22
METODE PENELITIAN
3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian
Sekolah SDN Dayang 03 Purwodadi Grobogan terletak ±2 KM dari pusat kota Purwodadi. SDN Dayang 03 berdekatan dengan Sekolah Luar Biasa, SMKN 2 Purwodadi Grobogan, dan juga Sanggar Kegiatan guru maupun kantor PGRI kabupaten Grobogan. Sekolah ini sedang melakukan perbaikan di beberapa ruang kelasnya. Tepat di depan sekolah ini terdapat sawah-sawah yang sedang ditanami padi, pemandangan seperti ini sangat menunjang peserta didik untuk belajar.
3.1.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian tindakan kelas ini di lakukan selama tiga bulan dimulai dari akhir bulan Februari sampai akhir bulan mei 2014 dengan rincian sebagai berikut : Pada bulan februari digunakan untuk menyusun proposal dan juga berbagai macam instrument penelitian yang diperlukan. Pada bulan maret minggu ke-3 pelaksanaan siklus I. Pada bulan april minggu ke-2 pelaksaan siklus II. Pada bulan april minggu ke-3 digunakan untuk mengolah data hasil penelitian, membuat laporan penelitian dan juga mempersiapkan ujian.
3.1.3 Karakteristik Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 03 Danyang Purwodadi Grobogan tahun pelajaran 2013/2014. Siswa kelas V berjumlah 14 siswa yang teridiri atas 8 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Karena terbiasa dengan pembelajaran yang bersifat ceramah menjadikan siswa kelas V SDN 03 Danyang menjadi pasif tidak berani bertanya apalagi mengemukakan pendapat mereka tentang materi pembelajaran yang sedang berlangsung. Walaupun SDN 03
Danyang dekat dengan perkotaaan hal ini tidak menjamin akses siswa untuk mendapat informasi ataupun pengetahuan tentang IPA, hal ini dimungkinkan jika melihat latar belakang siswa yang kebanyakan buruh dan petani.
3.2 Variabel Penelitian
Variabel penelian ada dua jenis yaitu variable bebas (X) dan varibel terikat (Y). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi. Adapun rincian masing – masing variable sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (X)
Variabel bebas (X) dalam penelitian ini Pembelajaran The Power Of Two merupakan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok di mana setiap kelompoknya terdiri dari 2 siswa atau berpasang-pasangan. metode the power two diawali dengan mengajukan pertanyaan. Diharapkan pertanyaan yang dikembangkan adalah pertanyaan yang membutuhkan pemikiran kritis. Mintalah kapada peserta didik secara perorangan untuk menjawab pertanyaan yang diterimanya. Setelah semua menyelasikan jawabannya, mintalah peserta didik untuk mencari pasangan. Individu-individu yang berpasangan diwajibkan saling menjelaskan jawaban masing-masing, kemudian menyusun jawaban baru yang disepakati bersama. Setelah masing-masing menuliskan jawaban mereka, mintalah mereka membandingkan jawaban tersebut dengan jawaban pasangan lain, demikian seterusnya. Berikan waktu yang cukup agar peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan yang integrative. Diakhir pelajaran buatlah rumusan-rumusan rangkuman sebagai jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan. Rumusan tersebut merupakan konstruksi atas keseluruhan pengetahuan yang telah dikembangkan selama diskusi.
2. Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat dalam penelitian ini sebagai berikut : a. Minat belajar
Minat belajar merupakan bahwa minat adalah merupakan perasaan senang dan tertarik pada suatu obyek, dan kesenangan itu lalu cenderung untuk memperhatikan dan akhirnya aktif berkecimpung dalam objek tersebut. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikannya secara konsisten dengan rasa senang. Minat belajar peserta didik dapat diukur dengan angket. Angket digunakan untuk mengukur minat peserta didik setelah pembelajaran dilaksanakan
b. Hasil belajar
Bahwa hasil belajar merupakan hasi belajar merupakan perubahan tingkah laku setelah proses pembelajaran berlangsung yang berupa keterampilan kognitif, afektif dan psikomotor. Sebelum hasil belajar ditentukan maka dilaksanakan proses evaluasi. Hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPA dapat diukur dengan menggunakan tes atau soal.
