• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN 1

SILABUS

(2)

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Satuan Pendidikan : SMP

Kelas : VII

Kompetensi Inti :

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,

gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

KI 4 ;

:

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

4.2 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana. Aritmetika Sosial  Nilai Suatu Barang  Harga Penjualan  Harga Pembelian  Untung  Rugi  Diskon, Pajak, Mengamati

 Mengamati peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan

penggunaan konsep aljabar dalam masalah aritmatika sosial, seperti proses transaksi jual beli dalam perdagangan disebuah kantin sekolah, bentuk lembah gunung, reproduksi makhluk hidup dsb.

Tugas  Tugas terstruktur: mengerjakan latihan soal-soal berkaitan dengan aritmatika sosial sederhana  Tugas mandiri tidak terstruktur: mencari informasi

10 JP Buku teks matematika

Kelas 7 Kemdikbud, Peristiwa sehari-hari, lingkungan.

Uang mainan, barang di sekolah

(3)

Bruto, Tara, dan Netto  Bunga Tunggal

Menanya

 Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya bagaimana aktifitas sehari-hari yang

melibatkan penggunaan bilngan, besaran-besaran yang nilai dipengaruhi oleh besaran lain, misal:harga dan kualitas barang, kecepatan dan waktu tempuh, dsb.

 Siswa termotivasi untuk

mempertanyakan apakah berbagai kejadian sehari-hari dapat

dimodelkan dengan rumus tertentu, dsb.

Mengeksplorasi

 Membahas, mendiskusikan dan menjelaskan peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi atau bentuk aljabar

 Menyatakan suatu bentuk aljabar ke dalam bahasa verbal sehari-hari dan memberikan contoh-contoh peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi tersebut

 Mendeskripsikan dan mengidentifikasi variable, koefisien, konstata dan derajat dari ekpresi aljabar

 Mendiskusikan, membahas, mengidentifikasi dan sejarah seputar perdagangan Observasi  Mengamati ketelitian, rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas, menyimak penjelasan atau presentasi siswa Portofolio Mengumpulkan bahan dan literatur berkaitan dengan aritmatika sosial kemudian disusun, didiskusikan dan direfleksikan Tes  Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan konsep aljabar yang diterapkan dalam masalah aritmatika social sederhana  Menilai keterampilan menyelesaikan suatu permasalahan yang melibatkan konsep aljabar

(4)

mendeskripsikan masalah sederhana aritmetika social (seperi berbagai bentuk transaksi jual beli, pendapatan dan belanja di keluarga atau lembaga, simpan pinjam, bunga kredit, deposito, tabungan, dsb) serta menyatakan bentuk aljabarnya ke dalam berbagai bentuk penyajian.  Melakukan pengamatan kegiatan

perdagangan di pasar, warung, kantin sekolah, kemudian membuatkan model matematikanya

 melakukan pendataan melalui wawancara antar anggota sekolah mengenai pengalaman transaksi ekonomi (nama barang, harga beli, harga jual), kemudian mengolah data (untung/rugi) dan mempresentasikannya serta menyimpulkan bersama apa yang dimaksud pengertian harga jual, beli, untung dan rugi.

 Menimbang barang/makanan kemasan yang berisi netto (dalam gram) dengan neraca ohauss dan membuat tabel yang berisi nilai berat hasil timbangan(brutto), berat pada kemasan(netto), dan menghitung selisihnya.

 Menjelaskan, merumuskan model matematika, memilih dan

menerapkan strategi melalui manipulasi alajabar untuk

(5)

menyelesaikan masalah aritmetika social sederhana (seperti masalah harga produksi, jual, beli, untung, dan rugi, masalah berat neto, bruto, dan tara

Mengasosiasi

 Menganalisis penerapan konsep aljabar yang terkait dalam aritmatika social sederhana  Merumuskan suatu permasalahan

aritmatika social sederhana dengan menggunakan model matematika

Mengomunikasikan

- Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan

penerapan konsep aljabar dalam menyelesaikan suatu

permasalahan aritmatika

sederhana yang dikuasai, contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas, sederhana, dan sistematis - Memberikan tanggapan hasil

presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi,

memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya

(6)
(7)

LAMPIRAN 2

RENCANA PELAKSANAAN

PEMBELAJARAN (RPP)

(8)

RENCANA PLAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah

: SMPN 13 KUPANG

Mata Pelajaran

: Matematika

Klas / Semester

: VII / Ganjil

Tahun Pelajaran

: 2016 / 2017

Topik

: Aritmatika Sosial

Alokasi Waktu

: 8 JP ( 40 Menit )

Jumlah pertemuan seluruhnya : 3 pertemuan

A. KOMPETENSI INTI

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,

gotong royong)

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural), berdasarkan rasa ingin

tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni terkait fenomena dan kejadian

kasat mata

4. Mencoba, mengolah dan menyaji, dalam ranah kongkrit ( menggunakan, mengurai,

merangkai, memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak (menulis, membaca,

menghitung, menggambar dan mengarang ) sesuai yang dipelajari disatuan

pendidikan dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang atau teori.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian

3.11 Menganalisis aritmetika sosial

(penjualan, pembelian, potongan,

keuntungan, kerugian, bunga tunggal,

persentase, bruto, neto, tara)

4.11 Menyelesaikan masalah berkaitan

dengan aritmetika sosial (penjualan,

pembelian, potongan, keuntungan,

kerugian, bunga tunggal, persentase,

bruto, neto, tara)

3.11.1 Menghitung harga penjualan, harga

pembelian, untung atau rugi.

3.11.2 Menentukan persentase untung, atau

persentase rugi.

