanding sebelum

krisis perbankan !##-.

Indikasi keberhasilannya, lanut Presiden, bisa dilihat pada saat ini di mana pasar  finansial global sedang teradi gonang*ganing sementara industri perbankan sudah  punya mekanisme dalam mengelola risiko dan uga katup*katup pengaman.

(23)

:=erbukti, geolak pasar finansial global tidak sampai mempengaruhi industri  perbankan kita. Makroekonomi kita uga makin kokoh, yang tak luput dari kontribusi  perbankan uga,> kata Presiden.

P#&74/&& B#"'&!&' 8 K##!& B&% 

Menteri Keuangan Boediono mengatakan, premi penaminan dalam +embaga Penamin Simpanan &+PS( akan didasarkan pada tingkat kesehatan bank. LIdealnya,  penetapan premi didasarkan pada tingkat kesehatan tiap*tiap bank atau risk based*nya,L

tuturnya dalam rapat kera dengan Komisi I 5P0 di "akarta, kemarin.

Modal a)al pendirian +PS, lanut dia, akan bersumber pada premi penaminan yang ada pada saat pelaksanaan program penaminan oleh pemerintah sampai terbentuk  +PS yang diperkirakan sekitar 0p  triliun. L"umlah itu masih tetap terbuka untuk  dibahas bersama 5e)an mengenai modal yang cukup bagi +PS,L tambahnya.

Sementara itu, 5armin ?asution, 5iren +embaga Keuangan mengatakan, premi  penaminan akan berdasarkan pada risiko kegagalan bank, sehingga makin besar risiko  bank ditutup kian besar pula preminya.

LMakin kecil risiko bank ditutup atau makin sehat banknya, kian kecil  pembayaran preminya,L tegas dia.

5alam +PS, kata dia, diusulkan pembayaran premi @,!4 dari rata*rata dana pihak  ketiga untuk satu sampai dua tahun pertama. Setelah itu berdasarkan pada risiko kesehatan bank. Pada saat ini premi penaminan yang ditentukan oleh BPP? @,34 dari rata*rata dana pihak ketiga setahun.

5ia menyebutkan, kisaran antara premi terkecil dan tertinggi yang harus dibayarkan untuk penaminan tidak sampai @,34, sehingga bank yang paling sehat  preminya bisa di ba)ah @,!4.

(24)

Mengenai lingkup penaminan simpanan, dia mengatakan, nanti hanya akan menamin simpanan dana pihak ketiga. ?amun, pengurangan lingkup penaminan dilakukan dalam dua tahap.

Pertama, satu tahun setelah +PS terbentuk penaminan hanya berlaku untuk dana  pihak ketiga dan transaksi antarbank. Kedua, enam bulan berikutnya hanya simpanan

dana pihak ketiga yang akan diamin.

5alam 099 +PS disebutkan, +PS merupakan lembaga independen yang memiliki ke)enangan publik dan bertanggung a)ab kepada presiden. Presiden tidak  dapat memberhentikan pemimpin +PS kecuali berdasarkan ketentuan yang ditetapkan 99 +PS.

+PS akan dipimpin oleh de)an komisioner dan kepala eksekutif yang terdiri atas  profesional yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya.

T4: M$

Sementara itu 33 bank yang saat ini modalnya masih di ba)ah 0p !@@ miliar   bersedia menambah modal sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam ;rsitektur 

Perbankan Indonesia.

L?amun untuk penambahan modal tersebut saat ini Bank Indonesia &BI( belum memperbolehkan bank*bank tersebut melakukan le)at kredit investasi kolektif efek   beragunan aset,L kata Mulyaman 8adad, 5eputi 5irektur Penelitian dan Pengaturan

Perbankan yang uga Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan BI di Dedung BI "alan M8 =hamrin, "akarta.

Keinginan bank menambah modal le)at kredit investasi kolektif efek beragunan aset tersebut, menurut di, masih belum memungkinkan karena hingga saat ini BI belum memiliki aturannya.

LKami masih akan mengkai apakah bank bisa menambah modalnya le)at kredit tersebut. Itu nanti akan ada peraturannya. Sekarang belum, mungkin pada akhirnya bisa

(25)

karena aturannya belum ada. =api memang memungkinkan diatur dalam Peraturan Bank  Indonesia &PBI(,L tambahnya.

5alam ;rsitektur Perbankan Indonesia BI memutuskan agar bank meningkatkan modal minimumnya menadi di atas 0p !@@ miliar pada tahun @!@. Saat ini ada 33 bank  yang modalnya masih di ba)ah 0p !@@ miliar.

L?amun pada dasarnya ke*33 bank itu telah bersedia mengikuti koridor yang diatur dalam ;rsitektur Perbankan Indonesia. Mereka saat ini tengah bersiap*siap menambah modal atau melakukan merger,L tuturnya.

Bahkan, lanut dia, bank*bank yang saat ini memiliki modal di atas 0p !@@ miliar, contohnya Bank B0I, Bank B?I, dan Bank Mandiri tengah menggelar seumlah program dalam upaya meningkatkan dan memperkuat permodalan.

BI, tegas dia, tidak akan mengubah ketentuan yang berlaku dalam ;rsitektur  Perbankan Indonesia. Seauh ini belum ada yang mengaukan rencana merger mengingat tenggang )aktu untuk mencapai ketentuan modal itu masih sekitar - tahun lagi.

L9ntuk bank syariah seauh ini tidak ada masalah karena semua modalnya sudah di atas 0p !@@ miliar.L&dtc*3%e(

VIII, CARA MUDAH MEMILIH BANK SEHAT

"angan panik menghadapi turunnya batas penaminan yang kini hanya berlaku untuk simpanan di ba)ah 0p !@@ uta. ;gar dana simpanan ;nda aman, pilihlah bank  yang sehat dan ber)atak baik. Memilih bank seperti itu tidak terlalu sulit. Berikut  beberapa tipnya.

Ini berarti, para deposan yang memiliki dana simpanan dalam umlah besar harus  bersiap menerapkan strategi baru. Maklum, mulai hari itu, +embaga Penamin Simpanan

menurunkan batas penaminan simpanan di bank, dari 0p ! miliar menadi hanya 0p !@@  uta Kebiakan ini berlaku terhadap gabungan seluruh rekening simpananseperti deposito,

(26)

Salah satu langkah paling penting dan mutlak dalam menghadapi penurunan batas  penaminan simpanan bank oleh +embaga Penamin Simpanan itu adalah7 teliti memilih  bank. Sebab, kita sebetulnya membutuhkan talangan dari +PS hanya ika bank tempat

kita menyimpan duit itu bermasalah, bangkrut, dan akhirnya dilikuidasi oleh Bank  mdonesia Kalau banknya sehat*sehat saa, mestinya berapa pun besarnya dana simpanan kita tak ada masalah sama sekali.

Bagaimana cara memilih bank yang sehat dan layak dipercaya ;da dua faktor  yang bisa kita gunakan sebagai alat ukur. Hakni7

!. <aktor kuantitatif Indikator kesehatan bank secara kuantitatif bisa kita lihat dari rasio*rasio keuangannya ;da dua rasio utama yang bisa menadi alat ukur  kesehatan sebuah bank.

Pertama, rasio kecukupan modal alias capital ade1uacy ratio &;0(. Secara sederhana, rasio ini mencerminkan tingkat kekuatan permodalan bank menghadapi kemungkinan teradinya kredit macet. Saat ini, Bank Indonesia menentukan batasan minimal ;0 adalah $4. "ika rasio kecukupan modal sebuah bank berada di ba)ah $4, kemungkinan besar Bank Indonesia akan melikuidasi atau menutup bank tersebut.

Meskipun resminya BI masih membatasi ;0 minimal sebesar $4, namun di  pasar umumnya orang menilai sebuah bank layak dikatakan sehat ika ;0*nya tidak 

lebih kecil dari !4.

Kedua, lihat pula dari rasio kredit bermasalah alias nonperforming loan atau yang  biasa disingkat ?P+. Berbalikan dengan ;0, semakin kecil rasio ?P+ ini semakin

aman bank tersebut. BI sendiri mematok batasan ?P+ ini maksimal 34.

"ika sebuah bank mena)arkan bunga yang amat tinggi atau uningiming hadiah me)ah, sementara kita lihat ?P+*nya sudah mele)ati 34, )aspadalahN Sebab, bank itu memenuhi persyaratan utama untuk mati.

