• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keadaan Ketenagakerjaan Maluku Utara Agustus 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keadaan Ketenagakerjaan Maluku Utara Agustus 2017"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI MALUKU UTARA

Keadaan Ketenagakerjaan

Maluku Utara

Agustus 2017

Angkatan kerja pada Agustus 2017 sebanyak 516,2 ribu orang. Angkatan Kerja terbanyak berada di Kota Ternate, yaitu 97,8 ribu orang.

Penduduk bekerja di Maluku Utara pada Agustus 2017 sebanyak 488,7 ribu orang. Penduduk bekerja terbanyak berada di Kabupaten Halmahera Selatan, yaitu 92,8 ribu orang.

• Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2017 sebesar 63,65 persen. TPAK paling tinggi tercatat di Kabupaten Halmahera Timur, yaitu 71,36 persen.

• Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2017 sebesar 5,33 persen. TPT paling rendah tercatat di Kabupaten Halmahera Barat, yaitu 2,19 persen.

• Pada Agustus 2017, sebesar 61,95 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal.

• Sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan menyerap tenaga kerja terbanyak dari penduduk yang bekerja, yaitu 199,0 ribu orang.

• Pada Agustus 2017, terdapat 35,16 persen penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu), mencakup 9,90 persen setengah penganggur dan 22,38 persen pekerja paruh waktu.

• Rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai

Agustus 2017:

Tingkat

Pengangguran

Terbuka (TPT)

Maluku Utara

sebesar 5,33

persen.

(2)

1.

Angkatan Kerja, Penduduk Bekerja, dan Pengangguran

Jumlah Angkatan Kerja Maluku Utara pada Agustus 2017 tercatat sebanyak 516,2 ribu orang. Turun 40,9 ribu orang dibanding Februari 2017 (semester lalu) dan turun 8,3 ribu orang dibanding Agustus 2016 (setahun yang lalu). Komponen pembentuk Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2017 sebanyak 488,7 ribu orang, turun 41,6 ribu orang dibanding keadaan semester lalu dan turun 14,8 ribu orang dibanding keadaan setahun yang lalu. Sementara itu, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 27,5 ribu orang pada Agustus 2017. Mengalami kenaikan sekitar 0,7 ribu orang dibanding Februari 2017 dan meningkat sebanyak 6,5 ribu orang dibanding Agustus 2017.

Sejalan dengan turunnya jumlah Angkatan Kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan. TPAK Agustus 2017 tercatat sebesar 63,65 persen. Turun 5,83 persen poin dibanding semester lalu dan turun 2,54 persen poin dibanding setahun yang lalu. Secara umum, angka tersebut menunjukkan bahwa 63,65 persen penduduk Maluku Utara yang berusia 15 tahun keatas aktif atau berusaha aktif dalam kegiatan ekonomi. Sedangkan 36,35 persen sisanya melakukan kegiatan sekolah, mengurus rumah tangga, maupun kegiatan lain yang bukan kegiatan ekonomi.

Tabel 1

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Utama Agustus 2016 - Agustus 2017 Status Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2016 (Ribu Orang) Februari 2017 (Ribu Orang) Agustus 2017 (Ribu Orang) Perubahan 1 Tahunan (Agust 2016-Agust 2017) Perubahan 1 Semester (Feb 2017-Agust 2017) Ribu Orang Persen Ribu Orang Persen

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Penduduk Usia Kerja 792,4 801,8 811,0 18,5 2,29 9,2 1,14

Angkatan Kerja 524,5 557,1 516,2 -8,2 -1,61 -40,9 -7,92

Bekerja 503,4 530,2 488,7 -14,7 -3,02 -41,5 -8,50

Pengangguran 21,0 26,8 27,5 6,4 23,51 0,7 2,42

Bukan Angkatan Kerja 267,9 244,7 294,8 26,8 9,12 50,1 16,99

Sekolah 83,0 74,0 87,7 4,6 5,31 13,6 15,57

Mengurus Rumah Tangga 154,4 144,0 177,9 23,4 13,19 33,9 19,05

Lainnya 30,4 26,6 29,1 -1,2 -4,30 2,5 8,71

Persen Persen Poin Persen Poin

Tingkat Pengangguran Terbuka

(TPT) 4,01 4,82 5,33 1,32 0,51

Tingkat Partisipasi Angkatan

Kerja (TPAK) 66,19 69,48 63,65 -2,54 -5,83

Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan dimana TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK Perempuan. Pada Agustus 2017, TPAK laki-laki tercatat sebesar 80,25 persen sementara TPAK perempuan hanya 46,36 persen. Dibandingkan dengan keadaan setahun lalu (Agustus 2016) terdapat penurunan TPAK pada dua kelompok ini, yaitu

