• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa : studi kasus mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma - USD Repository"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh :

Liza Jatu Hermawati 011334070

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

K arya Tulis yang mungkin masih sangat jauh dari sempurna yang

merupakah hasil buah tanganku akan aku persembahkan

Terunt uk :

Jesus Chryste

yang selalu aku puja, tanpa Engaku hidupku bagai ranting

yang kering.

Bapak & Ibu

yang selalu menyayangi dan memberi perhatian padaku.

Adik- adikku :

Ariska & Chrisma

yang selalu membuatku lebih

bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

Orang yang sangat special dalam hatiku : Hyu yang selalu menemaniku

kemanapun aku pergi dan pemberi semangat saat-saat aku menghadapi ujian

pendadaran. Mas

Pandu

yang selalu support aku, trimakasih ya mas

Sahabatku & Teman-temanku : Eny (aku sangat bangga menjadi sahabatmu),

Sinda (smangat...!!!), Pey, Endah, Sulis, Silvi, Nila, Pipit, Kistik ,

Marina, Dita

( kalian membuat hidupku lebih berwarna),

Anazzzz

ayo!!

(5)

v MOTTO

Aku tidak akan takut akan badai, karena aku sedang belajar mengemudikan kapalku.

Λουισα Μαψ Αλχοττ

Semangat manusia tidak bisa dilumpuhkan. Jika kamu masih bisa bernapas, kamu masih bisa mempunyai impian.

Μικε Βροων

Jikalau kamu percaya bahwa kamu bisa – kamu pasti pisa! Μαξωελλ Μαλτζ

Seribu kata tidak akan meninggalkan kesan yang begitu dalam dibandingkan dengan satu

(6)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 7 Desember 2006 Penulis

(7)

vii ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA

Studi Kasus Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma

Liza Jatu Hermawati Universitas Sanata Dharma

2006

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat (1) hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa (2) hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa (3) hubungan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

Penelitian dilakukan di Universitas Sanata Dharma Program Studi Pendidikan Akuntansi pada bulan April 2006. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2002-2003 yang berjumlah 185 mahasiswa, sampel diambil sebanyak 100 mahasiswa dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.

Untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar, motivasi belajar, dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa menggunakan teknik analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar ( rhitung = 0,328 > rtabel = 0,1292 dan

thitung = 3,522 > ttabel = 1,9845 ) (2) ada hubungan positif dan signifikan antara

motivasi belajar dengan prestasi belajar ( rhitung = 0,296 > rtabel = 0,1292 dan thitung =

3,522 > ttabel = 1,9845) (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin

belajar dengan prestasi belajar (rhitung = 0,271 > rtabel = 0,1292 dan thitung = 2,813 >

ttabel = 1,9845 ).

(8)

viii ABSTRACT

THE RELATIONSHIPS BETWEEN THE ENVIRONMENT, MOTIVATION, DICIPLINE OF STUDY AND THE STUDENTS’ LEARNING

ACHIEVEMENT

A Case Study on the Accounting Education Study Program Students of the Year 2002-2003 at Sanata Dharma University.

Liza Jatu Herma wati Sanata Dharma University

2006

The purposes of this research were to identify: (1) the relationship between the environment of study and the students’ learning achievement, (2) the relationship between motivation of study and the students’ learning achievement, (3) the relationship between the discipline of study and the students’ learning achievement.

This research was conducted in Sanata Dharma University of Accounting Study Education Program, in April 2006. The population in this research was the Students of Accounting Education Study Program of the year 2002-2003, which was consisted of 185 students. The writer took 100 students as the research sample by using proportional random sampling technique. The data collecting technique used were questionnaire, interview, and documentary. In order to identify the correlation between the environment, motivation, and discipline of study, and the university students’ learning achievement; the writer used multiple regression analysis technique.

The findings are: (1) there is a positive and significant correlation between the environment of study and the students’ learning achievement ( rcount = 0,328 > rtable =

1, 1292 and tcount = 3,522 > ttable = 1,9845 ) (2) there is a positive and significant

correlation between motivation of study and the students’ learning achievement (rcount

= 0,296 > rtable = 1,1292 and tcount = 3,588 > ttable = 1,9845) (3) there is a positive and

significant correlation between the discipline of study and the students’ learning achievement. (rcount = 0,296 > rtable = 1,1292 and tcount = 3,588 > ttable = 1,9845)

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan pada yesus kristus yang selalu mencurahkan

karunia-Nya selama ini dari awal kuliah sampai masa akhir studi saya, hingga saya

dapat menyelesaikan skripsi sebagai wujud pertanggungjawaban saya selama kuliah

ini. Dan ini semua tak lepas dari dukungan dan bantuan dari orang-orang disekitar

saya. Maka saya ucapkan banyak terima kasih dari dalam hati saya, teruntuk mereka semua.

Dekan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Bapak Drs. T. Sarkim.,

M.Ed.,Ph.D., yang telah memberikan ijin dan memberikan kesempatan kepada saya

untuk melaksanakan studi dan menimba ilmu dengan baik di Universitas Sanata

Dharma ini.

Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Bapak Drs. Sutarjo

Adisusilo, JR yang telah memberi ijin kepada saya untuk melaksanakan penelitian

sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Bapak S. Widanarto S.Pd.,M.Si.

yang telah mengarahkan dan memberikan bimbingan kepada saya selama kuliah di Univesitas Sanata Dharma.

Dosen pembimbing I,Ibu E. Catur Rismiyati, S.pd.,M.A. yang telah

membimbing dan mengarahkan saya selama penulisan dan penyelesaian skripsi ini

Dosen pembimbing II,Bapak Drs. Bambang Purnomo S.E.,M.SA. yang telah

(10)

x

Pihak- pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuannya baik moral maupun material yang sangat bermanfaat.

Akhirnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang

mungkin saya lakukan dalam penyusunan skripsi ini.

Yogyakarta, 7 Desember 2006

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………. i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING………. ...……... ii

HALAMAN PENGESAHAN ……….. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ……… iv

MOTTO ……… v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ……….. vi

ABSTRAK ……… vii

ABSTRACT ……….. viii

KATA PENGANTAR ……….. ix

DAFTAR ISI……….. xi

DAFTAR TABEL ………. xiv

DAFTAR LAMPIRAN ……… xv

BAB I: PENDAHULUAN……… 1

A. Latar Belakang Masalah………. 1

B. Batasan Masalah………...………. 2

C. RumusanMasalah……….……….…. 3

D. TujuanPenelitian……….……… 3

E. Manfaat Penelitian………. 4

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA………. 5

A. TujuanTeoritik……… ... 5

1. DefinisiBelajar………. 5

2. Prestasi Belajar……….…… 6

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar………..…. 7

B. Lingkungan Belajar………..…… 10

(12)

xii

2. Lingkungan Keluarga………... 10

3. Lingkungan Masyarakat... 12

4. LingkunganSekolah………..… 13

C. Motivasi Belajar... 14

1. Arti Motivasi……… 14

2. MotivasiBelajar……… 14

D. Disiplin Belajar……….. 17

1. Arti Disiplin………. 17

2. Disiplin Belajar………...……….. 18

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Belajar………. 19

E. Kerangka Berfikir……….. 20

1. Hubungan Antara Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar……. 20

2. Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar ………. 21

3. Hubungan Antara Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar ……….. 22

F. Hipotesis………. 22

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN………. 23

A. JenisPenelitian……… 23

B. Tempat dan Waktu Penelitian……… 23

C. Subyek dan Obyek Penelitian………. 24

D. Populasi, Sampel dan Prosedur Pengambilan Sampel……… 24

E. Variable Penelitian dan Pengukuran Variabel……… 26

1. VariablePenelitian……… 26

2. Kategori Kecenderungan Variabel……… 27

3. Pengukuran Variabel……… 27

F. Data yang diperlukan ……… 31

1. Data Primer ………. 31

2. Data Sekunder ………. 31

(13)

xiii

H. Teknik Pengujian Instrumen………,.………….. 32

1. PengujianValiditas………..……….……… 32

2. Pengujian Reliabilitas……….……… 35

I. H. Teknik Analisis Data ……… 37

1. Uji Prasyarat Analisis………. 38

a. Uji Normalitas……….. 38

2. Analisis Hipotesis……… 39

BAB IV: GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS……….. 41

A. Sejarah Perkembangan Universitas Sanata Dharma ………. 41

B. Visi dan Misi ………. 48

C. Struktur Organisasi………. 50

D. Jurusan dan Program Studi ……… 53

E. Peraturan Akademik ……….. 56

F. Fasilitas ………. 60

BAB V: ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN……… 64

A. Deskripsi Data ……… 64

B. Pengujian Prasyarat Analisis ……….. 70

1. Uji Normalitas ………. 70

C. Pengujian Hipotesis Penelitian ……… 71

D. Pembahasan Hasil Penelitian ……… 74

BAB VI: KESIMPULAN………….………. ………. 78

A. Kesimpulan ……… 78

B. Keterbatasan penelitian ……… 79

C. Saran ……… 80

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Tabel Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksimal ……… 7