(27)

+antas, dulu di saat krismon, kredit macet di sektor korporasi memang menadi  biang kerok matinya bank. Belakangan, bank*bank memang sudah mengerem penyaluran

kredit korporasi. =api, itu bukan berarti bah)a risiko likuidasi bank akibat membengkaknya ?P+ sudah hilang. Menurut Iig)ina Poer)o*8ananto,

EO uantum Magna <inancial, saat ini risiko kredit macet bank datang dari sektor kredit konsumsi dan kredit tanpa agunan yang or*oran dita)arkan bank.

5i luar dua rasio utama kesehatan bank tadi, ada beberapa rasio lain yang bisa kita perhatikan untuk memantapkan langkah kita memilih sebuah bank. Sebut saa rasio  penyaluran kredit alias loan to deposit ratio &+50(. Bank yang sehat adalah bank yang tingkat +50*nya tinggi, namun tingkat ?P+*nya rendah. Ini berarti bank tersebut cukup aktif menyalurkan kredit dan kredit tersebut lancar. ;ngka ideal +50 ini adalah sekitar  $34*#@4.

0asio lain adalah rasio bunga bersih alias net interest margin &?IM( yang mencerminkan tingkat keuntungan sebuah bank. Semakin besar ?=M*nya, semakin besar  dan semakin sehat sebuah bank.

+alu, dari mana kita bisa memperoleh data mengenai rasio*rasio kesehatan itu Enggak sulit, kok. Kita tinggal memelototi publikasi laporan keuangan perbankan yang setiap tiga bulan sekali dimuat di media massa ;tau, kita uga bisa mengunungi situs* situs bank yang biasanya memuat data*data laporan keuangan, termasuk rasio*rasio  penting tersebut. LMasalahnya, selama ini, tidak semua orang membacanya. Hang banyak 

membaca itu ustru analis dan pelaku bisnis,L cetus Imam =. Saptono, Sekretaris Perusahaan Permata Bank. ?ah, mulai sekarang, meskipun bukan analis saham, ;nda  pun kudu rain memelototi data*data keuangan bank.

. <aktor kualitatif <aktor kualitatif ini bisa kita cermati dari sepak terang alias track record pemegang saham mayoritas sebuah bank. Secara umum, kita bisa membedakan kepemilikan saham bank menadi bank lokal dan bank asing. 9mumnya, orang menilai prosedur audit bank asing lebih ketat dibandingkan

(28)

dengan bank lokal. Meskipun kini, prosedur audit bank lokal uga mulai membaik.

Kini semakin sulit memisahkan antara bank lokal dan bank asing secara saklek. Sebab, banyak pula bank lokal yang kini mayoritas sahamnya sudah berada di tangan investor asing. Sebut saa Bank 5anamon, Permata Bank, Bank ?iaga, Bank Buana, Bank ?ISP, B8, dan lippo Bank.

8al lain dalam faktor kualitatif ini adalah tim manaemennya apakah mereka kompeten, berpengalaman, dan prudent alias menerapkan prinsip kehati*hatian. LSoal ini,  bisa kita lihat dari tata kelola yang baik atau good corporate governance. +ihat uga cara

mereka melaporkan hasil kera mereka, transparan atau tidak,L saran 0oy. =ak lupa, nasabah sebaiknya uga memperhatikan kualitas pelayanan bank. Semakin banyak  fasilitas, semakin luas aringan, dan semakin banyak kemudahan bertransaksi yang dita)arkan sebuah bank, tentu akan semakin menguntungkan nasabah.

LSoal ini, bisa kita lihat dari tata kelola yang baik atau good corporate governance.

Sekarang giliran ;nda untuk menilai. ;pakah bank tempat ;nda menyimpan dana hasil  erih payah ;nda selama ini sudah memenuhi ukuran sehat tersebut, sehingga ;nda

memang layak menyimpan duit di situ

Konsep mengenai bank bermasalah berdampak sistemik yang diatur pada PBI tentang <P5 berbeda dengan konsep bank bermasalah berdampak sistemik yang diatur  dalam 99 ?o.  tahun @@ tentang +PS. Bank bermasalah disebut uga dengan bank  gagal yang dapat dibedakan menadi dua, yaitu bank gagal berdampak sistemik dan bank  gagal yang tidak berdampak sistemik. Suatu bank disebut sebagai bank gagal apabila7

• Bank mengalami kesulitan keuangan.

• Masalah keuangan yang dialami bank dapat membahayakan usahanya.

• Bank tidak lagi dapat disehatkan kembali oleh +embaga Penga)as Perbankan

(29)

Salah satu syarat penyaluran <P5 adalah bah)a bank yang kesulitan likuiditas dan berdampak sistemik haruslah masih dalam keadaan solven sehingga masih dapat diselamatkan. Sementara pada 99 tentang +PS, penanganan bank gagal yang berdampak  sistemik oleh +PS adalah terhadap bank yang tidak dapat diselamatkan karena dianggap tidak solven. Masalah solven atau tidaknya suatu bank dapat dilihat dari faktor modal yang bersifat angka menengah dan panang. Sedangkan masalah likuiditas dilihat dari kebutuhan angka pendek bank untuk memenuhi ke)aibannya.

Penyelesaian yang diserahkan oleh Komite Koodinasi diperuntukkan bagi  penyelesaian bank gagal berdampak sistemik !. +PS menerima pemberitahuan dari +PP

mengenai bank bermasalah yang sedang dalam upaya penyehatan. "ika bank yang  bermasalah tersebut dinyatakan tidak dapat disehatkan lagi oleh +PP sesuai dengan ke)enangan yang dimilikinya maka bank bermasalah tersebut menadi bank gagal. "ika  bank gagal tersebut dinyatakan berdampak sistemik oleh komite koordinasi, maka +PS melakukan penanganan bank gagal berdampak sistemik setelah menerima penyerahan dari komite koordinasi. 5ilakukan dengan dua cara, yaitu7

5engan penyetoran modal dari pemegang saham lama &open bank assistance). Pemegang saham yang melakukan penyetoran modal adalah seluruh atau sebagian dari  pemegang saham lama. Salah satu cara penyetoran modal yang dapat ditempuh oleh  pemegang saham lama adalah dengan menerbitkan saham biasa &common stock).

Penanganan bank gagal berdampak sistemik dengan mengikutsertakan pemegang saham lama dapat dilakukan apabila7

!. Pemegang saham telah menyetorkan modal sekurang*kurangnya dua puluh persen dari perkiraan biaya penanganan. Penyetoran modal sebagaimana dimaksud, )aib dipenuhi oleh pemegang saham selambat*lambatnya7

• +ima belas hari kalender setelah +PS menerima bank gagal sistemik dari

Komite Koordinasi, untuk bank yang yang sahamnya tidak diperdagangkan di  pasar modal.

1 2

(30)

• =iga puluh lima hari kalender setelah +PS menerima bank gagal sistemik dari

Komite Koordinasi, untuk bank yang sahamnya diperdagangkan di pasar  modal.

. ;da pernyataan dari 09PS bank yang sekurang*kurangnya memuat kesediaan untuk7

• Menyerahkan kepada +PS hak dan )e)enang 09PS. • Menyerahkan kepada +PS kepengurusan bank.

• =idak menuntut +PS atau pihak yang ditunuk +PS ika proses penanganan

tidak berhasil sepanang +PS atau pihak yang ditunuk +PS melakukan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang*undangan, terhitung seak penyerahan  pananganan bank gagal oleh Komite Koordinasi kepada +PS.

Pernyataan 09PS bank tersebut dituangkan dalam akta notariil. 5engan adanya pernyataan dari 09PS tersebut maka +PS dapat7

• Menguasai, mengelola, dan melakukan tindakan kepemilikan atas aset milik 

atau yang menadi hak*hak bank dan atau ke)aiban bank.

• Menual atau mengalihkan aset bank tanpa persetuuan nasabah debitur dan

atau ke)aiban bank tanpa persetuuan nasabah kreditur & purchase and  assumption(.

• Melakukan penyertaan modal sementara.

• Mengalihkan meneemen bank kepada pihak lain.

• Melakukan merger dan atau konsolidasi dengan bank lain. • Melakukan pengalihan kepemilikan bank.

• Meninau ulang, membatalkan, mengakhiri dan atau mengubah

kontrak bank yang mengikat bank dengan pihak ketiga, yang menurut +PS merugikan bank.

