Halaman. Daftar Isi... 1 Kata Pengantar... 2 Ringkasan Eksekutif ... 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 5
B. Tugas dan Fungsi ... 6
C. Struktur Organisasi ... 7
D. Aspek Strategis Organisasi ... 7
BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Tahun 2020 – 2024... 10
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2020... 11
C. Program Kegiatan Tahun 2020... 11
D. Anggaran Tahun 2020 ... 11
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Gambaran Umum Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020 ... 14
B. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2020 ... 15
C. Analisa Pencapaian Sasaran ... 16
D. Akuntabilitas Keuangan Tahun 2020 ... 26
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan... 28
B. Kendala Utama... 28
C. Alternatif Pemecahan Masalah... 29 LAMPIRAN-LAMPIRAN :
1. Perjanjian Kinerja Sesditjen Aspasaf Tahun 2020 2. Matriks Realisasi Rencana Aksi PK
3. Matriks Nilai Capaian Kinerja Organisasi
aporan Kinerja (LKj) Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Tahun 2020 disusun sebagai salah satu wujud akuntabilitas dan transparansi kinerja sekaligus sebagai bahan evaluasi internal dalam kerangka membangun proses kerja yang berkelanjutan.
Di tengah tantangan Pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020, peran Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dalam memberikan dukungan administrasi kepada seluruh satuan kerja di lingkungan Ditjen Asia Pasifik dan Afrika menajdi sangat penting dalam rangka realokasi dan reorientasi anggaran serta program. Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika juga mengambil langkah yang lebih responsif dan aktif dalam memperkuat sinergi dan koordinasi lintas satker untuk memastikan fungsi “money follow program” diterapkan dalam lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika.
Sebagai salah satu kontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi selama masa pandemi Covid-19, Sekretariat Ditjen Asia Pasifik dan Afrika memberikan perhatian khusus pada Indikator Kinerja Utama (IKU) “Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan
stakeholders di kawasan Asia Pasifik dan Afrika”. Dalam pelaksanaan IKU ini, Setditjen
Aspasaf mengintensifkan upaya diplomasi ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil dan menengah melalui penyelenggaraan virtual business matching bekerja sama dengan perwakilan RI di luar negeri, Pemerintah Daerah, K/L terkait serta Pelaku Usaha di daerah khususnya UMKM.
Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pegawai di Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika beserta semua pihak terkait yang telah mendukung pencapaian kinerja kementerian sesuai dengan semangat good governance dan reformasi birokrasi.
Semoga sinergi dan koordinasi yang telah terbangun melalui dukungan berbagai pihak dapat terus terselenggara dengan baik serta mengalami peningkatan dan pada gilirannya Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dapat terus meningkatkan prestasi capaiannya.
Jakarta, 8 Januari 2021 Sekretaris Direktorat Jenderal
Asia Pasifik dan Afrika
Rossy Verona
L
T
epanjang 2020, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Setditjen Aspasaf) mengupayakan tercapainya target kinerja sebagaimana yang telah disepakati dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Secara umum, Setditjen Aspasaf telah berhasil memenuhi target-target kinerja yang ditetapkan dalam memberikan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya bagi upaya diplomasi yang dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Ditjen Aspasaf. Pada tahun 2020, tercatat capaian kinerja Setditjen Aspasaf sebesar 103,97% dengan realisasi anggaran Ditjen Aspasaf sebesar Rp. 45.255.911.443 atau 97,77%.
Setditjen Aspasaf senantiasa mengoordinasikan peningkatan kualitas pengelolaan kinerja dan anggaran yang dilaksanakan oleh seluruh satker di lingkungan Ditjen Aspasaf. Hal ini bisa dilihat dari nilai hasil evaluasi AKIP pada Ditjen Aspasaf yaitu 79,42, naik dari nilai tahun sebelumnya sebesar 79,07 (BB). Selain itu, nilai AKIP Setditjen Aspasaf sendiri juga mengalami kenaikan dari 79,13 (BB) menjadi 79,36 (BB). Peningkatan ini tidak lepas dari peran aktif Sekretariat Ditjen Aspasaf untuk terus melakukan perbaikan dalam perencanaan, monitoring, pelaporan dan evaluasi kinerja dan anggaran dalam rangka mewujudkan akuntabilitas organisasi.
Selain peningkatan nilai AKIP, beberapa highlight capaian pada tahun 2020, antara lain:
a. Keberhasilan memfasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, yaitu sebanyak 12 kegiatan dari target 10 kegiatan yang sebagian besar diselenggarakan secara virtual.
b. Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana pendukung unit-unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika.
c. Terpenuhinya target Nilai Kinerja Anggaran Ditjen Asia Pasifik dan Afrika yaitu 92,11. Capaian kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada tahun 2020 tentunya tidak terlepas dari berbagai tantangan dan kendala, khususnya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan realokasi dan refocusing anggaran dan target kinerja, perubahan mekanisme kerja menjadi Work from Home (WFH), pengalihan metode penyelenggaraan kegiatan dari tatap muka menjadi virtual, serta kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam mengatasi kendala tersebut, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika secara aktif terus berupaya memaksimalkan sumber daya serta memanfaatkan peluang yang ada sesuai dengan protokol new normal pada masa pandemi Covid-19. Selain itu, Setditjen Aspasaf juga meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan, baik satuan kerja lain di Kementerian Luar Negeri, Perwakilan RI maupun Kementerian/Lembaga terkait lainnya, khususnya dalam hal realisasi target kinerja dan anggaran. Disamping itu, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Biro SDM dan BUM dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM dan sarana prasarana di lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika.
S
A. Latar Belakang
erdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999, setiap unit kerja di Kementerian dan Lembaga Pemerintah baik di pusat maupun daerah untuk melaksanakan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang mencakup penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA), Perjanjian Kinerja (PK), Monitoring dan Evaluasi (Monev), Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan penyampaian Laporan Kinerja (LKj). Dalam pelaksanaan Instruksi Presiden di lingkungan Kementerian Luar Negeri diatur lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 01 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia. Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik diperlukan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Setditjen Aspasaf sebagai unsur pelaksana pemerintahan memiliki peranan strategis dalam mengkoordinasikan langkah perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di lingkungan Ditjen Aspasaf. Sebagai unit kerja yang menangani masalah koordinasi di bidang penyusunan rencana dan program kerja, penyusunan analisis data, kertas kerja, promosi, dan publikasi, keuangan, kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga, tata usaha pimpinan, dokumentasi dan tata persuratan dan kearsipan Ditjen Aspasaf, Sekretariat Ditjen Aspasaf terus melakukan pembenahan sistem koordinasi dan sinkronisasi kegiatan antarunit kerja di lingkungan Ditjen Aspasaf. Sejalan dengan itu pengembangan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui penerapan langkah-langkah Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
LKj tahun 2020 ini disusun dengan mengacu kepada Perjanjian Kinerja (PK) Sekretaris Ditjen Aspasaf (Sesditjen Aspasaf) tahun 2020 sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Ditjen Aspasaf dalam rangka mewujudkan good governance yang transparan dan akuntabel sekaligus sebagai alat kendali dan pendorong peningkatan kinerja organisasi. Landasan juridis formal penyusunan LKj Setditjen Aspasaf Tahun 2020 mengacu kepada beberapa ketetapan sebagai berikut : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah;
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah; 4. Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Luar Negeri.
B. Tugas dan Fungsi Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Sesuai amanat dari Presiden RI serta Menteri Luar Negeri, Setditjen Aspasaf terus beradaptasi dengan berbagai tantangan serta tuntutan untuk memfasilitasi pelaksanaan program kerja oleh para satker regional Aspasaf dalam menjembatani kepentingan nasional RI melalui pelaksanaan polugri dengan penekanan pada diplomasi ekonomi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 02 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri, Ditjen Aspasaf memiliki tugas pokok “menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan
hubungan luar negeri dan politik luar negeri pada lingkup bilateral, intrakawasan dan antarkawasan di Asia Pasifik dan Afrika”. Dalam hal ini Sekretariat Ditjen Aspasaf mempunyai
tugas” melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas substansi dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika”.
