• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Guru adalah jabatan fungsional dan pekerjan profesional. Kalimat itu sudah sering kita dengar dan ucapkan, tetapi tidak mudah untuk dilaksanakan. Hal ini dapat dirasakan, dinilai dan diamati dari situasi kelas, hasil belajar siswa dan tanggapan siswa terhadap tugas pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Keberhasilan guru dalam proses pembelajaran merupakan tuntutan tugas profesi yang tidak dapat ditawar lagi. Hal ini berdasarkan Undang-undang Guru dan Dosen pasal 1, ayat 1 yang berbunyi :

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pedidikan dasar dan pendidikan menengah.1

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Sebagai seorang pendidik, diketahui bahwa profesionalime seorang guru bukanlah pada kemampuannya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi pada kemampuannya untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswanya.2

Faktor keberhasilan dalam proses pembelajaran seorang guru juga ditentukan melalui strategi pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu guru harus pandai menentukan metodologi rencana penyampaian, memilih metode dan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran.

IPS merupakan mata pelajaran yang mengajarkan peserta didik tentang keadaan sosial. Perlunya mempelajari IPS bagi anak dikarenakan : 1) memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat dan

lingkungannya, 2) kesejahteraan bangsa tidak hanya bersumber pada sumber

1

Undang-undang Guru dan Dosen, Semarang : Panji Duta Sarana, 2006. h. 2

2

(2)

daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi juga bersumber pada modal intlektual, sosial dan kepercayaan. Dengan demikian tuntutan untuk memutakhirkan pengetahuan sosial menjadi keharusan, 3) memotivasi seseorang untuk bertindak berdasarkan moral, 4) mempersiapkan peserta didik agar menjadi warganegara yang baik.3

Dari uraian di atas dapat diasumsikan bahwa mata pelajaran pengetahuan sosial mempunyai nilai yang strategis dan penting dalam mempersiapkan peserta didik yang unggul, handal dan bermoral semenjak dini. Dengan demikian proses pembelajaran pengetahuan sosial harus dikemas dengan metode yang menarik, menantang dan menyenangkan.

Pembelajaran pengetahuan sosial menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dapat dilakukan dengan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas dalam pembelajaran pengetahuan sosial. Tetapi sering kita jumpai pembelajaran IPS masih menggunakan metode ceramah saja.

Hal ini juga yang terjadi pada siswa MI Muta’alimin Meteseh Tembalang Kelas IV (Empat), cara pendekatan pembelajaran yang tidak efektif dan menimbulkan kejenuhan siswa di dalam kelas, serta pendekatan dengan pembelajaran teori. Guru masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, sehingga proses pembelajaran tidak melibatkan siswa secara aktif.

Berawal dari hal tersebut, maka peneliti mencoba untuk mencari solusi agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi Masalah Sosial mata pelajaran IPS. Dalam hal ini, guru diminta untuk dapat menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan bahan pelajaran sehingga dapat dipahami dengan baik oleh siswa dan mampu membangkitkan kreativitas dan produktivitas siswa dalam belajar yaitu metode kooperatif.

Berangkat dari latar belakang di atas mendorong pelaksanaan penelitian ini maka penulis mencoba melakukan penelitian dengan judul “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV (Empat) Pada Mata

3

Trianto, Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam

(3)

Pelajaran llmu Pengetahuan Sosial (IPS),Materi Masalah Sosial Dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Di MI Al Muta’alimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016.”

B. Alasan Pemilihan Judul

Penyusun memilih judul di atas dengan alasan

1. Agar dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS maka dipilih model mengajar yang tepat. . Adapun metode yang tepat menurut hemat penulis adalah metode kooperatif.