3.3 Rencana Tindakan
Dalam Rencana Penelitian Tindakan Kelas peneliti memilih model Kemmis dan Taggart yang merupakan model yang relatif mudah digunakan. Sehingga penelitian ini dilakukan sampai indicator kinerja yang ditetapkan peniliti tercapai. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti melakukan perencaan yang mencakup tentang perancangan bagaimana pelaksanaannya dan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Setelah perencanaan kemudian dilakukanlah pelaksanaan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Kemudian dilakukan refleksi dari pelaksanaan tersebut untuk menemukan kekurangan atau kelemahan dalam proses pelaksanaan dan jika belum mencapai indicator kinerja yang sudah ditetapkan maka hasil refleksi tersebut menjadi acuan untuk
melakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Berikut merupakan bagan prosedur penelitian tindakan ini:
Bagan 3.1
Prosedur Penelitian Menurut Kemmis dan Teggart
Pelaksanaan penelitian ini didesain dalam 2 siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan melalui 4 tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
SIKLUS I
Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran the power of two pada siklus siklus I:
1. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti bersama Guru melakukan perencanaan mulai dari menyamakan pendangan tentang pembelajaran The Power Of Two,
REFLEKSI
TINDAKAN & OBSERVASI
PERENCANAAN II PERENCANAAN I REFLEKSI TINDAKAN & OBSERVASI SIKLUS II SIKLUS I
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, membuat alat peraga, menyusun lembar angket, menyusun pedoman observasi Guru untuk mengetahui keterlaksaan langka-langkah pembelajaran the power of two Guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran, dan menyusun evaluasi untuk mengetahui hasil belajar peserta didik.
2. Pelaksaan dan Observasi
Pada penelitin ini pelaksanaan tindakan dan observasi dilakukan secara bersamaan. Observasi dilakukan untuk mengamati tindakan yang dilakukan. Observasi dilakukan ketika pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan oleh guru kelas 5 sedangkan peneliti berlaku sebagai pelaksana. Pelaksanaan observasi bertujuan untuk melihat aktivitas guru apakah sudah sesuai dengan yang sudah direncanakan atau sesuai dengan sintak pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran pada siklus I terdiri dari 3 pertemuan. untuk siklus I materi yang diajarakan adalah atmosfer dan struktur bumi. Pada pertemuan I membahas atmosfer., pertemuan II membahas struktur bumi, sedangkan untuk pertemuan III digunakan untuk mengulas sedikit materi pada pertemuan I dan III kemudian melakukan tes atau evaluasi untuk mendapatkan hasil belajar dan dilanjutkan dengan mengisi lembar angket untuk mendapatkan hasil minat belajar siswa. Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berdasarkan pembelajaran the power of two:
a) Pendahuluan
− Guru menyampaikan tujuan belajar yaitu apa yang akan dikuasai atau akan didapatkan setelah pembelajaran berlangsung.
− Guru menyampaikan cara belajar dengan menggunakan pembelajaran the power of two yaitu diberikan pertanyaan, secara individu membuat jawaban, membuat kelompok setiap kelompok terdiri dari 2 siswa atau berpasang-pasangan, menjelaskan jawabannya kepada teman kelompok atau pasangannya, membuat
jawaban yang disepakati, membandingkan jawaban dengan jawaban kelompok lain dan memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan jawaban yang didapat dari kelompok lain dengan jawaban yang didapat adri kelompok lain.
b) Inti
Eksplorasi
− siswa diberikan pertanyaan oleh guru yang nantinya akan dijawab siswa secara mandiri dan kemudian menjadi bahan diskusi kelompok.
− siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang diberikan secara individu.
Elaborasi
− siswa dibagi kedalam kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 2 siswa atau berpasang-pasangan.
− Siswa diminta untuk menjelaskan jawaban yang sudah dibuat secara ndividu dengan teman kelompoknya atau pasangannya secara bergantian.
− Siswa diminta untuk membuat jawaban yang mereka sepakati dalam kelompok.
− Siswa diminta untuk membandingkan jawaban yang dibuat dengan jawaban kelompok lain begitu seterusnya.
− Siswa diberikan waktu untuk mengintegrasikan jawaban yang didapatnya dengan jawaban dari siswa lain.
Konfirmasi
− Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
c) Penutup
− Siswa bersama guru membuat kesimpulan. − Guru mengakhiri pembelajaran.