Tabel 2 : Tabel PAP Tipe II……… 27

Tabel 3 : Tabel Kisi-kisi Kuesioner ……… 29

Tabel 4 : Tabel Skor Nilai-nilai item Kuesioner ………. 29

Tabel 5 : Tabel Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa ………. 30

Tabel 6 : Tabel Hasil Uji Validitas……… ……. 34

Tabel 7 : Tabel Hasil Uji Reliabilitas ……… 36

Tabel 8 : Tabel Tingkat Keterandalan Variabel Penelitian ……… 37

Tabel 9 : Tabel Interpretasi Nilai r ………. 41

Tabel 10 : Tabel Program Gelar S1 ……….. 53

Tabel 11 : Tabel Beban Studi Maksimal ……… 59

Tabel 12 : Tabel Pedoman PAP Lingkungan Belajar ……… 64

Tabel 13 : Tabel Pedoman PAP Motivaasi Belajar ……… 65

Tabel 14 : Tabel Pedoman PAP Disiplin Belajar ……….. 66

Tabel 15 : Tabel Pedoman PAP Prestasi Belajar ……….. 67

Tabel 16 : Tabel Rangkuman Pengujian Normalitas ……… 69

Tabel 17 : Tabel Hasil Korelasi Antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat……….. 69

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I : Kuesioner ……….... 85

Lampiran II : Uji Validitas dan Reliabilitas ………. 90

Lampiran III : Data Mentah ………....96

Lampiran IV : Distribusi Frekuensi & PAP Tipe II ……….……108

Lampiran V : Uji Normalitas ……….. ……….121

Lampiran VI : Uji regresi Ganda……….122

(16)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Untuk menjadi insan pembangunan yang kreatif, kompetitif dan memiliki

wawasan yang luas bagi peserta perlu ditanamkan semangat untuk terus

berprestasi. Untuk mencapai prestasi, banyak hal yang mempengaruhi anak did ik,

antara lain : peranan orang tua dalam menanamkan nilai disiplin, kemandirian,

motivasi dalam diri siswa, perhatian orang tua dalam pemenuhan kebutuhan anak,

pengaruh lingkungan belajar,dll.

Untuk mendapatkan suatu hasil yang baik, maka dalam diri mahas iswa

diperlukan adanya motivasi atau dorongan untuk melakukan aktivitas tertentu

agar tercapai tujuan belajar yang baik. Setelah dalam diri mahasiswa tumbuh

suatu dorongan selanjutnya bagaimana cara agar motivasi itu terus ada maka

mahasiswa harus dapat menumbuhkan semangat disiplin. Dengan keteraturan dan

disiplin segala usaha yang kita buat hasilnya akan jauh lebih baik. Disiplin yang

diterapkan dengan baik akan membuat seorang pelajar memiliki kecakapan

mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses arah pembentukan

watak yang baik. Kecakapan disini diperoleh melalui latihan- latihan yang ada

kaitannya dengan belajar. Disiplin akan mempengaruhi prestasi belajar, karena

seorang yang memiliki disiplin yang tinggi dan teratur dalam belajarnya maka Ia

(17)

tidak teratur dan kurang disiplin akan menghambat belajarnya. Untuk menunjang

pelaksanaan disiplin tersebut maka lingkungan belajar mahasiswa juga ikut

berperan dalam meningkatkan prestasi belajarnya karena dengan lingkungan

belajar yang baik akan menambah semangat mahasiswa dalam belajar.

Lingkungan belajar disini meliputi lingkungan tempat tinggal atau masyarakat,

lingkungan keluarga, lingkungan sekolah.

Berdasar latar belakang masalah diatas peneliti ingin mengkaji tentang

“Hubungan antara lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin belajar dengan

prestasi belajar mahasiswa”. Prodi Pendidikan akuntansi Angkatan 2002-2003

Universitas Sanata Dharma.

B. Batasan Masalah

Menyadari banyaknya masalah yang ada dalam usaha peningkatan prestasi

belajar mahasiswa maka dalam penelitian ini penulis membatasi untuk

mengadakan analisis menganai faktor-faktor dari dalam dan dari luar diri

mahasiswa yang mempengaruhi peningkatan presta si belajar. Faktor-faktor yang

akan penulis analisis adalah lingkungan belajar, motivasi belajar dan disiplin

belajar. Dalam penelitian ini responden dibatasi pada mahasiswa prodi Pendidikan

(18)

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, penulis merumuskan beberapa masalah

sebagai berikut:

1. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan

belajar dengan prestasi belajar ?

2. Apakah ada hubunga n yang positif dan signifika n antara motivasi belajar

dengan prestasi belajar ?

3. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar

dengan prestasi belajar ?

D. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan perumusan masalah diatas, penelitian ini memiliki tujuan

yaitu:

1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan antara

lingkungan belajar dengan prestasi belajar.

2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan antara

motivasi belajar dengan prestasi belajar.

3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif dan signifikan antara

(19)

E. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah sebagai berikut:

1. Bagi Mahasiswa

Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi mahasiswa sebagai

bahan pertimbangan dalam meningkatkan prestasi belajar.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan bagi

pihak-pihak yang membutuhkan.

3. Bagi Penulis

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan, menerapkan teori yang

diperoleh selama kuliah dengan keadaan yang sesungguhnya serta

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tujuan Teoritik 1. Definisi Belajar

Belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat

fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Hal ini

berati berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan tersebut sangat

tergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika mereka berada

disekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Muhibbin Syah

(1995: 88)

Oemar Hamalik (1974: 4) mengatakan bahwa belajar adalah suatu bentuk perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Seseorang dikatakan telah belajar, jika didalam dirinya telah terjadi perubahan tertentu, misalnya semula tidak dapat membaca menjadi dapat membaca. Tetapi tidak semua perubahan dapat disebut dengan hasil belaja r, misalnya bayi yang belum bisa berjalan, perubahan ini terjadi karana kematangan.

Pengertian yang sama pula yang dikatakan oleh Arthur J. Gates et al. bahwa

Learning is the modification of behavior through experience and training”.

Belajar adalah perubahan tingkah laku melalui pengalaman dan latihan.

(Fudyartanto, 2002: 150 )

Menurut Lester D. Crow dan Alice Crow yang dikutip oleh Roestiyah (1982:

149). Belajar adalah perubahan individu dalam kebiasaan, pengetahuan dan sikap.

Dalam definisi ini dikatakan bahwa seseorang belajar kalau ada perubahan dari

(21)

Jadi berdasarkan beberapa definisi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan

bahwa belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, namun demikian tidak

semua perubahan tingkah laku bisa disebut belajar.

2. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah penguasaan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.

Lazimnya ditunjukkan oleh nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi

belajar selalu dikaitkan dengan tes hasil belajar atau tes prestasi. Mulyono (1990:

700). Selanjutnya sunaryo (1993: 10) mengungkapkan bahwa prestasi belajar

adalah perubahan kemampuan yang meliputi kemamp uan kognitif, afektif, dan

psikomotorik. Prestasi belajar dapat diartikan sebagai prestasi umum dan dapat

pula diartikan sebagai prestasi mata pelajaran tertentu.

Pengertian secara umum prestasi belajar adalah hasil tertinggi yang telah

dicapai seseorang dalam bidang tertentu. Berbicara tentang prestasi belajar dalam

lingkungan perguruan tinggi disebut dengan istilah prestasi akademik yang tidak

lepas dari istilah belajar. Prestasi akademik mahasiswa nampak dalam studi yang

berupa nilai- nilai dari matakuliah yang tercermin dalam indeks prestasi (IP).

Dalam peraturan akademik Universitas Sanata Dharma dijelaskan bahawa IP

adalah nilai kredit rata-rata. Angka indeks prestasi tiap-tiap semester diperoleh

dari jumlah sks, sks adalah kepanjangan dari satuan kredit semester yaitu takaran

penghargaan untuk pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan

terstruktur dan terjadwal yang diiringi tugas lain baik terstruktur maupun yang

(22)

pengalaman belajar lain yang setara. Buku Pedoman FKIP, 2001 : 26). Beban

studi maksimal yang boleh diambil mahasiswa dalam suatu semester berpedoman

pada besar IPS yang dicapai pada semester yang lalu sbb:

Tabel 1

Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksima l IPS Beban Studi Maksimal = 3.00

2,50-2,99 2,00-2,49

=1,99

25 SKS 22 SKS 19 SKS 15 SKS

Besar IP dihitung dari jumlah hasil kali antara besar kredit (K) dan bobot nilai

(N) dibagi dengan jumlah kredit yang direncanakan.

Dinyatakan dengan rumus:

=

K KN IP

Tinggi rendahnya IP yang dicapai oleh mahasiswa akan mempunyai

konsekuensi terhadap penyelesaian studinya, mislnya akan menentukan cepat

lambatnya seorang mahasiswa menyelesaikan studinya, kesempatan

mengembangkan potensi yang dimilikinya dan sebagainya. Dengan p restasi

akademik yang tinggi, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan

(23)

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita

bedakan menjadi : Muhibbin Syah (1995: 132)

a. Faktor Internal ( Faktor dalam siswa ) yakni : keadaan atau kondisi

jasmani dan rohani siswa.

1) Intelegensi Siswa

Intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan

psiko fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan

lingkungan secara tepat.

2) Sikap siswa

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa

kecenderungan untuk mereaksi atau merespons (response tendency)

dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang, barang, dan

sebagainya baik secara positif maupun negatif.

3) Bakat Siswa

Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk

mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.

4) Minat Siswa

Minat ( interest ) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi

atau keinginan yang besar terhadap ses uatu.

5) Motivasi Siswa

Motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan

(24)

dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan

tindakan belajar. Motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang

dari luar individu siswa yang mendorongnya melakukan kegiatan belajar.

6) Keteraturan dan Kedisiplinan

Kebiasaan hidup teratur alam segala hal termasuk dalam perbuatan,

memberi pengaruh yang besar terhadap jalan pikiran seseorang. Dengan

keteraturan dan kedisiplinan seseorang akan mempunyai cara berfikir

yang teratur pula. Dan hal ini merupakan modal yang sangat berharga

dalam menjalankan tugas belajar.

b. Faktor eksternal siswa (faktor dari luar siswa), yakni kondis i lingkungan

disekitar siswa.

Faktor eksternal siswa terdiri atas dua macam yakni : faktor lingkungan

sosial dan faktor lingkungan non sosial.

1) Lingkungan sosial

Lingkungan sosial sekolah sepert i guru, para staf administrasi, dan

teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang

siswa. Selanjutnya yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah

masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar

perkampungan siswa tersebut. Kondisi masyarakat dilingkungan kumuh

yang serba kekurangan dan anak-anak penganggur, misalnya, akan

(25)

Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan

belajar ialah : orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Sifat-sifat orang

tua praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan demografi

keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak baik ataupun

buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa.

2) Lingkungan Non Sosial

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial ialah gedung

seko lah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan

letaknaya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang

digunakan siswa. Faktor- faktor ini dipandang turut menentukan tingkat

keberhasilan belajar siswa. Contoh kondisi rumah yang sempit dan

berantakan serta serta perkampungan yang terlalu padat dan tak memiliki

sarana umum untuk kegiatan remaja (seperti lapangan voli) akan

mendorong siswa untuk be rkeliaran ketempat yang sebenarnya tak pantas

dikunjungi. Kondisi rumah dan perkampungan seperti itu jelas

berpengaruh buruk terhadap kegiatan belajar siswa.

B. Lingkungan Belajar 1. Difinisi Lingkungan belajar

Orang sering mengartikan lingkungan secara sempit, seolah-olah lingkungan

(26)

mencakup segala material dan stimulasi didalam dan diluar diri individu, baik

yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosial cultural.

Secara fisiologis,lingkungan meliputi segala kondisi dan material jasmaniah

di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, system syaraf, suhu, peredaran

darah pernafasan, pencernakan makanan, sel-sel pertumbuhan dan kesehatan

jasmani.

Secara psikologis, lingkungan meliputi segenap stimulasi yang diterima oleh

individu mulai sejak dalam konsesi, kelahiran sampai matinya, stimulasi itu

misalnya berupa keinginan, perasaan, tujuan-tujuan, minat, kebutuhan, emosi,dan

kepastian intelektual.

Secara sosial kultural, lingkungan meliputi stimulasi, interaksi dan kondisi

eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan ataupun karya orang lain.

Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang berada didalam dan diluar diri

individu yang mempengaruhi prestasi belajar siswa

2. Lingkungan Keluarga

Patterson dan Loeber ( 1984 seperti yang dikutip oleh Muhibbin Syah 1995 :

138 ) mengatakan bahwa lingkungan belajar yang lebih banyak mempengaruhi

kegiatan belajar siswa adalah orang tua dan keluarga itu sendiri. Sifat-sifat orang

tua, praktek praktek pengolahan keluarga, ketegangan dalam keluarga, demografi

atau letak rumah, semua nya dapat memberi dampak yang lebih baik atau lebih

buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai anak. Contoh pengelolaan

(27)

dalam memonitor anak, dapat menimbulkan akibat buruk. Hal ini dapat

menimbulkan anak tidak mau belajar dan dapat mengakibatkan anak berprilaku

menyimpang. Menurut Roestiyah (1982: 163) bahwa hubungan antar anggota

keluarga yang kurang intim menimbulkan suasana kaku, tegang didalam keluarga.

Menyebabkan anak kurang semangat untuk belajar. Suasana yang menyenagkan

akrab dan penuh kasih sayang, memberi motivasi yang mendalam pada anak.

Disamping suasana keluarga yang mendukung belajar anak keadaan sosial

ekonomi keluarga pun juga mempengaruhi. Anak bela jar memerlukan

sarana-sarana yang kadang-kadang mahal. Bila keadaan ekonomi keluarga tidak

memungkinkan, kadangkala menjadi penghambat anak belajar. Maka perlu diberi

pengertian kepada anak. Namun bila keadaan memungkinkan cukuplah sarana

yang diperlukan a nak, sehingga mereka dapat belajar dengan senang.

3. Lingkungan Masyarakat

Siswa hidup di masyarakat. Hal demikian berarti siswa adalah bagian dari

warga masyarakat. Oleh karena itu siswa menjalin hubungan dengan anggota

masyarakat yang lainnya. Hubungan tersebut terjadi dengan teman sebaya, dengan

orang yang lebih tua maupun dengan orang yang lebih muda. Menurut Roestiyah

(1982 : 162), anak perlu bergaul dengan anak lain untuk mengembangkan

sosialisasinya. Tetapi perlu dijaga jangan sampai mendapatkan tema n bergaul

yang buruk perangainya. Perbuatan yang tidak baik mudah menular pada orang

lain. Maka perlu dikontrol dengan siapa mereka bergaul.. Selain itu pengaruh

(28)

majalah, Koran, yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara pendidikan.

Kadang-kadang anak asyik membaca buku yang bukan buku pelajaran, sehingga

lupa akan tugas belajar. Maka bacaan anak perlu diawasi dan diseleksi. Selain

yang telah disebutkan diatas menurut Muhibbin Syah (1995: 138), bahwa kondisi

masyarakat dilingkungan yang kumuh dan serba kekurangan dan terdapat

anak-anak penganggur dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Dalam kondisi

masyarakat yang demikian, jika anak tidak berhati-hati dalam pergaulannya, anak

dapat melupakan tugasnya sebagai pelajar.

