PROGRAM APLIKASI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DENGAN RUMUS RATA-RATA BERGERAK METODE PERPETUAL
MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 2015 PADA MEBEL HERRY BANJARMASIN
TUGAS AKHIR
DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU PERSYARATAN UNTUK MENYELESAIKAN PROGRAM PENDIDIKAN DIPLOMA III
PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
OLEH:
SUSI RAMADANI YANTI A03150111
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
JURUSAN AKUNTANSI 2018
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Susi Ramadani Yanti
Nim : A03150111
Tempat dan Tanggal Lahir : Banjarmasin, 14 februari 1996
Agama : Islam
Alamat : JL. A.Yani Km 3,5 Komp. Nusantara No.46,
Banjarmasin Banjarmasin Nama Orang Tua (Ayah) : Syaifullah
Nama Orang Tua (Ibu) : Nana Rosmilawati
Riwayat Pendidikan : TK Karang Mekar Banjarmasin (2001-2002)
SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin (2002-2008)
SMP Darul Hijrah Puteri, Martapura (2008-2011)
SMA Darul Hijrah Puteri, Martapura (2011-2014)
Praktik Kerja Lapangan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Bagian Keuangan
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir ini merupakan hasil penelitian yang telah saya lakukan. Segala kutipan dan bantuan dari berbagai sumber telah diungkapkan sebagaimana mestinya. Tugas akhir ini belum pernah dipublikasikan untuk keperluan lain oleh siapapun juga.
Apabila dikemudian hari ternyata pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi hukum dari ketidak benaran pernyataan tersebut. Saya memberikan hak sepenuhmya bagi politeknik jurusan akuntansi untuk minimal membatalkan Tugas Akhir saya.
Banjarmasin, Juli 2018 Yang membuat pernyataan,
Susi Ramadani Yanti A03150111
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT,shalawat dan salam selalu tercurahkan
kepada Rasulullah SAW berkat limpahan dan rahmat-Nya penulis dapat
menyelesaikan Tugas akhir ini guna memenuhi persyaratan ntuk menyelesaikan
program studi DiplomaTiga(D3) jurusan Akuntansi prodi Komputerisasi
Akuntansi.
Penulisan tugas akhir ini disusun berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber informasi dan referensi , dalam proses penulisan Tugas Akhir ini penulis
menggambarkan suatu rancangan sistem informasi untuk mempermudah berjalannya usaha pada CV.Arif Perkasa “Mebel Herry”.
Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak H. Edi Yohanes, ST ,MT, selaku Direktur Politeknik Negeri
Banjarmasin.
2. Ibu Andriani, SE, MM, M, Sc, selaku Ketua Jurusan Akuntansi
Politeknik Negeri Banjarmasin.
3. Bapak Heru Kartika Candra, S.Si,MT, selaku Dosen Pembimbing I yang
telah banyak memberikan waktu, arahan, serta masukan kepada penulis
sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.
4. Bapak Ahsanul Haq, SE,M.Si, selaku Dosen Pembimbing II yang telah
banyak memberikan waktu, arahan, serta masukan kepada penulis dalam
5. Bapak Heru Kartika Candra, S.Si,MT, dan Bapak Muhamad Noer,
S.Kom selaku wali kelas Komputerisasi Akuntansi angkatan 2015 yang
selalu memberikan semangat dan nasehat selama masa perkuliahan
maupun diluar perkuliahan.
6. Dosen-dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin yang
telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama
berada di Politeknik Negeri Banjarmasin.
7. Bapa Herry selaku pimpinan Mebel Herry yang telah bersedia menerima
dan memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian,
memberikan data-data yang penulis perlukan, serta meluangkan waktu
untuk penulis dalam melakukan wawancara guna mengetahui gambaran
kegiatan usaha pada Mebel Herry Banjarmasin
8. Kedua Orang Tua dan Keluarga tercinta yang selalu mendoakan,
memberikan nasihat, dan memberikan dukungan selalu untuk masa
depan yang terbaik untuk penulis .
9. Semua teman-teman Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin
khususnya kelas VI B Komputerisasi Akuntansi yang selalu memberikan
semangat dan bantuannya dalam penyelesaian Tugas Akhir ini dan selalu
menjalin pertemanan dari awal hingga akhir perkuliahan.
10. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan Semua pihak yang tidak
bisa penulis sebutkan satu-persatu, baik yang terlibat secara langsung
Penulis sadar bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan
adanya masukan, baik kritik maupun aran yang bersifat mebangun dari semua pihak
agar penyusunan menjadi lebih baik lagi.
Akhir kata semoga apa yang tertuang dalam penulisan Tugas Akhir ini
banyak memberikan manfaat dikemudian hari khususnya bagi penulis sendiri dan
umumnya bagi para pembaca.
Banjarmasin, Juli 2018
Susi Ramadani Yanti A03150111
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
PERSETUJUAN TUGAS AKHIR ... ii
PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... iv
MOTTO ... v
SURAT PERNYATAAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xxi
ABSTRAK ... xxii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Permasalahan ... 3
C. Batasan Masalah ... 3
D. Tujuan Penelitian ... 3
E. Kegunaan Penelitian ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5
A. Landasan Teori ... 5
B. Hasil Pernelitian Terdahulu ... 24
BAB III METODE PENELITIAN ... 30
A. Identifikasi dan Pemberian Definisi Operasional Variabel ... 30
B. Jenis Penelitian ... 30
C. Jenis dan Sumber Data Penelitian... 31
D. Teknik Pengumpulan Data ... 32
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL
PENELITIAN ... 35
A. Hasil Penelitian ... 35
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 38
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 165
A. Simpulan ... 165
B. Saran ... 165
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Perbedaan Metode Fisik dan Perpetual ... 7
Tabel 2 Perhitungan Metode Indentifikasi Khusus ... 9
Tabel 3 Perhitungan Metode Indentifikasi Khusus ... 10
Tabel 4 Perhitungan Metode Indentifikasi Khusus ... 10
Tabel 5 Kartu persediaan dengan metode fifo ... 14
Tabel 6 Kartu persediaan dengan metode lifo ... 15
Tabel 7 Kartu persediaan dengan metode rata-rata bergerak ... 16
Tabel 8 Hasil Penelitian Terdahulu ... 25
Tabel 9 Hasil Penelitian Terdahulu ... 25
Tabel 10 Daftar Persediaan Barang Dagang Bulan Februari ... 39
Tabel 11 Daftar Pembelian Barang Dagangan Selama Bulan Bulan Februari s/d Mei2018 ... 40
Tabel 12 Daftar Penjualan Barang Dagangan Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 44
Tabel 13 Daftar Penjualan Barang Dagangan Bak SampahKantor Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 47
Tabel 14 Daftar Penjualan Barang Dagangan Bak SampahKelas Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 47
Tabel 15 Daftar Penjualan Barang Dagangan Kursi Belajar Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 48
Tabel 16 Daftar Penjualan Barang Dagangan Kursi Busa Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 48
Tabel 17 Daftar Penjualan Barang Dagangan Kursi Guru Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 48
Tabel 18 Daftar Penjualan Barang Dagangan Kursi Makan Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 49