3. Refleksi
Pada tahap ini dilakukanlah analisa terhadap tindakan yang telah dilakukan. Temuan – temuan dalam pelaksanaan siklus pertama digunakan sebagai masukan untuk siklus berikutnya. berdasarkan temuan – temuan itu peneliti merenungkan apakah pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya atau tidak. Sehingga pada siklus berikutnya terdapat tambahan kegiatan yang merupakan penyempurnaan dari kekurangan yang terdapat pada siklus II.
SIKLUS II
Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan di siklus II relative sama dengan langkah-langkah yang dilaksana pada siklus II. Tetapi ditambah dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus I. Berikut adalah langkah-langkah siklus II:
1. Perencanaan
Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, lembar observasi dan evaluasi. Mempersiapkan alat peraga dan semua yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksananaan pembeljaran.
2. Pelaksanaan dan Observasi
Masih sama seperti pelaksanaan pembelajaran siklus I yang terdiri dari 3 pertemuan. Pada siklus II materi yang diajarkan adalah daur air dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Pada pertemuan I materi yang diajarkan adalah daur air atau siklus daur air. Pertemuan ke II materi yang diajarkan adalah factor-faktor yang mempengaruhi daur air. Pertemuan ke III digunakan untuk mengulas sedikit materi pada pertemuan I dan III kemudian melakukan tes atau evaluasi untuk mendapatkan hasil belajar dan dilanjutkan dengan mengisi lembar angket untuk mendapatkan hasil
minat belajar siswa. Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berdasarkan pembelajaran the power of two:
d) Pendahuluan
− Guru menyampaikan tujuan belajar yaitu apa yang akan dikuasai atau akan didapatkan setelah pembelajaran berlangsung.
− Guru menyampaikan cara belajar dengan menggunakan pembelajaran the power of two yaitu diberikan pertanyaan, secara individu membuat jawaban, membuat kelompok setiap kelompok terdiri dari 2 siswa atau berpasang-pasangan, menjelaskan jawabannya kepada teman kelompok atau pasangannya, membuat jawaban yang disepakati, membandingkan jawaban dengan jawaban kelompok lain dan memberikan kesempatan untuk mengintegrasikan jawaban yang didapat dari kelompok lain dengan jawaban yang didapat adri kelompok lain.
e) Inti
Eksplorasi
− siswa diberikan pertanyaan oleh guru yang nantinya akan dijawab siswa secara mandiri dan kemudian menjadi bahan diskusi kelompok.
− siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang diberikan secara individu.
Elaborasi
− siswa dibagi kedalam kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 2 siswa atau berpasang-pasangan.
− Siswa diminta untuk menjelaskan jawaban yang sudah dibuat secara ndividu dengan teman kelompoknya atau pasangannya secara bergantian.
− Siswa diminta untuk membuat jawaban yang mereka sepakati dalam kelompok.
− Siswa diminta untuk membandingkan jawaban yang dibuat dengan jawaban kelompok lain begitu seterusnya.
− Siswa diberikan waktu untuk mengintegrasikan jawaban yang didapatnya dengan jawaban dari siswa lain.
Konfirmasi
− Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
f) Penutup
− Siswa bersama guru membuat kesimpulan. − Guru mengakhiri pembelajaran.
3. Refleksi
Kegiatan refleksi juga dilakukan pada siklus II ini. Refleksi pada siklus II bertujuan untuk menilai upaya peningkatan minat belajar dan hasil belajar sesuai dengan tujuan penelitian ini.
3.4 Teknik dan Instrumen Penelitian
3.4.1Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah sebagai berikut:
a) Observasi
Observasi digunakan peneliti untuk mengetahui tingkat perkembangan guru dalam mengajar dalam hal ini menggunakan pembelajaran the power of two, apakah semua sintak atau urutan pembelajaran the power of two sudah terlaksana dengan baik. Selain untuk mengetahui tingkat perkembangan guru, observasi juga digunakan untuk mengetahui minat siswa pada pembelajaran the power of two dengan cara melihat keaktifan siswa dalam pembelajaran the power of two.
b) Angket
Angket digunakan peneliti untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran the power of two
c) Tes
Teknik tes digunakan untuk mengukur hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 03 Danyang Grobogan setelah menerapkan pembelajaran the power of two. Tes dilaksanakan pada akhir siklus.
3.3.2 Instrument Penilaian
Instrumen pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian untuk mengetahui minat belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 03 Danyang Purwodadi adalah sebagai berikut :
1) Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran menggunakan The Power Of Two yang berlangsung sampai akhir pembelajaran. Pengisian lembar observasi ini dengan memberikan tanda checklist (√) pada kolom jawaban sesuai hasil yang diamati observer terhadap aktivitas guru dan siswa pada setiap pertemuan. Pada observasi guru apabila dalam mengajar guru telah memperoleh melaksanakan langkah-langkah pembelajaran maka pembelajaran yang dilakukan sudah berhasil. Sebelum membuat lembar observasi maka peneliti membuat kisi-kisi terlebih dahulu. Menurut Mimin Haryati “ kisi-kisi merupakan matrik yang berisi spesifikasi soal-soal yang akan dibuat”. Kisi-kisi lembar observasi kegiatan guru dalam penerapan pembelajaran the power of two pada mata pelajaran IPA adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Kisi-Lisi Lembar Observasi Kegiatan Guru
No Kegiatan Aspek Yang Diamati No
Item
1. Pra
Pembelajaran
Guru memeriksa kesiapan sarana prasana dan kesiapan siswa.
1
2. Inti Guru melakukan Apersepsi 2
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 3 Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran the power of two
4
Guru memberikan pertanyaan 5
Guru meminta siswa menjawab pertanyaan tersebut secara individu.
6
Guru membagi siswa kedalam kelompok 7 Guru membimbing siswa untuk menjelaskan
jawaban yang sebelumnya sudah dibuat kepada anggota kelompok atau pasangannya.
8
Guru membimbing kelompok untuk membuat jawaban yang disepakati
9
Guru meminta peserta didik untuk
membandingkan jawaban kelompoknya dengan kelompok yang lain
10
Guru meminta beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
11
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal yang belum dimengerti
12
4. Penutup Guru dan siswa membuat rangkuman. 13
Tabel 3.2
Kisi-kisi Observasi Respon Siswa
No. Aspek yang Diamati No Item
1 Perhatian pada mata pelajaran 1
2. Respon terhadap perintah guru 2,5
3. Bekerja sama dengan teman saat diskusi 3 4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok 4
2) Lembar Angket
Lembar angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur variable minat belajar (Y1) IPA siswa. Lembar angket berisi pernyataan, pernyataan tersebut bias berupa pernyataan positif maupun pernyataan negative. Penskoran dalam masing pernyataan berbeda sesuai dengan pernyataan tersebut apakah pernyataan positif atau pernyataan negative.
Skor untuk pernyataan positif adalah sebagai berikut :
1. Sangat setuju (4)
2. Setuju (3)
3. tidak setuju (2) 4. sangat tidak setuju (1)
Skor untuk pernyataan negative adalah sebagai berikut :
1. Sangat setuju (1)
2. Setuju (2)
3. tidak setuju (3) 4. sangat tidak setuju (4)
Dalam penelitian ini akan menggunakan skala 4. Penentuan kategori hasil pengukuran minat belajar siswa mata pelajaran matematika pada tabel berikut ini.
Tabel 3.3
Skor Kategori Minat Belajar
Keterangan :
Interval = 18,75 (19)
Berikut kisi-kisi lembar angket minat belajar :
Tabel 3.4
Kisi-Kisi Lembar Minat Belajar
No Aspek Indikator No Item Jumlah
1. Perilaku siswa sebelum menerima pelajaran matematika Kesiapan siswa sebelum pembelajaran di sekolah 1,2,3,5,6,11,13,15,16,17,25 11 2. Perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung Kesungguhan mengkuti pelajaran IPA 4,7,8,9,14,21 6 3. Perilaku siswa dalam belajar dan menerima tugas Ketertarikan mengerjakan tugas dan mengulang materi pelajaran IPA 10,12,18,19,20,22,23,24 8 TOTAL 25
No Skor Kategori Minat
Belajar
1 85 Sangat Tinggi
2 65 – 84 Tinggi
3 45 – 64 Rendah
3) Tes
Untuk mengukur variable hasil belajar (Y2) maka peneliti menggunaka teknik tes untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Jenis tes yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah tes tertulis dengan bentuk instrument pilihan ganda yang menyediakan 4 pilihan jawaban namun hanya satu yang benar. Pelaksanaan tes ini ialah setelah berkhirnya siklus I dan siklus II. Tetapi untuk mengetahui kondisi siswa sebelum diberikan tindakan atau siklus maka diberikan pretest terlebih dahulu yang bertujuan sebagai pembanding hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah diberikan tindakan. berikut ini adalah kisi-kisi soal pretest, soal siklus I dan soal siklus II.