Sementara itu didalam masyarakat yang lingkungan anak-anaknya rajin

belajar dapat dapat menjadi daya dorong terhadap siswa yang lain untuk rajin

belajar. Hal ini ditegaskan oleh Roestiyah (1982 : 163 ) yang mengatakan bahwa

dilingkungan yang anak-anaknya rajin belajar, kemungkinan besar anak akan

terpengaruh untuk rajin belajar tanpa disuruh. Anak akan merasa malu jika jika

mendapat prestasi yang rendah, jika teman-teman disekitarnya mendapat prestasi

belajar yang tinggi. Oleh karena itu anak akan berusaha belajar keras agar tidak

ketinggalan dengan teman-temannya. Apabila teman-teman disekitarnya itu teman

sekelasnya anak dapat mengadakan belajar bersama. Belajar bersama disini

dimaksudkan agar ketinggalan dalam mengikuti mata pelajaran dikelas dapat

diatasi.

4. Lingkungan Sekolah

Pendidikan disekolah sebagai akibat dari pemenuhan akan pentingnya

pendidikan. Sekolah tidak hanya terdiri dari gedung saja melainkan juga sarana

(29)

didik belajar, mempelajari sejumlah materi pelajaran. Oleh karena itu perlu

diciptakan, lingkungan sekolah yang dapat mendukung anak untuk belajar.

Menurut Muhibbin Syah (1995: 137) Lingkungan sekolah seperti para guru,

para staf, para sta f administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi

semangat belajar seorang siswa. Para guru yang selalu menunjukkan sikap dan

perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suritauladan yang baik dan rajin

khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin belajar dan berdiskusi, dapat menjadi

daya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa.

Selain itu yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah yaitu kebersihan

lingkungan sekolah pada umumnya dan kebersihan kelas pada khususnya turut

mempengaruhi proses belajar siswa.

C. Motivasi Belajar 1. Arti Motivasi

Motivasi secara umum adalah keadaan psikologis dan fisiologis dalam diri

pribadi seseorang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas aktivitas

tertentu untuk mencapai tujuan. (suryabrata, 1984 : 72).

Menurut A.W. Bernard yang dikutip oleh KI RBS. Fudyartanto ( 2002 : 257 )

memberi definisi motivasi adalah: “Motivation refers to all those phenomena

which are involved in the stimulation of action towards particular objectives

where previo usly there was little or no movement towards those goals”. Dari

(30)

stimulasi (perangsangan) tindakan kearah tujuan-tujuan tertentu dimana

sebelumnya kecil atau tidak ada gerakan kearah tujua-tujuan itu. Jadi motivasi

adalah usaha memperbesar atau mengadakan gerakan mencapai tujuan tertentu.

Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh (Sardiman 1986: 73) motivasi adalah

perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling”

dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Motivasi juga dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan

kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu

dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha meniadaka n atau mengelakkan

perasaan tidak suka. Motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi

motivasi itu adalah tumbuh didalam diri seseorang.

2. Motivasi Belajar

Seseorang dianggap memiliki motivasi berprestasi (The need for

achievement ), jika dia mempunyai keinginan untuk melakukan kerja secara lebih

baik atau berprestasi lebih tinggi dari orang lain. Prestasi belajar yang dicapai

seseorang tidak akan lepas dari proses belajar. Menurut Elida Prayitno (1989 : 8)

motivasi dalam belajar tidak saja merupakan suatu energi yang menggerakkan

siswa untuk belajar, tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktivitas siswa

kepada tujuan belajar.

Menurut W.S. Winkel (1989: 92), motivasi belajar adalah keseluruhan daya

penggerak psikis didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,

(31)

belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Menurut Sardiman (1986: 75) motivasi

belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya

yang khas adalah dalam hal menumbuhkan gairah, merasa senang dan semangat

untuk belajar.

Howley (dikutip oleh Elida Prayotno 1989: 3) mengatakan bahwa

siswa-siswa yang termotivasi dengan baik dalam belajar, melakukan kegiatan lebih

banyak dan lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi

dalam belajar.

Pada dasarnya seseorang yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi

kebanyakan akan mencapai prestasi yang lebih baik. Tetapi juga tidak dapat

disangkal bahwa dalam kenyataan walaupun motivasinya cukup kuat tetapi

prestasi belajarnya tidak mencapai hasil yang baik. Hal ini karena terdapat

faktor-faktor yang menghambat belajar. Menurut (Kartini Kartono, 1985: 62-67)

secara garis besar faktor-faktor yang menghambat belajar dapat dikelompokkan

dalam dua golongan yaitu :

a. Sebab endogen (dalam diri anak)

1) Bersifat bioligis, misalnya kesehatan, cacat badan.

2) Bersifat psikologis, misalnya kecerdasan, minat, bakat, perhatian.

b. Sebab eksogen (dari luar diri anak)

1) Faktor keluarga yaitu fak tor orang tua, suasana rumah, keadaan

ekonomi keluarga.

2) Faktor sekolah

(32)

4) Faktor lain, misalnya metode belajar anak yang kurang baik.

Karakteristik siswa yang mempengaruhi motivasi belajar menurut Sardiman

seperti yang dikutip oleh Ali Imron (1996: 88) sebagai berikut:

a) tekun dalam menghadapi tugas

b) ulet menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa, tidak cepat puas

atas prestasinya

c) menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalh

belajar

d) lebih suka bekerja sendiri

e) tidak cepat bosan denga n rutinitas

f) dapat mempertahankan pendapatnya

g) tidak mudah melepaskan apa yang diyakininya

h) senang mencari dan memecahkan masalah

D. Disiplin Belajar 1. Arti Disiplin

Menurut WHS Jenes (1962) mengartikan disiplin sebagai berikut: Diciplin

has been defined as the training of the will. Disiplin disini diartikan sebagai

latihan kemauan. Kemauan disini adalah kemauan yang baik, maka dapat

dianalisis lebih lanjut. Jika kemauan tersebut dipimpin dan diarahkan dengan baik

akan melatih kebiasaan yang baik pula, yang tidak lain adalh melatih kemauan

(33)

Disiplin merupakan keterikatan seseorang baik secara langsung maupun tidak

langsung untuk mentaati norma-norma tertentu yang ada dilingkungan

masyarakat. Secara khusus disiplin adalah usaha yang sungguh-sungguh dengan

melalui latihan-latihan dan kemauan dari anak untuk belajar. Kemauan disini

adalah kemauan yang baik dari anak untuk berbuat positif dan berbuat yang

menguntungkan. Sebagai contoh siswa yang mematuhi gurunya untuk

mengerjakan pekerjaan rumah, mematuhi peraturan yang ada di sekolah, dan lain

sebagainya.

2. Disiplin Belajar

Untuk mendapatkan sesuatu hasil yang baik diperlukan disiplin dan

keteraturan secara kontinyu. untuk dapat mencapai hasil belajar yang baik,

seorang pelajar perlu merencanakan terlebih dahulu dengan sistematika yang baik

tentang apa yang akan dipelajari.

Menurut The Liang Gie (1982: 82) bahwa dalam usaha apapun juga

keteraturan dan disiplin akan tetap merupakan kunci untuk memperoleh hasil yang

baik. Dengan jalan berdisiplin melaksanakan pedoman-pedoman yang baik

didalam usaha belajar barulah seorang pelajar akan mempunyai cara belajar yang

baik.

Sifat bermalas- malas keinginan mencari gampangnya saja, hingga untuk

bersusah payah memusatkan pikirannya, kebiasaan melamun dan gangguan

lainnya selalu dihadapi oleh seorang pelajar. Gangguan itu dapat diatasi bila

(34)

menangguhkan usaha belajar sampai sudah dekat ujian , hal ini hanya dapat

dihalau kalau ia disiplin pada dirinya. Disiplin akan membuat pelajar memiliki

kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses kearah

pembentukan watak yang baik.

Cara belajar yang baik bukanlah bakat yang dibawa sejak lahir, yang diwarisi

dari orang tua melainkan kecakapan yang diperoleh melalui latihan. Jika cara

belajar yang baik sudah menjadi kebiasaan, maka tidak perlu lagi ada resep yang

diperhatikan sewaktu belajar.begitu pula dengan keteraturan dan kedisiplinan

tidak akan terasa lagi sebagai suatu beban yang berat.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin belajar

Pada kenyataannya masih banyak pelajar yang belum disiplin dalam

belajarnya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

a. Faktor intern ( faktor yang berasal dari alam diri pelajar itu sendiri ) yang

meliputi :

1) Sifat malas.

Sifat malas ini dapat terjadi karena kesengajaan, misalnya seorang

pelajar yang selalu menunda pekerjaan yang diberikan sehingga akan

membuat mereka malas untuk mengerjakannya karena semakin

banyaknya tugas yang harus mereka selesaikan.

2) Kesehatan.

Kesehatan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi

(35)

tidak sehat cenderung akan menunda pekerjaannya dan tidak dapat

menyelesaikannya.

3) Minat.

Seseorang yang mempunyai minat dalam belajarnya cenderung

akan disiplin dalam melakukan segala usahanya demi tercapainaya

segala yang dicita-citakannya.

b. Faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar diri pelajar), yang meliputi :

1) Peralatan.

Peralatan merupakan faktor penentu dalam usaha peningkatan

disiplin belajar. Jika seorang pelajar yang mempunyai peralatan sekolah

yang lengkap, mereka akan cenderung untuk disiplin melakukan

tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

2) Lingkungan.

Lingkungan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam

membantu meningkatkan disiplin belajar, karena dalam belajar

diperlukan lingkungan (keluarga, sekolah,dan masyarakat) yang kondusif

untuk mencapai hasil maksimal.

E. Kerangka Berfikir

1. Hubungan Antara Lingkungan Belajar Denga n Prestasi Belajar

Dari uraian tentang lingkungan belajar diatas dapat dipahami bahwa

(36)

tersebut dapat dibedakan menjadi tiga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan

masyarakat dan lingkungan sekolah. Lingkungan keluarga merupakan hubungan

antara anak dengan orang tua. Menurut Patterson dan Loeber (dikutip oleh

Muhibbin Syah 1995: 138) mengatakan bahwa lingkungan belajar yang lebih

mempengaruhi kegiatan belajar siswa adalah orang tua da lam keluarga itu sendiri.

belajar siswa. Di lingkungan masyarakat anak akan banyak berhubungan dengan

anggota masyarakat lainnya, anak akan beegaul dengan orang-orang sebaya, lebih

tua maupun yang lebih muda. Maka dari itu pergaulan anak dimasyarakat perlu

dijaga agar tidak salah bergaul sehingga dapat mempengaruhi prestasi belajar. Di

lingkungan sekolah anak akan berinteraksi dengan teman-teman sekolah dan guru,

tapi teman-teman akan lebih besar pengaruhnya terhadap anak.

Dengan demikian lingkungan belajar yang mendukung akan menjadikan

prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya lingkungan yang kurang mendukung

akan menjadikan prestasi belajar siswa akan rendah.

2. Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar

Motivasi dalam belajar tidak saja merupakan suatu energi yang

menggerakkan siswa untuk belajar, tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan

aktivitas siswa untuk belajar (Elyda Prayitno 1989: 8). Motivasi belajar sedikit

banyak akan mempengaruhi prestasi belajar. Peserta didik yang memilik i motivasi

yang kuat, akan mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan kegiatan

(37)

keinginan untuk belajar tersebut maka siswa akan lebih bersemangat untuk belajar

sehingga prestasinya akan meningkat.

3. Hubungan Antara Disiplin Belajar Dengan Prestasi Belajar

Disiplin belajar sangat penting dalam kegiatan belajar karena kedisiplinan

dalam belajar pada akirnya akan mempengaruhi prestasi belajar. Seorang pelajar

yang disiplin dalam mela kukan aktivitas atau kegiatan terutama dalam hal belajar

akan mudah dalam mengukuti proses belajar. Pelajar akan berusaha melaksanakan

apa yang telah disusun atau direncanakan untuk mendapatkan hasil yang lebih

baik. Maka dari itu kedisiplinan dalam belaja r akan mempengaruhi prestasi

belajar.

F. Hipotesis

Hipotesis adalah sebuah kesimpulan tetapi kesimpulan tersebut belum final,

masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam hal ini adalah sebagai

berikut :

1. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar

dengan prestasi belajar

2. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan

prestasi belajar.

3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan

(38)

23 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini bersifat replikasi dari penelitian sebelumnya dan jenis penelitian ini

adalah studi kasus yaitu jenis penelitian yang mengambil suatu permasalahan yang terjadi pada obyek penelitian tertentu. Jenis penelitian studi kasus tersebut bila

dihubungkan dengan hasil penelitian maka kesimpulan yang dapat diambil dari

penelitian hanya berlaku bagi obyek yang diteliti saja dan tidak berlaku bagi obyek

penelitian yang lain. Penelitian ini hanya terbatas pada obyek tertentu saja yaitu

mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2002 dan 2003 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Secara khusus yang diteliti dari responden adalah Lingkungan belajar,

Motivasi belajar, dan disiplin belajar.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian : Universitas Sanata Dharma, Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta.

(39)

24 C. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek penelitian

Subyek penelitian adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan

2002-2003 Universitas Sanata Dharma. Peneliti memilih Prodi Pendidikan Akuntansi

angkatan 2002-2003 karena subyek dalam penelitian ini satu ruang lingkup dengan

peneliti dan mahasiswa angkatan 2002-2003 telah menempuh studi belajar yang relatif cukup lama dan sudah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan

belajar.

Kriteria lama antara lain: mahasiswa sudah lebih dari 4 (empat) semester belajar

di Universitas Sanata Dharma.

2. Obyek penelitian

Obyek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan penelitian.

Dalam hal ini yang menjadi obyek penelitian adalah Hubungan antara Lingkungan

belajar, Motivasi belajar dan Disiplin belajar dengan Prestasi belajar

D. Populasi, Sampel dan Prosedur Pengambilan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil hitung atau pengukuran

kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu disemua kumpulan

(Sudjana,1996: 6). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan

(40)

25

2002 terdiri dari tiga kelas. Kelas A sebanyak 40 mahasiswa, kelas B sebanyak 40 mahasiswa dan kelas C 36 mahasiswa. Kemudian angkatan 2003 terdiri dari dua

kelas yaitu kelas A sebanyak 35 mahasiswa dan kelas B 34 mahasiswa, jadi

keseluruhan ada 185 mahasiswa.

Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi. Menurut Suharsimi

Arikunto ( 1991: 104) besarnya sampel yang diambil agar memperoleh data yang representativ adalah jika populasi lebih dari 100 maka sampel dapat diambil antara

10% sampai 15% atau 20% sampai 25% atau lebih sesuai dengan kemampuan

peneliti. Sampel dalam penelitian ini akan mengambil sebanyak 100 mahasiswa.

2. Prosedur pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

sampel proporsi atau proportional random sampling. Teknik pengambilan sampel

proporsi digunakan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel yang

representativ, pengambilan subyek dari setiap strata ditentukan seimbang.

Penelitian ini mengambil sampel 100 mahasiswa secara kelompok berimbang dengan perhitungan sebagai berikut :

Angkatan 2002 Kelas A

185 40

x 100 = 21,6

Kelas B 185

40

x 100 = 21,6

Kelas C 185

36

(41)

26 Angkatan 2003

Kelas A 185

35

x 100 = 18,9

Kelas B 185

34

x 100 = 18,4

Jumlah = 99,9 dibulatkan 100 mahasiswa.

Dengan demikian diharapkan sampel dapat terwakili dari kedua angkatan.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel 1. Variabel penelitian

Variabel adalah obyek peneliti yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 1989: 91). Dalam hal ini variabel yang akan

diteliti adalah :

a. Variabel bebas (Independence variable)

Variabel bebas adalah himpunan seluruh gejala yang memiliki berbagai

aspek atau unsur yang berfungsi mempengaruhi atau menentukan munculnya

variabel lain yang disebut variabel terikat (Nawawi, 1994 : 50 )

Varibel bebas dalam penelitian ini adalah :

1) Lingkungan belajar sebagai variabel bebas pertama (x1)

2) Motivasi belajar sebagai variabel bebas kedua (x2)

(42)

27 b. Variabel terikat ( Dependence variable )

Variabel terikat adalah himpunan seluruh gejala yang memiliki berbagai

aspek atau unsur didalam yang berfungsi menyesuaikan diri dengan kondisi lain.

Variabel terikat dalam hal ini adalah prestasi belajar mahasiswa (y)

2. Kategori kecenderungan variabel

kategori kecenderungan terhadap variabel bebas dan terikat dinilai dengan

Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II. Penilaian dengan menggunakan PAP tipe II

adalah sebagai berikut (Ign. Masidjo, 1991: 46)

Tabel 2

Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II Tingkat Penguasan

Kompetensi

Kategori Kecenderungan Variabel

81% - 100% 66% - 80% 56% - 65% 46%- 55%

< 46%

Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

3. Pengukuran variabel

Dalam penelitian setiap variabel penelitian yang dianalisis perlu diukur dengan

cara pengukuran masing- masing maka pengukuran variabel penelitian yang penulis

lakukan adalah

(43)

28

Data mengenai lingkungan belajar, motivasi belajar, disiplin belajar yang diperoleh melalui jawaban kuesioner yang berupa daftar pertanyaan. Kuisioner

yang digunakan berbentuk pertanyaan tertutup, dimana responden hanya memilih

jawaban yang telah tersedia. Jawaban yang diperoleh bersifat kualitatif maka

menggunakan skala likert dalam memberikan skor. Ada dua kategori yang

digunakan yaitu pertanyaan positif dan pertanyaan negatif yang dinilai dengan pilihan Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak

Setuju (STS). Pembagian pernyataan ini menjadi dua kategori ini karena pada

dasarnya seseorang mempunyai sikap yaitu sikap mendukung (positif), sikap

tidak mendukung/menolak (negatif) dan netral. Penulis berharap responden

(44)

29

Tabel 3 Kisi kisi kuesionar

No Variabel Indikator Item

positif Item negatif 1 2 3 Lingkungan belajar Motivasi belajar Disiplin belajar

• Lingkungan keluarga

• Lingkungan sekolah

• Lingkungan masyarakat

• Kemauan untuk mengikuti

pelajaran

• Keinginan untuk berprestasi

• Kerelaan menyediakan

waktu belajar

• Ketekunan

• Kemauan mentaati

peraturan 1,2,8,9 3,6,10,11 4,5,7 5,10 1,2,6 8,9 1,2,3,4 5,6,9 7 3 4 7,8,10 Tabel 4

Skor nilai-nilai item pertanyaan kuesioner

Jawaban Positif negatif

(45)

30 Tidak setuju

Sangat tidak setuju

2 1

3 4

b. Variabel Terikat ( prestasi belajar )

Variabel terikat adalah himpunan seluruh gejala yang memiliki sejumlah

aspek atau unsur yang didalamnya berfungsi menerima atau menyesuaikan diri

dengan kondisi lain yang disebut variabel bebas. Variabel terikat dalam

penelitian ini adalah prestasi belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi

angkatan 2002-2003 Universitas Sanata Dharma.

Data prestasi belajar mahasiswa diukur dengan indeks prestasi sebagai

indikator. Dalam penelitian ini prestasi akademik yang digunakan adalah nilai

indeks prestasi kumulatif yang telah dicapai oleh responden. Prestasi yang

diperoleh mahasiswa dikategorikan sebagai berikut :

Tabel 5

Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa

IPK Kategori

3,51 – 4,00 2,76 – 3,50 2,00 – 2,75

Cum laude

Sangat memuaskan Memuaskan

(46)

31 F. Data yang Diperlukan

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh responden melalui

daftar pertanyaan atau kuesioner. Data primer dalam penelitian ini adalah

meliputi identitas diri mahasiswa, tentang hubungan lingkungan belajar,

motivasi belajar, dan disiplin belajar dengan prestasi belajar mahasiswa,yang dapat diperoleh hasilnya melalui kuesioner yang telah dibagikan kepada

mahasiswa.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang lebih dahulu dikumpulkan oleh pihak lain

diluar pene liti. Data sekunder dalam penelitin ini adalah meliputi buku-buku yang berkaitan dengan teori tentang lingkungan belajar, motivasi belajar, dan

disiplin belajar. Data prestasi belajar mahasiswa diambil dari IPK.

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data menggunakan tiga metode yaitu : a. Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau

(47)

32 b. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara melihat dan

mencatat dokumentasi yang diperlukan. Cara ini digunakan untuk memperoleh

data mengenai sejarah Universitas, Program studi, peraturan akademik, fasilitas,

kurikulum.

c. Wawancara

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk

memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan. Wawancara dilaksanakan

dengan cara memberi pertanyaan secara langsung kepada pihak-pihak yang

bersangkutan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan data yang

diperlukan.

H. Teknik Pengujian Instrumen 1. Pengujian Validitas Instrumen

Suatu alat ukur dikatakan valid atau sahih apabila suatu alat pengukur tersebut

dapat mengukur apa yang ingin diukur dengan tepat atau teliti.

Kevalidan alat ukur itu diuji dengan menggunakan metode analisis butir yaitu

validitas dengan menguji apakah tiap item atau butir soal benar-benar telah

mengungkapkan indukator yang ingin diselidiki. Penghitungan validitas dalam

penelitian ini menggunakan perhitungan korelasi product moment dari karl pearson

(48)

33

(

)( )

( )

{

2 2

}

{

2

( )

2

}

Y Y N X X N Y X XY N rxy ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑ = Ketetangan : xy

r = Koefisien korelasi antara x dan y

N = Jumlah responden

x = Jumlah skor dari setiap item

y = Jumlah dari skor seluruh item

2

x = Jumlah x kuadrat

2

y = Jumlah y kuadrat

xy = Jumlah perkalian x dan y

Butir dikatakan valid apabila koefisien korelasi ( r hit ) bernilai positif dan lebih

besar atau sama dengan r table dengan taraf signifikansi 5%. Demikian sebaliknya dikatakan tidak valid apabila koefisien korelasi (r hit) lebih kecil dari r table dengan

taraf signifikansi 5%. Pelaksanaan perhitungan validitas butir pada penelitian ini

dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan

dengan r table yaitu sebesar 0,2366 pada taraf signifikansi 5%, N = 31, dan df sebesar

(49)

34 Tabel 6 Hasil uji validitas Instrument lingkungan belajar

No. item Rhitung Rtabel Hasil Analisis

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0,7188 0,3885 0,5706 0,3685 0,3583 0,3308 0,3902 0,3745 0,5179 0,2726 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Instrumen motivasi belajar

No. item Rhitung Rtabel Hasil Analisis

(50)

35 9 10 0,4131 0,4139 0,2366 0,2366 Valid Valid

Instrument disiplin belajar

No. item Rhitung Rtabel Hasil Analisis

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0,4753 0,5601 0,4082 0,4795 0,4115 0,6554 0,6809 0,3927 0,3004 0,2530 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 0,2366 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas kuisioner adalah sejauhmana alat penguk ur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Cara untuk mencari reliabilitas keseluruhan item adalah dengan

mengoreksi angka korelasi yang diperoleh dengan menggunakan rumus Alpha

Cronbach sebagai berikut :

r11 =

(

)

(51)

36 Keterangan :

11

r = Reliabilitas

k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2 b

σ

Σ = Jumlah varian butir

2 1

σ = Varian total

Hasil analisis uji reliabilitas dihitung dengan progr am komputer seri SPSS. Dari

hasil analisis tersebut diperoleh hasil reliabilitas seperti pada table dibawah ini:

Tabel 7

Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel penelitian Koefisien Reliabilitas

1 2 3

Lingkungan belajar Motivasi belajar

Disiplin belajar

0,7644 0,7688 0,7827

Setelah r11 diperoleh kemudian dikonsoltasikan dengan rtabel pada taraf

signifikansi 5% sebesar 0,2366 instrumen dikatakan handal jika r11 lebih besar dari

rtabel.

Hasil analisis uji reliabilitas dari tabel diatas kemudian dibandingkan dengan

tingkat keterandalan variabel penelitian yang telah dikemukakan oleh Suharsimi

(52)

37 Tabel 8

Tingkat Keterandalan Variabel Penelitian

No Koefisien Alpha Interpretasi Tingkat Keterandalan 1

2 3 4 5

0.800-1.000 0.600-0.799 0.400-0.599 0.200-0.399

<0.200

Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

I. Teknik Analisis Data

Untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, maka data

yang berhasil dikumpulkan harus diperoleh kemudian dilakukan analisis. Dalam

menganalisis data diperlukan teknik analisis data yang sesuai dengan datanya. Secara

garis besar data dapat digolongkan menjadi dua yaitu data kuantitatif dan data

kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat diukur atau dapat dinilai dengan

angka secara langsung. Sedang data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur

atau dinilai secara langsung.

