BAB III
TEORI PENUNJANG
3.1 Desain produk
3.1.1 Pengertian Desain Produk
Desain produk dapat didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan konsep, pengujian dan pelaksanaan manufaktur (objek fisik) atau jasa. Desainer produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui produk dalam pendekatan yang lebih sistematis. Peran seorang desainer produk meliputi berbagai karakteristik manajer pemasaran, manajer produk, industri dan desain insinyur perancang.
Istilah ini kadang-kadang membingungkan dengan desain industri, yang mendefinisikan bidang spektrum yang lebih luas kegiatan desain, layanan seperti desain, desain sistem, desain interaksi serta peran design. Produk perancang menggabungkan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan barang-barang tiga dimensi. Peran yang berubah ini telah difasilitasi oleh perangkat digital yang memungkinkan para desainer untuk berkomunikasi, memvisualisasikan dan menganalisa ide-ide dalam suatu cara yang akan diambil tenaga kerja lebih besar di masa lalu.
Desainer produk dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk membawa produk dari konsepsi ke pasar. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengelola proyek desain, dan subkontrak daerah untuk sektor lain dalam industri desain. Estetika dianggap penting dalam Desain Produk tapi desainer juga menangani aspek-aspek penting termasuk teknologi, ergonomi, kegunaan, stres bahan analisis dan rekayasa.1
1
rizqi toyibullah, “Pengertian Desain Produk,”
http://rizqitoyiblogger.blogspot.com/2013/07/pengertian-desain-produk.html, Diakses pada hari Rabu, 03 Juli 2013
3.2 Layout
3.2.1. Pengertian Layout / Tata Letak
Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemenelemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll) menjadikan komunikasi visual yang komunikatif, estetik dan menarik. Di sini diperlukan pertimbangan ketika sedang mendesain suatu infomasi yang seefektif mungkin. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.
3.2.2 Prinsip-prinsip yang Berhubungan dengan Layout
1. Kesederhanaan
Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan daya tangkap rata-rata manusia di dalam menerima informasi. Secara insting manusia menginginkan kesederhanaan dalam menerima informasi. Namun dalam penyederhanaan juga harus memperhatikan segmen kepada siapa informasi itu akan disampaikan.
2. Kontras
Amat diperlukan guna menarik perhatian, memberi penekanan terhadap elemen atau pesan yang ingin disampaikan. Berikut ini tips yang dapat menarik perhatian terhadap pesan yang akan disampaikan, yaitu menggunakan style bold dan italic pada body teks, memilihkan huruf display yang lebih atraktif, gunakan kontras warna, ada tekstur dalam latar belakang, memperbesar bagian tertentu yang ingin ditonjolkan. 3. Keseimbangan
Suatu hal yang amat penting dalam penyampaian suatu informasi. Keseimbangan dapat merupakan keseimbangan yang formal, dengan susunan yang simetris. Susunan yang simetris mampu memberi kesan yang formal, seimabang, dapat dipercaya dan mapan. Sebaliknya susunan yang asimetris sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu dinamika, energi serta pesan yang tidak formal.
4. Keharmonisan
Maksud dari harmoni ialah memiliki keselarasan antara satu elemen dengan elemen grafis yang lain. Harmoni dapat diwujudkan dalam 2 bentuk, yaitu:
a. Harmoni dari segi bentuk
Harmoni yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian dalam penempatan elemen grafis. Hal itu dapat dilihat dari segi bentuk dan ukurannya apakah itu kartu nama, stiker, poster dan sebagainya. Pemilihan bentuk huruf juga memiliki peranan yang penting sebagaimana untuk tujuan apa desain itu dibuat.
b. Harmoni dari segi warna
Warna memiliki pengaruh yang amat besar, karena tiap-tiap warna memiliki sifatnya masing-masing, seperti merah yang memiliki arti berani, biru yang memiliki kesan tenang dan lain sebagainya. Lihat kembali tujuan dari desain yang telah dibuat, karena ketepatan dalam memilih warna dapat membuat informasi yang didalamnya menjadi lebih efektif. 5. Stressing
Dalam pengertian bahasanya disebut sebagai sebuah penekanan, memiliki fungsi untuk memberikan titik-titik tertentu yang memperoleh fokus perhatian. Streesing lebih mengarah kepada titik perhatian atau eye catching dalam suatu publikasi. Pada sebuah karya grafis memungkinkan adanya lebih dari satu stressing, namun harus dibedakan mana yang akan dijadikan fokus utama agar tidak mengesankan berebut perhatian yang akhirnya membuat pesan didalamnya menjadi tidak efektif.
3.2.3 Grid pada Layout 1. Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.
2. The Golden Section
Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377.
