No. 27/05/82/Th. XI, 06 Mei 2014
No. 67/11/82/Th XIV, 05 November 2015KEADAAN
KETENAGAKERJAAN
DI
MALUKU
UTARA,
A
GUSTUS2015
Agustus 2015: Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas (penduduk usia kerja) mencapai 773,18 ribu orang. Naik 9,88 ribu orang dibanding keadaan Februari 2015, dan naik 19,42 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2014.
Jumlah Angkatan Kerja pada Agustus 2015 sebanyak 513,60 ribu orang, berkurang 5,38 ribu orang dibanding angkatan kerja keadaan Februari 2015 atau bertambah 32,10 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2014.
Jumlah penduduk yang bekerja di Maluku Utara pada Agustus 2015 mencapai 482,54 ribu orang, berkurang 7,61 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2015, atau bertambah 26,53 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2014.
Jumlah pengangguran di Maluku Utara pada Agustus 2015 mencapai 31,06 ribu orang, meningkat 2,23 ribu orang dibanding Februari 2015, atau meningkat 5,57 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2014.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2015 sebesar 6,05 persen, naik 0,49 persen point dibanding keadaan Februari 2015, dan naik 0,76 persen point dibanding keadaan Agustus 2014. Menurut daerah dan jenis kelamin, TPT di daerah perkotaan lebih tinggi dibanding daerah perdesaan, dan TPT perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Menurut tingkat pendidikan, TPT yang tertinggi berada pada kelompok tingkat pendidikan SMA Umum.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2015 mencapai 66,43 persen, lebih rendah dibanding keadaan Februari 2015 sebesar 67,99 persen namun lebih tinggi dibandingkan keadaan Agustus 2014 sebesar 63,88 persen. Menurut daerah dan jenis kelamin, TPAK di daerah perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan, dan TPAK perempuan lebih rendah dibanding TPAK laki-laki.
Tiga lapangan usaha utama dalam penyerapan tenaga kerja di Maluku Utara selama periode Agustus 2014 s/d Agustus 2015 secara berturut-turut adalah sektor “1. pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perburuan, dan perikanan”, , sektor “9. jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan”, dan sektor “6. perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi”.
Pada Agustus 2015, sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan menyerap separuh dari total penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja, yaitu sebesar 50,23 persen. Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja di sektor industri, sektor konstruksi, dan sektor transportasi, penggudangan, dan komunikasi meningkat dibanding periode
1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran
Keadaan ketenagakerjaan di Maluku Utara pada Agustus 2015 menunjukkan adanya penurunan jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja, dan peningkatan jumlah penduduk yang menganggur. Dalam kurun waktu enam bulan (Februari s/d Agustus 2015) jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja di Maluku Utara berkurang masing-masing sebanyak 5,38 ribu orang dan 7,61 ribu orang, sementara penduduk yang menganggur selama periode tersebut bertambah sebanyak 2,23 ribu orang. Sebalikny bila dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya (Agustus 2014), baik angkatan kerja, bekerja, maupun yang menganggur mengalami peningkatan (Tabel 1).
Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Agustus 2015 (66,43 persen), turun 1,56 persen point dibanding TPAK keadaan Februari 2015 (67,99 persen), sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2015 tercatat 6,05 persen, naik 0,49 persen point dibanding TPT keadaan Februari 2015 sebesar 5,56 persen.
Pada Agustus 2015, dari 482,45 ribu penduduk yang bekerja, sekitar 197,23 ribu orang (40,87%) diantaranya sebagai pekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu). Dalam setahun terakhir, Pekerja penuh meningkat sebanyak 28,82 ribu orang (11,23%), dan Setengah penganggur meningkat sebanyak 12,72 ribu orang (20,76%).
