DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT KOMISI VI DPR Rl
DALAM RANGKA PEMBAHASAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
Tahun Sidang Masa Persidangan Jenis Rapat Sifat Rapat Hariffanggal Wa k t u Dengam TemRat Ketua Rapat Sekertaris Rapat A car a Undangan
/
KETU-A RAPAT 2006-2007 IV Rapat Kerja Terbuka Kamis, 24 Mei 2007Pukul 14.00 WIB s/d selesai
Menteri Negara Koperasi dan UKM
Ruang Rapat Komisi VI DPR Rl Gedung Nusantara-1 Dr. lr. H. Lili Asdjudiredja, SE, Ph.D
Drs. Helmizar I Kabag Set. Komisi VI DPR Rl
:ranggapan Menteri Negara Koperasi dan UKM atas pandangan Fraksi-fraksi DPR Rl
dari 53 orang aoggo_ta Komisi VI DPR Rl
Menteri Negara Koperasi dan UKM beserta jajaran
Assalamu'alaikum wr.wb.
Selama s·ang dan salam sejahtera bagi kita semua. Dengan mengu-capkan Bismillahirahmanirahim skorsing Rapat Kerja Komisi VI DPR Rl dengan Menteri Negara Koperasi dan UKM tanggal 23 Mei 200~ ami cab t aan Rapat Ke Ja kami
nyatakan terbuka untuk umu . ·
RAPAT DIBUKA PUKUL: 14.30 WIB
Anggota Komisi VI DPR Rl yang kami hormati, Bapak Menteri Negara Koperasi dan UKM beserta jajarannya yang kami hormati, hadirin sekalian yang berbahagia. Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Negara Koperasi dan UKM beserta jajarannya yang telah hadir memenuhi undangan kami Komisi VI DPR Rl dalam rangka pembahasan RUU tentang UMKM yang merupakan proses legislasi di DPR Rl. Dan kami berharap RUU ini dapat diselesaikan pada waktunya sesuai dengan jadwal yang kita angendakan bersama.
Dan ini merupakan tugas konstitusi Komisi VI DPR Rl dalam melaksanakan fungsi legislasi.
Dengan menyelesaikan RUU UMKM tepat pada waktunya berarti Komisi VI DPR Rl akan melahirkan UU yang ketiga setelah UU tentang Resi gudang dan UU tentang Penanaman Modal. Mudah-mudahan dengan pembahasan ini, kami akan lebih cepat menyelesaikan pembahasannya antara Dewan dengan Pemerintah sehingga keterpihakan terhadap rakyat kecil akan terwujud dalam UU ini nantinya. Selanjutnya, sebelum kami persilakan pak Menteri Negara Koperasi dan UKM, kami informasikan pula bahwa Komisi VI DPR Rl pada masa sidang IV tahun sidang 2006-2007 telah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat untuk meminta masukan-masukan dari para pakar Perguruan Tinggi, pelaku usaha, kadin, dan asosiasi Pemerintahan Propinsi dan Kabupaten, bank-bank BUMN serta menyerap aspirasi ke daerah-daerah dan juga akan melaksanaRan studi banding.
Dalam Rapat Kerja Pembahasan RUU tentang UMKM kemarin tanggal 23 Mei 2007 telah disampaikan Pandangan dan Pendapat fraksi-fraksi DPR Rl atas keterangan dan penjelasan Pemerintah terhadap RUU tentang UMKM. Menteri Negara Koperasi dan UKM. Untuk itu fllarilah kita memasuki acara pokok pada Rapat Kerja kita pada hari ini yaitu tan~gapan Pemerintah terhadap pandangan-pandangan dan pendapat fraksi-fraksi dari DPR Rl atas RUU tentang UMKM yang diwakili oleh Bapak Menteri Negara Koperasi dan UKM. Untuk mempersingkat waktu maka kami ~ersilakan Bapak Menteri Negara Koperasi dan UKM untuk menyampaikan tanggapan Pemerintah terhadap pandangan dan pendapat fliaksi-fraksi DPR Rl atas RUU tentang UMKM. Untuk ini kami persilakan Pak Menteri untuk menyampaikannya.
PEMERINTAH Terima kasih.
Assalamu'alai~um Warahmatullahi V'/abarakatuh.