3. The symetrical grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2:3.
3.2.4 Mengorganisir Layout
Layout yang baik, mudah untuk mengikuti dan memberikan fokus jelas kepada khalayak untuk membantu agar mudah menemukan cara mereka melalui publikasi, presentasi, atau halaman web. Mengatur dan menekankan informasi Anda untuk membuat pesan Anda sebagai jelas mungkin. Memutuskan apa yang ingin pembaca untuk melihat atau membaca posisi pertama dan itu yang sesuai, kemudian memutuskan apa yang ingin pembaca untuk membaca atau melihat berikutnya. Kualitas tata letak Anda menentukan seberapa cepat pembaca Anda akan diarahkan melalui publikasi cepat dan bagaimana mereka akan dapat membacanya. Pedoman untuk Mengorganisir Layouts:
1. Menggunakan berbagai jenis ukuran untuk berbagai elemen. 2. Membentuk suatu hirarki dari jenis ukuran untuk utama, subheads, teks, dan lain-lain sesuai dengan format.
3. Semua format utama sama, semua teks harus diformat sama, dll
4. Membuat elemen yang paling pentingagar khalayak bisa menemukan hal yang besar pada hal-hal yang kecil.
5. Menggunakan rules (baris) untuk memisahkan informasi ke dalam grup.
6. Menggunakan berbagai jenisketebalan font.
7. Gunakan spasi kosong untuk tujuan desain dalam publikasi. 8. Informasi posisi penting di sudut kiri atas. Di sudut kiri atas biasanya membaca terlebih dahulu. Menempatkan kotak sekitar informasi penting.
9. Berikan bullet pada item-item yang penting.
10. Gunakan warna kebalikan (jenis putih pada latar belakang gelap) untuk memisahkan atau menekankan.2
3.3 Typografi
Latar belakang typografi atau ilmu tentang huruf dimulai sejak usaha manusia berusaha menuangkan pesan –pesan yang ingin disampaikan kepada orang melaluit tulisan. Oleh karena itu Typografi dapat diartikan suatu proses seni didalam menyusun bahan publikasi dengan menggunakan huruf cetak.
3.3.1 Tanda-tanda tulisan dapat dibedakan menjadi dua kelompok
1. Piktografi, atau tulisan berupa gambar ( picturewriting ). Tulisan model ini menggambarkan objek –objek tertentu .Misalnya binatang kijang, harimau, burung, manusia raja, manusia biasa laki-laki, perempuan, dsb.
2 Lukmanul Hakim, “Tata Letak (Layout)”
http://loekmanulkim.wordpress.com/2012/03/19/tata-letak-layout/. Diakses pada Maret 19, 2012
2. Ideografi,atau tulisan yang mengungkapkan gagasan ( ideawriting) .Yang dituangkan disini lebih dari satu gambar, dan itu mempunayi nilai simbolik.
3.3.2 Pengelompokan Huruf
1. Pengelompokan Menurut kaitnya a. Huruf Serif
Huruf serif memiliki garis-garis kecil yang disebut Counterstroke pada ujung hampir semua letter. Garis-garis kecil itu posisinya berdiri horizontal terhadap badan huruf.
Huruf serif ini dikenal lebih legible dan readable karena garis -garis horizontal pada masing-masing kaki huruf itu membantu menuntun pandangan mata pembaca pada bars teks yang tengah dibacanya.
Contoh :
•
Times New RomanABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
•
Bodoni MTABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
b. Huruf Sans Serif
Huruf Sans Serif adalah huruf yang tanpa serif (Garis Kait), dimana dalam bahasa perancis Sans artinya tanpa. Jenis huruf ini muncul belakangan kira-kira di akhir abad 19 dan termasuk di antara karya para seniman modernist.Huruf tanpa kait ini memiliki sifat yang streamline, fungsional, kontemporer.
Contoh :
•
ArialAbcdefghijklmnopqrstuvwxyz
•
TahomaABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
2. Pengelompokan Sesuai Kemiripan Anatominya
a.
Huruf RomanJenis huruf ini memiliki ciri ketebalan huruf yang tidak sama. Ada bagian yang di buat lebih tebal, sedangkan bagian lainnya lebih tipis.
Contoh :
A
( Arial )A
( Bernard MT Condensed )A
( Broadway BT)
A
( Elephant )b.
Huruf GothicJenis huruf ini memiliki bagian-bagian yang sama tebalnya baik pada bagian yang lurus maupun lengkung, stok maupun bar.
Contoh :
Arial
Courier
Franklin Gothic Book
c.
Huruf TextHuruf text adalah huruf yang memiliki ketebalan garis- garis yang ringan serta tidak memiliki wajah yang terlalu besar. Sebagaimana nama kelompoknya, jenis huruf ini dipergunakan untuk body teks.Dari keseluruhan jenis typeface yang ada, jenis ini yang paling banyak karna penggunaannya pun paling banyak dalam pekerjaan grafis dan penerbitan.
Contoh :
•
Century SchoolbookABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
•
Gill Sans MTABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
d.
Huruf BlockHuruf Blok adalah huruf yang huruf yang memiliki stroke sangat mencolok. biasanya dipergunakan untuk penulisan judul, sebagai huruf display, dan tidak tepat sebagai huruf teks. Selain ketebalannya, jenis huruf ini seringkali menonjolkan sifat artistik dan unik.Selain berupa typeface yang spesific, yang tergolong jenis ini juga anggota family dengan predikat heavy, bold, maupun extra bold.