• "ika peninauan ulang, pembatalan, pengakhiran dan atau pengubahan kontrak 

yang dilakukan oleh +PS menimbulkan kerugian bagi suatu pihak, pihak  tersebut hanya dapat menuntut penggantian yang tidak melebihi nilai manfaat%

(31)

yang diperoleh dari kontrak dimaksud setelah terlebih dahulu membuktikan dengan nyata dan elas kerugian yang dialaminya.

%. Bank menyerahkan kepada +PS dokumen mengenai7

• Penggunaan fasilitas pendanaan dari BI. • 5ata keuangan nasabah debitur.

• Struktur permodalan dan susunan pemegang saham tiga tahun

terakhir.

• Informasi lainnya yang terkait dengan aset, ke)aiban, dan

 permodalan bank yang dibutuhkan +PS.

Penyerahan pernyataan 09PS dan dokumen bank yang dimintakan +PS tersebut di atas )aib dipenuhi oleh bank selambat*lambatnya satu hari kera setelah +PS menerima penanganan bank gagal sistemik dari Komite Koordinasi.

Keputusan dari +PS untuk melakukan penanganan dengan mengikutsertakan  pemegang saham lama adalah tiga hari kera setelah tanggal penyetoran modal sebesar 

dua puluh persen dari perkiraan biaya penanganan oleh pemegang saham. Keputusan +PS tersebut ditetapkan dalam suatu keputusan de)an komisioner yang diberitahukan kepada +PP dan Komite Koordinasi. +PS uga dapat mengumumkan bank gagal berdampak  sistemik yang sedang dalam penanganan pada home page +PS.

+embaga Penamin Simpanan menghitung dan menetapkan perkiraan biaya  penanganan bank gagal sistemik. Perkiraaan biaya dimaksud adalah umlah perkiraan  biaya untuk menambah modal disetor bank yang bersangkutan sampai bank tersebut memenuhi ketentuan mengenai tingkat kesehatan bank. Penghitungan perkiraan biaya  penanganan adalah sebesar umlah kekurangan KPMM yang ditetapkan oleh +PP dan

dapat ditambah dengan umlah tertentu yang dipandang perlu oleh +PS.

Seak tanggal adanya penetapan +PS untuk melakukan penanganan bank gagal dengan mengikutsertakan pemegang saham lama, maka7

(32)

1. Pemegang saham dan pengurus bank melepaskan dan menyerahkan kepada +PS

segala hak, kepemilikan, kepengurusan, dan atau kepentingan lain pada bank  dimaksud.

2. Pemegang saham dan pengurus bank tidak dapat menuntut +PS atau pihak yang

ditunuk +PS dalam hal proses penanganan tidak berhasil, sepanang +PS atau  pihak yang ditunuk +PS melakukan tugasnya sesuai dengan peraturan  perundang*undangan.

Setelah pemegang saham bank melakukan penyetoran modal perlu diperhatikan keadaan ekuitas bank, ika7

!. Ekuitas bank bernilai positif, +PS dan pemegang saham lama membuat peranian yang mengatur penggunaan hasil penualan saham bank. 5alam peranian tersebut diatur mengenai penggunaan hasil penualan saham bank dengan urutan sebagai  berikut7

• Pengembalian seluruh biaya penanganan yang telah dikeluarkan +PS.

• Pengembalian kepada pemegang saham lama sebesar ekuitas pada posisi

sesaat setelah pemegang saham lama melakukan penyetoran modal.

• "ika setelah penggunaan hasil penualan saham bank masih ada sisa maka

akan dibagi secara proporsional kepada +PS dan pemegang saham lama.

. Ekuitas bank bernilai nol atau negatif, maka pemegang saham lama tidak memiliki hak atas hasil penualan saham bank.

+embaga Penamin Simpanan bertanggung a)ab atas kekurangan biaya penanganan  bank setelah pemegang saham lama melakukan penyetoran modal dan seluruh biaya  penanganan bank menadi penyertaan modal sementara +PS pada bank. Kekurangan  biaya penanganan tersebut dapat dapat disetorkan oleh +PS secara sekaligus atau  bertahap. "ika syarat yang dari +PS belum dipenuhi oleh bank sebelum berakhirnya  angka )aktu, maka +PS dapat melakukan penyetoran pendahuluan atas kekurangan  biaya penanganan bank gagal sistemik setinggi*tingginya sebesar $@4 dari perkiraan  biaya penanganan.

