253
PEMBUATAN SISTEM TUTORIAL AKUPUNTUR DENGAN MENGGUNAKAN
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
Maria Bellaniar Ismiati
Jurusan Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknik Musi Jalan Bangau No.60 Palembang
Telp. 0711-366326
E-mail: [email protected], [email protected]
ABSTRAKS
Seiring dengan perkembangan zaman, sebagian besar pekerjaan dalam bidang apapun sudah memanfaatkan teknologi untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada. Salah satu contohnya adalah adanya aplikasi multimedia yang dibuat untuk membantu proses pengajaran, pelatihan, serta pembelajaran secara individual. Aplikasi yang dibuat ini adalah Sistem Tutorial Akupuntur dengan memanfaatkan Rapid Application Development (RAD) untuk pengembangan sistemnya. RAD digunakan karena pengguna menjadi bagian dari keseluruhan proses dan sebagai pengambil keputusan di setiap tahap pengembangannya. Sistem Tutorial Akupuntur ini bertujuan untuk melatih trainer yang ada di Klinik Akupuntur Bethesda agar lebih mudah dalam memahami titik-titik meridian akupuntur berdasarkan penyakit yang akan diobati. Hasil yang didapatkan dari pembuatan aplikasi multimedia ini adalah suatu Sistem Tutorial Akupuntur yang dapat menampilkan asal akupuntur, sejarah akupuntur, cara dan teknik penusukan akupuntur, titik-titik meridian pada tubuh manusia, titik-titik akupuntur untuk menyembuhkan penyakit-penyakit ringan dan berat, dan uji kemampuan yang berisi soal-soal pilihan ganda, tebak penyakit, tebak titik, dan benar-salah.
Kata Kunci: aplikasi multimedia, Sistem Tutorial Akupuntur, Rapid Application Development, titik-titik akupuntur
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pada awalnya komputer hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, akan tetapi kini telah digunakan di segala bidang kehidupan, misalnya bisnis, kesehatan, pendidikan, permainan, dan sebagainya. Salah satu pemanfaatan teknologi komputer tersebut, dapat juga digunakan untuk pembuatan suatu sistem tutorial yang dalam kasus ini, penulis mengambil bidang kesehatan, yaitu akupuntur.
Akupuntur dikenal sebagai salah satu sistem pengobatan Cina yang menggunakan metode penusukan jarum pada titik-titik tertentu untuk menyembuhkan penyakit atau mencapai kondisi tertentu. Biasanya orang-orang yang ingin melakukan akupuntur ini harus datang ke tempat-tempat akupuntur tertentu dengan dibantu oleh para pakar akupuntur di tempat tersebut. Saat ini penulis ingin menciptakan suatu sistem tutorial akupuntur, dimana sistem tutorial ini dapat membantu orang awam yang tertarik belajar akupuntur (tusuk jarum) untuk mempelajari secara mandiri tanpa harus membuka beberapa buku ataupun bertemu dengan pakar akupuntur (Aksara, 2002).
Dalam pembuatannya akan dilakukan
pengambilan data dari narasumber yang bersangkutan dan setelah itu akan ada diskusi antara penulis dan pengguna mengenai masalah desain yang akan dirancang dan yang terakhir adalah mengenai pengembangan atau implementasi dari sistem tutorial ini dimana implementasi sistem
tutorial ini akan menggunakan model Rapid Application Development (RAD). RAD adalah salah satu metode pengembangan software dengan waktu yang relatif singkat, yaitu rata-rata dapat selesai dalam waktu 30-90 hari. Pada saat RAD diimplementasikan, maka para pemakai akan menjadi bagian dari keseluruhan proses pengembangan sistem dengan bertindak sebagai pengambil keputusan pada setiap tahapan pengembangan. Oleh karena alasan tersebutlah, sistem tutorial akupuntur ini akan dibuat sedetail mungkin (secara audio dan visual) agar pengguna dapat menggunakannya sebagai sarana pembelajaran yang dapat dilakukan secara mandiri.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang didapat dari latar belakang di atas adalah :
a. Bagaimana caranya sistem tutorial ini dapat membantu belajar dan tidak membingungkan
user sehingga dengan menggunakan sistem
tutorial ini user dapat mengerti titik-titik akupuntur yang ada dalam tubuh manusia (usability) ?
b. Bagaimana penerapan model Rapid Application Development (RAD) dalam pengembangan sistem tutorial akupuntur tersebut ?