Data yang diperoleh dan digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif,

maka teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif atau

analisis statistik. Dalam penelitian ini diharapkan hasil pengolahan dan analisis data

dengan teknik statistik diharapkan dapat dapat menjawab permasalahan yang

diajukan. Untuk itu dipilih teknik analisis data yang relevan dengan tujuan penelitian

(53)

38

Untuk menjawab permasalahan yang ada penulis menggunakan rumus-rumus sebagai berikut :

1. Uji Prasyarat Analisis

Uji prayarat analisis perlu dilakukan karena akan digunakan sebagai langkah

selanjutnya dalam melakukan analisis data, selain itu demaksudkan sebagai dasar

dalam mengambil keputusan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang seharusnya ditarik.

a. Uji Normalitas

Tujuan melakukan uji normalitas adalah agar kesimpulan yang ditarik tidak

menyimpang dari yang seharusnya. Uji normalitas data digunakan untuk

mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah kondisi

masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji normalitas dengan

menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov sebagai berikut :

D = maksimum Fo

( )

xSn

( )

X

Keterangan:

D = Deviasi maksimum

Fo = fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan

(54)

39 2. Analisis Hipotesis

Untuk menganalisis hipotesis 1,2, dan 3 menggunakan langkah- langkah sebagai

berikut:

a. Perumusan hipotesis

1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan

belajar dengan prestasi belajar.

2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar

dengan prestasi belajar.

3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar

dengan prestasi belajar.

b. Langkah- langkah pengujian hipotesis 1) Menyusun hipotesis

Ho : r = 0 berarti tidak ada hubungan antara x dan y.

Hal ini dapat dijelaskan bahwa tidak ada hubungan antara

variabel-variabel bebas dengan variabel-variabel terikat.

Ha : r # 0 berarti ada hubungan antara x dan y.

Hal ini dapat dijelaskan bahwa ada hubungan antara variabel-variabel

bebas dengan variabel terikat.

2) Menggunakan uji statistik

Untuk menjawab permasalahan pada hipotesis 1,2, dan 3 yaitu

(55)

40

motivasi belajar (X2) dengan prestasi belajar (Y) dan disiplin belajar (X3)

dengan prestasi belajar (Y), oleh karena itu penulis membuat persamaan

garis regresi tiga prediktor. Rumusnya adalah sebagai berikut: (Sugiyono,

2005: 256)

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Keterangan :

a = koefisien variabel X1

b = koefisien variabel X2

c = koefisien variabel X3

Y = variabel terikat

X1 = variabel bebas 1

X2 = variabel bebas 2

X3 = variabel bebas 3

Dari hasi analisis regresi ganda juga diperoleh thitung.

kriteriapengambilan keputusan yaitu apabila thitung. lebih besar dari ttabel pada

taraf signifikansi 5%, maka variabel yang diuji terdapat hubungan yang

positif dan signifikan. Sedang apabila thitung. lebih kecil dari ttabel maka tidak

(56)

41

Tabel 9 Interpretasi Nilai r

Besarnya Nilai r Interpretasi

Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 sampai dengan 0,400

Antara 0,00 sampai dengan 0,200

Tinggi Cukup Agak rendah

Rendah Sangat rendah (tak

berkorelasi)

Besarnya Nilai r Interpretasi

Antara -0,800 sampai dengan -1,00 Antara -0,600 sampai dengan -0,800 Antara -0,400 sampai dengan -0,600 Antara - 0,200 sampai dengan -0,400

Antara - 0,00 sampai dengan -0,200

Tinggi Cukup Agak rendah

Rendah Sangat rendah (tak

berkorelasi)

Apabila diperoleh angka negatif, berarti korelasinya negatif. Hal ini

menunjukkan adanya kebalikan urutan indeks korelasi yang bernilai tidak

(57)

42 BAB IV

GAMBARAN UMUM UNIVERSITAS

A. Sejarah Perkembangan Universitas Sanata Dharma 1. Latar Belakang

Rencana mendirikan suatu Perguruan Tinggi Keguruan lahir ketika Prof. Moh. Yamin, S.H. menjabat Mentri Pendidikan, Pengajaran dan

Kebudayaan Republik Indonesia. Sampai waktu itu, pendidikan khusus

guru-guru SMTP/SMU dilaksanakan oleh kursus BI/BII yang didirikan di berbagai

kota di Indonesia. Tetapi sewajarnyalah pendidikan yang amat penting itu

diangkat ke taraf keguruan universitas dengan mempertahankan arah dan tujuan sendiri, yaitu keguruan di sekolah menengah.

Inisiatif ini menarik bagi gereja, terutama di Jawa Tengah yang waktu

itu Ordo Societas Jesu (Serikat Yesus, sering diangkat SJ) telah membuka

kursus-kursus BI diantara BI Mendidik (Yayasan De Brito) di Yogyakarta yang

dikelola oleh Pater H. Loeff, S.J. BI sejarah di Semarang dikelola oleh Pater W.J. Van der Meulen, S.J. dan BI Ba hasa Inggris (Yayasan Loyola) di

Semarang dikelola oleh Pater H. Bastianse, S.J.

Selanjutnya kursus-kursus BI tersebut dianggap Crash Program

sehingga Superior Misionaris Societas Jesu, yaitu Pater Kester berusaha

(58)

43

pejabat Kementrian PP dan K, berkunjung ke Yogyakarta. Kesempatan inikemudian dimanfaatkan ole h Pater Kester, Pater Ruding dan pater H. Loeff

untuk menggali informasi tentang gagasan Prof. Moh. Yamin, S.H. untuk

mendirikan PTPG. Pater Kester berpendapat bahwa gagasan inilah yang selaras

dengan karya-karya para Pater Jesuit dam tidak melampauibatas-batas

kemampuan Ordo. Setelah didapatkan persetujuan Bapak Mentri, berlangsunglah pembukuan resmi PTPG USD di Pendopo Seminari Tinggi,

jalan Code, tanggl 17 Desember, ketika itu kementrian PP&K diwakili oleh

Prof Makagiansar, Wakil Kepala Bagian Perguruan Tinggi. Dekan pertama

yaitu Prof. Dr. N.Driyarkara. S.J.

Tiga kursus BI milik Jesuit yang telah digabungkan menjadi satu. Gabungan ini diperkuat dengan “bumbu” US $ 150.000, hadiah dari

Conggregatio de Propaanda Fide. Dengan demikian lahirlah PTPG Sanata

Dharma yang dimulai pada tanggal 20 Oktober 1955.

Awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 jurusan, yaitu (1)

BahasaInggris (2) Sejarah (3) IPA dan (4) Ilmi Mendidik. Sedangkan nama Sanata Dharma sendiri diciptakan oleh Pater K. Looymans, S.J., pejabat

Departemen PP dan K di Kawali (Kantor Wali gereja Indonesia). Aslinya

Sanata Dharma dibaca Sanyata Dharma. Nyata Dharma artinya “kebaktian yang

sebenarnya” atau “pelayanan yang nyata”. Kebaktian itu ditujukan kepada

(59)

44

Kemudian pembesar misi Societas Jesu menunjuk Pater Prof. Dr. Nicolaus Drijarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma sedangkan

Wakil Dekan dipercayakan kepada Pater H. Loeff,S.J.

2. Perkembangan Selanjutnya

Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, keme ntrian PP dan K tenatngperubahan PTPG menjadi FKIP, maka pada November 1958

PTPG Sanata Dharma berubah menjadi FKIP Sanata Dharma dan ini

merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta. Pada

masa FKIP ini Sanata dharma berhasil memperoleh status DISAMAKAN

dengan negri beradasarkan SK Mentri PTIP No. I/1961, pada tanggal 6 mei jo No77/1962 tanggal 11 juli 1962. tetapi seacara de Facto FKIP_FKIP yang

dibentuk oleh PTPG tetap berdiri sendiri dan FKIP Sanata Dharma di

Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta hanyalah nama diataskertas

saja. Mulai 15 Juli 1961 Seminari Tinggi Yogyakarta menggabungkan diri

dengan FKIP Sanata dharma danmempunyai jurusan baru, bernama Filsafat Teologi.