Tabel.1
Penduduk Menurut Jenis Kegiatan Utama, Agustus 2014–Agustus 2015 (ribu orang)
Jenis Kegiatan Utama Agustus
2014 Februari 2015 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4) 1. Penduduk 15+ 753,76 763,30 773,18 2. Angkatan Kerja 481,50 518,98 513,60 Bekerja 456,02 490,15 482,54 Penganggur 25,49 28,83 31,06
3. Bukan Angkatan Kerja 272,26 244,32 259,58
4. TPAK (%) 63,88 67,99 66,43
5. TPT (%) 5,29 5,56 6,05
6. Pekerja tidak penuh 185,43 179,53 197,23
Setengah penganggur 61,29 76,84 74,01
Paruh waktu 124,14 102,69 123,22
Menurut statust pekerjaan, penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor formal pada Agustus 2015 sebesar 31,40 persen, selebihnya 68,60 persen bekerja di sektor informal. Kondisi ini tidak berbeda signifikan dengan keadaan pada Agustus 2014 maupun keadaan pada Februari 2015.2. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama
Struktur lapangan pekerjaan hingga Agustus 2015 tidak mengalami perubahan, dimana Tiga sektor utama dalam penyerapan tenaga kerja adalah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan; sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan; dan sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi yang secara berurutan masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Maluku Utara (Tabel 2).
Pada Agustus 2014 – Agustus 2015, semua sektor (9 sektor) mengalami peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja. Secara persentase, peningkatan secara signifikan terjadi pada: sektor ”2 pertambangan dan penggalian (79,72 persen); sektor ”8 lembaga keuangan, RE, usaha persewaan dan Jasa perusahaan (60,79 persen); dan sektor ”3 industri (36,64 persen). Sementara sektor yang paling kecil penambahan tenaga kerja dalam periode tersebut adalah: sektor ”9 jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan (0,35 persen); sektor ”4 listrik, gas, dan air minur (1,00 persen); sektor ”1 pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan (1,22 persen); dan sektor ”4 konstruksi (2,48 persen).
Bila dibandingkan keadaan Agustus 2015 dengan keadaan Februari 2015 (enam bulan), peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja terjadi pada sektor yaitu sektor ”3 industri (8,48 ribu orang atau 95,15 persen); sektor ”7 transportasi, pergudangan, dan komunikasi (5,44 ribu orang atau 20,57 persen); dan sektor ”4 listrik, gas, dan air (1,03 ribu orang atau 576,54 persen). Sementara sektor lainnya mengalami penurunan dalam penyerapan tenaga kerja, dan terbanyak terjadi pada sektor ”6 perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi (9,14 ribu orang atau 12,54 persen).
Tabel 2
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Utama, Agustus 2014–Agustus 2015 (ribu orang)
Lapangan Pekerjaan Utama Agustus
2014 Februari 2015 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4)
Pertanian, perkebunan, kehutanan,
perburuan, dan perikanan 239,45 245,02 242,38
Pertambangan & Penggalian 6,61 16,56 11,87
Industri 12,73 8,91 17,39
Listrik, Gas, dan Air 1,20 0,18 1,21
Konstruksi 22,68 22,95 23,24
Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa
Akomodasi 59,16 72,86 63,72
Transportasi,Pergudangan&Komunikasi 25,96 26,45 31,89 Lembaga Keuangan, RE, Ush Persewaan
& Jasa Perusahaan 3,80 9,35 6,11
Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan
Perorangan 84,43 87,86 84,72
3. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama
Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Agustus 2015, dari sebanyak 482,54 ribu orang yang bekerja di Maluku Utara, sebanyak 151,52 ribu orang atau 31,40 persen bekerja dengan status pekerja formal, dan selebihnya 331,03 ribu orang atau 68,60 persen adalah bekerja di sektor informal (Tabel 3).
Dalam kurun waktu Agustus 2014 – Agustus 2015 (setahun), penduduk yang bekerja dengan status pekerja formal bertambah 13,30 ribu orang. Namun dalam kurun waktu Februari 2015 – Agustus 2015 (enam bulan), penduduk yang bekerja dengan status pekerja formal malah berkurang 3,85 ribu orang.
Tabel 3
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja menurut Status Pekerjaan Utama, Agustus 2014–Agustus 2015 (ribu orang)
Status Pekerjaan Utama Agustus
2014 Februari 2015 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4) 1 Berusaha Sendiri 103,62 102,22 96,69
2 Berusaha dibantu buruh tidak tetap 94,14 105,82 98,20
3 Berusaha dibantu buruh tetap 15,31 14,87 16,29
4 Buruh/Karyawan 122,91 140,49 135,22
56 Pekerja bebas 24,51 30,05 30,08
7 Pekerja keluarga/tak dibayar 95,52 96,70 106,06
Jumlah 456,02 490,15 482,54
4. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja
Secara umum, komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam kerja per minggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu penduduk yang bekerja pada kelompok 35 jam ke atas per minggu. Pada Agustus 2015, jumlah penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja penuh waktu (>=35 jam) adalah sebanyak 285,32 ribu orang, jumlah ini turun sebanyak 25,31 ribu orang bila dibandingkan keadaan Februari 2015 yang tercatat sebanyak 310,62 ribu orang. Sebaliknya bila dibandingkan keadaan Agustus 2014, jumlah penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja penuh waktu (>=35 jam) pada Agustus 2015 mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 14,73 ribu orang.