Tabel 19 Daftar Penjualan Barang Dagangan Kursi &Meja Kelas Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 49 Tabel 20 Daftar Penjualan Barang Dagangan Rak Sepatu Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 50 Tabel 21 Daftar Penjualan Barang Dagangan Dipan Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 50 Tabel 22 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja&Kursi Belajar Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 50 Tabel 23 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja&Kursi Makan Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 51 Tabel 24 Daftar Penjualan Barang Dagangan Lemari Dapur Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 51 Tabel 25 Daftar Penjualan Barang Dagangan Lemari Guru Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 51 Tabel 26 Daftar Penjualan Barang Dagangan Lemari Kelas Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 52 Tabel 27 Daftar Penjualan Barang Dagangan Lemari Rak Gantung Selama
Bulan Februari s/d Mei 2018... 52 Tabel 28 Daftar Penjualan Barang Dagangan Papan Mading Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 53 Tabel 29 Daftar Penjualan Barang Dagangan Rak Majalah Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 53 Tabel 30 Daftar Penjualan Barang Dagangan Rak TV Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 54 Tabel 31 Daftar Penjualan Barang Dagangan Rak Buku Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 54 Tabel 32 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Makan Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 54 Tabel 33 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Panjang Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 55 Tabel 34 Daftar Penjualan Barang Dagangan Papan Tulis Selama Bulan
Februari s/d Mei 2018 ... 55 Tabel 35 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Bulat Selama Bulan
Tabel 36 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Guru Selama Bulan Februari
s/d Mei 2018 ... 56
Tabel 37 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Makan Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 56
Tabel 38 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Pendek Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 57
Tabel 39 Daftar Penjualan Barang Dagangan Meja Belajar Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 57
Tabel 40 Daftar Penjualan Barang Dagangan Lemari Tamu Selama Bulan Februari s/d Mei 2018 ... 57
Tabel 41 Unnormalisasi ... 121
Tabel 42 Tb Barang ... 130
Tabel 43 Tb Satuan ... 130
Tabel 44 Tb Jenis Barang ... 131
Tabel 45 Tb Pemasok ... 132
Tabel 46 Tb Pelanggan ... 132
Tabel 47 Tb Pengguna ... 132
Tabel 48 Tb Detail Pembelian ... 133
Tabel 49 Tb Header Pembelian ... 133
Tabel 50 Tb Detail Penjualan ... 134
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Kartu Persediaan Bak Sampah Kelas Februari 2018 ... 59
Gambar 2 Kartu Persediaan Bak Sampah Kantor Februari 2018 ... 59
Gambar 3 Kartu Persediaan Meja Guru Februari 2018 ... 60
Gambar 4 Kartu Persediaan Kursi & Meja Kelas Februari 2018... 60
Gambar 5 Kartu Persediaan Meja Belajar Februari 2018 ... 61
Gambar 6 Kartu Persediaan Meja Makan Februari 2018... 62
Gambar 7 Kartu Persediaan Kursi Guru Februari 2018 ... 62
Gambar 8 Kartu Persediaan Kursi Belajar Februari 2018 ... 63
Gambar 9 Kartu Persediaan Kursi Makan Februari 2018 ... 63
Gambar 10 Kartu Persediaan Lemari Rak Gantung Februari 2018 ... 64
Gambar 11 Kartu Persediaan Lemari Guru Februari 2018 ... 64
Gambar 12 Kartu Persediaan Lemari Kelas Februari 2018 ... 65
Gambar 13 Kartu Persediaan Lemari Dapur Februari 2018 ... 65
Gambar 14 Kartu Persediaan Papan Tulis Februari 2018 ... 66
Gambar 15 Kartu Persediaan Papan Mading Februari 2018 ... 66
Gambar 16 Kartu Persediaan Rak Buku Februari 2018 ... 67
Gambar 17 Kartu Persediaan Rak Sepatu Februari 2018... 67
Gambar 18 Kartu Persediaan Rak Majalah Februari 2018 ... 68
Gambar 19 Kartu Persediaan Dipan Februari 2018 ... 68
Gambar 20 Kartu Persediaan Dipan2 Februari 2018 ... 69
Gambar 21 Kartu Persediaan Meja & Kursi Makan Februari 2018... 69
Gambar 22 Kartu Persediaan Meja & Kursi Belajar Februari 2018 ... 70
Gambar 23 Kartu Persediaan Meja Bulat Februari 2018 ... 70
Gambar 24 Kartu Persediaan Kursi Busa Februari 2018 ... 71
Gambar 25 Kartu Persediaan Meja Panjang Februari 2018 ... 71
Gambar 26 Kartu Persediaan Meja Pendek Februari 2018 ... 72
Gambar 27 Kartu Persediaan Lmari Loker Februari 2018... 72
Gambar 29 Kartu Persediaan Kursi Bulat Februari 2018 ... 73
Gambar 30 Kartu Persediaan Rak TV Februari 2018 ... 74
Gambar 31 Kartu Persediaan Lemari Tamu Februari 2018 ... 74
Gambar 32 Kartu Persediaan Bak Sampah Kelas Maret 2018 ... 75
Gambar 34 Kartu Persediaan Bak Sampah Kantor Maret 2018 ... 76
Gambar 35 Kartu Persediaan Meja Guru Maret 2018 ... 76
Gambar 36 Kartu Persediaan Kursi & Meja Kelas Maret 2018... 77
Gambar 37 Kartu Persediaan Meja Belajar Maret 2018 ... 77
Gambar 38 Kartu Persediaan Meja Makan Maret 2018... 78
Gambar 39 Kartu Persediaan Kursi Guru Maret 2018 ... 78
Gambar 40 Kartu Persediaan Kursi Belajar Maret 2018 ... 79
Gambar 41 Kartu Persediaan Kursi Makan Maret 2018 ... 79
Gambar 42 Kartu Persediaan Lemari Rak Gantung Maret 2018 ... 80
Gambar 43 Kartu Persediaan Lemari Guru Maret 2018 ... 80
Gambar 44 Kartu Persediaan Lemari Kelas Maret 2018 ... 81
Gambar 45 Kartu Persediaan Lemari Dapur Maret 2018 ... 81
Gambar 46 Kartu Persediaan Papan Tulis Maret 2018 ... 82
Gambar 47 Kartu Persediaan Papan Mading Maret 2018 ... 82
Gambar 48 Kartu Persediaan Rak Buku Maret 2018 ... 83
Gambar 49 Kartu Persediaan Rak Sepatu Maret 2018... 83
Gambar 50 Kartu Persediaan Rak Majalah Maret 2018 ... 84
Gambar 51 Kartu Persediaan Dipan Maret 2018 ... 84
Gambar 52 Kartu Persediaan Dipan2 Maret 2018 ... 85
Gambar 53 Kartu Persediaan Meja & Kursi Makan Maret 2018... 85
Gambar 54 Kartu Persediaan Meja & Kursi Belajar Maret 2018 ... 86
Gambar 55 Kartu Persediaan Kursi Busa Maret 2018 ... 86
Gambar 56 Kartu Persediaan Meja Panjang Maret 2018 ... 87
Gambar 57 Kartu Persediaan Meja Pendek Maret 2018 ... 87
Gambar 58 Kartu Persediaan Lemari Loker Maret 2018 ... 88
Gambar 59 Kartu Persediaan Kursi Panjang Maret 2018 ... 88
Gambar 61 Kartu Persediaan Rak TV Maret 2018 ... 89
Gambar 62 Kartu Persediaan Lemari Tamu Maret 2018 ... 90
Gambar 63 Kartu Persediaan Bak Sampah Kelas April 2018... 90
Gambar 64 Kartu Persediaan Bak Sampah Kantor April 2018... 91
Gambar 65 Kartu Persediaan Meja Guru April 2018... 91
Gambar 66 Kartu Persediaan Kursi & Meja Kelas April 2018 ... 92
Gambar 67 Kartu Persediaan Meja Belajar April 2018 ... 92
Gambar 68 Kartu Persediaan Meja Makan April 2018 ... 93
Gambar 69 Kartu Persediaan Kursi Guru April 2018 ... 93
Gambar 70 Kartu Persediaan Kursi Belajar April 2018... 94
Gambar 71 Kartu Persediaan Kursi Makan April 2018 ... 94
Gambar 72 Kartu Persediaan Lemari Rak Gantung April 2018 ... 95
Gambar 73 Kartu Persediaan Lemari Guru April 2018 ... 95
Gambar 74 Kartu Persediaan Lemari Kelas April 2018 ... 96
Gambar 75 Kartu Persediaan Lemari Dapur April 2018 ... 96
Gambar 76 Kartu Persediaan Papan Tulis April 2018 ... 97
Gambar 77 Kartu Persediaan Papan Mading April 2018 ... 97
Gambar 78 Kartu Persediaan Rak Buku April 2018 ... 98
Gambar 79 Kartu Persediaan Rak Sepatu April 2018 ... 98
Gambar 80 Kartu Persediaan Rak Majalah April 2018 ... 99
Gambar 81 Kartu Persediaan Dipan April 2018 ... 99
Gambar 82 Kartu Persediaan Dipan2 April 2018 ... 99
Gambar 83 Kartu Persediaan Meja & Kursi Makan April 2018 ... 100
Gambar 84 Kartu Persediaan Meja & Kursi Belajar April 2018 ... 101
Gambar 85 Kartu Persediaan Meja Bulat April 2018 ... 101
Gambar 86 Kartu Persediaan Kursi Busa April 2018 ... 102
Gambar 87 Kartu Persediaan Meja Panjang April 2018 ... 102
Gambar 88 Kartu Persediaan Meja Pendek April 2018 ... 103
Gambar 89 Kartu Persediaan Lemari Loker April 2018 ... 103
Gambar 90 Kartu Persediaan Kursi Panjang April 2018 ... 104
Gambar 92 Kartu Persediaan Rak TV April 2018 ... 105
Gambar 93 Kartu Persediaan Lemari Tamu April 2018 ... 105
Gambar 94 Kartu Persediaan Bak Sampah Kelas Mei 2018... 106
Gambar 95 Kartu Persediaan Bak Sampah Kantor Mei 2018... 106
Gambar 96 Kartu Persediaan Meja Guru Mei 2018... 107
Gambar 97 Kartu Persediaan Kursi & Meja Kelas Mei 2018 ... 107
Gambar 98 Kartu Persediaan Meja Belajar Mei 2018 ... 108
Gambar 99 Kartu Persediaan Meja Makan Mei 2018 ... 108
Gambar 100 Kartu Persediaan Kursi Guru Mei 2018 ... 109
Gambar 101 Kartu Persediaan Kursi Belajar Mei 2018... 109
Gambar 102 Kartu Persediaan Kursi Makan Mei 2018 ... 110
Gambar 103 Kartu Persediaan Lemari Rak Gantung Mei 2018 ... 110
Gambar 104 Kartu Persediaan Lemari Guru Mei 2018 ... 111
Gambar 105 Kartu Persediaan Lemari Kelas Mei 2018 ... 112
Gambar 106 Kartu Persediaan Lemari Dapur Mei 2018 ... 112
Gambar 107 Kartu Persediaan Papan Tulis Mei 2018 ... 112
Gambar 108 Kartu Persediaan Papan Mading Mei 2018 ... 113
Gambar 109 Kartu Persediaan Rak Buku Mei 2018 ... 113
Gambar 110 Kartu Persediaan Rak Sepatu Mei 2018 ... 114
Gambar 111 Kartu Persediaan Rak Majalah Mei 2018 ... 114
Gambar 112 Kartu Persediaan Dipan Mei 2018 ... 115
Gambar 113 Kartu Persediaan Dipan2 Mei 2018 ... 115
Gambar 114 Kartu Persediaan Meja & Kursi Makan Mei 2018 ... 116
Gambar 115 Kartu Persediaan Meja & Kursi Belajar Mei 2018 ... 116
Gambar 116 Kartu Persediaan Meja Bulat Mei 2018 ... 117
Gambar 117 Kartu Persediaan Kursi Busa Mei 2018 ... 117
Gambar 118 Kartu Persediaan Meja Panjang Mei 2018 ... 118
Gambar 119 Kartu Persediaan Meja Pendek Mei 2018 ... 118
Gambar 120 Kartu Persediaan Lemari Loker Mei 2018 ... 119
Gambar 121 Kartu Persediaan Kursi Panjang Mei 2018 ... 119
Gambar 123 Kartu Persediaan Rak TV Mei 2018 ... 120
Gambar 124 Kartu Persediaan Lemari Tamu Mei 2018 ... 120
Gambar 125 Relasi ... 126
Gambar 126 Rancangan Login... 135
Gambar 127 Form Login ... 135
Gambar 128 Desain Menu dan SubMenu Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan ... 137
Gambar 129 Form Menu Utama ... 138
Gambar 130 Rancangan Master Barang ... 139
Gambar 131 Form Master Barang... 139
Gambar 132 Rancangan Pemasok ... 140
Gambar 133 Form Master Pemasok ... 140
Gambar 134 Rancangan Master Pelanggan ... 141
Gambar 135 Form Master Pelanggan ... 141
Gambar 136 Rancangan Master Jenis Barang ... 142
Gambar 137 Form Master Jenis Barang... 142
Gambar 138 Rancangan Master Pengguna ... 143
Gambar 139 Form Master Pengguna ... 143
Gambar 140 Rancangan Master Satuan ... 144
Gambar 141 Form Master Satuan ... 144
Gambar 142 Rancangan Transaksi Pembelian ... 145
Gambar 143 Form Transaksi Pembelian ... 146
Gambar 144 Rancangan Transaksi Penjualan ... 146
Gambar 145 Tampilan Transaksi Penjualan ... 147
Gambar 146 Rancanga Laporan Master Barang ... 148
Gambar 147 Form Laporan Master Barang ... 148
Gambar 148 Rancangan Laporan Master Pemasok ... 149
Gambar 149 Laporan Master Pemasok ... 149
Gambar 150 Rancanga Laporan Master Pelangan ... 150
Gambar 151 Laporan Master Pelanggan ... 150
Gambar 153 Laporan Master Pengguna ... 151
Gambar 154 Rancanga Laporan Master Satuan ... 152
Gambar 155 Laporan Master Satuan ... 152
Gambar 156 Rancanga Laporan Master Jenis Barang ... 153
Gambar 157 Laporan Master Jenis Barang ... 153
Gambar 158 Rancanga Laporan Transaksi Pembelian Tunai ... 154
Gambar 159 Laporan Transaksi Pembelian Tunai ... 154
Gambar 160 Laporan Transaksi Pembelian Keseluruhan ... 155
Gambar 161 Laporan Transaksi Pembelian PerNota ... 155
Gambar 162 Laporan Transaksi Pembelian PerTanggal ... 156
Gambar 163 Laporan Transaksi Pembelian PerBarang ... 156
Gambar 164 Laporan Transaksi Pembelian PerJenisBarang ... 157
Gambar 165 Laporan Grafik Transaksi Pembelian ... 157
Gambar 166 Rancanga Laporan Transaksi Penjualan Tunai ... 158
Gambar 167 Laporan Transaksi Penjualan Tunai ... 158
Gambar 168 Laporan Transaksi Penjualan Keseluruhan ... 159
Gambar 169 Laporan Transaksi Penjualann PerNota ... 159
Gambar 170 Laporan Transaksi Penjualan PerTanggal ... 160
Gambar 171 Laporan Transaksi Penjualan PerBarang ... 160
Gambar 172 Laporan Transaksi Penjualan PerJenisBarang ... 161
Gambar 173 Laporan Grafik Transaksi Penjualan ... 161
Gambar 174 Rancangan Laporan Kartu Persediaan ... 162
Gambar 175 Form Lihat Kartu Persediaan ... 162
Gambar 176 Laporan Kartu Persediaan Barang Dagangan ... 163
Gambar 174 Rancangan Tampilan Log Out ... 163
Gambar 175 Tampilan Log Out ... 164
DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat Izin Penelitian
2. Surat Balasan Izin Penelitian Perusahaan 3. Denah Perusahaan
4. Foto Perusahaan 5. NPWP Pemilik
6. Surat Izin Usaha Perdagangan 7. SKTU
8. Lembar Konsultasi Bimbingan Tugas Akhir Pembimbing I 9. Lembar Konsultasi Bimbingan Tugas Akhir Pembimbing II 10. Lembar Saran Ketua Penguji Proposal Tugas Akhir
11. Lembar Saran Anggota Penguji Proposal Tugas Akhir 12. Lembar Tanda Terima Penilaian Pembimbingan 13. Lembar Saran Ketua Penguji Tugas Akhir 14. Lembar Saran Anggota Penguji 1 Tugas Akhir 15. Lembar Saran Anggota Penguji 2 Tugas Akhir
ABSTRAK
Susi Ramadani Yanti / A03150111 / 2018 / PROGRAM APLIKASI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DENGAN RUMUS RATA-RATA BERGERAK METODE PERPETUAL MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL BASIC 2015 PADA MEBEL HERRY BANJARMASIN /
Persediaan Barang Dagangan / MEBEL HERRY BANJARMASIN
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jawaban terhadap
permasalahan penentuan harga pokok dan pencatatan persediaan barang dagangan
di Mebel Herry Banjarmasin dengan rumus biaya rata-rata bergerak-perpetual dan
untuk membuat program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata
bergerak metode perpetual yang berbasis komputer menggunakan microsoft visual
basic 2015 .
Kerangka pemikiran (teoritis) penelitian ini adalah dengan menggunakan
rumus biaya rata-rata bergerak-perpetual berdasarkan standar akuntansi yang
berlaku. SQl server 2014 digunakan sebagai back end dan Microsoft Visual Basic
2015 sebagai fornt end. Hubungan dari semua tabel yang diperlukan dikembangkan
berdasarkan bentuk-bentuk yang direkomendasikan dari laporan-laporan yang
dirancang sebelumnya.
Temuan dan hasil penelitian ini adalah bahwa Mebel Herry selama ini
tidak melakukan penentuan harga pokok terhadap barang dagangan maupun
melakukan pencatatan persediaan barang dagangan. Kelemahan penerapan ini
karena itu dengan adanya program aplikasi yang dibuat pada penelitian ini
diharapkan perusahaan terbantu dalam menghasilkan kartu persediaan untuk setiap
barang secara efisien dan efektif.