1.3 Tujuan
Tujuan yang dapat dicapai dalam melakukan penelitian ini adalah untuk membantu orang awam yang ingin belajar mengenai titik-titik akupuntur
254 dalam tubuh manusia (titik-titik meridian) secara mandiri tanpa harus membuka beberapa buku ataupun bertemu dengan pakar akupuntur.
1.4 Metodologi
Metodologi penelitian ini menggunakan Rapid
Application Development untuk pengembangan
sistemnya. Langkah-langkah Rapid Application
Development dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah
ini.
Gambar 1. A lifecycle for Rapid Application
Development (Preece, 2002)
Dari gambar 1 di atas, dapat dilihat bahwa pembangunan sistem dimulai dari project initiation. Proses yang dilakukan dalam project initiation adalah menentukan seperti apa project yang akan dibuat atau yang sering disebut dengan pemenuhan
requirement dari narasumber yang bersangkutan.
Dalam project initiation, developer harus mengetahui secara detail project yang dibuat mulai dari requirement sampai desain dan fungsional yang diharapkan oleh user. Selanjutnya adalah tahap JAD
workshop yang melibatkan user, developer, dan
beberapa stakeholder dari masing-masing tim untuk membahas semua requirement yang telah didaftar saat project initiation. Hal tersebut seharusnya dilakukan pada project yang besar, tetapi tidak dengan sistem tutorial ini karena project ini merupakan project sederhana sehingga hanya akan dilakukan pertemuan antara user (narasumber) dan
developer untuk membahas semua requirement
secara detail.
Setelah semua pengumpulan requirement selesai, dilakukan tahap iterative design and build, yaitu
developer memulai pembangunan sistem berdasarkan hasil requirement yang didapat dan proses ini dapat dilakukan secara berulang-ulang hingga hasil yang didapat sesuai dengan keinginan
user. Selanjutnya melakukan evaluate final system
dengan cara melakukan usability testing kepada user
untuk mencoba sistem tutorial akupuntur ini dan setelah itu user yang telah melakukan testing, mengisi kuesioner yang telah disediakan. Langkah yang terakhir adalah melakukan implementation
review dimana setelah developer memperbaiki
sistem tutorial sesuai dengan kuesioner dari para responden, developer memberikan sistem tutorial ini kepada user untuk dicoba kembali tetapi tidak diadakan testing kedua. Akan tetapi dalam hal ini tidak dilakukan tahapan implementation review, tahapan yang dilakukan hanya sampai pada evaluate
final system.
1.5 Tinjauan Pustaka 1.5.1 Kajian Pustaka
Noertjahyana (2002) memaparkan bahwa
Rapid Application Development (RAD) merupakan
salah satu alternatif dari Software Development Life
Cycle (SDLC) sehingga RAD dapat dijadikan acuan
untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang unggul dalam hal kecepatan, ketepatan dan biaya yang lebih rendah. Agustinus Noertjahyana (2002) memaparkan bahwa Rapid Application Development (RAD) merupakan salah satu alternatif dari Software
Development Life Cycle (SDLC) sehingga RAD
dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang unggul dalam hal kecepatan, ketepatan dan biaya yang lebih rendah.
