LAMPIRAN 1
SILABUS
SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Satuan Pendidikan : SMP
Kelas : VII
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 ;
:
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
4.2 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana. Aritmetika Sosial Nilai Suatu Barang Harga Penjualan Harga Pembelian Untung Rugi Diskon, Pajak, Mengamati
Mengamati peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan
penggunaan konsep aljabar dalam masalah aritmatika sosial, seperti proses transaksi jual beli dalam perdagangan disebuah kantin sekolah, bentuk lembah gunung, reproduksi makhluk hidup dsb.
Tugas Tugas terstruktur: mengerjakan latihan soal-soal berkaitan dengan aritmatika sosial sederhana Tugas mandiri tidak terstruktur: mencari informasi
10 JP Buku teks matematika
Kelas 7 Kemdikbud, Peristiwa sehari-hari, lingkungan.
Uang mainan, barang di sekolah
Bruto, Tara, dan Netto Bunga Tunggal
Menanya
Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya bagaimana aktifitas sehari-hari yang
melibatkan penggunaan bilngan, besaran-besaran yang nilai dipengaruhi oleh besaran lain, misal:harga dan kualitas barang, kecepatan dan waktu tempuh, dsb.
Siswa termotivasi untuk
mempertanyakan apakah berbagai kejadian sehari-hari dapat
dimodelkan dengan rumus tertentu, dsb.
Mengeksplorasi
Membahas, mendiskusikan dan menjelaskan peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi atau bentuk aljabar
Menyatakan suatu bentuk aljabar ke dalam bahasa verbal sehari-hari dan memberikan contoh-contoh peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi tersebut
Mendeskripsikan dan mengidentifikasi variable, koefisien, konstata dan derajat dari ekpresi aljabar
Mendiskusikan, membahas, mengidentifikasi dan sejarah seputar perdagangan Observasi Mengamati ketelitian, rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas, menyimak penjelasan atau presentasi siswa Portofolio Mengumpulkan bahan dan literatur berkaitan dengan aritmatika sosial kemudian disusun, didiskusikan dan direfleksikan Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan konsep aljabar yang diterapkan dalam masalah aritmatika social sederhana Menilai keterampilan menyelesaikan suatu permasalahan yang melibatkan konsep aljabar
mendeskripsikan masalah sederhana aritmetika social (seperi berbagai bentuk transaksi jual beli, pendapatan dan belanja di keluarga atau lembaga, simpan pinjam, bunga kredit, deposito, tabungan, dsb) serta menyatakan bentuk aljabarnya ke dalam berbagai bentuk penyajian. Melakukan pengamatan kegiatan
perdagangan di pasar, warung, kantin sekolah, kemudian membuatkan model matematikanya
melakukan pendataan melalui wawancara antar anggota sekolah mengenai pengalaman transaksi ekonomi (nama barang, harga beli, harga jual), kemudian mengolah data (untung/rugi) dan mempresentasikannya serta menyimpulkan bersama apa yang dimaksud pengertian harga jual, beli, untung dan rugi.
Menimbang barang/makanan kemasan yang berisi netto (dalam gram) dengan neraca ohauss dan membuat tabel yang berisi nilai berat hasil timbangan(brutto), berat pada kemasan(netto), dan menghitung selisihnya.
Menjelaskan, merumuskan model matematika, memilih dan
menerapkan strategi melalui manipulasi alajabar untuk
menyelesaikan masalah aritmetika social sederhana (seperti masalah harga produksi, jual, beli, untung, dan rugi, masalah berat neto, bruto, dan tara
Mengasosiasi
Menganalisis penerapan konsep aljabar yang terkait dalam aritmatika social sederhana Merumuskan suatu permasalahan
aritmatika social sederhana dengan menggunakan model matematika
Mengomunikasikan
- Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan
penerapan konsep aljabar dalam menyelesaikan suatu
permasalahan aritmatika
sederhana yang dikuasai, contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas, sederhana, dan sistematis - Memberikan tanggapan hasil
presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi,
memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya
LAMPIRAN 2
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PLAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah
: SMPN 13 KUPANG
Mata Pelajaran
: Matematika
Klas / Semester
: VII / Ganjil
Tahun Pelajaran
: 2016 / 2017
Topik
: Aritmatika Sosial
Alokasi Waktu
: 8 JP ( 40 Menit )
Jumlah pertemuan seluruhnya : 3 pertemuan
A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong)
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural), berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni terkait fenomena dan kejadian
kasat mata
4. Mencoba, mengolah dan menyaji, dalam ranah kongkrit ( menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar dan mengarang ) sesuai yang dipelajari disatuan
pendidikan dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang atau teori.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian
3.11 Menganalisis aritmetika sosial
(penjualan, pembelian, potongan,
keuntungan, kerugian, bunga tunggal,
persentase, bruto, neto, tara)
4.11 Menyelesaikan masalah berkaitan
dengan aritmetika sosial (penjualan,
pembelian, potongan, keuntungan,
kerugian, bunga tunggal, persentase,
bruto, neto, tara)
3.11.1 Menghitung harga penjualan, harga
pembelian, untung atau rugi.
3.11.2 Menentukan persentase untung, atau
persentase rugi.
3.11. Mempresentasikan contoh
penggunaan bunga tunggal dalam
kehidupan sehari-hari
4.11.1 Menyelesaikan masalah sehari-hari
yang berkaitan dengan harga
penjualan, harga pembelian, untung,
rugi, bunga tumggal, bruto, tara, dan
neto
C. Materi Pembelajaran
Aritmatika sosial
D. Metode Pendekatan
Pendekatan Pembelajaran
: Saintifik
Metode
: Diskusi dan Presentasi
E. SUMBER DAN MEDIA
1. Sumber :
As’ari, Abdur, Rahman, dkk.2014. Matematika SMP / MTs Kelas VII. Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Puskur dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud
2. Media :
Lembaran Kerja Siswa
3. Alat :
Whiteboard , Penghapus, Spidol, Penggaris
F. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 ( 2 JP )
Topik
: Aritmetika Sosial
Sub Topik : Memahami Keuntungan dan Kerugian
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan
1. Guru memberi salam, menanyakan kabar peserta didik,
mengajak peserta didik berdoa , dan mengecek kehadiran dan
kesiapan belajar siswa
2. Guru mengkomunikasikan KD dan IPK yang diharapkan dapat
dicapai siswa setelah pembelajaran
3. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
4. Siswa mendengarkan dan menanggapi tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru
5. Guru mengecek kembali pemahaman siswa tentang untung dan
rugi yg berkaitan dalam kehidupan sehari-hari
8 menit
Kegiatan Inti
Mengamati
siswa secara individu melakukan kegiatan pada “ Ayo Kita
Amati “ memahami bagaimana persoalan untung dan rugi
dalam soal cerita tersebut ( halaman 67 dan 68) menuliskan
hal yang belum dipahami
Menanya
siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan terkait hal – hal
yang diamati atau dicermati dalam contoh masalah halaman
67 dan 68
Guru menjadi fasilitator ( siswa diarahkan melakukan
kegiatan “ Ayo kita menggali informasi dan guru
menjelaskan tentang presentasi keuuntungan ) dan siswa
dtuntun untuk memahami contoh soal 6.1 – 6.4 serta
alternative penyelesaiannya halaman 69 – 73
Mengeksplorasi
siswa dikelompokan ( 3 – 4 ) untuk berdiskusi dan
menyelesaikan soal dalam LKS (diambil dari buku siswa
halaman 75 pada kegiatan “ ayo kita berlatih‘’ ) Guru sebagai
fasilitator
Menalar
siswa menganalisis dan menghubungkan data atau contoh –
contoh yang diperoleh untuk menyelesaikan soal dalam LKS
didalam kelompok masing – masing (guru menjadi
fasilitator)
Penutup
1. Siswa dibimbing untuk membuat rangkuman
2. Siswa didik melakukan refleksi
3. Siswa didik mencatat tugas halaman 76 kegiatan ‘’ayo kita
berlatih’’
4. Berdoa mengakhiri kegiatan pembelajaran
Pertemuan 2 (3 JP )
Topik
: Aritmatika Sosial
Sub Topik
: Menentukan Bunga Tunggal
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan
1. Guru memberi salam, menanyakan kabar peserta didik,
mengajak peserta didik berdoa , dan mengecek kehadiran dan
kesiapan belajar peserta didik.
2. Bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit.
3. Guru mengkomunikasikan KD dan IPK yang diharapkan dapat
dicapai peserta didik setelah pembelajaran
4. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
5. Siswa mendengarkan dan menanggapi tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru
6. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang cara belajar yang
akan ditempuh dalam proses pembelajaran
12 menit
Kegiatan Inti
Mengamati
Siswa secara individu memahami dan mengamati kasus 1 dan
kasus 2 pada kegiatan “ Ayo Kita Amati “ halaman77 dan 78
yang berkaitan dengan menentukan bunga tunggal
Menanya
Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang
bagaimana cara menentukan bunga tunggal?
Guru sebagai fasilitator (peserta didik diarahkan
melakukan kegiatan ‘’ayo kita menggali informasi ‘’ dan
siswa diarahkan untuk memahami bagaimana menentukan
bunga tunggal halaman 81 dan 82)
Mengeksplorasi
Siswa dikelompokan ( 3 – 4 ) untuk berdiskusi dan
menyelesaikan soal dalam LKS (diambil dalam buku siswa
halaman 83 pada kegiatan “ ayo kita menalar “)
guru sebagai fasilitator
Menalar
Siswa menganalisis dan menghubungkan data atau contoh –
contoh yang diperoleh untuk menyelesaikan soal dalam LKS
didalam kelompok masing – masing (guru menjadi fasilitator)
Mengkomunikasikan
Setelah berdiskusi siswa diminta untuk mempresentasikan hasil
jawabannya di depan dan kelompok lain menanggapi
Guru sebagai fasilitator
Pertemuan 3 ( 3 JP )
Topik
: Aritmatika Sosial
Sub Topik
: Bruto, Neto, dan Tara
Penutup
1. Siswa dibimbing untuk membuat rangkuman
2. Siswa melakukan refleksi
3. Siswa mengerjakan tes secara individu
4. Siswa mencatat tugas halaman 83 – 85 kegiatan ‘’ayo kita
berlatih’’
5. Berdoa mengakhiri kegiatan pembelajaran
18 menit
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan
1. Guru memberi salam, menanyakan kabar siswa, mengajak
peserta siswa, dan mengecek kehadiran dan kesiapan belajar
siswa
2. Membahas PR yang dianggap sulit.
3. Guru mengkomunikasikan KD dan IPK yang diharapkan dapat
dicapai siswa setelah pembelajaran
4. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
5. Siswa mendengarkan dan menanggapi tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru
6. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang cara belajar yang
akan ditempuh dalam proses pembelajaran
12menit
Kegiatan Inti
Mengamati
Siswa secara individu mengamati dan memahami definisi
tentang bruto, neto dan tara dalam buku siswa halaman 87
Menanya
Siswa diminta untuk menanyakan hal – hal yang berkaitan
dengan bruto, neto dan tara yang belum di pahami
Guru sebagai fasilitator
G. Penilaian
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL LEMBAR OBSERVASI
Kelas/Semester
:…
TahunPelajaran
: ...
Butir Nilai
:Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa
Indikator Sikap
:
1. Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan setiap perbuatan
2. Menerima semua pemberian dan keputusan Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas
3. Memberi salam pada saat awal dan akhir pembelajaran.
No Nama Peserta
Didik
Skor
Indikator
Sikap
Spiritual (1 – 4)
Jumlah
skor
Nilai
Ind. 1
Ind. 2
Ind. 3
1
2
3
Dst.
Mengeksplorasi
Siswa diminta untuk mendiskusikan kasus dalam kegiatan ‘’
ayo kita menggali informasi ‘’ dengan teman sebangkunya
Guru sebagai fasilitator
Menalar
Setelah siswa mendiskusikansiswa diminta untuk mengerjakan
soal dalam LKS( diambil dari buku siswa halaman 89- 91
kegiatan ( ‘’ ayo kita menalar ‘’ dan ‘’ ayo kita berlatih’’)
Guru sebagai fasilitator
Mengkomunikasi
Setelah menyelesaikan soal salah seorang siswa ( perwakilan
kelompok ) menyajikan hasil pekerjaan dan kelompok lain
menanggapi. (Guru sebagai fasilitator)
Mencipta
Siswa menyelesaikan soal dengan caranya sendiri atau
menciptakan cara kerja baru
LAMPIRAN 3
KISI-KISI SOAL
KISI-KISI
Nama Sekolah
: SMP Negeri 9Kota Kupang
Mata Pelajaran
: Matematika
Alokasi Waktu
: 90 Menit
Kelas/Semester
: VII/I
Standar Kompetensi : Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan
dalam pemecahan masalah
Kompetensi
Dasar
Indikator pencapaian
kompetensi
Materi
Pokok
Bentuk
Soal
No.
Soal
Butir Soal
Kunci
Jawaban
Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmetika sosial sederhana. 1.Menentukan besar
untung dan rugi
dari harga
pembelian atau
harga penjualan
Aritmatika
sosial
Uraian
1.
Seorang pedagang
mengeluarkan uang sebesar
Rp1.500.000 untuk
menjalankan usahanya. Jika
pada hari itu dia mendapatkan
keuntungan sebesar 10%.
Tentukan besarnya
pendapatan yang didapatkan
pedagang tersebut?
Diketahui:
Modal awal = Rp. 1.500.000
Keuntungan = 10%
Ditanya:
Besar pendapatan yang di peroleh?
Jawab :
Modal awal =Rp. 1.500.000
Untung 10% =
10010× 𝑅𝑝. 1.500.000
=
1 10× 𝑅𝑝. 1.500.000
= Rp. 150.000
Besar pendapatan = modal awal + untung
= Rp. 1.500.000 + Rp. 150.000
= Rp. 1.650.000
2. Menentukan
prosentasi untung
atau rugi
2.
Pak Bernad membeli mobil
dengan harga Rp160.000.000.
Setelah 6 bulan dipakai, Pak
Bernad menjual mobil
tersebut dengan harga
Rp140.000.000. Tentukan
prosentase kerugian yang
ditanggung oleh Pak Bernad?
Diketahi:
Harga beli = Rp.160.000.000
Harga jual = Rp 140.000.000
Ditanya:
Prosentase rugi?
Jawab:
Rugi = harga beli – harga jual
= Rp.160.000.000 – Rp. 140.000.000
= Rp. 20.000.000
Prosentase rugi =
ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑟𝑢𝑔𝑖× 100%
=
𝑅𝑝.160.000.000𝑅𝑝.20.000.000× 100%
=
18× 100%
= 12.5%
3. Menentukan rabat
(diskon) bruto,
netto dan tara
3.
Mekos membeli 5 karung beras dengan berat kotor masing-masing 50 kg dan tara 1%. Jika harga setiap kg beras Rp. 10.000 . Tentukan banyaknya uang yang harus di bayar Mekos?Diketahui:
Berat kotor 1 karung beras = 50 kg
Tara = 1%
Harga per kg beras = Rp. 10.000
Ditanya:
Banyaknya uang yang harus dibayar?
Jawab:
Bruto 5 karung beras = 5 x 50 kg = 250 kg
Tara 1% =
1001× 250𝑘𝑔
= 2,5 kg
Neto = bruto – tara
= 250 kg – 2,5 kg
= 247,5 kg
Harga bersih = neto x harga per kg beras
= 247,5 x Rp. 10.000
= Rp. 2.475.000
4. Menentukan
bunga tunggal dan
pajak
4.
Desy menyimpan uang di bank dengan bunga 20% per tahun. Setelah 4 tahun uang Desy menjadi Rp. 800.000. Tentukan besar uang awal yang ditabunng Desy?Diketahui:
Suku bunga (b) = 20%
Bunga Tunggal (BT) = Rp. 800.000
Jangka waktu (b) = 4 tahun
Ditanya:
Besar uang awal yang di tabung?
Jawab:
𝑀 =
100 × 𝐵𝑇
𝑏 × 𝑛
=
100 × 𝑅𝑝. 800.000
20 × 4
=
𝑅𝑝. 80.000.000
80
= Rp. 1.000.000
LAMPIRAN 4
BAHAN AJAR
Bahan Ajar
Memahami Keuntungan dan KerugianDalam kegiatan ekonomi masyarakat, uang berfungsi sebagai alat pembayaran transaksi yang sah. Dalam proses jual beli, seorang pedagang akan mengalami keuntungan, kerugian, maupun impas. Kriteria penentuan untung, rugi, dan impas dilihat dari harga beli dan harga jual.
Bila harga beli < harga jual, maka pedagang akan memperoleh keuntungan. Bila harga beli = harga jual, maka pedagang akan mengalami impas. Bila harga beli > harga jual, maka pedagang akan menderita kerugian.
Penentuan besarnya keuntungan ataupun besarnya kerugian dalam perdagangan ditentukan oleh rumusan berikut ini :
Besar keuntungan(U) = harga jual(J) – harga beli(B) atau U = J – B dengan B < J Besar kerugian(R) = harga beli(B) – harga jual(J) atau R = B – J dengan B > J
Berdasarkan rumus: U = J – B dan R = B – J dapat ditentukan rumus-rumus yang lain: U = J – B R = B – J
J = U + B dan B = J + R B = J – U J = B – R
Contoh:
Pak Andi Tukang Bubur Ayam
Pak andi seorang penjual bubur ayam di daerah Jakarta. Seperti biasa, setiap pagi Pak Andi pergi ke pasar untuk berbelanja bahan pokok untuk membuat bubur ayam. Untuk membeli bahan pokok bubur tersebut, Pak Andi menghabiskan uang Rp 1.000.000,00. Dengan bahan baku tersebut Pak Subur mampu membuat sekitar 130 porsi bubur ayam dan dijual dengan harga Rp 10.000,00 per porsi. Pada hari itu Pak Andi mampu menjual 110 porsi bubur ayam.
Pak Budi Tukang Bakso
Pak Budi seorang penjual bakso di Kupang. Setiap hari Pak Budi menghabiskan Rp 800.000,00 untuk berbelanja bahan baku untuk membuat bakso. Dengan bahan baku tersebut Pak Budi mampu membuat rata-rata 120 porsi dengan harga Rp 8.000,00 per porsi. Pada hari itu terjadi hujan di tempat Pak Budi biasa berjualan, sehingga bakso yang laku terjual hanya 90 porsi.
Pak Dedi Tukang Sate
Pak Dedi seorang penjual sate di kuanino. Setiap hari Pak Dedi menghabiskan Rp700.000,00 rupiah untuk berbelanja bahan baku untuk membuat sate. Dengan bahan baku tersebut Pak Dedi mampu membuat
rata-rata 100 porsi dengan harga Rp10.000,00 per porsi. Pada hari itu terjadi hujan di tempat Pak dedi biasa berjualan, sehingga sate yang laku terjual hanya 70 porsi.
Dari ketiga aktivitas jual beli di atas mari kita cermati satu persatu.
1. Pada cerita Pak Andi Tukang Bubur Ayam besar modal yang dikeluarkan sebesar Rp1.000.000,00. Sedangkan pemasukan yang didapatkan dari hasil berjualan adalah Rp1.100.000,00 (didapat dari 10.000 × 110. Jika kita kurangkan pengeluaran terhadap pemasukan maka didapatkan 1.100.000 − 1.000.000 = 100.000
Dengan kata lain, Pak Andi mendapatkan keuntungan sebesar Rp100.000,00 dari berjualan bubur ayam pada hari itu.
2. Pada cerita Pak Budi Tukang Bakso besar modal yang dikeluarkan adalah Rp800.000,00. Sedangkan pemasukan yang didapatkan dari hasil berjualan adalah 720.000 rupiah (didapat dari 8.000 × 90. Jika kita kurangkan pengeluaran terhadap pemasukan maka didapatkan 720.000 − 800.000 = − 80.000
Dengan kata lain, Pak Budi mengalami kerugian sebesar Rp80.000,00 dari berjualan bubur ayam pada hari itu.
3. Pada cerita Pak Dedi Tukang Sate besar modal yang dikeluarkan adalah Rp700.000,00. Sedangkan pemasukan yang didapatkan dari hasil berjualan adalah Rp700.000,00 (didapat dari 10.000 × 70. Jika kita kurangkan pengeluaran terhadap pemasukan maka didapatkan 700.000 −700.000 = 0
Pada kasus ini Pak Dedi tidak mendapatkan untung maupun rugi. Dengan kata lain Pak Sarto pada hari itu
impas atau balik modal.
Pengertian Persen
Suatu pecahan biasa atau pecahan desimal dapat dinyatakan dalam persen dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan 100 %. Persen adalah pecahan dengan penyebut 100. x % jika dinyatakan dalam pecahan biasa ditulis
100
x
dengan x bilangan nyata (Real).
Contoh :
Tentukan nilai; a. 10% dari 40 b. 37,5 % dari 15,4
Jawab:
a.10% dari 40 adalah 10010 × 40 = 1
10× 40 = 40 10= 4 b.37,5 % dari 70 adalah 26,25 100 70 5 , 37 70 100 5 , 37
Menentukan Persentase Untung dan Rugi terhadap Harga Pembelian
Penentuan persentase untung dan rugi selalu dihitung dari harga beli, kecuali ada keterangan lain. Presentase untung dari harga beli = 𝑘𝑒𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎𝑏𝑒𝑙𝑖 × 100%
atau dengan J B B B J U 100%, %
Presentase rugi dari harga beli = ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎𝑏𝑒𝑙𝑖𝑘𝑒𝑟𝑢𝑔𝑖𝑎𝑛 × 100%
Atau dengan J B B J B R 100%, % Contoh:
Pak Dedi membeli suatu motor bekas dengan harga Rp4.000.000,00. Dalam waktu satu minggu motor tersebut dijual kembali dengan harga Rp4.200.000,00. Tentukan persentase keuntungan Pak Dedi.
Penyelesaian
Sebelum menentukan persentase keuntungan, kita menentukan keuntungan (U) yang diperoleh Pak Dedi lebih dulu.
i) U = HJ – HB = 4.200.000 − 4.000.000 = 200.000 ii) PU = 𝐻𝐵𝑈 × 100% = 4.000.000200.000 × 100% = 5%
Jadi, persentase keuntungan yang diperoleh Pak Dedi adalah 5%. Menghitung Harga Jual
Untuk menghitung harga jual (J) jika diketahui harga beli (B) dan persentase keuntungan (%U) atau persentase kerugian (%R) dapat digunakan rumus:
Pedagang dalam kondisi untung
100
U B B J
Pedagang dalam kondisi rugi
100
R B B J
Menghitung Harga Beli
Pedagang dalam kondisi untung Dalam kondisi untung: B =
U J
100 100
pedagang dalam kondisi rugi Dalam kondisi rugi B =
R j 100 100 Contoh:
1.Sebuah lemari dibeli dengan harga Rp350.000,00. Lima bulan kemudian lemari itu dijual. Tentukan harga jualnya apabila:
a. dikehendaki memperoleh keuntungan 15% b. penjual menderita kerugian 25%
Jawab: Diketahui:
Harga beli (B) = Rp.350.000,00 a. Harga jual (J) dengan keuntungan
untung (U) = 15 % atau U = 15 maka, 100 U B B J = Rp.350.000,00 + 100 15 00 , 000 . 350 . Rp = Rp.350.000,00 + Rp.3.500,00 x 15 = Rp.350.000,00 + Rp.52.500,00 = Rp.402.500,00
Jadi harga jual sebuah lemari dengan keuntungan 15 % adalah Rp.402.500,00 b. Harga jual (J) dengan kerugian
Rugi (R) = 25 % atau R = 25 Maka, 100 R B B J 100 25 00 , 000 . 350 . 00 , 000 . 350 . Rp Rp = Rp.350.000,00 – Rp.3.500,00 x 25 = Rp.350.000,00 – Rp.87.500,00
= Rp.262.500,00
Jadi harga jual sebuah lemari dengan kerugian 25 % adalah Rp.262.500,00 Menentukan Bunga Tunggal
Bungah Tunggal dan Pajak
1. Bunga Tunggal (BT)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung bunga tunggal: o Uang yang dipinjamkan di sebut modal dan disimbolkan dengan M.
o Uang tambahan yang dibayarkan untuk penggunaan yang lainnya (modal) disebut bunga dan disimbolkan dengan b.
Rumus yang sering digunakan untuk menuliskan hungan antara modal (M), suku bunga = b %, jangka waktu = n tahun, dan bunga tunggal (BT), dinyatakan sebagai berikut:
(i) BT = 100 n b M (iii). b = n M BT 100 (ii) M = n b BT 100 (iv). n = n M BT 100
Rumusan diatas bila dihubungkan dengan modal baru (Mn), diperoleh: Mn = M + BT
Dan dapat ditulis sebagai berikut: M = M +
100 n b M atau M = 100 M [ b x n + 100] 2. Pajak
Perhitungan pajak(P) dapat dilakukan seperti menghitung persentase dari nilai keseluruhan. Agar lebih jelas mari kita lihat contoh berikut;
Contoh:
1. Ali menabung di kopersi Rp.2.400.000,00 dengan bunga 12,5% per tahun. Setelah 9 bulan uangnya diambil dan digunakan untuk membeli barang di koperasi seharga Rp.500.000,00. karena membayar tunai, Ali mendapat diskon 5%. Tentukan sisa uang tabungan Ali di koperasi tersebut!
Jawab:
Bunga setelah 9 bulan = 12,5% .2.400.000,00 12
9
Rp
= Rp.225.000,00
Uang Ali setelah 9 bulan = Rp.2.400.000,00 + Rp.225.000,00 =Rp.2.625.000,00 Diskon 5% maka 5% x Rp.500.000,00 = Rp.25.000,00
Harga setelah diskon = Rp.500.000,00 – Rp.25.000,00 =Rp.475.000,00 Sisa uang Ali = Rp.2.625.000,00 – Rp.475.000,00 = Rp.2.150.000,00 Jadi sisa uang Ali di koperasi adalah Rp.2.150.000,00
2. Pak Sadli menyimpan uang di bank sebesar Rp.2.000.000,00 dengan suku bunga15% dengan bunga tunggal. Tentukan besar bunga yang diperoleh Pak Sadli pada akhir tahun kedua!
Jawab:
Diketahui: M = Rp.2.000.000,00 dan P = 15, maka bunga pada akhir tahun kedua B24, yaitu H = 2 x 360 = 2 tahun, sehingga: B24 = 30 .20.000,00 .600.000,00 100 360 00 , 000 . 000 . 2 . 15 360 2 Rp Rp Rp .
Jadi besar bunga yang diterima Pak Sadli pada akhir tahun kedua adalah Rp.600.000,00 Bruto, Tara, dan Neto
Istilah Neto diartikan sebagai berat dari suatu benda tanpa pembungkus benda tersebut. Neto juga dikenal dengan istilah berat bersih. Misal dalam bungkus suatu snack tertuliskan neto 300 gram. Ini bermakna bahwa berat snack tersebut tanpa plastik pembungkusnya adalah 300 gram.
Istilah Bruto diartikan sebagai berat dari suatu benda bersama pembungkusnya. Bruto juga dikenal dengan istilah berat kotor. Misal, dalam suatu kemasan snack tertuliskan bruto adalah 350 gram. Ini berarti bahwa berat snack dengan pembungkusnya adalah 350 gram
Istilah Tara diartikan sebagai selisih antara bruto dengan neto. Misal diketahui pada bungus snack tertuliskan bruto tertuliskan 350 gram, sedangkan netonya adalah 300 gram. Ini berarti bahwa taranya adalah 50 gram. Atau secara sederhana berat pembungkus dari snack tersebut tanpa isinya.
. Hubungan dari ketiganya dapat dituliskan sebagai berikut. Bruto = Neto + Tara
Tara = Bruto – Neto Neto = Bruto – Tara Tara < Neto < Bruto Persentase Neto dan Tara
Misal diketahui Neto = N, Tara = T, dan Bruto = B Persentase Neto=%N, Persentase Tara = %T
Persentase neto dapat dirumuskan %𝑁 =𝑁
𝐵× 100% Persentase tara dapat dirumuskan
%𝑇 =𝑇
𝐵× 100%
Contoh:
1. Seorang pedagang membeli 2 karung beras seharga Rp.300.000,00. tiap karung tertulis bruto 40 kg dan tara 1,25%. Pedagang itu menjual beras secara eceran Rp. 9.000,00 per kilogram dan karungnya dijual Rp.3.000,00 per buah. Maka tentukan keuntungan pedagang tersebut!
Jawab:
Berat bruto = 2 x 40 kg = 80 kg Berat tara = 1,25% x 80 kg = 1 kg – Berat Netto = = 79 kg
Hasil penjualan beras = 79 x Rp9.000,00 = Rp.711.000,00 Hasil penjualan karung = 2 x Rp.3.000,00 = Rp. 6.000,00 – Hasil penjualan total = Rp.705.000,00
Maka keuntungan pedagang tersebut = Rp.705.000,00 – Rp.300.000,00 = Rp.405.000,00 Jadi besar keuntungan pedagang tersebut adalah Rp.405.000,00
2. Ibu membeli 5 kaleng sarden. Di setiap kaleng tersebut tertera neto 170 g. Setelah ditimbang, berat seluruh kaleng sarden adalah 1,2 kg. Tentukan bruto dan tara dari setiap kaleng sarden tersebut.
Jawab:
Diketahui: neto 170 g
Bruto seluruh kaleng = berat 5 kaleng sarden = 1,2 kg = 1.200 g Bruto = 1.200 5 = 240g
Tara = bruto – neto = 240 g – 170 g = 70 g
LAMPIRAN 5
LEMBAR VALIDASI TES
PRESTASI OLEH DOSEN DAN
LAMPIRAN 6
SOAL TES PRESTASI BELAJAR
SESUDAH DIVALIDASI
LAMPIRAN 7
RATING SCALE
Rating Scale
No .Penyelesaian
Skor 1Diketahui:
Modal awal = Rp. 1.500.000
Keuntungan = 10%
Ditanya:
Besar pendapatan yang di peroleh?
2
Jawab:
Modal awal =Rp. 1.500.000
Untung 10% =
10010× 𝑅𝑝. 1.500.000
=
101× 𝑅𝑝. 1.500.000
= Rp. 150.000
3Besar pendapatan = modal awal + untung
4= Rp. 1.500.000 + Rp. 150.000
= Rp. 1.650.000
5Skor maksimum
5
2Diketahi:
Harga beli = Rp.160.000.000
Harga jual = Rp 140.000.000
Ditanya:
Prosentase rugi?
