Lampiran 3 Pengukuran Variabel Penelitian untuk Jawaban Pengetahuan
No. Pernyataan Betul Salah
Pengetahuan tentang keluarga sistem matrilineal
1 Keluarga di Minangkabau menganut sistem matrilineal (garis
keturunan yang ditarik dari pihak ibu) √ 2 Struktur keluarga di Minangkabau tidak menganut keluarga luas
(extended family), tapi keluarga inti √ 3 Posisi perempuan di Minangkabau ditempatkan pada tempat yang
lebih terhormat dan dapat disebut superior, baik di sektor domestik maupun publik
√
4 Ibu di Minangkabau disebut juga Bundo Kanduang yaitu ibu sejati yang memiliki sifat keibuan dan kepemimpinan. √ 5 Mamak merupakan peran yang melekat pada fungsi perempuan
(saudara perempuan dari ibu) √
6 Kemenakan merupakan peran yang melekat pada anak dari
saudara perempuan dan dari seorang laki-laki √ 7 Menurut adat di Minangkabau kekuasaan terhadap sumberdaya
materi yang sebenarnya terletak ditangan ayah √
Pengetahuan tentang perkawinan
8 Perkawinan sesama suku dibolehkan menurut adat di Minangkabau.
√ 9 Perkawinan dengan anak mamak (anak saudara laki-laki ibu)
sangat tidak dianjurkan dalam adat Minagkabau √ 10 Perkawinan pulang kebako (anak dari saudara perempuan ayah)
sangat dianjurkan dalam adat. √
11 Perkawinan dalam matrilinel bersifat virilokal (adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami)
√
12 Perkawinan di Minangkabau tidak menciptakan keluarga inti yang baru karena suami dan istri tetap menjadi anggota keturunannya masing-masing
√
13 Mamak bertanggungjawab dalam hal perkawinan kaum/suku dan
kemenakannya √
14 Mamak tidak bertanggungjawab mencarikan jodoh untuk
kemenakannya. √
Pengetahuan tentang sumberdaya materi dan harta pusaka
15 Sumber ekonomi di Minangkabau pemanfaatannnya diutamakan
untuk anak perempuan seperti sawah, ladang dll √ 16 Yang menyimpan hasil ekonomi keluarga menurut adat di
Minangkabau adalah pihak laki-laki. √
17 Yang mengatur/mengelola ekonomi rumah tangga menurut adat
Minagkabau adalah perempuan √
18 Rumah menurut adat di Minangkabau ditempati untuk anak laki-laki.
√ 19 Pihak laki-laki di Minangkabau bertindak sebagai pewaris harta
pusaka.
√ 20 Harta pusaka tinggi merupakan harta turun temurun yang
diwariskan berdasarkan keturunan ibu (bagi perempuan) √ 21 Harta pusaka rendah merupakan harta pencaharian orang tua yang
diwariskan berdasarkan hukum islam. √ 22 Bundo Kanduang berkewajiban menjaga harta pusaka agar tidak