(3)

sebesar 2,55 persen poin pada laki-laki dan 2,52 persen poin pada perempuan. Perkembangan TPAK menurut jenis kelamin secara rinci dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1

Perkembangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Jenis Kelamin, Agustus 2016 - Agustus 2017

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. Berbagai kebijakan pemerintah dan dunia usaha terkait penciptaan lapangan kerja tampaknya masih perlu dioptimalkan. Angka TPT Maluku Utara mengalami kenaikan dari 4,01 pada Agustus 2016 menjadi 5,33 pada Agustus 2017 (Gambar 2).

TPT yang meningkat mengindikasikan adanya dua kemungkinan, yaitu situasi saat ini yang sedang sulit untuk mendapatkan pekerjaan atau masih menunggu pekerjaa yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki. Pada Agustus 2017, kondisi yang terjadi menunjukkan bahwa TPT Maluku Utara tinggi di wilayah perkotaan dan pada penduduk dengan tingkat pendidikan menengah atas serta pendidikan tinggi.

Gambar 2

Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Daerah Tempat Tinggal dan Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2016 - Agustus 2017

82,80 84,56

80,25

48,88

53,77

46,36

Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017

Laki-laki Perempuan 66,19 69,48 63,65 Total 1,79 0,46 5,75 4,85 7,17 11,44 1,41 4,78 8,41 9,31 21,58 5,72 2,28 3,84 9,65 8,15 7,92 6,35

<= SD SMP SMA Umum SMA Kejuruan Diploma I/II/III Universitas Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017 4,54 6,81 7,22 3,79 3,98 4,57

Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017

Kota Desa

4,01

4,82 5,33

(4)

TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan. Pada Agustus 2017, TPT di perkotaan tercatat sebesar 7,22 persen dan TPT di perdesaan sebesar 4,57 persen. Dibandingkan keadaan tahun lalu (Agustus 2016), terjadi kenaikan tingkat pengangguran baik di perkotaan maupun di perdesaan. TPT di perkotaan naik sebesar 2,67 persen poin, sedangkan di perdesaan naik sebesar 0,78 persen poin.

Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT terbesar berada pada penduduk dengan pendidikan menengah atas dan pendidikan tinggi. Pada Agustus 2017, TPT untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 9,65 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 8,15 persen. Hal ini mengindikasikan, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih, terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK, yang tidak terserap di pasar kerja. Penduduk yang berpendidikan rendah cenderung lebih mudah terserap pasar kerja, karena biasanya kelompok ini mau menerima pekerjaan apa saja. Hal ini terlihat pada TPT SD ke bawah yang angkanya paling kecil diantara semua tingkat pendidikan, yaitu sebesar 2,28 persen. Dibandingkan kondisi setahun lalu, TPT mengalami kenaikan hampir di semua jenjang pendidikan, kecuali pada tingkat pendidikan Universitas yang mengalami penurunan.

1.1

Angkatan Kerja, Penduduk Bekerja, dan Pengangguran di Kabupaten/Kota

Angkatan Kerja di Maluku Utara paling banyak disumbang oleh Kota Ternate, yaitu sebanyak 97,8 ribu orang atau sekitar 18,94 persen dari total Angkatan Kerja di Maluku Utara. Diikuti oleh Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 97,3 ribu orang. Sedangkan Angkatan Kerja paling kecil tercatat di Kabupaten Pulau Taliabu, yaitu sebanyak 23,2 ribu orang atau hanya sekitar 4,49 persen dari total Angkatan Kerja.