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Soal Pretes
Standar Kompetensi Indikator No Item
7.2 Mengidentifikasi
jenis-jenis tanah
7.2.1.Menggolongkan jenis tanah berdasarkan kandungannya
3,4,5,6,7,8,9,10
7.2.2. Menggolongkan jenis tanah berdasarkan strukturnya dan letaknya
1,2,
Jumlah 10
Tabel 3.6 Kisi-Kisi Soal Siklus I
Kompetensi Dasar Indikator No Item
7.3 Mendeskripsikan struktur bumi 7.3.1 Mendeskripsikan fungsi atmosfer. 20 7.3.2 Menyebutkan susunan Atmosfer. 8,16,17,18,19 7.3.3 Menyebutkan struktur bumi. 3,9,12,
7.3.4 Mendeskripsikan masing-masing struktur bumi. 1,2,4,5,6,7,10,11,13,14,15 Jumlah 20 Tabel 3.7 Kisi-Kisi Soal Siklus II
Kompetensi Dasar Indikator No Item
7.4 Mendeskripsikan proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya.
7.4.1Mendeskripsikan proses daur air. 7.4.2menyebutkan
kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi daur air.
Pemberian skor pada soal pilihan ganda hanya pada soal yang benar. pemberian skor pada pada setiap item soal adalah 1 sehingga didapatkan rumus untuk menghitung hasil belajara IPA adalah sebagain berikut :
Keterangan:
= nilai hasil belajar IPA
∑S = jumlah skor yang didapat ∑SM = jumlah skor maksimal
KKM mata pelajaran IPA di SDN 03 Danyang yang telah ditentukan oleh sekolah adalah 60.
3.5Validitas, Reliabilitas dan Tingat Kesukaran
Instrumen yang digunkan dalam penelitian ini dikatan baik jika memenuhi kriteria validitas (ketepatan), reliabilitas (keajegan) dan tingkat kesukaran. kualitas instrument pengumpulan data dapat dilihat dari tingkat validitas dan juga reliabilitasnya, untuk tingkat kesukaraan sendiri digunakan untuk mengukur kemerataan mudah dan sulitnya sebuah instrument.
3.5.1 Validitas Instrumen
“Validitas isi bertujuan untuk menentukan kesesuaian antara soal dengan materi ajar dengan tujuan yang ingin diukur atau dengan kisi-kisi yang kita buat (Asep Jihad, 2013:179). Acuan toleransi kesalahan yang digunakan adalah 5% atau taraf kepercayaan 95%, maka nilai rtabel=0,244 (Sugiono, 2010:373). Sedangkan untuk menentukan nilai rxy yaitu menghitung nilai corrected item to tatal correlation dengan aplikasi Statistical Package For the Social Science (SPSS) versi 16.0
a) Uji validitas pretest
Dari 10 item soal, terdapat 7 item soal yang valid dan 3 item soal yang tidak valid. Berikut ini hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS termasuk dikurangi yang tidak valid.
Tabel 3.8
Tabel Uji Validitas Pretest
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00002 3.5882 3.047 .346 .638 VAR00004 3.1176 3.066 .292 .652 VAR00005 3.1176 3.066 .292 .652 VAR00006 3.2353 2.784 .433 .612 VAR00008 3.2549 2.874 .368 .632 VAR00009 3.2745 2.763 .438 .610 VAR00010 3.3529 2.753 .443 .609
Tabel 3.9
Analisis validitas kriteria pretest
No Item Valid No Item Tidak Valid
1,3,7 2,4,5,6,8,9,10
Hasil Uji coba soal pretes dengan jumlah responden 51 siswa dan jumlah soal 10, setelah dianalisis dapat diketahui jumlah soal yang valid berjumlah 7 dan yang tidak valid berjumlah 3 soal.
b) Uji validitas posttest siklus I
Uji validitas posttest siklus I dari 20 item soal 18 dinyatakan valid dan 2 dinyatakan tidak valid setelah dianalisis dengan menggunakan SPSS. Berikut hasil penghitungannya.
