• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Fokus Penelitian. Fokus penelitian ini adalah penjelasan secara statistik dan deskriptif mengenai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Fokus Penelitian. Fokus penelitian ini adalah penjelasan secara statistik dan deskriptif mengenai"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah penjelasan secara statistik dan deskriptif mengenai model pelatihan yang ideal menurut karyawan Generasi Y. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh NBO Indonesia (dalam Hartawan, 2014) , posisi manajer, kepala divisi, maupun CEO di tahun 2020 diprediksi akan diduduki oleh karyawan dari Generasi Y. Hal ini didukung oleh fakta bahwa banyak perusahaan yang mempersiapkan hal tersebut dengan memberikan pelatihan agar karyawan Generasi Y siap menduduki posisi tersebut. Sedangkan dalam menjalankan pelatihan tidaklah mudah karena ada banyak kasus pelatihan yang gagal diterapkan karena tidak mampu mencapai tujuan pelatihan sehingga berakibat pada uang perusahaan yang terbuang sia-sia. Untuk mensiasati hal tersebut, dalam menentukan model pelatihan sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik peserta pelatihan sehingga pada akhirnya pelatihan tersebut mampu mencapai tujuan dan memberi perubahan yang nyata bagi karyawan.

Karakteristik peserta pelatihan yang dimaksud di sini adalah karyawan Generasi Y. Bagi karyawan Generasi Y sendiri, berdasarkan survei yang dilakukan oleh PwC (2011) menunjukkan bahwa karakteristik Generasi Y ini sangat unik, terutama di dalam memandang pelatihan, karyawan Generasi Y ingin selalu mendapatkan

feedback dan selalu ingin didampingi oleh atasan.

(2)

Hal inilah yang menjadi sebab pentingnya menentukan model pelatihan yang ideal bagi karyawan Generasi Y. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menerapkan model pelatihan yang sesuai untuk karyawan Generasi Y, sehingga pelatihan yang dilakukan mampu memberi perubahan positif bagi karyawan.

Penelitian ini akan menunjukkan data-data yang membentuk sebuah kesimpulan mengenai model pelatihan yang ideal menurut karyawan Generasi Y saat ini. Data- data yang dimaksud bisa berupa aspek-aspek pelatihan, seperti tujuan dan manfaat pelatihan, komponen pelatihan, metode pelatihan, tahapan pelatihan, dan faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi pelatihan. Selanjutnya, aspek-aspek pelatihan ini dikaitkan dengan konsep pelatihan dan teori Generasi Y sehingga akan membentuk sebuah kesimpulan mengenai model pelatihan yang ideal menurut karyawan Generasi Y.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Definisi dari metode survei menurut Singarimbun dan Effendi (1989) adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Penelitian survei dapat digunakan untuk maksud penjajagan (eksploratif), deskriptif, penjelasan (explanatory), evaluasi, prediksi, penelitian operasional dan pengembangan indikator-indikator sosial.

(3)

Selain itu, penggunaan survei menurut Shaughnessy dkk (2007) biasanya digunakan untuk mengukur pikiran, pendapat dan perasaan orang-orang. Penelitian survei juga memiliki cakupan yang spesifik dan terbatas atau memiliki tujuan yang lebih global. Hasil survei seringkali digunakan untuk mendeskripsikan pendapat, sikap, dan preferensi orang-orang.

Ciri khas penelitian ini menurut Singarimbun dan Effendi (1989) adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Salah satu keuntungan utama dari penelitian ini adalah mungkinnya pembuatan generalisasi untuk populasi yang besar.

C. Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dari penelitian ini berupa data statistik dan deskriptif mengenai gambaran model pelatihan yang diinginkan atau yang ideal menurut karyawan Generasi Y. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dengan beberapa butir aitem pertanyaan. Kuesioner ini diharapkan dapat menggali hal-hal apa saja yang diinginkan karyawan Generasi Y terkait pelatihan yang ideal.

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berisi butir-butir aitem pertanyaan yang mengacu pada aspek-aspek pelatihan seperti berikut:

1). Tujuan dan manfaat pelatihan 2). Komponen pelatihan

(4)

4). Tahapan pelatihan

5). Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelatihan

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini memiliki 15 aitem pertanyaan. Secara singkat, ke-14 aitem pertanyaan yang digunakan berisi aspek-aspek pelatihan seperti di atas, yaitu 2 pertanyaan terkait tujuan dan manfaat pelatihan, 4 pertanyaan terkait komponen pelatihan, 2 pertanyaan terkait metode pelatihan, 3 pertanyaan terkait tahapan pelatihan, dan 3 pertanyaan terkait faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelatihan. Sedangkan aitem pertanyaan sisanya merupakan pertanyaan yang bersifat existing yaitu pertanyaan mengenai ideal atau tidaknya pelatihan yang ada di perusahaan subjek.

D. Responden Penelitian

Dalam memilih responden penelitian, peneliti menggunakan metode non

probability sampling dengan teknik sampling purposive. Menurut Sugiyono (2011), non probability sampling adalah metode pengambilan sampel yang tidak memberi

peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel, dengan kata lain dalam pengambilan sampel populasi tidak dilakukan secara acak dan ada kategori tertentu. Sedangkan non probability sampling adalah teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.