1Jawab:
Rugi = harga beli – harga jual
= Rp.160.000.000 – Rp. 140.000.000
= Rp. 20.000.000
2Prosentase rugi =
ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑟𝑢𝑔𝑖× 100%
3=
𝑅𝑝.160.000.000𝑅𝑝.20.000.000× 100%
=
1 8× 100%
4= 12.5%
5Skor maksimum
5
3Diketahui:
Berat kotor 1 karung beras = 50 kg
1
Bruto 5 karung beras = 5 x 50 kg = 250 kg
4Tara 1% =
1001× 250𝑘𝑔
= 2,5 kg
5Neto = bruto – tara
= 250 kg – 2,5 kg
7
= 247,5 kg
8Harga bersih = neto x harga per kg beras
= 247,5 x Rp. 6.000
9= Rp. 2.475.000
10Skor maksimum
10
4Diketahui:
Suku bunga (b) = 20%
Bunga Tunggal (BT) = Rp. 800.000
Jangka waktu (b) = 4 tahun
Ditanya:
Besar uang awal yang di tabung?
2
Jawab:
𝑀 =
100 × 𝐵𝑇
𝑏 × 𝑛
=
100 × 𝑅𝑝. 800.000
20 × 4
3=
𝑅𝑝. 80.000.000
80
4= Rp. 1.000.000
5 Skor maksimum5
LAMPIRAN 8
HASIL TES PRESTASI
No Nama Siswa Pretest Posstest
1 Rivardo Adu
52
80
2 Hendrik W. de Fretes
28
68
3 Sela. J. R. E Anin
26
60
4 Khristo Bahan
28
68
5 Arni Liuresi
26
60
6 Rince Loukassy
50
80
7 Jelita P. Talo Tua
52
80
8 Menci J Nenometan
52
80
9 Bunga R. H Sihombing
58
96
10 Candra Kopong
34
68
11 Kesya K Taek
52
88
12 Putri D. S Waang
24
60
13 Kezia Lay Pa
20
60
14 Yuni A. P Kedoh
50
84
15 Theresia Pelloedon
32
64
16 Ending N Alunpah
40
72
17 Anita W Longo
26
60
18 Marni L Tofeto
28
64
19 Viktoria A Nabilehi
46
76
20 Jesika I. W Pah
48
84
21 Semuel Benu
30
60
22 Dhiri O Banu
38
72
LAMPIRAN 9
LEMBAR OBSERVASI
AKTIVITAS GURU dan SISWA
LAMPIRAN 10
LEMBAR PEDOMAN
WAWANCARA GURU dan
LAMPIRAN 11
PRINT OUT SPSS
NPar Tests
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
x1 x2
N 22 22
Normal Parametersa,b Mean 38.2727 73.5455
Std. Deviation 12.03638 10.47322
Most Extreme Differences Absolute .167 .138
Positive .167 .138
Negative -.154 -.138
Test Statistic .167 .138
Asymp. Sig. (2-tailed) .113c .200c,d
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
T-Test
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 x2 73.5455 22 10.47322 2.23290
x1 38.2727 22 12.03638 2.56616
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig.
Pair 1 x2 & x1 22 .929 .000
Paired Samples Test Paired Differences
t df Sig. (2-tailed)
Mean Std. Deviation Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 x2 - x1 35.27273 4.51644 .96291 33.27025 37.27521 36.631 21 .000
Frequencies
Statistics x1 x2 N Valid 22 22 Missing 0 0Frequency Table
x1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 20.00 1 4.5 4.5 4.5 24.00 1 4.5 4.5 9.1 26.00 3 13.6 13.6 22.7 28.00 3 13.6 13.6 36.4 30.00 1 4.5 4.5 40.9 32.00 1 4.5 4.5 45.5 34.00 1 4.5 4.5 50.0 36.00 1 4.5 4.5 54.5 44.00 1 4.5 4.5 59.1 46.00 1 4.5 4.5 63.6 48.00 1 4.5 4.5 68.2 50.00 2 9.1 9.1 77.3 52.00 4 18.2 18.2 95.5 58.00 1 4.5 4.5 100.0 Total 22 100.0 100.0 x2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 60.00 4 18.2 18.2 18.2 62.00 2 9.1 9.1 27.3 64.00 1 4.5 4.5 31.8 68.00 2 9.1 9.1 40.9 74.00 1 4.5 4.5 45.5 76.00 2 9.1 9.1 54.5 78.00 2 9.1 9.1 63.6 80.00 4 18.2 18.2 81.8 84.00 2 9.1 9.1 90.9 88.00 1 4.5 4.5 95.5 96.00 1 4.5 4.5 100.0 Total 22 100.0 100.0
Frequencies
Statistics x1 x2 N Valid 22 22 Missing 0 0 Mean 38.2727 73.5455 Median 35.0000 76.0000 Mode 52.00 60.00a Std. Deviation 12.03638 10.47322 Minimum 20.00 60.00 Maximum 58.00 96.00a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
LAMPIRAN 12
DIAGRAM KETUNTASAN
INDIVIDU
Diagram 4.1
Ketuntasan Individu
0 20 40 60 80 100 120 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Analisis Ketuntasan Individu
80 80 80 68 60 68 60 80 80 80 96 78 88 62 60 84 74 78 60 64 76 84 62 76