2. Meningkatkan hasil belajar siswa dapat menambah ketertarikan, minat dan motivasi siswa di dalam pembelajaran IPS

Dalam menerapkan strategi pembelajaran kooperatif yang menekankan pada aktifitas siswa untuk mengemukakan gagasan atau pendapatnya. Dalam praktek pengajaran, siswa sebagai objek dan subjek belajar yang mempunyai kemampuan untuk berkembang secara maksimal. Guru memberikan permasalahan agar dapat diselesaikan oleh siswa melalui strategi kooperatif, guru mengemukakan suatu permasalahan sementara murid menyelidiki dan berupaya untuk menemukan jawaban pemecahan masalahnya melalui pembahasan dan perundingan dalam kelompoknya.4

C. Telaah Pustaka

Pembahasan mengenai peningkatan pemahaman hasil belajar siswa kelas IV IPS dengan menggunakan metode kooperatif telah dilakukan oleh beberapa ahli pendidikan dan para peneliti pendidikan. Ada beberapa kajian yang membahas tentang masalah diatas, diantaranya

Pertama Skripsi yang di tulis oleh Muhamad Syehono (076011712), melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Kedisiplinan Belajar Pendidikan Aqidah Ahlak Siswa MTs Miftahuddin Kedungwaru Kidul Karanganyar Demak Tahun Pelajaran

4

Junaedi, Strategi Pembelajaran Learning Assistance Program for Islamic School

(4)

2009/2010. Dalam analisisnya berdasarkan pada hasil yang dicapai menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif di MTs Miftahuddin Kedungwaru Kidul Karanganyar Demak termasuk kategori sangat baik sehingga ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif terhadap kedisiplinan belajar pendidikan Aqidah Ahlak.5

Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang dilakukan adalah : Penggunaan model pembelajaran kooperatif. Sedangakan perbedaannya terletak pada pembahasannya yaitu membahas tentang penggunaan metode kooperatif pada pembelajaran pendidikan akhlak untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa sedangkan yang peneliti lakukan membahas tentang materi masalah sosial pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.

Kedua Skripsi dari Sih Santo (3104133), dalam skripsinya yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Cooperatif Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Virus Pada Siswa Kela X MAN 2 Banjarnegara. Dalam Penelitiannya ini Penguji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Cooperative Learning terhadap hasil belajar Biologi pokok bahasan virus. Disitu menjelaskan bahwa antara variabel x dan variabel y adalah signifikan. Berarti penerapan model pembelajaran ini berpengaruh terhadap hasil belajar Biologi pokok bahasan virus.6

Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang dilakukan adalah : Penggunaan metode pembelajaran kooperatif . Sedangkan perbedaannya Pada skripsi ini membahas tentang " Strategi Pembelajaran kooperatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pokok bahasan Virus sedangkan yang

5

Muhammad Syehono (076011712), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif

Terhadap Kedisiplinan Belajar Pendidikan Aqidah Ahlak Siswa MTs Miftahuddin Kedungwaru Kidul Karanganyar Demak Tahun Pelajaran 2009/2010, (Skripsi). Semarang; Fakultas Agama

Islam Universitas Wahid Hasyim, 2010, h. 52.

6

Sih Santo (3104133), Pengaruh Model Pembelajaran Cooperatif Learning Terhadap

Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Virus Pada Siswa Kela X MAN 2 Banjarnegara, (Skripsi).

(5)

peneliti lakukan membahas tentang materi masalah sosial dengan menggunakan metodel pembelajaran kooperatif.

Ketiga Skripsi dari Khikmatul Maula (3101272), pada skripsinya yang berjudul Pengaruh Penggunaan Metode kooperatif Terhadap Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PAI Kelas VII SMP NU 03 Kaliwungu Kendal Tahun Ajaran 2007/2008. Pada kesimpulan yang ia peroleh menyatakan bahwa 1) penggunaan metode kooperatif dalam pembelajaran PAI dalam kategori “cukup” dengan rata-rata 29,4, 2) Keaktifan siswa dalam pembelajaran PAI dalam kategori “cukup” dengan rata-rata 27,4, 3) Ada pengaruh yang positif pengunaan metode kooperatif terhadap keaktifan siswa dengan nilai Fhitung = 12,852 yang lebih besar dari Ftabel untuk taraf signifikan 5% (4,04) dan dalam taraf 1% (2,19).7

Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang dilakukan adalah : Penggunaan metode kooperatif dapat meningkatkan keaktifan siswa. Perbedaanya terletak pada pembahasannya yaitu membahas tentang pengaruh penggunaan metode kooperatif terhadap keaktifan siswa pembelajaran PAI. sedangkan yang peneliti lakukan membahas tentang materi masalah social pada mata pelajan IPS dengan menggunakan strategi pembelajran kooperatif.

