• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERBANDINGAN BOK DAN NILAI WAKTU BEBERAPA JENIS MODA PERKOTAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PERBANDINGAN BOK DAN NILAI WAKTU BEBERAPA JENIS MODA PERKOTAAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERBANDINGAN BOK DAN NILAI WAKTU

BEBERAPA JENIS MODA PERKOTAAN

Nindyo Cahyo Kresnanto

Program Magister Teknik Sipil Universitas Janabadra

Jalan Tentara Rakyat Mataram 57 Yogyakarta Telp: (0274) 543676

[email protected]

Abstract

Selection of the use of modes of transportation to travel from origin to destination is influenced by various factors. Factors to be considered include the travel time, speed, vehicle operating cost (VOC) and the value of travel time. To estimate what will be the mode selected by the user to travel, this study discusses the comparative analysis of travel time, speed and cost of multiple modes of transportation (bicycles, motorcycles, private cars and public transport).

This research was conducted in the Urban Area of Yogyakarta with its point of origin is "Demakijo" and the destination point is the Gajah Mada University roundabout. Measurement of the travel time and travel speed using Floating Car Method, namely by following the pace of any vehicle surveyed the roads. Secondary data as a matter of calculation, obtained from agencies associated with this research. Analysis of Vehicle Operating Costs (VOC) in this study using the Pacific Consultants International (PCI) Methode and other formulas from previous published studies. As for the analysis of the value of time for each user type of vehicles using methods developed from the Income Approach, adapted from previous research and has been adapted to the aspect of time and place at the time of this study.

The results showed that VOC's bike is Rp. 70.09, VOC's car Rp. 2533.55, VOC for motorcycle is Rp. 1108.51 and VOC for buses is Rp 1172.32. In addition to VOC count of this study also calculate the value of travel time each user modes namely motorcycles: Rp. 1305.70, car: Rp. 3852.70, users of public transport and non-motorized vehicles: Rp. 902.08. For public transport users, the rate used as a comparison.

Keywords: comparison, VOC, Value Time

Abstrak

Pemilihan penggunaan moda transportasi untuk melakukan perjalanan dari tempat asal ke tempat tujuan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang dipertimbangkan antara lain adalah waktu perjalanan, kecepatan, biaya operasi kendaraan (BOK) dan nilai waktu perjalanan. Untuk memperkirakan moda apa yang akan dipilih oleh pengguna dalam melakukan perjalanan, penelitian ini akan membahas tentang analisis perbandingan waktu tempuh, kecepatan dan biaya transportasi beberapa moda, yaitu moda sepeda, sepeda motor, mobil pribadi, dan angkutan umum.

Penelitian ini dilakukan di kawasan di Perkotaan Yogyakarta dengan titik asal di Demakijo dan titik tujuan di Bundaran Universitas Gajahmada). Pengukuran waktu tempuh dan kecepatan perjalanan menggunakan metode Floating Car Method yaitu dengan cara mengikuti dari laju setiap kendaraan yang disurvei pada ruas jalan. Data sekunder sebagai bahan untuk perhitungan, didapatkan dari instansi-instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisis hitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dalam penelitian ini menggunakan metode Pasific Consultant International (PCI) dan formula hitungan dari penelitian terkait yang pernah ada. Sedangkan untuk analisis hitungan nilai waktu bagi setiap pengguna jenis kendaraan menggunakan metode pengembangan Income approach, yang disadur dari penelitian terdahulu disesuaikan dengan aspek waktu dan tempat dilakukannya penelitian.

(2)

Diperoleh hasil penelitian bahwa hasil hitungan BOK adalah sepeda Rp. 70,09, mobil Rp. 2.533,55, sepeda motor Rp. 1.108,51 dan bus Rp 1.172,32. Selain hitungan BOK penelitian ini juga menghitung besaran nilai waktu perjalanan masing-masing pengguna kendaraan dengan hasil sebagai berikut: pengguna sepeda motor Rp. 1.305,70, mobil Rp. 3.852,70, pengguna angkutan umum dan kendaraan tidak bermotor Rp. 902,08.