No. Pernyataan Betul Salah
23 Bundo Kanduang tidak berkewajiban melarang kaum laki-laki menggadaikan dan menjual harta pusaka.
√ 24 Mamak tidak bertanggungjawab mengatur pengurusan harta
pusaka √
25 Ibu sebagai Bundo Kanduang lebih berkewajiban memberikan
bimbingan dan pengemblengan terhadap anak dari pada ayah √
Pengetahuan tentang pengasuhan dan pendidikan
26 Ibu sebagai Bundo Kanduang tidak bertanggungjawab memberikan bimbingan terhadap anggota keluarga lainnya di dalam rumah tangga
√
27 Ibu sebagai Bundo Kanduang lebih bertanggungjawab
memberikan pendidikan kepada anak dari pada ayah √ 28 Ibu sebagai Bundo Kanduang tidak bertanggungjawab
memelihara kemenakan √
29 Ibu sebagia Bundo Kanduang berkewajiban mengatur rumah
tangga dan pengaturan kesehatan (fisik) √ 30 Ayah lebih mempunyai wewenang dalam hal pengasuhan/
bimbingan dari pada mamak. √
Pengetahuan tentang komunikasi/hubungan antar keluarga besar
31 Menurut adat pada waktu-waktu tertentu, istri bermalam di rumah mertua, ikut melayani dan merawat orangtua tersebut √ 32 Pada hari-hari besar keagamaan, menantu perempuan datang ke
rumah mertuanya dengan membawa kue-kue dan makanan lain (maantaan lamang)
√
33 Menurut adat, saat pengantin baru istri tidak wajib membawa makanan dan kue-kue dan makanan dalam jumlah yang besar ke rumah mertua (manjalang mintuo)
√
34 Hubungan istri dengan saudara orang tua suami menurut adat
berbeda dengan hubungan seorang anak kepada orangtuanya √ 35 Hubungan istri dengan saudara suami menurut adat hanya terbatas
dalam bentuk penghormatan saja. √
36 Pola hubungan istri dengan anak saudara suami menurut adat
Lampiran 3 Kasus Aliran Pendapatan/Cashflow dalam Keluarga Budaya Matrilineal (Kasus In-Depth Interview)
Kasus Keluarga Perdesaan/Kabupaten Lima Puluh Kota (Kasus I)
Ibu T adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pengusaha bordir semenjak 2 tahun. Disamping pengusaha bordir Ibu T juga sebagai karyawan disebuah kantor, dan juga mempunyai usaha ternak ayam. Pendapatan yang diterima (gaji) oleh Ibu Tanti berbentuk tunai dari kantor tiap bulan. Pendapatan sebagai karyawan seratus persen disimpan oleh Ibu T untuk membeli emas. Pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Ibu T dari penghasilan usaha bordir, ternak, dan gaji dialokasikan untuk kebutuhan keluarga, simpanan, kebutuhan usaha bordir dan usaha ternak. Kebutuhan keluarga dialokasikan untuk jajan anak, sedangkan simpanan dialokasikan untuk membeli emas. Kebutuhan usaha dialokasikan untuk membeli bahan baku seperti kain, benang, dan makanan ayam.
Pendapatan suami Ibu T diterima dalam bentuk tunai setiap bulan dari hasil bekerja sebagai karyawan disebuh perusahaan. Pengalokasian pengeluaran digunakan untuk kebutuhan keluarga dan tabungan. Kebutuhan keluarga dialokasikan untuk makanan sehari-hari, beli bensin, sekolah anak, bayar listrik, rokok, dan asuransi pendidikan. Tabungan atas nama istri dialokasikan untuk membeli perabot rumah tangga, sekolah anak, dan biaya perbaikan rumah. Sedangkan tabungan atas nama anak dialokasikan untuk biaya pendidikan anak. Pendapatan suami ini dikelola oleh Ibu T, namun dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan, Ibu Tanti bersama suami menentukan bersama dalam pengambilan keputusan keuangan.
Ibu T masih mempunyai tanggung jawab dalam bidang ekonomi terhadap keluarga besarnya. Tanggung jawab terhadap keluarga besar tersebut hampir sepenuhnya dilaksanakan oleh Ibu T, karena diantara Ibu T bersaudara ia dianggap mempunyai ekonomi yang mapan. Kebutuhan orang tua hampir sepenuhnya ditanggung oleh Ibu T, mulai dari biaya hidup sehari-hari, memperbaiki rumah orang tua jika ada yang rusak, sampai dengan biaya acara syukuran seperti acara pesta pernikahan (baralek) adiknya dan lain-lain. Sedangkan suami tidak mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga besarnya,
karena keluarga besar suami dianggap mapan. Terhadap kemenakannya dari segi ekonomi juga tidak dilaksanakan suami karena ekonomi orangtua dari kemenakannya juga mapan. Secara rinci diagram cash flow terlihat pada Gambar berikut : Pendapatan istri Pendapatan suami Kebutuhan keluarga (30%) Jajan anak Kebutuhan usaha (10%) Makanan ternak Beli emas Beli bahan baku
Simpanan (20%)
Tabungan di Bank atas nama istri (20%)
Sekolah anak
Rokok
Kebutuhan makan sehari-hari
Bayar listrik orang tua
Asuransi pendidikan anak
Tabungan di Bank atas nama anak (15%) Beli perabot Sekolah anak Sekolah anak Kebutuhan keluarga besar istri (5%) Kebutuhan makan orang tua Bayar listrik Beli bensin Biaya perbaikan rumah
Kasus Keluarga Perdesaan/Kabupaten Lima Puluh Kota (Kasus II)
Ibu W adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengusaha sulaman. Pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Ibu W dari penghasilan usaha bordir dialokasikan untuk kebutuhan keluarga dan simpanan/tabungan. Kebutuhan keluarga dialokasikan untuk makan sehari-hari dan jajan anak. Sedangkan simpanan/tabungan atas nama istri dialokasikan untuk kebutuhan mendadak, dan modal usaha/bahan baku (kain, beli benang dll).
Pendapatan suami Ibu W diterima setiap hari dari bekerja sebagai pedagang. Pengalokasian pengeluaran digunakan untuk beli rokok, kredit motor, bayar listrik, kebutuhan sekolah anak, dan tabungan atas nama anak yang dialokasikan untuk sekolah anak. Pengelolaan keuangan keluarga Ibu W sebagian besar ditangani oleh Ibu W. Penghasilan suami hampir semuanya dipegang oleh Ibu W, kecuali untuk beli rokok. Dari penghasilan suami tersebut kemudian digabung dengan penghasilan Ibu W.
Ibu W masih bertanggung jawab dalam bidang ekonomi terhadap keluarga besarnya. Namun tanggung jawab tersebut hanya kadang-kadang dilaksanakan untuk membantu adik-adiknya yang masih sekolah. Keluarga besar yang dibantu oleh Ibu W adalah adik-adik dan orang tua. Suami tidak mempunyai tanggung jawab ekonomi terhadap kemenakan, suami lebih memprioritaskan anak dan keluarganya dari pada kemenakannya karena dengan alasan penghasilan tidak mencukupi untuk membantu. Secara rinci diagram cash flow terlihat pada Gambar berikut :
Kasus Keluarga Perkotaan/Kota Bukittinggi (Kasus III)
Ibu F adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengrajin (bordir) dan penjahit busana selama lima tahun. Cara pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh ibu F yaitu dengan gaji/upah yang diterima rata-rata satu kali setiap dua hari atau sesuai dengan berapa lama satu bahan dapat diselesaikan, yang dialokasikan menjadi dua kategori yaitu kebutuhan untuk keluarga dan simpanan/tabungan. Kebutuhan keluarga dialokasikan untuk membayar hutang dan sekolah anak. Sedangkan simpanan/tabungan dialokasikan untuk membayar arisan, menabung di bank atas nama istri, dan simpanan dirumah yang digunakan sebagai modal usaha/bahan baku (kain, beli benang dll). Tabungan di bank
Pendapatan istri Pendapatan suami Kebutuhan keluarga (70%) Sekolah anak Kredit motor Tabungan di bank atas nama anak (5%)
Tabungan di bank atas nama istri (10%)
Sekolah anak
Kebutuhan mendadak Simpanan di
rumah (10%) Modal usaha
Sekolah anak Rokok (5%) Kebutuhan sehari-hari Bayar listrik Jajan anak 90% diserahkan
digunakan jika ada kebutuhan mendadak, sekolah anak, perabot rumah tangga, dan bayar pajak motor.
Pendapatan suami Ibu F diterima dalam bentuk tunai setiap minggu dari hasil bekerja sebagai buruh. Pengalokasian pengeluaran seratus persen digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari berupa beras, lauk pauk, makanan lainnya, rokok, sekolah anak, jajan anak, bayar listrik. Keluarga Ibu F dalam pengelolaan keuangan sebagian besar ditangani oleh Ibu F sendiri. Penghasilan suami dipegang oleh Ibu F, dan dari penghasilan suami tersebut kemudian digabung dengan penghasilan Ibu F.
Ibu F dan suami masih bertanggung jawab dalam bidang ekonomi terhadap keluarga besar mereka masing-masing. Namun tanggung jawab tersebut hanya kadang-kadang dilaksanakan, misalnya jika ada pendapatan/penghasilan yang berlebih, dan jika ada keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi maka istri/suami akan membantu keluarga besarnya. Keluarga besar yang dibantu oleh istri/suami yaitu adik, kemenakan, dan orang tua. Meskipun demikian, kadang-kadang keluarga besar pihak suami juga ikut membantu ekonomi keluarga contoh yang sedang membutuhkan, sebaliknya keluarga besar pihak istri tidak pernah ikut membantu. Suami tidak mempunyai tanggung jawab dari segi ekonomi terhadap kemenakannya, suami lebih memprioritaskan anak-anak dan keluarganya dari pada kemenakan, karena dengan alasan ekonomi dan kemenakannya yang jauh di rantau. Secara rinci diagram cash flow terlihat pada Gambar berikut :
Kasus Keluarga Perkotaan/Kota Bukittinggi (Kasus IV)
Ibu A adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengrajin bordir. Cara pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh ibu A yaitu gaji/upah yang diterima oleh Ibu A rata-rata satu kali setiap dua hari dalam bentuk tunai. Gaji yang diterima Ibu A dialokasikan untuk membayar hutang, jajan anak, disimpan/ditabung untuk keperluan mendadak, membeli bahan baku usaha, membeli alat-alat rumah tangga, dan untuk sekolah anak. Jika uang untuk membayar hutang tidak cukup, maka anak-anak Ibu A sering membantu.
Pendapatan suami Ibu A diterima dalam bentuk tunai setiap hari dari hasil pekerjaan sebagai buruh. Dari gaji/upah yang diterima tersebut dibagi oleh Ibu A menjadi dua kategori yaitu kebutuhan untuk keluarga dan simpanan/tabungan. Kebutuhan keluarga dialokasikan untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti beras, lauk pauk, makanan lainnya, rokok, sekolah anak, dan bayar listrik. Kadang-kadang untuk kebutuhan hidup sehari-hari, anak-anak Ibu A juga ikut membantu. Sedangkan simpanan/tabungan dialokasikan untuk sekolah anak. Pengelolaan
Pendapatan istri Pendapatan suami Kebutuhan keluarga (60%) Sekolah anak Bayar hutang Simpanan/ Tabungan (40%) Tabungan di bank atas nama istri Beli emas Kebutuhan mendadak Arisan Simpanan
di rumah Modal usaha
Sekolah anak Rokok Kebutuhan sehari-hari Bayar listrik Jajan anak
keuangan keluarga Ibu A sebagian besar ditangani oleh Ibu A. Penghasilan suami dipegang oleh Ibu A, dan dari penghasilan suami tersebut kemudian digabung dengan penghasilan Ibu A.
Ibu A tidak mempunyai tanggung jawab dalam bidang ekonomi terhadap keluarga besarnya. Dari segi ekonomi Ibu A tidak pernah membantu keluarga besarnya, termasuk membantu kemenakan dan anak pisang. Namun lain halnya dengan suami Ibu A. Suami Ibu A masih mempunyai tanggungjawab terhadap keluarga besarnya. Bantuan tersebut tidak rutin tiap bulan diberikan, tapi kadang-kadang dikirim untuk membantu orang tua, adik, dan kemenakan di kampung. Jika ada acara syukuran, suami Ibu A ikut membantu keluarga besarnya. Suami masih mempunyai tanggung jawab dalam bidang ekonomi terhadap kemenakannya. Secara rinci diagram cash flow terlihat pada Gambar
Pendapatan istri Pendapatan suami Kredit motor (20%) Sekolah anak Sekolah anak Tabungan di bank atas nama
istri (10%) Membeli
alat-alat rumah tangga Jajan anak Kebutuhan mendadak Simpanan di rumah (15%) Tabungan di Bank atas nama anak (5%)
Beli bahan baku usaha
Kebutuhan hidup
sehari-hari (50%) Sekolah anak
Rokok Kebutuhan makan
Lampiran 4 Keadaan Usaha Kerajinan Bordir dan Sulaman
Nores Tujuan Menjalankan Usaha Kontribusi Suami Sumber Dana/Modal
1 Mencari tambahan dana keluarga Suami kadang membantu Dari hasil kebun (pencarian bersama 2 Memenuhi kebutuhan keluarga Sangat mendukung Modal sediri
3 Untuk pendapatan keluarga Memberikan semangat Awalnya dari penghasilan suami 4 Meneruskan warisan leluhur Sangat mendukung Bantuan dari keluarga besar
5 Melanjutkan usaha orang tua Memberi dorongan Bersama
6 Menyalurkan hobby menyulam Suami membantu dana Dari penghasilan suami yang ditabung 7 Mencari rezeki di bidang menyulam Memberi bantuan dan dorongan Modal bersama (keluarga)
8 Mencari tambahan keuangan keluarga Mendukung Dari suami 9 Mencari-cari tambahan Membantu dan mendukung Modal sendiri
10 Bakat dalam membordir Mendukung Biaya sendiri
11 Untuk mendidik anak Memberikan tanggapan positif Dari hasil usaha sendiri
12 Untuk menambah modal Setuju dan mendukung Dari hasil kerja menjadi petani 13 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung sekali Dari suami
14 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung Dari penghasilan suami 15 Memenuhi kebutuhan hidup Mendukung sekali Modal sendiri dari upah jahit 16 Menambah penghasilan keluarga Sangat mendukung Modal sendiri
17 Berwirausaha Sangat mendukung Modal sendiri
18 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung Dari penghasilan suami
19 Mendapatkan biaya tambahan Mendukung Dari tetangga
20 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung Modal sendiri
21 Menambah belanja harian Mendukung Dari bos jahit
22 Membantu keuangan keluarga Mendukung Dari bos jahit
23 Belanja harian keluarga Sangat mendukung Dari bos jahit
24 Membuka lapangan pekerjaan Sangat mendukung Dari penghasilan sebagai karyawan
Nores Tujuan Menjalankan Usaha Kontribusi Suami Sumber Dana/Modal
25 Mendapatkan uang Mendukung Dimodali oleh bos jahit
26 Menambah pendapatan keluarga Mendukung Modal sendiri
27 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung Dari bos jahit 28 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung Modal sendiri 29 Menambah penghasilan suami Sangat mendukung Dari suami
30 Mencari tambahan keluarga Mendukung Dari suami
31 Membantu suami Mendukung Modal sendiri
32 Menambah pendapatan suami Memberi dorongan Dimodali bos jahit 33 Memenuhi kebutuhan rumah tangga Mendukung Dimodali bos jahit
34 Menambah pendapatan keluarga Mendukung Dimodali bos jahit
35 Menambah penghasilan suami Sangat mendukung Modal sendiri 36 Menambah pendapatan keluarga Sangat membantu Modal sendiri
37 Menambah pendapatan keluarga Mendukung Dari bos jahit
38 Melanjutkan usaha orang tua Memberi dorongan Bersama
39 Menyalurkan hobby menyulam Suami membantu dana Dari penghasilan suami
40 Berwirausaha Memberi dorongan Dari keluarga besar
41 Memenuhi kebutuhan hidup Mendukung sekali Modal sendiri dari upah jahit 42 Untuk masa depan anak Sangat memberi dorongan Modal sendiri
43 Berwirausaha Sangat mendukung Modal sendiri
44 Menambah pendapatan keluarga Sangat mendukung Dari penghasilan suami
45 Untuk mendapat uang Mendukung Dimodali oleh bos jahit
46 Meneruskan usaha orang tua Sangat mendukung Bantuan dari keluarga besar 47 Melanjutkan usaha orang tua Memberi dorongan Bersama
48 Menyalurkan bakat menyulam Suami membantu dana Dari penghasilan suami 49 Membuka lapangan pekerjaan Memberi dorongan Modal bersama (keluarga) 50 Meneruskan usaha keluarga Sangat mendukung Bantuan dari keluarga besar 51 Melanjutkan usaha orang tua Memberi dorongan Bersama
Nores Tujuan Menjalankan Usaha Kontribusi Suami Sumber Dana/Modal
52 Mencari tambahan uang Memberi dorongan Bersama
53 Mencari uang Suami membantu dana Dari penghasilan suami
54 Membantu perekonomian keluarga Memberi dorongan Dari bos jahit
55 Mencari uang Mendukung Dari bos jahit
56 Menambah penghasilan keluarga Mendukung Modal sendiri dan teman
57 Mencari uang Mendukung Bos jahit
58 Mencari tambahan uang Cukup mendukung Bos jahit
59 Mencari uang Mendukung Modal sendiri
60 Mendapatkan uang Sangat mendukung Dari keluarga
61 Mencari uang Memberi dukungan Dari teman
62 Untuk masa depan anak Sangat mendukung Dari bos jahit
63 Mencari uang Mendukung Dari keluarga besar
64 Mendapatkan uang Mendukung Bos jahit
65 Mendapatkan uang Sangat mendukung Dari bos
66 Mencari uang Tidak mendukung Dari teman
67 Mendapatkan uang Baik dan mendukung Bos jahit
68 Mencari uang Mendukung Keluarga
69 Menambah penghasilan keluarga Mendukung Bos jahit
70 Untuk mendapatkan uang Sangat mendukung Dari bos jahit
71 Membantu perekonomian keluarga Baik Modal sendiri dan suami
72 Mencari tambahan biaya rumah tangga Medukung Dar i suami 73 Untuk tambahan belanja rumah tangga Mendorong Dari suami
74 Untuk menghasilkan uang Baik Dari teman
75 Membantu perekonomian keluarga Sangat mendukung Dari suami
76 Mendapatkan uang Mendukung Modal sendiri
77 Mendapatkan uang Mendukung dengan baik Pinjam dari koperasi
78 Mencari uang tambahan Medukung Dari bos
Nores Tujuan Menjalankan Usaha Kontribusi Suami Sumber Dana/Modal
79 Mencari tambahan biaya Mendukung Modal sendiri
80 Menabung untuk sekolah anak Sangat mendukung Dari keluarga
81 Mencari tambahan uang Mendukung Orang tua
82 Menyalurkan bakat Mendukung Modal sendiri
83 Masa depan anak Sangat mendukung Dari suami
84 Membantu perekonomian keluarga Mendukung Dari keluarga
85 Mencari tamhaban uang Memberi dorongan Dari keluarga
86 Untuk masa depan Sangat mendukung Diri sendiri
87 Mencari uang tambahan untuk masa depan anak
Mendukung Diri sendiri
88 Mencari uang Sangat mendukung Dari keluarga
89 Untuk masa depan anak Sangat mendukung Dari bos jahit
90 Menambah penghasilan keluarga Mendukung Keluarga besar
91 Mencari tambahan uang Mendukung Keluarga
92 Mencari uang Mendukung Bos jahit
93 Mencari uang Mendukung Modal sendiri dan teman
94 Mencari uang untuk masa depan anak Sangat mendukung Dari keluarga besar
95 Mencari uang Tidak ada Dari bos jahit
96 Meneruskan usaha keluarga Sangat mendukung Bantuan dari keluarga besar 97 Untuk masa depan anak Mendukung sekali Modal sendiri dan keluarga 98 Mencari tambahan uang sambil mencoba
berwirausaha
Mendukung Dari bos jahit
99 Mencari uang Mendukung Dari keluarga
100 Mencari tambahan kebutuhan rumah tangga dan untuk masa depan anak
Lampiran 5 Hasil Uji Korelasi Pearson Variabel X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X1 1 X2 .924** 1 X3 -.267** -.244* 1 X4 -.309** -.317** .599** 1 X5 .356** .327** -.238* -.143 1 X6 .363** .343** -.208* -.108 .962** 1 X7 .030 -.040 .163 .125 -.015 -.028 1 X8 .064 .072 .247* .212* .177 .137 .332** 1 X9 .183 .133 .072 .098 .300** .278** .796** .701** 1 X10 .228* .207* .055 .110 .382** .371** .625** .704** .911** 1 X11 .258** .236* .305** .219* .105 .092 .417** .436** .472** .532** 1 X12 .590** .566** -.092 -.231* .324** .376** .054 .044 .127 .124 .105 1 X13 .303** .272** -.058 -.210* .190 .186 .044 -.090 .071 .051 .083 .293** 1 X14 .000 -.027 .345** .255* -.194 -.202* .002 .201* .003 -.007 .107 -.073 -.096 1 X15 .189 .156 .283** .155 -.040 -.055 -.191 .085 -.124 -.094 .172 -.022 .083 .502** 1 X16 .094 .060 .366** .244* -.146 -.159 -.094 .173 -.060 -.052 .156 -.059 -.021 .902** .826** 1 X17 .175 .127 .237* .188 -.028 -.034 .030 .131 .056 .078 .252* .059 .136 .161 .372** .291** 1 X18 .057 .014 .294* .266* -.181 -.204* .097 .339** .147 .125 .188 -.010 -.102 .547** .476** .594** .603** 1 X19 .097 .111 -.058 -.019 .233* .235* .175 .194 .284** .321** .101 .212* -.040 -.076 -.313** -.205* .137 -.182 1 X20 .084 .086 .301** .223* .060 .024 .355** .716** .624** .577** .414** -.052 -.024 -.314** -.220* .315** .234* .403** .133 1 X21 -.008 -.028 .218* .157 -.249* -.256* .819** .577** .822** .667** .428** -.048 -.052 .085 -.066 .023 .092 .264** .167 .588** 1 Keterangan :
X1 = Umur suami X12 = Pengetahuan sistem matrilineal X2 = Umur istri X13 = Penerapan budaya matrilineal
X3 = Pendidikan suami X14 = Peran gender dalam pengambilan keputusan X4 = Pendidikan istri X15 = Peran gender dalam pembagian kerja X5 = Besar keluarga X16 = Peran gender total
X6 = Jumlah anak X17 = Penerapan manajemen keuangan keluarga X7 = Pendapatan suami X18 = Peran gender dalam manajemen keuangan keluarga X8 = Pendapatn istri X19 = Kesejahteraan keluarga subjektif
X9 = Pendapatan total X20 = Pendapatan usaha
X10 = Pengeluaran total X21 = Kesejahteraan keluarga objektif X11 = Kepemilikan aset
Lampiran 6 Aktivitas Pengrajin Bordir dan Sulaman
Gambar 1 Aktivitas pekerja bordiran perdesaan di tempat unit usaha
Gambar 2 Aktivitas perkerja bordiran perdesaan yang dilakukan di rumah sambil membuka warung
Gambar 3 Aktivitas pekerja bordiran perkotaan yang dilakukan di rumah