Tabel 2

Indikator Ketenagakerjaan Menurut Kabupaten/Kota, Agustus 2017

Kabupaten/Kota

Angkatan Kerja (Ribu Orang) Bukan Angkatan Kerja (Ribu Orang)

TPAK (Persen)

TPT (Persen) Bekerja Pengangguran Sekolah

Mengurus Rumah Tangga Lainnya (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Halmahera Barat 52,0 1,1 5,4 16,9 2,1 68,50 2,19 Halmahera Tengah 19,9 0,8 4,9 7,1 1,1 61,06 3,95 Kepulauan Sula 36,7 2,2 6,5 15,2 3,3 60,72 5,86 Halmahera Selatan 92,7 4,5 9,8 32,1 4,7 67,53 4,68 Halmahera Utara 69,9 3,6 16,5 28,2 6,1 59,04 4,92 Halmahera Timur 41,2 1,8 5,5 10,8 0,8 71,36 4,36 Pulau Morotai 24,6 1,6 4,8 8,2 2,0 63,50 6,11 Pulau Taliabu 21,6 1,5 1,8 6,7 0,9 70,82 6,69 Ternate 90,2 7,5 24,8 36,2 3,9 60,03 7,71 Tidore Kepulauan 39,5 2,5 7,2 16,1 3,6 60,89 5,95

(5)

Penduduk bekerja terbanyak tercatat di Kabupaten Halmahera Selatan, yang mencapai 92,8 ribu orang atau sekitar 18,98 persen dari total penduduk bekerja di Maluku Utara. Sementara Kota Ternate berada di peringkat kedua dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 90,2 ribu orang. penduduk bekerja paling sedikit ada di Kabupaten Halmahera Tengah, yaitu sebesar 19,9 ribu orang, atau sekitar 4,08 persen dari total penduduk bekerja.

TPAK tertinggi sebesar 71,36 persen tercatat di Kabupaten Halmahera Timur. Sementara itu, TPAK Kota Ternate sebagai penyumbang terbanyak Angkatan Kerja di Maluku Utara, hanya sebesar 60,03 persen. TPAK terendah ada di Kabupaten Halmahera Utara, yaitu sebesar 59,04 persen. TPT terendah menurut kabupaten/kota tercatat di Kabupaten Halmahera Barat, yaitu 2,19 persen. Diikuti oleh Kabupaten Halmahera Tengah dengan TPT sebesar 3,95 persen. Sedangkan TPT tertinggi tercatat di Kota Ternate, yaitu sebesar 7,71 persen.

2.

Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Kondisi ketenagakerjaan yang menyangkut tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian. Jumlah penduduk yang bekerja pada tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menyerap tenaga kerja. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2017, penduduk Maluku Utara paling banyak bekerja pada sektor Pertanian, yaitu sebanyak 199,0 ribu orang (40,72 persen). Terbesar kedua ada pada sektor jasa kemasyarakatan yang menyerap sebanyak 107,0 ribu orang (21,89 persen). Sementara itu, Listrik Gas dan Air Minum masih menjadi sektor yang terkecil dalam menyerap tenaga kerja, yaitu sebesar 0,8 ribu orang (0,17 persen).

Gambar 3

Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, Agustus 2016 - Agustus 2017

Berdasarkan tren sektoral, hampir tidak ada pola perkembangan kontribusi penyerapan tenaga kerja yang konsisten naik atau turun. Kontribusi penyerapan tenaga kerja bergerak fluktuatif antar semester. Selama Agustus 2016 sampai Agustus 2017, sektor-sektor yang

3,42 4,75 13,95 21,78 33,08 44,53 71,98 104,46 205,54

Listrik Gas dan Air Keuangan Pertambangan Konstruksi Transportasi Industri Perdagangan Jasa Kemasyarakatan Pertanian Agustus 2016 0,22 5,09 15,91 31,91 28,69 36,18 78,12 100,11 234,04 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Februari 2017 0,86 10,18 14,44 29,79 29,47 34,06 63,90 106,99 199,03 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Agustus 2017

(6)

mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja adalah Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sektor Konstruksi, Sektor Pertambangan, dan Sektor Keuangan. Sedangkan sektor lainnya se perti Sektor Pertanian, Sektor Perdagangan, Sektor Industri, Sektor Transportasi dan Sektor Listrik Gas dan Air mengalami penurunan. Memperhatikan pola antar sektor mengisyaratkan bahwa di Maluku Utara sedang mengalami proses transisi ekonomi dari sektor primer menuju sektor tersier.