Kata Kunci : Persediaan Barang Dagangan, Program Aplikasi Persediaan, Rumus
Biaya Rata-Rata Begerak - Perpetual, Sql Server 2014, Microsoft
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagai salah satu asset penting dalam sebuah perusahaan, pengendalian terhadap persediaan merupakan suatu kegiatan penting yang mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan. Persediaan adalah aset untuk dijual dalam kegiatan usaha normal dalam proses produksi untuk kemudian di jual atau dalam bentuk bahan dan perlengkapan dalam proses produksi atau pemberian jasa (SAK ETAP 2009 par 11.1).
Menurut (Slamet Sogiri Sodikin:2017) Diperusahaan dagang, hanya ada satu klasifikasi persediaaan, yaitu persediaan barang dagangan. Barang dagangan diperoleh dari pemasok dan dijual kembali kepada konsumen tanpa di ubah bentuknya. Barang dagangan inilah yang menjadi sumber utama perusahaan dagang.
Diperusahanan pemanufakturan terdapat tiga klarifikasi persediaan : persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku merupakan persediaan bahan yang akan diolah atau diubah bentuknya menjadi barang jadi . Persediaan barang dalam proses merupakan barang setengah jadi (bahan baku yang sedang mengalami proses produksi). Persediaan barang jadi adalah persediaan yang akan dijual dalam kegiatan normal perusahaan dan menjadi sumber utama pendapatan bagi perusahaan pemanufakturan .
Mebel Herry merupakan perusahaan industri yang bergerak dibidang dagang karena sebagian besar barag yang dijual dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu namun ada beberapa jenis barang jadi yang dilakukan proses finishing dari pemasok sebelum dijual, mebel ini juga menjual berbagai macam jenis barang antara lain kursi, meja dan kursi sekolah, meja kantor, bak sampah, lemari dan lain-lain . Mebel ini berdiri sejak tahun 1990, sesuai dengan kebutuhan pasar mengikuti perkembangan
zaman mebel ini semakin berkembang hingga sekarang. Mebel ini merupakan milik bapak H. Herry yang berada di alamat jalan Ir. P. Muhammad Noor Rt 38 No. 62 Kel. Kuin Cerucuk, Banjarmasin 70129. Mebel ini langsung dikelola beliau sendiri dan bekerja sama dengan perusahaan mebel lainnya, pada tahun 2015 mebel ini dinaungi oleh CV.Arif Perkasa.
Dalam pencatatan di mebel ini masih menggunakan secara manual yang terkadang hanya dicatat di buku biasa saat transaksi pembelian barang dagangan dan itupun dilakukannya apabila ada kepentingan dari pihak pemiliknya. Dalam prosedur bagian bagian dimebel ini hanya terdapat tiga bagian yaitu bagian gudang ,bagian kasir, dan bagian pengiriman . Untuk mengetahui pencatatan persediaan pun tidak ada jadi hanya berupa manual yaitu dengan cara perhitungan fisik .
Seiring dengan perkembangan zaman teknologi sekarang sangat canggih untuk itu, penulis mencoba memberikan alternatif untuk menerapkan sebuah program aplikasi persediaan barang dagang dengan menggunakan aplikasi microsoft visual basic 2015 yang bertujuan agar dapat menghemat waktu dan data maupun laporan yang dihasilkan lebih akurat .
Visual basic 2015 (Christopher Lee;2016) merupakan versi terbaru dari Visual Basic yang diperkenalkan oleh microsoft pada tahun 2015 dengan tambahan banyak fitir-fitur baru utama fitur untuk membangun sebuah aplikasi mobile, dan SQL server merupakan Relational Database Management System(RDBMS) yang dikembangkan oleh microsoft (Jubilee Enterprise :2015).
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti Mebel Herry sebagai objek penelitiaan dengan mengangkat judul “ Program Aplikasi Persediaan Barang Dagang dengan rumus Rata-rata Bergerak Metode Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin ”.
B. Permasalahan
Berdasarkan penjabaran latar belakang diatas dapat dirumuskan permaslahannya sebagai berikut :
1. Bagaimana penentuan harga pokok persediaan barang dagang yang berlaku pada Mebel Herry Banjarmasin dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual?
2. Bagaimana program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual menggunakan microsoft
visual basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin ? C. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini peulis meberi batasan masalah dalam pembuatan tugas ini yaitu :
1. Menentukan penentuan harga pokok persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual yang berlaku pada Mebel Herry Banjarmasin.
2. Pembuatan program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual menggunakan microsoft
visual basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin dengan data
transaksi pada bulan mei sampai bulan juni tahun 2018. D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana penetuan harga pokok persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual yang berlaku pada Mebel Herry Banjarmasin .
2. Untuk mengetahui Pembuatan program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual menggunakan microsoft visual basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin .
E. Kegunaan Penelitian 1. Bagi Penulis
Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis khususnya yang berkaitan dalam bidang
akuntansi dan komputer dalam Pembuatan program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual menggunakan microsoft visual basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin.
2. Bagi Mebel Herry
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi yang berguna dalam pembuatan serta pencatatan persediaan barang dagang yang lebih akurat, efektif dan tepat waktu pada Mebel Herry Banjarmasin .
b. Hasil penelitian ini merpakan sumbangan pemikiran kepada pihak manajemen dalam pencatatan persediaan barang dagang berdasarkan konsep teoristis, sehingga dapat menjadi acuan bagi manajemen, menerapkan di masa yang akan datang serta mengevaluasi sistem yang sedang berjalan dalam rangka mengembangkan persediaaan pada mebel Herry Banjarmasin . 3. Bagi Politeknik Negeri Banjarmasin
- Menambah informasi dan menjadi pedoman, acuan referensi/bahan bacaan kepustakaan.
- Memberikan manfaat bagi mahasiswa lain dan perbandingan objek penelitian dengan topik yang sama dalam penelitian lebih lanjut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Pengertian PersediaanMenurut Slamet Sogiri Sodikin(2017:77) Diperusahaan dagang, hanya ada satu klasifikasi persediaaan, yaitu persediaan barang dagangan. Barang dagangan diperoleh dari pemasok dan dijual kembali kepada konsumen tanpa di ubah bentuknya. Barang dagangan inilah yang menjadi sumber utama perusahaan dagang.
Diperusahanan pemanufakturan terdapat tiga klarifikasi persediaan : persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku merupakan persediaan bahan yang akan diolah atau diubah bentuknya menjadi barang jadi . Persediaan barang dalam proses merupakan barang setengah jadi (bahan baku yang sedang mengalami proses produksi). Persediaan barang jadi adalah persediaan yang akan dijual dalam kegiatan normal perusahaan dan menjadi sumber utama pendapatan bagi perusahaan pemanufakturan .
Sistem Akuntansi Persediaan bertujuan untuk mencatat mutasi jenis persediaan yang disimpan digudang. Sistem ini berkaitan erat dengan sistem penjualan, sistem retut penjualan, sistem pembelian, sistem retur pembelian, dan sistem akuntansi biaya produksi.
2. Pencatatan Persediaan
Menurut L.M.Samryn (2017:83) untuk tujuan pelaporan, masalah akuntansi persediaan dapat diselengarakan dengan mengunakan metode pencatatan dan metode penelitian. Metode pencatatan berkaitan dengan prosedur perekaman kuantitas dan mutasi masuk dan keluar, serta saldo persediaan. Sementara metode penilaian berkaitan dengan prosedur alokasi harga perolehan persediaan sebagai nilai persediaan akhir dan
pembebanannya sebagai harga pokok penjualan. Dua metode pencatatan persediaan yang lazim digunakan adalah metode fisik, dan metode perpetual.
Metode Pencatatan Persediaan Ada dua macam metode pencatatan persediaan menurut Baridwan (2011:150) yaitu:
1. Metode Persediaan Buku (perpetual) Dalam metode buku setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persediaan. Rincian dalam buku pembantu bisa diawasi dari rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar. Rekening yang digunakan untuk mencatat persediaan ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian, penjualan, dan saldo persediaan. Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo rekening persediaan.