Pimpinan Rapat yang saya hom\ati, para anggota Dewan yang kami muliakan, hadirin sekalian yang berbahagia. Perkenankan saya menyampaikan jawaban Pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPR Rl terhadap RUU tentang usaha Mikro, kecil dan Menengah. Pimpinan dan para Anggota Dewan yang kami muliakan,. Mengawali penyampaian jawab Pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPR terhadap RUU tentang Usaha Mikro kecil dan Menengah kepada Dewan yang ternormat. Perkenankanlah kami terlebih dahulu mengajak kita semua untuk mengucapkan puji dan syukur kehdiran Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim atas segala nikmat ramat dan Rarunianya yang telah dilimpahkan kepada kita. Keberadaan kita disini dalam rangka membahas Aspek penting pembangunan ekonomi pada umumnya. Dan pembangunan usaha mikro kecil dan menengah pada khususnya adalah perwujudan limpahan nikmat dan rapatnya itu. Sehub_ungan dengan itu atas nama Pemerintah kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada yang sebesa~-besamya yar:~g tela Giisampaikan oleh fraksi-fraksi DPR pad a tar:tggal 23 Mei 2007.
Dalam l<esempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang khusus kami sampaikan kepada fraksi-fraksi DPR yang dengan penuh ketekunan dan semangat telah mengkaji secara cermat dan mendalam RUU tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta keterangan Pemerintah yang telah disampaikan kepada Dewan yang mulia ini. Sebagai buah kajian telah dihasilkan konsep, gagasan dan tanggapan-tanggapan yang sangat strategis dan mendasar. Berkenaan dengan pembangunan Usaha Mikro Kec~ dan Menengah pada khususnya dan p~etntfgunan ekonomi pad a umumnya.:S"ebagaimana yang telah • ~ disampaikan dalam pemandangan umum fraksi-fraksi DPR sa,tu hari yang lalu. Selain itu telah pula diajukan kritik, saran dan pertanyaan-pertanyaan yang sang.at penting berkaitan dengan filosofi, aspek yuridis dan subtansi pengaturan dalam
RUU tentang UMKM tersebut. Hal ini merupakan bukti adanya pergantian yang sungguh-sungguh dan tekad yang kuat dari Dewan yang terhormat untuk bersama-sama Pemerintah mewujudkan produk legislasi di bidang ekonomi yang berkualitas, yaitu yang menyangkut pembangunan usaha mikro, kecil dan menengah. Produk tersebut diharapkan merupakan karya bangsa yang historis dan monumental. Produk legislasi berupa UU ini diharapkan benar-benar mampu berfungsi sebagai landasan hukum yang kuat yang dapat membimbing dan mengarahkan secara efektif dunia usaha dan Pemerintah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam melaksanakan upaya-upaya pemberdayaan mikro kecil dan menengah. Pimpinan dan para Anggota Dewan yang saya hormati sebagaimana kita ketahui pemandangan umum fraksi-fraksi DPR terhadap RUU tentang UMKM dan keterangan Pemerintah telah disampaikan oleh juru bicara masing-masing fraksi yaitu berturut-turut oleh yang terhormat :
1. Sdr. Muhidin M. Said, S.E, MBA dari Fraksi Par'tai Golkar; 2. Sdr. Constant M. Ponggawa, S.H. LLM dari Fraksi PDS; 3. Sdr. Aria Sima dari Fraksi PDIP~ · :
4. Sdr. H. Zaenal f.bidin Hussein, S.E. dari Fraksi PBR; 5. Sdr. Drs. H. Zainut Tauhid Saadi dari Fraksi PPP;
6. Fraksi BPD disampaikan langsung oleh Ketua sidang bapak Dr. lr. H. Lili Asdjudiredja, S.E. Ph.D;
7. Sdr. lr. H.M. Yusuf Perdamaian Nasution dari Fraksi Partai Demokrat; 8. Sdr. Andi Salahudin, S.E. dari Fraksi PKS;
9. Sdr. Choirul Saleh Rasyid dari Fraksi PKB; 10. Sdri. Ora. Mardiana lndraswati dari Fraksi PAN.
Pemerintah sangat menghargai seluruh fraksi atas pemahamannya yang
mendalam terhadap segenap segi pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah
serta komitmen yang teguh tak tergoyahkan terhadap upaya-upaya .pemberdayaan
usaha .mikro, kecil dan menengah. r
Selain itu kami juga merasa bebesar hati atas apresiasi positif yang ./
dikemukakan oleh fraksi-fraksi DPR, sehubungan dengan beberapa hal yang
dilakukan oleh Pemerintah. Begitu pula kami juga m~yam,l2fbut dengan gembira / harapan-harapan fraksi DPR yang dikemukakan dalam proses pembahasan RUU
ini. Setelah mengkaji pemandangan umum fraksi-fraksi DPR secara seksama.kami
berkeyakinan bahwa konsep, gagasan, polafpikir, dan pokok pikiran fraksi-fraksi J DPR adalah sejalan dengan pendirian Pemerintah. Karena itu kita patut
berpengharapan besar untuk dapat menyelesaikan tugas kita dengan
sebaik-baiknya dalam tempo yang tidak terlalu lama dan tanpa ada hambatan yang berarti.
Dalam hubungan itu kami ingin menyajikan seperangkat rangkuman pokok pikiran
yang kami gali dari pemandangan umum 1 0 fraksi DPR yang perlu kita jadikan
acuan bersama, yaitu :
1. Pemberdayaan UMKM yang akan diatur dalam UU tentang usaha- mikro keeil dan menengan - harus kita pandang dalam konteks pengembangan perekonomian nasional secara holistik. Oleh arena itu UU ini hal'tJS dilandasi oleh nilai-nilai luhhlr yang terkandung dalam Pancasila dan UJ~0 19~5 serta etika bisnis, prinsip-pTinsip el<onomi dan kaidah-kaidah usaha yang secara universal diakui kesahi~nnya khususnya dalam rangka mewujudkan sistem perekonomian · ·. yang didasarkan pada demokrasi ekonomi serta ditujukan untuk mewujudkan bagi kemakmuran semua orang.
2. UU tentang usaha mikro kecil dan menengah harus menjadi landasan hukum yang kuat dan sekaligus berperan sebagai strategi untuk memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah. Sehingga ~apat tumbuh dan berkembang sebagai sektor atau pilar ekonomi yang tanggJh, kuat dan mandiri. Dengan demikian dapat diwujudkan struktur ekonomi naslonal yang semakin kuat dan seimbang. UU tersebut harus mampu mengakomodasikan harapan dan kebutuhan
masyrak~t dan ~engantisi~asi perke~bangan strategi~ baik nasion~!, regional maupun ~nternastonal. Sehtngga dapat' berperan mewujudkan kepasttan hukum menumbuhkan, dan mengembangkan usaha kecil serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu perumusannya harus sederhana yakni padat, luwes dan mudah dipahami oleh masyarakat luas memberikan kepastian hukum, mampu menjawab tantangan zaman. Didasarkan atas kebutuhan dan berorentasi pada pemberdayaan serta dapat memberikan perlindungan kepada usaha mikro, kecil dan menengah.
3. UU tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah jangan dijadikan sekedar sebagai strategi tebar pesona menjelang Pervilu 2009 tetapi harus mampu berperan sebagai instrumen dalam upaya mewujudkan kehidupan dunia usaha yang sehat, menghilangkan kesenjangan serta mempercepat tercapainya pemerataan dan memperkokoh struktur perekonomian nasional. Selain itu UU ini harus berperan sebagai instrumen untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi usa mikro, kecil dan menengah.
4. UU tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah harus menjadi alat yang efektif untuk menggerakkan sektor rill, mengentaskan kemiskin-an dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
5. Pengaturan dalam UU tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah harus memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya. Perlindungan dan dukungan yang kuat kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk mengembarngkan usaha yang tangguh, kuat dan mandiri serta berperan nyata sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional sebagai hak konstitusionalnya. Keleluasan, perlindungan dan dukungan itu harus tetap berada dalam bingkai yang mengutamakan keadilan sosial, dan kemakmuran masyarakat b~kannya kemampuan orang perseorang. Dengan demikian diharpkan bahwa UU tersbut mampu memenuhi harapan rakyat dan mampu meningkatkan kesempatan berusaha yang semakin terbuka adil dc\n merata bagi rakyat indonesia.
6. Ketentuan-ketentuan dalam UU tentang Usaha Mikro, kecil dan Menengah harus menggambarkan kepedulian, komitmen, kepemihakan yang kuat dari Pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan- menengah. Sehingga tumbuh menjadi usaha yang kuat, tangguh dan mandiri. Oleh karena itu perlu mengatur pemberdayaan UMKM berdasarkan pendekatan sbb:
a. Usaha Mikro, pendekatan pemberdayaannya difokuskan kepada
penanggulangan penganguran, Remiskinan, jender, kesenjangan dan
-keadilan untuk mengakses sumber daya produktif;
b. Usaha Kecil, pendekatan pemberdayaannya difokuskan kepada dorongan untuk mewujudkan ketangguhan usaha kecil dan terbukanya investasi kepada mereka serta menumbuhkan kemandirian dan kemampuan berkiprah di pasar.
c. Usaha Menengah, pendekatao pemberdaY.aan Y.a pada pertuml5unan dan kemampuan mengakses pasar eksport.
7. Pasal-pasal UU itu harus menggambarkan secara jelas keterlibatan usaha menengah dan besar, dalam pembinaan dan pengembangan dan perberdayaan
f
masyarakat kecil khususnya melalui hubungan kemitraan usaha sebagai perwujudan asas kekeluargaan dan sel\llangat gotong royong dalam penyusunan ekonomi bangsa. Kemitraan usaha antara usaha mikro kecil, dan menengah dan usaha besar dalam UU ini harus berintikan pada upaya pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah. Sebagai bagian upaya pengembangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Sasarannya adalah, terjalinnya hubungan yang saling menghargai, saling menguntungkan dan saling
memperkuat dan pada gilirannya akan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dan mampukannya dalam menghadapi proses globalisasi ekonomi. 8. UU itu harus memberikan kepastian tentang lembaga yang mengkoodinasikan
upaya pembinaan. Sehingga tercipta keterpaduan pembinaan mengingat kegiatan usaha mikro kecil dan menengah meliputi berbagai sektor usaha dan pembinaannya dilakukan oleh berbagai instansi atau lembaga. Apabila pokok-pokok dijadikan acuan dan tolak ukur dalam merampungkan penyusunan RUU tentang UMKM. Maka kita akan dapat bisa menyusun rumusan ketentuan-ketentuan yang benar-benar bermanfaat bagi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di masa depan.
Pimpinan dan para Anggota Dewan yang kami muliakan. Disamping
pertanyaan-pernyataan apresiatif¢', pola pikir, dan pokok pikiran fraksi-fraksi juga . ·
menyampaikan tanggapan-tanggapan, saran dan pertanyaan, yang berkaitan erat
dengan rumusan-rumusan dalam RUU tentang UMKM yang telah disampaikan
Pemerintah, kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan perkenan pimpinan dewan
yang terhormat, ijinkanlah kami menanggapi, menjawab tanggapan, saran dan
pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan kepada kami. Adapun tanggapan atau
jawaban kami terhadap beberapa tanggapan, saran, dan pertanyaan tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Pemandangan umum dari Fraksi Partai Oamai Sejahtera mengusulkan agar usaha mikro tidak perlu dipisahkan dari usaha kecil. Kami dapat memahami gagasan Fraksi PDS. Namun demikian apabila dicermati komposisi usaha mikro merupakah bagian terbesar dari perekonomian nasional dan perekonomian nasional dari disisi jumlahnya dan karaktertistiknya pun berbeda. Berdasarkan data Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada tahun 2006 terdapat 48,9 juta usaha kecil dan menengah yang merupakan 99,98% dari total pelaku usaha
nasional dari seluruh jumlah usaha keciJ·dan menengah tersebut sebagian besar
diantaranya terdirfdari usaha mikro yarig pada tahun 2006 menurut informasi Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan jumlahnya tidak kurang dari 90% dari total UKM. Oleh karena itu diperlukan pemisahan terhadap usaha mikro sehingga memperoleh keadilan dalam proses memanfaatkan peluang dan kesempatan serta pemberdayaan. Disamping itu dalam berbagai forum dunia pemberdayaan usaha mikro mendapat . pertTatian yang semakin besar diantaranya dalam forum EPEC, ILO, dan OILSILI bahkan di berbagai negara pemberdayaan usaha mikro telah diatur secara tersendiri.