3.11. Mempresentasikan contoh

penggunaan bunga tunggal dalam

kehidupan sehari-hari

4.11.1 Menyelesaikan masalah sehari-hari

yang berkaitan dengan harga

penjualan, harga pembelian, untung,

rugi, bunga tumggal, bruto, tara, dan

neto

(9)

C. Materi Pembelajaran

Aritmatika sosial

D. Metode Pendekatan

Pendekatan Pembelajaran

: Saintifik

Metode

: Diskusi dan Presentasi

E. SUMBER DAN MEDIA

1. Sumber :

As’ari, Abdur, Rahman, dkk.2014. Matematika SMP / MTs Kelas VII. Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Puskur dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud

2. Media :

Lembaran Kerja Siswa

3. Alat :

Whiteboard , Penghapus, Spidol, Penggaris

F. Langkah – Langkah Pembelajaran

 Pertemuan 1 ( 2 JP )

Topik

: Aritmetika Sosial

Sub Topik : Memahami Keuntungan dan Kerugian

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

WAKTU

Pendahuluan

1. Guru memberi salam, menanyakan kabar peserta didik,

mengajak peserta didik berdoa , dan mengecek kehadiran dan

kesiapan belajar siswa

2. Guru mengkomunikasikan KD dan IPK yang diharapkan dapat

dicapai siswa setelah pembelajaran

3. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

4. Siswa mendengarkan dan menanggapi tujuan pembelajaran

yang disampaikan guru

5. Guru mengecek kembali pemahaman siswa tentang untung dan

rugi yg berkaitan dalam kehidupan sehari-hari

8 menit

Kegiatan Inti

 Mengamati

siswa secara individu melakukan kegiatan pada “ Ayo Kita

Amati “ memahami bagaimana persoalan untung dan rugi

dalam soal cerita tersebut ( halaman 67 dan 68) menuliskan

hal yang belum dipahami

(10)

 Menanya

siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan terkait hal – hal

yang diamati atau dicermati dalam contoh masalah halaman

67 dan 68

Guru menjadi fasilitator ( siswa diarahkan melakukan

kegiatan “ Ayo kita menggali informasi dan guru

menjelaskan tentang presentasi keuuntungan ) dan siswa

dtuntun untuk memahami contoh soal 6.1 – 6.4 serta

alternative penyelesaiannya halaman 69 – 73

 Mengeksplorasi

siswa dikelompokan ( 3 – 4 ) untuk berdiskusi dan

menyelesaikan soal dalam LKS (diambil dari buku siswa

halaman 75 pada kegiatan “ ayo kita berlatih‘’ ) Guru sebagai

fasilitator

 Menalar

siswa menganalisis dan menghubungkan data atau contoh –

contoh yang diperoleh untuk menyelesaikan soal dalam LKS

didalam kelompok masing – masing (guru menjadi

fasilitator)

Penutup

1. Siswa dibimbing untuk membuat rangkuman

2. Siswa didik melakukan refleksi

3. Siswa didik mencatat tugas halaman 76 kegiatan ‘’ayo kita

berlatih’’

4. Berdoa mengakhiri kegiatan pembelajaran

(11)

 Pertemuan 2 (3 JP )

Topik

: Aritmatika Sosial

Sub Topik

: Menentukan Bunga Tunggal

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

WAKTU

Pendahuluan

1. Guru memberi salam, menanyakan kabar peserta didik,

mengajak peserta didik berdoa , dan mengecek kehadiran dan

kesiapan belajar peserta didik.

2. Bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit.

3. Guru mengkomunikasikan KD dan IPK yang diharapkan dapat

dicapai peserta didik setelah pembelajaran

4. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

5. Siswa mendengarkan dan menanggapi tujuan pembelajaran

yang disampaikan guru

6. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang cara belajar yang

akan ditempuh dalam proses pembelajaran

12 menit

Kegiatan Inti

 Mengamati

Siswa secara individu memahami dan mengamati kasus 1 dan

kasus 2 pada kegiatan “ Ayo Kita Amati “ halaman77 dan 78

yang berkaitan dengan menentukan bunga tunggal

 Menanya

Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang

bagaimana cara menentukan bunga tunggal?

Guru sebagai fasilitator (peserta didik diarahkan

melakukan kegiatan ‘’ayo kita menggali informasi ‘’ dan

siswa diarahkan untuk memahami bagaimana menentukan

bunga tunggal halaman 81 dan 82)

 Mengeksplorasi

Siswa dikelompokan ( 3 – 4 ) untuk berdiskusi dan

menyelesaikan soal dalam LKS (diambil dalam buku siswa

halaman 83 pada kegiatan “ ayo kita menalar “)

guru sebagai fasilitator

 Menalar

Siswa menganalisis dan menghubungkan data atau contoh –

contoh yang diperoleh untuk menyelesaikan soal dalam LKS

didalam kelompok masing – masing (guru menjadi fasilitator)

 Mengkomunikasikan

Setelah berdiskusi siswa diminta untuk mempresentasikan hasil

jawabannya di depan dan kelompok lain menanggapi

Guru sebagai fasilitator

(12)

 Pertemuan 3 ( 3 JP )

Topik

: Aritmatika Sosial

Sub Topik

: Bruto, Neto, dan Tara

Penutup

1. Siswa dibimbing untuk membuat rangkuman

2. Siswa melakukan refleksi

3. Siswa mengerjakan tes secara individu

4. Siswa mencatat tugas halaman 83 – 85 kegiatan ‘’ayo kita

berlatih’’

5. Berdoa mengakhiri kegiatan pembelajaran

18 menit

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

WAKTU

Pendahuluan

1. Guru memberi salam, menanyakan kabar siswa, mengajak

peserta siswa, dan mengecek kehadiran dan kesiapan belajar

siswa

2. Membahas PR yang dianggap sulit.

3. Guru mengkomunikasikan KD dan IPK yang diharapkan dapat

dicapai siswa setelah pembelajaran

4. Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

5. Siswa mendengarkan dan menanggapi tujuan pembelajaran

yang disampaikan guru

6. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang cara belajar yang

akan ditempuh dalam proses pembelajaran

12menit

Kegiatan Inti

 Mengamati

Siswa secara individu mengamati dan memahami definisi

tentang bruto, neto dan tara dalam buku siswa halaman 87

 Menanya

Siswa diminta untuk menanyakan hal – hal yang berkaitan

dengan bruto, neto dan tara yang belum di pahami

Guru sebagai fasilitator

(13)

G. Penilaian

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL LEMBAR OBSERVASI

Kelas/Semester

:…

TahunPelajaran

: ...

