No. 11/02/72/Th. XVII. 5 Februari 2014
PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2013 yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 9,38 persen terhadap tahun 2012. Nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2013 mencapai Rp 22.979 miliar, sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp 21.008 miliar. Nilai PDRB Sulawesi Tengah pada tahun 2013 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 58.641 miliar, sedangkan pada tahun 2012 yang lalu mencapai Rp 51.106 miliar atau naik sebesar Rp 7.535 miliar.
Sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh 35,23 persen, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama dengan andil sebesar 2,33 persen.
Sektor pertanian tumbuh 5,57 persen, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kedua setelah sektor Pertambangan dan Penggalian dengan andil 2,11 persen.
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan IV-2013 tumbuh 4,18 persen dibandingkan triwulan III-2013 (q to q), dan jika dibandingkan triwulan IV/2012 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,28 persen.
Pada triwulan IV-2013 semua sektor mengalami pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan dengan triwulan III-2013 (q to q) Adapun pertumbuhan ekonomi tertinggi di triwulan IV-III-2013 adalah sektor pertambangan dan penggalian, tumbuh 15,84 persen.
Besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2013 mencapai Rp 15.799 miliar,sedangkan pada triwulan III-2013 mencapai Rp 14.854 miliar jadi selama triwulan IV-2013 besaran ekonomi mengalami peningkatan sebesar 1.024 miliar.
Dilihat menurut penggunaan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2013 didukung oleh sebagian besar komponen PDRB penggunaan kecuali perubahan inventori yang mengalami kontraksi 2,58 persen. Pertumbuhan tertinggi pada pembentukan modal tetap bruto 18,75 persen, diikuti komponen impor barang dan jasa sebesar 10,57 persen, konsumsi lembaga non profit 8,85 persen dan impor barang dan jasa 8,73 persen. Adapun konsumsi rumahtangga dan konsumsi pemerintah masing-masing tumbuh 7,45 dan 6,51 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2013 sebesar 9,38 persen bersumber dari konsumsi rumah tangga 4,07 persen,
pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 3,94 persen, ekspor barang dan jasa 1,46 persen, pengeluaran impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang 1,30 persen, konsumsi pemerintah 1,13 persen, konsumsi LNPRT 0,11 persen dan perubahan inventori minus 0,03persen.
Dilihat dari pola distribusi PDRB menurut penggunaan tahun 2012 tampak bahwa konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar yaitu sebesar 57,87 persen, kemudian pembentukan modal tetap bruto 21,67 persen, ekspor 18,05 persen, impor 17,58 persen dan konsumsi pemerintah 17,23 persen.
Pertumbuhan ekonomi menurut penggunaan triwulan IV/-2013 (q to q) 4,18 persen, tertinggi ditunjang oleh pertumbuhan pembentuan modal bruto sebesar 6,87 persen, dan menjadi penyumbang andil pertumbuhan kedua setelah konsumsi rumahtangga.
Pada tahun 2013 nilai PDRB per kapita telah mencapai Rp 21,05 juta (US$ 2.012,82), artinya naik sebesar 12,84 persen terhadap PDRB perkapita tahun sebelumnya.
10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 11/02/72/Th. XVI, 5 Februari 2014
I. Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2013
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2013 yang diukur dari persentase kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 meningkat sebesar 9,38 persen terhadap tahun 2012. Nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2013 mencapai Rp 22.979 miliar, sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp 21.008 miliar. Nilai PDRB Sulawesi Tengah pada tahun 2013 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 58.641 miliar, pada tahun 2012 yang lalu mencapai Rp 51.106 miliar atau naik sebesar Rp 7.535 miliar.
Tabel 1.