Jurnal :
- Saat pembelian
Persediaan barang dagang xxx
Kas/utang xxx - Saat penjualan
Kas/piutang xxx
Penjualan xxx Harga pokok penjualan xxx
Persediaan barang dagang xxx
2. Metode Persediaan Fisik (Periodik) Penggunaan metode fisik mengharuskan adanya perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Perhitungan persediaan ini diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang masih ada dan kemudian diperhitungkan harga pokoknya. Dalam metode ini mutasi persediaan barang tidak diikuti dalam buku-buku, setiap pembelian barang dicatat
dalam rekening pembelian. Karena tidak ada catatan mutasi persediaan barang maka harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui sewaktu-waktu. Perhitungan harga pokok penjualan dapat diilustrasikan sebagai berikut :
Persediaan Awal Rp xxx
Pembelian Rp xxx +
Barang tersedia untuk dijual Rp xxx
Persediaan akhir Rp xxx –
Harga Pokok Penjualan Awal Rp xxx
Biaya Persediaan Rp xxx +
Harga Pokok Penjualan Yang Dilaporkan Rp xxx Jurnal : - Saat pembelian Pembelian xxx Kas/utang dagang xxx - Saat penjualan Kas/piutang dagang xxx Penjualan xx Perbedaan Metode Fisik dan Perpetual
Tabel 1
Perbedaan Metode Fisik dan Perpetual
TRANSAKSI METODE FISIK METODE PERPETUAL
Pembelian Pembelian
Utang Dagang/Kas
Persediaan barang Utang dagang/Kas Pembayaran Biaya Angkut
Pembelian
Beban Angkut Pembelian Kas
Persediaan barang dagang Kas
Penjualan Kas/Piutang Dagang
Penjualan
Kas/Piutang Dagang Penjualan (Menurut harga Jual) Harga Pokok Penjualan
Persediaan barang dagang (Menurut harga pokok)
Utang Dagang/Kas ReturPembelian& Potongan Harga
Utang dagang/Kas
Persediaan barang dagang
ReturPenjualan&Potongan Harga
ReturPenjualan&Potongam Harga
Kas/Piutang Dagang
Retur Penjualan & PH Kas/Piutang (Menurut Harga jual) Persediaan barang dagang HPP
(MenurutHargaPokok/peroleha n)
Pembayaran utang dalam periode/masa potongan
Utang Dagang
Potongan Pembelian Kas
Utang Dagang
Persediaan barang dagang Kas
Penerimaan piutang dalam periode / masa potongan
Kas Potongan Penjualan Piutang Dagang Kas Potongan Penjualan Piutang Dagang Pembayaran biaya angkut
penjualan
Beban angkut penjualan Kas
Beban angkut penjualan Kas
Perhitungan HPP Seperti yang dijelaskan di atas
HPP akan dihitung berdasarkan kartu persediaan barang
Penyesuaian Persediaan akhir
Iktisar L/R
Persediaanbarang dagang Persediaan barang dagang Ikhtisar L/R
Tidak perlu penyesuaian kecuali jika terdapat koreksi yang perlu disesuaiakan
Sumber Ly Samrin
3. Sistem dan prosedur yang bersangkutan dengan sistem akuntansi persediaan
Metode Identifikasi Khusus (Speciafic identification method)
Metode Identifikasi Khusus dapat dikatakan sebagai metode yang paling mudah tetapi memerlukan banyak waktu dan harga barangnya juga cukup mahal . untuk dapat mengaplikasikan metode ini, perusahaan harus menyelenggarakan catatan yang lengkap terhadap harga pokok dan kuantitas bahan baik untuk setiap kali terjadi transaksi maupun pemakaian.
Contoh :
Misalnya data persediaan pembelian dan pemakaian bahan baku-X pda suatu perusahaan dalam bulan april 1990 sebagai berikut :
Persediaan Awal Bulan 1000 unit @ Rp500,00
Pembelian
Tanggal 5 April 1200 unit @Rp600,00
Tanggal 15 April 1000 unit @Rp700,00
Tanggal 25 April 800 unit @Rp650,00
Jumlah 4000 unit
Pemakaian
Tanggal 3 April 800 unit Tanggal 10 April 600 unit Tanggal 17 April 700 unit Tanggal 27 April 900 unit Jumlah 3000 unit
Untuk Metode Indentifikasi Khusus, selanjutnya di umpamakan pemakaian bahan dan hasil perhitungan fisik persediaan pada akhir bulan sebagai berikut :
Tabel 2
Perhitungan Metode Indentifikasi Khusus
Kelompok Harga Pokok Pemakaian Hasil
Per Unit Bahan Bahan Perhitungan
Pers 1/4 Rp 500 Tgl 3/4 800 unit 200 unit Pbl 5/4 Rp 600 Tgl 10/4 600 unit
Tgl 17/4 300 unit 300 unit Pbl 15/4 Rp 700 Tgl 17/4 400 unit 300 unit Tgl 27/4 300 unit 300 unit Pbl 25/4 Rp 650 Tgl 27/4 600 unit 200 unit+
Jumlah 3.000 unit 1.000 unit
Sumber Diolah oleh penulis
Berdasarkan hasil perhitungan fisik bahan yang ada dalam persediaan pada akhir bulan tersebut diatas maka dapat ditentukan nilai persediaan akhir bulan sebagi berikut :
Tabel 3
Perhitungan Metode Indentifikasi Khusus
Tgl Kts Kts Kts Harga Persediaan Pembelian pembelian Dipakai Pers Pokok Akhir
(unit) (unit) (unit) (Rp) (Rp) 1/4 1000 800 200 x 500 = 100.000 5/4 1200 900 300 x 600 = 180.000 15/4 1000 700 300 x 700 = 210.000 25/4 800 600 200 x 650 = 130.000+
Jumlah 4.000 3.000 620.000
Sumber Diolah oleh penulis
Dengan demikian harga pokok bahan yang dikonsumsikan dalam bulan april dapat dihitung sebagai berikut :
Tabel 4
Perhitungan Metode Indentifikasi Khusus
Tgl Pembelian Kts Pembelian Hrg Pokok/Unit Jumlah
Pers.Awal 1/4 1.000 unit 500 500.000
5/4 1.200 unit 600 720.000
15/4 1.000 unit 700 700.000
Harga pokok bahan dipakai 2.440.000 Persediaan Akhir Bulan 620.000-
Harga Pokok Bahan Bulan April 1.820.000
Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First In First Out)
Metode First In First Out (FIFO) adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali masuk diasumsikan keluar pertama kali pula. Pada umumnya perusahaan menggunakan metode ini, sebab metode ini perhitungannya sangat sederhana baik sistem fisik maupun sistem perpetual akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.
Cara menghitung persediaan akhir adalah sebagai berikut : Persediaan awal xxx
Pembelian xxx + Tersedia untuk dijual xxx Penjualan xxx – Persediaan akhir xxx
Metode FIFO yang didasarkan atas sistem fisik, nilai persediaan akhir ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang terakhir kali masuk, bila saldo fisik ternyata lebih besar dari jumlah unit terakhir masuk maka sisanya diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk sebelumnya. Sedangkan pada sistem perpetual pencatatan persediaan dilakukan secara terus menerus dalam kartu persediaan. Pada sistem ini apabila ada transaksi penjualan maka akan dijurnal dua kali, pertama mencatat harga pokok penjualan dan yang kedua mencatat harga pokok barang yang dijual, seperti berikut ini :
Kas/ Piutang Dagang xxx
Penjualan xxx HPP xxx
Persediaan barang xxx
Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last In First Out)
Metode Last In First Out (LIFO) adalah metode penilaian persediaan yang terakhir masuk diasumsikan akan keluar atau dijual pertama kali. Metode ini
memiliki konsep yang cukup sederhana namun sulit dilaksanakan. Pengaruh penggunaan metode LIFO terhadap penentuan laba bersih usaha, jika harga cenderung naik maka laba perusahaan terlalu kecil atau sebaliknya.
Metode LIFO secara sistem fisik ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang masuk pada awal periode bila saldo fisik ternyata lebih besar dari barang yang masuk pada awal periode maka diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk berikutnya. Sedangkan dengan sistem perpetual, setiap kali ada transaksi baik pembelian maupun penjualan dicatat dalam kartu persediaan.
Metode rata-rata a. Rata-rata sederhana
Dalam metode ini harga per unit persediaan dihitung dengan cara: jumlah harga per unit setiap kali pembelian dibagi dengan jumlah atau frekwensi pembeliaannya.
Biaya perunit =Total harga perunit pembelian x Frekuensi pembelian Nilai persediaan akhir = Persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan = unit yang dikeluarkan x biaya perunit b. Rata-rata tertimbang
Dalam metode ini harga per unit persediaan dihitung dengan cara: jumlah total nilai pembelian dibagi dengan total unit yang dibeli.
Biaya perunit =Jumlah harga perunit x banyaknya unit Nilai persediaan akhir = persediaan akhir x biaya perunit Harga pokok penjualan = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
Contoh:
PT. Angkasa Putra selama bulan Januari 2011 mempunyai data tentang persediaan sebagai berikut:
Jan. 1 Persediaan 1.000 unit @ Rp. 500/unit Jan. 10 Pembelian 800 unit @ Rp. 550/unit Jan. 18 Penjualan 900 unit
Jan. 20 Pembelian 700 unit @ Rp. 600/unit Jan. 27 Penjualan 500 unit
Tentukan nilai persediaan tanggal 31 Januari 2011 apabila besarnya persediaan akhir adalah 1.100 unit. dengan metode FIFO, LIFO, Rata-rata sederhana, rata-rata tertimbang!
Jawab: a. FIFO
Jumlah persediaan 1.100 unit terdiri dari:
Pembelian tgl 20 Januari 2011 = 700 x Rp. 600 = Rp. 420.000 Pembelian tgl 10 Januari 2011 = 400 x Rp. 550 =Rp. 220.000
Jumlah 1.100 Rp. 640.000 b. LIFO
Jumlah persediaan 1.100 unit terdiri dari:
Persediaan tgl 1 Januari 2011 = 1.000 x Rp. 500 = Rp. 500.000 Pembelian tgl 10 Januari 2011 = 100 x Rp. 550 = Rp. 55.000
Jumlah 1.100 Rp. 555.000 c. Rata-Rata Sederhana
Jumlah persediaan 1.100 unit Harga rata-rata per unit:
Rp. 500 + Rp. 550 + Rp. 600 = Rp. 550 3
Jadi besarnya nilai/harga pokok persediaan akhir sebesar 1.100 unit adalah:
1.100 X Rp. 550 = Rp. 605.000 b. Rata-Rata Tertimbang
Jumlah persediaan 1.100 unit Harga rata-rata per unit:
(1.0 x Rp. 500) + (800 x Rp. 550) + (700 x Rp. 600):1000 + 800 +700 (Rp. 500.000 + Rp. 440.000 + Rp. 420.000) : 2.500 = Rp. 544
Jadi besarnya nilai/harga pokok persediaan akhir sebesar 1.100 unit adalah: 1.100 x Rp. 544 = Rp. 598.400
Jika perusahaan menggunakan sistem perpetual, penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir dilakukan setiap perusahaan menjual barang. Untuk mempermudah pekerjaan menentukan harga pokok ini digunakan suatu kartu yang lazim disebut Kartu Persediaan. Satu jenis barang disediakan satu Kartu. Dengan demikian sistem ini baru cocok untuk persediaan yang nilainya tinggi.
Contoh:
PT. Angkasa Putra selama bulan Januari 2011 mempunyai data tentang persediaan sebagai berikut:
Jan. 1 Persediaan 1.000 unit @ Rp. 500/unit Jan. 10 Pembelian 800 unit @ Rp. 550/unit Jan. 18 Penjualan 900 unit
Jan. 20 Pembelian 700 unit @ Rp. 600/unit Jan. 27 Penjualan 500 unit
Tentukan nilai persediaan tanggal 31 Januari 2011 apabila besarnya persediaan akhir adalah 1.100 unit. dengan metode FIFO, LIFO, Rata-rata bergerak !
Jawab :
Metode FIFO:
Dalam metode ini diasumsikan bahwa harga pokok dari persediaan yang pertama kali masuk dari pembelian, dikeluarkan terlebih dahulu pada saat terjadi penjualan.
Tabel 5
Kartu persediaan dengan metode fifo
Tgl
Ket
Diterima Dikeluarkan Persediaan (saldo)
Unit Cost Jumlah Unit Cost Jumlah Unit Cost Jumlah
Dari kartu persediaan tersebut, besarnya nilai persediaan akhir adalah : 400 @ Rp. 550 = Rp. 220.000
700 @ Rp. 600 = Rp. 420.000 1.100 Rp. 640.000 Metode LIFO:
Dalam metode ini diasumsikan bahwa harga pokok dari persediaan yang terakhir masuk dari pembelian, dikeluarkan terlebih dahulu pada saat terjadi penjualan.
Tabel 6
Kartu persediaan dengan metode lifo
Tgl Ket
Diterima Dikeluarkan Persediaan (saldo)
Unit Cost Jumlah Unit Cost Jumlah Unit Cost Jumlah
Jan1 Persediaan 1000 500 500.000 10 Pembelian 800 550 440.000 1000 800 500 550 500.000 440.000 10 Pembelian 800 550 440.000 1000 800 500 550 500.000 440.000 18 Dijual 900 500 450.000 100 800 500 550 50.000 440.000 20 Pembelian 700 600 420.000 100 800 700 500 550 600 50.000 440.000 420.000 27 Dijual 100 400 500 550 50.000 275.000 400 700 550 600 220.000 420.000 Lanjutan
18 Dijual 800 100 550 500 440.000 50.000 900 500 450.000 20 Pembelian 700 600 420.000 900 700 500 600 450.000 420.000 27 Dijual 500 600 300.000 900 200 500 600 450.000 120.000 Dari kartu persediaan tersebut, besarnya nilai persediaan akhir adalah :
900 @ Rp. 500 = Rp. 450.000 200 @ Rp. 600 = Rp. 120.000 1.100 Rp. 570.000 Metode Rata-Rata Bergerak:
Metode rata-rata yang digunakan pada metode perpetual ini biasanya disebut dengan Rata-rata bergerak. Dikatakan bergerak karena harga per unit persediaan selalu bergerak / berubah sesuai dengan terjadinya perubahan / mutasi pada jumlah unit persediaan yang dimiliki perusahaan. Berikut ini bentuk kartu persediaan dengan metode rata-rata bergerak:
Tabel 7
Kartu persediaan dengan metode rata-rata bergerak
Tgl
Diterima Dikeluarkan Persediaan (saldo)
Unit Cost Jumlah Unit Cost Jumlah Unit Cost Jumlah
Jan1 1000 500 500.000
10 800 550 440.000 1800 522,2 940.000
18 900 522,2 469.980 900 522,2 469,980
20 700 600 420.000 1.600 556,2 889,980
27 500 556,2 278.100 1.100 556,2 611.820
Dari harga perhitungan diatas maka besarnya nilai persediaan sebanyak 1.100 unit adalah sebesar Rp. 611.820
4. Sistem Komputer
Sistem komputer terdiri dari perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). Tanpa perangkat lunak , perang keras hanya berfungsi sebagai
benda mati saja yang tidak dapat mengerjakan sesuatu. Tanpa perangkat keras, perngkat lunak hanya merupakan kode-kode komputer saja yang tidak dapat mengerjakan perangkat kerasnya. Oleh karena itu, perangkat keras dan perangkat lunak harus bekerja bersama-sama membentuk suatu sistem,yaitu sistem komputer. Jogiyanto (2012:123).
Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa sistem komputer terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain. Komponen-komponen tersebut terdiri atas tiga bagian yaitu:
1. Hardware (Perangkat Keras)
Hardware atau biasa kita sebut perangkat keras adalah sebuah komponen dari sistem komputer yang memiliki wujud fisik dan dapat disentuh. Hardware pada sistem komputer juga terdiri dari beberapa unit komponen, yaitu: (CPU)
CPU atau Central Processing Unit adalah otak dari sistem komputer, unit ini bertanggung jawab atas semua kegiatan yang terjadi didalam komputer. CPU berfungsi sebagai pusat pengelolaan data dan mengontrol segala perangkat internal maupun yang eksternal yang terhubung pada komputer. Input
Sebuah data atau instruksi harus di input terlebih dahulu sebelum diolah menjadi informasi yang seperti kita inginkan, oleh karena itu dibutuhkan sebuah unit input yang menjadi sebuah gerbang untuk data yang dari dunia luar masuk ke dalam sistem komputer. Bentuk-bentuk data yang telah diinput akan dikonversi menjadi kode binary sehingga dapat dibaca oleh memori utama. Tentulah bentuk data pada tiap perangkat input berbeda-beda. Misalnya pada perangkat keyboard, bentuk data yang dihasilkan adalah sebuah huruf atau angka, berbeda dengan perangkat input mouse. Output
Output unit memiliki fungsi yang berkebalikan dengan Input unit. Jika pada input unit data yang dari luar dimasukkan ke dalam sistem komputer, maka output unit sebaliknya. Output Unit menghasilkan sebuah informasi atau
data yang merupakan hasil dari pemrosesan pada sistem komputer. Data yang dihasilkan dapat berupa sebuah infromasi, gambar, suara atau video. Storage
Data atau instruksi yang telah diinput pada sistem komputer melalui unit input terlebih dahulu di simpan pada unit storage sebelum benar-benar diproses. Begitupula dengan hasil data yang telah di proses, data tersebut terlebih dahulu disimpan pada unit storage sebelum dipindahkan pada unit output.