Tabel 3.10
Tabel uji validitas soal posttest siklus I
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 10.5417 16.702 .311 .725 VAR00002 11.0000 15.718 .446 .713 VAR00005 10.6111 16.269 .386 .719 VAR00006 10.7778 16.091 .353 .720 VAR00007 10.8889 16.044 .350 .720 VAR00008 10.7639 16.070 .362 .720 VAR00009 10.7778 15.978 .383 .718 VAR00010 10.8472 15.681 .449 .712 VAR00011 10.8194 16.263 .300 .724 VAR00012 10.6389 16.544 .282 .726 VAR00013 10.7083 16.463 .274 .727 VAR00014 10.7639 16.098 .355 .720 VAR00015 10.9306 16.319 .280 .726 VAR00016 10.5278 13.464 .273 .766 VAR00017 10.6528 15.835 .485 .712 VAR00018 11.0694 16.488 .258 .728 VAR00019 10.7500 16.303 .304 .724 VAR00020 10.7778 16.429 .264 .727
Tabel 3.11
Tabel analisis soal posttest siklus I
No Item Valid No Item Tidak Valid 1,2,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15, 3,4
16,17,18,19,20
Hasil Uji coba soal siklus I dengan jumlah responden 72 siswa dan jumlah soal 20, setelah dianalisis dapat diketahui jumlah soal yang valid berjumlah 18 dan yang tidak valid berjumlah 2 soal.
c) Uji Validitas posttest siklus II
Uji Validitas posttest siklus II dengan 15 item soal terdapat 8 soal yang valid dan 7 soal yang tidak valid, berikut hasil perhitungannya menggunakan SPSS
Tabel 3.12
Uji validitas soal posttest siklus II
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 2.0000 1.737 .411 .592 VAR00005 2.1282 1.536 .479 .553 VAR00006 2.3333 1.544 .404 .590 VAR00009 2.3590 1.499 .448 .566 VAR00010 2.4615 1.729 .269 .654 Tabel 3.13
Tabel analisis soal posttest siklus II
Item soal yang valid Item soal yang tidak valid
1,5,6,9,10 2,3,4,7,8
Hasil Uji coba soal siklus II dengan jumlah responden 39 siswa dan jumlah soal 10, setelah dianalisis dapat diketahui jumlah soal yang valid berjumlah 5 dan yang tidak valid berjumlah 5 soal.
d) Uji Validitas angket minat belajar
Angket minat belajar IPA, dari 25 item kriteria maka 16 item kriteria dinyatakan valid dan 9 kriteria tidak valid karena korelasinya kurang dari 0,2. Berikut ini hasil perhitungannya dengan menggunakan SPSS dan sudah dikurangi yang tidak valid.
Tabel 3.14
Tabel Uji Validitas Angket Minat Belajar Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 45.1053 55.610 .401 .897 VAR00002 45.8421 52.028 .582 .892 VAR00003 45.5263 50.634 .652 .889 VAR00004 45.4474 53.767 .469 .895 VAR00005 45.7368 50.415 .483 .898 VAR00008 45.7895 52.279 .613 .891 VAR00009 45.9211 48.399 .801 .882 VAR00011 45.5789 51.764 .606 .891 VAR00016 45.2895 50.752 .721 .887 VAR00018 45.2895 52.968 .500 .894 VAR00019 45.3421 52.880 .556 .892 VAR00020 45.7632 50.348 .707 .887 VAR00022 45.5263 53.661 .485 .895 VAR00023 45.7632 53.537 .493 .895 VAR00024 45.4211 52.521 .552 .893 VAR00025 45.7368 52.253 .464 .896 Tabel 3.15
Analisis Lembar Angket Minat Belajar
No Aspek Indikator Valid Tidak valid
1 Perilaku siswa sebelum menerima pelajaran matematika Kesiapan siswa sebelum pembelajaran di sekolah 1,2,3,4,5,11,16,25 6,13,15,17
2 Perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran
Kesungguhan mengkuti
matematika berlangsung
pelajaran IPA
3 Perilaku siswa dalam belajar dan menerima tugas Ketertarikan mengerjakan tugas dan mengulang materi pelajaran IPA 18,19,20,22,23,24 10,12 Total 16 9 Tabel 3.16