Tabel 4
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja menurut
Jumlah Jam Kerja Per Minggu, Agustus 2014–Agustus 2015 (ribu orang) Jumlah Jam Kerja Per Minggu Agustus
2014 Februari 2015 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4) 1-7 9,62 9,44 8,77 8-14 25,96 24,72 27,32 15-24 65,17 71,93 74,37 25-34 84,68 73,44 86,77 0 * ) dan 35+ 270,59 310,62 285,32 Jumlah 456,02 490,15 482,54
5. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan
Jumlah penduduk yang bekerja hingga Agustus 2015 masih didominasi oleh penduduk berpendidikan rendah yaitu SD ke bawah. Pada Agustus 2015, jumlah penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja dengan tingkat pendidikan tinggi (Diploma I/II/III s/d Universitas) bertambah 2,71 ribu orang bila dibandingkan keadaan Agustus 2015, dan bertambah 3,72 ribu bila dibandingkan keadaan Februari 2015. Pada Februari 2015 - Agustus 2015, jumlah penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja dengan tingkat pendidikan SD ke bawan, SMP, dan SMA Kejuruan mengalami penurunan masing-masing 11,72 ribu orang (SD ke bawah), 1,06 ribu orang (SMP), dan 2,43 ribu orang (SMA Kejuruan). Sementara SMA Umum, Diploma I/II/III, dan Universitas masing-masing meningkat 3,87 ribu orang (SMA Umum), 0,22 ribu orang (Diploma I/II/III), dan 3,50 ribu orang (Universitas) (Tabel 5).
Tabel 5
Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2014–Agustus 2015 (ribu orang) Pendidikan Tertinggi Yang
Ditamatkan Agustus 2014 Februari 2015 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4) SD Ke Bawah 189,70 208,78 197,06
Sekolah Menengah Pertama 88,54 88,88 87,82
Sekolah Menengah Atas Umum 100,57 113,85 117,73 Sekolah Menengah Atas Kejuruan 20,82 23,26 20,84
Diploma I/II/III 14,72 14,36 14,57
Universitas 41,66 41,02 44,52
6. Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2015 sebesar 6,05 persen, meningkat 0,49 persen point dibanding keadaan Februari 2015, dan meningkat 0,76 persen point dibanding keadaan Agustus 2015.
Selama Agustus 2014 – Agustus 2015, TPT pada kelompok penduduk dengan pendidikan SMA Umum mencapai di atas 10 persen, dan pada Agustus 2015 tercatat sebesar 14,55 persen. TPT kelompok penduduk berpendidikan Universitas pada Agustus 2015 sebesar 4,81 persen atau naik 0,98 persen point dibanding keadaan Agustus 2014, dan naik 1,46 persen point dibanding keadaan Februari 2015. Sementara TPT untuk kelompok penduduk berpendidikan Diploma I/II/III mengalami penurunan dibanding periode Agustus 2014 maupun Februari 2015 (Tabel 6).
Tabel 6
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2014–Agustus 2015
(persen) Pendidikan Tertinggi Yang
Ditamatkan Agustus 2014 Februari 2015 Agustus 2015 (1) (2) (3) (4) SD Ke Bawah 3,30 4,81 4,10
Sekolah Menengah Pertama 3,03 4,80 3,62
Sekolah Menengah Atas Umum 10,99 10,80 14,55
Sekolah Menengah Atas Kejuruan 2,88 2,00 2,66
Diploma I/II/III 1,46 3,07 1,31
Universitas 3,83 3,35 4,81
Jumlah 5,29 5,56 6,05
# # # # # # # # # # # # # # # # # Keterangan lebih lanjut:
Hubungi:
BPS Propinsi Maluku Utara,
Telp (0921) 3127878; Fax (0921) 3126301 Website: http://malut.bps.go.id