2.1

Penduduk Bekerja di Kabupaten/Kota Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Selaras dengan lapangan pekerjaan utama di Maluku Utara, Sektor Pertanian masih menyumbang porsi terbesar penduduk bekerja di hampir semua kabupaten/kota, kecuali di Kota Ternate dimana lapangan pekerjaan utamanya ada pada Sektor Jasa Kemasyarakatan. Pada Agustus 2017, persentase penduduk yang bekerja di Sektor Pertanian di kabupaten/kota tercatat hampir separuh dari total penduduk bekerja. Sedangkan posisi kedua terbesar untuk lapangan pekerjaan utama di semua kabupaten/kota ada pada Sektor Jasa Kemasyarakatan, kecuali Kabupaten Halmahera Barat pada Sektor Industri dan Kota Ternate pada Sektor Transportasi.

Tabel 3

Persentase Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Kabupaten/Kota, Agustus 2017 Kabupaten/Kota Perta-nian Pertam-bangan Industri Listrik Gas Air Kons-truksi Perda-gangan Trans-portasi Keuang-an Jasa Kemasya-rakatan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Halmahera Barat 40,40 0,17 22,16 0,00 4,23 10,09 4,93 0,82 17,20 Halmahera Tengah 42,11 5,33 13,07 0,69 9,02 11,33 0,41 1,12 16,91 Kepulauan Sula 48,40 4,08 3,52 0,12 4,39 8,96 3,78 0,42 26,34 Halmahera Selatan 59,97 4,30 4,46 0,05 5,22 9,72 1,39 0,52 14,37 Halmahera Utara 41,80 3,81 6,20 0,00 4,41 12,07 9,28 1,57 20,85 Halmahera Timur 44,68 6,27 10,35 0,00 8,85 11,28 3,86 1,42 13,29 Pulau Morotai 54,35 0,45 2,92 0,71 4,83 13,79 1,71 0,00 21,24 Pulau Taliabu 72,12 3,52 0,00 0,00 1,32 10,90 0,70 0,52 10,91 Ternate 7,10 1,68 4,52 0,41 7,88 22,76 13,95 6,99 34,71 Tidore Kepulauan 33,19 0,43 2,76 0,20 10,16 11,87 7,32 2,01 32,06

3.

Penduduk Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama

Dari seluruh penduduk bekerja pada Agustus 2017, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai (34,98 persen). Diikuti status Berusaha sendiri (23,12 persen), Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (17,17 persen), dan Pekerja keluarga (14,82 persen). Sementara penduduk yang bekerja dengan status Berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 3,07 persen.

(7)

3,07 6,84 14,82 17,17 23,12 34,98 Agustus 2017 4,56 4,01 21,88 21,11 19,01 29,43 Februari 2017 3,96 5,71 17,65 19,35 21,32 32,01

Berusaha dibantu buruh tetap Pekerja bebas Pekerja Keluarga/Tak Dibayar Berusaha dibantu buruh tidak

tetap

Berusaha sendiri Buruh/Karyawan/Pegawai

Agustus 2016

Gambar 4

Persentase Penduduk Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama, 2016-2017

Dalam setahun terakhir (Agustus 2016–Agustus 2017), persentase penduduk bekerja dengan status buruh/karyawan meningkat cukup tinggi dari 32,01 persen menjadi 34,98 persen. Peningkatan juga terjadi pada status berusaha sendiri, yaitu sebesar 1,80 persen poin.