Perbedaan skripsi ini dengan penelitian yang telah dilakukan adalah skripsi ini lebih fokus pada peningkatan hasil belajar IPS materi masalah sosial melalui metodel pembelajaran kooperatif pada siswa kelas IV MI Al-Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggambarkan betapa pentingnya metodel pembelajaran kooperatif dalam memberikan kemudahan belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.

Sedangkan kesamaan dengan penelitian sebelumnya adalah dengan menggunakan metodel pembelajaran kooperatif hasil belajar materi masalah sosial pada siswa kelas IV MI Al-Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang

7

Khikmatul Maula (3101272), Pengaruh Penggunaan Metode kooperatif Terhadap

Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PAI Kelas VII SMP NU 03 Kaliwungu Kendal Tahun Ajaran 2007/2008, (Skripsi). Semarang; Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 2008, h. 50.

(6)

Tahun Pelajaran 2015 / 2016 menjadikan lebih aktif belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

D. Rumusan Masalah

Berangkat dari uraian tersebut di atas, maka yang menjadi inti permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Materi Masalah Sosial di Kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin ?

2. Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin?

E.Rencana Pemecahan Masalah

Banyak permasalahan yang dihadapi peneliti seperti tersebut di atas maka rencana yang sesuai : Penerapan pembelajaran Kooperatif agar dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV di MI Al-Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran 2015 / 2016.

Melalui strategi pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi masalah sosial pada siswa kelas IV di MI Al-Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran 2015 / 2016 .

E. Penegasan Istilah

Peneliti mempertegas dan memperjelas kata-kata yang terdapat pada judul penelitian ini sebagai berikut:

1. Pelaksanaan

Pelaksanaan berasal dari kata dasar laksana yang mempunyai arti tanda, laku, perbuatan.8 Kemudian pendapatkan imbuhan Pe- dan akhiran –an.

8

Purwadarminta., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007. h. 650.

(7)

Pelaksanaan yang dimaksud disini adalah tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran IPS pada Materi Masalah Sosial untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Strategi

Strategi mengandung arti alat untuk mencapai maksud tertentu.9 Adapun straegi di sini menekankan pada tehnik yang tepat untuk memperoleh keberhasilan dalam pembelajaran IPS.

3. Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran adalah berusaha / berlatih supaya menjadi lebih pintar, mendapatkan imbuhan pe- dan akhiran an.10

Kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.11

4. IPS Materi Masalah Sosial

IPS merupakan jenis mata pelajaran yang ditempuh, sedangkan Masalah Sosial adalah materi pembelajaran yang dilaksanakan

5. Upaya

Usaha, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dsb): daya upaya.12

6. Meningkatkan

Berasal dari kata tingkat artinya menaikkan (derajat, taraf dsb), mempertinggi, memperhebat, mengangkat diri. Mendapat awalan “me” dan akhiran “an”, yang mengandung arti usaha menuju yang lebih baik.13 7. Pemahaman Siswa

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “paham” diartikan mengerti, mengetahui.14 Jadi yang dimaksud disini adalah tingkat pemahaman atau kejelasan siswa tentang materi yang diajarkan.

9 Ibid., h. 1146. 10 Ibid, h. 121 11 Sugiyanto, Op.Cit, h. 37. 12

Purwadarminta., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2007, h.1345.

13

(8)

F. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:

a. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif pada mata pelajaran IPS Materi Masalah Sosial di Kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin ?

b. Untuk mengetahui Hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPS Materi Masalah Sosial di Kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin setelah menggunakan metoade kooperatif ?

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat dicapai dari penelitian ini adalah : a. Proses pembelajaran tidak monoton lagi

b. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas meningkat

c. Keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat, ide atau gagasannya

d. Kualitas dan hasil pembelajaran pengetahuan sosial meningkat.

Hasil penelitian Tindakan kelas ini, diharapkan memberikan manfaat secara praktis maupun teoritis, yaitu:

1. Manfaat Secara praktis a. Manfaat bagi Sekolah

1) Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS maka dipilih model pembelajaran yang tepat dan benar dapat membantu tercapainya salah satu tujuan MI Al Muta’allimin. 2) Diperoleh panduan inovatif penggunaan media kooperatifl yang

diharapkan dapat dipakai untuk kelas-kelas lainnya di MI Al Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang.