PDRB, Distribusi Dan Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha
PDRB Atas Dasar Harga
Berlaku (miliar Rupiah) Distribusi PDRB (persen) Atas Dasar Harga Konstan 2000 (miliar Rupiah) Pertum- buhan Ekonomi (persen) Sumber Pertum-buhan Ekonomi (persen) 2012* 2013** 2012* 2013** 2012* 2013** 2013** 2013** (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan,
Kehutanan dan Perikanan 18.376 20.256 35,96 34,54 7.979 8.424 5,57 2,11 2. Pertambangan dan Penggalian 3.696 4.965 7,23 8,47 1.390 1.880 35,23 2,33 3. Industri Pengolahan 3.364 3.721 6,58 6,35 1.222 1.283 4,96 0,29 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 335 387 0,66 0,66 146 160 9,68 0,07 5. Konstruksi 4.052 4.874 7,93 8,31 1.623 1.841 13,48 1,04 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 6.194 6.965 12,12 11,88 2.701 2.909 7,68 0,99 7. Pengangkutan dan Komunikasi 3.606 4.078 7,06 6,95 1.564 1.694 8,32 0,62 8. Keuangan, Real estat dan Jasa Persh. 2.419 3.053 4,73 5,21 1.002 1134 13,17 0,63 9. Jasa-jasa 9.063 10.343 17,73 17,64 3.380 3.655 8,11 1,31 PDRB 51.106 58.641 100,00 100,00 21.008 22.979 9,38 9,38 PDRB Tanpa Migas 50.076 57.734 97,98 98,45 20.707 22.719 9,72 Keterangan : *) angka sementara
**) angka sangat sementara
Tahun 2013 seluruh sektor ekonomi pembentuk PDRB mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai 35,23 persen, diikuti berturut-turut oleh sektor konstruksi 13,48 persen, sektor keuangan, real estat dan jasa
perusahaan 13,17 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 9,68 persen, sektor pengangkutan dan kominikasi 8,32 persen, sektor jasa-jasa 8,11 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 7,68 persen, serta sektor pertanian 5,57 persen, dan pertumbuhan ekonomi terendah yaitu sektor industri pengolahan 4,96 persen. Pertumbuhan ekonomi tanpa migas pada tahun 2013 mencapai 9,72 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Menarik untuk dicermati adalah besarnya sumber pertumbuhan ekonomi atau kontribusi masing-masing sektor dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2013. Sektor-sektor ekonomi yang nilai nominalnya besar serta sektor yang tumbuh tinggi menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan, walaupun pertumbuhan sektor relatif kecil dibanding sektor lainnya tetapi bila sektor itu mempunyai share yang besar maka sektor tersebut akan berkontribusi cukup besar pula. Sektor pertanian walaupun hanya tumbuh 5,57 persen tetapi tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kedua (setelah sektor Petambangan dan Penggalian) yaitu sebesar 2,11 persen. Demikian halnya dengan sektor yang tumbuh tinggi tetapi sumbangan relatif kecil, akan berkontrbusi yang besar pula terhadap pertumbuhan itu. Sumber pertumbuhan menurut sektor secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1.
Distribusi PDRB menurut sektor atas dasar harga berlaku menunjukkan peranan ekonomi dari tahun ke tahun. Tiga sektor utama yang mempunyai peranan besar yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa-jasa mempunyai peranan sebesar 64,06 persen tahun 2013, sedangkan sisanya sebesar 35,94 persen adalah peranan dari enam sektor lainnya.
Pada tahun 2013 terjadi perubahan peranan pada beberapa sektor ekonomi bila dibandingkan tahun 2012 masing-masing yaitu penurunan pada sektor pertanian dari 35,96 persen pada tahun 2012 menjadi 34,54 persen tahun 2013, sedangkan sektor pertambangan dan penggalian naik dari 7,23 menjadi 8,47 persen. Sementara itu, sektor konstruksi peranannya naik dari 7,93 persen tahun 2012 menjadi 8,31 persen tahun 2013, sektor perdagangan, restoran dan hotel sedikit turun dari 12,12 persen menjadi 11,88 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sedikit turun dari 7,06 persen menjadi 6,95 persen, dan sektor jasa-jasa juga turun dari 17,73 persen menjadi 17,64 persen. Selanjutnya jika dilihat secara total, peranan PDRB tanpa migas mengalami sedikit peningkatan yaitu 0,47 persen poin dari 97,98 persen pada tahun 2012 menjadi 98,45 persen pada tahun 2013.
Grafik 1
Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013 (persen)
0 5 10 15 20 25 30 35 40 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5,57 35,23 4,96 9,68 13,48 7,68 8,32 13,17 8,11 2,11 2,33 0,29 0,07 1,04 0,99 0,62 0,63 1,31 Pertumbuhan (persen) Sumber Pertumbuhan (persen)
10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 11/02/72/Th. XVI, 5 Februari 2014
II. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2013
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan IV-2013 tumbuh 4,18 persen dibandingkan triwulan III-2013 (q to q), dan jika dibandingkan triwulan IV-2012 (y on y) tumbuh sebesar 6,28 persen.