Kegiatan formal dan informal dari penduduk bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Pekerja formal mencakup status berusaha dengan dibantu buruh tetap dan buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan identifikasi ini, pada Agustus 2017 sebanyak 185,9 ribu orang (38,05 persen) penduduk bekerja pada kegiatan formal dan sebanyak 302,8 ribu orang (61,95 persen) bekerja pada kegiatan informal. Persentase pekerja formal cenderung meningkat. Selama setahun terakhir pekerja formal meningkat dari 35,97 persen pada Agustus 2016 menjadi 38,05 persen pada Agustus 2017 (Gambar 5).

Gambar 5

Jumlah dan Persentase Penduduk Bekerja Menurut Kegiatan Formal/Informal, 2016-2017

4.

Penduduk Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2017 masih didominasi oleh penduduk bekerja

181,1 Ribu (35,97) 180,2 Ribu (33,99) 185,9 Ribu (38,05) 322,4 Ribu (64,03 %) 350,0 Ribu (66,01 %) 302,8 Ribu (61,95 %)

Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017

(8)

Sedangkan penduduk bekerja berpendidikan menengah (SMA sederajat) sebanyak 138,0 ribu orang (28,23 persen). Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 75,8 ribu orang (15,52 persen) mencakup 14,4 ribu orang berpendidikan Diploma dan 61,4 ribu orang berpendidikan Universitas (Gambar 6).

Gambar 6

Persentase Penduduk Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2016-2017

5.

Pekerja Penuh/Tidak Penuh

Indikator lain yang lebih mendalam menyangkut Angkatan Kerja adalah pekerja penuh dan pekerja tidak penuh. Indikator ini mampu menjelaskan bahwa tidak semua penduduk bekerja memiliki produktivitas yang tinggi, diindikasikan oleh perbedaan jam kerja. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu penduduk yang bekerja dengan jam kerja 35 jam atau lebih dalam seminggu, dan termasuk mereka yang kondisinya sementara tidak bekerja. Sementara pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua kelompok yaitu pekerja setengah penganggur dan pekerja paruh waktu.

Gambar 7

Persentase Pekerja Penuh, Setengah Penganggur, dan Paruh Waktu, 2016-2017

Persentase pekerja penuh pada Agustus 2017 sebesar 67,71 persen menurun dibandingkan

55,48 62,18 56,25 30,85 25,09 28,23 13,66 12,73 15,52

Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017

Rendah Menengah Tinggi

21,70 21,48 22,38

7,23 10,70 9,90

71,07 67,82 67,71

Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017

(9)

persen naik 3,36 persen poin jika dibanding Agustus 2016 (28,93 persen). Pekerja setengah penganggur, persentasenya naik dari 7,23 persen menjadi 9,90 persen dalam setahun terakhir. Sementara persentase pekerja paruh waktu naik dari 21,70 persen menjadi 22,38 persen.

6.

Rata-rata Upah/Gaji Sebulan Buruh/Karyawan/Pegawai menurut Lapangan

Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin

Buruh/karyawan/pegawai di Maluku Utara pada Agustus 2017 memperoleh rata-rata upah/gaji sebulan sebesar 2,76 juta rupiah. Buruh/karyawan/pegawai yang bekerja di sektor pertambangan dan penggalian tercatat memperoleh rata-rata upah/gaji sebulan tertinggi dibanding delapan sektor lainnya yaitu sebesar 6,38 juta rupiah. Selain itu, buruh/karyawan/pegawai di sektor lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan dan jasa memperoleh rata-rata upah/gaji sebulan lebih rendah yaitu sebesar 4,16 juta rupiah. Sementara itu, sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan memberikan rata-rata upah/gaji sebulan terendah, yaitu sebesar 1,39 juta rupiah.

Jika dilihat menurut jenis kelamin, terdapat kesenjangan upah antara buruh/karyawan/pegawai laki-laki dan perempuan, dimana secara umum laki-laki memperoleh rata-rata upah/gaji lebih tinggi daripada perempuan. Seperti pada Agustus 2017, buruh/karyawan/pegawai laki-laki memperoleh rata-rata upah/gaji sebulan sebesar 3,04 juta rupiah, sedangkan buruh/karyawan/pegawai perempuan memperoleh 2,25 juta rupiah sebulan. Terdapat kesenjangan rata-rata upah/gaji sekitar 790 ribu rupiah antara buruh/karyawan/pegawai laki-laki dan perempuan. Kesenjangan upah ini terjadi diantaranya karena perbedaan tingkat pendidikan dan jabatan dalam pekerjaan utama.