Aksara (2002) memaparkan bahwa
pengobatan alternatif dengan akupuntur dapat memberikan kesembuhan yang maksimal bagi penderita impotensia. Formula-formula yang dipakai dalam akupuntur adalah titik-titik yang ada pada meridian hati, ren, du, lambung, kandung kemih, jantung, dan usus besar. Walaupun organ-organ yang dituju adalah ginjal, hati dan limpa tetapi sasaran akhirnya untuk pengobatan menggunakan akupuntur juga mengarah kepada reaksi persyarafan, enersi, vaskularisasi dan juga perbaikan reaksi otot dan tendon.
Alamsyah (2010) memaparkan bahwa akupuntur juga bisa dimanfaatkan dalam bidang olahraga. Dahulu kala akupuntur digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit. Selain itu juga digunakan untuk menguatkan fisik serta menghilangkan ketegangan otot para serdadu dan buruh kasar. Ada banyak sekali formula yang digunakan untuk melakukan proses akupuntur ini dimulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki bahkan melibatkan semua panca indera yang ada.
1.5.2 Landasan Teori
Pokok bahasan yang mendukung sistem tutorial ini adalah mengenai interaksi manusia dan komputer dimana akan terjadi komunikasi antara pengguna dan komputer, baik secara langsung maupun tidak langsung. Agar pengguna dan komputer dapat saling berinteraksi, diperlukan suatu media yang memungkinkan interaksi tersebut berlangsung sehingga pengguna bisa merasakan adanya feedback dari sistem komputer kepada
Project Initiation JAD workshops Iterative design and build Evaluate final system Implementation review
255 pengguna tersebut. Dalam hal ini, manusia dan komputer jelas sangat erat kaitannya dalam hal melakukan suatu interaksi sehingga diperlukan suatu pengolahan agar dapat memahami cara kerja interaksi diantara mereka. Proses yang terjadi antara manusia dan komputer sebenarnya sama, yaitu masukan, proses, dan keluaran.
Arsitektur informasi dapat didefinisikan sebagai ilmu dan seni tentang bagaimana menyusun (structuring), mengklasifikasi (clasifying) dan melakukan pelabelan (labelling) informasi agar orang mudah mengatur dan menemukannya Dalam pembuatan suatu sistem, harus diketahui arsitektur informasinya seperti apa dan dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai arsitektur informasi dari suatu sistem tutorial. Terdapat lima pergeseran dalam proses pembelajaran/sistem tutorial dengan berkembangnya penggunaan teknologi informasi yaitu, dari pelatihan ke penampilan, dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, dari kertas ke “online” atau saluran, dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dari waktu siklus ke waktu nyata (Supraptoe, 2002)..
Terdapat suatu standar utama dalam pembuatan sistem tutorial yang baik, yaitu: menyajikan kepada users mengenai suatu informasi baru yang berkaitan dengan materi pelajaran di sistem tutorial tersebut, mempunyai target users untuk memproses informasi dan menyediakan sebuah respon dari sistem itu sendiri, dan menyediakan feedback untuk users misalnya apabila
users menjawab suatu pertanyaan dengan benar
maka sistem akan memberikan feedback dengan menampilkan animasi berupa tulisan benar disertai suara dan sebaliknya (Santosa 1997).
Rubin (2008) berpendapat bahwa RAD merupakan metode yang memfokuskan pada kecepatan dalam pengembangan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna atau pemilik sistem seperti prototyping namun mempunyai cakupan yang lebih luas. Nama RAD sebenarnya dikenalkan oleh James Martin pada tahun 1991, yang mengacu pada life cycle pengembangan sistem.
Rapid Aplication Development (RAD) adalah
sebuah metode pengembangan software yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan dalam mendesain serta mengimplementasikan suatu sistem sehingga dihasilkan siklus pengembangan yang sangat pendek. Model RAD ini merupakan adaptasi dari model sekuensial linier dimana perkembangan yang cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen, sehingga jika kebutuhan sistem dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan developer menciptakan sistem fungsional yang utuh dalam periode waktu yang sangat pendek (± 60 sampai 90 hari).