Pada triwulan IV-2013 semua sektor mengalami pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan triwulan III-2013 (q to q). Pertumbuhan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian 15,84 persen diikuti sektor konstruksi 6,39 persen, sektor pengangkutan dan telekomunikasi 5,39 persen, sektor keuangan real estate dan jasa perusahaan 4,89 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 4,34 persen, sektor pertanian sebesar 2,18 persen, sektor jasa-jasa 2,46 persen, sektor listrik gas dan air bersih 2,86 persen dan sektor industri 1,97 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2013 sebesar 4,18 persen masing-masing bersumber dari sektor pertanian 0,80 persen; pertambangan dan penggalian 1,41 persen; sektor industri 0,11 persen; listrik, gas dan air bersih 0,02 persen; konstruksi 0,50 persen; perdagangan hotel dan restoran 0,55 persen; pengangkutan dan komunikasi 0,39 persen; keuangan, real estat dan jasa perusahaan 0,24 persen; serta jasa-jasa 0,38 persen (Tabel 2).
Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian pada triwulan IV-2013 terhadap triwulan III/2013 (q to q) sebesar 2,18 persen dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,80 persen didukung oleh peningkatan produksi sub sektor tanaman bahan makanan dengan komoditas unggulan padi yang tumbuh sebesar 2,54 persen, dan subsekor perkebunan dengan komoditas unggulan coklat dan kelapa sawit tumbuh 2,02 persen, subsektor peternakan tumbuh 1,76 persen, subsektor kehutanan kontraksi 0,97 dan subsektor perikanan dengan komoditas unggulan perikanan tangkap dan rumput laut tumbuh 2,72 persen.
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2013 sektor jasa-jasa sebesar 2,46 persen menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,38 persen didukung oleh pertumbuhan sub sektor pemerintahan umum tumbuh 2,12 persen, subsektor jasa swasta tumbuh 3,28 persen, subsektor jasa sosial kemasyaraakatan tumbuh 5,65 persen, jasa hiburan dan rekreasi tumbuh 1,92 persen serta jasa perorangan dan rumahtangga tumbuh 2,52 persen.
Sektor pertambangan dan penggalian pada triwulan IV-2013 tumbuh 15,84 persen terhadap triwulan III-2013 menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 1,41 persen didukung oleh produksi pertambangan non migas berupa bijih nikel dan emas. Secara rinci tercatat pertumbuhan ekonomi subsektor pertambangan nonmigas mencapai 24,60 persen serta sub sektor penggalian 1,96 persen.
Tabel 2
Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Pertumbuhan Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV Tahun 2013 (Persen)
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha
Triw IV-2013 Terhadap Triw III-2013 (q to q) Triw IV- 2013 Terhadap Triw IV-2012 (y on y) Sumber Pertumbuhan Ekonomi Triw IV-2013 (q to q) Sumber Pertumbuhan Ekonomi Triw IV-2013 (y on y) (1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan
Perikanan 2,18 5,23 0,80 1,91
2. Pertambangan dan Penggalian 15,84 -13,10 1,41 -1,26
3. Industri Pengolahan 1,97 5,16 0,11 0,29
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 2,86 11,87 0,02 0,08
5. Konstruksi 6,39 14,26 0,50 1,11
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 4,34 12,34 0,55 1,50 7. Pengangkutan dan Komunikasi 5,39 8,16 0,39 0,60 8. Keuangan, Real Estat dan Jasa
Perusahaan 4,89 14,91 0,24 0,69
9. Jasa-jasa 2,46 8,67 0,38 1,36
PDRB 4,18 6,28 4,18 6,28
Tanpa Migas 4,15 6,47
Sektor industri pengolahan tumbuh 1,97 persen pada triwulan IV-2013 dengan sumber pertumbuhan ekonomi 0,11 persen. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau dan industri kertas dan barang cetakan serta industri pupuk kimia dan barang dari karet yang mengalami pertumbuhan masing-masing 5,32 persen, 6,72 persen dan 5,43 persen. Sub sektor lain mengalami kontraksi yang tidak begitu dalam pada kisaran dibawah satu persen.
10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 11/02/72/Th. XVI, 5 Februari 2014
III. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 Triwulan III – IV-2013
Pada triwulan IV-2013 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 15.799 miliar, sedangkan pada triwulan III-2013 mencapai Rp. 14.854 miliar jadi selama triwulan IV-2013 mengalami peningkatan Rp. 946 miliar. Sementara bila PDRB ini dinilai dengan harga pada tahun dasar 2000, maka pada triwulan ini mencapai Rp 5.910 miliar. Berdasarkan Tabel 3, PDRB menurut sektor ekonomi/lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2013 bila diurutkan mulai dari yang terbesar adalah sektor pertanian, sebesar Rp 5.366 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 2.819 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 1.890 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 1.379 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 1.289 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 1.108 miliar, sektor industri pengolahan Rp 996 miliar, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 848 miliar, serta sektor listrik-gas dan air bersih Rp 105 miliar.