Kata kunci: Perbandingan, BOK, Nilai Waktu

PENDAHULUAN

Beberapa moda transportasi darat yang banyak digunakan untuk mendukung aktivitas dan meningkatkan produktifitas dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, cepat, murah dan mudah adalah kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat dan angkutan umum seperti bus, mikrolet dan lain sebagainya. Daerah Istimewa Yogyakarta yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa, kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat lebih banyak dipilih dengan alasan lebih ekonomis dan efisien. Kondisi tersebut yang menjadikan alasan untuk pemilihan moda transaportasi yang tidak lepas dari berbagai pertimbangan aspek (kriteria-krteria) yang menyangkut kelancaran perjalanan moda transportasi dari tempat asal ke tempat tujuan. Pertimbangan aspek (kriteria-kriteria) transportasi yang dimaksud diantaranya adalah BOK, waktu tempuh perjalanan, kecepatan perjalanan dan frekuensi. Selain itu pemilihan moda transportasi di Yogyakarta menawarkan berbagai alternatif, berbagai jenis alternatif tersebut antara lain adalah sepeda, sepeda motor, mobil dan angkutan umum jenis bus regular maupun jenis bus Trans Jogja. Dari berbagai jenis alternatif moda tersebut, penelitian ini akan membahas tentang perbandingan biaya transportasi beberapa moda di Yogyakarta berdasarkan masing-masing kriteria.

Lokasi penelitian ini berada di dalam wilayah Kota Yogyakarta (ring road) dengan titik asal Demakijo dan titik tujuan Bundaran UGM (panjang rute adalah 5,98 km). Tujuan penelitian adalah menghitung dan membandingkan BOK dan nilai waktu perjalanan beberapa tipe moda (sepeda, sepeda motor, mobil pribadi). Beberapa batasan yang dilakukan adalah tidak mempertimbangkan kondisi fisik jalan seperti geometri jalan, kondisi jalan, jenis perkerasan, kelandaian jalan, dan kondisi lalu lintas. Penelitian ini dilakukan pada hari kerja normal serta waktu tempuh jalan kaki ke halte maupun ke tempat tujuan diabaikan.

TINJAUAN PUSTAKA Biaya Transportasi

Menurut Tamin, OZ. (1997) prinsip dalam menentukan biaya transportasi biasanya adalah biaya yang dihubungkan dengan biaya yang harus ditanggung oleh seorang atau sekelompok orang. Jika menggunakan sarana transportasi pribadi, untuk menentukan biaya transportasi dapat ditentukan dengan melakukan analisis BOK yang digunakan. BOK didefinisikan sebagai biaya yang secara ekonomi terjadi dengan sendirinya satu kendaraan pada kondisi normal untuk suatu tujuan tertentu.

Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Jalan Perkotaan

BOK adalah biaya total yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan pada kondisi lalu lintas dan jalan untuk suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh (Departemen Pekerjaan Umum 2005). Metode yang akan dipakai untuk mendapatkan nilai BOK - berdasarkan metode Pasific Consultant Internasional (PCI).

(3)

Perhitungan Kehilangan Nilai Waktu

Nilai waktu adalah sejumlah uang yang disediakan seseorang untuk dikeluarkan (atau dihemat) untuk menghemat satu unit waktu perjalanan (Tamin 2008). Perhitungan nilai waktu dalam penelitian ini menggunakan Nilai Waktu Dasar seperti pada tabel 1.

Tabel 1 Nilai Waktu Dasar Setiap Golongan Kendaraan

Rujukan Nilai waktu (Rp/jam/kendaraan)

Gol I Gol IIA Gol IIB

PT Jasa Marga (1990-1996) 12.287 18.534 13.768

Padalarang-Cileunyi (1996) 3.385-5.425 3.827-38.344 5.716

Semarang (1996) 3.411-6.221 14.541 1.506

PCI (original, 1979) 1.341 3.827 3.152

JIUTR northern extension (PCI, 1989) 7.067 14.670 3.659

Surabaya-Mojokerto (JICA, 1991) 8.880 7.960 7.980

Sumber: (LAPI-ITB 1997)

Nilai Waktu pada suatu daerah dapat dihitung dengan memilih nilai waktu yang terbesar diantara Nilai Waktu Dasar (basic value of time) pada tabel 1 yang dikoreksi menurut tingkat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut seperti terlihat pada tabel 2, dengan Nilai Waktu Minimum pada tabel 3 melalui persamaan:

NW = Maksimum [(k x NWD),NWM] ... (1) NW = Nilai Waktu (Rp./jam/kendaraan)

k = faktor koreksi sesuai tingkat pendapatan daerah (PDRB) perkapita (Tabel 2)

NWD = Nilai Waktu Dasar (Rp./jam/kendaraan), (Tabel 1)

NWM = Nilai Waktu Minimum (Rp./jam/kendaraan), (Tabel 3)