Akupuntur merupakan pengobatan tradisional China yang ampuh dan ditemukan sekitar 5000 tahun sebelum Masehi. Pengobatan ini kemudian
berkembang ke seluruh dunia. Prinsip pengobatannya adalah keseimbangan antara kekuatan dingin (yin) dan panas (yang). Teori akupuntur ini menggunakan teori meridian dimana meridian ini adalah jaringan jalan energi yang tersebar di seluruh tubuh atau jalur lalu-lintas di dalam tubuh. Sistem meridian erat hubungannya dengan jaringan dan organ tubuh, serta memegang peranan penting dalam fisiologi, patologi, pencegahan dan pengobatan penyakit (Alamsyah 2010).
2. PEMBAHASAN
Sistem tutorial akupuntur ini menggunakan langkah-langkah yang ada pada Rapid Application
Development. Langkah-langkah yang digunakan,
dijelaskan secara detail di bawah ini.
2.1 Project Initiation
Dalam melakukan project initiation, penulis melakukan wawancara dan bertemu dengan narasumber yang bersangkutan (dalam hal ini adalah ketua dan para staf akupuntur) untuk membahas detail project yang ingin dibuat. Inisialisasi project yang akan dibuat adalah sebagai berikut.
a. Sistem tutorial yang akan dibuat adalah sistem tutorial akupuntur yang bertujuan untuk membantu orang awam yang tertarik mengenai titik-titik akupuntur untuk belajar secara mandiri b. Sistem tutorial ini dilengkapi dengan penjelasan
mengenai asal, sejarah, dan cara serta teknik penusukan akupuntur
c. Sistem tutorial ini mempunyai menu tentang titik-titik akupuntur yang tersebar di 14 meridian. d. Sistem tutorial ini berisi 20 penyakit yang dibagi menjadi 10 penyakit ringan (batuk, influenza, insomnia, kaku leher, kejang otot, nyeri kepala, nyeri pinggang bawah, nyeri wajah, palpitasi, dan konstipasi)dan 10 penyakit berat (diabetes, hipertensi, keputihan, lumpuh, migrain, mulut miring, nyeri haid, nyeri lambung, vertigo, dan wasir ).
e. Sistem tutorial ini dilengkapi dengan animasi dan suara dalam menjelaskan titik-titik akupuntur tersebut.
f. Ada latihan soal setelah mempelajari berbagai titik dan penyakit mengenai akupuntur dimana latihan soal dibagi menjadi 3 bagian yaitu, pilihan ganda, tebak penyakit dan titik serta benar salah.
g. Sistem tutorial dibuat sederhana agar user bisa terbantu untuk belajar secara mandiri dengan adanya sistem tutorial ini.
h. Isi dari menu sistem tutorial ini diambil dari data-data yang ada di klinik UCD Bethesda
2.2 JAD workshop
JAD workshop adalah sebuah proses yang
melibatkan user, developer, dan beberapa
stakeholder dari masing-masing tim untuk membahas semua requirement yang telah didaftar
256 saat project initiation. Hal tersebut seharusnya dilakukan pada project yang besar, tetapi tidak dengan sistem tutorial ini karena project ini merupakan project sederhana sehingga hanya akan dilakukan pertemuan antara user dan developer untuk membahas semua requirement secara detail.
