• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Konsep sistem informasi akutansi. Pembahasan dimulai dengan definisi sistem informasi akuntansi yang dilanjutkan dengan pemaparan pendekatan siklus akuntansi dan proses bisnis. Bab ini ditutup dengan memperkenalkan pengembangan sistem informasi akuntansi. Sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain saling berhubungan sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang terpadu untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Sistem merupakan bagian terpenting dalam perkembangan ilmu pengetahuan sehingga banyak para ahli mengalihkan perhatian kepada pembelajaran mengenai sistem. “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.” (Jogiyanto, 2014)

2.1.1. Pengertian sistem

Sistem merupakan jalur kegiatan yang dibuat untuk diikuti dan dilaksanakan dalam sebuah perusahaan atau organisasi, sehingga kegiatan perusahaan atau organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan benar.

Berdasarkan hal tersebut, banyak para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda-beda mengenai definisi sistem.

Menurut (Romney dan Steinbart, 2015:3) menyimpulkan bahwa, “Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar

(2)

sistem terdiridari subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar”.

menurut (Mulyadi, 2016:5), Sistem adalah, “suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”.

Menurut Jogiyanto dalam (Sudarsono, 2017) “Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen”.

Menurut Hesty dkk (2017:66), “Sistem adalah serangkaian subsistem yang saling terkait dan tergantung satu sama lain, bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya”.

Sedangkan menurut (Pratama, 2014) menyimpulkan bahwa :

Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama. Secara garis besar, sebuah sistem informasi terdiri atas tiga komponen utama. Ketiga komponen tersebut mencakup software, hardware, dan brainware. Ketiga komponen ini saling berkaitan satu sama lain.

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut (Sutabri, 2014) “Model umum sebuah sistem adalah input, proces, dan output”. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran.Selain itu, sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu.

Adapun karakteristik yang dimaksud adalah: 1. Komponen Sistem (component System)

Merupakan suatu sistem terdiri dari sejumlah kommponen yang saling berinteraksi yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut berupa bentuk subsistem. Setiap

(3)

subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut “supra sistem”.

2. Batasan Sistem (boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan sustu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem(environment)

Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batassan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut lingkungan luar sistem.Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut.Dengan demikian, lingkungan luar tersebut harus tetap dijaga dan di pelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem.

4. Penghubung Sistem (interface)

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsitem dengan subsistem lainnya.Melalui penghubung ini memugkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Bentuk keluaran dari suatu sistem akan menjadi masukan untuk subsistem lai melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk suatu kesatuan.

5. Masukan Sistem (input)

(4)

yang dapat berupa masukan pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input), yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan “data” adalah sinyal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Merupakan hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini dapat merupakan masukan dari subsitem yang lain. Contoh, subsitem informasi.Keluaran yang dihasilkan adalah informasi. Informasi dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusah hal-hal lainmenjadi inputbagi subsistem lain.

7. Pengolahan Sistem (Process)

Merupakan suatu sistem dapat mempunyai suatu pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Contoh, sistem-sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data transaksi menjadi laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

8. Sasaran Sistem (Objective)

Merupakan suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik.Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak aka nada gunanya. Suatu sistem akan dikatakan berhasilbila mengenai sasran atau tujuannya.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Menurut (Jeperson Hutahaean 2014:6) agar sistem dapat dikatakan sistem yang baik, maka sistem harus memiliki :

(5)

a. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

b. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

a. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.

b. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).

3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)

a. Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan. b. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat

diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

4. Sistem Tertentu (Close System) dan Sistem Terbuka (Open System)

a. Sistem tertentu adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomasis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system.

(6)

b. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendalian yang baik

2.1.4. pengertian informasi

menurut (Pratama, 2014) ”Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat”.

Pengertian menurut (Krismaji, 2015:14) Informasi adalah, “data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat”.

Hal serupa disampaikan oleh (Romney dan Steinbart, 2015:4), “Informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi”.

Menurut (Hutahaean, 2014: 9), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu betuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang akan dating”.

Menurut (Muhamad Muslihudin dan Oktafianto 2016:9), mengatakan bahwa “Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan”.

(7)

2.1.5. Nilai Informasi (value of information)

Menurut (Romney & Steinbart, 2014:4) “Nilai Informasi adalah keuntungan yang dihasilkan oleh informasi dikurangi dengan biaya untuk memproduksinya”. Keuntungan informasi meliputi berkurangnya ketidakpastian, peningkatan pengambilan keputusan, dan meningkatkan kemampuan untuk merencanakan dan menjadwalkan aktivitas.

