• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Capaian dan Isu Strategis

Capaian dan Isu Strategis

Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan

Abdul Latif

Abdul atif

Kepala Divisi Komunikasi

Date : December 16

(3)

Overview

MASA DEPAN INDONESIA

(4)

Ekonomi yang Menjanjikan

Indonesia today

and in 2030

Indonesia today...

terbesar ke 16

N

d

k

i

Negara dengan ekonomi

terbesar ke‐7

...and in 2030

terbesar ke‐16

Negara dengan ekonomi

45 juta

anggota kelas 

konsumen

terbesar ke‐7

Negara dengan ekonomi

135 juta

anggota kelas 

konsumen

j

o su e

53%

penduduk 

tinggal di kota

74%

Penyumbang GDP

j

71%

penduduk 

tinggal di kota

86%

Penyumbang GDP

55 juta

Tenaga kerja terampil dalam 

perekonomian Indonesia

$0 5 triliun

113 juta

Tenaga kerja terampil 

dibutuhkan

$1 8 triliun

$0,5 triliun

Peluang pasar dalam jasa konsumen, agrikultur dan 

perikanan, sumber daya energi dan pendidikan.

$1,8 triliun

Peluang pasar dalam jasa konsumen, agrikultur dan 

perikanan, sumber daya energi dan pendidikan.

4

Source: The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential, McKinsey Report: 2012 Image source: https://farm4.staticflickr.com/3866/14355691070_a5a51fc4fb_b.jpg

(5)

tetapi

(6)

Pertumbuhan Ekonomi Parsial...

Pentingnya pertumbuhan ekonomi

Pentingnya pertumbuhan ekonomi 

yang berkualitas tinggi untuk 

mencegah middle income trap 2030 :

 M

h d fi it t

k i

Source: World Bank Report on Indonesia, 2014

 Mencegah defisit transaksi  

berjalan berkelanjutan.

 Pemerataan pendapatan.

 Mengantisipasi kewajiban masa 

depan (risiko sosial ekonomi) 

dengan program jaminan sosial.

6

Source: Series of World Bank Report

(7)

Kesenjangan Ekonomi

Distribusi Hasil Pembangunan

Distribusi Hasil Pembangunan

Trend 

GDP

2008‐2013 

meningkat

namun 

Trend indeks 

GINI

2008‐2013 

ik

di tahun 2014 – 2015 cenderung 

melambat

cenderung 

naik

Terdapat tren

kesenjangan

antara miskin‐kaya yang

melebar

(8)

BPJS Ketenagakerjaan

KINERJA

BPJS Ketenagakerjaan

(9)

Kepesertaan

Oktober 2016

Oktober 2016

15.292.592  14 137 985 14.137.985  6.021.360  604.592  6.227.928  707.478  92% 117% 103%

Penerima Upah Jasa Konstruksi Bukan Penerima Upah Target s.d. Desember 2016 Realisasi s.d. Oktober 2016

Indikator Target Desember 2016 Realisasi Oktober 2016 Pencapaian

Year to Date

Tenaga Kerja Aktif

- PenerimaUpah 15.292.592 14.137.985 92% - JasaKonstruksi 6.021.360 6.227.928 103% Tenaga Kerja Penerima Upah (PU) 21.313.952 20.365.913 96% - BukanPenerimaUpah 604.592 707.478 117%

(10)

Penerimaan Iuran

Oktober 2016

Oktober 2016

31.841  26.368  Dalam miliar Rupiah 148% 3.917  1.777  5.123  3.272  1.457  7.600  84% 82% 83% Program Jaminan Kecelakaan  Kerja

Program Jaminan Kematian Program Jaminan Hari Tua Program Jaminan Pensiun Target s.d. Desember 2016 Realisasi s.d. Oktober 2016

Indikator Target Desember 2016 Realisasi Oktober 2016 Pencapaian

Year to Date

Penerimaan Iuran

Dalam miliar Rupiah

Penerimaan Iuran

- Program Jaminan Kecelakaan Kerja 3.917 3.272 84% - Program Jaminan Kematian 1.777 1.457 82% - Program Jaminan Hari Tua 31.841 26.368 83% - Program Jaminan Pensiun 5.123 7.600 148%

Total Penerimaan Iuran 42 657 38 697 91%

10

(11)

Pembayaran Klaim

Oktober 2016

Oktober 2016

22.616  Dalam miliar Rupiah 15.597  2.170  1.160  42 665  494  11 31% 43% 69% 26% 42  11  Program Jaminan Kecelakaan Kerja Program Jaminan Kematian Program Jaminan Hari Tua Program Jaminan Pensiun

Target s.d. Desember 2016 Realisasi s.d. Oktober 2016

Indikator Target Desember 2016 Realisasi Oktober 2016 Pencapaian

Year to Date

Pembayaran Klaim

Dalam miliar Rupiah

Pembayaran Klaim

- Program Jaminan Kecelakaan Kerja 2.170 665 31% - Program Jaminan Kematian 1.160 494 43% - Program Jaminan Hari Tua 22.616 15.597 69% - Program Jaminan Pensiun 42 11 26%

T t l P b Kl i 25 988 16 767 65%

(12)

Dana Investasi

Oktober 2016

Oktober 2016

211,23  238,69  246,52  208,09  241,33  250,34  Dalam miliar Rupiah 17 77 99,23% 98,15% 98,51% 265,40% 101,11% 115,04% 101,55% 17,77  6,04  3,65  7,83  17,63  5,93  9,68  9,01  JKK JK JHT JP DJS BPJS Total Target s.d. Desember 2016 Realisasi s.d. Oktober 2016 No Portofolio Dana Investasi % Dalam miliar Rupiah No. % Investasi Target Desember  2016 Realisasi Oktober  2016 1 JKK 17.770  17.632 99,23 2 JK 6.037 5.925 98,15 3 JHT 211.235 208.086 98,51 4 JP 3.648 9.683 265,40 5 DJS 238.690 241.328 101,11 6 BPJS 7 830 9 008 115 04

12

6 BPJS 7.830 9.008 115,04 Total 246.521 250.336 101,55

(13)

Hasil Investasi

Oktober 2016

Oktober 2016

18,31  20,52  21,25  16 08 18,64 19,30 Dalam miliar Rupiah 16,08 111,22% 84,00% 87,80% 218,00% 90,85% 90,83% 90,85% 1,48  0,50  0,23  0,73 1,65 0,42 0,50 0,66 JKK JK JHT JP DJS BPJS Total Target s.d. Desember 2016 Realisasi s.d. Oktober 2016 No Portofolio Hasil Investasi % Dalam miliar Rupiah No. % Investasi Target Desember  2016 Realisasi Oktober  2016 1 JKK 1.480 1.464 111,22 2 JK 500 420 84,00 3 JHT 18.314 16.079 87,80 4 JP 229 499 218,00 5 DJS 20.523 18.644 90,85 6 BPJS 725 659 90 83 6 BPJS 725 659 90,83 Total 21.248 19.303  90,85

(14)

Redesign “Wajah” Pelayanan

Seluruh Kantor Cabang

Seluruh Kantor Cabang

Less bureaucratic

Friendly

Modern

14

ode

(15)

Interaksi Peserta & Calon Peserta dengan 

BPJS Ketenagakerjaan

Daftar

1

Bayar

2

Report Data 

P

t

3

Klaim

4

BPJS Ketenagakerjaan

Daftar

Rp

Bayar

Peserta

Klaim

 Virtual Account

 Internet based

PPOB

PTSP

eKiosk

@BPJSTKInfo

eKiosk

Informasi

BPJS  Ketenagakerjaan

@BPJSTKInfo

BPJS  Ketenagakerjaan eKiosk

Peserta dan Calon Peserta Program 

BPJS Ketenagakerjaan

(16)

Inisiatif‐Inisiatif Strategis

Inisiatif Inisiatif Strategis

(17)

Program Jaminan Sosial

Sistem jaminan sosial nasional bertujuan memberikan jaminan 

dasar

layak

terpenuhinya

kebutuhan

dasar

hidup yang

layak

...”

(18)

BPJS Ketenagakerjaan

REGULASI DAN KEBIJAKAN

(19)

Dampak Permenaker 19/2015

Durasi Klaim JHT s.d Aktif

78 % d i

t

j k

kl i

JHT d

k

b li b k j t

b t

Diagram Klaim JHT sd Daftar Kembali

78 % dari peserta yang mengajukan klaim JHT dan kembali bekerja tersebut, 

mendaftar lagi menjadi peserta hanya dalam kurun waktu 1 sd 3 bulan.

Diagram Klaim JHT sd Daftar Kembali

Durasi Klaim JHT s.d

Daftar Kembali

Total 

2%  0% 

1 Bulan 

15,133 

2 B l

11 127

6%  1 Bulan  12%  36%  2 Bulan

Klaim Sd Aktif

Kasus

1 Bulan

  

103,221

2 Bulan

    

33,997

3 Bulan

24 737

6% 4% 2% 1% 0%

Diagram Durasi Klaim sd Aktif

1 Bulan 2 Bulan

2 Bulan

11,127 

3 Bulan 

7,528 

4 Bulan

4,885 

5 Bulan

2,616 

18%  % 3 Bulan  4 Bulan  5 Bulan 

3 Bulan

  

24,737

4 Bulan

    

18,679

5 Bulan

    

12,523

6 Bulan 

    

8,349

50% 12% 9% 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan

6 Bulan 

743 

7 Bulan

26%  6 Bulan  7 Bulan 

Total

42,041

7 Bulan

      

4,361

8 Bulan

      

1,118

9 Bulan

      

29

16% 6 Bulan  7 Bulan 8 Bulan 9 Bulan

Klaim Jaminan Hari Tua di dominasi oleh peserta yang berhenti bekerja, terutama karena

mengundurkan diri dan PHK namun

beberapa peserta

yang berhenti bekerja tersebut

bekerja

mengundurkan diri dan PHK, namun

beberapa peserta

yang berhenti bekerja tersebut

bekerja

kembali dalam waktu

yang relatif

singkat

setelah mengajukan klaim JHT

(20)

Risiko yang Mungkin Terjadi

Pasca Klaim JHT

Pasca Klaim JHT

Kecelakaan Kerja

• Tenaga kerja tidak mendapatakan jaminan kecelakaan kerja dan santunan 

tidak mampu bekerja (STMB)

Meninggal Dunia/Cacat Total Tetap

/ hl

d k

d

k

k

l k

k

k

• Tenaga Kerja/Ahli waris tidak mendapatkan jaminan kecelakaan kerja jika 

terjadi kecelakaan kerja

• Tenaga Kerja/Ahli waris tidak mendapatkan jaminan kematian karena 

meninggal di luar masa perlindungan

meninggal di luar masa perlindungan

• Density rate Jaminan pensiun berkurang, sehingga berpotensi hanya 

mendapatkan manfaat jaminan pensiun secara sekaligus (lumpsum)

• Tidak mendapatlan manfaat JHT yang maksimal karena tingkat

Tidak mendapatlan manfaat JHT yang maksimal karena tingkat 

pengembangan JHT secara majemuk/bunga‐berbunga sementara peserta 

pernah mengajukan klaim

(21)

Dampak Perubahan Regulasi

Operasionaal

Operasionaal

• Operasional kantor cabang sangat terfokus pada pelayanan program JHT karena terjadi 

lonjakan klaim yang signifikan

• Permasalahan antrian di beberapa kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan

• Permasalahan antrian di beberapa kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan

• Berkurangnya fokus untuk memastikan Quality Assurance program Jaminan Sosial

Kepesertaan

Kepesertaan

• Penambahan kepesertaan menjadi semu, karena mudahnya peserta untuk 

terdaftar dan mengajukan klaim dalam waktu yang relatif singkat

• Terdapat inidikasi moral hazard untuk klami JHT mengundurkan diri

• Terdapat inidikasi moral hazard untuk klami JHT mengundurkan diri

Investasi

• Berkurangnya Net Investible Fund karena terjadi kenaikan cost ratio

• Terjadi lonjakan pencairan JHT yang dapat menurunkan optimalisasi pertumbuhan dana DJS.

• Maturity dana BPJS Ketenaga kerjaan bergeser menjadi lebih pendek sehingga return terhadap hasil

b

i

i d

(22)

Regulasi dan kebijakan lainnya..

Regulasi dan kebijakan lainnya..

Sinergi data 

Sinergi data dengan Pajak diharapkan dapat menjaring data potensi 

kepesertaan yang lebih luas sehingga universal coverage dapat segera

dengan Pajak

kepesertaan yang lebih luas sehingga universal coverage dapat segera 

tercapai

Pajak DJS

Kebijakan penerapan pajak untuk DJS belum ditetapkan

Law Enforcement

Kepatuhan terhadap regulasi jaminan sosial dengan penegakan sanksi 

Administratif yang efektif

PP 70/2015

Dengan adanya PP 70/2015, maka kepesertaan PNS yang berdasarkan UU 

40/2004 dan UU 24/2011 dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, beralih 

pengelolaannya ke PT Taspen

22

pengelolaannya ke PT. Taspen

(23)

Indonesia

STRUKTUR DEMOGRAFI

Indonesia

(24)

Bonus Demografi Indonesia

% population aged 65 and

older : 5,01% % population aged 65 and older : 15 78% older : 5,01% Ages 0 – 64 : 94,99% and older : 15,78% Ages 0 – 64 : 84,22% % population aged 65 and older : 9,23%

Bonus demografi bukan hanya 

memberi peluang

tetapi

juga risiko

Ages 0 – 64 : 90,77%

memberi peluang 

tetapi 

juga risiko 

baru untuk manusia Indonesia 

ketika memasuki usia pensiun

24

p

(25)

Kondisi Ketenagakerjaan

T t l A

k t

K j b d

k

U

Total Angkatan Kerja berdasarkan Umur

16 000 000 18.000.000  Total Angkatan kerja Bekerja Kelompok Umur (th) Total  Angkatan Bekerja Proporsi  Tenaga Kerja  Bekerja terhadap 10.000.000  12.000.000  14.000.000  16.000.000  Umur (th) kerja Angkatan Kerja (%) 15‐19 7.424.665  5.174.517  69,69  20‐24 12.703.718  10.485.734  82,54  25‐29 13 965 087 12 949 359 92 73 4.000.000  6.000.000  8.000.000  25 29 13.965.087  12.949.359  92,73  30‐34 17.039.112  16.424.492  93,39  35‐39 14.481.863  14.155.638  97,75  40‐44 15.270.955  15.010.358  98,29  45‐49 12.485.843  12.285.477  98,40  50 54 10 949 561 10 754 512 98 22 ‐ 2.000.000  15‐19 20‐24 25‐29 30‐34 35‐39 40‐44 45‐49 50‐54 55‐59 60+ 50‐54 10.949.561  10.754.512  98,22  55‐59 7.396.670  7.296.823  98,65  60+ 10.155.457  10.091.116  99,37  Sumber: Buku BPS 2015

Proporsi tenaga kerja masih didominasi oleh usia produktif.

Namun tenaga kerja, secara umum, masih belum menyiapkan kehidupan masa tuanya

Namun tenaga kerja, secara umum, masih belum menyiapkan kehidupan masa tuanya

(26)

Pembangunan Ekonomi dan Ketenagakerjaan

di Indonesia

di Indonesia

Proses pembangunan nasional harus mampu mengatasi  4 (empat) masalah utama 

ketenagakerjaan :

ketenagakerjaan : 

Tetapi, tidak adanya jaminan sosial berdampak sangat besar

26

Tetapi, tidak adanya jaminan sosial berdampak sangat besar

pada pembangunan sosial masyarakat Indonesia

(27)

Insiatif Perluasan Cakupan Kepesertaan

IMPLEMENTASI

AGEN PENGGERAK JAMINAN

Insiatif Perluasan Cakupan Kepesertaan

(28)

Pertimbangan Implementasi

Penerima Upah (PU)

Bukan Penerima Upah (BPU)

Pertimbangan Implementasi

Lebih Efektif menggunakan :

 Direct Selling, Law Enforcement

 Kolaborasi Stakeholders (Perizinan)

 Sulit menggunakan Law Enforcement

 Pendekatan Komunitas (Community Based)

 Stimulus

 Mitra/Agen

BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat bekerja 

sendiri, butuh kerjasama kemitraan strategis 

Memperluas Cakupan Kepesertaan :

untuk mengakuisisi seluruh tenaga kerja 

Indonesia.

28

KOLABORASI

(29)

Agensi dari:

‐ APINDO

‐ Serikat Buruh

‐ Profesional

‐ Asosiasi

Agensi

Agensi

Agensi

Penggerak 

Jaminan Sosial

A t tifik i

‐ Lain‐lain

Agen Penggerak Jamsos

Agen yang tersertifikasi Fungsi:

• Edukasi dan sosialisasi jaminan sosial kepada peserta dan calon peserta • Pendaftaran dan kepesertaan Ahli yang tersertifikasi

Fungsi:

• Konsultasi individu mengenai peraturan perundangan dan administrasi

perundangan dan administrasi • Pengelolaan administrasi kepesertaan

Tenaga Kerja

Agen Jaminan Sosial: 

k

i

i l (

)

g

j

Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Penggerak Jaminan Sosial (PERISAI) 

(30)

Insiatif Perluasan Cakupan Kepesertaan

PENDIDIKAN JAMINAN SOSIAL

ANAK USIA SEKOLAH

Insiatif Perluasan Cakupan Kepesertaan

(31)

Pengenalan Jaminan Sosial

Kepada Anak Usia Sekolah

Kepada Anak Usia Sekolah

Melalui program ini, diharapkan 

pekerja 

i

d

k

d h

iliki

generasi masa depan 

akan sudah 

memiliki 

kesadaran 

tentang 

pentingnya jaminan 

sosial 

pada saat pertama kali mereka 

memasuki pasar tenaga kerja

p

g

j

Meminimalkan kendala perluasan 

kepesertaan 

yang disebabkan oleh 

rendahnya kesadaran tentang jaminan sosial 

di masa depan

di masa depan

Menumbuhkan kesadaran

pentingnya jaminan sekolah

melalui

sistem

Menumbuhkan kesadaran

pentingnya jaminan sekolah

melalui

sistem

(32)

Siapkan masa depan bersama

“Jembatan Menuju Kesejahteraan Pekerja”

32

“Jembatan Menuju Kesejahteraan Pekerja”

(33)

Terima Kasih

Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan Gedung Jamsostek

Jl. Jend. Gatot Subroto No. 79 Jakarta Selatan – 12930

Gambar

Diagram Klaim JHT sd Daftar Kembali

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini berarti bahwa agency cost yang dikeluarkan oleh perusahaan mampu meminimalisir biaya perusahaan maka kinerja perusahaan lebih menunjukkan performa yang

1) Pola pengasuhan otoritatif membuat karakteristik anak menjadi lebih mandiri, mampu mengatasi masalah dengan pengendalian stress yang baik, dapat berkerja sama dengan

Intinya ini agar DNS kita ini selain bisa memberikan layanan DNS untuk domain lokal (rizal.cilsy), namun juga bisa memberikan layanan DNS untuk semua domain di

Penelitian ini ditujukan untuk menginvestigasi terjadinya variasi tahunan sehingga dapat digunakan untuk memberikan koreksi terhadap MSL yang dihitung dari data pendek

Jenis sampah yang terakhir yaitu jenis sampah yang beracun dan berbahaya, pada dasarnya sampah yang termasuk jenis kategori sampah beracun dan berbahaya sangat jarang dijumpai

Ketenagakerjaan. Namun, volume dan distribusi dari agen maupun kegiatan sosialisasi masih sangat terbatas dan tidak dapat menjangkau daerah perdesaan. Keberadaan desa

Instrumen dalam penelitian ini adalah tes untuk melihat hasil belajar siswa sebelum dan setelah diberikan model pembelajaaran, lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa selama

Gambar 5 menunjukkan peta sebaran kekeringan terparah periode 12 bulanan yang terjadi pada bulan April tahun 1987, terlihat bahwa DAS Ngasinan mayoritas mengalami