Pengembangan sistem tutorial ini tidak sepenuhnya berpusat pada pengguna (user centered) karena target penggunanya adalah orang awam yang tertarik belajar akupuntur sehingga penulis juga harus mempunyai batasan sistem tutorial yang akan dibuat sehingga pendapat dari user-user awam tidak semuanya dijadikan acuan tetapi sebagai bahan pertimbangan. Dikarenakan banyaknya jumlah pengguna dan perbedaan level para pengguna, penulis tidak memberikan questionnaire saat melakukan desain dan pembangunan sistem tetapi penulis akan memberikan batasan sistem sehingga walaupun sistem tutorial ini meminta pendapat dari pengguna, sistem ini tetap mempunyai batasan sehingga tidak terlalu banyak permintaan berbeda dari pengguna itu sendiri. Proses identifikasi kebutuhan sendiri dilakukan dengan cara wawancara kepada narasumber, yaitu ketua akupuntur UCD Bethesda dengan mencatat semua informasi mengenai titik-titik akupuntur dan penyakitnya. Selain proses requirement, penulis juga melibatkan narasumber untuk memberikan pendapatnya dalam proses desain dan pembangunan sistem.
Dalam wawancara yang dilakukan di UCD Bethesda, penulis memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengambil data-data mengenai beberapa penyakit yang sering dikeluhkan oleh pasien dan bisa disembuhkan melalui praktik akupuntur. Berdasarkan permintaan dari narasumber di UCD Bethesda, penyakit yang akan dimasukkan ke dalam sistem tutorial akupuntur ada 20 penyakit yang dibedakan menjadi penyakit ringan dan berat, yaitu : Penyakit ringan Penyakit berat
1. Batuk 1. Diabetes
2. Influenza 2. Hipertensi
3. Insomnia 3. Keputihan
4. Kaku leher 4. Lumpuh
5. Kejang otot 5. Migrain 6. Nyeri kepala 6. Mulut miring 7. Nyeri pinggang bawah 7. Nyeri haid 8. Nyeri wajah 8. Nyeri lambung
9. Palpitasi 9. Vertigo
10. Konstipasi 10. Wasir
Di dalam melakukan akupuntur, seorang akupunturis harus mengetahui lokasi, kegunaan, cara penusukan serta keistimewaan dari titik-titik akupuntur yang bersangkutan. Titik akupuntur adalah suatu daerah tertentu di permukaan tubuh yang dapat menimbulkan reaksi tertentu apabila mendapat rangsangan. Menurut penelitian, titik akupuntur memiliki beberapa ciri khas antara lain : a. Besar diameter titik berkisar antara 1 – 2 mm
b. Memiliki persyarafan dan vaskularisasi yang lebih banyak dari titik lain
c. Memiliki hubungan dengan fungsi alat dalam tertentu dan punya hubungan reflex
Selain itu harus menggunakan pedoman dari titik-titik yang ada di 14 meridian, sebagai contoh adalah titik-titik meridian di jantung yang ditunjukkan pada Gambar 2 di bawah ini.
Gambar 2.Meridian jantung
Nama-nama titik yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan dan berat di atas adalah sebagai berikut.
1. Insomnia
a. Neiguan di meridian selaput jantung / PC 6 b. Shenmen di meridian jantung / HT 7 c. Sanyinjiao di meridian limpa / SP 6 d. Yinbai di meridian limpa / SP 1
e. Xinshu di meridian kandung kemih / BL 15 f. Pishu di meridian kandung kemih / BL 20 2. Diabetes
a. Pishu di meridian kandung kemih / BL 20 b. Sanjiaoshu di meridian kandung kemih / BL
22
c. Yangchi di meridian sanjiao / TE 4 d. Zhongwan di meridian ren / CV 12 e. Shuidao di meridian lambung / ST 28 f. Xiangu di meridian lambung / ST 43
Data-data di atas merupakan semua data mengenai titik-titik akupuntur yang ada dalam tubuh manusia berdasarkan dokumentasi dari UCD Bethesda. Hasil wawancara yang didapatkan memang hanya seputar asal akupuntur, sejarah akupuntur, cara dan teknik penusukan akupuntur, titik-titik akupuntur di setiap meridian serta daftar
257 titik penyembuhan untuk 20 penyakit yang paling sering dikeluhkan pasien saja, tidak lebih mendalam lagi.