Dalam melaksanakan tugasnya sesuai SOTK Permenlu di atas, Setditjen Aspasaf menyelenggarakan fungsi :
1. penyiapan koordinasi penyusunan rencana strategis, program dan kegiatan; 2. pengelolaan urusan organisasi dan ketatalaksanaan;
3. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, pengelolaan, dan pelaporan anggaran;
4. pengelolaan urusan perlengkapan, rumah tangga, kepegawaian, tata usaha pimpinan, dokumentasi, tata persuratan, dan kearsipan;
5. penyiapan koordinasi analisis data, penyusunan kertas kerja, promosi, dan publikasi; 6. pemberian dukungan kerja sama antarlembaga; dan
7. pelaksanaan monitoring dan evaluasi rencana, program dan kegiatan.
Selain itu, dalam rangka mendukung program prioritas Kemlu di bidang penguatan diplomasi ekonomi, Setditjen Aspasaf juga telah melakukan tugas tambahan berupa fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, yang antara lain dilaksanakan melalui monitoring kegiatan promosi Trade, Tourism, and Investment (TTI) Perwakilan RI di kawasan Asia Pasifik dan Afrika.
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut di atas, Sekretariat Ditjen Aspasaf terdiri dari 5 (lima) bagian, yaitu :
1. Bagian Perencanaan dan Organisasi, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan kegiatan, penataan organisasi dan ketatalaksanaan, fasilitasi penyiapan penyusunan peraturan dan ketetapan, analisis jabatan, evaluasi jabatan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi rencana, program dan kegiatan.
Untuk pelaksanaan tugas ini Bagian Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan penataan organisasi dan ketatalaksanaan, fasilitasi
penyusunan peraturan dan ketetapan, penelaahan, serta pelaksanaan analisis jabatan dan evaluasi jabatan; dan
c. penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi rencana, program dan kegiatan.
2. Bagian Umum dan Kepegawaian, mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan, rumah tangga dan kepegawaian.
Untuk pelaksanaan tugas ini, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan urusan penyediaan, penyimpanan, pendistribusian perlengkapan, penatausahaan, pengelolaan, inventarisasi, penghapusan, pengawasan, dan pengendalian Barang Milik Negara;
b. pelaksanaan urusan pemeliharaan inventaris, pemeliharaan gedung dan Barang Milik Negara, serta urusan dalam perkantoran; dan
c. pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian serta penyiapan bahan pelaksanaan pelantikan pejabat eselon III dan IV, serah terima jabatan, pemantapan substansi, pengembangan kompetensi, kesejahteraan, dan disiplin pegawai.
3. Bagian Keuangan, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, pengelolaan dan pelaporan anggaran.
Untuk pelaksanaan tugas ini, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan anggaran, pengendalian anggaran dan perhitungan anggaran;
b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan anggaran, administrasi dan pembayaran perjalanan dinas, gaji dan tunjangan, tagihan lainnya, dan verifikasi anggaran; dan
c. pelaksanaan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan pembukuan, pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan.
4. Bagian Tata Usaha dan Dokumentasi, mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan tata usaha pimpinan, tata persuratan, dokumentasi, kearsipan, dan penyiapan bahan koordinasi penyusunan laporan.
Untuk pelaksanaan tugas ini, Bagian Tata Usaha dan Dokumentasi menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan pelayanan administrasi dan keprotokolan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika;
b. pelaksanaan pencatatan dan pengelolaan tata persuratan; dan c. pengelolaan dokumentasi dan kearsipan.
5. Bagian Analisis dan Promosi, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi analisis dan penyusunan kertas kerja, promosi, publikasi, laporan perkembangan, laporan mingguan dan laporan tahunan, serta pemberian dukungan kerja sama antarlembaga pemerintah dan nonpemerintah dalam kerangka hubungan bilateral, intrakawasan dan antarkawasan Asia Pasifik dan Afrika.
Untuk pelaksanaan tugas ini, Bagian Analisis dan Promosi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi analisis data, penyusunan kertas kerja, laporan
perkembangan, laporan mingguan, dan laporan tahunan;
b. penyiapan bahan pemberian dukungan fasilitasi kontak kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun nonpemerintah, serta dengan Perwakilan Republik Indonesia di kawasan Asia Pasifik dan Afrika dan Perwakilan asing kawasan Asia Pasifik dan Afrika yang diakreditasikan di Indonesia; dan c. penyiapan bahan koordinasi promosi, publikasi dan bahan pelaksanaan
diseminasi informasi hubungan bilateral dan kerja sama intrakawasan dan antarkawasan Asia Pasifik dan Afrika.
C. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Setditjen Aspasaf sesuai dengan Permenlu No. 02 Tahun 2016, tertuang dalam bagan struktur organisasi sebagai berikut:
Struktur Sekretariat Ditjen Aspasaf
D. Aspek Strategis Organisasi
Setditjen Aspasaf memiliki posisi dan peran yang sangat strategis dalam mengkoordinir pencapaian target kinerja dan anggaran Ditjen Aspasaf secara keseluruhan. Perencanaan kegiatan dan pengelolaan kinerja dan anggaran merupakan komponen yang tidak kalah penting untuk mencapai tujuan organisasi. Selaku pendukung dan koordinator pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika juga bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. Sehubungan hal tersebut, Setditjen Aspasaf juga memiliki mandat untuk mendukung pelaksanaan Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, melalui kegiatan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Asia Pasifik dan Afrika.
Setditjen Aspasaf berperan melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi, teknis dan dukungan lainnya kepada seluruh satuan kerja Eselon II di lingkungan Ditjen Aspasaf. Dukungan teknis diberikan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian kinerja organisasi Ditjen Aspasaf. Peran tersebut dilakukan dalam rangka mendukung Ditjen Aspasaf dalam merencanakan, merumuskan, dan menetapkan kebijakan serta standarisasi teknis di bidang politik dan hubungan luar negeri di kawasan Aspasaf. Peran ini senantiasa dilakukan secara berkelanjutan dengan berorientasi pada perencanaan dengan tetap mengikuti perkembangan secara dinamis guna memastikan tuntutan tugas rutin, tugas dukungan dalam rangka
Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik
dan Afrika Bagian Perencanaan dan Organisasi Subbagian Perencanaan Subbagian Organisasi dan Tata Laksana
Subbagian Monitoring dan Evaluasi Kinerja
Bagian Umum dan Kepegawaian Subbagian Perlengkapan Subbagian Rumah Tangga Subbagian Kepegawaian Bagian Keuangan Subbagian Penyusunan Anggaran Subbagian Pelaksanaan Anggaran Subbagian Akuntansi dan Pelaporan Anggaran
Bagian Tata Usaha dan Dokumentasi
Subbagian Tata Usaha Pimpinan Subbagian Kesekretariatan Subbagian Dokumentasi dan Kearsipan
Bagian Analisis dan Promosi
Subbagian Analisis Data
Subbagian Kerja Sama
Subbagian Promosi dan Publikasi
perumusan kebijakan dan tugas lain yang diselenggarakan oleh Ditjen Aspasaf dapat dilaksanakan secara optimal, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.
A. Rencana Strategis Tahun 2020 - 2024
erencanaan kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika tahun 2019 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) tahun 2020 – 2024 mencakup Visi dan Misi sebagai berikut:
Renstra Ditjen Asia Pasifik dan Afrika tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika No. SK/10397/B/RO/12/2020/04 tanggal 24 Desember 2020. Adapun Rencana Strategis Sekretariat Ditjen Asia Pasifik dan Afrika tahun 2020 – 2024 masih disusun. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Luar Negeri No. 4 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kinerja Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia, Rencana Strategis Eselon II disusun selambatnya setelah Renstra Eselon I ditetapkan.
B. Perjanjian Kinerja Tahun 2020
Perjanjian Kinerja Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Tahun 2020 merupakan referensi dalam menetapkan dokumen perencanaan tahunan, yaitu Rencana Aksi Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Tahun 2020. Berdasarkan dokumen Rencana Aksi tersebut dan disesuaikan dengan DIPA tahun 2020 yang telah ditetapkan, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika menyusun Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2020.
Kode
SS Sasaran Kegiatan
Kode
IKU Indikator Kinerja Utama (IKU) Target
(1) (2) (3) (4) (5)
Stakeholders
S1 Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang baik
S2.1 Nilai evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
78 (BB)
S2 Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang optimal
S2.1 Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
90
Internal Business Process B2 Sarana dan prasarana di
Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang memadai
B2.1 Persentase sarana dan prasarana yang dipenuhi sesuai dengan rencana
100%
B2 Penyelenggaraan kegiatan
diplomasi ekonomi Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang efektif
B4.1 Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di kawasan Asia Pasifik dan Afrika
10
Learning & Growth
L1 Tata kelola organisasi yang baik di Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
L1.1 Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
79 (BB)
Target kinerja dalam Perjanjian Kinerja tersebut di atas tidak mengalami perubahan meskipun terdapat perubahan postur dan rincian anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2020 dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2020.
C. Program Kegiatan Tahun 2020
Perjanjian Kinerja Tahun 2020 di atas merupakan rujukan bagi pelaksanaan program dan kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada tahun 2020. Adapun program yang ditetapkan untuk tahun 2020 adalah: “Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika”, yang kemudian dijabarkan menjadi kegiatan “Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Aspasaf”.
D. Anggaran Kegiatan Tahun 2020
Untuk melaksanakan program dan kegiatan tersebut, anggaran DIPA awal yang dialokasikan untuk Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 36.665.365.000,-.
Sesuai dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 pada tahun 2020, anggaran Sekretariat Ditjen Asia Pasifik dan Afrika mengalami pemotongan sebesar Rp. 2.098.079.000 sehingga pagu setelah pemotongan adalah sebesar Rp. 34.567.286.000. Alokasi ini mendapatkan pemotongan kembali untuk optimalisasi Belanja Pegawai sebesar Rp 400.000.000, sehingga total pemotongan Setditjen Aspasaf sebesar Rp 2.498.079.000. Dengan demikian DIPA Setditjen Aspasaf pada tahun 2020 menjadi Rp 34.167.286.000.
A. Gambaran Umum Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020
erjanjian Kinerja (PK) tahun 2020 merupakan dasar bagi perencanaan kegiatan bagi Sekretariat Ditjen Aspasaf merencanakan akan melaksanakan kegiatan rutin maupun non-rutin dalam rangka manajemen teknis dan dukungan teknis lainnya bagi pemenuhan visi dan misi Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. PK 2020 ditandai dengan penghapusan beberapa IKU yang ada pada tahun sebelumnya yaitu Nilai Reformasi Birokrasi Kemenlu, Indeks engagement pegawai di Direktorat Jenderal Asia pasifik dan Afrika, dan Persentase pejabat di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang memenuhi standar kompetensi jabatan. Pencapaian ketiga IKU tersebut disepakati menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal, dalam hal ini Biro Perencanaan dan Organisasi serta Biro Kepegawaian. Adapun dengan adanya sistem penilaian kinerja anggaran baru dari Kementerian Keuangan, maka IKU Persentase realisasi anggaran di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dan Persentase Realisasi Anggaran di Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika diubah menjadi Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika.
Pada awal tahun, Bappenas selaku koordinator perencanaan program pembangunan nasional, terlibat lebih aktif untuk mensinkronisasi program kegiatan Kemenlu sehingga mendukung capaian oleh Pusat dan sesuai dengan arahan Presiden RI. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Bappenas terkait dengan realokasi dan refocusing anggaran serta penyesuaian target kinerja sebagai akibat dari pandemi Covid 19.
Secara umum, pelaksanaan dan program kegiatan Sekretariat Ditjen Aspasaf terselenggara dengan baik dan mendukung realisasi kinerja organisasi di lingkungan Ditjen Aspasaf. Namun demikian terdapat beberapa tantangan khususnya adanya pandemi Covid 19 yang menuntut adanya penyesuaian strategi pencapaian target kinerja dan anggaran. Pengalihan metode penyelenggaraan kegiatan dari tatap muka menjadi virtual untuk mendorong pencapaian output program dan kegiatan. Selain itu, terdapat pula tantangan dalam perencanaan kinerja dengan diterapkannya Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP) yang membutuhkan pemahaman secara menyeluruh, khususnya dengan akan diimplementasikannya SOTK Ditjen Aspasaf yang baru dengan pemekaran Direktorat Asia Timur dan Pasifik menjadi Direktorat Asia Timur dan Direktorat Pasifik dan Oseania. Implementasi SOTK baru ini juga membutuhkan persiapan yang maksimal dalam hal pemenuhan SDM mengingat kondisi bezetting SDM saat ini masih belum dapat memenuhi formasi yang ditetapkan serta pemenuhan sarpras khususnya bagi direktorat baru tersebut. Serangkaian tuntutan agenda reformasi birokasi yang dijalankan oleh Kemenpan RB dan diturunkan sampai dengan level individu juga memerlukan waktu adaptasi yang cukup lama dan menyita konsentrasi serta fokus organisasi baik untuk kegiatan rutin maupun kegiatan yang bersifat new initiatives.
Seiring dengan agenda reformasi birokrasi, seluruh satker di Kemlu wajib memperhatikan akuntabilitas, monitoring kegiatan, anggaran serta di satu sisi tetap fleksibel menyikapi perkembangan dan arahan Pusat termasuk untuk program yang mungkin belum masuk ke dalam perencanaan. Hal ini memerlukan keberadaan SDM yang memantau secara berkelanjutan untuk memastikan program yang terselenggara tetap masuk dalam koridor persyaratan administratif yang ditetapkan. Pergantian Tim Pengelola Kinerja selaku pemantau kinerja dan anggaran kepada pejabat yang baru secara tidak langsung mempengaruhi pelaksanaan kinerja. Dalam kaitan ini perlu dibangun sistem yang berkelanjutan di bidang akuntabilitas dan manajemen kinerja, serta pengelolaan keuangan dan aset barang milik negara.
Untuk mengantisipasi dampak kendala tersebut terhadap kinerja organisasi, selain langkah-langkah peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, Setditjen Aspasaf pada tahun 2020 secara terus menerus telah melakukan berbagai upaya untuk mempertajam
perencanaan kegiatan melalui peningkatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, baik antar-bagian di lingkungan Setditjen Aspasaf sendiri, maupun dengan satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Biro Perencanaan dan Organisasi, Biro SDM, Biro Keuangan, Biro Umum, BHAKP, Inspektorat Jenderal (Inspektorat Wilayah I dan Sekretariat Itjen), Bappenas, Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, dan lain-lain. Setditjen Aspasaf juga terus mengupayakan terpenuhinya penempatan sumber daya manusia sesuai dengan kompetensinya, meningkatkan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia, mengupayakan terpenuhinya sarana dan prasarana kerja yang dibutuhkan Ditjen Aspasaf. B. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2020
Dalam rangka mencapai sasaran strategis Setditjen Aspasaf dalam koordinasi program dan kegiatan di lingkungan Ditjen Aspasaf yaitu: “Meningkatnya dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika”, Setditjen Aspasaf secara umum telah melaksanakan seluruh kegiatan yang direncanakan sehingga upaya peningkatan hubungan kerja sama secara bilateral dan regional di kawasan Aspasaf yang dilaksanakan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Ditjen Aspasaf dapat diwujudkan secara optimal.