Butir Nilai

:Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa

Indikator Sikap

:

1. Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan setiap perbuatan

2. Menerima semua pemberian dan keputusan Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas

3. Memberi salam pada saat awal dan akhir pembelajaran.

No Nama Peserta

Didik

Skor

Indikator

Sikap

Spiritual (1 – 4)

Jumlah

skor

Nilai

Ind. 1

Ind. 2

Ind. 3

1

2

3

Dst.

 Mengeksplorasi

Siswa diminta untuk mendiskusikan kasus dalam kegiatan ‘’

ayo kita menggali informasi ‘’ dengan teman sebangkunya

Guru sebagai fasilitator

 Menalar

Setelah siswa mendiskusikansiswa diminta untuk mengerjakan

soal dalam LKS( diambil dari buku siswa halaman 89- 91

kegiatan ( ‘’ ayo kita menalar ‘’ dan ‘’ ayo kita berlatih’’)

Guru sebagai fasilitator

 Mengkomunikasi

Setelah menyelesaikan soal salah seorang siswa ( perwakilan

kelompok ) menyajikan hasil pekerjaan dan kelompok lain

menanggapi. (Guru sebagai fasilitator)

 Mencipta

Siswa menyelesaikan soal dengan caranya sendiri atau

menciptakan cara kerja baru

(14)
(15)

LAMPIRAN 3

KISI-KISI SOAL

(16)

KISI-KISI

Nama Sekolah

: SMP Negeri 9Kota Kupang

Mata Pelajaran

: Matematika

Alokasi Waktu

: 90 Menit

Kelas/Semester

: VII/I

Standar Kompetensi : Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan

dalam pemecahan masalah

Kompetensi

Dasar

Indikator pencapaian

kompetensi

Materi

Pokok

Bentuk

Soal

No.

Soal

Butir Soal

Kunci

Jawaban

Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmetika sosial sederhana. 1.

Menentukan besar

untung dan rugi

dari harga

pembelian atau

harga penjualan

Aritmatika

sosial

Uraian

1.

Seorang pedagang

mengeluarkan uang sebesar

Rp1.500.000 untuk

menjalankan usahanya. Jika

pada hari itu dia mendapatkan

keuntungan sebesar 10%.

Tentukan besarnya

pendapatan yang didapatkan

pedagang tersebut?

Diketahui:

Modal awal = Rp. 1.500.000

Keuntungan = 10%

Ditanya:

Besar pendapatan yang di peroleh?

Jawab :

Modal awal =Rp. 1.500.000

Untung 10% =

10010

× 𝑅𝑝. 1.500.000

=

1 10

× 𝑅𝑝. 1.500.000

= Rp. 150.000

Besar pendapatan = modal awal + untung

= Rp. 1.500.000 + Rp. 150.000

= Rp. 1.650.000

(17)

2. Menentukan

prosentasi untung

atau rugi

2.

Pak Bernad membeli mobil

dengan harga Rp160.000.000.

Setelah 6 bulan dipakai, Pak

Bernad menjual mobil

tersebut dengan harga

Rp140.000.000. Tentukan

prosentase kerugian yang

ditanggung oleh Pak Bernad?

Diketahi:

Harga beli = Rp.160.000.000

Harga jual = Rp 140.000.000

Ditanya:

Prosentase rugi?

Jawab:

Rugi = harga beli – harga jual

= Rp.160.000.000 – Rp. 140.000.000

= Rp. 20.000.000

Prosentase rugi =

ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑟𝑢𝑔𝑖

× 100%

=

𝑅𝑝.160.000.000𝑅𝑝.20.000.000

× 100%

=

18

× 100%

= 12.5%

3. Menentukan rabat

(diskon) bruto,

netto dan tara

3.

Mekos membeli 5 karung beras dengan berat kotor masing-masing 50 kg dan tara 1%. Jika harga setiap kg beras Rp. 10.000 . Tentukan banyaknya uang yang harus di bayar Mekos?

Diketahui:

Berat kotor 1 karung beras = 50 kg

Tara = 1%

Harga per kg beras = Rp. 10.000

Ditanya:

Banyaknya uang yang harus dibayar?

Jawab:

Bruto 5 karung beras = 5 x 50 kg = 250 kg

Tara 1% =

1001

× 250𝑘𝑔

= 2,5 kg

Neto = bruto – tara

= 250 kg – 2,5 kg

= 247,5 kg

Harga bersih = neto x harga per kg beras

= 247,5 x Rp. 10.000

= Rp. 2.475.000

(18)

4. Menentukan

bunga tunggal dan

pajak

4.

Desy menyimpan uang di bank dengan bunga 20% per tahun. Setelah 4 tahun uang Desy menjadi Rp. 800.000. Tentukan besar uang awal yang ditabunng Desy?

Diketahui:

Suku bunga (b) = 20%

Bunga Tunggal (BT) = Rp. 800.000

Jangka waktu (b) = 4 tahun

Ditanya:

Besar uang awal yang di tabung?