Tabel 2 Nilai Koreksi k

Lokasi PDRB (juta rupiah) Jumlah penduduk PDRB per kapita (juta rupiah) Nilai koreksi (k) DKI Jakarta 60.638.217,00 9.113.000 6,65 1,00 Jawa Barat 60.940.114,00 39.207.000 1,55 0,23 Kodya bandung 6.097.380,00 2.356.120 2,59 0,39 Jawa Tengah 39.125.322,52 29.653.000 1,32 0,20 Kodya Semarang 4.682.001,84 1.346.352 3,48 0,52 Jawa Timur 57.047.812,41 33.844.000 1,69 0,25 Kodya Surabaya 13.231.986,49 2.694.554 4,91 0,74 Sumatera Utara 21.802.507,84 11.115.000 1,96 0,29 Kodya Medan 5.478.923,73 1.800.000 3,04 0,46 Sumber: (LAPI-ITB 1997)

Tabel 3 Nilai Waktu Minimum (rupiah/jam/kendaraan)

No. Kabupaten/ Kodya

Jasa Marga JIUTR

Gol. I Gol. IIA Gol. IIB Gol. I Gol. IIA Gol. IIB 1 DKI-Jakarta 8.200 12.369 9.188 8.200 17.022 4.246 2 Selain DKI-Jakarta 6.000 9.051 6.723 6.000 12.455 3.107 Sumber: (LAPI-ITB 1997)

(4)

Kecepatan dinyatakan sebagai laju dari suatu pergerakan kendaraan dihitung dalam jarak persatuan waktu (km/jam) (F.D Hobbs, 1995). Pada umumnya kecepatan dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut:

1. Kecepatan setempat (Spot Speed), yaitu kecepatan kendaraan pada suatu saat diukur dari suatu tempat yang ditentukan.

2. Kecepatan bergerak (Running Speed), yaitu kecepatan kendaraan rata-rata pada suatu jalur pada saat kendaraan bergerak dan didapat dengan membagi panjang jalur dibagi dengan lama waktu kendaraan bergerak menempuh jalur tersebut.

3. Kecepatan perjalanan (Jouney Speed), yaitu kecepatan efektif kendaraan yang sedang dalam perjalanan antara dua tempat dan merupakan jarak antara dua tempat dibagi dengan lama waktu kendaraan menyelesaikan perjalanan antara dua tempat tersebut. MKJI menggunakan kecepatan tempuh sebagai ukuran utama kinerja segmen jalan. Kecepatan tempuh merupakan kecepatan rata-rata (km/jam) arus lalu lintas dari panjang ruas jalan dibagi waktu tempuh rata-rata kendaraan yang melalui segmen jalan tersebut. (MKJI 1997). Kecepatan tempuh merupakan kecepatan rata-rata dari perhitungan lalu lintas yang dihitung berdasarkan panjang segmen jalan dibagi dengan waktu tempuh rata-rata kendaraan dalam melintasinya (HCM, 1994).

Pemilihan Moda Angkutan

Tamin (1997), menyatakan bahwa secara sederhana pemilihan moda berkaitan dengan pemilihan jenis transportasi yang digunakan. Pilihan pertama biasanya berjalan kaki atau menggunakan kendaraan pribadi. Jika menggunakan kendaraan, pilihannya adalah kendaraan pribadi (sepeda, sepeda motor, mobil) atau angkutan umum (bus, becak, dan lainya).

METODE PENELITIAN

(5)

Gambar 1. Bagan Alir Penelitian

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Waktu Tempuh dan Kecepatan Rata-rata

Pada saat survei ditentukan titik awal dan titik akhir perjalanan yaitu di mulai di Demak Ijo dan diakhiri di Bundaran UGM yang dibagi menjadi beberapa segmen jalan, panjang segmen jalan dicatat beserta waktu tempuh dan kecepatan perjalanan per segmen jalan, kemudian diambil reratanya seperti pada tabel 4.

Tabel 4. Waktu Tempuh Tiap Moda (menit)

Kendaraan Waktu Tempuh (menit) Waktu Tempuh (jam) Kecepatan (km/jam) Sepeda 24.60 0.41 14.59 Sepeda Motor 10.31 0.17 35.18 Mobil 13.06 0.22 27.18 Bus 12.80 0.21 28.48

Sumber: Data Survei

Mulai Studi Pustaka Survei Pendahuluan Data Primer: Kecepatan Waktu Tempuh Panjang Perjalanan Data Sekunder:

Rute Angkutan Umum Jaringan Jalan

Data Untuk Perhitungan BOK

Analisis dan Pembahasan:

Perbandingan Biaya Operasi Kendaraan dan Nilai Waktu Perjalanan berdasarakan jenis moda

Kesimpulan

(6)

Gambar 2. Grafik Perbandingan Kecepatan Perjalanan

Biaya Operasi Kendaraan

Hasil perbandingan perhitungan BOK masing-masing moda ditampilkan pada tabel 5.