14

(9)

3) Melalui peningkatan kualitas pembelajaran di MI Al Muta’allimin Meteseh TembalangSemarang maka diharapkan dapat meningkatkan peringkat MI Al Muta’allimin Meteseh Tembalang di Semarang.

b. Manfaat bagi guru

1) Siswa mampu meningkatkan pembelajaran IPS dengan baik dan benar sangat membantu guru secara lebih mendalam dan tepat pada waktunya.

2) Adanya inovasi penggunaan media pembelajaran IPS dari dan oleh guru yang menitikberatkan pada penggunaan media pemeblajaran kooperatif.

3) Merupakan sumbangan pemikiran dan pengabdian guru dalam turut serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui profesi yang ditekuninya.

4) Dengan adanya penelitian ini maka terjallin kerjasama atau kolaborasi sesama guru di MI Al Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang.

c. Manfaat bagi siswa

1) Kompetensi peserta didik di bidang umum, khususnya pada materi pokok masalah sosial dapat dicapai.

2) Hasil belajar peserta didik kelas IV MI Al Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarang dalammata pelajaran IPS khususnya materi masalah social dapat meningkat.

3) Aktivitas belajar peserta didik kelas MI Al Muta’allimin Meteseh Tembalang Semarangdalam mata pelajaran IPS khususnya pada materi pokok masalah sosial dapat meningkat. 4) Penggunaan media kooperatif dapat dikembangkan atau

diterapkan pada peserta didik di kelas-kelas lain.

5) Kemampuan membaca dengan baik dan benar sangat membantu siswa dalam menyerap mata pelajaran IPS, dan selanjutnya akan mempengaruhi perolehan niliai mata pelajaran

(10)

tersebut. Di samping itu juga memberikan pembiasaan yang sangat berguna bagi masa depannya.

2. Manfaat secara teoritis

Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat nenambah khasanah di bidang pendidikan dasar dan dapat memberikan sumbangan berupa pemikiran-pemikiran tentang metode pembelajaran kooperatif.

G. Hipotesis Tindakan

Hipotesis merupakan dugaan sementara yang masih dibuktikan kebenarannya melalui suatu penelitian.15 Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut :

“Penggunaan metode kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam Pembelajaran IPS Materi Masalah Sosial di Kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016.”

H. Metode Penelitian

1. Subyek dan Obyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswa kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran

2015-2016 yang berjumlah 37 siswa.

Sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi Masalah Sosial Kelas IV (Empat) Madrasah Ibtidaiyah Al Muta’allimin.

2. Lokasi Penelitian a. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin Meteseh Tembalang Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016.

b. Waktu Penelitian

15

(11)

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan, yaitu pada bulan Oktober 2015

c. Siklus

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat dan memperbaiki prestasi siswa.

3. Desain Penelitian

Desain penelitian dapat kami uraikan melalui beberapa tahap sebagai berikut ;

a) Mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah, tujuan dan manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara bersama-sama antara peneliti, guru dan kepala madrasah;

b) Menghimpun data yang tersedia tentang hal-hal yang berhubungan dengan variabel yang akan diteliti;

c) Merumuskan hipotesis serta strategi pendekatan dan memecahkan masalah;

d) Membuat rencana dan prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilaksanakan

e) Mengumpulkan data, analisis data, memberi interprestasi serta saran-saran;

f) Melaporkan hasil Penelittian Tindakan Kelas (PTK).

4. Faktor yang Diteliti

Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial adalah untuk mengembangkan potensi hasil belajar peserta didik materi masalah sosial. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pembelajaran dan strateginya dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan faktor tersebut di atas, maka kami berinisiatif dan mencoba melaksanakan penelitian tentang masalah sosial mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV (empat) di MI supaya siswa benar-benar dapat hasil belajar sehingga meningkatkan prestasi belajar mereka.

(12)

Mengingat penelitian ini berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar IPS materi masalah sosial, maka tekanan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkannya. Oleh karena itu faktor yang diteliti adalah :

1) In-Put

Yaitu bagi siswa yang belum memahami faktor-faktor penyebab dan macam-macam timbulnya masalah sosial serta hasil perolehan skor yang kurang dari standar KKM dinyatakan belum tuntas belajar / belum paham.

2) Proses

Mengadakan proses pembelajaran secara aktif sesuai dengan desain pembelajaran yang telah dirancang sesuai materinya dengan menggunakan metode kooperatif.

3) Out Put

Yaitu bagi siswa yang sudah memahami faktor-faktor penyebab dan macam-macam timbulnya masalah sosial setrta skornya lebih dari standar KKM yang telah ditetapkan, yaitu sebesar 70. Maka siswa tersebut dinyatakan tuntas / paham. Adapun penelitian dinyatakan berhasil manakala keberhasilannya mencapai 70 % dari jumlah seluruh siswa.

5. Rencana Tindakan

Dalam penelitian ini, peneliti membagi empat tahapan penting, yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting).16 Seperti pada bagan di bawah ini ;

16

(13)

GAMBAR I

BAGAN RENCANA TINDAKAN SIKLUS I

SIKLUS II

Gambar 3.1. Model Penelitian Tindakan Kelas Bentuk Siklus

Siklus I

1) Perencanaan (Planning)

a) Menganalisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang disesuaikan dengan konsep kooperatif yang akan disampaikan kepada siswa dalam pembelajaran ; dengan berbasis, yaitu belajar kerja kelompok, pembelajaran langsung dan belajar bersasis diskusi

b) Membuat Rencana Pembelajaran Perencanaan I Pelaksanaan Pengamatan Refleksi Identifikasi Masalah Permasalahan Baru Hasil Refleksi Perencanaan II Pelaksanaan Pengamatan Refleksi Dilanjutkan ke Siklus Berikutnya ?

(14)

c) Merancang desain pembelajaran d) Membuat lembar kerja

e) Membuat instrument yang digunakan f) Menyusun alat evaluasi

g) Menetapkan indikator keberhasilan 2) Pelaksanaan Tindakan (Acting)

a) Penerapan metode tugas dan diskusi dengan membagi siswa dalam kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 4 anak b) Menyajikan materi pelajaran

c) Diberikan materi diskusi perkelompok d) Guru mengarahkan kelompak dalam diskusi e) Guru memberikan pertanyaan

f) Siswa diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan g) Melakukan pengamatan dan observasi

h) Jenis data yang dikumpulkan seperti kliping, makalah, resume diskusi, prilaku siswa

3) Pengamatan (Observing)

a) Situasi kegiatan belajar mengajar b) Keaktifan siswa

c) Kemampuan siswa dalam diskusi kelompok

Adapun instrumen yang digunakan peneliti dalam pengamatan adalah ; (a) lembar kerja observasi (catatan lapangan), (b) lembar kerja wawancara, dan (c) lembar kerja hasil tes.

4) Refleksi (Reflecting)

Refleksi merupakan analisis, dan penilaian terhadap hasil perencanaan, pelaksanaan, dan pengamatan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dari proses refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya.

(15)

Siklus II

1) Perencanaan

Membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama

2) Pelaksanaan

Melaksanakan pembelajaran berbasis kooperatif berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama

3) Pengamatan

Melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran siswa 4) Refleksi

Melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua dan menyusun rencana/replaning untuk siklus selanjutnya apabila dirasa masih diperlukan

6. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan beberapa metode, antara lain ;

a. Metode Observasi

Metode observasi atau pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala – gejala yang diselidiki.17

b. Metode Interview

Metode interview adalah tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan keterangan.18Metode ini digunakan untuk mewawancarai siswa sebagai subjek yang akan diteliti. Memberikan pertanyaan secara lisan kepada masing-masing kelompok.

c. Metode Ujian/Tes

Metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam mempelajari masalah sosial mata pelajaran Ilmu

17

Cholid Nurbuko, Op.cit, h. 70.

18

(16)

Pengetahuan Sosial Kelas IV (empat) MI Al-Muta’alimin Meteseh Semarang.