Nomor Urut Siswa
N
ila
LAMPIRAN 13
ANATES
RELIABILITAS TES ================ Rata2= 12.00 Simpang Baku= 6.57 KorelasiXY= 0.77 Reliabilitas Tes= 0.87
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
No.Urut No. Subyek Kode/Nama Subyek Skor Ganjil Skor Genap Skor Total 1 1 Yohanes. Y . ... 5 4 9 2 2 Rinaldhy Molom 5 4 9 3 3 Steven Fanggidae 2 2 4 4 4 Riki 2 2 4 5 5 Adi. M Mauleti 4 2 6 6 6 Robi Abani 4 4 8 7 7 Judhisa . G. ... 14 9 23 8 8 Putra. B Bulan 3 3 6 9 9 Dhea. G. M. P... 15 9 24 10 10 Dominggus Kaleka 7 3 10 11 11 Alexsander Kause 2 2 4 12 12 Jeremias. K Wawu 4 2 6 13 13 Marcia. D. A ... 10 6 16 14 14 Anastasya Leo... 4 3 7 15 15 Priskila. A Kore 7 7 14
16 16 Yolan Nuban 2 2 4 17 17 Aprilia Djara 15 7 22 18 18 Putry. Y. G Taek 6 9 15 19 19 Illem. H Kadja 10 5 15 20 20 Gisela. L Salean 9 4 13 21 21 Erna. Y. F Takoy 12 5 17 22 22 Revalina. T N... 12 4 16 23 23 Santy Tana 9 4 13 24 24 Nova. L Ndolu 15 8 23
KELOMPOK UNGGUL & ASOR ====================== Kelompok Unggul
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
1 2 3 4
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 1 2 3 4 1 9 Dhea. G. M. P... 24 5 4 10 5 2 7 Judhisa . G. ... 23 5 5 9 4 3 24 Nova. L Ndolu 23 5 3 10 5 4 17 Aprilia Djara 22 5 4 10 3 5 21 Erna. Y. F Takoy 17 4 3 8 2 6 13 Marcia. D. A ... 16 2 3 8 3 Rata2 Skor 4.33 3.67 9.17 3.67
Simpang Baku 1.21 0.82 0.98 1.21
Kelompok Asor
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
1 2 3 4
No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 1 2 3 4 1 8 Putra. B Bulan 6 2 2 1 1 2 12 Jeremias. K Wawu 6 2 1 2 1 3 3 Steven Fanggidae 4 1 1 1 1 4 4 Riki 4 1 1 1 1 5 11 Alexsander Kause 4 1 1 1 1 6 16 Yolan Nuban 4 1 1 1 1 Rata2 Skor 1.33 1.17 1.17 1.00 Simpang Baku 0.52 0.41 0.41 0.00 DAYA PEMBEDA ============ Jumlah Subyek= 24 Klp atas/bawah(n)= 6 Butir Soal= 4
Un: Unggul; AS: Asor; SB: Simpang Baku
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
1 1 4.33 1.33 3.00 1.21 0.52 0.54 5.58 60.00 2 2 3.67 1.17 2.50 0.82 0.41 0.37 6.71 50.00 3 3 9.17 1.17 8.00 0.98 0.41 0.43 1... 80.00 4 4 3.67 1.00 2.67 1.21 0.00 0.49 5.39 53.33 TINGKAT KESUKARAN ================= Jumlah Subyek= 24 Butir Soal= 4
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
No Butir Baru No Butir Asli Tkt. Kesukaran(%) Tafsiran 1 1 56.67 Sedang
2 2 48.33 Sedang 3 3 51.67 Sedang 4 4 46.67 Sedang
KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL ================================= Jumlah Subyek= 24
Butir Soal= 4
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
No Butir Baru No Butir Asli Korelasi Signifikansi 1 1 0.843 Sangat Signifikan
2 2 0.856 Sangat Signifikan 3 3 0.943 Sangat Signifikan 4 4 0.819 Sangat Signifikan
Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut:
df (N-2) P=0,05 P=0,01 df (N-2) P=0,05 P=0,01 10 0,576 0,708 60 0,250 0,325 15 0,482 0,606 70 0,233 0,302 20 0,423 0,549 80 0,217 0,283 25 0,381 0,496 90 0,205 0,267 30 0,349 0,449 100 0,195 0,254 40 0,304 0,393 125 0,174 0,228 50 0,273 0,354 >150 0,159 0,208 Bila koefisien = 0,000 berarti tidak dapat dihitung. REKAP ANALISIS BUTIR
===================== Rata2= 12.00 Simpang Baku= 6.57 KorelasiXY= 0.77 Reliabilitas Tes= 0.87 Butir Soal= 4 Jumlah Subyek= 24
Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR
No No Btr Asli T DP(%) T. Kesukaran Korelasi Sign. Korelasi 1 1 5.58 60.00 Sedang 0.843 Sangat Signifikan 2 2 6.71 50.00 Sedang 0.856 Sangat Signifikan 3 3 1... 80.00 Sedang 0.943 Sangat Signifikan 4 4 5.39 53.33 Sedang 0.819 Sangat Signifikan