Angket Minat Belajar Siswa
No Pernyataan Minat siswa terhadap mata pelajaran IPA
SS S TS STS
1. Saya sudah belajar IPA malam hari sebelum pelajaran esok hari
2. Saya sudah mempersihkan buku IPA ketika Guru memasuki kelas
3. IPA adalah pelajaran yang menarik dan menyenangkan.
4. Saya suka bercanda saat pelajaran. 5. Saya belajar IPA ketika hendak ulangan 6. Saya sering mencari informasi tentang IPA 7. Saya mendengarkan guru dengan baik pada saat
menjelaskan pelajaran IPA. 8. Saya bingung ketika belajar IPA
9. Saya mendengarkan penjelasan Guru tentang materi IPA.
10. Catatan matematika saya tidak lengkap. 11. Saya membaca buku paket IPA sebelum
dijelaskan Guru.
12. Saya pergi keperpustakaan untuk meminjam buku IPA.
13. Saya merasa tidak bersemangat balajar IPA. 14. Saya senang ketika guru IPA dating ke kelas. 15. IPA bermanfaat bagi saya.
16. Saya merasa malas setiap kali disuruh membaca buku IPA
17. Saya memiliki buku pegangan IPA. 18. Saya mengerjakan soal IPA dengan rutin. 19. Saya mengulangi pelajaran IPA sepulang dari
20. Saya mengerjakan soal IPA dengan cermat 21. Saya aktif selama proses pembelajaran IPA diluar
sekolah
22. Catatan IPA saya rapi
23. Saya mencoba menyelasaikan soal matematika tanpa disuruh guru
24. Saya sering melihat tayang an pembelajaran IPA di Telivisi
25. Saya belajar IPA ketika hendak ulangan
Tabel 3.15 menjelaskan kriteria yang valid dan tidak valid setelah diuji cobakan di kelas V SDN 03 Danyang Purwodadi. Kriteria yang telah dibuat peneliti sebanyak 25 dan yang telah valid sebanyak 16 kriteria dan 9 yang tidak valid.
3.5.2 Reliabilitas Instrument
“Reliabilitas soal merupakan ukuran untuk menyatakan tingkat keajegan atau kekonsistensinan suatu soal tes. untuk mengukur tingkat keajegan soal ini digunakan perhitungan Alpha Cronbach (Asep Jihad, 2013:180).
Tingkat reliabilitas diukur berdasarkan skala alpha 0 sampai dengan 1. Menurut Andika (dalam skripsinya 2012:51) kriteria menentukan tingkat reliabilitas instrument digunakan pedoman yang dikemukakan oleh Triton Pawira Budi:
Alpha Tingkat Reliabilitas
0,00 s.d 0,20 Kurang Reliabel
>0,20 s.d 0,40 Agak Reliabel
>0,40 s.d 0,60 Cukup Reliabel
>0,60 s.d 0,80 Reliabel
a. Hasil uji reliabilitas pretest
Tabel 3.17 Tabel Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.665 7
Berdasarkan tabel 3.16 terlihat bahwa reliabilitas uji pretest adalah 0.665 dengan catatan bahwa sudah dikurangi soal yang tidak valid.
b. Hasil uji reliabilitas posttest siklus I
Tabel 3.18
Tabel Uji Reliabilitas posttest siklus I
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.735 18
Berdasarkan table 3.17 terlihat bahwa reliabilitas posttest siklus I adalah 0,735 dengan catatan sudah dikurangi soal yang tidak valid.
c. Hasil uji reliabilitas posttest siklus II
Tabel 3.19
Tabel uji reliabilitas posttest siklus II
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
Berdasarkan table 3.18 terlihat bahwa reliabilitas posttest siklus II adalah 0,635 dengan catatan sudah dikurangi soal yang tidak valid.
d. Hasil uji reliabilitas angket minat belajar IPA
Tabel 3.20
Tabel uji reliabilitas minat belajar
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .898 16
Berdasarkan table 3.19 maka dapat dilihat reliabilitas kriterianya 0,898 dengan catatan sudah dikurangi kriteria yang tidak valid. Reliabiltas untuk pretest, siklus I dan siklus II sudah bagus.
3.5.3 Tingkat Kesukaran Instrumen
Untuk menentukan tingkat kesukaran (TK) dari suatu item instrumen dapat dihitung dengan membagi jumlah peserta yang menjawab benar dengan jumlah peserta. Berikut ini adalah rumus menghitung tingkat kesukaran dari suatu item instrumen (Purwanto, 2013:99).