Jawab:

𝑀 =

100 × 𝐵𝑇

𝑏 × 𝑛

=

100 × 𝑅𝑝. 800.000

20 × 4

=

𝑅𝑝. 80.000.000

80

= Rp. 1.000.000

(19)

LAMPIRAN 4

BAHAN AJAR

(20)

Bahan Ajar

Memahami Keuntungan dan Kerugian

Dalam kegiatan ekonomi masyarakat, uang berfungsi sebagai alat pembayaran transaksi yang sah. Dalam proses jual beli, seorang pedagang akan mengalami keuntungan, kerugian, maupun impas. Kriteria penentuan untung, rugi, dan impas dilihat dari harga beli dan harga jual.

 Bila harga beli < harga jual, maka pedagang akan memperoleh keuntungan.  Bila harga beli = harga jual, maka pedagang akan mengalami impas.  Bila harga beli > harga jual, maka pedagang akan menderita kerugian.

Penentuan besarnya keuntungan ataupun besarnya kerugian dalam perdagangan ditentukan oleh rumusan berikut ini :

 Besar keuntungan(U) = harga jual(J) – harga beli(B) atau U = J – B dengan B < J  Besar kerugian(R) = harga beli(B) – harga jual(J) atau R = B – J dengan B > J

Berdasarkan rumus: U = J – B dan R = B – J dapat ditentukan rumus-rumus yang lain: U = J – B R = B – J

J = U + B dan B = J + R B = J – U J = B – R

Contoh:

Pak Andi Tukang Bubur Ayam

Pak andi seorang penjual bubur ayam di daerah Jakarta. Seperti biasa, setiap pagi Pak Andi pergi ke pasar untuk berbelanja bahan pokok untuk membuat bubur ayam. Untuk membeli bahan pokok bubur tersebut, Pak Andi menghabiskan uang Rp 1.000.000,00. Dengan bahan baku tersebut Pak Subur mampu membuat sekitar 130 porsi bubur ayam dan dijual dengan harga Rp 10.000,00 per porsi. Pada hari itu Pak Andi mampu menjual 110 porsi bubur ayam.

Pak Budi Tukang Bakso

Pak Budi seorang penjual bakso di Kupang. Setiap hari Pak Budi menghabiskan Rp 800.000,00 untuk berbelanja bahan baku untuk membuat bakso. Dengan bahan baku tersebut Pak Budi mampu membuat rata-rata 120 porsi dengan harga Rp 8.000,00 per porsi. Pada hari itu terjadi hujan di tempat Pak Budi biasa berjualan, sehingga bakso yang laku terjual hanya 90 porsi.

Pak Dedi Tukang Sate

Pak Dedi seorang penjual sate di kuanino. Setiap hari Pak Dedi menghabiskan Rp700.000,00 rupiah untuk berbelanja bahan baku untuk membuat sate. Dengan bahan baku tersebut Pak Dedi mampu membuat

(21)

rata-rata 100 porsi dengan harga Rp10.000,00 per porsi. Pada hari itu terjadi hujan di tempat Pak dedi biasa berjualan, sehingga sate yang laku terjual hanya 70 porsi.

Dari ketiga aktivitas jual beli di atas mari kita cermati satu persatu.

1. Pada cerita Pak Andi Tukang Bubur Ayam besar modal yang dikeluarkan sebesar Rp1.000.000,00. Sedangkan pemasukan yang didapatkan dari hasil berjualan adalah Rp1.100.000,00 (didapat dari 10.000 × 110. Jika kita kurangkan pengeluaran terhadap pemasukan maka didapatkan 1.100.000 − 1.000.000 = 100.000

Dengan kata lain, Pak Andi mendapatkan keuntungan sebesar Rp100.000,00 dari berjualan bubur ayam pada hari itu.

2. Pada cerita Pak Budi Tukang Bakso besar modal yang dikeluarkan adalah Rp800.000,00. Sedangkan pemasukan yang didapatkan dari hasil berjualan adalah 720.000 rupiah (didapat dari 8.000 × 90. Jika kita kurangkan pengeluaran terhadap pemasukan maka didapatkan 720.000 − 800.000 = − 80.000

Dengan kata lain, Pak Budi mengalami kerugian sebesar Rp80.000,00 dari berjualan bubur ayam pada hari itu.

3. Pada cerita Pak Dedi Tukang Sate besar modal yang dikeluarkan adalah Rp700.000,00. Sedangkan pemasukan yang didapatkan dari hasil berjualan adalah Rp700.000,00 (didapat dari 10.000 × 70. Jika kita kurangkan pengeluaran terhadap pemasukan maka didapatkan 700.000 −700.000 = 0

Pada kasus ini Pak Dedi tidak mendapatkan untung maupun rugi. Dengan kata lain Pak Sarto pada hari itu

impas atau balik modal.

Pengertian Persen

Suatu pecahan biasa atau pecahan desimal dapat dinyatakan dalam persen dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan 100 %. Persen adalah pecahan dengan penyebut 100. x % jika dinyatakan dalam pecahan biasa ditulis

100

x

dengan x bilangan nyata (Real).

Contoh :

Tentukan nilai; a. 10% dari 40 b. 37,5 % dari 15,4

Jawab:

a.10% dari 40 adalah 10010 × 40 = 1

10× 40 = 40 10= 4 b.37,5 % dari 70 adalah 26,25 100 70 5 , 37 70 100 5 , 37    

(22)

Menentukan Persentase Untung dan Rugi terhadap Harga Pembelian

Penentuan persentase untung dan rugi selalu dihitung dari harga beli, kecuali ada keterangan lain.  Presentase untung dari harga beli = 𝑘𝑒𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎𝑏𝑒𝑙𝑖 × 100%

atau dengan J B B B J U   100%,  %

 Presentase rugi dari harga beli = ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎𝑏𝑒𝑙𝑖𝑘𝑒𝑟𝑢𝑔𝑖𝑎𝑛 × 100%

Atau dengan J B B J B R   100%,  % Contoh:

Pak Dedi membeli suatu motor bekas dengan harga Rp4.000.000,00. Dalam waktu satu minggu motor tersebut dijual kembali dengan harga Rp4.200.000,00. Tentukan persentase keuntungan Pak Dedi.

Penyelesaian

Sebelum menentukan persentase keuntungan, kita menentukan keuntungan (U) yang diperoleh Pak Dedi lebih dulu.

i) U = HJ – HB = 4.200.000 − 4.000.000 = 200.000 ii) PU = 𝐻𝐵𝑈 × 100% = 4.000.000200.000 × 100% = 5%

Jadi, persentase keuntungan yang diperoleh Pak Dedi adalah 5%.  Menghitung Harga Jual

Untuk menghitung harga jual (J) jika diketahui harga beli (B) dan persentase keuntungan (%U) atau persentase kerugian (%R) dapat digunakan rumus:

 Pedagang dalam kondisi untung

100

U B B J   

 Pedagang dalam kondisi rugi

100

R B B J   

Menghitung Harga Beli

Pedagang dalam kondisi untung Dalam kondisi untung: B =

U J

100 100

(23)

 pedagang dalam kondisi rugi Dalam kondisi rugi B =

R j  100 100 Contoh:

1.Sebuah lemari dibeli dengan harga Rp350.000,00. Lima bulan kemudian lemari itu dijual. Tentukan harga jualnya apabila:

a. dikehendaki memperoleh keuntungan 15% b. penjual menderita kerugian 25%

Jawab: Diketahui:

Harga beli (B) = Rp.350.000,00 a. Harga jual (J) dengan keuntungan

untung (U) = 15 % atau U = 15 maka, 100 U B B J    = Rp.350.000,00 + 100 15 00 , 000 . 350 .  Rp = Rp.350.000,00 + Rp.3.500,00 x 15 = Rp.350.000,00 + Rp.52.500,00 = Rp.402.500,00

Jadi harga jual sebuah lemari dengan keuntungan 15 % adalah Rp.402.500,00 b. Harga jual (J) dengan kerugian

Rugi (R) = 25 % atau R = 25 Maka, 100 R B B J    100 25 00 , 000 . 350 . 00 , 000 . 350 .   Rp Rp = Rp.350.000,00 – Rp.3.500,00 x 25 = Rp.350.000,00 – Rp.87.500,00

(24)

= Rp.262.500,00

Jadi harga jual sebuah lemari dengan kerugian 25 % adalah Rp.262.500,00  Menentukan Bunga Tunggal

Bungah Tunggal dan Pajak

1. Bunga Tunggal (BT)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung bunga tunggal: o Uang yang dipinjamkan di sebut modal dan disimbolkan dengan M.

o Uang tambahan yang dibayarkan untuk penggunaan yang lainnya (modal) disebut bunga dan disimbolkan dengan b.

Rumus yang sering digunakan untuk menuliskan hungan antara modal (M), suku bunga = b %, jangka waktu = n tahun, dan bunga tunggal (BT), dinyatakan sebagai berikut:

(i) BT = 100 n b M  (iii). b = n M BT   100 (ii) M = n b BT   100 (iv). n = n M BT   100

Rumusan diatas bila dihubungkan dengan modal baru (Mn), diperoleh: Mn = M + BT

Dan dapat ditulis sebagai berikut: M = M +

100 n b M  atau M = 100 M [ b x n + 100] 2. Pajak

Perhitungan pajak(P) dapat dilakukan seperti menghitung persentase dari nilai keseluruhan. Agar lebih jelas mari kita lihat contoh berikut;

Contoh:

1. Ali menabung di kopersi Rp.2.400.000,00 dengan bunga 12,5% per tahun. Setelah 9 bulan uangnya diambil dan digunakan untuk membeli barang di koperasi seharga Rp.500.000,00. karena membayar tunai, Ali mendapat diskon 5%. Tentukan sisa uang tabungan Ali di koperasi tersebut!

Jawab:

Bunga setelah 9 bulan = 12,5% .2.400.000,00 12

9

Rp

 = Rp.225.000,00

Uang Ali setelah 9 bulan = Rp.2.400.000,00 + Rp.225.000,00 =Rp.2.625.000,00 Diskon 5% maka 5% x Rp.500.000,00 = Rp.25.000,00

Harga setelah diskon = Rp.500.000,00 – Rp.25.000,00 =Rp.475.000,00 Sisa uang Ali = Rp.2.625.000,00 – Rp.475.000,00 = Rp.2.150.000,00 Jadi sisa uang Ali di koperasi adalah Rp.2.150.000,00

(25)

2. Pak Sadli menyimpan uang di bank sebesar Rp.2.000.000,00 dengan suku bunga15% dengan bunga tunggal. Tentukan besar bunga yang diperoleh Pak Sadli pada akhir tahun kedua!

Jawab:

Diketahui: M = Rp.2.000.000,00 dan P = 15, maka bunga pada akhir tahun kedua B24, yaitu H = 2 x 360 = 2 tahun, sehingga: B24 = 30 .20.000,00 .600.000,00 100 360 00 , 000 . 000 . 2 . 15 360 2 Rp Rp Rp        .

