• Tidak ada hasil yang ditemukan

D3 JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "D3 JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab I ini akan diuraikan beberapa bagian yang memuat latar belakang, ruang lingkup, maksud dan tujuan, metoda penulisan, dan sistematika penulisan pada Tugas Akhir. Pada Bab ini juga akan dijelaskan secara umum isi dari kajian Tugas Akhir ini.

1.1. Latar Belakang

aaaaaDalam masa ini atau dalam millenium yang ketiga, manusia sangat membutuhkan berbagai infrastruktur yang tidak pernah jauh dari teknologi bahan bangunan. Semua aspek pekerjaan teknik sipil khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan jalan, jembatan, dan pembangunan gedung memerlukan adanya sebuah pekerjaan untuk menunjang aspek tersebut. Pasangan batu kali dalam pekerjaan drainase digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan, dalam pekerjaan pondasi pasangan batu kali digunakan untuk pembangunan gedung ataupun dinding penahan tanah dan plesteran pada dinding. Pekerjaan tersebut memerlukan mortar sebagai bahan pengikat dan bahan lainnya. Tetapi pada spesifikasi tidak memerlukan kekuatan yang tinggi sehingga dapat menekan biaya konstruksi yang lebih murah tetapi tetap memiliki kuat tekan yang sesuai.

Aplikasi dari penggunaan mortar ini khususnya dibidang jalan terdapat pada pekerjaan drainase. Berdasarkan spesifikasi umum Bina Marga pekerjaan drainase ini termasuk ke dalam divisi dua sedangkan untuk penggunaan mortar terdapat pada seksi 2.2 mengenai pasangan batu dengan mortar untuk selokan dan saluran air.

Mortar (adukan semen) merupakan material pengikat yang terbuat dari campuran pasir dan semen ditambah air. Mortar menurut Mirriam Webster Dictionary adalah bahan bangunan lentur (seperti campuran semen, kapur atau

               

(2)

gipsum dengan pasir dan air) yang dapat mengeras dan bahan tersebut biasanya digunakan pada pekerjaan batu atau pekerjaan plesteran. Bahan pengikat atau perekat dalam mortar bisa menggunakan bahan berupa tanah liat, kapur, maupun semen. Bila tanah yang dipakai sebagai bahan perekat disebut mortar lumpur (mud mortar), bila kapur yang dipakai sebagai bahan perekat disebut mortar kapur, dan bila semen yang dipakai sebagai bahan perekat maka disebut mortar semen. Pasir berfungsi sebagai bahan pengisi (bahan yang direkat).

Banyak yang berpendapat bahwa mortar yang baik salah satunya dipengaruhi oleh komposisi bahan pengikat (semen) yang baik oleh karena itu perlu adanya pengembangan teknologi untuk menghasilkan kualitas mortar yang lebih baik. Berbagai penelitian dan percobaan dibidang mortar dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas mortar, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaanya.

Dalam menjawab tuntutan tersebut maka perlu adanya bahan tambah atau pengganti material semen untuk meningkatkan mutu dan kualitas sebagai bahan pengikat mortar yang baik, mudah didapatkan dan bersifat ekonomis. Bahan yang akan digunakan adalah berupa limbah organik dari hewan sapi yang telah disembelih lalu diambil limbah tulang sapi yang tidak digunakan. Sekitar 36% atau sekitar 600.000 ekor/tahun sapi disembelih di Indonesia yang limbahnya tidak digunakan dengan baik, hal ini tentunya menimbulkan masalah lingkungan, akibat tulang yang telah terpakai tidak memiliki nilai ekonomis dan menjadi sebuah limbah yang sifatnya sementara.

Selain itu pembuatan semen pada konstruksi mortar tentu saja sangat mempengaruhi dan mendominasi. Oleh karena itu pembuatan semen pada saat fabrikasi sangatlah tidak ramah lingkungan karena telah banyak mengeluarkan emisi karbondioksida (CO2) yang dilepaskan ke udara yang bisa mempengaruhi kerusakan lingkungan dan kesehatan mahkluk hidup. Oleh karena itu perlu bahan/material yang lebih bersifat ramah lingkungan yang dapat mengurangi penggunan semen yaitu tulang hewan salah satunya adalah tulang sapi yang telah dihaluskan. Kandungan pada tulang sapi salah satunya mengandung CaO (kalsium

               

(3)

oksida) yang mana sama dengan kandungan terbesar dari semen oleh karena itu tulang sapi sangat berpotensi dalam percobaan ini.

Adapun pada penelitian ini akan digunakan penambahan tulang sapi yang telah diserbukan/dihaluskan untuk mengurangi proporsi semen dalam campuran mortar. Selain penambahan material bahan campuran mortar, pada penelitian ini juga akan dilakukan dengan pembakaran terlebih dahulu pada tulang sapi dengan suhu pembakaran lebih dari 800 derajat Celcius, dimana akan terjadinya proses pembentukan mineral sama seperti pada proses pembakaran pada semen yaiu 2CaO.SiO2 (dicalcium silicate, C2S) atau sering disebut dengan Belite. Untuk mendapatkan senyawa tersebut yang mana menjadi bahan pengurang bahan semen. Sehingga menjadi suatu konstruksi yang ramah lingkungan (green technology).

Pada saat dicampur dengan air semen akan bereaksi dan menimbulkan Ca(OH)2 proses itu disebut dengan proses hidrasi, proses ini menimbulkan panas dan kapur bebas, semakin banyak kapur bebas maka akan menimbulkan banyak pori sehingga berdampak negatif pada campuran. Serbuk tulang sapi sebagai bahan pozzolan akan bereaksi dengan mengikat Ca(OH)2 tersebut.

Pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tulang sapi yang telah diserbukan/dihaluskan dalam mengurangi proporsi bahan semen terhadap mortar. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu mortar dan menjadi suatu inovasi baru dalam dunia konstruksi.

1.2. Maksud danTujuan

Adapun maksud dari kajian ini adalah melakukan penelitian laboratorium untuk mengetahui pengaruh bahan organik yaitu tulang sapi yang diserbukan sebagai bahan pengganti semen terhadap sifat-sifat mortar. Tujuan dari kajian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

- Mengetahui pengaruh tulang sapi yang telah diserbukan/dihaluskan pada sifat-sifat mortar segar dan mortar keras dengan mengurangi proposi semen.

               

(4)

- Menganalisa hasil perbandingan sifat-sifat mortar dengan penambahan tulang sapi yang telah diserbukan/dihaluskan sebagai bahan substitusi semen.

1.3. Ruang Lingkup Pembahasan

Batasan masalah dan kajian yang akan dibahsan dalam kajian ini sebagai berikut:

1. Pengujian bahan : agregat halus, air, semen dan bahan tulang sapi, sesuai dengan SNI.

2. Pembakaran tulang sapi menggunakan furnace yang bersuhu lebih dari 800 derajat celcius.

3. Pengujian kadar kimia dengan menguji kadar kalsium oksida, silika, alumina dan besi.

4. Pengujian pada mortar yaitu mortar segar dan mortar keras. Pengujian mortar segar berupa uji flow dan waktu ikat, pengujian mortar keras berupa uji kuat tekan dan kuat lentur.

5. Bahan pengganti yang digunakan adalah serbuk tulang sapi yang didapatkan dari rumah penyembelihan hewan (RPH).

1.4. Metode Penulisan

Untuk memudahkan dan memberikan penafsiran yang jelas pada pemerhati laporan ini maka penyusunan penulisan laporan penelitian Tugas Akhir digunakan Metode Penulisan yang selaras dengan tahapan pekerjaan penyelesaian Tugas Akhir ini. Adapun metode penulisan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pengumpulan Data/ Informasi

Jenis data, informasi atau fakta-fakta yang dikumpulkan berupa data fakta atau informasi primer yang berasal dari kajian-kajian ilmiah, hasil-hasil penelitian, dan hasil diskusi dengan beberapa ahli terkait.Data sekunder berupa buku, artikel ilmiah lainnya digunakan apabila data yang diperlukan tidak terdapat pada informasi primer.Sebagian besar data, dan artikel ilmiah lainnya didapatkan melalui penelusuran pustaka, juga melalui penelusuran internet.

               

(5)

2. Teknik Pengolahan Data

Data yang diolah pada penulisan Proposal Tugas Akhir ini berupa data kuantitatif dan informasi kualitatif. Data kuantitatif didapatkan dari hasil pengujian di laboratorium, data tersebut kemudian diolah dengan cara dipelajari dan ditafsirkan. Informasi kualitatif diolah dengan analisis deskriptif dalam bentuk teks.Data yang telah diolah, kemudian ditafsirkan dengan menggunakan metode analisis isi untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi data-data yang telah diperoleh secara objektif, sistematis, dan generalis.

3. Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah dilakukan dengan menganalisis dan mensintesis hasil kajian dan tafsiran data dan informasi yang terkumpul. Analisis dilakukan dengan cara mengkaji sumber bacaan dan diskusi dengan pihak-pihak terkait sebagai hasil pengolahan dan penafsiran data, fakta atau informasi.

Pada tahapan ini, dibandingkan pula antara data yang tersedia dengan teori-teori yang relevan serta pertimbangan hasil diskusi.Dari data-data yang ada, dikembangkan gagasan yang telah ada dengan dukungan berupa teori-teori guna menguatkan gagasan.

Permasalahan yang sebelumnya telah dirumuskan kemudian dicari alternatif penyelesaianya. Pemecahan masalah dilakukan dengan cara mengkaji temuan-temuan, serta teori-teori yang relevansi, kemudian ditafsirkan dan dikombinasikan dengan gagasan tersebut. Hasil analisis dan sintesis ini berupa gagasan baru untuk memecahkan permasalahan yang sebelumnya telah dirumuskan.

4. Teknik Penarikkan Simpulan

Simpulan dibuat dengan menggunakan pola pikir induktif, yaitu menarik simpulan dari proposisi-proposisi yang khusus yang kemudian digeneralisasikan.

               

(6)

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada proposal tugas akhir ini akan dibagi dalam beberapa bab sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan, membahas mengenai latar belakang, ruang

lingkup,maksud dan tujuan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II : Tinjauan Pustaka, studi literatur yang berhubungan dengan

kajian dalam topik Proposal Tugas Akhir ini.

BAB III : Metodologi Penelitian, berisi metodologi penyelesaian Tugas

Akhir dan pembahasan mengenai Tugas Akhir beserta pelaksanaannya.

BAB IV : Hasil dan Analisis, berisi mengenai data dan analisa hasil dari pengujian

BAB V : Penutup, merupakan kesimpulan data dari hasil pengujian

yang telah dilakukan dan saran dari hasil yang diperoleh. .                

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui jenis cetakan yang paling baik terhadap Pb, dari cetakan logam dan cetakan pasir dengan pengikat khusus dan cetakan pasir.. - Air ditambahkan

Sebagai tambahan, suatu mortar semen siap pakai, dimana hanya perlu tambahan campuran air untuk menghasilkan material yang tahan lama dan cepat mengeras, telah diproduksi dan

Studi tersebut menerangkan perbandingan metode konvensional dengan metode shotcrete pada pekerjaan plesteran dengan dinding pasangan batu bata1. Hasil yang diperoleh

Permasalahan yang dibahas dalam penulisan tugas akhir adalah permasalahan mengenai perhitungan daya dukung tanah yang ditimbun oleh timbunan causeway dan

Paving block adalah mortar dengan komposisi bahan yang dibuat dari campuran semen Portland atau bahan perekat hidrolis sejenis, air dan agregat halus dengan atau bahan

Berat sendiri struktur jembatan baja diperhitungkan secara langsung oleh software dengan memasukkan besar berat volume material yang digunakan. Sedangkan untuk rel dan bantalan

Tanah laterit ini memiliki tebal rencana 1.5 m seperti yang terlihat pada gambar 3.33, dan seluruh permukaan teratas dari konstruksi causeway akan ditutupi oleh

Dokumen ini membahas pengujian bahan konstruksi seperti semen, agregat, mortar, dan beton untuk pengembangan keilmuan dan keterampilan mahasiswa di bidang teknik