(33)

+embaga Penamin Simpanan uga berke)aiban menual seluruh saham bank dalam  penanganan paling lama tiga tahun seak pemegang saham dan pengurus bank 

menyerahkan segala hak, kepemilikan, kepengurusan, dan kepentingan bank kepada +PS. Penualan saham tersebut harus dilakukan secara transparan dengan tetap mempertimbangkan tingkat pengembalian yang optimal bagi +PS. "ika tingkat  pengembalian optimal tidak dapat dicapai dalam angka )aktu tiga tahun, maka dapat

diperpanang sebanyak*banyaknya dua kali dengan masing*masing perpanangan selama satu tahun.

"ika penanganan bank gagal berdampak sistemik dengan mengikutsertakan pemegang saham tidak dapat dilakukan, maka +PS melakukan penanganan bank gagal tanpa mengikutsertakan pemegang saham. ;dapun yang menadi penyebab +PS tidak  mengikutsertakan pemegang saham dalam penanganan bank gagal berdampak sistemik  adalah7

!. Pemegang saham lama tidak bersedia memenuhi syarat penyetoran modal sebesar  dua puluh persen dari perkiraan biaya penanganan tanpa menunggu berakhirnya  batas )aktu.

. Bank tidak dapat memenuhi persyaratan yang diaukan oleh +PS dalam angka )aktu yang ditentukan.

Keputusan penanganan bank gagal berdampak sistemik tanpa mengikutsertakan  pemegang saham lama ditetapkan dalam suatu keputusan de)an komisioner +PS yang diberitahukan kepada +PP dan Komite Koordinasi. +PS dapat mengumumkan bank gagal sistemik tersebut pada home page +PS.

Seak +PS menetapkan untuk menangani bank gagal tanpa melibatkan pemegang saham lama maka7

!. +PS mengambil alih segala hak dan )e)enang 09PS, kepemilikan, kepengurusan, dan atau kepentingan lain pada bank dimaksud. Setelah itu +PS dapat melakukan tindakan7

(34)

• Menguasai, mengelola, dan melakukan tindakan kepemilikan atas aset milik 

atau yang menadi hak*hak bank dan atau ke)aiban bank.

• Melakukan penyertaan modal sementara.

• Menual dan mengalihkan aset bank tanpa persetuuan nasabah debitur dan atau

ke)aiban bank tanpa persetuuan nasabah kreditur.

• Mengalihkan manaemen bank kepada pihak lain. • Melakukan merger atau konsolidasi dengan bank lain. • Melakukan pengalihan kepemilikan bank.

• Meninau ulang, membatalkan, mengakhiri, dan atau mengubah kontrak bank 

yang mengikat bank dengan pihak ketiga yang menurut +PS merugikan bank.

"ika peninauan ulang, pembatalan, pengakhiran dan atau pengubahan kontrak  yang dilakukan oleh +PS menimbulkan kerugian bagi suatu pihak, pihak tersebut hanya dapat menuntut penggantian yang tidak melebihi nilai manfaat yang diperoleh dari kontrak dimaksud setelah terlebih dahulu membuktikan dengan nyata dan elas kerugian yang dialaminya.

. Pemegang saham dan pengurus bank tidak dapat menuntut +PS atau pihak yang ditunuk oleh +PS ika penanganan bank gagal tidak berhasil, sepanang +PS atau  pihak yang ditunuk +PS melakukan tugasnya sesuai dengan peraturan  perundang*undangan. Pernyataan 09PS tersebut dituangkan dalam suatu akta

notariil.

Seluruh biaya penanganan bank gagal yang dikeluarkan oleh +PS menadi  penyertaan modal sementara +PS pada bank. +PS berke)aiban menual seluruh saham  bank dalam penanganan paling lama tiga tahun seak dimulainya penanganan. Penualan saham tersebut dilakukan secara terbuka dan transparan dengan tetap mempertimbangkan tingkat pengembalian yang optimal bagi +PS, yaitu paling sedikit sebesar seluruh  penempatan modal sementara yang dikeluarkan oleh +PS. "ika dalam angka )aktu tiga tahun tingkat pengembalian optimal belum dapat dicapai, maka dapat diperpanang sebanyak*banyaknya dua kali dengan masing*masing perpanangan selama satu tahun.