Tabel 5. Hasil Hitungan BOK

Uraian Sepeda (Rp/km) Mobil (Rp/km) Bus (Rp/km) Biaya BBM 0,00 958,80 2634,66

Biaya Oli/Minyak pelumas 0,00 35,00 24,00

Biaya Ban 3,40 66,60 1.020,60

Biaya Pemeliharaan Kendaraan 2,74 161,44 362,58

Biaya Depresiasi 5,58 1.133,60 661,36

Biaya Bunga 0,00 0,00 0,00

Biaya Asuransi 0,00 610,40 377,92

Biaya Perjalanan Crew 0,00 0,00 408,00

(7)

Gambar 3. Grafik Perbandingan Biaya Operasi Kendaraan

Nilai Waktu Perjalanan

Hasil hitungan konversi nilai waktu masing-masing moda dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Hasil Perhitungan Nilai Waktu

Jenis Kendaraan Nilai waktu Bandung 1995 (Rp./org/jam) Nilai waktu Yogyakarta 2011 (Rp./org/jam) Nilai waktu Yogyakarta 2014 (Rp./org/jam) Sepeda 651,00 - 2.200,00 Sepeda Motor - 5.980,00 7.600,00 Mobil - 14.000,00 17.700,00 Bus 651,00 - 2.200,00

Nilai waktu perjalanan disajikan pada tabel 7, nilai waktu perjalanan ini dihitung dari hasil perkalian antara waktu tempuh perjalanan (menit) pada tabel 6 dikalikan dengan hasil perhitungan nilai waktu pengguna masing–masing kendaraan.

Tabel 7. Perbandingan Nilai Waktu Perjalanan

Jenis Kendaraan Waktu Tempuh (menit) Nilai Waktu (Rp./org/menit) Nilai Waktu Perjalanan Sepeda 24,60 Rp. 36,67 Rp. 902,08 Sepeda Motor 10,31 Rp. 126,67 Rp. 1.305,97 Mobil 13,06 Rp. 295,00 Rp. 3.852,70 Bus 29,20 Rp. 36,67 Rp. 1.056,11

(8)

Gambar 4. Grafik Perbandingan Nilai Waktu Perjalanan

Perbandingan Waktu Tempuh dan Nilai Waktu Perjalanan

Selanjutnya hasil perhitungan waktu tempuh perjalanan masing-masing moda dibandingkan dengan membuat sebuah matriks perbandingan waktu tempuh seperti pada tabel 8. Perhitungan keuntungan dan kerugian jika pengguna jalan berganti jenis moda dengan jenis moda yang lain dalam melakukan perjalanannya juga diterjemahkan dalam matriks keuntunga kerugian perpindahan penggunaan moda seperti pada tabel 9.

Tabel 8. Perbandingan Waktu Tempuh Beberapa Moda Sepeda Sepeda

Motor Mobil Bus

Waktu Tempuh Total (menit) 24.6 10.31 13.06 29.2 Waktu Tempuh Total (menit) Waktu tempuh per kilometer (menit/km) 4.11 1.72 2.18 4.88 Sepeda 24.6 4.11 0.00 2.39 1.93 -0.77 Sepeda Motor 10.31 1.72 0.00 -0.46 -3.16 Mobil 13.06 2.18 0.00 -2.70 Bus 29.2 4.88 0.00

Dari tabel 8 dapat diketahui jika pengguna sepeda beralih menggunakan moda sepeda motor maka akan menghemat waktu tempuh sebesar 2,39 menit/km. Contoh lain, jika pengguna kendaraan sepeda motor beralih menggunakan mobil, maka pengguna tersebut akan mengalami kerugian waktu tempuh sebesar -0,46 menit/km.

Jika waktu tempuh tersebut dikonversikan dalam bentuk nilai waktu maka perhitungan keuntungan kerugian perpindahan penggunaan moda dapat dilihat pada tabel 9.

(9)