Gambar 8

Rata-Rata Upah/Gaji Sebulan Buruh/Karyawan/Pegawai menurut Lapangan Pekerjaan dan Jenis Kelamin (Juta Rupiah), Agustus 2017

6,38 4,16 3,38 2,78 2,54 1,96 1,65 1,49 1,39 2,76 6,67 4,63 3,70 3,23 2,56 1,92 1,79 1,46 1,29 3,04 1,52 2,79 2,82 2,32 1,83 2,67 1,48 1,84 2,22 2,25

Pertambangan Keuangan Listrik, Gas

dan Air KemasyarakatanJasa Konstruksi Transportasi Perdagangan PengolahanIndustri Pertanian Total

Total Laki-laki Perempuan

(10)

Menurut sektor dan jenis kelamin, rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai laki-laki tertinggi terdapat pada sektor pertambangan dan penggalian, yaitu sebesar 6,67 juta rupiah sebulan, sedangkan rata-rata upah/gaji buruh/karyawan/pegawai perempuan tertinggi terdapat pada sektor listrik, gas dan air yaitu sebesar 2,82 juta rupiah sebulan. Rata-rata upah/gaji terendah sebulan buruh/karyawan/pegawai laki-laki terdapat pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan, yaitu sebesar 1,29 juta rupiah. Sementara rata-rata upah/gaji terendah sebulan buruh/karyawan/pegawai perempuan terdapat pada sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi sebesar 1,48 juta rupiah.

Secara sektoral, rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai laki-laki sebulan cenderung lebih tinggi dibanding perempuan, kecuali pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi, serta sektor industri pengolahan dan juga sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan. Pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi, rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai laki-laki sebesar 1,92 juta rupiah, lebih rendah dibandingkan rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai perempuan yaitu sebesar 2,67 juta rupiah. Pada sektor industri pengolahan, rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/ pegawai laki-laki sebesar 1,46 juta rupiah, lebih rendah dibanding rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai perempuan yaitu sebesar 1,84 juta rupiah. Sedangkan pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan, rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai laki-laki sebesar 1,29 juta rupiah, lebih rendah dibanding rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan/pegawai perempuan yaitu sebesar 2,22 juta rupiah.

7.

Penjelasan Teknis

a. Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas.

b. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang bekerja (punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja) dan pengangguran.

c. Bukan Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatan utamanya sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi.

d. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan seseorang dengan maksud memperoleh

atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu yang lalu. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.

e. Penganggur adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi berharap mendapat pekerjaan, dan kegiatannya terdiri dari:

 Mencari pekerjaan.

 Mempersiapkan usaha.

 Tidak mencari pekerjaan karena alasan merasa tidak mungkin mendapatkan

pekerjaan (putus asa).

 Tidak mencari pekerjaan karena sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

(11)

f. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah rasio jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja.

g. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio jumlah penganggur terbuka terhadap jumlah angkatan kerja.

h. Penduduk yang bekerja pada sektor informal adalah penduduk bekerja yang berstatus berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga. Sedangkan penduduk yang bekerja pada sektor formal adalah penduduk berstatus berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar dan buruh/karyawan/ pegawai.

i. Pekerja penuh adalah penduduk yang bekerja dengan jam kerja 35 jam atau lebih dalam

seminggu, dan termasuk mereka yang kondisinya sementara tidak bekerja. Sedangkan pekerja tidak penuh adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, dan terdiri dari:

 Setengah Penganggur adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan

masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa).

 Pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu tetapi

tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).

j. Upah/gaji sebulan adalah imbalan/balas jasa yang diterima selama sebulan yang lalu dari pekerjaan utama oleh buruh/karyawan/pegawai, baik berupa uang maupun barang yang dibayarkan oleh perusahaan/kantor/majikan. Imbalan/balas jasa tersebut terdiri dari beberapa komponen yaitu gaji, tunjangan (yang sifatnya rutin), upah lembur, uang transportasi dan uang makan.

k. Buruh/karyawan/pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau

instansi/kantor/perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh/karyawan/pegawai yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan/pegawai, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan yang sama dalam sebulan terakhir. Khusus pada sector konstruksi batasannya tiga bulan. Apabila majikannya instansi/lembaga, boleh lebih dari satu.

