PROTOTYPE MARCURY (MANUFACTURE SECURITY SYSTEM)
PROTOTYPE MARCURY (MANUFACTURE SECURITY SYSTEM)
Aswin Bimo Subandoro, Rahmatul Husna, Mohammed Sultan Billhaq, Ali Ramadhan, Syufrijal MT
Universitas Negeri Jakarta Email : [email protected]
ABSTRACT
High mortality rates in the industry and the industrial environment caused by several factors such as gas poisoning and fires, more than 995 victims of poisoning arising from toxic gas leak type of ammonia (NH3). The toxic gases derived from industrial chemicals. According to Dr. Ir. SupraptoMSc, Fire always cause things are not desirable, one danger to the safety of human lives. Data fire reported of recapitulation fires damkar depok 2014, the average monthly fire occurred 58 times and 696 times per year, and approximately 20% are fires in the industry. MARCURY (Manufacture Security System) intended as a tool capable of preventing workplace accidents due to toxic gas leaks and fires on the industry. Prototype MARCURY a wireless security system with the anticipation of a gas leak and fire on a microcontroller-based industries. Marcury active if the sensor detecting presence of toxic gases and the potential for a fire in industry. The results of sensor readings will be delivered wirelessly to the filter. These filters consisting of Activated Carbon and exhaust fan that serves to filter out toxic gas and convert it into clean air. The tool has an application that can monitor the sensor readings by bluetooth.
Keywords: Gas, Poisoning, Fire, Wireless
ABSTRAK
Angka kematian yang tinggi pada industri dan lingkungan industri disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah keracunan gas dan kebakaran, lebih dari 995 korban keracunan yang ditimbulkan dari kebocoran gas beracun jenis ammonia (NH3). Gas beracun tersebut berasal dari bahan kimia industri. Menurut Dr. Ir. Suprapto MSc Kebakaran senantiasa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya bahaya terhadap keselamatan jiwa manusia. Data kebakaran yang dilansir dari rekapitulasi kejadian kebakaran tahun 2014 damkar depok, rata rata per bulan terjadi 58 kali kebakaran dan 696 kali pertahun, dan sekitar 20%nya adalah kebakaran pada industri. Oleh Karena itu diciptakanlah Prototype MARCURY (Manufacture Security System) bertujuan sebagai alat yang mampu mencegah kecelakaan kerja akibat kebocoran gas beracun dan kebakaran pada industri. Prototype MARCURY merupakan sistem keamanan nirkabel dengan mengantisipasi kebocoran gas dan kebakaran pada industri berbasis mikrokontroler. Alat ini akan bekerja jika sensor medeteksi adanya gas beracun dan adanya potensi kebakaran di sebuah pabrik atau industri. Hasil pembacaan sensor akan disampaikan secara wireless menuju filter. Filter ini berupa ionize filter yang terdiri dari exhaust fan dan Carbon Active yang berfungsi untuk menyaring gas beracun dan mengubahnya menjadi udara bersih. Alat ini dilengkapi aplikasi yang dapat memonitoring hasil bacaan sensor melalui media bluetooth.
Kata Kunci : MARCURY, Gas, Beracun, Kebakaran, Nirkabel 1. PENDAHULUAN
Pembangunan suatu gedung, penting untuk memperhatikan keselamatan jiwa para penghuninya. Di Indonesia pembangunan suatu gedung terkadang masih tidak memenuhi syarat.Dilansir dari Peraturan Kepala BNPB kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions).
Angka kematian yang tinggi pada industri dan lingkungan sekitar industri disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah keracunan gas dan kebakaran, salah satunya disebabkan oleh keracunan gas beracun. Keracunan merupakan terjadinya disfungsi bahkan kerusakan pada beberapa bagian tubuh yang disebabkan oleh reaksi kimia antara zat yang ada di dalam tubuh dengan zat asing yang masuk kedalam tubuh. Data yang diambil berdasarkan pemberitaan media jpnn.com dan detik.com diperoleh bahwa lebih dari 995 korban keracunan yang ditimbulkan dari kebocoran gas beracun jenis ammonia (NH3). Gas beracun tersebut berasal dari industri kimia.
Menurut Dr. Ir. Suprapto MSc.(FPE).APU.IPM Pusat Litbang Permukiman Dep. PU Kebakaran senantiasa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, baik menyangkut kerusakan harta benda, kerugian materi,gangguan terhadap kelestarian lingkungan, terhentinya proses produksi barang serta jasa, serta bahaya terhadap keselamatan jiwa manusia Data kebakaran yang dilangsir dari rekapitulasi kejadian kebakaran tahun 2014 damkar depok rata rata per bulan terjadi 58 kali kebakaran dan 696 kali pertahun, dan sekitar 20%nya adalah kebakaran pada industri. Pengendalian kebakaran
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah yang diambil yakni Bagaimana menciptakan sistem keamanan nirkabel dengan Mengantisipasi kebocoran gas dan kebakaran pada industri berbasis mikrokontroler? .Tujuan yang akan dicapai adalah menciptakan alat yang mampu mencegah kecelakaan kerja akibat kebocoran gas beracun dan kebakaran pada industri. Melalui pembuatan MARCURY diharapkan mampu mencegah timbulnya korban jiwa akibat kebocoran gas beracun serta kebakaran pada industri.
Pada Minggu Ketiga di Bulan Maret Tim MARCURY UNJ telah selesai melaksanakan pembagian tugas dan jobdesk masing – masing anggota dan mengidentifikasi komponen.
Gambar 1. Rapat pembagian tugas, membuat struktur organisasi dan jobdesk
Gambar 2. Pembelian komponen
Pada Minggu Keempat di Bulan Maret Tim MARCURY UNJ telah selesai dalam pembuatan rangkaian elektrik penunjang, penyusunan sensor serta pemrograman awal. Pada tahap ini pekerjaan pembuatan Prototype MARCURY telah mencapai 25%.
Gambar 3. Pembuatan desain maket Gambar 4. Pembuatan rangkaian elektrik penunjang
Pada Minggu Pertama di Bulan April Tim MARCURY UNJ telah menyelesaikan pembuatan rangkaian sensor),dan telah melaksanakan pemrograman mikrokontroler.
Gambar 5. Pembuatan maket Sementara PROTOTYPE MARCURY
Gambar 6. Memprogram Mikrokontroler Gambar 7. Maket sementara
Sejauh ini proses pembuatan Prototype MARCURY telah terselesaikan mencapai prosentase angka sebesar 33%. Pada Minggu Kedua di Bulan April Tim MARCURY UNJ telah selesai melaksanakan perencanaan dan pendiskusian pembuatan filter dan maket untuk filter
Gambar 8. Perencanaan dan pendiskusian pembuatan filter
Pada Minggu Ketiga di Bulan April Tim MARCURY UNJ telah selesai dalam pemilihan dan pemesanan bahan-bahan untuk filter. Pada tahap ini pekerjaan pembuatan Prototype MARCURY telah mencapai 50%.
Pada Minggu keempat di Bulan April Tim MARCURY UNJ telah menyelesaikan desain dan pembuatan maket untuk filter dan sensor. Telah melaksanakan pemrograman untuk bluetooth dan LCD. Tahap pembuatan draft paten.
Gambar 9. Desain pembuatan maket Prototype MARCURY
Gambar 10. Memprogram Mikrokontroler
Gambar 11. Pembuatan draft paten
Pada minggu pertama bulan April telah diselesaikannya filter udara. Telah diselesaikannya penempatan komponen ke dalam masing-masing maket. Dan Pembuatan Desain Poster.
Gambar 12. Pembuatan Maket Sensor Gambar 13. Pembuatan Filter Udara
Gambar 14. Penempatan Alat Ke Maket Gambar 15. Pembuatan Desain Poster
Pada minggu kedua bulan Mei dilakukan perombakan ulang pada maket untuk bagian filter dan pengecekan ulang pada sensor.
Gambar 16. Perombakan pada sensor Gambar 17. Pemrograman ulang pada sensor
Gambar 18. Pembuatan maket untuk filter Gambar 19. Pengetesan wireless dengan sensor dan filter
Pada minggu ketiga bulan Mei masih pada tahap perombakan filter, pemrograman ulang pada sensor, dan percobaan program untuk sistem nirkabel. Pada minggu keempat bulan Mei telah diselesaikannya pembuatan maket untuk filter dan maket luar untuk prototipe. Pada minggu pertama bulan Juni telah diselesaikannya percobaan pada filter dimana gas amonia sudah bisa tersaring oleh filter dan mengganti dengan udara normal. Telah diselesaikannya program pada sistem nirkabel yang diletakkan pada sensor dan filter. Telah diselesaikannya penggabungan dan percobaan pada sensor dan filter. Pada tahap ini pekerjaan pembuatan Prototype MARCURY telah mencapai 93%.