Tabel 3.
PDRB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 Triwulan III dan IV-2013 (Miliar Rupiah)
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw III Triw IV Triw III Triw IV
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan 5.145 5.366 2.113 2.159
2. Pertambangan dan Penggalian 1.107 1.286 406 471
3. Industri Pengolahan 949 996 322 328
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 100 105 41 42
5. Konstruksi 1.268 1.379 472 502
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.786 1.890 738 771
7. Pengangkutan dan Komunikasi 1.038 1.108 426 449
8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 786 848 287 301
9. Jasa-jasa 2.673 2.819 934 957
PDRB 14.854 15.799 5.675 5.910
PDRB triwulan IV-2013 atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp. 5.980 miliar bila diurutkan dari yang terbesar yaitu sektor pertanian sebesar Rp 2.159 miliar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 957 miliar disusul oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 771 miliar, sektor konstruksi sebesar Rp 502 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 471 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 449 miliar, sektor
industri pengolahan Rp 328 miliar, sektor keuangan-real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 301 miliar, serta sektor listrik-gas dan air bersih Rp 42 miliar.
IV. PDRB Menurut Penggunaan Tahun 2013
Ditinjau dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2013 yang tercatat sebesar 9,38 persen didukung oleh sebagian besar komponen PDRB penggunaan kecuali komponen perubahan inventori yang terkontraksi sebesar 2,56 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pembentukan modal tetap bruto yaitu 18,75 persen, diikuti impor sebesar 10,57 persen, ekspor 8,73 persen, LNP 8,85 persen, serta konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah masing-masing sebesar 7,45 persen dan 6,51 persen.
Tabel 4
Nilai, Distribusi dan Pertumbuhan PDRB Menurut Penggunaan Tahun 2012 dan 2013 PDRB Komponen Penggunaan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah) Distribusi (Persen) PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah) Pertum- buhan (persen) Sumber Per- tumbuhan (Persen ) 2012* 2013** 2012* 2013** 2012* 2013** 2013** 2013** (1) (3) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Konsumsi Rumah Tangga 29.254 33.934 57,24 57,87 11.467 12.321 7,45 4,07 2. Lembaga Non Profit 794 877 1,55 1,49 267 291 8,85 0,11 3. Konsumsi Pemerintah 8.991 10.103 17,59 17,23 3.661 3.899 6,51 1,13 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 9.982 12.706 19,53 21,67 4.418 5.247 18,75 3,94 5. Perubahan Inventori 732 745 1,43 1,27 267 260 -2,56 -0,03 6. Ekspor 9.331 10.584 18,26 18,05 3.518 3.826 8,73 1,46 7. Dikurangi: Impor 7.978 10.307 15,61 17,58 2.591 2.865 10,57 1,30 PDRB 51.106 58.641 100,00 100,00 21.008 22.979 9,38 9,38 Keterangan : *) angka sementara
**) angka sangat sementara
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tahun 2013 sebesar 9,38 persen sebagian besar bersumber dari komponen konsumsi rumah tangga 4,07 persen dan selanjutnya diikuti oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 3,94 persen, ekspor barang dan jasa 1,46 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 1,13 persen dan impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang sebesar 1,30 persen serta
10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 11/02/72/Th. XVI, 5 Februari 2014
bersumber dari perubahan inventori sebesar -0,03 persen, dan komponen lembaga non profit memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,11 persen.
Grafik 2
Pertumbuhan Ekonomi dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Penggunaan Tahun 2013 (persen)
Nilai PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2013 menurut penggunaan sebesar Rp 58.641 miliar, sebagian besar untuk konsumsi rumah tangga yaitu sebesar Rp 33.934 miliar. Komponen penggunaan lainnya meliputi lembaga non profit sebesar Rp. 877 miliar, konsumsi pemerintah sebesar Rp 10.103 miliar, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar Rp 12.706 miliar, perubahan inventori 745 miliar, transaksi ekspor sebesar Rp 10.584 miliar dan impor sebesar Rp 10.307 miliar.