Tabel 9. Perbandingan Nilai Waktu Beberapa Moda

Sepeda Sepeda Motor Mobil Bus

Nilai Waktu (Rp/km) 150.85 218.39 644.26 179.06

Sepeda 150.85 0.00 -67.54 -493.41 -28.21

Sepeda Motor 218.39 0.00 -425.87 39.33

Mobil 644.26 0.00 465.21

Bus 179.06 0.00

Hasil perbandingan nilai waktu antar moda dalam tabel… dapat diketahui jika pengguna sepeda beralih menggunakan moda sepeda motor maka akan mengalami kerugian nilai waktu sebesar -67,54 rp/km. Contoh lain, jika pengguna kendaraan sepeda motor beralih menggunakan mobil, maka pengguna tersebut akan mengalami kerugian nilai waktu sebesar -493,41 menit/km dan jika pengguna mobil beralih menggunakan bus maka akan mengalami keuntungan nilai waktu 465,21 rp/km.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dari analisis didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil analisis hitungan BOK menunjukkan bahwa untuk melakukan perjalanan di Kota Yogyakarta jenis kendaraan mobil mempunyai besaran BOK yang paling tinggi dan kendaraan tidak bermotor jenis sepeda mempunyai besaran BOK yang paling rendah. Adapun BOK untuk sepeda sebesar Rp. 70,09, sepeda motor Rp. 1.108,51, mobil Rp. 2.533,55 dan bus Rp. 1.172,32.

2. Hasil analisis hitungan nilai waktu perjalanan menunjukan bahwa nilai waktu perjalanan yang paling besar adalah pengguna kendaraan jenis mobil dan paling rendah adalah pengguna kendaraan tidak bermotor (sepeda).

3. Keuntungan dan kerugian waktu tempuh dan nilai waktu perjalanan dapat diketahui dengan membuat matriks nisbah antar moda.

Saran

1. Banyaknya variabel untuk menghitung BOK maka perlu penelitian lebih akurat.

2. Jarak tempuh per hari, biaya tak terduga dan biaya suku cadang sangat sulit dipastikan besarnya, sehingga perlu dicari formula yang tepat untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

3. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan memasukan faktor-faktor lain yang belum disebutkan dalam penelitian ini seperti faktor cuaca dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

Button, K. J., 1982. Transport Economics. s.l.:Heineman Edocational Books Limited. Fitriansyah, 2008. Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan Angkutan Umum Perkotaan

Trans Jogja. Daerah Istimewa Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah

(10)

Hakim, R., 2011. Biaya Dan Nilai Waktu Perjalanan Di Perkotaan. Yogyakarta: Universitas Janabadra Yogyakarta.

Morlok, A. F., 2008. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Bandung: Erlangga. Muchtar, S., 2009. Analisis Perbandingan Biaya Transportasi Menggunakan Kendaaraan

Bermotor Roda Dua Dengan Angkutan Umum Trans Jogja. Yogyakarta:

Universitas Janabadra Yogyakarta.

Munawar, E. K., 2005. Manajemen Lalu Lintas Perkotaan. Jakarta: Beta Offset.

Risdiyanto, 1999. Tinjauan Biaya Manfaat Jembatan Layang Lempuyangan. Yogyakarta: Universitas Janabadra Yogyakarta.

Setijowarno, D. F. R. B., 2001. Pengantar Sistem Transportasi. Semarang: Unika Soegijapranata.

Warsiti, 2003. Analisis Biaya Operasi Kendaraan Bermotor. Semarang: Jurnal Wahana Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 Agustus: 61-67.

Gambar

Gambar  1. Bagan Alir Penelitian
Gambar 2. Grafik Perbandingan Kecepatan Perjalanan  Biaya Operasi Kendaraan
Gambar 3. Grafik Perbandingan Biaya Operasi Kendaraan  Nilai Waktu Perjalanan
Gambar 4. Grafik Perbandingan Nilai Waktu Perjalanan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada orang sehat yang makanannya banyak mengandung protein, ureum biasanya berada di atas rentang normal.. Kadar rendah biasanya tidak dianggap abnormal

fasal 15 (6) dan (7) di dalam Perlembagaan Persekutuan Perkumpulan Wanita Sarawak (PPWS) berkenaan kourum dan penangguhan mesyuarat Perwakilan Cawangan boleh digunakan

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua merupakan institusi yang mempunyai mandat menyediakan teknologi tepat guna. Kaitan dengan hal tersebut, salah satu

Klik icon untuk EDIT pada baris data yang ada dalam tabel, atau jika ingin menambah data Status Kerja Tenaga Kesehatan baru silakan klik Add Data Status Kerja

Terus mencapai tingkat utilisasi kapasitas yang tinggi terutama karena permintaan yang kuat dari pasar domestik di Indonesia, negara pengimpor petrokimia, dan berfokus

quervain’s syndrome. c) Penelitian ini dapat menjadi acuan penelitian berikutnya mengenai.. penanganan de quervain’s syndrome. d) Diharapkan kepada rekan-rekan

Dengan protokol kriptografi yang melibatkan orang tua dan anak dalam proses registrasi dan autentikasi maka anak tidak akan dapat mengakses akun jejaring sosialnya tanpa

Hal tersebut menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan gliserin 3 gram memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sampel yang sebelumnya, karena dapat