2. Fraksi PDIP mengusulkan gotong royong sebagai salah satu asas. Dalam RUU tentang UMKM gotong royong di pandang. sebagai suatu semangat yang inklusif dengan makna kekeluargaan sebagai suatu asas pemberdayaan UMKM. Karena Pemerintah__h_erpandangan usul tersebut merupakan suatu gagasan- yang mempunyai landasan filosofi yang kuat, mengacu pada pandangan bung Karno untuk itu akomodasi teFhadap UStll ini erlu Glidiskasikan aalam pemb hasan lebih lanjut.
3. Berkenaan dengan usaha mikro, kecil dan menengah, Fraksi PPP mempertanyakan kriteria usaha mikro tradisional. Pandangan Pemerintah, usaha
mikro yang bersifat tradisional adalah usaha yang basis kegiatannya
menggunakan alat yang sederhana yang dipergunakan secara tur~n temurun atau yang berkaitan dengan seni dan budaya. Dalam fakta empiflk terdapat ' ··
banyak usaha mikro seperti misalnya kerajinan tangan (handy craf), batik, seni, seni hiburan tradisional dan sebagainya yang tidak dapat dipisahkan dengan sifat-sifat ketradisionalannya. Walaupun demikian kita mengenal pula adanya batik printing dengan motif tradisional yang mempergunakan ·teknologi modern.
Namun tidak dapat dikategorikan sebagai usaha mikro karena tidak menggunakan alat produksi yang sederhana.
4. Berkenaan kriteria usaha mikro dan menengah Fraksi PPP, PKB, dan PAN mempersoalkan tentang kriteria UMKM.
Tanggapan Pemerintah :
1. Kriteria UMKM didekati dari sudut pandangfl realitas proses bisnis. Dimana " _, suatu · bisnis a tau usaha mendayagunakan input berupa sumber day a
ekonomi untuk menghasilkan output tertentu. Penetapan kriteria UMKM dari
sisi input tersebut dinyatakan dengan kekayaan bersih sedangakan sisi output didekati dengan hasil penjualan tahunan atau omset usaha. Kekayaan bersih dan hasil penjualan usaha atau omset usaha didalam bisnis memiliki keterkaitan hubungan yang erat sekali ialah apa ang disebut dengan rasio perputaran usaha (turn offer). Canton rahasia kekayaan bersih dengan omset usaha 1 : 5 artinya kekayaan bersih berputar 5 kali untuk menghasilkan hasil penjualan tahunan atau omset usaha.
2. Kelaziman dalam penetapan kriteria usaha menyangkut 2 hal penting yaitu : a. Kriteria terukur dengan angka yang disebut sebagai angka kriteria
numerik kuantitatif. lmplementasi kriteria ini dalam RUU tentang UMKM adalah pad a pasal 5 ayat 1, 2 dan 3 yang menggunakan kriteria numerik
atas kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan baik untuk usaha
mikro, kecil, dan menengah.
b. Kriteria verbal atau yang lazim yang disebut dengan kriteria kulitatif.
lmplementasi kriteria ini dalam RUU tentang UMKM adalah pada pasal 1
ayat 1, 2, dan 3 yang berbunyi "Usaha kecil atau usaha menengah bukan
merupakan anak perusahaan atau cabang usaha ya,ng dimilikJ, dikuasai
atau berafisiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha
menengqh atau usaha besar.
3. Kriteria yang dimaksud dari berbagai fraksi penanya kami pandang
berhubungan dengan kriteria numerik atau kuantitatif. Perihal besarn angka kekayaan bersin dan hasil penjualan tahunan apabila dihubungkan dengan
turn offer maka terjadi perbedaan pandang antara Pemerintah dan
fraksi-fraksi. Untuk itu Pemerintah berpendapat pada dasarnya diperlukan ada keseragaman kriteria yang akomodatif
5. Berkenaan dengan penggunaan kriteria kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan Fraksi PPP mempertanyakan bagaimana penggunaan kriteria tersebut apakah salah satu atau kedua-duanya. Untul< mengukur suatu usaha tergolong kepada usaha mikro kecil atau usaha menengah maka dalam RUU ini berpedoman salah satu kriteria saja. Yaitu dengan menggunakan kekayaan bersih namun demikian apabila kekayaan bersih tidak dapat infmmasinya digunal<an penaekatan hasil penjualan tahunan.