(12)

Lampiran 1

Karakteristik Penduduk Bekerja, Agustus 2016 - Agustus 2017

Karakteristik Penduduk Bekerja Agustus 2016 Februari 2017 Agustus 2017

(1) (2) (3) (4)

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

<= SD 188,14 235,79 188,52 SMP 91,21 93,94 86,39 SMA Umum 131,89 107,16 111,66 SMA Kejuruan 23,45 25,90 26,31 Diploma I/II/III 17,57 10,11 14,42 Universitas 51,21 57,36 61,41

Lapangan Pekerjaan Utama

Pertanian 205,54 234,04 199,03

Pertambangan 13,95 15,91 14,44

Industri 44,53 36,18 34,06

Listrik Gas Air 3,42 0,22 0,86

Konstruksi 21,78 31,91 29,79

Perdagangan 71,98 78,12 63,90

Transportasi 33,08 28,69 29,47

Keuangan 4,75 5,09 10,18

Jasa Kemasyarakatan 104,46 100,11 106,99

Status Pekerjaan Utama

Berusaha sendiri 107,34 100,81 112,98

Berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak 97,42 111,94 83,92

Berusaha dibantu buruh tetap/dibayar 19,93 24,17 14,99

Buruh/karyawan/pegawai 161,19 156,05 170,95

Pekerja bebas di pertanian 16,10 9,34 17,00

Pekerja bebas di nonpertanian 12,60 11,94 16,43

Pekerja keluarga/tidak dibayar 88,86 116,02 72,45

Status Pekerjaan Formal/Informal

Formal 181,11 180,22 185,94

Informal 322,37 350,05 302,78

Jumlah Jam Kerja per Minggu

1-7 7,49 7,92 10,90

8-14 28,39 28,55 27,12

15-24 42,87 45,90 54,54

25-34 66,91 88,30 65,23

35 *) 357,82 359,61 330,93

Pekerja Penuh/Tidak Penuh

Pekerja Penuh (≥35 jam*)) 357,82 359,61 330,93

Pekerja Tidak Penuh (1-34 jam) 145,66 170,66 157,79

Setngah Penganggur 36,40 56,75 48,40

Pekerja Paruh Waktu 109,26 113,91 109,38

Jumlah 503,48 530,27 488,72

Keterangan : *) termasuk sementara tidak bekerja

Sumber : Diolah dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2016, Februari 2017, dan Agustus 2017

Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara

Jl. Stadion No. 65 Ternate 97712

Edi Waryono, Ssi., M.Kesos.

Kepala Bidang Statistik Sosial Email : [email protected]

Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh Undang-Undang, hak cipta melekat pada Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.

Referensi

Dokumen terkait

 Selama satu tahun terakhir (Agustus 2015-Agustus 2016), dari lima sektor besar, dua sektor mengalami penurunan jumlah tenaga kerja, yakni sektor pertanian,

Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2009, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2009 mengalami kenaikan di semua lapangan pekerjaan utama, kecuali Sektor

Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2014, jumlah penduduk yang bekerja mengalami penurunan pada beberapa sektor antara lain di Sektor keuangan sebanyak 3,4 ribu

Meskipun menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja, jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2013 jumlah penduduk yang bekerja di Sektor Pertanian

Dari seluruh penduduk bekerja pada Agustus 2017, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai (41,21 persen), diikuti status Berusaha Sendiri (25,63

Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016, terjadi kenaikan jumlah penduduk yang bekerja terutama di Sektor Jasa, Sektor Transportasi, Sektor Industri, Sektor

Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2015, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan hampir pada semua sektor yaitu pada Sektor Pertanian bertambah sekitar 90.917

Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami penurunan terutama di Sektor Pertanian sebesar 440 ribu orang (7,56 persen)