Contoh :
Eras Bold ITC
Gill Sans Ultra Bold
Blackoak Std
e.
Huruf ScriptJenis huruf ini di ambil dari corak tulisan tangan .Namun pada perkembangannya tidak semua tipe tulisan tangan termasuk script, karena kelompok ini berkembang secara lebih luas menjadi Freehand dengan berbagai macam coraknya. Contoh :
Brush Script Std
Blackadder ITC
Kunstler Script
Staccato222BT
Lucida Calligraphy
f.
Huruf ItalicHuruf italic adalah huruf yang Strokes-nya tidak berdiri tegak, melainkan memiliki derajat kemiringan ke kanan. Selain istilah Italic, di dalam typografi juga di kenal istilah Oblique ( bahasa perancis ). Selain Italic yang sekarang kita kenal sebagai pilihan style dari
suatu font
family, ada typeface yang memang di desain sebagi huruf yang berbentuk miring.3Contoh :
•
Eras Demi ITCABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
3
•
VTCKomixationSCBoldItalicABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
• Lucida Sans Typewriter
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
3.4 WarnaGambar 3.4 Colour Wheel
( Sumber : http://hdwallres.com/wallpaperhdpc/dark-colour-wheel-
wallpaper.html/dark-colour-wheel-wallpaper )
Pada abad ke -15 ,lama sebelum para ilmuwan memperkenalkan warna, Leonardo The Vinci menemukan warna utama yang fundamental yang kadang-kadang di sebut warna utama psikologis, yaitu merah, kuning, hijau, biru, hitam, dan putih.
Menurut Marian L.David dalam bukunya Visual Design in Dress (1987:119), menggolongkan warna menjadi dua, yaitu warna eksternal
dan internal .Warna eksternal adalah warna yang bersifat fisika dan faali, sedangkan warna internal adalah warna sebagai persepsi manusia ,cara manusia melihat warna kemudian mengolahnya di otak dan cara mengekspresikannya.4
Berikut ini adalah gambaran beberapa warna yang mempunyai nilai perlambangan secara umum.
a. Merah
Dari semua warna,merah adalah warna terkuat dan paling menarik perhatian ,bersifat agresif lambang primitif. Warna ini diasosiasikan sebagai darah, marah, berani, seks, bahaya, kekuatan, kejantanan, cinta, kebahagiaan.
b. Merah keunguan
Warna merah keunguan mempunyai karakteristik mulia, agung, kaya, bangga(sombong), dan mengesankan. Lambang Serta asosiasinya merupakan kombinasi warna merah dan biru. sifatnya juga merupakan kombinasi dari kedua warna tersebut. Warna ini disukai oleh raja –raja zaman lampau.
c. Ungu
Karakter warna ini adalah sejuk ,negatif, mundur, hampir sama dengan biru tetapi lebih tenggelam dan khidmat, mempunyai karakter murung dan menyerah. Warna ini melambangkan duka cita, kontemplatif, suci, lambang agama.
4
W.A ,Darmaprawira,Sulasmi, 2002.Warna: teori dan kreativitas penggunaannya ed ke-2, Bandung: ITB, Hlm 30
d. Biru
Warna ini mempunyai karakter sejuk, pasif, tenang,dan damai.Geothe menyebutkan sebagai warna yang mempesona, spiritual, monoteis, kesepian, saatini memikirkan masa lalu dan masa mendatang.Biru merupakan warna perspektif, menarik kita kepada kesendirian, dingin,membuat jarak, dan tepisah. Biru melambangkan kesucian harapan dan kedamaian.
e. Hijau
Warna hijau mempunyai karakter yang hampir sama dengan biru .Dibandingkan dengan warna lain, warnabiru relatif lebih netral. Pengaruh terhadap emosi hampir mendekati pasif; lebih bersifat istirahat.Hijau melambangkan perenungan, kepercayaan (agama) , dan keabadian.
f. Kuning
Warna kuning adalah kumpulan dua fenomena penting adalam kehidupan manusia, yaitu kehidupan yang diberiakn oleh matahari di angkasa dan emas sebagai kekayaan bumi. Kuning adalah warna cerah, karna itu serig di lambangkan sebagai kesenangan atau kelincahan.
g. Putih
Warna putih memiliki karakter positif, merangsang, cemerlang, ringan, dan sederhana. Putih melambangkan kesucian, polos, jujur, dan murni.
h. Abu-abu
Bermacam-macam warna bu-abu dengan berbagai tingkatan melambangkan ketenangan, sopan, dan sederhana. Karna itu, warna abu-abu sering melambangkan orang yang telah berumur dengan kepasifannya, sabar, dan rendah hati.
i. Hitam
Warna hitam melambangkan kegelapan dan ketidakhadiran cahaya. Hitam menandakan kekuatan yang gelap, lambang misteri , warna malam, dan selalu diindikasikan dengan kebalikan dari sifat warna putih atau berlawanan dengan cahaya terang.5
5
W.A ,Darmaprawira,Sulasmi, 2002.Warna: teori dan kreativitas penggunaannya ed ke-2, Bandung: ITB, Hlm 45-47