Jadi besar bunga yang diterima Pak Sadli pada akhir tahun kedua adalah Rp.600.000,00  Bruto, Tara, dan Neto

Istilah Neto diartikan sebagai berat dari suatu benda tanpa pembungkus benda tersebut. Neto juga dikenal dengan istilah berat bersih. Misal dalam bungkus suatu snack tertuliskan neto 300 gram. Ini bermakna bahwa berat snack tersebut tanpa plastik pembungkusnya adalah 300 gram.

Istilah Bruto diartikan sebagai berat dari suatu benda bersama pembungkusnya. Bruto juga dikenal dengan istilah berat kotor. Misal, dalam suatu kemasan snack tertuliskan bruto adalah 350 gram. Ini berarti bahwa berat snack dengan pembungkusnya adalah 350 gram

Istilah Tara diartikan sebagai selisih antara bruto dengan neto. Misal diketahui pada bungus snack tertuliskan bruto tertuliskan 350 gram, sedangkan netonya adalah 300 gram. Ini berarti bahwa taranya adalah 50 gram. Atau secara sederhana berat pembungkus dari snack tersebut tanpa isinya.

. Hubungan dari ketiganya dapat dituliskan sebagai berikut.  Bruto = Neto + Tara

 Tara = Bruto – Neto  Neto = Bruto – Tara  Tara < Neto < Bruto Persentase Neto dan Tara

Misal diketahui Neto = N, Tara = T, dan Bruto = B Persentase Neto=%N, Persentase Tara = %T

Persentase neto dapat dirumuskan %𝑁 =𝑁

𝐵× 100% Persentase tara dapat dirumuskan

%𝑇 =𝑇

𝐵× 100%

Contoh:

1. Seorang pedagang membeli 2 karung beras seharga Rp.300.000,00. tiap karung tertulis bruto 40 kg dan tara 1,25%. Pedagang itu menjual beras secara eceran Rp. 9.000,00 per kilogram dan karungnya dijual Rp.3.000,00 per buah. Maka tentukan keuntungan pedagang tersebut!

Jawab:

(26)

Berat bruto = 2 x 40 kg = 80 kg Berat tara = 1,25% x 80 kg = 1 kg – Berat Netto = = 79 kg

Hasil penjualan beras = 79 x Rp9.000,00 = Rp.711.000,00 Hasil penjualan karung = 2 x Rp.3.000,00 = Rp. 6.000,00 – Hasil penjualan total = Rp.705.000,00

Maka keuntungan pedagang tersebut = Rp.705.000,00 – Rp.300.000,00 = Rp.405.000,00 Jadi besar keuntungan pedagang tersebut adalah Rp.405.000,00

2. Ibu membeli 5 kaleng sarden. Di setiap kaleng tersebut tertera neto 170 g. Setelah ditimbang, berat seluruh kaleng sarden adalah 1,2 kg. Tentukan bruto dan tara dari setiap kaleng sarden tersebut.

Jawab:

Diketahui: neto 170 g

Bruto seluruh kaleng = berat 5 kaleng sarden = 1,2 kg = 1.200 g Bruto = 1.200 5 = 240g

Tara = bruto – neto = 240 g – 170 g = 70 g

(27)

LAMPIRAN 5

LEMBAR VALIDASI TES

PRESTASI OLEH DOSEN DAN

(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)

LAMPIRAN 6

SOAL TES PRESTASI BELAJAR

SESUDAH DIVALIDASI

(35)
(36)

LAMPIRAN 7

RATING SCALE

(37)

Rating Scale

No .

Penyelesaian

Skor 1

Diketahui:

Modal awal = Rp. 1.500.000

Keuntungan = 10%

Ditanya:

Besar pendapatan yang di peroleh?

2

Jawab:

Modal awal =Rp. 1.500.000

Untung 10% =

10010

× 𝑅𝑝. 1.500.000

=

101

× 𝑅𝑝. 1.500.000

= Rp. 150.000

3

Besar pendapatan = modal awal + untung

4

= Rp. 1.500.000 + Rp. 150.000

= Rp. 1.650.000

5

Skor maksimum

5

2

Diketahi:

Harga beli = Rp.160.000.000

Harga jual = Rp 140.000.000

Ditanya:

Prosentase rugi?

1

Jawab:

Rugi = harga beli – harga jual

= Rp.160.000.000 – Rp. 140.000.000

= Rp. 20.000.000

2

Prosentase rugi =

ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑟𝑢𝑔𝑖

× 100%

3

=

𝑅𝑝.160.000.000𝑅𝑝.20.000.000

× 100%

=

1 8

× 100%

4

= 12.5%

5

Skor maksimum

5

3

Diketahui:

Berat kotor 1 karung beras = 50 kg

1

(38)

Bruto 5 karung beras = 5 x 50 kg = 250 kg

4

Tara 1% =

1001

× 250𝑘𝑔

= 2,5 kg

5

Neto = bruto – tara

= 250 kg – 2,5 kg

7

= 247,5 kg

8

Harga bersih = neto x harga per kg beras

= 247,5 x Rp. 6.000

9

= Rp. 2.475.000

10

Skor maksimum

10

4

Diketahui:

Suku bunga (b) = 20%

Bunga Tunggal (BT) = Rp. 800.000

Jangka waktu (b) = 4 tahun

Ditanya:

Besar uang awal yang di tabung?

2

Jawab:

𝑀 =

100 × 𝐵𝑇

𝑏 × 𝑛

=

100 × 𝑅𝑝. 800.000

20 × 4

3

=

𝑅𝑝. 80.000.000

80

4

= Rp. 1.000.000

5 Skor maksimum

5

(39)

LAMPIRAN 8

(40)

HASIL TES PRESTASI

No Nama Siswa Pretest Posstest

1 Rivardo Adu

52

80

2 Hendrik W. de Fretes

28

68

3 Sela. J. R. E Anin

26

60

4 Khristo Bahan

28

68

5 Arni Liuresi

26

60

6 Rince Loukassy

50

80

7 Jelita P. Talo Tua

52

80

8 Menci J Nenometan

52

80

9 Bunga R. H Sihombing

58

96

10 Candra Kopong

34

68

11 Kesya K Taek

52

88

12 Putri D. S Waang

24

60

13 Kezia Lay Pa

20

60

14 Yuni A. P Kedoh

50

84

15 Theresia Pelloedon

32

64

16 Ending N Alunpah

40

72

17 Anita W Longo

26

60

18 Marni L Tofeto

28

64

19 Viktoria A Nabilehi

46

76

20 Jesika I. W Pah

48

84

21 Semuel Benu

30

60

22 Dhiri O Banu

38

72

(41)

LAMPIRAN 9

LEMBAR OBSERVASI

AKTIVITAS GURU dan SISWA

(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)

LAMPIRAN 10

LEMBAR PEDOMAN

WAWANCARA GURU dan

(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)

LAMPIRAN 11

PRINT OUT SPSS

(61)

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

x1 x2

N 22 22

Normal Parametersa,b Mean 38.2727 73.5455

Std. Deviation 12.03638 10.47322

Most Extreme Differences Absolute .167 .138

Positive .167 .138

Negative -.154 -.138

Test Statistic .167 .138

Asymp. Sig. (2-tailed) .113c .200c,d

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

(62)

T-Test

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 x2 73.5455 22 10.47322 2.23290

x1 38.2727 22 12.03638 2.56616

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 x2 & x1 22 .929 .000

Paired Samples Test Paired Differences

t df Sig. (2-tailed)

Mean Std. Deviation Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 x2 - x1 35.27273 4.51644 .96291 33.27025 37.27521 36.631 21 .000

Frequencies

Statistics x1 x2 N Valid 22 22 Missing 0 0

(63)

Frequency Table

x1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 20.00 1 4.5 4.5 4.5 24.00 1 4.5 4.5 9.1 26.00 3 13.6 13.6 22.7 28.00 3 13.6 13.6 36.4 30.00 1 4.5 4.5 40.9 32.00 1 4.5 4.5 45.5 34.00 1 4.5 4.5 50.0 36.00 1 4.5 4.5 54.5 44.00 1 4.5 4.5 59.1 46.00 1 4.5 4.5 63.6 48.00 1 4.5 4.5 68.2 50.00 2 9.1 9.1 77.3 52.00 4 18.2 18.2 95.5 58.00 1 4.5 4.5 100.0 Total 22 100.0 100.0 x2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(64)

Valid 60.00 4 18.2 18.2 18.2 62.00 2 9.1 9.1 27.3 64.00 1 4.5 4.5 31.8 68.00 2 9.1 9.1 40.9 74.00 1 4.5 4.5 45.5 76.00 2 9.1 9.1 54.5 78.00 2 9.1 9.1 63.6 80.00 4 18.2 18.2 81.8 84.00 2 9.1 9.1 90.9 88.00 1 4.5 4.5 95.5 96.00 1 4.5 4.5 100.0 Total 22 100.0 100.0

(65)
(66)
(67)

Frequencies

Statistics x1 x2 N Valid 22 22 Missing 0 0 Mean 38.2727 73.5455 Median 35.0000 76.0000 Mode 52.00 60.00a Std. Deviation 12.03638 10.47322 Minimum 20.00 60.00 Maximum 58.00 96.00

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

(68)

LAMPIRAN 12

DIAGRAM KETUNTASAN

INDIVIDU

(69)

Diagram 4.1

Ketuntasan Individu

0 20 40 60 80 100 120 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Analisis Ketuntasan Individu

80 80 80 68 60 68 60 80 80 80 96 78 88 62 60 84 74 78 60 64 76 84 62 76

Nomor Urut Siswa

N

ila

(70)

LAMPIRAN 13

ANATES

(71)

RELIABILITAS TES ================ Rata2= 12.00 Simpang Baku= 6.57 KorelasiXY= 0.77 Reliabilitas Tes= 0.87

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

No.Urut No. Subyek Kode/Nama Subyek Skor Ganjil Skor Genap Skor Total 1 1 Yohanes. Y . ... 5 4 9 2 2 Rinaldhy Molom 5 4 9 3 3 Steven Fanggidae 2 2 4 4 4 Riki 2 2 4 5 5 Adi. M Mauleti 4 2 6 6 6 Robi Abani 4 4 8 7 7 Judhisa . G. ... 14 9 23 8 8 Putra. B Bulan 3 3 6 9 9 Dhea. G. M. P... 15 9 24 10 10 Dominggus Kaleka 7 3 10 11 11 Alexsander Kause 2 2 4 12 12 Jeremias. K Wawu 4 2 6 13 13 Marcia. D. A ... 10 6 16 14 14 Anastasya Leo... 4 3 7 15 15 Priskila. A Kore 7 7 14

(72)

16 16 Yolan Nuban 2 2 4 17 17 Aprilia Djara 15 7 22 18 18 Putry. Y. G Taek 6 9 15 19 19 Illem. H Kadja 10 5 15 20 20 Gisela. L Salean 9 4 13 21 21 Erna. Y. F Takoy 12 5 17 22 22 Revalina. T N... 12 4 16 23 23 Santy Tana 9 4 13 24 24 Nova. L Ndolu 15 8 23

KELOMPOK UNGGUL & ASOR ====================== Kelompok Unggul

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

1 2 3 4

No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 1 2 3 4 1 9 Dhea. G. M. P... 24 5 4 10 5 2 7 Judhisa . G. ... 23 5 5 9 4 3 24 Nova. L Ndolu 23 5 3 10 5 4 17 Aprilia Djara 22 5 4 10 3 5 21 Erna. Y. F Takoy 17 4 3 8 2 6 13 Marcia. D. A ... 16 2 3 8 3 Rata2 Skor 4.33 3.67 9.17 3.67