2. Software
Software adalah komponen dari sistem komputer yang tidak memiliki wujud atau bentuk fisik. Software memiliki wujud digital yang disimpan pada memori komputer. Terdapat berbagai macam jenis kategori software pada sistem komputer, yaitu:
System
System Software adalah kategori untuk software yang mengatur dan mengontrol komponen hardware pada komputer yang mana memungkinkan terjadinya interaksi antara hardware dengan tipe software lainnya. Salah satu contoh dari System Software adalah sistem operasi komputer, namun driver pada sebuah device juga dapat digolongkan dalam kategori ini. Utility
Utility Software adalah kategori untuk software yang menjaga dan melindungi sistem komputer namun tidak berhadapan lansung dengan hardware. Contoh software yang termasuk dalam kategori Utility
Software adalah software anti-virus, firewall, disk defragmenter dan
lainnya. Application
Application software adalah kategori untuk software yang digunakan oleh user untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu. Contoh software yang termasuk dalam kategori Application Software adalah web browser, software office, game dan lainnya.
Komponen yang terakhir dalam sebuah sistem komputer adalah Brainware. Brainware dapat diartikan sebagai orang maupun perangkat intelektual yang memakai, menggunakan atau mengoperasikan perangkat komputer.
5. Basisdata (Database)
Menurut Fatansyah (15:2015) Sistem basis data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi atau perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses pengambilan keputusan.
Sistem pengelolaan Basis Data(Database Management System/DBMS) Pengelolaan basis data secara fisik tidak di lakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak(Sistem) yang khusus. Perangkat lunak inilah yang disebut (Database Management System/DBMS) yang akan menetukan bagaimana data di organisasi , disimpan, diubah dan diambil kembali. Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase, FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland Paradox, Borland-Interbase, MS-SQL Server, Oracle Database, IBM DB2, Informix, Sybase, MySQL, PostgreSQL.
Pemakai (USER)
Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang di bedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
o Programer Aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data
Manipulation Language (DML), yang di sertakan (embedded)
dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman seperti C,C++, Pascal , PHP, Java, dan lain-lain).
o User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang disediakan oleh DBMS.
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah disediakan sebelumnya.
o User Khusus(Specialized User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data nonkonvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi Artifical,
Intellegency, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lain-lain yang
bisa mengakses basis data tanpa DBMS yang bersangkutan. Database Relasional
Aplikasi manajemen database mengenal dua macam bentuk database:flat-file: semua record tersimpan dalam satu tabel;database relasional: memiliki banyak tabel yang saling terkait, dengan sebuah unsur data yg berfungsi sebagai pengait (disebut primary key).Dengan semakin banyaknya data yang dikelola, hampir tidak mungkin bahwa semua rekaman (record) disimpan dalau satu tabel. Manfaat database relasional adalah membuat sistem pengolahan data menjadi lebih efisien dan tabel data dapat dipilahkan dengan kategori yang berbeda. Fungsi primary key sangat penting dalam menemukan relasi dan logika kaitan antar tabel. Audrey Wiselie(2017. Vol 5 No 1 :2).
Penginterogasian (Querying) Sebuah Database Relasional
Karakteristik pokok pada model data relasional adalah bahwa setiap operasi selalu menghasilkan sebuah tabel baru. Ini berarti bahwa hasil query dapat menjadi obyek dari proses query berikutnya. Bahasa query relasional dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama yaitu : (1) bahsa query berbasis teks (text-based query languages), dan (2) bahasa query berbasis garfik (graphical query languages). Krismiaji(2015:122)
6. Application Design(Desain Aplikasi)
Menurut Indrajani (2017:9) Desain Aplikasi merupakan perancangan
user interfance dan program aplikasi yang menggunakan dan melakukan proses
terhadap basis data. Desain basis data dan aplikasi dilakukan secara paralel. Ada dua aktivitas yang ada didalamnya, yaitu :
User Intefance Design 7. Protyping (Prototipe)
Fungsinya adalah membuat model kerja suatu aplikasi basis data. Tahapan ini bersifat opsional. Tujan utama dari tahapan ini adalah :
Untuk mengidentifikasi fitur sistem yang sedang berjalan.
Untuk memberikan perbaikan-perbaikan atau penampakan fitur baru. Untuk klarifikasi kebutuhan user.
Untuk evaluasi kelayakan dan kemungkinan apa yang terjadi dari desain sistem.
8. Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram (ERD) memiliki dua komponen utama yaitu
Entitas (Entity) dan Relasi (Relation). Kedua komponen ini ,masing-masing dilengkapi dengan sejumlah atribut yang mempresentasikan seluruh fakta yang ada didunia nyata. Jurnal TEKNOIF Iswandy Eka ( 2015 Vol. 3 No. 2:73).
Entitas adalah objek dalam dunia nyata yang dapat dibedakan dengan objek lain, sebagai contoh mahasiswa,dosen,departemen. Entitias terdiri atas beberapa atribut sebagai contoh atribut dari entitas mahasiswa adalah nim,nama,alamat,email, dll. Atribut nim merupakan unik untuk mengidentifikasikan / membedakan mahasiswa yg satu dengan yg lainnya. Pada setiap entitas harus memiliki primary key. Atribut adalah Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
Ada dua jenis Atribut :
1) Identifier (key) digunakan untuk menentukan suatuentity secara unik (primary
key).
2) Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik.
Relasi adalah hubungan antara beberapa entitas. sebagai contoh relasi antar mahaiswa dengan mata kuliah dimana setiap mahasiswa bisa mengambil beberapa
mata kuliah dan setiap mata kuliah bisa diambil oleh lebih dari 1 mahasiswa. relasi tersebut memiliki hubungan banyak ke banyak. Berikut adalah contoh ERD. Kardinalitas menyatakan jumlah himpunan relasi antar entitias. pemetaan kardiniliat terdiri dari :
· one-to-one :sebuah entitas pada A berhubungan dengan entitas B paling banyak 1contoh diatas relasi pegawai dan departemen dimana setiap pegawai hanya bekerja pada 1 departemen.
· one-to-many : sebuah entitas pada A berhubungan dengan entitas B lebih dari satu contoh diatas adalah 1 depertemen memiliki banyak pegawai
· many-to-many : sebuah entitas pada A berhubungan dengan entitas B lebih dari satu dan B berhubungan dengan A lebih dari satu jugan contoh diatas adalah relasi mahasiswa dengan mata kuliah.
Berikut adalah metode/tahap untuk membuat ERD : Menentukan Entitas
Menentukan Relasi
Menggambar ERD sementara Mengisi Kardinalitas
Menentukan Kunci Utama Menggambar ERD berdasar Key Menentukan Atribut
Memetakan Atribut
Menggambar ERD dengan Atribut 9. Normalisasi
Tujuan utama normalisasi adalah mengidentifikasi kesesuaian hubungan yang mendukung data untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Adapun karakteristik hubngan tersebut mencakup :
Minimal jumlah atribut yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan perusahaan.
Atribut dengan hubungan logika yang menjelaskan function dependencies. Minimal duplikasi untuk tiap atribut.
Normalisasi adalah suatu teknik formal yang dapat digunakan dalam perancangan basis data. Peranan normalisasi dalam hal ini adalah penggunaan pendekatan bootom-up dan teknik validasi. Teknik validasi digunakan untuk memeriksa apakah struktur relasi yang dihasilkan oleh ER modelling itu baik atau tidak baik. Indrajani(2017:47-48).
10. Jenis Normalisasi
Terdapat empat bentuk normal yang biasa digunakan, yaitu : First Normal Form (1NF) atau Normalisasi Tingkat 1 Second Normal Form (2NF) atau Normalisasi Tingkat 2 Third Normal Form (3NF) atau Normalisasi Tingkat 3 Boyce-Codd Normal Form(BCNF)
Four Normal Form (4NF) Five Normal Form (5NF) 11. Microsoft Visual Basic 2015
Visual basic 2015 adalah versi terbaru dari Visual Basic yang diperkenalkan oleh microsoft pada tahun 2015 dengan tambahan banyak fitir-fitur baru utama fitur untuk membangun sebuah aplikasi mobile.visual basic 2015 dikemas bersma-sama dengan bahasa pemograman microsoft lainnya, seperti C++, C#, F#, visuaal basic, java script, dan banyak lagi dalam sebuah paket yang disebut visual studio. Visual studio juga memiliki editor untuk semua bahasa murkup, seperti HTML, XML, ISON, XAML untuk aplikasi windows dekstop, phone, dan store, dan css. (Christopher Lee;2016)
Pengenalan IDE (Integrated Development Environment) Visual Basic 2015 IDE (Integrated Developement Environment) merupakan sebuah “layanan satu pintu” yang bisa digunakan oleh programmer untuk melakukan, desain, coding, debugging, dan kompilasi program dalam sebuah tool yang terintegrasi.
Macam – macam jenisnya terdiri dari :
Menu Bar, dipakai dalam memilih tugas-tugas tertentu seperti membuka project, yang terdiri dari menu file, edit, view dst.
Solution Explorer, window yang berisi struktur tree dari project yang sedang dikerjakan.
Form Designer, window untuk merancang user interface dari aplikasi.
Toolbox, window yang berisi komponen-komponen yang digunakan untuk memperkaya user interface.
Code Editor, untuk menuliskan source code dari program.
Properties, untuk melihat / mengedit sifat dari object yang sedang dipilih. Form Layout, menunjukan tampilan form bersangkutan disaat runtime.
12. SQL Server
SQL server merupakan Relational Database Management System(RDBMS) yang dikembangkan oleh microsoft. Sebagai software, fungsi utama SQLserver adalah menampung dan menggunakan data yang terintegrasi dengan aplikasi baik pada komputer yang sama atau dari komputer lain dalam jaringan. (Jubilee Enterprise :2015)
Standard Text-Based Query Language sebagian besar berbasis DBMS
relasional disebut dengan Stuctured Query Languag (SQL). Sebagian besar paket program akuntansi untuk komuter mini juga menggunakan SQL tersebut, salah satu keunggulan SQL adalah powerfulI dan mudah digunakan untuk menghasilkan berbagai laporan sehingga membantu memenuhi kebutuhan informasi dari database klien. Dengan demikian, maka merupakan hal yang penting memiliki pemahaman komprehensif terhadap cara kerja SQL.
Penulisan SQL digunakan lima perintah dasar yaitu :
1. SELECT digunakan untuk memilih kolom dalam sebuah tabel yang akan ditampilkan (implementasi operasi PROJECT).
2. FROM digunakan untuk tempat kolom berasal, apabila dua atau lebih tabel ditampilkan digunakan perintah JOIN untuk mengoperasikannya.
3. WHERE digunakan untuk menentukan persyaratan (kondisi) data yang diinginkan (implementasi operasi RESTRICT).
4. ORDER BY digunakan untuk menetapkan format jawaban, kolom yang digunakan untuk dasr pengurutan dan jenis urutan yang
diinginkan(DESCENDIG-urut dari besar ke kecil atau ASCENDING- urut dari kecil ke Besar)
5. GROUPED BY digunakan untuk menetapkan kolom tabel yang merupakan subyek operasi matematis (seperti SUM, MINIMUM, MAXIMUM). Krismiaji(2015:123)
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Adapun perbandingan dari persamaan dan perbedaan dengan hasil penelitian terdahulu , dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 8
Hasil Penelitian Terdahulu Identitas Peneliti Aspek Noviana A03130096 Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin 2016 Harlina A03140069 Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin 2017
Susi Ramadani Yanti A03150111 Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin 2018 Judul Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan Dengan Rumus Biaya Rata-Rata Tertimbang-Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 Pada Apotek Namira Banjarmasin. Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan Dengan Rumus Biaya Rata-Rata Tertimbang-Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 Pada Mebel Indra Banjarmasin. Program Aplikasi Persediaan Barang Dagang dengan rumus Rata-rata Bergerak Metode Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin
Tempat Penelitian Apotek Namira Banjarmasin Mebel Indra Banjarmasin. Mebel Herry Banjarmasin Permasalahan 1. Bagaimana pencatatan dan penentuan biaya persediaan barang dagangan yang sesuai SAK
ETAP tahun 2009 mengenai persediaan barang dagangan yang berlaku pada Apotek Namira dengan rumus biaya rata-rata tertimbang-Perpetual? 2. Bagaimana merancang bangun program aplikasi persediaan barang dagangan menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada Apotek Namira? 1. Bagaimana penilaian persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata tertimbang-perpetual pada mebel indra banjarmasin ? 2. Bagaimanakah membuat rancang bangun perhitumgan persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata tertimbang-perpetual menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 1. Bagaimana penentuan harga pokok persediaan barang dagang yang
berlaku pada Mebel Herry Banjarmasin dengan rumus rata-rata bergerak metode
perpetual? 2. Bagaimana program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual menggunakan microsoft visual basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin ? Lanjutan
Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pencatatan dan penentuan biaya persediaan barang dagangan pada Apotek Namira yang sesuai SAK ETAP tahun 2009 dengan menggunakan rumus biaya rata-rata tertimbang-Perpetual. 2. Untuk mengetahui merancang dan membangun program aplikasi persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata tertimbang-Perpetual menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada Apotek Namira. 1. Untuk mengetahui persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata tertimbang-perpetual pada mebel indra banjarmasi n 2. Untuk membuat rancang bangun perhitumga n persediaan barang dagangan dengan rumus biaya rata-rata tertimbang-perpetual menggunak 1. Untuk mengetahui bagaimana penetuan harga pokok persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual yang berlaku pada
Mebel Herry Banjarmasin . 2.Untuk mengetahui Pembuatan program aplikasi persediaan barang dagang dengan rumus rata-rata bergerak metode
perpetual menggunakan microsoft visual basic 2015 pada Mebel Herry Banjarmasin . Lanjutan
an Microsoft Visual Basic 2015 Metode Penelitian Pengumpulan data dengan metode pengamatan langsung dan wawancara langsung, serta dengan dokumentasi, kemudian mendesain dan merancang program aplikasi persediaan dengan rumus biaya
rata-rata tertimbang-perpetual Pengumpulan data dengan metode pengamatan langsung dan wawancara langsung, serta dengan dokumentasi, kemudian mendesain dan merancang program aplikasi persediaan dengan
rumus biaya rata-rata tertimbang-perpetual Pengumpulan data dengan metode pengamatan langsung dan wawancara langsung, serta dengan dokumentasi, kemudian mendesain dan merancang program dengan rumus rata-rata bergerak metode perpetual Hasil Penelitian Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan Dengan Rumus Biaya Rata-Rata Tertimbang-Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 Pada Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan Dengan Rumus Biaya Rata-Rata Tertimbang-Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 Pada Program Aplikasi Persediaan Barang Dagang dengan rumus Rata-rata Bergerak Metode Perpetual Menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 pada
Apotek Namira Banjarmasin. Mebel Indra Banjarmasin. Mebel Herry Banjarmasin Sumber : Noviana(2014) dan Harlina(2015) Dibuat oleh penulis.
Berikut penjelasan tentang perbedaan dan persamaan peneletian terdahulu Perbedaan antara penelitian yang penulis lakukan dengan hasil penelitian terdahulu pada tahun 2016 oleh Noviana dan pada tahun 2017 oleh Harlina antara lain :
- Pada penelitian terdahulu terdahulu tahun 2016 oleh noviana memilih Apotek Namira sebagai objek penelitian toko tersebut merupakan toko obat-obatan dan untuk penelitian terdahulu pada tahun 2017 oleh Harlina memilih Mebel Indra Banjarmasin sebagai objek, sedangkan penulis memilih tempat penelitian pada Mebel Herry Banjarmasin dengan penelitian tahun 2018 .
- Untuk data penelitian terdahulu pada tahun 2017 oleh harlina ialah pada bulan januari, februari, dam maret tahun 2017 sedangkan yang diteliti untuk data oleh penulis pada bulan februari, maret, dan april tahun 2018.
Persamaan antara penelitian yang penulis lakukan dengan hasil penelitian terdahulu pada tahun 2016 oleh Noviana dan pada tahun 2017 oleh Harlina antara lain :
- Penulis mengunakan topik persediaan dengan metode rata – rata bergerak.
- Penulis menggunakan bahasa pemograman microsft visual basic
2015.
- Penulis menggunakan SQL Server 2014 sebagai Back end
- Pengumpulan data dengan metode pengamatan langsung, wawancara,serta dokumentasi.
Lanjutan