2.3 Iterative and design build
Dalam langkah ini, penulis melakukan proses pembangunan sistem mulai dari desain hingga fungsionalitas sistem. Pengerjaan proses ini dilakukan oleh penulis dan narasumber yang ada di klinik akupuntur UCD Bethesda dengan tidak menyertakan kuesioner kepada user karena user yang akan menggunakan tutorial ini terlalu banyak sehingga apabila diberikan kuesioner akan terdapat pendapat yang sangat beraneka ragam. Penulis memulai mendesain dengan berdiskusi kepada ketua akupuntur dan beberapa staf yang ada dengan menggunakan sketsa awal. Selama sekitar dua minggu, penulis menggunakan kesempatan untuk membahas secara detail desain seperti apa yang nantinya dapat membantu user untuk belajar mengenai titik-titik akupuntur secara mandiri, mulai dari desain antar muka, kesesuaian warna, animasi dan suara serta isi dari tutorial akupuntur ini sendiri.
Setelah proses desain selesai, penulis langsung membangun sistem tutorial akupuntur ini dengan menggunakan Macromedia Flash yang merupakan
software untuk membuat animasi berupa visual dan
audio agar lebih menarik user (Chandra, 2008) sesuai dengan apa yang telah disepakati antara
developer dan narasumber di UCD Bethesda. Dalam
membangun sistem, penulis melakukan beberapa kali iterasi/pengulangan dengan cara terus berkonsultasi dengan narasumber mengenai
progress sistem yang sedang dibuat. Penulis
mencoba membuat suatu sistem yang sesuai dengan apa yang disarankan oleh narasumber akupuntur agar penulis mempunyai batasan sistem yang dibuat seperti apa. Dalam membangun sistem, penulis tidak membagikan kuesioner kepada user karena user yang dituju adalah orang-orang awam dan para peserta training akupuntur sehingga apabila penulis
membagikan kuesioner akan semakin
membingungkan dengan banyak sekali pendapat yang berbeda dari setiap orang.
Penulis membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk membangun sistem tutorial akupuntur ini dengan didampingi saran dari narasumber akupuntur. Setelah sistem tutorial ini selesai, penulis barulah membagikan kuesioner kepada 16 orang sebagai acuan untuk testing agar dapat memberikan pendapat, yaitu kekurangan dan kelebihan sistem tutorial akupuntur ini dalam pandangan orang awam yang tertarik belajar akupuntur.
2.4 Evaluate final system
Proses selanjutnya adalah Evaluate final system dimana dalam langkah ini, penulis melakukan
testing berupa usability testing kepada 16 responden
yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu 6 orang yang merupakan trainer akupuntur dan 10 orang yang merupakan orang awam dimana dari masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi dua kelompok
yang satu mengerjakan dengan menggunakan skenario dan yang lainnya tidak menggunakan skenario. Proses testing dilakukan di beberapa tempat yaitu, di klinik akupuntur, di kampus, dan di kost yang menggunakan dua laptop agar dapat menghemat waktu.
Dalam melakukan testing, responden yang menggunakan skenario mengikuti langkah-langkah yang telah ditulis di skenario usability testing
sehingga mereka melakukannya dengan
menggunakan suatu panduan, sedangkan bagi responden yang tidak menggunakan skenario
usability testing melakukannya sesuai dengan
keinginan mereka tanpa harus mengacu pada suatu perintah. Setelah responden selesai melakukan
usability testing, mereka mengisi kuesioner untuk
menanggapi dan memberikan masukan terhadap sistem tutorial yang telah selesai dibuat. Responden /
user mengisi kuesioner dengan didampingi oleh
pengawas test untuk mengulangi kembali sistem yang telah dicoba tadi per halaman.
Pada gambar 3 ditampilkan halaman awal dari sistem tutorial akupuntur dimana di dalam halaman awal ini berisi judul program, background gambar akupuntur, logo Duta Wacana, nama penulis, dan tombol start. Pada halaman ini hanya ada satu tombol yang apabila diklik akan menuju ke halaman selanjutnya, yaitu asal akupuntur.