Karena sensor yang digunakan adalah sensor gas sehingga sulit untuk menemukan gas yang sesuai dengan takaran agar dapat dicocokan dengan hasil bacaan sensor, jika tempat penyediaan kalibarasi sensor harus membayar dengan nominal yang cukup besar.
1.6.2. Sulitnya Melakukan Percobaan terhadap Filter
Masih kurangnya peralatan penunjang untuk mengetahui kadar pasti amonia (NH3) dan juga Karbon Monoksida
(CO), membuat sulit mengetahui efesiensitas dari filter tersebut. Sampai saat ini data yang digunakan untuk memastikan bahwa filter mampu berfungsi dengan baik adalah berdasarkan referensisebelumnya.
2. METODE PENELITIAN 2.1. Bahan dan Alat 2.1.1. Mikrokontroller
Mikrokontroller adalah sebuah sistem mikroprosesor dimana didalamnya sudah terdapat CPU, Read Only Memory(ROM), Random Accsess Memory (RAM), Input-Output, timer, interrupt, Clock dan peralatan internal lainnya yang sudah saling terhubung dan terorganisasi dengan baik dalam satu chip yang siap dipakai.
general purpose I/O, 32 register serba guna, 3 buah timer/counter, Interrupt internal maupun eksternal, serial untuk pemograman dengan menggunakan USART, peripheral interface (SPI), twowire interface (I2C), 6 port PWM (Pulse Width Modulation), 6 port 10 bit ADC dan Watchdog Timer dengan osilator internal.
2.1.2. Modul Wifi ESP8266
IoT (Internet Of Things) semakin berkembang seiring dengan perkembangan mikrokontroler, module yang berbasiskan Ethernet maupun wifi semakin banyak dan beragam dimulai dari Wiznet, Ethernet shield hingga yang terbaru adalah Wifi module yang dikenal dengan ESP8266. ESP8266 adalah wifi module dengan output serial TTL yang dilengkapi dengan GPIO, dengan harga sekitar 80 ribu rupiah wifi module ini dapat dipergunakan secara standalone maupun dengan mikrokontroler tambahan untuk kendalinya. Ada beberapa jenis ESP8266 yang dapat ditemui dipasaran, namun yang paling mudah didapatkan di Indonesia adalah type ESP-01,07,dan 12 dengan fungsi yang sama perbedaannya terletak pada GPIO pin yang disediakan. Berikut beberapa tipe ESP8266
Gambar 2. Konfigurasi Wifi ESP 8266
Tegangan kerja ESP-8266 adalah sebesar 3.3V, sehingga untuk penggunaan mikrokontroler tambahannya dapat menggunakan board arduino yang memiliki fasilitas tengangan sumber 3.3V, akan tetapi akan lebih baik jika membuat secara terpisah level shifter untuk komunikasi dan sumber tegangan untuk wifi module ini.Karena wifi module ini dilengkapi dengan Mikrokontroler dan GPIO sehingga banyak orang yang mengembangkan firmware untuk dapat mengunakan module ini tanpa perangkat mikrokontroler tambahan.Firmware yang digunakan agar wifi module ini dapat bekerja standalone adalah Node MCU.
2.1.3. Modul Bluetooth HC-05
Bluetooth adalah protokol komunikasi wireless yang bekerja pada frekuensi radio 2.4 GHz untuk pertukaran data pada perangkat bergerak seperti PDA, laptop, HP, dan lain-lain1 . Salah satu hasil contoh modul Bluetooth yang paling banyak digunakan adalah tipe HC-05. modul Bluetooth HC-05 merupakan salah satu modul Bluetooth yang dapat ditemukan dipasaran dengan harga yang relatif murah. Modul Bluetooth HC-05 terdiri dari 6 pin konektor, yang setiap pin konektor memiliki fungsi yang berbeda - beda. Untuk gambar module bluetooth dapat dilihat pada gambar 2.1 dibawah iniModul Bluetooth HC-05 dengan supply tegangan sebesar 3,3 V ke pin 12 modul Bluetooth sebagai VCC. Pin 1 pada modul Bluetooth sebagai transmitter. kemudian pin 2 pada Bluetooth sebagai receiverModule Bluetooth HC-05 merupakan module Bluetooth yang bisa menjadi slave ataupun master hal ini dibuktikan dengan bisa memberikan notifikasi untuk melakukan pairing keperangkat lain, maupun perangkat lain tersebut yang melakukan pairing ke module Bluetooth CH-05. Untuk mengeset perangkat Bluetooth dibutuhkan perintah-perintah AT Command yang mana perintah AT Command tersebut akan di respon oleh perangkat Bluetooth jika modul Bluetooth tidak dalam keadaan terkoneksi dengan perangkat lain. Table 2.2 dibawah adalah table AT Command Module Bluetooth CH-05
Modul Bluetooth HC-05 memiliki karakteristik sebagai berikut: • Protokol Bluetooth : Spesifikasi Bluetooth v2.0+EDR • Frequensi : 2.4GHz ISM band
• Modulasi : GFSK(Gaussian Frequency Shift Keying) • Tenaga Emisi : 4dBm, Class 2
• Sensitifitas : -84dBm at 0.1% BER • Kecepatan : 2.1Mbps(Max) / 160 kbps, • Singkronisasi : 1Mbps/1Mbps
• Keamanan : Autentifikasi dan Enkripsi • Profil : Bluetooth serial port • Catu Daya : +3.3VDC 50mA • Suhu Kerja : -20 ~ +75 Centigrade • Dimensi : 3.57cm x 1.52cm 2.1.4. Sensor MQ – 7
Sensor MQ-7 merupakan sensor gas karbon monoksida (CO) yang berfungsi untuk mengetahui konsentrasi gas karbon monoksida (CO). Dimana sensor ini salah satunya dipakai dalam memantau gas karbon monoksida (CO). Sensor ini
a. Catu daya Loop : <=10V DC
b. Catu daya heater : 5.0V±0.2V ACorDC㸦High㸧 1.5V±0.1V ACorDC㸦Low㸧
c. Hambatan Heater : 31 Ohm
d. Output : analog (perubahan tegangan) dengan tambahan Rload e. Digunakan sebagai:
*Detektor kebocoran gas domestik * Industri CO detektor
* Detektor gas portabel 2.1.5. Sensor MQ – 137
Sensor MQ- 137 merupakan sensor ammonia (NH3) yang cocok untuk mendeteksi kadar NH3pada bangunan/kantor. Sensor alkohol MQ-137 memiliki sensitifitas tinggi dan waktu respon yang cepat, serta daya tahan yang lama dan stabil. Maka sensor MQ -137 dipilih dalam perancangan alat yang direncanakan mampu mendeteksi kadar amonia dengan baik.
Gambar 3. Bentuk Fisik Sensor MQ-137 Sensor MQ- 137 memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Catu daya heater : 5V DC b. Catu daya rangkaian : 5VDC c. Hambatan Heater : 31 Ohm
d. Output : analog (perubahan tegangan) dengan tambahan Rload
e. Digunakan dalam peralatan kontrol kualitas udara untuk bangunan / kantor, cocok untuk deteksi NH3. 2.1.6. Flame Detector
Sensor nyala api / Flame Sensor Moduleini adalah modul praktis untuk mendeteksi nyala api dalam jarak antara 20 cm hingga 1 meter. Dengan memutar trimpot yang terpasang di modul ini kita juga bisa mengatur tingkat sensitivitasnya sehingga dapat juga digunakan sebagai sensor cahaya dari lampu bohlam / cahaya matahari.Modul sensor yang bekerja dengan catu daya antara 3 hingga 5 Volt DC ini sensitif terhadap radiasi cahaya dari nyala api (fire flame, sensitif terhadap panjang gelombang cahaya 760 nM hingga 1100 nM yang merupakan spektrum warna dari lidah api) dengan sudut pandang ±60°, menggunakan IC pembanding tegangan (voltage comparator) LM393sebagai saklar keluaran digitalnya.Pada sensor module ini terpasang 2 LED indikator, satu sebagai indikator catu daya (LED yang dekat pin VCC) dan lainnya (dekat pin DO / Digital Out) sebagai indikator saat nyala api terdeteksi.
Gambar 4. Konfigurasi Flame sensor 2.1.7. Udara Bersih
Menurut KBBI, udara bersih adalah udara yang bebas dari polusi dalam bentuk padat, cair, atau gas, seperti debu dan karbon. Udara bersih yang dihirup hewan dan manusia merupakan gas yang tidak tampak, tidak berbau, tidak berwarna maupun berasa. (Wardhana,1995).
Giddings (1973) mengemukakan bahwa atmosfir pada keadaan bersih dan kering akan didominasu oleh 4 gas penyusun atmosfir, yaitu 78,09% N2; 20,95% O2; 0,93% Ar; dan 0,032% CO2; sedangkan gas-gas lainya sangat kecil konsentrasinya. Komposisi udara kering, yaitu semua uap air telah dihilangkan dan relative konstan. Komposisi udara kering yang bersih didapatkan di sekitar laut, dapat dilihat pada Tabel 1.
2.1.8. MARCURY Filter
Dalam melakukan penyaringan atau filtrasi pada Prototype MARCURY adalah dengan menggabungkan beberapa filter, diantaranya adalah, filter CO, dan filter ammonia. MARCURY Filter menggunakan tiga buah jenis bahan yang memiliki fungsi masing masing, yaitu karbon aktif, karang jahe, dan zeolit. Karbon Aktif merupakan
2.2. Prosedur
2.2.1. Melakukan Study Literature dari Buku dan Internet
Melihat dari besarnya angka kematian pekerja industri yang diakibatkan kebocoran gas beracun ataupun kebakaran baik dari media cetak maupun media elektronik, maka terciptalah inovasi baru untuk membuat suatu alat yang dapat mengatasi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan industri.
2.2.2. Perancangan Alat
Langkah awal dalam merancang alat adalah membuat skema rancangan dalam bentuk sketsa, kemudian dibuat dalam gambar rancangan dalam bentuk software, menggunakan aplikasi pengolah grafis. Gambar rancangan alat tersebut bertujuan untuk menentukan bentuk yang proprsional dan opsional serta dalam menentukan penggunaan alat dan bahan agar efisien.
2.2.3. Implementasi Alat
Pembuatan alat ini ditargetkan selesai selama lima bulan dengan rincian jadwalnya ada pada jadwal kegiatan. Pembuatan mekanik dari alat dan pembuatan program adalah bagian tersulit dari pembuatan alat ini. Sistem Prototype Marcury akan selalu aktif, sensor pada Prototype Marcury akan selalu membaca dan menginisialisasi keadaan udara sekitar dan akan ditampilkan pada layar, dan hasil output dari sensor akan di komparasi atau dibandingkan dengan keadaan udara normal atau udara bersih. Sedangkan sensor api akan mendeteksi suhu ruangan dan hasil output akan di komparasikan dan mendeteksi adanya lonjakan suhu yang signifikan. Ketika keadaan udara sesuai dengan keadaan normal maka sistem tidak akan memberi peringatan. Ketika sensor mendeteksi adanya selisih antara pembacaan dan udara bersih maka sistem akan memberi peringatan sekaligus melakukan aktuasi berupa pengaktifan filter udara yang di rancang khusus untuk menyaring karbon dioksida dan ammonia. Ketika sensor mendeteksi tidak adanya lonjakan suhu yang signifikan maka sistem tidak akan memberi peringatan. Ketika sensor mendeteksi adanya lonjakan suhu yang signifikan maka sistem akan memberi peringatan sekaligus melakukan aktuasi berupa pengaktifan filter udara yang di rancang khusus untuk menyaring karbon dioksida dan ammonia.
2.2.4. Uji Coba Alat
Diujicobakan alat tersebut baik secara sistem, kekuatan alat dengan memperhitungkan banding dan pengaruh, dan programnya. Penting dalam uji coba ini karena teori dan praktek itu berbeda. Belum tentu teorinya bisa namun kenyataannya tidak sesuai rencana.
2.2.5. Pengecekan dan Perbaikan
Dalam uji coba pertama banyak terjadi ketidaksesuaian dengan sistem yang diinginkan, jika terjadi ketidaksesuaian dengan sistem yang dikehendaki, dilakukan pengecekan dan perbaikan kembali. Dalam sesi pengecekan dan perbaikan diurutkan mulai dari inti permasalahan hingga ke bagian kendali utama.
2.2.6. Uji Coba Kembali Sampai Sesuai dengan Tujuan
Setelah dilakukan perbaikan maka dilakukan uji coba kembali. Jika masih ada kesalahan maka perbaiki lagi dan uji coba kembali sampai benar-benar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Setelah itu lakukan langkah penyelesaian
normal maka sistem tidak akan memberi peringatan. Ketika sensor mendeteksi adanya selisih antara pembacaan dan udara bersih maka sistem akan memberi peringatan sekaligus melakukan aktuasi berupa pengaktifan filter udara yang di rancang khusus untuk menyaring karbon dioksida dan ammonia. Ketika sensor mendeteksi tidak adanya lonjakan suhu yang signifikan maka sistem tidak akan memberi peringatan. Ketika sensor mendeteksi adanya lonjakan suhu yang signifikan maka sistem akan memberi peringatan sekaligus melakukan aktuasi berupa pengaktifan filter udara yang di rancang khusus untuk menyaring karbon dioksida dan ammonia.
Gambar 5. Blok Diagram Kerja Marcury
Gambar 6. Flowchart Marcury
4. KESIMPULAN
MARCURY merupakan suatu alat yang mampu mengantisipasi kebocoran gas dan kebakaran pada industri. Alat ini merupakan suatu sistem keamanan dimana bekerja secara nirkabel dan berbasis mikrokontroler. Marcury akan sangat berguna di sebuah pabrik, karena kondisi gas suatu pabrik belum bisa terdeteksi dan akan menimbulkan kebocoran gas sehingga mengakibatkan kematian.
5. UCAPAN TERIMAKASIH Bismillahirrohmanirrohim
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kami dapat menyelesaikan paper yang berjudul PROTOTYPE MARCURY (Manufacture Security System) . Dalam pembuatan Paper yang kami susun ini, kami banyak mengambil materi dari berbagai sumber. Maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih
6. DAFTAR PUSTAKA
Arya Wardana, Wisnu. 2001. Dampak pencemaran lingkungan.Yogyakarta. Penerbit Andi. Giddings, J.S. 1973. Chemistry Man and Environmental Change. New York. Canfield Press.
Hafidz, Muhammad, dkk. 2012. Studi Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Pada Pabrik Pembuatan Pesawat Terbang. Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan. Vol, 11 No 2
Hanwei Eletronics.2007.MQ-7 Gas Sensor .HANWEI ELETRONICS CO.,LTD. Hanwei Eletronics.2007.MQ-137 Gas Sensor .HANWEI ELETRONICS CO.,LTD.
Pusat Bahasa. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. http://kbbi.web.id/udara/ diakses pada 08 November 2016. Putro,Irvan A E,dkk. 2009. Rancang Bangun Alat Ukur Emisi Gas Buang. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ramli, Soehatman. 2010. Petunjuk Praktis Manajemen Kebakaran ( Fire anagement). Jakarta. Dian Rakyat.
Suprapto MSc., Dr. Ir. (FPE).APU.IPM. 2006. Pengembangan Manajemen Keselamatan Berbasis Potensi Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung Dan Industri. Pusat Litbang Permukiman Dep. PU
Susanto, Heri,dkk. 2016. Perancangan Sistem Telemetri Wireless Untuk Mengukur Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino Uno R3 ATMEGA328P dan XBEE Pro. Tanjung Pinang :Universitas Raja Ali Haji.
SARAN :
1. Januar Arif F, BBTPPI, Kementerian Perindustrian
Perlu diperhatikan sistem kalibrasi karena 1. Sensor di pasaran biasanya limit deteksinya tinggi sehingga Jika ditempatkan di daerah yang konsentrasinya rendah biasanya tidak mendeteksi
2. Tiny Agustiny
Sebaiknya sensor tidak dibuat untuk multiparameter, mungkin untuk cemaran yang sifatnya berbahaya namun tidak tercium sehingga bisa lebih fokus.