Dilihat dari pola distribusi PDRB penggunaan tahun 2013, tampak bahwa konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar dalam penggunaan PDRB Sulawesi Tengah yaitu sebesar 57,87 persen, kemudian pembentukan modal tetap bruto 21,67 persen, ekspor 18,05 persen, konsumsi pemerintah 17,23 persen, ekspor 18,05 persen dan impor 17,58 persen. Sedangkan sumbangan konsumsi lembaga non profit dan perubahan inventori relative kecil masing-masing 1,49 dan 1,27 persen.
-5 0 5 10 15 20 Konsumsi RT Konsumsi LNPRT Konsumsi Pemerintah PMTB Prubahan Inventori Ekspor Impor 7,45 8,85 6,51 18,75 -2,56 8,73 10,57 4,07 0,11 1,13 3,94 -0,03 1,46 1,3 Pertumbuhan (persen)
V. Pertumbuhan Ekonomi Menurut Penggunaan Triwulan IV-2013
Pertumbuhan masing-masing komponen penggunaan pada triwulan IV terhadap triwulan III tahun 2013 (q to q) yang tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 6,87 persen dengan sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 1,59 persen sekaligus merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi. Konsumsi pemerintah merupakan komponen penggunaan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua yaitu sebesar 5,95 persen dengan sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 1,01 persen. Tingginya pertumbuhan komponen pembentukan modal tetap bruto disebabkan oleh peningkatan berbagai infrastruktur terutama pada triwulan IV-2013 sebagai konsekuensi dari capaian target tahunan yang sempat melambat pada triwulan III-2013.
Dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya (y on y), tingkat pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada komponen PMTB yang mencapai 17,61 persen dengan sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 3,77 persen diikuti oleh komponen impor dengan pertumbuhan sebesar 15,71 persen dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,86 persen. Komponen ekspor dan perubahan inventori adalah komponen penggunnan yang mengalami kontraksi yaitu masing-masing minus 5,16 persen dan minus 5,05 persen.
Tabel 5
Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDRB Triwulan IV-2013 Menurut Penggunaan (Persen) Komponen Penggunaan Triw IV-2013 Terhadap Triw III-2013 (q to q) Triw IV-2013 Terhadap Triw IV-2012 (y on y) Sumber Pertumbuhan Triw IV-2013 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw IV-2013 (y on y) (1) (2) (3) (4) (5)
1. Konsumsi Rumah Tangga 2,53 7,25 1,38 3,86
2. Konsumsi Lembaga Non Profit 3,92 11,20 0,05 0,14 3. Konsumsi Pemerintah 5,95 8,12 1,01 1,37 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 6,87 17,61 1,59 3,77
5. Perubahan Inventori 0,25 -5,05 0,00 -0,06
6. Ekspor 4,48 -5,16 0,72 -0,93
7. Dikurangi Impor 4,32 15,71 0,56 1,86
10 Berita Resmi Statistik Provinsi Sulawesi Tengah No. 11/02/72/Th. XVI, 5 Februari 2014
VI. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita
PDRB per kapita merupakan gambaran nilai tambah bruto yang dihasilkan masing-masing penduduk karena adanya aktivitas ekonomi. PDRB per kapita dihitung berdasarkan besaran PDRB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.
Akibat meningkatnya aktivitas ekonomi riil yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi 9,38 persen berpengaruh terhadap PDRB perkapita Sulawesi Tengah, sementara penduduk pertengahan tahun hanya tumbuh sebesar 1,69 persen yang berarti ada kenaikan riil sebesar 7,69 persen poin.
Pada tahun 2013 nilai PDRB perkapita telah mencapai Rp 21,05 juta (US$ 2.012,82) dengan peningkatan sebesar 12,84 persen dibandingkan dengan PDRB per-kapita tahun 2012 sebesar Rp. 18,66 juta (US$ 1.994,66).
Tabel 6
PDRB Per Kapita Sulawesi Tengah Tahun 2012 dan 2013
URAIAN 2012* 2013**
(1) (2) (3)
PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku
- Nilai (juta rupiah) 18,66 21,05
- Peningkatan (persen) 13,37 12,84
- Nilai (US$) 1.994,66 2.012,82
Keterangan : *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara
Catatan : US $ 1 = Rp 9.354,22 Tahun 2012 US $ 1 = Rp 10.459,09 Tahun 2013
BPS PROVINSI SULAWESI TENGAH
Informasi lebih lanjut hubungi:Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulawesi Tengah
Telopon: (0451)-(483611-483612) E-mail: [email protected]