Gambar 3.Halaman awal sistem
Selanjutnya, Gambar 4 dan 5 merupakan galeri akupuntur yang dibuat dengan menampilkan galeri-galeri foto yang dilengkapi dengan penjelasan mengenai asal akupuntur yang disertai dengan suara mengenai apa yang tertulis di halaman ini. Halaman berikutnya adalah mengenai sejarah, cara dan teknik penusukan akupuntur dimana kedua halaman ini bentuknya sama dengan asal akupuntur di atas.
258 Halaman ini merupakan halaman galeri dari akupuntur dimana user dapat menyimak awal dari lahirnya akupuntur itu sendiri. Setelah selesai menyimak cara dan teknik penusukan akupuntur, menekan tombol next akan menuju ke menu titik-titik meridian.
Gambar 4.Galeri akupuntur 1
Gambar 5. Galeri akupuntur 2
Halaman menu titik-titik meridian yang ditampilkan di Gambar 6 merupakan halaman menu utama dari titik-titik meridian yang ada dalam tubuh manusia. Meridian yang dimasukkan ada 14 meridian yang ditampilkan dengan bentuk gambar kecil yang apabila diklik gambarnya akan terlihat lebih besar sehingga user dapat mempelajarinya dengan lebih jelas. Apabila user menekan tombol
next, user akan menuju ke halaman penjelasan
masing-masing meridian.
Gambar 6. Menu titik-titik meridian
Pada gambar 7 ditampilkan halaman meridian yang dilengkapi dengan penjelasan letak, cara penjaruman, indikasi, dan animasi titik berwarna merah yang muncul serta suara titik apabila salah satu nama titik diklik. Pada halaman ini selain user dapat belajar mengenai letak, cara penjaruman dan indikasi dari suatu titik, user dapat pula belajar mengenai cara membaca titik yang diinginkan untuk dipelajari.
Gambar 7. Halaman meridian
Gambar 8 merupakan halaman menu penyakit dan uji kemampuan yang dibuat dengan menu drop
259 dan berat serta uji kemampuan. Menu ini dilengkapi dengan gambar dan animasi yang berada di tengah halaman beserta tombol back dan next.
Gambar 8. Menu penyakit dan uji kemampuan
Halaman penyakit yang ditampilkan pada Gambar 9 merupakan halaman penjelasan dari masing-masing penyakit dengan dilengkapi animasi yang apabila user menekan tombol warna merah pada gambar sebelah kiri akan keluar nama titik serta letaknya di suatu meridian. Selain nama titiknya, ada pula penjelasan mengenai gejala dari penyakit yang bersangkutan di kotak sebelah kanan.
Gambar 9. Halaman penyakit
Pada halaman yang ditunjukkan di Gambar 10, berisi 5 buah pertanyaan pilihan ganda dalam satu halaman dengan pilihan dari a, b, c, dan d. Setelah
user memilih jawaban yang dianggap benar,
disediakan tombol koreksi untuk mengetahui benar, salah, dan nilai yang didapat. Setelah menekan tombol koreksi, maka akan disediakan kunci jawaban yang benar di tempat soal. Disediakan tombol next untuk menuju ke soal selanjutnya.
Gambar 10. Halaman uji kemampuan (pilihan ganda)
Gambar 11 merupakan halaman uji kemampuan mengenai tebak penyakit dan titik akupuntur dimana ditampilkan beberapa gambar dengan titik warna merah untuk menunjukkan soalnya (ada 5 soal) dan terdapat 4 pilihan jawaban yang dapat dipilih. Apabila jawaban benar, maka ada animasi jawaban benar dan sebaliknya apabila jawaban salah akan ada animasi jawaban salah. Untuk melanjutkan ke soal selanjutnya user harus menekan tombol next.
Gambar 11. Halaman uji kemampuan (tebak penyakit dan titik)
260 Gambar 12 merupakan halaman terakhir dari sistem tutorial akupuntur ini dimana dalam uji kemampuan di atas disediakan 10 soal yang jawabannya hanya benar atau salah saja. User tinggal menekan salah satu huruf B atau S yang dianggap benar lalu setelah itu jawaban yang telah diklik akan terlihat berbeda dengan sebelum diklik. Untuk mengetahui benar dan salahnya tekan tombol koreksi dan untuk mengulangi, tekan tombol ulangi.
Gambar 12. Halaman uji kemampuan (benar salah)
3. KESIMPULAN
Setelah melakukan penelitian di UCD Bethesda dan mengamati hasil analisis dari sistem tutorial akupuntur yang telah dibangun, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
a. Sistem tutorial akupuntur ini dapat membantu
user untuk belajar mengenai akupuntur karena
semua materi yang ditampilkan dalam sistem tutorial ini selain berdasarkan rekomendasi dari ketua akupuntur UCD Bethesda, juga merupakan materi yang dipakai sehari-hari di klinik akupuntur UCD Bethesda sehingga tidak membuat user bingung.
b. Penerapan model RAD dalam pengembangan sistem tutorial akupuntur ini dilakukan langkah demi langkah dimulai dari project initiation (mendeskripsikan project yang akan dibuat), JAD
workshop (mengumpulkan requirement dari
ketua akupuntur UCD Bethesda), iterative design
and build (pembangunan sistem tutorial), evaluate final system (melakukan usability testing disertai pembagian kuesioner), dan implementation review (user mencoba kembali
sistem tutorial akupuntur setelah diperbaiki).
SARAN
Untuk penelitian selanjutnya, dapat ditambahkan video cara untuk akupuntur agar user dapat lebih jelas lagi untuk memahami materi-materi seputar akupuntur atau tusuk jarum karena di dalam sistem tutorial akupuntur ini hanya diberikan penjelasan dan gambar-gambar seputar materi akupuntur saja. Selain itu, dikarenakan sistem ini hanya dapat menampilkan soal-soal uji kemampuan yang tidak dinamis, maka disarankan sistem tutorial ini dilengkapi dengan fungsi pembuatan soal secara dinamis agar para staf akupuntur dapat menambahkan atau pun mengubah soal-soal uji kemampuan sendiri dengan soal yang lebih beragam.
PUSTAKA
Aksara, R. 2002. Bahan Belajar Akupuntur. Yogyakarta : ANDI.
Alamsyah, I. 2010. Cara Lebih Mudah Menemukan
Titik Terapi ACUPOINT. Depok : Asma Nadia
Publishing House.
Chandra. 2008. Flash Professional 8 untuk Orang
Awam. Palembang : Maxicom.
Noertjahyana, Agustinus. 2002. STUDI ANALISIS
RAPID APLICATION DEVELOPMENT
SEBAGAI SALAH SATU METODE
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK. [online].
(http://www.scribd.com/doc/55986153/45741266 -Skripsi-Pendidikan-126, diakses tanggal 15 Mei 2011).
Preece, J.,Yvonne, R. & Helen, S. 2002. Interaction
Design : Beyond Human-Computer Interaction.
ASC: John Wiley & Sons,Inc.
Rubin, J. & Dana C. 2008. Handbook of Usability
Testing : How to Plan, Design, and Conduct Effective Test. Indianapolis : Wiley Publishing,Inc.
Santosa, P.I. 1997. Interaksi Manusia dan
Komputer. Yogyakarta : ANDI.
Supraptoe, Alfonso. 2002. PENGEMBANGAN
PERANGKAT LUNAK DALAM
MENGANALISIS SUATU SISTEM
TUTORIAL DALAM BIDANG KESEHATAN. (Online).
(http://www.scribd.com/doc/55986153/45741266 -Skripsi-Pendidikan-116, diakses tanggal 29 Juli 2011).