Untuk mengatasi kerancuan ini akhirnya pemerintah kembali

menetapkan agar FKIP berdiri sendiri menjadi IKIP. Karena itu FKIP Sanata

Dharma juga berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK menteri

(60)

45

Dalam masa IKIP tersebut, banyak hal berkembang di Sanata Dharma. Perkembangan itu meliputi berbagai aspek, baik yang menyangkut

pembangunan secara fisik, administrasi, pengajaran, dan penelitian maupun

pengabdian pada masyarakat. IKIP Sanata Dharma dilengkapi dengan

lembaga-lembaga pendukung yaitu Pusat Penelitian Sanata Dharma, Pusat Pengabdian

pada Masyarakat, dan Pusat Komputer. Disamping itu FKIP Sanata Dharma didukung pula oleh dua biro administrasi, yaitu Biro Administrasi Umum

(BAU) dan Biro Administrasi Akademi dan Kemahasiswaan (BAAK).

Yayasan Sanata Dharma membuka sekolah latihan bagi amhasiswa,

yaitu SMP Sanata Dharma pada tanggal 1 Januari 1967. SMP ini terletak

dibagian utara kampus Sanata Dharm, SMP berakhir tahun 2002. pada tanggal 1 Januari 1973 juga dibuka pendidikan non- gelar bagi para luluasn SLTA,

yaitu Program Extenstion Course Bahasa Inggris. Program ini dilaksanakan

dalam rangka pengabdian pada masyarakat.

Pada bulan Juli 1979 IKIP Sanata Dharma melaksanakan program

sarjana muda dan sarjana, pada saat yang sama Depdikbud juga mempercayakan kepada IKIP Sanata Dharma untuk mengelola Program

Diploma I, II, dan III pada berbagai jurusan seperti Matematika, Fisika, Bahasa

Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, IPA dan PMP. Berbagai Program Diploma ini

ditutup pada tahun 1990, dan selanjutnya dibuka Program Diploma II yaitu

(61)

46

Untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman maka pada tanggal 20 April 1993 sesuai dengan SK

Mendikbud No.46/ D/ O/ 1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi

Universitas Sanata Dharma. Dengan perkembangan ini diharapkan Sanata

Dharma tetap dapat memajuka muatan program pendidikannya. Disamping

tetap mempertahankan pendidikan guru dengan cara membuaka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidiakn (FKIP). Sanata Dha rma juga membuka 6

Fakultas baru dan 2 Fakultas perubahan bentuk. Dengan demikian

Fakultas-fakulats di Universitas sanata Dharma mencakup FKIP, Fakultas Ekonomi,

MIPA, Sastra, Teknik, Farmasi, Psikologi, Teologi dan Fakultas Agama.

Sejak tanggal 19 April 1999 melalui surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia No. 143/ DIKTI/ Kep/ 1999, fakultas Ilmu Pendidikan Agama

berubah menjadi Program Studi Iilmu Pendidkan Kusus Agama Katolik, dan ini

menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Pendidikan(FKIP). Dengan demikian saat ini

Universitas Sanata Dharma memiliki 8 Fakultas yang menyelenggarakan Pendidikan Program gelar S1 yaitu:

1. FKIP

2. Fakultas Ekonomi

3. Fakultas Sastra

(62)

47 5. Fakultas Farmasi

6. Fakultas Psikologi, dan

7. Fakultas Teologi

Dengan program non- gelar, yaitu D II PGSD, English Extension Course, dan

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Dan lebih dari itu saat ini Universitas

sanata Dharma juga membuka program pasca sarjana yaitu Program Studi Magister Teologi dan Program Studi Magister Iilmu Religi dan Budaya.

Sejak berdirinyan hingga sekarang Sanata Dharma pernah dipimpin oleh 9 orang

rector, yaitu:

1. Prof. Dr. N. Drijarkara, S.J. (1955 – 1967)

2. Drs. J. Drost, S.J. (1968 – 1976)

3. Prof. Dr. A.M. Kadarman, S.J. (1977 – 1984)

4. Drs. FX. Danuwinata, S.J. (1984 – 1988)

5. Drs. A. Tatoyo, M.Sc. (1988 – 1993)

6. Dr. M. Sastropratedja, S.J. (1993 – 1997, 1997 – 2001)

7. Dr. Paulus Suparno, S.J., M.S.T (2001 – 2006)

8. Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. (Sekarang)

Sedangkan nama-nama dekan FKIP Universitas Sanata Dharma adalah sbb:

1. Dr.J. Bismoko (1 Juli 1993 – 31 Januari 1994)

2. Dr. A. Priyono Marwan, S.J. (1 Februari – 31 Maret 1997)

(63)

48

4. Dr. A. M. Slamet Soewandi, M. Pd. (1 Agustus 2001 – 2006) 5. Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. (Sekarang)

B. Visi dan Misi

Berdasarkan visi misi Universitas Sanata Dharma, FKIP USD

merumuskan secara khusus visi dan misinya sebagai berikut: Visi:

1. Universitas Sanata Dharma terdorong untuk terus mencari, menemukan, dan

mengungkapkan kebenaran secara obyektif dengan kebebasannya. Hal itu

didasari pada pengakuan akan kebaikan hakiki dunia sebagai ciptaan Allah

yang harus dipelajari, diselidiki, dan direnungkan maknanya serta dibangundan dilestarikan demi kesejahteraanumat manusia dan kemuliaan Allah yang lebih

besar.

2. Menyadari peran penting generasi muda dalam mewujudkan manusia depan

bangsa Indonesia, Universitas Sanata Dharma merasa terpanggil untuk

memberikan sumbangan positif kepada usaha bersama dalam pengembangan pikiran, hati, dan kehendak kaum muda, dengan maksud membangkitkan

potensi mereka untuk secara aktif dan kreatif ikut membangn masyarakat

pliralistik yang adil, demokratis, dan sejahtera.

3. Usaha pengembangan itu didasarkan pada nilai kebangsaan dan kebudayaan

(64)

49

mengenai martabat manusia sebagai ciptaan Allah, tanggung jawab sosialnya serta tujuannya yang luhur; dan pada spiritualnya Ignasian ya ng terwujud dalam

arah pendidikan Serikat Yesus seperti “menjadi manusia” (men and women for

and with others), perhatian pribadi (cara personalis), serta semangat keunggulan

(magis) dan dialogis.

Misi:

1. Mengembangkan system pendidikan yang dapat memadukan nilai akademik

dan keman

Gambar

Tabel 1 Indeks Prestasi dengan Beban Studi Maksima l
Tabel 2 Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II
Tabel 3 Kisi kisi kuesionar
Tabel 5 Kategori Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, sifat material pengganti komponen dan dimensi yang digunakan dalam sambungan secara umum dapat mempengaruhi kemampuan sambungan tulang pinggul

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang diterapkan di kelas VIII C telah berjalan baik dan dapat dilihat pada tingkat

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi sebagai acuan untuk penelitian mengenai keterampilan petugas filing, tingkat kejadian misfile dan

TINJAUAN MENGENAI PERAN DAN REALISASI KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) DALAM MENANGANI ANAK YANG MENJADI PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN. KPAI dalam peran

THE EFFECTS OF THE CULTURAL CONFLICTS ON THE MOTHER- DAUGHTER RELATIONSHIPS AS SEEN IN AMY TAN’S THE BONESETTER’S DAUGHTER AND THE JOY LUCK CLUB.. Beserta perangkat yang

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran, Strategi Mengajar dengan Pendekatan Kontekstual, dan Pengelolaan Kelas

Dengan ini menyatakan bahwa tugas akhir dengan judul “Segmentasi Citra pada Video dengan Metode Level Set Berbasis Pemrograman Paralel GPU CUDA” merupakan hasil

treadmill (dengan menggunakan DICOM comunication ), serta dapat menampilkan data waveform dalam bentuk grafis dari file DICOM 3.0 yang diarsip oleh Medview®