Keterangan
TK = tingkat kesukaran
∑B = jumlah siswa menjawab benar ∑P = jumlah siswa peserta tes
Sementara kriteria interpretasi tingkat kesukaran digunakan pendapat saudjana (1999: 137).
Tabel 3.21
Kriteria Interpretasi Tingkat Kesukaran
TK Tingkat Kesukaran
0,00-0,30 Sukar
0,31-0,70 Sedang
0,71-1,00 Mudah
Tabel 3.22
Tabel analisis Taraf Kesukaran Soal
Analisa Soal Soal Sukar Soal Sedang Soal Mudah
Pra Siklus 4,6,7,8,9,10 - 1,2,3,5
Siklus I - - 1,2,,3,4,,5,6,7,8,9,10,11,12,
13,14,15,16,17,18,19,20.
Siklus II - - 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10
Analisis taraf kesukaran untuk soal pra siklus yang berjumlah 10 soal terdiri atas 6 soal sukar dan 4 soal mudah. Untuk soal siklus I yang berjumalh 20 soal dan siklus II yang berjumlah 10 soal kesemuanya mempunyai taraf kesukaran yang mudah.
3.6Indikator Kinerja
Indikator kinerja yang dilakukan peneliti pada kelas V SD Negeri 03 Danyang Purwodadi Grobogan untuk mata pelajaran IPA dengan menerapkan pembelajaran cooperative learning tipe the power of two meliputi dua indikator yaitu, indikator proses dan inidikator hasil.
3.6.1 Indikator Proses
Indikator proses dalam penelitian tindakan kelas ini merupakan indikator ketercapaian dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menerapkan pembelajaran cooperative learning tipe the power of two. pembelajaran cooperative learning tipe the powert of two ini akan tercapai apabila semua langkah-langkah sudah terlaksana.
3.6.2 Indikator Hasil
Indikator hasil dalam penelitian ini dilihat dari dua aspek yaitu minat belajar dan hasil belajar. Secara rinci dapat dirumuskan berikut ini.
a) Minat belajar
Penelitian berhasil jika 80% dari jumlah siswa memiliki kategori skor minat tinggi dan sangat tinggi.
b) Hasil belajar
Penelitian ini berhasil jika 80% dari jumlah siswa mencapai ketuntasan belajar dengan KKM≥60.
3.7 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.7.1 Teknik Analisis Data Minat Belajar
Untuk menganalisis hasil lembar angket minat belajar yang digunakan mengukur minat belajar siswa adalah dengan analisis data kuantitatif.
Keterangan :
Interval = 18,75 (19)
Berdasarkan perhitungan interval di atas maka didapatkan skor minat belajar siswa dan juga kategorinya seperti pada table di bawah ini:
Tabel 3.23
Skor Kategori Minat Belajar
3.7.2 Teknik Analisis Data Hasil Belajar
Untuk menganalisis hasil belajar siswa maka dilakukan dengan cara membuat distribusi frekuensi nilai hasil belajar IPA, dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan siswa dalam memperolah nilai hasil belajar IPA pada satu siklus.
Untuk membuat distribusi frekuensi dengan langkah-langkah sebagai berikut (Sugiyono, 2010: 36)
1) Menghitung rentang data R = skor max-skor min
2) Menghitung jumlah kelas interval (k) k = 1+3.3 logn
3) Menghitung panjang kelas I = R/k
4) Menentukan batas bawah kelas peratama
5) Batas bawah kelas pertama diambil dari data yang terkecil
6) Menulis frekuensi kelas dalam kolom turus sesuai dengan banyaknya data.
Berikut adalah rumus presentase ketuntasan belajar Matematika.
No Skor Kategori Minat
Belajar
1 85 Sangat Tinggi
2 65 – 84 Tinggi
3 45 – 64 Rendah
Keterangan
KB= Ketuntasan Belajar
NS= Jumlah Siswa diatas KKM (nilai≥60) N= Jumlah siswa
Berdasarkan hasil pengolahan data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis komparatif yaitu membandingkan kondisi antar siklus. Dari hasil deskriptif komparatif tersebut dapat diketahui adanya peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar IPA dengan penerapan cooperative learning tipe the power of two.