Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temu putih tidak memberikan aktivitas larvasida yang signifikan, sedangkan minyak atsirinya memberikan aktivitas
Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik hipotesis bahwa minyak atsiri rimpang temu putih dan minyak atisiri kulit kayu lawang mempunyai aktivitas antibakteri
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Ekstraksi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Rimpang Lengkuas (Alpinia galangal Willd.) dan
PENETAPAN KADAR DAN CIRI MINYAK ATSIRI RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) V ARIETAS GAJAH, EMPRIT DAN MERAH DARI KECAMATAN MOJOSARI, KABUPATEN.. MOJOKERTO
Daya antibakteri adalah kemampuan sediaan krim dan lotion minyak atsiri temu putih dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis yang dilihat
IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI RIMPANG JAHE EMPRIT (Zingiber officinale Rosc.) DAN UJI AKTIVITAS
Senyawa kurkumin dan minyak atsiri yang terkandung dalam rimpang temu putih diketahui mempunyai efek sebagai antiinflamasi karena mempunyai kemampuan dalam menghambat
Minyak atsiri rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val & Zijp) memiliki sifat antijamur terhadap Candida albicans dengan kadar hambat minimal (KHM) 0,25% v/v. Formulasi krim dilakukan untuk mengoptimalkan daya lekat minyak atsiri pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi krim terhadap sifat fisik dan daya antijamur minyak atsiri rimpang temu giring terhadap Candida