• Tidak ada hasil yang ditemukan

2021 Asih: Pilar Kasih Hati

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2021 Asih: Pilar Kasih Hati"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

FORUM PERSAUDARAAN MAHASISWA HINDU DHARMA UNIVERSITAS UDAYANA

Buletin Saraswati

Buletin Saraswati

Edisi III Tahun 2021

Edisi III Tahun 2021

Asih

Asih

Pilar Kasih Hati

Pilar Kasih Hati

Kasih Sayang Dalam Kisah

Kasih Sayang Dalam Kisah

Mahabharata

Mahabharata

Laporan Khusus

Laporan Khusus

Laporan Utama

Laporan Utama

NGEMBAK GENI: Dharma Santi

NGEMBAK GENI: Dharma Santi

Virtual, Bukti Cinta Kasih dalam Pandemi

Virtual, Bukti Cinta Kasih dalam Pandemi

(2)

2

Inti Organisasi

Inti Organisasi Koordinator: Koordinator:

I Made Agus Risnawan I Made Agus Risnawan Sekretaris Jeneral: Sekretaris Jeneral: Kadek Intan Mayani Kadek Intan Mayani Bendahara: Bendahara:

Ni Wayan Nina Suariyanti Ni Wayan Nina Suariyanti Tim Redaksi

Tim Redaksi Pimpinan Redaksi: Pimpinan Redaksi: Ni Putu Ayu Triana Ni Putu Ayu Triana Kontributor: Kontributor: I Putu Indra Pratama I Putu Indra Pratama I Putu Aji Deska Maharta I Putu Aji Deska Maharta IGAP Larasati

IGAP Larasati I Putu Yosan Budana I Putu Yosan Budana Penulis:

Penulis: IGAP Larasati IGAP Larasati

Luh Ayu Putri Saraswati Luh Ayu Putri Saraswati Ni Nyoman Ira Santi Wedari Ni Nyoman Ira Santi Wedari Kadek Jony Wiranatha Kadek Jony Wiranatha Kadek Intan Mayani Kadek Intan Mayani I Made Agus Risnawan I Made Agus Risnawan Editor:

Editor:

Ni Nyoman Era Jumantini Ni Nyoman Era Jumantini Fotografer & Ilustrator: Fotografer & Ilustrator: Ni Nyoman Ira Santi Wedari Ni Nyoman Ira Santi Wedari Luh Ayu Putri Saraswati Luh Ayu Putri Saraswati Layouter:

Layouter:

Ni Putu Ayu Triana Ni Putu Ayu Triana Alamat Redaksi: Alamat Redaksi:

Sekretariat FPMHD-Unud Sekretariat FPMHD-Unud

Jl. SMA 3 Gang III No. 20C, Denpasar Jl. SMA 3 Gang III No. 20C, Denpasar

Om Swastyastu

“Om Ano Bhadrah Kratavo Yantu

Vis-vatah”

(Semoga pikiran yang baik datang

dari segala penjuru)

-Yajur Weda XXV. 14

Pujastuti angayubagia kami

panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang

Widhi Wasa, karena atas Asung

Ker-tha Wara Nugraha-Nya, Buletin

Saraswati ini dapat diselesaikan

te-pat pada waktunya.

Buletin Saraswati ini

mer-upakan buletin edisi ketiga dari Tim

Redaksi Bidang Hubungan Informasi

dan Jurnalistik (HIJ) FPMHD-Unud

masa bakti 2020/2021. Pada

edi-si ini, Buletin Saraswati mengangkat

tema “Asih: Pilar Kasih Hati”.

Kami menyadari bahwa

bule-tin ini tidak luput dari kekurangan,

se-hingga kritik dan saran sangat kami

harapkan demi kesempurnaan buletin

kedepannya. Kami berharap Buletin

Saraswati ini mampu memberikan

motivasi untuk saling menyayangi

pada diri pembaca dan

memperkenal-kan FPMHD-Unud lebih mendalam.

Om Santih, Santih, Santih Om

Salam

Salam

Redaksi

Redaksi

(3)

3

T

ak kunjung berakhir, pandemi Covid-19 merupakan masalah

yang masih menyelubungi hingga sekarang. Banyak hal

men-galami perubahan dan tentu adanya pembatasan. Di masa

pan-demi, bertemu banyak orang merupakan salah satu hal yang dilarang

keras guna mencegah penyebaran virus. Hal ini membuat sifat sosial

manusia menjadi sedikit berkurang. Sifat sosial yang berkurang,

mem-buat beberapa orang enggan membantu orang lain karena takut

tertu-lar. Padahal, di masa ini, setiap orang seharusnya hidup dengan saling

menyayangi.

Kehidupan saling menyayangi tidak harus diwujudkan langsung

dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga dapat dimulai dari lingkup

yang lebih kecil, seperti lingkup organisasi. FPMHD-Unud sebagai

fo-rum persaudaraan Hindu yang merupakan salah satu organisasi yang

terdapat di Universitas Udayana. Sesuai namanya, organisasi ini

me-nerapkan konsep saling menyayangi baik sesama anggota maupun di

luar anggota. Hal ini dapat dilihat dari banyak kegiatannya yang

di-jalankan dengan rasa saling kasih mengasihi. Bersama walaupun

ter-halang jarak menjadi sebuah tantangan dalam menjalani sebuah

or-ganisasi, FPMHD-Unud menjalankan roda organisasi berdasarkan rasa

kasih dan memiliki satu rasa sehingga dimana pun berada masih

men-junjung rasa yang sama, yaitu persaudaraan.

Satyam Eva Jayate!

(4)

4

N

gembak Geni merupakan salah satu ritual dari rang-kaian hari raya Nyepi yang dirayakan oleh umat Hindu. Prosesi ini merupakan ritual penutup seka-ligus mengakhiri proses Catur Brata Penyepian pada puncak hari raya Nyepi yang dilaksanakan sehari se-belumnya. Ngembak Geni secara etimologi adalah ‘ngembak’ yang artinya bebas dan ‘geni’ yang berar-ti api sehingga secara keseluruhan dapat diartikan “bebas menyalakan api” atau dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Hari raya ini jatuh pada pinanggal Ping Sasih Kadasa atau hari kedua bulan kesepuluh Kal-ender Bali.

Dalam ritual inilah, umat Hindu akan mengucap syukur dan berterimakasih pada Sang Hyang Widhi atas limpahan berkah dan bimbingan-Nya yang telah diberi-kan sangat luar biasa setelah melak-sanakan prosesi Catur Brata Penyepi-an sebelumnya. Selain itu, umat juga berdoa memohon agar memperoleh kedamaian, keteguhan, serta kesu-cian hati selama satu tahun

berikut-nya. Prosesi selanjutnya yang menjadi puncak acara pada Ritual Ngembak Geni ini adalah kegiatan Dharma San-ti atau Simakrama, semacam silaturah-mi atau saling mengunjungi kerabat, teman kerja, teman dekat, dan lainnya yang memiliki makna saling meminta maaf atas kesalahan yang telah diper-buat sebelumnya.

Kegiatan Dharma Santi ini di-dasari oleh pemahaman bahwa manu-sia hidup di tengah masyarakat (soci-ety) sehingga sudah sewajarnya sebagai sesama manusia untuk saling menjalin hubungan baik antara satu dengan yang lain dengan harmonis. Untuk mencapai keharmonisan tersebut, manusia yang dikaruniai dengan kemampuan untuk menyanyangi sesama, saling menga-krabkan diri dan menciptakan hubun-gan kuat.

Dharma Santi tak lain mer-upakan salah satu upaya bentuk kasih sayang antar sesama manusia yang tel-ah disebutkan sebelumnya. Pada um-umnya, masyarakat yang merayakan Ngembak Geni akan saling mengun-jungi orang-orang terdekat dan saling memaafkan perbuatan yang kurang

NGEMBAK GENI: Dharma Santi

NGEMBAK GENI: Dharma Santi

Virtual, Bukti Cinta Kasih dalam

Virtual, Bukti Cinta Kasih dalam

Pandemi

Pandemi

Penulis:

IGAP

Larasati

Penulis:

IGAP

Larasati

(5)

5

menyenangkan di masa lalu. Dengan rasa ikhlas dan kasih sayang yang tulus, masyarakat melakukan Dharma Santi dan melapangkan dada untuk menutup kisah lama yang telah terjadi. Dengan demikian, umat dapat menjalin hubun-gan yang harmonis. Hal ini juga bertu-juan untuk membuka lembaran baru dalam menciptakan ikatan persauda-raan yang harmonis di masa depan. Namun, pada tahun 2021 ini, dimana pandemi Covid-19 masih berlangsung, terdapat himbauan untuk tidak melaku-kan Dharma Santi dalam jumlah banyak (ramai). Hal ini tak lain bertujuan un-tuk menghindari penyebaran virus lebih lanjut. Walaupun demikian, masyarakat tetap dapat ‘berjumpa’ dan bertukar kabar serta ucapan maaf secara virtual. Hal ini dijelaskan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Gi-anyar, Wayan Ardana,

“Melalui alat media, telepon, HP, kita mengucapkan selamat hari raya, dan mohon maaf kepada saudara kita. Termasuk, tidak Dharma Santi me-ngundang banyak orang, karena situ-asi”. PHDI juga meminta masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain da-lam situasi ini. “Menjaga keluarga, jaga teman, mencegah supaya Covid jangan sampai merebak kembali,” ujar Ardana sebagai Tim Ahli Bupati Gianyar. Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Wayan La-tra juga menambahkan, saat Ngembak Geni, polisi akan menjaga tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian. “Ngembak Geni, pantai kami jaga, Tir-ta Empul kami jaga. Minimal kami im-bau untuk jaga jaraknya,” pungkasnya (RadarBali.id, 15 Maret 2021).

Pembatasan aktivitas Dharma Santi ini tentu cukup meresahkan mas-yarakat, namun tak dapat dipungkiri bahwa terdapat alasan yang mulia dibalik pembatasan tersebut. Melaku-kan Dharma Santi secara virtual dapat divisualisasikan sebagai salah satu ben-tuk upaya kasih sayang antar sesama manusia dalam menjaga ikatan har-monis. Jika dilihat dari sudut pandang medis, upaya ini dapat mencegah penyebaran virus kepada orang-orang yang dikasihi. Dengan cara membatasi kontak langsung, secara langsung umat melindungi sesamanya dari risiko ter-papar penyakit mematikan yang telah merengut banyak korban jiwa.

Tentu melakukan jumpa dan kunjungan secara langsung jika diband-ingkan dengan tatap muka Dharma Santi secara online membuat ritual Ngembak Geni tahun 2021 ini terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, bukan berarti perbedaan ini akan mengurangi mak-na dari kasih sayang yang terdapat di dalamnya. Umat dapat saling me-ngungkapkan rasa sayang mereka secara virtual dan menjalani prosesi Ngembak Geni seperti biasanya.

Mengutip ucapan Mahatma Gandhi, “Di mana ada cinta, di situ ada kehidupan.”. Ngembak Geni vir-tual dapat dikatakan sebagai salah satu jalan yang tercipta untuk mencip-takan kehidupan dari cinta kasih yang menyesuaikan dengan perkembangan dan situasi kondisi dunia kini yang tengah dicekam kekhawatiran dan kekalutan pandemi.

(6)

6

D

alam cerita Hindu ada ban-yak makna kasih sayang yang dapat kita temui, salah satun-ya dalam cerita Mahabharata. Siapa yang tidak mengenal cerita ini, cerita yang mengisahkan tentang dua pihak saudara sepupu, Pandawa dan Kura-wa yang berperang untuk mendapa-tkan tahta di Kerajaan Hastinapura. Dalam keseluruhan cerita, dapat disimpulkan beberapa makna kasih sayang yang terkandung di dalam-nya, yaitu pertama adalah sikap Dewi Gandari, ibu dari Kurawa, yang selalu mendoakan keselamatan anak-anaknya di medan perang,

walaupun dia tahu anak-anaknya berperang untuk kejahatan. Setiap kali Kurawa gugur di medan perang, Gandari selalu menangis dan meng-hitung jumlah anaknya yang tersisa. Sampai akhirnya semua Kurawa gu-gur dan akhirnya Yudistira dinobat-kan sebagai Raja Hastinapura. Di saat itu, Gandari hadir dalam pe-nobatan Yudistira. Namun, Gandari yang terbawa emosi ketika semua anaknya gugur dalam perang hingga tanpa sadar mengutuk Krishna. Hal ini menunjukkan salah satu bentuk kasih sayang ibu kepada anaknya, di mana seorang ibu akan selalu

Laporan Khusus

Kasih Sayang Dalam

Kisah Mahabharata

(7)

7

membela anaknya dalam keadaan apapun. Kemudian, Krishna yang memaklumi emosi dari Gandari, ti-dak marah namun melihat bentuk kasih sayang yang tulus ikhlas kepa-da sesama manusia. Selain itu, ter-dapat juga makna kasih sayang da-lam cerita Mahabharata pada parwa lainnya, seperti Drupadi yang tetap menyayangi Abimanyu, anak kedua Arjuna, walaupun Abimanyu bukan anak kandungnya.

Dalam cerita Mahabhara-ta juga terdapat tokoh yang sangat mencerminkan bentuk kasih say-ang ysay-ang tulus. Ia adalah Kunti, ibu kandung dari Yudhistira, Bima, dan Arjuna, serta ibu sambung dari Na-kula dan Sadewa. Walaupun Naku-la dan Sadewa bukan anak kand-ungnya, tetapi kasih sayang Kunti saat merawat Nakula dan Sadewa bisa seperti kasih sayangnya kepa-da ketiga anak kandungnya, bahkan melebihinya. Sejak meninggalnya

Pandu, suaminya, dan Madri, Kunti merawat kelima anaknya sendirian. Bahkan hingga anaknya tumbuh de-wasa, Kunti selalu mengikuti kema-na akema-nak-akema-naknya pergi, dalam suka maupun duka. Bahkan ketika per-tempuran Baratayuda terjadi, Kunti juga berada disamping anak-anak-nya hingga mereka memenangkan pertempuran dan Yudhistira dino-batkan sebagai raja, kemudian Kunti bersama saudara ipar-iparnya yaitu Drestarasta, ayah Kurawa, Widura, dan Gandari, pergi ke hutan di tepi sungai Gangga untuk meninggalkan kehidupan duniawi. Dari cerita ini, kita dapat memahami bahwa kasih sayang adalah rasa yang tidak terba-tas bagi semua orang, tidak meman-dang usia, dan kasih sayang yang tulus adalah saat kita menyayangi orang lain tanpa syarat dan tidak mengharapkan balasan kasih sayang darinya.

(8)

8

D

harma Shanti merupakan rangkaian dari peringatan hari raya Nyepi, kegiatan ini men-jadi sebuah perayaan yang mengin-gatkan umat Hindu bahwa sebuah hubungan yang harmonis merupa-kan cikal bakal adanya persatuan un-tuk mewujudkan kedamaian dunia. Melalui salah satu program kerja Fo-rum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana (FPM-HD-Unud), yaitu Bidang Bina Dhar-ma dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya perayaan Dharma Shanti Penyepian (DSP) yang memiliki tu-juan pokok meningkatkan pemaha-man mahasiswa Hindu mengenai pelaksanaan Catur Brata Penyepian, mengenalkan FPMHD-Unud pada masyarakat luas dan masyarakat Hindu yang terdapat di Bali pada umumnya dan Universitas Udayana pada khususnya, serta sarana penga-kraban mahasiswa Hindu di lingkun-gan internal Universitas Udayana

dengan konsep kegiatan utama ada-lah perayaan ikatan yang terjalin dari FPMHD-Unud dengan lemba-ga-lembaga internal dan eksternal Universitas Udayana yang telah bekerja sama dalam berbagai kegia-tan. Tahun sebelumnya, yaitu tahun 2020, DSP mengubah konsep ke-giatan menjadi bentuk relawan un-tuk membantu penanganana situasi pandemi Covid-19 dengan memberi donasi Alat Pelindung Diri (APD) be-rupa sarung tangan dan masker me-dis ke instansi sosial dan rumah sakit rujukan serta dengan nama kegiatan DSP FPMHD-Unud Berbakti. Tahun ini, DSP hadir kembali dengan kon-sep kegiatan perlombaan dan acara puncak yang telah berlangsung pada tanggal 27 s.d. 28 Maret 2021 den-gan nama kegiatan DSP X Caka War-sa 1943 Universitas Udayana.

DSP X Caka Warsa 1943 Uni-versitas Udayana mengangkat tema “Prabodhana Karmika Santi”, yang

Dharma Shanti Penyepian sebagai

Dharma Shanti Penyepian sebagai

Momentum Mempererat

Momentum Mempererat

Persaudaraan antar FPMHD-Unud

Persaudaraan antar FPMHD-Unud

dengan Lembaga Internal

dengan Lembaga Internal

maupun Ekternal Universitas

maupun Ekternal Universitas

Udayana

Udayana

Penulis: Ira Santi

Penulis: Ira Santi

(9)

9

memiliki arti pemahaman generasi muda Hindu dalam mengimplemen-tasikan esensi hari raya Nyepi untuk mencapai kedamaian di era pan-demi. Tema ini merefleksikan terkait pelaksanaan umat Hindu se-dharma dalam menghayati makna dari hari raya Nyepi dengan pengimplemen-tasiannya tidak terlepas dari Catur Brata Penyepian. Tujuan diselengga-rakannya kegiatan DSP X Caka War-sa 1943 Universitas Udayana, yaitu untuk meningkatkan peran generasi muda Hindu mengenai pelaksanaan Catur Brata Penyepian, juga dalam upaya mempertahankan tradisi wari-san leluhur, sradha dan bhakti gen-erasi muda Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan ajaran-aja-ran agama Hindu, serta keakraban antara para generasi muda Hindu.

Pelaksanaan kegiatan DSP X Caka Warsa 1943 Universitas Udaya-na diawali dengan Perlombaan pada hari Sabtu, 27 Maret 2021 bertem-pat di Aula Taksu Lantai 2, Gedung Dharma Negara Alaya. Adapun per-lombaan yang telah dilaksanakan, yaitu Lomba Esai dan Utsawa Dhar-ma Gita tingkat regional yang ber-langsung secara luring serta Lomba Video Kreatif tingkat nasional yang berlangsung secara daring. Aca-ra puncak DSP X Caka Warsa 1943 Universitas Udayana dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Maret 2021 bertempat di Aula Taksu Lantai 2, Gedung Dharma Negara Alaya. di-buka langsung oleh penasihat FPM-HD-Unud, yaitu I Gede Indra Suwija Putra, SH. pada pukul 09.52 WITA

yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Acara dilan-jutkan dengan Dharma Tula oleh pembicara bernama Dr. I Nym Alit Putrawan. S.Ag., M.Fil.H. Setelah itu disajikan beberapa hiburan seperti penampilan akustik, juara 1 lomba Utsawa Dharma Gita pasangan pu-tra dan putri, joged bumbung, dan lawak bali Makenyos Bondres, yang sekaligus bertujuan untuk melestari-kan kebudayaan Bali. Setelah itu, dilaksanakan acara penyerahan had-iah pemenang pada setiap kategori lomba serta acara inti, yaitu penyer-ahan piagam apresiasi kepada lem-baga-lembaga internal dan eksternal Universitas Udayana sebagai bentuk apresiasi kerja sama.

Sikap toleransi yang timbul karena ada rasa memiliki dan pen-capaian tujuan bersama. Menelisik budaya Hindu di Bali yang begitu kental akan menyame braya tidak terlepas dari tradisi silahturahmi, yaitu salah satunya dharma shan-ti. Menjaga hubungan baik dengan orang lain tidaklah sulit jika kita mau bergerak bahu-membahu saling mendukung antar sesama. Berlan-daskan kepedulian serta cinta kasih akan ada banyak hal positif yang akan kita terima, ketimpalan akan rasa senasib sepenanggungan secara tidak langsung menggerakkan kita untuk berbuat demi kebaikan bersa-ma dan dampak tersebut akan mem-bawa kehidupan menjadi seimbang serta perdamaian pun akan selalu menyertai.

(10)

10

P

elayaran sebuah bahtera Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dhar-ma Universitas Udayana (FPMHD-Unud) pada tanggal 28 Juni 2021 ini tepat berusia 29 tahun. Berbagai kegiatan yang diusung semakin mema-cu lajunya bahtera ini meski halangan dan rintangan harus dihadapi setiap waktu, pandemi Covid-19 salah satunya. Saling asih berarti saling mengasihi, menyayangi, mencintai, menghargai, dan menghormati, yang mana merupa-kan kunci bagi FPMHD-Unud untuk dapat menghadapi setiap problematika yang ada. Dua puluh sembilan tahun FPMHD-Unud merupakan bukti bahwa dalam suatu organisasi perlu adanya ikatan tali persaudaraan tersebut.

Namun, pada tahun 2020 dihadapkan dengan pandemi Covid-19, seluruh wilayah di dunia tidak terkecuali di Bali terkena dampaknya seh-ingga menyebabkan adanya pembatasan dalam setiap kegiatan. Hari Ulang Tahun (HUT) FPMHD-Unud XXVIII menjadi saksi bisu dari dampak pandemi Covid-19 ini. Segala rangkaian perayaan tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Berjalan dengan segala keterbatasan, seluruh kegiatan HUT FP-MHD-Unud XXVIII dilaksanakan secara daring. Rangkaian diawali dengan mem-¬posting video ucapan di Instagram FPMHD-Unud, mulai dari inter-nal dan eksterinter-nal Universitas Udayana, anggota aktif, fungsionaris, alumni, penasihat, para Koordinator dari tahun 1992-2020, Sekretaris Jeneral, Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang), serta beberapa orang penting berdi-rinya FPMHD-Unud.

Dilanjutkan dengan sesi Sharing Saring melalui Cisco Webex Meet-ing yang diawali dari Penasihat FPMHD-Unud saat itu, yaitu Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta dan I Gede Mastika, SP, MPA, yang menceritakan per-jalanan awal berdirinya FPMHD-Unud serta harapan kedepannya untuk FP-MHD-Unud. Kemudian Sharing Saring dilanjutkan oleh Koordinator, Ket-ua Litbang, beberapa alumni, dan fungsionaris. Perayaan secara daring ini diakhiri dengan tiup lilin yang diwakilkan oleh dua orang fungsionaris serta diiringi nyanyian selamat ulang tahun sebagai bentuk seremonial HUT FPM-HD-Unud XXVIII. Tujuan perayaan HUT ini, selain untuk mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan, juga untuk melepas rindu seluruh semeton

FPMHD-Unud yang turut hadir memeriahkan acara tersebut.

Berkaca dari satu tahun silam dan guna menciptakan euforia baru di tahun 2021, pelaksanaan HUT FPMHD-Unud XXIX disiapkan lebih matang dengan mengusung konsep Bhakti Sosial Tri Hita Karana dan hari puncak yang be-radaptasi pada keadaaan saat ini sehingga dapat mempertahankan rasa saling asih dan saling support satu sama lain di saat situasi pandemi ini.

Semarakan HUT XXIX FPMHD-Unud

Semarakan HUT XXIX FPMHD-Unud

guna Menjalin Kasih di Tengah Pandemi

guna Menjalin Kasih di Tengah Pandemi

Penulis: Jony Wiranatha & Intan Mayani

Penulis: Jony Wiranatha & Intan Mayani

(11)

11

Tugasku Hanya Mendengar Ceritamu

Disaat Sepi Sudah Tak Menganggu

Aku Pamit Dari Hadapanmu

Akan Tetapi, Cerita Rasamu Akan Tetap Bersamaku

Aku Tahu Engkau Begitu Lelah

Maka Aku Menyarankan Menangislah

Terkadang Air Mata Adalah Anugrah

Bagi Setiap Hati Yang Patah

Dari Begitu Banyak Cerita

Akhirnya Aku Tahu Sebuah Fakta

Bahwa, Seorang Bisa Memiliki Sikap

Seolah Tak Memiliki Rasa

Padahal Ia Begitu Mencintainya

Sebuah Rasa Itu Tak Boleh Bercanda

Karena Ada Hati Yang Berbicara Disana

Cerita Rasa

Penulis: I Made Agus Risnawan

(12)

12

“Om Ano Bhadrah Kratavo Yantu Visvatah”

(Semoga pikiran yang baik datang dari segala

penjuru)

-Yajur Weda XXV.14

Satyam Eva Jayate!

Kunjungi kami melalui:

fpmhdunud28

fpmhd_unud

FPMHD-Unud

@dvc3799e

[email protected] sinmawa.unud.ac.id/ormawa/fpmhd

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Dengue Hemoragic Fever (DHF) adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti yang

c. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data.. d. Dengan pengamatan dapat

Sedangkan hasil wawancara dengan salah satu karyawan Bank Syariah Bukopin Kantor Cabang Sidoarjo\, bahwa punishment tidak berpengaruh karena hukuman yang diberikan

Tingkatan yang keempat ialah bahwa seseorang tidak melihat segala wujud ini melainkan satu, inilah musyahadah golongan orang-orang yang benar siddiqin yang oleh kaum sufi

• bila hanya 1 (satu) Ormas yang memenuhi syarat, maka PA/KPA menyampaikan undangan kepada Ormas sebagai pelaksana Swakelola dan Penanggungjawab Ormas menyampaikan surat

Keberhasilan dialog ini antara lain: mereka bisa saling mengenal, lebih mengetahui berbagai problem yang dihadapi, bersedia saling mendengarkan dan saling

Jumlah petani responden yang tidak tepat dalam mengadopsi sistem tanam padi Jajar Legowo dalam tahap pemeriksaan kurang memperhatikan anjuran melakukan pemeriksaan

Ancamannya adalah apabila gerakan massa tanah di Dusun Lucu Palongan mengalami longsor (keruntuhan lereng), maka masyarakat yang sedang berada dalam blok longsoran akan ikut