(35)

"ika dengan perpanangan )aktu tersebut tingkat pengembalian optimal tidak dapat dicapai, maka +PS dapat menual saham bank dengan mengabaikan ketentuan tingkat  pengembalian optimal dalam angka )aktu satu tahun berikutnya.

"ika ekuitas bernilai positif pada saat penyerahan bank kepada +PS, maka dibuat  peranian mengenai penggunaan hasil penualan saham bank dengan ketentuan7

o Pengembalian seluruh biaya penyelamatan yang telah dikeluarkan oleh +PS. o Pengembalian kepada pemegang saham lama sebesar ekuitas pada saat

 penyerahan.

o "ika masih ada sisa dari hasil penualan saham, maka sisa tersebut akan dibagi secara proporsional kepada +PS dan pemegang saham lama.

 ?amun ika ekuitas bank bernilai nol atau negatif pada saat penyerahan bank  kepada +PS, maka pemegang saham lama tidak memiliki hak atas hasil penualan saham  bank setelah penanganan.

Saham preferen yang dapat dikonversikan menadi saham biasa &convertible  preferred stock ( akan diterbitkan bank dalam rangka penyertaan sementara +PS. Saham  preferen yang dapat dikonversikan menadi saham biasa akan diual +PS kepada pihak 

lain. Saham preferen yang dapat dikonversikan menadi saham biasa adalah saham yang memberikan hak istime)a dalam7

• Perolehan pembayaran deviden tidak secara kumulatif.

• Perolehan pembayaran terlebih dahulu dalam hal bank dilikuidasi.

Selama masa penananganan bank tidak diperkenankan untuk membagi deviden dan seluruh biaya yang timbul sehubungan dengan penualan saham bank menadi beban  pemegang saham. Selain itu bank gagal sistemik yang berada di dalam penanganan +PS  uga di)aibkan menyampaikan7

• +aporan mengenai kinera keuangan.

• +aporan rasio*rasio keuangan termasuk rasio ke)aiban KPMM. • +aporan lainnya yang diperlukan +PS.

Selama bank gagal sistemik dalam penanganan +PS, ika menurut penilaian +PP kondisi keuangan bank menurun sehingga memerlukan tambahan modal disetor untuk 

(36)

memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank, maka +PS meminta Komite Koordinasi untuk membahas permasalahan bank serta langkah*langkah yang akan diambil untuk   penanganan bank tersebut.

Penanganan bank gagal sistemik dinyatakan berakhir apabila +PS telah menual seluruh saham bank. Berakhirnya penanganan bank sistemik ditetapkan dalam suatu keputusan de)an komisioner +PS dan diberitahukan kepada +PP dan Komite Koordinasi.

Referensi

Dokumen terkait

Yang menyebabkan kemiskinan pada masyarakat Papua adalah akses kebutuhan ekonomi yang sulit, sesuai dengan kalimat, “Dikatakan, penyebab kemiskinan di Papua dipicu

Menurut penulis dalam pembahasan singkat diatas, yang sangat menarik dalam Buku Novel berjudul “Analisis Denotasi dan Konotasi Terhadap Narasi Perempuan Bercadar

Pada komponen penafsiran, tidak ada subjek yang mampu mencari hubungan perintah soal dengan jawaban contoh soal untuk dapat menggunakan kaitan konsep tersebut dalam

Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ukuran Pemda tidak berpangaruh terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota di Provinsi Jambi, hal itu disebabkan

Harun Nasution dikenal sebagai seorang intelektual muslim yang banyak memperhatikan pembaharuan dalam Islam dalam arti yang seluas-luasnya, tidak terbatas di bidang

Di samping itu, ICRA Indonesia melakukan evaluasi dari profitabilitas yang dihasilkan dari proses underwriting tiap produk, yang akan memberikan indikasi yang representatif

3‘ rarna : tidak berwarna 3‘ Bentuk : kristal anhedral dengan polygonal dan dalam fenokris 3‘ Relief : tinggi 3‘ Pleokroisme : 3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam 3‘ Belahan :

Ketiga jenis makanan tradisional tersebut memiliki bahan baku yang sebagian besar berupa tumbuhan, dengan jenis dan bagian tubuh tumbuhan cukup relevan dan potensial sebagai