7. Metode Analisis Data

Analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan ide yang disarankan oleh data.19

Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara diskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran, yaitu ;

a. Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar, dengan menganalisis tingkat keaktifan kelompok, kemudian dihitung dengan teknik presentase

b. Implementasi tindakan dalam pembelajaran kooperatif, dengan analisis nilai-nilai hasil kerja kelompok kemudian dihitung dengan teknik presentase

Kemudian data-data yang diperoleh dari penelitian baik melalui pengamatan dan wawancara diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus sedangkan data dari hasil tes dihitung untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran tersebut ditentukan dengan rumus sebagai berikut;20

8. Indikator Keberhasilan

Sedangkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian tindakan ini apabila :

19

Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Bumi Aksara, 2006, h. 39

20

(17)

a. Adanya peningkatan hasil belajar siswa tentang memahami faktor-faktor penyebab dan macam-macam timbulnya masalah sosial yang ditunjukkan berdasarkan perolehan skor 70 keatas.

b. Meningkatnya hasil belajar IPS materi Masalah Sosial kelas IV (Empat) MI Al-Muta’alimin Meteseh Tembalang, yang mencapai 70 % dari keseluruhan peserta didik.

I. Sistematika Penulisan Skripsi

Sistematika penulisan skripsi merupakan gambaran umum tentang hal- hal yang menjadi pembahasan dalam skripsi. Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari 3 bagian, yaitu ;

Bagian awal : Halaman Judul, Nota Pembimbing, Pengesahan, Abstrak, Pernyataan Keaslian Skripsi, Motto, Persembahan, Kata Pengantar, Pedoman Transliterasi Arab – Latin, Daftar Isi dan Daftar Tabel, Grafik, Gambar.

Bagian isi terdiri dari Bab Satu : Pendahuluan, berisi tentang : a) Latar Belakang, b) Alasan Pemilihan Judul, c) Telaah Pustaka, d) Rumusan Masalah, e) Rencana Pemecahan Masalah, f) Penegasan Istilah, g) Tujuan dan Manfaat Penelitian, h) Hipotesis Tindakan, i) Metode Penelitian, dan j) Sistematika Penyusunan Skripsi.

Bab Dua : Landasan Teori yang terdiri dari dua sub bab, yaitu 1) Metode Kooperatif, yang terdiri pengertian, dasar-dasar, konsep, ciri-ciri

dan kelemahan kelebihannya, 2) Pembelajaran IPS yang meliputi pengertian, tujuan, standar kompetensi dan kompetensi dasar IPS Kelas IV (Empat).

Bab Tiga : Laporan Hasil Penelitian, berisi tentang : a) Laporan Situasi Umum populasi, dan b) Laporan Kegiatan Persiklus.

Bab Empat : Analisis Hasil Penelitian, berisi tentang : a) Analisis Kegiatan Persiklus dan b) Pembahasan.

Bab Lima : Penutup, berisi tentang : a) Kesimpulan, b) Saran-saran, dan c) Penutup.

Bagian Akhir : Daftar Pustaka, Lampiran-lampiran dan Daftar Riwayat Hidup.

Referensi

Dokumen terkait

menjadi duda/janda yang melangsungkan perkawinan lagi.. 3) PNS yang akan melakukan perceraian wajib memperoleh izin atau surat keterangan lebih dahulu dari Pejabat. 4)

Berdasarkan pengamatan kemampuan berbahasa siswa pada siklus 1 telah mengalami peningkatan dari pratindakan walaupun belum mencapai persentase KKM yang telah ditentukan.

informasi tentang jenis dan berbagai motif batik store nusantara, dapat melakukan pemesanan batik secara online dengan mendaftarkan data diri pelanggan dan mengisi form

Hasil penelitian untuk faktor permintaan secara simultan ada pengaruh nyata antara tingkat pendapatan, selera, jumlah tanggungan dan harapan masa yang akan datang

 Wartawan media elektronik atau cetak yang bertugas mencari fakta/ data dan menyusunnya dalam format tulisan berita untuk media dimana ia bekerja 2..  Seorang wartawan aktif

Produk nanopartikel ekstrak kloroform kunci pepet dengan matrik kitosan, asam alginat, kombinasi kitosan-asam alginat menunjukkan aktivitas sitotoksik yang rendah

 Biaya produksi menjadi lebih efisien jika hanya ada satu produsen tunggal yang membuat produk itu dari pada banyak perusahaan.. Barrier

61 63003 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Anindyaguna 62 63004 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta 63 63006 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Atma Bhakti 64 63007 Sekolah Tinggi Ilmu