(73)

Simpang Baku 1.21 0.82 0.98 1.21

Kelompok Asor

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

1 2 3 4

No Urt No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 1 2 3 4 1 8 Putra. B Bulan 6 2 2 1 1 2 12 Jeremias. K Wawu 6 2 1 2 1 3 3 Steven Fanggidae 4 1 1 1 1 4 4 Riki 4 1 1 1 1 5 11 Alexsander Kause 4 1 1 1 1 6 16 Yolan Nuban 4 1 1 1 1 Rata2 Skor 1.33 1.17 1.17 1.00 Simpang Baku 0.52 0.41 0.41 0.00 DAYA PEMBEDA ============ Jumlah Subyek= 24 Klp atas/bawah(n)= 6 Butir Soal= 4

Un: Unggul; AS: Asor; SB: Simpang Baku

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

(74)

1 1 4.33 1.33 3.00 1.21 0.52 0.54 5.58 60.00 2 2 3.67 1.17 2.50 0.82 0.41 0.37 6.71 50.00 3 3 9.17 1.17 8.00 0.98 0.41 0.43 1... 80.00 4 4 3.67 1.00 2.67 1.21 0.00 0.49 5.39 53.33 TINGKAT KESUKARAN ================= Jumlah Subyek= 24 Butir Soal= 4

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

No Butir Baru No Butir Asli Tkt. Kesukaran(%) Tafsiran 1 1 56.67 Sedang

2 2 48.33 Sedang 3 3 51.67 Sedang 4 4 46.67 Sedang

KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL ================================= Jumlah Subyek= 24

Butir Soal= 4

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

No Butir Baru No Butir Asli Korelasi Signifikansi 1 1 0.843 Sangat Signifikan

(75)

2 2 0.856 Sangat Signifikan 3 3 0.943 Sangat Signifikan 4 4 0.819 Sangat Signifikan

Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut:

df (N-2) P=0,05 P=0,01 df (N-2) P=0,05 P=0,01 10 0,576 0,708 60 0,250 0,325 15 0,482 0,606 70 0,233 0,302 20 0,423 0,549 80 0,217 0,283 25 0,381 0,496 90 0,205 0,267 30 0,349 0,449 100 0,195 0,254 40 0,304 0,393 125 0,174 0,228 50 0,273 0,354 >150 0,159 0,208 Bila koefisien = 0,000 berarti tidak dapat dihitung. REKAP ANALISIS BUTIR

===================== Rata2= 12.00 Simpang Baku= 6.57 KorelasiXY= 0.77 Reliabilitas Tes= 0.87 Butir Soal= 4 Jumlah Subyek= 24

(76)

Nama berkas: D:\MK VIII\SIMON NONO\SIMON NONO (REVISI)\SKRIPSI\ANATES URAIAN.AUR

No No Btr Asli T DP(%) T. Kesukaran Korelasi Sign. Korelasi 1 1 5.58 60.00 Sedang 0.843 Sangat Signifikan 2 2 6.71 50.00 Sedang 0.856 Sangat Signifikan 3 3 1... 80.00 Sedang 0.943 Sangat Signifikan 4 4 5.39 53.33 Sedang 0.819 Sangat Signifikan

(77)

LAMPIRAN 14

(78)
(79)
(80)
(81)
(82)

LAMPIRAN 15

SURAT KETERANGAN

PENELITIAN

(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)

BIODATA PENULIS

Nama

:

Simon Nono

TTL

:

Naktuka, 31 Mei 1993

Nama Ayah

:

Agustho Nono

Nama Ibu

:

Rahab Kiuk (Alm)

Riwayat

Pendidikan

:

SD. Gmit Taloi (2002-2008)

SMP Katolik San Daniel

Oepoli

(2008-2011)

SMA Negeri I Amfoang Utara

(2011-2013)

Universitas Katolik Widya

Mandira Kupang / Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan

/ Program Studi Pendidikan

Matematika

Gambar

DIAGRAM KETUNTASAN  INDIVIDU
Diagram 4.1  Ketuntasan Individu  020406080100120 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
TABEL D dan TABEL T

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan yaitu 1) soal pemecahan masalah pada buku matematika siswa kelas X SMA

Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan jawaban dari soal Matematika tentang penghijauan di lahan tandus yang ada di buku siswab. Contoh

Kegiatan pada fase 5, peneliti meminta siswa berdiskusi dan bekerjasama dengan teman kelompoknya untuk menyelesaikan soal pada LKS. Pada saat siswa mengerjakan

1) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat Menjelaskan teknik penyuntingan video menggunakan perangkat lunak pengolahan video dengan mengerjakan soal

Kemudian siswa yang biasa menghadapi soal-soal SBMPTN akan mudah menjawab ketika sebelumnya siswa itu berlatih untuk mengerjakan soal-soal tersebut, walaupun terjadi

Collaborative Ayo Berlatih  Siswa menuliskan arti kata terkait teknologi pangan dan membuatnya dalam satu kalimat baru Ayo Mengamati  Siswa menyimak cerita guru mengenai perbedaan

Collaborative Ayo Berlatih  Siswa menuliskan arti kata terkait teknologi pangan dan membuatnya dalam satu kalimat baru Ayo Mengamati  Siswa menyimak cerita guru mengenai perbedaan

Ayo Berlatih  Setelah siswa memahami cara membuat diagram pada pertemuan sebelumnya siswa berlatih membuat diagram berdasarkan data sekolah yang telah dikumpulkan pada kegiatan