2.1.6. Pengertian Sistem Informasi

Pengertian menurut (Kadir, 2014:9) Sistem informasi adalah, “sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai”.

Pengertian menurut (Krismaji, 2015:15) Sistem informasi adalah : cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, dan mengolah serta menyimpan data, dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut (Laudon, 2014) yang mendefinisikan sistem informasi, “Secara teknis sebagai sesuatu rangkaian yang komponen-komponennya saling terkait yang mengumpulkan dan mengambil kembali, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan mengendalikan perusahaan”.

Menurut (Hutahaean, 2014: 13) Sistem informasi adalah “suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan”.

(8)

Menurut (Atyanto Mahatmyo 2014: 6), Sistem Informasi adalah “serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke pengguna”.

2.1.7. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut (Romney & Steinbart, 2014:10) “Sistem informasi Akuntansi (SIA- accounting information system) adalah kecerdasan, alat penyedia informasi dari bahasa tersebut”.

menurut (Weygandt dkk, 2014:395), “sistem yang mengumpulkan dan memproses transaksi-transaksi data dan menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak tertentu disebut dengan sistem informasi akuntansi (accounting information system)”.

Hal serupa juga disampaikan oleh (Krismiaji, 2015:4) Sistem informasi akuntansi adalah, “sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis”.

Menurut (Diptyana dan Dewi, 2014 : 6) sistem informasi akuntansi adalah, “Suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen dan teknologi yang keterkaitannya dirancang untuk mengumpulkan dan memproses data, sampai dengan menyajikan informasi kepada para pengambil keputusan di internal organisasi dan eksternal organisasi”.

Menurut (Rommey dan Steinbart, 2015:10) mengatakan bahwa, “sistem informasi akkuntansi merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat,

(9)

menyimpan, dan juga memproses data menjadi informasi yang berguna dalam membantu keputusan”.

2.1.8. Sistem Akuntansi Penjualan

Sistem akuntansi penjualan adalah suatu sistem yang mencakup seluruh kegiatan maupun prosedur yang meliputi pencatatan, mengkalkulassi, pembuatan dokumen, serta informassi untuk kepentingan manajemen sejak diterima faktur penjualan baik secara tunai maupun kredit hingga menimbulkan tagihan maupu piutang usaha.

Menurut Sulistiyowati dalam (Sunarti, 2015) “Penjualan adalah pendapatan yang berasal dari penjualan produk utama prusahaan”.

Menurut (Q-milk & Miharja, 2018) “Penjualan adalah bagaimana cara menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui produk atau jasa perusahaan”.

Berikut adalah penjelasan dari kegiatan penjualan:

1. Penjualan Tunai

Penjualan tunai pengambilan barang dari pihak supplieryang akan dikirimkan langsung kepada pihak konsumen melalui pembayaran yang dilakukan secara tunai.

2. Penjualan Kredit

Penjualan kredit merupakan pengambilan barang dari pihak supplier yang akan dikirimkan langsung kepada pihak konsumen melalui pembayaran yang dilakukan secara angsuran, dimana pembayaran tidak langsung diterima sekaligus melainkan melalui beberapa tahap.

(10)

Dalam akuntansi juga terdapat proses penjurnalan dimana dilakukan pencatatan atas semua transaksi yang terjadi berdsarkan bukti-bukti dokumen yang ada harus dicatat. Berikut adalah pencatatan jurnal yang berlaku dalam penjualan:

1. Jurnal untuk mencatat penjualan

Kas xxx

Penjualan xxx

2. Jurnal untuk mencatat potongan penjualan

Kas xxx

Potongan Penjualan xxx

Penjualan xxx

3. Jurnal untuk mencatat retur penjualan

Penjualan xxx

Retur Penjualan xxx

Kas xxx

2.1.9. Waterfall

Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam (Sunarti, 2015) “Model SDLC air terjun sering juga disebut model sekuensial linear atau alur hidup klasik”. Model waterfall menyediakan pendekatan alur hidup perangakat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap.

(11)

2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)

Peralatan pendukung (tools system) merupakan alat yang diunakan suatu sistem menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, diagram-diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya. Peralatan pendukung (tools system)

berfungsi untuk menjelaskan kepada user bagaimana fungsi-fungsi dari sistem informassi dapat bekerja. Adapun peralatan pendukung yang dimaksud untuk merancang model sistem yang baru pada penulisan tugas akhir ini adalah:

2.2.1. Unified Modelling Language (UML)

UML adalah suatu metode pemodelan secara visual untuk sarana perancangan sistem berorientasi objek, atau definisi UML yaitu sebagai bahasa yang sudah menjadi standar pada visualisasi, Perancangan dan juga pendokumentasian sistem software. Saat ini UML sudah menjadi bahasa standar dalam penulisan blue print software. Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2013) “UML adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat nanalisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek”. Secara fisik, UML adalah sekumpulan spesifikasi yang dikeluarkan oleh OMG (Object Management Group). Menurut Nugroho dalam (Sudarsono, 2017) mengemukakan bahwa UML (Unified Modeling Language) adalah bahasan pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (berorientasi objek).