Capaian kinerja Setditjen Aspasaf pada tahun 2020 dapat disampaikan sebagai berikut:
Program : Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri serta Optimalisasi
Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Kegiatan : Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Direktorat Jenderal
Asia Pasifik dan Afrika
Sasaran : Meningkatnya dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya
Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Tabel Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2020
Sasaran Kegiatan Kode IKU Indikator Kinerja Utama (IKU) Formulasi Perhitungan Target Realisasi Capaian
Tata Keloa Organiasi Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang baik
S2.1 Nilai evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Nilai evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan
Afrika 78 (BB) 79,42 101,82% Pengelolaan Anggaran
Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang optimal
S2.1 Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
[60% Nilai SMART] + [40%
Nilai IKPA] 90 92,11 102,34% Sarana dan prasarana di
Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika yang memadai
B1.1 Persentase sarana dan prasarana yang dipenuhi sesuai dengan rencana
[Jumlah sarana dan prasarana yang dipenuhi sesuai dengan DIPA ÷ Total sarana dan prasarana yang direncanakan dalam DIPA] x 100%
100% 100% 100% Penyelenggaraan
kegiatan diplomasi ekonomi yang efektif di Direktorat Jenderal Asia Psifik dan Afrika
B2.1 Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
10 12 120% Tata kelola organisasi
yang baik di Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
L1.1 Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia
Pasifik dan Afrika 79 (BB) 79,36 100,45%
Total Capaian Kinerja Sekretariat Ditjen Aspasaf Tahun 2020 524,61% Rata-rata Capaian Kinerja Sekretariat Ditjen Aspasaf Tahun 2020 104,92%
C. Analisis Pencapaian Sasaran
Setditjen Aspasaf bertugas untuk memberikan dukungan yang optimal, baik dalam bentuk peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan maupun pengelolaan sumber dana dan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana efektif, efisien dan akuntabel. Selain itu, Setditjen Asia Pasifik dan Afrika juga memiliki tusi untuk membangun sistem untuk meningkatkan pemahaman terhadap good governance, reformasi birokrasi para pegawai di lingkungan Aspasaf secara berkelanjutan dengan menerapkan proses pembinaan, pengembangan, dan pemberdayaan pegawai.
Pada tahun 2020, Sekretariat Ditjen Aspasaf secara umum telah memenuhi target kinerja dalam memberikan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya bagi upaya diplomasi yang dilaksanakan oleh seluruh unit kerja di Ditjen Aspasaf. Berdasarkan Matriks Realisasi Rencana Aksi (Renaksi) Triwulan IV, pada akhir tahun 2020 tercatat rata-rata capaian kinerja Setditjen Aspasaf sebesar 103.97%.Capaian sasaran tersebut berdasarkan hasil perhitungan dari indikator kinerja utama sebagaimana uraian di bawah ini:
Analisa IKU S1.1 : Nilai Evaluasi AKIP Ditjen Aspasaf oleh Inspektorat Jenderal
Sub IKU S1.1 Informasi Kinerja Jumlah
Nilai Evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Nilai evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika oleh Inspektorat Jenderal
Realisasi 79,42 (BB) Target 79 (BB) Capaian 101,82% IKU ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika telah melakukan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi hasil. Sumber data yang digunakan adalah Laporan Hasil Evaluasi AKIP dari Inspektorat Jenderal Kementerian Luar Negeri.
Pelaksanaan evaluasi terhadap Akuntabilitas Kinerja pada Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika adalah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Surat Keputusan Keputusan Inspektur Jenderal Kemenlu Nomor 46 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Kemlu.
Evaluasi AKIP dilaksanakan terhadap 5 (lima) komponen dasar manajemen kinerja, meliputi : (1) Perencanaan Kinerja, (2) Pengukuran Kinerja, (3) Pelaporan Kinerja, (4) Evaluasi Internal, dan (5) Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi. Hasil evaluasi dituangkan dalam bentuk nilai dengan kisaran mulai dari 0 – 100. Nilai yang digunakan pada tahun 2020 merupakan hasil evaluasi terhadap dokumen AKIP Tahun Anggaran 2019, mengingat evaluasi AKIP satu tahun anggaran dilaksanakan pada awal semester II tahun berikutnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika memperoleh nilai AKIP Tahun 2019 sebesar 79,42 atau dengan kategori penilaian BB
Sasaran Strategis (S.1): Tata kelola organisasi di Direktorat Jenderal Asia
Pasifik dan Afrika yang baik
(Sangat Baik). Terdapat peningkatan nilai AKIP sebesar 0,35 poin dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 79,07 (BB). Peningkatan tersebut khususnya terdapat pada komponen Pelaporan Kinerja dan Pencapaian Sasaran/Kinerja Organisasi. Adapun rincian hasil penilaian sebagai berikut:
Tabel Hasil Evaluasi AKIP Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Tahun 2018 dan Tahun 2019
No. Komponen yang
Dinilai Bobot Nilai Tahun 2019 Nilai Tahun 2018 1. Perencanaan Kinerja 30% 25,36 25,36 2. Pengukuran Kinerja 25% 20,31 20,31 3. Pelaporan Kinerja 15% 11,81 11,79 4. Evaluasi Kinerja 10% 7,31 7,88 5. Capaian Kinerja 20% 14,63 13,73
Nilai Hasil Evaluasi 100% 79,42 79,07
Tingkat Akuntabilitas Kinerja BB BB
Sumber:
1. Surat Dinas Inspektorat Jenderal Kementerian Luar Negeri Nomor 15547/PW/08/2020/68 perihal Laporan Hasil Evalasi atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 pada Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. 2. Surat Dinas Inspektorat Jenderal Kementerian Luar Negeri Nomor 01807/PW/08/2019/68/11 perihal Laporan Hasil Evaluasi Impelemntasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2018 pada Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Hasil evaluasi AKIP TA 2019 ini menempatkan Ditjen Aspasaf menduduki peringkat kedua terbaik dari 12 Unit Organisasi di Kementerian Luar Negeri. Penghargaan ini terus memotivasi Ditjen Aspasaf untuk terus berupaya dalam melakukan pembenahan sistem manajemen kinerja sejalan dengan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.
Nilai evaluasi AKIP Ditjen Asia Pasifik dan Afrika terus mengalami tren kenaikan selama 4 (empat) tahun terakhir. Guna menjaga tren kenaikan tersebut, Setditjen Asia Pasifik dan Afrika senantiasa responsif dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul. Tantangan utama yang dihadapi dalam pencapaian IKU S1.1 antara lain:
a. Pergantian SMKO yang relatif sering karena mutasi pegawai sehingga pejabat SMKO membutuhkan waktu untuk memahami tugas pokok dan fungsi sebagai pengelola kinerja. b. Tingginya beban kerja para Sub Manager
Kinerja Organisasi (SMKO) karena rata-rata dijabat oleh PDK yang mempunyai tusi dari
c. Tuntutan terhadap penginputan aplikasi monitoring kinerja dan anggaran yang secara rutin dan terus bertambah dari internal (e-kinerja) maupun eksternal (Bappenas dan DJA Kemenkeu).
d. Pengumpulan data kinerja secara konstan untuk memperkuat klaim penghitungan kinerja. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Setditjen Asia Pasifik dan Afrika telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Peningkatan kapasitas pejabat pengelola kinerja, baik Manajer Kinerja Organisasi maupun Sub-Manajer Kinerja Organisasi melalui pendampingan, kegiatan-kegiatan sosialisasi dan dialog kinerja.
b. Peningkatan akuntabilitas, monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja melalui suatu mekanisme pemantauan kinerja, pengumpulan data kinerja secara terpadu, serta evaluasi kinerja internal secara periodik dan berkesinambungan.
c. Pemanfaatan teknologi untuk mendukung kinerja Tim Pengelola Kinerja dan anggaran antara lain pengumpulan data kinerja secara online dengan memanfaatkan cloud Kemlu.
Selain itu, sebagai langkah solutif ke depan, Sekretariat Ditjen Aspasaf juga akan memperkuat monitoring dan evaluasi kinerja anggaran antara lain melalui penyelenggaraan:
a. Pertemuan pra-monev setiap triwulan yang dihadiri oleh seluruh Tim Pengelola Kinerja Ditjen Asia Pasifik dan Afrika.
b. Kegiatan dialog kinerja secara berkala dengan melibatkan unsur pimpinan.
Analisa IKU S2.1 : Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Sub IKU S1.1 Informasi Kinerja Jumlah
Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
[60% x Nilai SMART] + (40% x Nilai IKPA)
Realisasi 92,11 Target 90 Capaian 102,34
Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika diukur dari jumlah 60% Nilai SMART dan 40% Nilai IKPA. Sesuai dengan formula tersebut, Nilai Kinerja Anggaran Ditjen Asia Pasifik dan Afrika pada tahun 2020 adalah sebesar 90,26 dengan nilai SMART dan nilai IKPA sebagaimana tercantum dalam aplikasi SMART sebagai berikut:
Sasaran Strategis (S.2): Pengelolaan Anggaran Direktorat Jenderal Asia
Mekanisme penghitungan Nilai Kinerja Anggaran dalam IKU ini baru dilaksanakan pada tahun 2020, sebelumnya pada 2019 IKU yang digunakan adalah IKU “Persentase Realisasi Anggaran di Ditjen Aspasaf” sehingga belum ada data pembanding dengan capaian kinerja tahun sebelumnya.
Salah satu aspek penting dalam pengelolaan anggaran pada tahun 2020 adalah adanya realokasi dan refocusing anggaran sebagai salah satu kebijakan nasional dalam menanggulangi pandemi Covid 19. Pagu anggaran semula Ditjen Aspasaf adalah sebesar Rp. 94.041.196.000,- yang kemudian mengalami pemotongan sesuai Perpres No. 54 Tahun 2020 menjadi Rp. 46.687.731.000 dengan rincian sebagai berikut:
Tabel Perubahan Struktur Anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Sesuai Perpres No. 54 Tahun 2020
No. Komponen Anggaran (Rp)
Semula Menjadi
1 Belanja Pegawai 28.551.697.000 28.151.657.000
2 Belanja Barang (BBNO dan BBO) 64.689.499.000 17.482.469.000
3 Belanja Modal 800.000.000 653.565.000
TOTAL 94.041.196.000 46.287.731.000
Dari Pagu setelah realokasi dan refocusing anggaran sebesar Rp. 46.287.731.000 tersebut, Realisasi anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika tahun 2020 adalah sebesar Rp. 45.255.911.443,- atau 97,77%.
Tabel Realisasi Anggaran
Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Tahun Anggaran 2020
No. Kode dan Nama Kegiatan
Anggaran (Rp)
Pagu 2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019
1
[1307]
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri di Kawasan Sub Sahara Afrika
1.782.418.000 1.772.485.351 [99,44%] 20.479.572.182 [98.86 %]
2
[1308]
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri di Kawasan Asia Selatan dan Tengah
No. Kode dan Nama Kegiatan
Anggaran (Rp)
Pagu 2020 Realisasi 2020 Realisasi 2019
3
[1309]
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri di Kawasan Asia Timur dan Pasifik
1.658.436.000 1.627.669.899 [98,14%] 6.482.365.492 [98.88 %]
4
[1310]
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
2.079.299.000 2.064.437.602 [99,29%] 20.649.511.237 [98.93 %]
5
[1311]
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri di Kawasan Timur Tengah
3.577.649.000 3.540.757.087 [98,97%] 6.288.391.897 [98.70 %]
6
[1312]
Dukungan Manajemen dan
Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Asia Pasifik dan Afrika
34.167.286.000 33.561.861.084 [98,23%] 37.680.902.217 [99.45 %]
7
[5044]
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri di Kawasan Asia Tenggara
1.222.343.000 891.211.591 [72,91%] 3.853.805.202 [96.07 %]
TOTAL 46.287.731.000 45.255.911.443 [97,77%] 99.843.901.941 [98,94 %]
Sumber: data SMART Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika per 31 Desember 2020
Persentase realisasi anggaran di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada tahun 2020 sebesar 97,77% terbagi ke dalam 3 (tiga) kelompok anggaran sebagai berikut:
URAIAN
TA 2020
% REALISASI
TA 2019
ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) REALISASI (Rp)
Belanja Pegawai 28.551.697.000 27.568.434.938 97,93% 29,421,140,838 Belanja Barang 17.482.469.000 17.033.911.505 97,43% 69,648,325,803
Belanja Modal 653.565.000 653.565.000 100,00% 774,435,300
JUMLAH 46.687.731.000 45.255.911.443 97,77% 99,843,901,941
Dari persentase realisasi anggaran tersebut, terdapat Sisa Anggaran Rutin (SIAR) sebesar Rp 1.031.819.557 atau sekitar 2,23% dari total DIPA. Adapun SIAR terbagi ke dalam kelompok Belanja Barang, Belanja Pegawai dan Belanja Modal sebagai berikut:
URAIAN SISA ANGGARAN RUTIN/SIAR (Rp) % SIAR
Belanja Pegawai 583.262.062 2,07%
Belanja Barang 448.557.495 2,63%
Belanja Modal 0 0%
JUMLAH 1.031.819.557 2,23%
Dalam pencapaian sasaran strategis B.3, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika menghadapi tantangan, antara lain:
a. Perubahan metode pelaksanaan kegiatan dari tatap muka menjadi virtual mengakibatkan realisasi anggaran Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika menjadi kurang optimal.
b. Adanya pembatalan atau penjadwalan ulang kegiatan pada tahun berikutnya oleh negara mitra, dikarenakan dinamika situasi yang kurang kondusif karena Pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menyebabkan tertunda atau bahkan tidak terlaksananya kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga mempengaruhi serapan anggaran.
c. Kendala untuk memprediksi perhitungan belanja pegawai secara tepat akibat rencana mutasi pegawai yang tidak sesuai jadwal dikarenakan kondisi pandemi Covid-19. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika senantiasa melakukan upaya dan langkah solutif ke depan, antara lain:
a. Meningkatkan kualitas perencanaan kegiatan melalui koordinasi intensif dengan
stakeholders terkait, khususnya negara-negara mitra untuk memperkecil kemungkinan
adanya perubahan rencana kegiatan dan/atau pembatalan kegiatan.
b. Menerapkan perencanaan kegiatan secara back–to-back (satu kegiatan bisa menghasilkan beberapa output sekaligus).
c. Meningkatkan kualitas perencanaan anggaran, serta mengintensifkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, baik di dalam maupun di luar negeri untuk mengoptimalkan implementasi RKA dalam upaya mencapai target kinerja.
Analisa IKU B1.1 : Persentase sarana dan prasarana yang dipenuhi sesuai dengan rencana
Sub IKU B1.1 Informasi Kinerja Jumlah
Sarana dan Prasarana di Direktorat Asia Pasifik dan Afrika yang memadai
Jumlah sarana dan prasarana yang dipenuhi sesuai dengan DIPA ÷ Total sarana dan prasarana yang direncanakan dalam DIPA] x 100%
Realisasi 100% Target 100% Capaian 100%
IKU ini bertujuan untuk mengukur jumlah sarana dan prasarana yang sesuai DIPA Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. Sumber data adalah dari Laporan Pelaksanaan Penyediaan Sarana Prasarana sesuai DIPA dan Laporan Rekapitulasi Belanja Modal tahun 2020.
Anggaran belanja modal Ditjen Aspasaf tahun 2020 setelah realokasi dan refocusing anggaran adalah sebesar Rp. 653.565.000,-. Dari anggaran tersebut, jumlah sarana dan prasarana yang direncanakan untuk diadakan adalah sejumlah 100 unit dan semuanya telah berhasil direalisasikan. Dengan demikian, persentase sarana dan prasarana yang dipenuhi sesuai dengan rencana di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada tahun 2020 sebesar 100% (sebanyak 100 dari 100 unit sarana/prasarana) dari target sebesar 100%. Capaian ini naik sebesar 0,55% dari capaian tahun 2019 yaitu 99,45%.
Ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran tersebut merupakan komponen penting dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan
Sasaran Strategis (B.1): Sarana dan prasarana di Direktorat Jenderal Asia
Pasifik dan Afrika yang memadai
Afrika. Sarana adalah perlengkapan fisik yang digunakan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja, sedangkan prasarana adalah fasilitas penunjang dasar untuk menjalankan tugas dan fungsi tersebut. Tugas manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan Sekretariat Ditjen Aspasaf dilaksanakan dalam upaya menunjang operasional unit kerja di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan manajemen ini meliputi perencanaan, pengadaan, pengawasan, inventarisasi dan penghapusan.
Manajemen sarana dan prasarana yang baik dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja yang menyenangkan baik secara kuantitatif, kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pencapaian visi dan misi organisasi, baik oleh pimpinan maupun pegawai. Oleh karena itu perlu diperhatikan persyaratan pengadaan sarana dan prasarana dengan membuat daftar prioritas keperluan pada setiap unit kerja oleh sebuah tim yang profesional dengan melakukan “need assesment” unit kerja.
Dalam pencapaian IKU B2.1, tantangan yang dihadapi antara lain: proses pengadaan yang diharuskan berpedoman pada standar harga yang ada dalam e-katalog yang dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan adanya kenaikan harga barang dan jasa akibat inflasi, maka dalam proses pengadaan terkadang terdapat harga riil yang lebih tinggi dibandingkan dengan pedoman harga dalam e-katalog tersebut. Pengadaan item belanja modal telah direncanakan di tahun sebelumnya sehingga usulan pengadaan yang sifatnya mendadak sulit untuk diakomodir.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika melakukan upaya dan langkah solutif, antara lain: meningkatkan koordinasi dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di bawah Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian dan Perwakilan (PUSTIK KP) serta Biro Umum Kementerian Luar Negeri dalam melakukan proses pengadaan sarana dan prasarana penunjang kinerja di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. Pada DIPA Ditjen Aspasaf 2020 biaya pemeliharaan Gedung sesuai arahan Sekjen dipindahkan dalam pengelolaan BUM.
Analisa IKU B2.1 : Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Sub IKU B2.1 Informasi Kinerja Jumlah
Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Realisasi 12 Target 10 Capaian 120%
Toleransi Capaian 120%
IKU “Jumlah fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di kawasan Asia Pasifik dan Afrika” bertujuan untuk meningkatkan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, Setditjen Aspasaf telah menyelenggarakan 12 kegiatan fasilitasi kerja sama ekonomi dari target 10 kegiatan dan berhasil memperoleh capaian 120%. Jumlah kegiatan tersebut naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2019 Setditjen Aspasaf hanya menyelenggarakan 4 (empat) kegiatan fasilitasi kerja sama ekonomi.
Sasaran Strategis (B.2): Penyelengaraan kegiatan diplomasi ekonomi yang
efektif di Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Sepanjang tahun 2020, fasilitasi kerja sama ekonomi difokuskan pada dukungan terhadap UMKM dan pelaku usaha di daerah baik yang dilakukan melalui promosi link and
match secara langsung sebelum pandemi Covid-19 dan virtual di masa pandemi sebagai
upaya mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid 19. Beberapa capaian utama dalam IKU ini adalah sebagai berikut:
1. Outreach Stakeholders Daerah di Rembang, 15-16 Januari 2020
Mengawali tahun 2020, Setditjen Aspasaf telah mengkoordinasikan kegiatan outreach
stakeholders ke Rembang. Kegiatan dilakukan secara sinergi bersama dengan
Setditjen Amerop dan Indonesia Eximbank (LPEI) Kantor Wilayah Surakarta (yang membawahi Jawa Tengah). Pertemuan dengan Bupati Rembang telah memperluas jejaring Setditjen Aspasaf menjangkau pelaku UMKM Rembang yang memiliki potensi untuk dapat mengakses pasar Aspasaf lebih lanjut. Furnitur, batik, produk ikan, dan makanan olahan merupakan produk UMKM unggulan di Rembang. Pelaku UMKM Rembang saat ini aktif mengikuti setiap kegiatan promosi ke wilayah Aspasaf yang diselenggarakan Setditjen Aspasaf. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan kunjungan ke workshop Gayatri Tanjung Galeri, yang berhasil mendapatkan pesanan mengisi furniture untuk homestay/resort di Johor Bahru senilai Rp 68 milyar ketika mengikuti kegiatan economic engagement yang dikoordinasikan Setditjen Aspasaf pada 2019.
Outreach Stakeholders Daerah di Rembang, 15-16 Januari 2020
2. Indonesia – Malaysia Business Matchmaking, Kuala Lumpur 26 - 29 Februari
2020
Setditjen Aspasaf bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur menggelar kegiatan
Business Matchmaking melalui pertemuan antara 16 UMKM Indonesia dengan buyers
dari Malaysia. Sebanyak 16 UMKM yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 8 provinsi Indonesia (Aceh, Riau, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan bergerak dalam sektor yang beragam mulai dari hortikultura hingga kosmetik halal dan furnitur.
Melalui kegiatan ini telah dihasilkan setidaknya 10 (sepuluh) potensi kesepakatan bisnis termasuk potensi transaksi antara PT. Mahkota Multi Mandiri (produk sayur dan buah) dengan Kaishen Trading Sdn Bhd senilai USD 50.000 per bulan serta kesepakatan PT Gayatri Tanjung Galeri (produk furniture) dengan Tawei Furniture Sdn Bhd senilai Rp 3,5 milyar. Potensi kesepakatan lainnya juga terjadi antara UMKM daerah dengan pengusaha Indonesia di Malaysia yang tergabung dalam Indonesia
Trade Association.
3. Sarasehan Virtual: Policy Updates, Product Showcase & Business Matchmaking Sektor Furniture Indonesia - Malaysia, 22 Juli 2020
Beradaptasi terhadap tantangan pandemi Covid-19, Setditjen Aspasaf menyelenggarakan kegiatan virtual tematik sektor furnitur. Kegiatan dilaksanakan guna memberikan informasi terkait potensi perdagangan Indonesia – Malaysia, serta sebagai wadah pameran digital dan temu bisnis untuk mendorong ekspor ke Malaysia. Bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Pemerintahan Daerah Provinsi Aceh, Kabupaten Rembang, Kota Blitar dan Kota Cirebon, kegiatan ini berusaha mempertemukan potensi dalam negeri dengan potential buyers di Malaysia melalui peningkatan sinergi bersama perwakilan RI di Kuala Lumpur, Penang, Johor Bahru dan Kota Kinabalu. Kegiatan dihadiri 174 peserta yang terdiri dari kalangan usaha daerah, importir Malaysia serta unsur pemerintahan daerah. Pada sesi Business
Matching, telah dihasilkan setidaknya 10 (sepuluh) potensi bisnis antara UMKM
Indonesia (PT Gayatri Tanjung Galeri, Audie Furniture, CV Surya Java Furnindo, KSU Teak Root, PT Tarumaslalita Dewata, CV Sonindo Gemilang, Denura, Hi Batik Aksesoris Furniture, CV Nuansa Kayu Bekas dan PT Karya Anugerah Gemilang) dengan Importir asal Malaysia. Buyers Malaysia juga merencanakan melakukan kunjungan ke Indonesia meninjau langsung workshop furnitur, jika kondisi memungkinkan.
Sarasehan Virtual: Policy Updates, Product Showcase & Business Matchmaking Sektor Furniture Indonesia - Malaysia, 22 Juli 2020 4. Penerbitan Majalah AKSES
Guna memperluas informasi kegiatan diplomasi ekonomi yang dijalankan oleh Ditjen Aspasaf, Setditjen Aspasaf semenjak 2019 menghidupkan kembali penerbitan Majalah AKSES. Di tahun 2020, karena efisiensi anggaran sehubungan pandemi Covid-19, Majalah AKSES hanya terbit satu kali pada bulan Mei. Majalah AKSES No.37/Mei 2020 yang mengangkat tema “Kolaborasi Kemlu dengan Usaha Rintisan”, dengan rubrik “laporan utama”, “wawancara”, “kisah sukses”, “aspasaf updates”, “menggali potensi daerah” dan “jalan-jalan”, diharapkan dapat memberi manfaat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM daerah sebagai sumber informasi peluang pasar di kawasan Aspasaf.
Majalah AKSES Vol. 37/2020
5. Economic Engagement & Virtual Business Matching: Processed Food and Beverage (F&B) to Shanghai, 26 Oktober 2020
Kegiatan virtual ini diikuti oleh 237 peserta yang sebagian besar adalah pelaku UMKM daerah sektor makanan dan minuman, serta Pemda di D.I Aceh, Bengkulu, Riau, Cirebon, Pekalongan, Banjar negara, D.I Yogyakarta, Kebumen, Kendal dan Rembang. Bekerja sama dengan KJRI dan ITPC Shanghai, kegiatan ini juga menghadirkan seorang diaspora Indonesia sekaligus importir produk F&B Indonesia
ke pasar RRT dan eksportir salak yang telah menembus pasar RRT guna berbagi pengalaman dengan peserta. Diaspora Indonesia di Shanghai tersebut melalui
platform cross border e-commerce JayaMart bersedia untuk membantu fasilitasi
UMKM Indonesia masuk ke pasar RRT.
Pada sesi business matching telah difasilitasi pertemuan 31 UMKM dengan 4 buyers RRT. Adapun hasil dari sesi business matching tersebut terdapat potential deals antara buyers dengan 14 UMKM, untuk produk minuman kopi dan teh (Bawadi Coffee, Bencoolen, Kopi Mane, Kopi Hirang EFGreen, PT Matcha Muda Manggala), bumbu/spices (Sambal Andaliman, Liz Kitchen, Bawang Goreng Simbok), snack (UD Podangmas), minuman herbal (CV Plato Geosains), dan olahan ikan (UD PutraBahari, Koperasi Inka Bantul, Poklasar Dua Ikan Abadi, UD Putra Usaha).
Economic Engagement & Virtual Business Matching: Processed Food and Beverage (F&B) to Shanghai, 26 Oktober 2020
6. Sarasehan Virtual: Business Forum & Business Matching Sektor Sawit & Turunannya ke Dubai, 8 Desember 2020.
Sawit merupakan salah satu produk strategis dan ekspor unggulan Indonesia. Guna lebih membuka peluang masuk produk sawit masuk ke wilayah Timur Tengah dan Afrika, Setditjen Aspasaf bekerja sama dengan KJRI dan ITPC Dubai menyelenggarakan kegiatan business forum & business matching. Penyelenggaraan kegiatan juga berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI). Melalui Dubai sebagai hub perdagangan internasional, diharapkan produk sawit Indonesia juga dapat masuk ke negara lain di Kawasan Timur Tengah, bahkan ke Kawasan lainnya. Kegiatan diikuti oleh 102 peserta yang sebagian besar adalah para pelaku usaha sektor sawit berbagai daerah, Kadin Timur Tengah, juga Pemda di Blitar, Riau, Rembang dan Kebumen. Pada sesi
business matching telah difasilitasi pertemuan antara 5 perusahaan eksportir sektor
sawit dengan 5 calon buyers Dubai yaitu Javeed Foodstuff Co LLC, Sosiya International DMCC, Reanma International FZCO, Moumin General Trading LLC, dan Biod Technology FZE. PT Sang Hyang Seri menawarkan peluang investasi di Indonesia dengan penyediaan lahan pertanian yang hasilnya akan dapat di ekspor ke Dubai. Skema kerja sama seperti ini telah dilakukan dengan Elite Agro LLC di Abu Dhabi. Sementara Biod Technology FZE secara khusus juga tengah mencari produk sampingan/waste dari pengolahan turunan sawit yang akan digunakan sebagai bahan baku pabrik biodiesel dan akan menindaklanjutinya dengan Pacific Palmindo Industry/Pacific Medan Industry.
Sarasehan Virtual: Business Forum & Business Matching Sektor Sawit & Turunannya ke Dubai, 8 Desember 2020
7. Business Forum & Business Matching Produk Arang Briket Batok Kelapa ke
Dubai, 17 Desember 2020
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari outreach Setditjen Aspasaf ke Kendal dan juga pertemuan dengan pelaku usaha Kendal CV Indo Arab Interprise di awal 2020. Kegiatan diikuti oleh 91 peserta terdiri atas Pemda, Kadin, dan pelaku usaha UMKM khususnya di sektor produk arang briket.
Pada sesi business matching telah difasilitasi pertemuan antara 5 perusahaan eksportir arang briket batok kelapa yaitu CV Megatrading Agri Corpora, CV Indo Arab Interprise, CV Matahari Jaya Abadi, CV Mega Briquette, dan PT Arkelindo Bara Sejahtera, dengan 2 calon buyers Dubai.
Salah satu buyers yaitu Dreamland Trading LLC akan merencanakan kunjungan bisnis ke Indonesia di 2021. Diharapkan dalam kunjungan dimaksud dapat bertemu dengan para eksportir Indonesia untuk dapat langsung melihat kualitas arang briket, dan menegosiasikan bisnis lebih lanjut.
Daftar seluruh kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sarasehan virtual dan business
1. Outreach Stakeholders di Rembang, 15 – 16 Januari 2020. 2. Outreach Stakeholders di Kendal, 17 – 18 Januari 2020.
3. Indonesia – Malaysia Business Match Making di Kuala Lumpur, 26 – 29 Februari 2020 4. Penerbitan Majalah Akses Edisi Mei 2020.
5. Video Conference Pembahasan Fasilitasi Ekspansi Produk UMKM di bawah PT Sarinah ke Pasar Kawasan Afrika dan Timur Tengah, 13 Juli 2020.
6. Sarasehan Virtual: Urgensi dan Tantangan Pengembangan Investasi dari Negara Potensial di Kawasan Aspasaf ke Pedesaan di Indonesia, 19 Agustus 2020
7. Sarasehan Virtual: Economic Updates dan Business Engagement Potensi Sektor Consumer Goods dan Fashion ke Brunei Darussalam”, 3 September 2020
8. Sarasehan Virtual: Economic Updates dan Business Engagement: Fresh Fruits and Vegetables to Dubai, 22 September 2020
9. Economic Engagement & Virtual Business Matching: Processed F&B to Shanghai, 26 Oktober 2020
10. Sarasehan Virtual: Business Forum & Business Matching Promosi Sektor Furniture dan Aksesoris Furniture Yogyakarta ke Johor Bahru, Malaysia, 9 November 2020
11. Sarasehan Virtual: Business Forum & Business Matching Sektor Sawit & Turunannya ke Dubai, 8 Desember 2020
12. Business Forum & Business Matching Produk Arang Briket Batok Kelapa ke Dubai, 17 Desember 2020
Dengan demikian, capaian kinerja pada IKU ini sebesar 120% (realisasi 12 kerja sama dari target 10 kerja sama).
Dalam pencapaian sasaran strategis B.4, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika menghadapi tantangan, antara lain:
1. Kesiapan beberapa pengusaha daerah untuk memasuki pasar internasional masih terkendala dukungan anggaran dan konektivitas serta keberlangsungan suplai produk. 2. Potensi pasar Aspasaf belum sepenuhnya dipahami Pemda dan kalangan usaha di
daerah.
3. Pemerintah daerah belum memiliki strategi link and match antara potensi daerah dan peta strategis target negara sehingga ada kesenjangan pemahaman dalam menyikapi tawaran/usulan promosi/event potensi Indonesia di luar negeri bersama Kemenlu dan Perwakilan RI di luar negeri.
4. Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan fasilitasi kerja sama ekonomi dengan
stakeholders di Kawasan Aspasaf tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika senantiasa melakukan upaya dan langkah solutif ke depan, antara lain:
1. Meningkatkan diseminasi informasi dan link match antara kebutuhan (business
inquiries) dari Perwakilan RI dengan potensi yang bisa dipenuhi oleh pelaku usaha
daerah;
2. Meningkatkan komunikasi secara berkala dengan para stakeholders dalam rangka menindaklanjuti business inquiries dari Perwakilan RI guna membantu pemberdayaan potensi di daerah dengan memanfaatkan event-event promosi di luar negeri.
3. Meningkatkan peran dari K/L terkait terutama Pemda untuk menjembatani antara peluang promosi di luar negeri dengan kesiapan pengusaha daerah.
4. Meningkatkan kerja sama dengan stakeholders terkait dalam upaya pengawalan atau pemantauan dan follow up dari potential business deals untuk setiap fasilitasi promosi UMKM siap ekspor dengan calon buyers.
5. Mengupayakan fasilitasi dan kegiatan pertemuan/business matching secara virtual dan
tailor made event lainnya.
Analisa IKU L1.1 : Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Sub IKU L1.1 Informasi Kinerja Jumlah
Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Nilai evaluasi AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Inspektorat Jenderal
Realisasi 79,36 Target 79 Capaian 100,45
Untuk pengukuran capaian IKU L2.1, nilai AKIP yang digunakan adalah nilai AKIP Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika tahun 2019. Analisa dilakukan terhadap 5 komponen yakni perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan pencapaian sasaran/kinerja organisasi.
Ditjen Aspasaf berhasil meningkatkan nilai AKIP dari 79,13 (BB) pada tahun 2018 menjadi 79,36 (BB) atau sebesar 0,26 poin. Kenaikan nilai AKIP tersebut terdapat pada komponen Pelaporan Kinerja dan Evaluasi Internal. Rekomendasi yang dberikan bersamaan dengan nilai AKIP menyebutkan perlunya meningkatkan kualitas perencanaan, pengukuran atau pelaporan capaian kinerja, khususnya terkait informasi perbandingan capaian kinerja. D. Akuntabilitas Keuangan Tahun 2020
Dari segi keuangan, Sekretariat Ditjen Aspasaf pada awal tahun anggaran 2020 memperoleh pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp.36.665.365.000,-. Dengan adanya realokasi dan refocusing anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19 sesuai Perpres Nomor 54 Tahun 2020, DIPA Sekretariat Ditjen Aspasaf menjadi Rp.34.167.286.000,-.
Dari total DIPA revisi tahun 2020 tersebut, anggaran yang berhasil direalisasikan untuk membiayai program dan kegiatan Sekretariat Ditjen Aspasaf sepanjang tahun 2020 sebesar Rp.33.561.861.084,-, atau dengan persentase realiasi anggaran sebesar 98,23%. Adapun gambaran realisasi anggaran tersebut dapat terlihat pada matriks berikut:
Sasaran Strategis (L.1): Tata kelola organisasi yang baik di Sekretariat
Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Sementara itu, perbandingan realisasi anggaran Sekretariat Ditjen Aspasaf periode tahun 2016 -2020 dapat digambarkan pada tabel berikut:
Kode
MAK Output Pagu (Rp.) Realisasi (Rp.)
Realisasi Anggaran 1312.950 Layanan Dukungan Manajemen Eselon I 1.668.374.000 1.655.482.028 99,23% 1312.951 Layanan Sarana dan Prasarana Internal
(Overhead) 653.565.000 653.565.000 100%
1312.994 Layanan Perkantoran 31.845.347.000 31.252.814.056 98,14% TOTAL 34.167.286.000 33.561.861.084 98,23%
Tahun Pagu (Rp.) Realisasi (Rp.) 2016 32.661.314.000 31.734.729.397 2017 33,432,458,000 30,240,772,156 2018 34.527.422.000 33.871.878.425 2019 37.890.918.000 37.680.902.217 2020 34.167.286.000 33.561.861.084
A. Kesimpulan
ekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Asia pasifik dan Afrika memiliki tugas, tanggung jawab, dan amanah untuk melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas substansi dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika sebagaimana ditegaskan dalam pasal 155 Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri.
Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat Ditjen Aspasaf berlandaskan pada tujuan, sasaran, dan program kerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja (PK) 2020. PK Sekretariat Ditjen Aspasaf tersebut tidak mengalami perubahan target kinerja meskipun terdapat pengurangan anggaran karena realokasi dan refocusing anggaran sebagai dampak dari pandemi Covid-19.
Pengukuran dan penilaian kinerja didukung oleh data dan masukan hasil pelaporan monitoring dan evaluasi secara elektronik melalui e-Monev Bappenas, yaitu aplikasi sistem yang bertujuan memudahkan proses pemantauan dan pengendalian kinerja dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja Kementerian dan Lembaga Pemerintah. Aplikasi ini saling terkait dengan proses perencanaan kinerja, penganggaran kinerja, keterkaitan kegiatan/sub kegiatan dalam pencapaian target kinerja.
Guna memberikan informasi kinerja yang real time kepada Pimpinan, Kementerian Luar Negeri juga mempunyai sistem manajemen kinerja yang dituangkan dalam aplikasi e-Kinerja. e-Kinerja dikelola oleh Manajer Kinerja Organisasi (MKO) dan Sub Manajer Kinerja Organisasi (SMKO) dari masing-masing unit organisasi.
Laporan Kinerja Sekretariat Ditjen Aspasaf Tahun 2019 ini menyajikan berbagai percapaian target pada tahun anggaran 2020. Secara umum pelaksanaan kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika telah mencapai sasaran strategis yang ditetapkan ditandai dengan tercapainya seluruh target dari 5 (lima) IKU yang telah ditetapkan dalam perjanjian Kinerja, bahkan sebagian besar melampaui target yang ditetapkan.
Dari uraian sebelumnya, capaian kinerja Sekretariat Ditjen Aspasaf pada tahun 2020 mencapai 103,97%, meningkat dari pencapaian kinerja tahun sebelumnya sebesar 99,45%. Sementara itu, Nilai Kinerja Anggaran Ditjen Aspasaf, dimana Sekretariat Ditjen Aspasaf menjadi koordinator penggunaan anggaran, mencapai 92,11.
Perwujudan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja merupakan upaya bersama dari seluruh jajaran Sekretariat Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, dengan didukung oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, dalam mewujudkan good governance yang berorientasi pada hasil, berbasis kinerja dan bertujuan melayani serta memberdayakan masyarakat. Tingkat capaian target sesuai IKU Sekretariat Ditjen Aspasaf memberikan gambaran bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan organisasi sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan dan keterlibatan para pegawai. Berbagai kendala tetap ditemui, khususnya pada hasil capaian kinerja keuangan serta pemenuhan jumlah SDM untuk lebih mengoptimalkan kinerja organisasi pada lingkungan Ditjen Aspasaf. Hal ini akan terus menjadi panduan bagi peningkatan kualitas kinerja Sekretariat Ditjen Aspasaf ke depan.
B. Kendala Utama
Terdapat beberapa kendala bagi Setditjen Aspasaf dalam pelaksanaan kegiatannya, antara lain:
1. Adanya pandemi Covid 19 berdampak kepada pemotongan anggaran sesuai Perpres Nomor 54 Tahun 2020 sehingga kegiatan-kegiatan kurang berjalan sesuai rencana 2. Perubahan format kegiatan dari tatap muka menjadi virtual menyebabkan penyerapan
anggaran kurang optimal.
3. Belum terpantaunya secara maksimal kinerja kegiatan dan anggaran sebagai dampak tidak berkelanjutannya transisi pejabat pengelola kinerja karena proses mutasi. 4. Tidak terpenuhinya formasi jabatan struktural yang tersedia sepanjang 2020 akibat
terbatasnya jumlah SDM secara nyata turut mempengaruhi serapan anggaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
5. Belum seluruh stakeholders memiliki motivasi dan kesiapan untuk ikut serta dalam kegiatan diplomasi ekonomi khususnya dalam melakukan ekspansi ke luar negeri.
C. Alternatif Pemecahan Masalah
Dalam rangka mengatasi kendala-kendala yang dihadapi di atas, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika melakukan beberapa hal antara lain:
1) Meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan SDM melalui peran aktif pada program pelatihan dan bimbingan teknis terkait akuntabilitas dan reformasi birokrasi
2) Mengoptinalkan penyusunan rencana kerja dan anggaran Ditjen Aspasaf, termasuk sinkronisasi kegiatan berdasarkan prioritas dan urgensi, serta mendorong pelaksanaan kegiatan secara tertib waktu, tertib fisik dan tertib administrasi.
3) Meningkatkan koordinasi dengan unit-unit terkait di lingkungan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dan satuan kerja lainnya di lingkungan Kementerian Luar Negeri, Perwakilan RI maupun Kementerian/Lembaga terkait lainnya terutama dalam hal penyusunan perencanaan kinerja untuk tahun-tahun mendatang;
4) Memperluas jaringan dan kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan kelompok-kelompok UMKM dalam rangka memperkuat fasilitasi kerja sama ekonomi dengan stakeholders di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3