6. Berkenaan dengan perubahan k[iteria usaha kecil menun.Jt UU Nemer: 9 tahun
1995 tentang l!Jsaha Kecil dibandingkan dengan RUlli tentang Usa a Nllil<rtO, Kecil
dan Menengah, Fraksi PP mempertanyakan dasar perubahan tersebut. Tanggapan Pemerintah /beberapa hal pokok yang mendasari pertimbangan Pemerintah adalah
1. Faktor lnflasi,
2. Faktor Dinamisasi Kurs Valuta Asing, 3. Faktor Putaran (turn offer) Bisnis
4. Perspektif perkembangan ekonomi dan bisnis di masa yang akan datang.
7. Berkenaan dengan Fraksi PKB tentangPembiayaan dan Penjaminan yang dalam / ··· RUU ini masih bersifat umum. Tanggapan Pem~rintah adalah aspek pembiayaan dan jaminan karena terkait dengan berbagai intansi Pemerintah berpandangan J'
pembahasan terhadap pembiayaan dan penjaminan ini yang masih bersifat umum dapat dilakukan lebih intensif dalam pembahasan selanjutnya.
Pimpinan dan para anggota Dewan yang kami muliakan demikian jawaban Pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPR Rl. Kami berharap semoga apa yang telah kami sampaikan pada hari ini dapat menjawab tanggapan, saran dan pertanyaan serta memperjelas berbagai hal yang dikemukakan dalam pemandangan umum sehari yang lalu. Adapun tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang belum kami tanggapi dan kami jawab secara rinci akan dibahas dalam pembahasan lebih lanjut yang akan datang. ·
Selain itu kami juga berharap semoga jawaban Pemerintah ini bermanfaat untuk dijadikan bahan masukan bagi pembahasan selanjutnya. Dalam kesempatan yang berbahagia ini Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Dewan yang terhormat atas terselenggaranya Rapat Kerja Dewan dengan kami pada hari ini.
Pada kesempatan yang ini·pula kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para anggota Dewan yang terhormat yang telah · menyampaikan tanggapan, saran dan pertanyaan-pertanyaan dalam pemandang umum yang lalu serta dengan penuh kesabaran mengikuti uraian yang kami sampaikan dalam jawaban Pemerintah ini.
Kami mohon maaf kepada para Anggota Dewan yang terhormat sekiranya
dalam uraian kami terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati. Akhir kata marilah
kita berdoa semoga apa yang kita lakukan mendapatkan ridho dari Tuhan Yang
Maha Esa dan kita selalu diberi kekuatan oleh-Nya guna merampungkan
tugas-tugas kita sebagaimana yang tadi telah digariskan oleh pimpinan Dewan.
Sekian, wabillahitaufiq wal hidayah
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
.KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Menteri.
Yang terhormat bapak Anggota Dewan Komisi VI DPR Rl, para hadirin yang kami muliakan, kita telah mendengar tanggapan Pemerintah yang diwakili oleh Bapak Menteri Negara Koperasi dan UKM terhadap Pandangan dan Pendapat
Fraksi-fraksi di DPR Rl atas RUU tentang UMKM. Dengan demikian maka selesailah Raker pada siang hari ini dan terima kasih kami sampaikan kepada Anggota Komisi VI DPR Rl, dan saudara menteri beserta jajarannya yang telah mengikuti Raker pada hari ini dengan sabar dan J?enuh perhatian dan juga dengan semangat yang tinggi dalam menyelesainkan UU ini. Marilah kita bersama-sama
menutup Raker ini dengan ucapan Alhamaullilah.
Assalamu'alaikum Warahmatullabi Wabarakatuh
-
RAPAT DITUTUP PUKUL: 15.50 WIBI
·
A
A
Jakarta, 24 Juni 2007
a.n
KETUA RAPAT SEK ETARIS RAPAT,.
~y
DRS. H MIZAR NIP.210001447