1. Activity Diagram

Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2013) mengatakan bahwa “Diagram aktivitas atau activity diagram menggunakan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah system atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

(12)

2. Use Case Diagram

Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2013) mengatakan bahwa “Diagram Use Case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior)

sistem informassi yang akan dibuat”. Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi

antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berha menggunakan fungsi-fungsi itu. Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami.

3. Sequence Diagram

Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2013) mengatakan bahwa “Diagram sekuen

atau Sequencediagram menggambarkan kelakuan objek dan messege yang

dikirimkan dan diterima anatar objek”. Oleh karena itu, untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang akan terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat scenario yang ada pada use case.

4. Deployment Diagram

Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2013) mengatakan bahwa “Diagram

deployment diagram menunjukkan konfigursi komponen dalam proses eksekusi aaplikasi”.

(13)

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2013) mengatakan bahwa “Pedoman awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan EntityRelationship Diagram (ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika, ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional. Berikut adalah penjelasan tentang kompoen-komponen yang terdapat dalam Entity Relationship Diagram (ERD):

1. Entitas

Entitas merupakan suatu objek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Objek dasar dapat berupa orang, benda, atau hal yang keterangannya perlu disimpan didalam basis data.

2. Atribut

Atribut merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan dalam basis data. Atribut berfungsi sebagai penjelas pada sebuah entitas.

3. Relasi

Merupakan hubungan antar sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Menurut Yasin dalam (Santoso & Rizki, 2016) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu rancangan atau bentuk hubungan suatu kegiatan didalam sistem yang berkaitan langsung dan mempunyai fungsi di dalam proses tersebut”.

(14)

2.2.3. Logical Record Structure (LRS)

Menurut (Santoso & Rizki, 2016) Logical Record structure adalah penggambaran skema basis data yang mengambarkan lebih rinci hubungan antara entitas dalam rancangan basis data. Logical RecordSructure atau LRS merupakan representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas. LRS dapat dibentuk dari diagram Entitas relasi yang dibuat sebelumnya.

2.2.4. NetBeans 8.1

Menurut (Febrianto, 2014) NetBeans adalah sebuah integrated

development environment (IDE) untuk mengembangkan terutama dengan java, tetapi juga dengan bahasa lain, khususnya PHP, C/C++, dan HTML5”. Juga merupakan platform aplikasi kerangka kerja untuk aplikasi desktop java dan lain lain. Saat ini terdapat dua produk netbeans, yaitu Netbeans IDE dan Netbeans Platform.

2.2.5. MySQL

Menurut (Febrianto, 2014) MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (DBMS) yang multithread, dan multiuser”. MySQL

adalah implementasi dari system manajemen basisdata relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX dan telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.

2.2.6. XAMPP

Menurut (Febrianto, 2014) “XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program”. XAMPP adalah kepanjangan yang masing-masing hurufnya adalah :

(15)

X : Program ini dapat dijalankan dibanyak sistem operasi,seperti Windows, Linux, Mac OS, dan juga Solaris.

A : Apache, merupakan aplikasi web server. Tugas utama Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat web. Jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan,maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan M : MySQL, merupakan aplikasi database server. Perkembangannya disebut SQL

yang merupakan kepanjangan dari Structured Query Language.SQL

merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah

database.MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengelola database beserta isinya.Kita dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah, dan menghapus data yang berada dalam database.

P : PHP, bahasa pemrograman web. Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan kita untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis.Sistem manajemen basis data yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQl.namun PHP juga mendukung sistem manajement database Oracle, Microsoft Access, Interbase, d-base, PostgreSQL, dan sebagainya.

P : Perl adalah bahasa pemrograman untuk segala keperluan, dikembangkan pertama kali oleh Larry Wall di mesin Unix. Perl dirilis pertama kali pada tanggal 18 Desember 1987 ditandai dengan keluarnya Perl 1. Pada versi-versi selanjutnya, Perl tersedia pula untuk berbagai sistem operasi varian

(16)

Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.

Gambar

Diagram  (ERD).  ERD  dikembangkan  berdasarkan  teori  himpunan  dalam  bidang

Referensi

Dokumen terkait

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang

Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat

Sutabri mengemukakan “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung