ANALISA MANAJEMEN RISIKO UNTUK MEMINIMALKAN
KERUGIAN PERUSAHAAN
Susan Rachmawati
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK-BSI) Jl. Merdeka 168 Bogor
ABSTRACT
Risk is a contingency that cannot cause disadvantage, so it is needed a risk management to determine the risk that will be faced by the company, how does its risk toward the life of company business, which risk that must be faced, which one that must be moved to the insurance company, and the appropriate and efficient method to be faced.
One of the ways to minimize the risk may be faced by the company through the insurance, but the weakness of it is all risks are not guaranteed by the insurance company, therefore it is still needed a back up fund to overcome high risk that faced by the company, and it can influence the work of company.
Key words: minimal, rik, corporate
I. PENDAHULUAN
Setiap orang dan perusahaan ingin mengelakkan risiko karena selalu ingin hidup aman dan tentram. Namun semua tahap kehidupan kita mengandung risiko,kemanapun kita mengelak atau lari dari risiko, maka disitupun kita akan menemukan risiko yang lainnya karena risiko merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan.
Agar risiko tidak menghalangi kegiatan perusahaan maka haruslah dimanajemeni dengan sebaik-baiknya karena walaupun perusahaan sudah mengasuransikan risikonya, namun tidak berarti perusahaan itu sudah terlindungi sepenuhnya. Perusahaan asuransi hanya menanggung sebagian dari risiko yang ada sedangkan sebagian risko yang besar dari perusahaan harus dihadapi sendiri dan tidak bisa dipindahkan kepada perusahaan asuransi, hal inilah yang menyebakan manajemen risiko menjadi sesuatu keharusan adanya dalam setiap perusahaan.
Program dari manajemen risiko pertama-tama adalah bertugas mengidentifikasikan risiko-risiko yang dihadapi, sesudah itu mengukur atau menentukan besarnya risiko dan kemudian barulah dapat dicarikan jalan keluar untuk menghadapi atau menangani risiko itu. Ini
berarti diperlukan orang yang dapat menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikannya.
Sehingga fungsi dari manajer risiko adalah memanajemen risiko yaitu dengan menentukan risiko apa saja yang dihadapi perusahaan, bagaimana dampak risiko itu terhadap kehidupan bisnis perusahaannya, risiko mana yang harus dihadapi sendiri, mana yang harus dipindahkan kepada perusahaan asuransi serta metode mana yang cocok dan efisien untuk menghadapinya.
II LANDASAN TEORI
2.1 Risiko (Risk)
Menurut Abbas Salim (2010:4) Risiko adalah ketidaktentuan atau
uncertainty yang mungkin melahirkan
kerugian (loss). Unsur ketidaktentuan dapat mengakibatkan kerugian dalam berusaha. Ketidaktentuan dapat dibagi atas :
1. Ketidaktentuan ekonomi (economic
uncertainly), yaitu kejadian yang
timbul sebagai akibat dari perubahan sikap konsumen, contohnya perubahan selera atau minat konsumen atau terjadinya perubahan pada harga, teknologi atau didapatnya penemuan baru, dan lain sebagainya.
2. Ketidaktentuan yang disebabkan oleh alam (uncertainly of nature) misalnya, kebakaran, badai, topan, banjir, dan lain sebagainya.
3. Ketidaktentuan yang disebabkan oleh perilaku manusia (human
uncertainly), misalnya peperangan,
pencurian, perampokan dan pembunuhan.
Diantara ketiga ketidaktentuan tersebut yang dapat diminimalkan tingkat resiko yang ditimbulkan adalah yang disebabkan oleh alam dan manusia dengan cara diasuransikan sedangkan yang pertama tidak dapat diminimalkan dengan cara diasuransikan karena bersifat spekulatif (unsur ekonomi) dan sulit untuk diukur keparahannya (severity)
Menurut Herman Darmawi (2010:19) risiko dapat diartikan sebagai :
1. Risk is the chance of loss (risiko adalah kans kerugian)
Change of loss biasanya
dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan di mana terdapat suatu keterbukaan (exposure) terhadap kerugian atau suatu kemungkian kerugian.
2. Risk is the possibility of loss (risiko adalah kemungkinan kerugian)
Possibility berarti bahwa
probabilitas sesuatu peristiwa berada di antara nol dan satu. 3. Risk is uncertainty (risiko adalah
ketidakpastian)
Terdapat kesepakatan bahwa risiko berhubungan dengan ketidakpastian (uncertainly) yaitu adanya risiko karena adanya ketidakpastian. Menurut Ronny Kountur (2010:6) risiko adalah kemungkinan kejadian yang merugikan.
Ada tiga unsur penting dari sesuatu yang dianggap sebagai risiko adalah : 1. Merupakan suatu kejadian
2. Kejadian tersebut masih merupakan kemungkinan, jadibsa terjadi bisa tidak terjadi
3. Jika sampai terjadi, akan menimbulkan kerugian
Risiko dapat dikasifikasikan atas : 1. Speculative risks, yaitu risiko yang
bersifat spekulatif yang bisa mendatangkan rugi atau untung dalam usahanya.
2. Pure risks, yaitu risiko yang selalu menyebabkan kerugian
Menurut Husein Umar (1998:5) pengertian risiko adalah sebagai berikut : 1. Risiko adalah kesempatan tmbulnya
kerugian
2. Risiko adalah probabilitas timbulnnya kerugian
3. Risiko adalah ketidakpastian
4. Risiko adalah penyimpangan aktual dari yang diharapkan
5. Risiko adalah probabilitas suatu hasil akan berbeda dari yang diharapkan Manajemen risiko adalah suatu system pengawasan risko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko.
Risko perusahaan terbagi dua yaitu : 1. Risiko yang sulit dikendalikan
manajemen perusahaan, seperti risiko kebakaran akibat arus listrik dan penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Perusahaan bisa melindungi dirinya dengan cara membeli asuransi.
2. Risiko yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Risiko ini dapat terjadi misalnya pada saat membangun pabrik baru, meluncurkan produk baru atau membeli perusahaan lain, jika salah meprediksi perusahaan tersebut akan menderita kerugian.
Manajemen risiko yang baik dapat membantu perusahaan menghindari semaksimal mungkin biaya-biaya yan terpaksa harus dikeluarkan, disamping dapat dipertahankannya ketenangan pegawai dalam bekerja.
Menurut Tariqullah Khan dan Habib Ahmed (2008:6) risiko adalah perubahan atau perbedaan hasil yang tidak diharapkan.
Risiko biasa diukur dengan standar deviasi dari hasil historis. Risiko dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara, yaitu: 1. Risiko bisnis yang muncul secara alami
dari aktivitas bisnis yang dijalankan. Risiko bisnis berhubungan denga faktor-faktor yang mempengaruhi pasaran produk.
2. Risiko finansial yang muncul dari kemungkinan kerugian dalam pasar keuangan yaitu akibat adanya perubahan pada variabel-variabel keuangan. Risiko ini biasanya berhubungan dengan leverage dan
risiko dimana kewajiban dan liabilitas tidak bisa dipertemukan dengan aset lancar.
3. Risiko sistematik yang berhubungan dengan keseluruhan pasar dalam perekonomian.
4. Risiko non sistematik yang berhubungan dengan asset atau perusahaan yang spesifik
2.2 Sumber risiko
Hazard menimbulkan kondisi yang
kondusif terhadap bencana yang menimbulkan kerugian dan kerugian adalah penyimpangan yang tidak diharapkan. Kemungkinan kejadian demikianlah yang kita namakan risiko, walaupun ada beberapa overlapping (tumpangtindih) diantara kategori-kategori ini, namun sumber penyebab kerugian dan risiko dapat dikalsifikasikan sebagai :
A. Risiko sosial
Sumber utama risiko adalah masyarakat, artinya tindakan orang-orang menciptakan kejadian yang menyebabkan penyimpangan yang merugikan dari pihak perusahaan. Misalnya dengan berkembangnya toko-toko swalayan maka tokowan menghadapi risiko besarnya pencurian (shopliffing) akan tetapi tidak semua pecurian itu berasal dari pihak luar melainkan juga penggelapan dan penyalahgunaan oleh pegawainya sendiri
B. Risiko fisik
Ada banyak sumber risiko fisik yang sebagiannya adalah fenomena alam dan yang lainnya disebabkan kesalahan manusia.
Misalnya kebakaran adalah penyebab utama cidera, kematian dan kerusakan harta. Kebakaran besar dapat disebabkan oleh alam seperti petir atau oleh penyebab fisik seperti kabel yang cacat atau karena keteledoran manusia C. Risiko ekonomi
Banyak risiko yang dihadapi perusahaan itu bersifat ekonomi, contohnya inflasi, fluktuasi lokal, ketidakstabilan perusahaan individu, dan sebagainya.
2.3 Jenis-jenis risiko yang ditangani manajer risiko
Manajer risiko hanyalah menangani risiko murni bukanlah resiko spekulatif.
Kerugian potensial yang bersifat ekonomi yang harus ditangani manajer risiko dapat dikategorikan atas :
1. Kerugian terhadap harta
2. Tanggung jawab terhadap pihak lain
3. Kerugian personil 2.4 Manajemen Risiko
Manajemen risiko mempunyai arti yang lebih luas, yaitu semua risiko yang terjadi di dalam masyarakat (kerugian harta, jiwa, keuangan, usaha dan lain-lain) ditinjau dari segi manajemen perusahaan.
Manajemen risiko berhubungan erat dengan fungsi perusahaan (fungsi keuangan, fungsi akuntansi, fungsi pemasaran, fungsi produksi, personalia dan fungsi teknik dan pemeliharaan) oleh karena fungsi-fungsi tersebut mengandung banyak risiko dalam mengelola perusahaan, antara lain : A. Risiko hubungannya dengan fungsi
keuangan / finansial
Dalam pengelolaan keuangan perusahaan bisa terjadi penggelapan dan manipulasi dalam pembukuan. Selain daripada itu kerugian lain adalah korupsi secara besar-besaran dalam perusahaan dan kolusi
B. Risiko hubungannya dengan pemasaran
Kerugian yang mungkin terjadi adalah disebabkan kerugian yang ditimbulkan karena penjualan, tuntutan dari pihak pembeli (buyer) karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan faktur pembelian C. Risiko hubungannya dengan
produksi
Dalam proses produksi bisa menciptakan risiko, yaitu produk gagal tidak sesuai dengan desain, mesin macet, pemogokan, buruh-buruh pabrik hingga produksi terhenti. Akibatnya perusahaan menderita kerugian dalam berproduksi
D. Risiko hubungannya dengan
engineering dan pemeliharaan
Dalam berproduksi kepala bagian produksi berusaha agar mesin-mesi berjalan dengan lancar. Bilamana mesin-mesin dalam pabrik terhenti disebabkan kurang baiknya pemeliharaan dan perawatan akan
menciptakan risiko kerugian dalam berproduksi
E. Risiko hubungannya dengan fungsi akuntansi
Bagian akuntansi melaksanakan kegiatan manajemen risiko. Yang kegiatan manajemen risiko yang penting peranannya, yaitu :
a. Berusaha agar karyawan tidak melakukan penggelapan yaitu dengan melakukan pengawasan intern dan audit b. Bagian akuntansi melakukan
penilaian piutang dan mengalokasikan piutang ragu-ragu dan piutang yang dihapuskan.
F. Risiko hubungannya dengan personalia
Bagian personalia mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengelola sumber daya manusia. Sumber daya manusia dapat mempengaruhi proses produksi dalam perusahaan yaitu melalui pemogokan. Sekarang ini buruh-buruh telah membentuk Serikat Pekerja Indonesia (SPI) yang mempunyai kekuatan hukum untuk menuntut hak-hak mereka (naik upah, bonus, dan lain-lain)
2.4 Tujuan yang hendak dicapai dalam manajemen risiko adalah :
1. Mengelola perusahaan untuk mencegah perusahaan dari kegagalan
2. Mengurangi pengeluaran/biaya 3. Menaikkan keuntungan perusahaan 4. Menekan biaya produksi
5. Survival
6. Kedamaian pikiran
7. Menstabilkan pendapatan perusahaan
8. Memperkecil atau meniadakan gangguan operasi perusahaan 9. Melanjutkan pertumbuhan
perusahaan
10. Merumuskan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap karyawan dan masyarakat
Tujuan manajemen risiko harus konsisten dengan tujuan perusahaan
Menurut Mehr dan Hedgea dalam Herman Darmawi (2010:15) tujuan perusahaan adalah :
1. Profit atau layanan yang efisien
2. Good citizenship
3. Kepuasan pribadi
Tujuan manajemen risiko yang dianggap konsisten dengan tujuan umum tersebut dibagi atas :
1. Obyektif yang akan dicapai sesudah terjadinya suatu kerugian (post-lost
objectives), yaitu :
A. Survival
B. Kelanjutan operasi perusahaan C. Stabilitas laba
D. Pertumbuhan
E. Good citizenship dan tanggapan baik dari publik 2. Obyektif yang harus dicapai
sebelum terjadinya sesuatu kerugian (Pre-lost objectives), yaitu :
A. Ekonomi
B. Pencegahan ketegangan syaraf dan kesusahan
C. Good citizenship dan tanggapan baik dari publi
III METODE PENELITIAN
Metode penelitian sebagai sistematika penulisan untuk memudahkan penelitian dan menyelesaikan penulisan, secara umum penulis menggunakan :
1. Studi Literatur
Studi literatur dilakukan dengan membaca buku literatur tentang asuransi dan manajemen risiko, mudah memahami manajemen risiko perusahaan dan manajemen risiko, selain itu penulis melakukan pencarian informasi yang dikumpulkan menjadi data, melalui internet mengenai cara megelola manajemen risiko, apa yang harus dilakukan oleh manajemen risiko
2. Menghimpun Simpulan
Proses analisa telah didapat dan pasti, maka dilakukan pengambilan simpulan dengan cara melihat tujuan yang sudah disusun yaitu melirik bisnis di perdagangan berjangka dan komoditi, sebagai pelaku yang terlibat investor, broker dan perusahaan pialang berjangka.
IV PEMBAHASAN
Untuk mengurangi kerugian yang diperoleh perusahaan maka perlu dibentuk manajer risiko yang fungsinya adalah memanajemen risiko yang dapat diperoleh perusahaan dengan cara : 1. Mengidentifikasikan risiko
Pengidentifikasian risiko itu merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan secara berkesinambungan risiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan, untuk itu diperlukan :
Langkah pertama : suatu checklist
dari pada semua kerugian potensial yang mungkin bisa terjadi pada umumnya pada setiap perusahaan Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam suatu checklist adalah sebagai berikut :
a. Kerugian hak milik (property
losses)
1. Kerugian langsung yang dihubungkan dengan kebutuhan untuk mengganti atau reparasi atau kehilangan harta 2. Kerugian tidak langsung,
seperti keharusan untuk menghancurkan sisa gedung yang rusak akibat kerugian langsung
3. Kerugian pendapatan (net
income), seperti
penghentian kegiatan sementara yang disebabkan oleh suatu kerugian di mana tidak boleh ditempatinya ruangan kerja
b. Kewajiban mengganti kerugian orang lain (liability
losses)
Karena rusaknya hak milik orang lain atau terlukanya orang lain
c. Kerugian personalia (personnel losses)
1. Kerugian bagi perusahaan,karena kematian, cacat, atau mengundurkan dirinya pegawai,langganan atau pemilik
2. Kerugian bagi keluarga pegawai, yang
disebabkan oleh kematian, cacat atau pemberhentian.
Langkah kedua : Untuk menggunakan checklist itu diperlukan suatu pendekatan yang sistematik untuk menentukan mana dari kerugian potensial yang tercantum dalam checklist itu yang dihadapi oleh perusahaan yang sedang dianalisis.
Metode yang dianjurkan untuk dipergunakan adalah sebagai berikut :
1. Questionnaire analisis risiko (risk analysis questionnaire) Metode ini memastikan bahwa informasi yang diperlukan berkenaan dengan harta dan operasi perusahaan tidak ada yang terlupakan
2. Metode laporan keuangan (financial statement method) Dengan menganalisis neraca, laporan laba-rugi dan catatan lain yang mendukungnya, manajer risiko bisa mengidentifikasikan semua risiko yang berkenaan dengan harta, utang dan personalia perusahaan 3. Metode peta-aliran (flow
chart)
Suatu peta aliran menggambarkan seluruh operasi dari perusahaan yang bersangkutan, yang dimulai dari bahan mentah, listrik dan input yang lain-lain pada lokasi supplier dan berakhir dengan produk jadi dalam tangan langganan 4. Inspeksi langsung pada
obyek
Dengan mengamati langsung jalannya operasi, bekerjanya mesin, peralatan, lingkungan kerja, kebiasaan kerja pegawai dan seterusnya, manajer risiko dapat mempelajari lebih banyak dan meyakinkan tentang hazard yang mungkin tidak disadari oleh pekerta ataupun yang mungkin tidak pernah ditemukan dalam laporan tertentu.
5. Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan
Interaksi itu meliputi : A. Untuk memperoleh
pemahaman yang sempurna dari kegiatan suatu bagian mengidentifikasikan kerugian potensial yang ditimbulkan oleh kegiatan itu, maka manajer sering mengunjungi pegawai serta dapat mengadakan tanya jawab langsung dengan pegawai.
B. Laporan lisan atau pun tertulis dari bagian-bagian perusahaan itu, baik atas inisiatif mereka, maupun sebagai laporan rutin yang memberi informasi yang up to date mengenai perkembangan yang relevan.
6. Catatan statistik dari kerugian masa lalu
Pendekatan ini dapat memberikan petunjuk tentang kerugian yang telah lalu dan kerugian mana di antaranya yang sering terjadi.
7. Analisis lingkungan
Lingkungan yang relevan adalah : A. Langganan B. Pemasok C. Saingan D. Undang-undang dan ketentuan-ketentuan lainnya
Dalam menganalisis masing-masing komponen pertimbangan yang penting adalah :
A. Sifat hubungannya B. Keanekaannya C. Kestabilannya
Sebelum menggunakan metode-metode tersebut perlu ditekankan tiga hal berikut :
Pertama : masing-masing metode
itu saling melengkapi. Oleh karena itu jangan percaya pada hasil satu metode saja
Kedua : risiko yang dihadapi
mungkin berubah-ubah dari waktu
ke waktu. Oleh karena itu pengidentifikasian risiko merupakan suatu proses yang berkesinambungan
Ketiga : gap yang mungkin
terdapat dalam checklist sebaiknya dikoreksi
Manajer risiko seharusnya menjalankan sendiri kedua langkah itu, kalau tidak ia harus percaya pada jasa agen asuransi, broker atau konsultan.
Checklist dapat diterbitkan oleh perusahaan asuransi, badan penerbitan asuransi, asosiasi manajemen Amerika (AMA),ikatan manajemen risiko dan asuransi. 2. Pengukuran risiko
Informasi yang diperlukan berkenaan dengan dua dimensi risiko yang perlu diukur, yaitu :
1. Frekuensi atau jumlah kerugian yang akan terjadi
2. Keparahan dari kerugian itu
Dari masing-masing dimensi itu, yang ingin diketahui ialah :
1. Rata-rata nilainya dalam periode anggaran
2. Variasi nilai itu, dari satu periode anggaran ke periode anggaran sebelumnya dan berikutnya
3. Dampak keseluruhan dari kerugian-kerugian itu jika seandainya kerugian itu ditanggung sendiri, harus dimasukkan dalam analisis, jika tidak hanya nilainya dalam rupiah saja
3. Pengendalian Risiko
Ada beberapa macam cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko yang mungkin terjadi dengan cara :
1. Pengendalian risiko / risk control A. Menghindari risiko
a. Menolak memiliki, menerima atau melaksanakan kegiatan itu walaupun hanya untuk sementara
b. Menyerahkan kembali risiko yang terlanjur diterima atau segera menghentikan kegiatan begitu kemudian diketahui mengandung risiko, jadi
menghindari risiko berarti juga menghilangkan risiko itu.
Misalnya dalam mengendarai mobil dalam musim hujan kecepatan kendaraan dibatasi (±60km/jam)
B. Pemisahan risiko
Risiko yang mungkin terjadi kita pisahkan untuk memperkecil kerugian. Misalnya satu perusahaan taxi yang memiliki 200 taxi, untuk menghindari/mengurangi risiko kerugian, pooling taxi yang bersangkutan tidak ditempatkan dalam satu pol, dipencar-pencar mejadi empat pooling (pool A,B,C,D), bila 50 unit mobil rusak, pada pool A (terbakar) sedangkan pool yang lainnya aman.
C. Mengendalikan risiko/kerugian Pengendalian kerugian dapa dilakukan dengan beberapa cara antara lain :
a. Memperkecil chance
(kans) untuk terjadinya kerugian, dengan cara pengawasan mutu (quality
control). Contoh lain ialah
dengan membangun pabrik tahan api untuk menghindari kebakaran b. Mengurangi keparahan
atas kerugian bila kerugian sesungguhnya tidak dapat dihindarkan c. Dengan menjalankan pencegahan kerugian (preventive) d. Tindakan mengurangi kerugian D. Pemindahan risiko
Pemindahan risiko dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :
a. Memindahkan
kerugian/risiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain (perusahaan asuransi).
Misalkan
mengasuransikan mobil, rumah, pabrik kepada perusahaan asuransi kerugian atau dengan cara reasuransi ( pertanggungan ulang)
b. Risiko itu sendiri yang dipindahkan
Pada kasus persewaan gedung, penyewa mungkin sanggup mengalihkan kepada pemilik berkenaan tanggung jawab kerusakan gedung karena kealpaan sipenghuni
c. Suatu risk financing transfer menciptakan suatu lost exposure untuk
transferee. Pembatalan oleh transferee dapat dipandang sebagai cara dalam risk control transfer.
Dengan pemindahan risiko dilakukan secara juridis (perjanjian) serta jelas ojek yang aka dipertanggungkan tersebut.
2. Membiayai risiko/risk financing A. Pemindahan risiko yaitu
dengan membeli asuransi/pertanggungan B. Menanggung sendiri risiko
(retensi) yaitu dengan membentuk cadangan dalam perusahaan untuk mennghadapi kerugian yang bakal terjadi
3. Analisis kerugian A. Identifikasi kerugian
Kerugian yang dapat dialami oleh perusahaan terdiri dari : a. Kerugian yang terjadi
pada waktu mengangkut barang-barang di darat atau di laut. b. Ketidakjujuran pegawai c. Kegagalan dalam pemenuhan kontrak d. Pemogokan e. Kebakaran B. Analisis kerugian
Cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan kerugian yani :
a. Mengurangi atau memperkecil kerugian (reducing of lost)
b. Mengurangi biaya-biaya (cost) yang menyangkut dengan pertanggungan tersebut (reduction cost of
Untuk mengatasi kerugian yang dapat dialami perusahaan dapat dilakukan dengan cara : a. Kerugian yang terjadi
pada waktu mengangkut barang-barang di darat atau di laut dapat diatasi dengan cara asuransi pengangkutan
b. Ketidakjujuran pegawai (korupsi, penggelapan) dapat diatasi dengan cara evaluasi perperiode tertentu dan dilakukan audit secara berkala c. Kegagalan dalam
pemenuhan kontrak dapat dilakukan dengan cara memindahkan kerugian tersebut kepada perusahaan asuransi d. Pemogokan dapat diatasi
dengan cara membentuk serikat pekerja sehingga dapat diperoleh kesepakatan antara pekerja dengan manajemen untuk menghindari terjadinya ketidakpuasan antara pihak pekerja dan perusahaan sehingga pemogokan dapat dihindari.
e. Kebakaran dapat diatasi dengan cara membuat gedung yang tahan terhadap api dan tidak mudah terbakar.
4. Analisis hazard
Hazard adalah suatu keadaan yang
menambah kemungkina terjadinya
peril (kerugian).
Hazard dapat kita bagi menjadi
empat yaitu :
A. Physical hazard yaitu hazard yang berbentuk fisik dari suatu objek yang dapat memperbesar kemungkinaan terjadinya suatu
peril (kerugian) ataupun memperbesar terjadinya suatu kerugian misalnya kerusakan secara fisik karena terbakar, tabrakan, dan sebagainya. B. Moral hazard yaitu hazard
yang menyangkut diri seseorang dan mengandung
unsur subjektif, misalnya dengan sengaja menabrakkan mobil kepohon, agar bisa mendapat ganti kerugian. C. Morale hazard yaitu pada
dasarnya setiap orang tidak menginginkan terjadinya suatu kerugian akan tetapi karena merasa bahwa ia telah memperoleh jaminan baik atas diri maupun harta miliknya, maka seringkali menimbulkan kecerobohan atau kurang hati-hati.
Misalnya seseorang yang memiliki mobil dan ia telah mengasuransikannya karena merasa mobilnya telah diasuransikan maka seringkali sikapnya kurang hati-hati. D. Legal hazard, seringkali
berdasarkan peraturan ataupun perundang-undangan yang bertujuan melindungi masyarakat justru diabaikan atau pun kurang diperhatikan sehingga dapa memperbesar terjadinya peril (kerugian) Misalnya adanya keharusan asuransi kecelakaan kerja untuk para karyawan perusahaan yang relatif besar karena sudah memunuhi hal tersebut maka kewajiban-kewajiban hukum lainnya seperti keselamatan kerja, jam kerja kontinyu sering diabaikan.
5. Menentukan kelayakan ekonomis A. Analisis cost
Biaya-biaya uang bersifat ekonomi karena menanggung risiko atau ketidakpastian dapat dibagi atas :
a. Biaya-biaya dari kerugian yang tidak diharapkan Biaya dari kerugian yang tidak diharapkan terhadap suatu unit ekonomi dan dalam keadaan tertentu terhadap masyarakat, mudah diketahui, tetapi biaya yang paling penting sehubungan dengan ketidakpastian itu sendiri kurang mendapat perhatian.
Contohnya kebakaran menghancurkan suatu gedung, konsumen yang sakit karena memakan sesuatu produk perusahaan, hancurnya perusahaan karena terjadi peledakan dan lain sebagainya.
b. Biaya-biaya dari ketidakpastian itu sendiri Pada umumnya orang tidak menyukai kerugian maupun ketidakpastian, karena hal ini akan menimbulkan perasaan tidak aman serta gelisah dan selanjutnya perasaan khawatir, bila perasaan ini cukup besar maka mereka akan mencurahkan perhatiannya kepada masalah itu.
Contohnya orang yang meragukan kemampuan penghasilannya untuk membiayai kebutuhan hidupnya dimasa depan, mungkin mulai membuat program tabungan. Bahkan ada yang sebaliknya yaitu karena selalu berada dalam keadaan ketidakpastian , tidak tahu lagi apa yang mau diperbuatnya karena demikian gelisahnya sampai ada yang mengakhiri
kegelisahannya dengan jalan bunuh diri.
B. Benefit analisis
Dalam membandingkan manfaat pengendalian kerugian dengan biayanya,maka timbul dua persoalan yaitu :
a. Karena manfaat biasanya tidak pasti, maka benefit itu harus dikalikan dengan probabilitas manfaat itu akan terjadi.
b. Baik manfaat (benefit) maupun biaya bisa disebarkan pada biaya untuk beberapa tahun Akibatnya orang akan membandingkan present value dari expected costs.
V SIMPULAN
1. Diperlukan komunikasi dua arah antara manajer risiko dan manajer-manajer lainnya dalam suatu perusahaan untuk menyalurkan informasi yang berkenaan dengan risiko sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan efisien 2. Risiko dihubungkan dengan
kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan atau tidak terduga yang disebabkan karena :
A. Jarak waktu dimulai perencanaan atas kegiatan sampai kegiatan itu berakhir, makin panjang jarak waktu makin besar ketidakpastiannya. B. Keterbatasan tersedianya
informasi yang diperlukan C. Keterbatasan
pengetahuan/keterampilan/tekh nik menngambil keputusan 3. Risiko tidak dapat dihindari tetapi
hanya dapat diminimalkan yaitu dengan cara membuat manajer
risko yang
bertugasuntukmeminimakan rsiko yang dapat dialami oleh perusahaan yaitu dengan cara mengasuransikan kemungkinan resiko yang mungkin terjadi, membuat cadangan sendiri dalam perusahaan untuk menanggung risiko yang tidak tertanggung oleh perusahaan asuransi
DAFTAR PUSTAKA
Darmawi, Herman. 2008. Manajemen Risiko. PT Bumi Aksara:Jakarta Khan, Tariqullah dan Ahmed, Habib. 2008.
Manajemen Risiko Lembaga Keuangan Syariah. Bumi Aksara:Jakarta
Kountur, Ronny. 2008. Mudah Memahami Manajemen Risiko Perusahaan. PPM: Jakarta
Salim, Abbas. 2007. Asuransi dan Manajemen Risiko. PT Raja Grafindo Persada:Jakarta
Umar, Husein. 1998. Manajemen Risiko Bisnis Pendekatan Finansial dan Non Finansial. PT Gramedia Pustaka Utama:Jakarta