(5)

Pemilihan responden dalam penelitian ini tentu tidak dilakukan secara acak, namun dilakukan secara spesifik, yaitu kepada karyawan yang termasuk dalam golongan Generasi Y. Responden yang digunakan dalam penelitian ini memiliki ciri- ciri khusus sebagai berikut:

1). Merupakan karyawan tetap suatu perusahaan atau organisasi 2). Karyawan yang lahir pada tahun 1982-2000

3). Memiliki masa kerja minimal 1 tahun

Selain itu, terkait gender, latar belakang pendidikan, jabatan, jenis bidang usaha organisasi, lama kerja di organisasi, pengalaman kerja, jumlah organisasi tempat pernah bekerja sebelum ini, jumlah gaji perbulan, jumlah pengeluaran perbulan, maupun status pernikahan menjadi faktor pendukung identitas responden saja.

E. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan berupa rumus-rumus yang ada di dalam

Microsoft Excel. Dari analisis data tersebut, akan tersaji data berupa persentase

berdasarkan tiap-tiap butir aitem pertanyaan sesuai dengan aspek-aspek pelatihan. Rumus yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yang pertama adalah untuk mencari tahu jumlah responden yang memilih jawaban dari tiap-tiap aitem, yang kedua adalah rumus untuk mencari tahu persentase jumlah jawaban yang paling banyak dipilih dari setiap aitem pertanyaan.

Berdasarkan hasil persentase aspek-aspek pelatihan yang memiliki nilai tertinggi juga akan tersaji data deskriptif yang menjelaskan grafik untuk setiap butir aitem

(6)

pertanyaan tersebut. Data deskrptif ini merupakan penjelasan hasil analisis dan kaitannya dengan teori pelatihan maupun konsep Generasi Y yang sudah di bahas di bab sebelumnya.

E. Validitas Penelitian

Di dalam sebuah penelitian, penting untuk dilakukan validitas karena validitas merupakan ketepatan dan kecermatan alat ukur penelitian dalam menjalankan fungsi ukurnya. Artinya, validitas menunjuk pada sejauhmana skala itu mampu mengungkap dengan akurat dan teliti data mengenai atribut yang dirancang untuk mengukurnya (Azwar, 2012)

Validitas dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu validitas isi (konten) dan validitas konstruk. Menurut Gregory (2000) validitas isi menunjukkan sejauhmana pertanyaan, tugas atau butir dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional perilaku sampel yang dikenai tes tersebut. Artinya tes atau alat ukur mencerminkan keseluruhan konten atau materi yang diujikan atau yang seharusnya dikuasai secara proporsional. Selain itu, penentuan proporsi tersebut dapat pula didasarkan pendapat (judgement) para ahli dalam bidang yang bersangkutan. Jadi situasi tes akan mempunyai validitas isi yang baik jika tes tersebut terdiri dari item-item yang mewakili semua materi yang hendak diukur. Salah satu cara yang biasa digunakan untuk memperbaiki validitas isi suatu tes ialah dengan menggunakan

(7)

Selanjutnya adalah validitas konstruk. Menurut Djaali dan Muljono (2008) validitas konstruk adalah validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh item-item tes mampu mengukur apa-apa yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan. Validitas konstruk biasa digunakan untuk instrumen-instrumen yang dimaksudkan mengukur variabel-variabel konsep, baik yang sifatnya performansi tipikal seperti instrumen untuk mengukur sikap, minat, konsep diri, lokus kontrol, gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi, dan lain-lain, maupun yang sifatnya performansi maksimum seperti instrumen untuk mengukur bakat (tes bakat), intelegensi (kecerdasan intelekual), kecerdasan emosional dan lain-lain.

Penelitian ini menggunakan professional judgment untuk mengukur apakah alat ukur yang digunakan sudah valid. Professional judgment ini dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi yang ikut membantu penyusunan alat ukur yang akan digunakan dan juga telah dibantu oleh dua praktisi HRD untuk menilai kelayakan dan kesesuaian alat ukur ini dengan tujuan peneliti.

Referensi

Dokumen terkait

TULISKAN “K" DI KOLOM 1 PADA KALENDER BULAN TERAKHIR UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN KEGUGURAN, "A" UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN DIGUGURKAN,

Untuk membuktikan bahwa implikasi “jika P, maka Q” benar, kita mulai dengan memisalkan bahwa P benar dan kemudian berusaha menunjukkan bahwa Q juga benar. (Jika P salah, maka “P

Pada proses utama, komputasi menggunakan metode Template Matching dan Hamming Distance, pola wajah akan dilatih untuk mendapatkan sebuah matriks bobot, yang selanjutnya

Wakil Rektor Bidang Akademik memastikan bahwa pengelolaan pembelajaran yang diselenggarakan oleh program studi harus sesuai dengan standard kompetensi lulusan, standar

Oleh karena itu, yang akan dilakukan judul penelitiannya adalah “Pengelolaan Evaluasi Pembelajaran oleh Kepala Madrasah dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di

Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Karena atas berkat rahmat-Nya, Skripsi yang berjudul “Pengaruh Loan To Asset Ratio (LAR), Debt Equity Ratio

Untuk itu,dalam penelitian ini berusaha menggambarkan peran humas yang dijalankan bagian pengendalian kinerja dalam mensosialisasikan budaya kerja ProCISE PT PGN

Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dukungan sosial suami dan motivasi ibu hamil adalah kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari