BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran umum objek penelitian Profil Perusahaan

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran umum objek penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan

PT. Sari Coffee Indonesia, Starbucks Coffee merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 100 cabang baik di dalam kota maupun luar kota. Starbucks Coffee menjual banyak produk, mulai dari kopi minuman panas yang berbasis espresso, minuman dingin, frappuccino blended coffee dan frappuccino blended cream, makanan ringan seperti cake, puff, cookies, sampai sandwich. Selain kopi, frappuccino dan makanan, Starbucks juga menjual mug atau gelas-gelas dan juga tumbler. Tidak ketinggalan jajanan anak- anak seperti permen lollypop pun juga tersedia. Dimulai pada tahun 1971, ketika tiga mahasiswa perguruan tinggi yaitu Sigel, Bowker dan Baldwin membuka Starbucks Store di Seattle’s Pike Place Market. Merek itu berasal dari nama pelaut dalam novel Moby Dick. Pada saat itu menjual fresh roasted bean coffee (biji kopi asli) merupakan konsep baru ketika kopi pasar swalayan kalengan merupakan standar.

Pada tahun 1971, kota itu dilanda kemunduran yang memporak-porandakan yang disebut Boeing Bust. Pesan terkenal itu muncul pada April 1971, bulan yang sama ketika Starbucks membuka tokonya yang pertama. Pada waktu itu juga sebuah proyek pembaharuan kota mengancam akan membongkar Pike Place Market. Sekelompok pengembang ingin membangun sebuah tempat perdagangan dengan sebuah hotel, convention hall dan tempat parkir. Tetapi rencana itu berhasil digagalkan karena dalam suatu referendum, penduduk Seattle memilih untuk mempertahankan Pike Place Market sehingga Starbucks Coffee tetap bertahan disana.

Starbucks Coffee membuka banyak tokonya dengan sedikit keramaian pada bulan April 1972. Toko itu dirancang bernuansa laut klasik, semua peralatan dibuat dengan tangan. Satu dinding yang panjang ditutup dengan rak kayu, sedangkan yang lainnya disediakan untuk biji-biji kopi, yang seluruhnya hanya ada 30 jenis biji kopi yang ada di dunia. Starbucks tidak hanya membuat kopi dan menjualnya dengan cangkir, namun juga menawarkan contoh untuk dicoba yang selalu disajikan dengan cangkir-cangkir porselen,

(2)

2

karena kopi memang akan terasa lebih nikmat dengan cara itu. Cangkir- cangkir itu pula yang memaksa para pelanggan untuk tinggal lebih lama dan menikmati kopi.

Prediksi keuntungan toko pertama diluar dugaan, rupanya Starbucks mendapat respon yang baik dari masyarakat, Perusahaan itu telah berkembang dengan sendirinya. Selain itu pada akhir minggu harian berita Seattle Times memuat tentang Starbucks dan berdampak pelanggan akan datang dihari sabtu berikutnya.

Satu dekade berikutnya, Howard Schultz, seorang marketer muda dari Perstop (produsen peralatan dapur) tertarik untuk ikut bergabung dengan Starbucks. Dalam perjalanannya ke Milan yang dilakukan Howard Schultz pada tahun 1983 ia mendapatkan keyakinan bahwa bisnis kedai kopi memiliki potensi yang luar biasa di luar Milan.

Setelah kepemilikannya, Howard segera mengubah bisnis Starbucks dari model penggilingan kopi menjadi bar espresso bergaya Italia, yang terkenal sebagai penyedia kopi terbaik di seluruh dunia. Starbucks menyebut dirinya sebagai “ the third place”; ada rumah, kantor, dan Starbucks. Kedai ini menciptakan berbagai produk, desain interior, filosofi pelayanan, dan komunikasi yang baik. Suasananya dengan sofa dan musik mendorong konsumen betah berlama- lama disana.

Sejak tahun 1987, Starbucks telah berkembang dari 11 toko di Seattle, Washington, sampai 6500 toko di seluruh dunia. Sekarang Starbucks mempunyai toko hampir di setiap daerah Amerika Serikat, Kanada dan toko-toko baru di Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, dan tepi Pasifik. Analisa bisnis melihat bahwa kopi Starbucks dihidangkan di restorant, hotel-hotel, termasuk kantor-kantor dan perusahaan-perusahaan penerbangan yang baik, termasuk Nordstrom Cafes dan Espresso Carts, Barnes dan Noble Bookstore dan Unitied Horizon dan Delta Airlines. Selain itu kopi Starbucks juga dihidangkan di kios-kios Host Marriot yang mempunyai lisensi banyak lokasi bandara.

Dalam musim semi tahun 1994, Starbucks mengakuisisi The Coffee Connection, Inc yang menjalankan retail coffee store dan juga mempunyai satu pabrik roasting di Boston, Massachusetts. Pada tahun 1994 juga, Starbucks NewVenture Company sebuah anak perusahaan yang seluruhnya dimiliki oleh perusahaan Starbucks Coffee mengadakan suatu joint venture dengan Pepsi Cola untuk mengembangkan minuman berbasis kopi yang siap untuk diminum, yakni deretan minuman Frappuccino dalam kemasan botol. Seiring berjalannya waktu Starbucks menambah penjualannya yaitu

(3)

3

berupa CD dan es krim melalui kerjasamanya dengan Dreyer’s Grand Ice Cream. Merek es krim dengan cita rasa kopi mereka menjadi salah satu merek es krim nomor satu di United State. Dua tahun kemudian lebih Starbucks mulai berinovasi dengan mengeluarkan produk-produk baru seperti Milder Dimension (minuman campuran kopi dengan rasa yang lebih ringan) dan Tiazzi (minuman campuran teh dengan jus buah).

Pada tahun 1996, Starbucks Coffee membuka tokonya di Jepang, Hawai dan Singapore. Pada tahun 1998, Starbucks Coffee membuka tokonya di Taiwan, Thailand, New Zealand, United Kingdom, dan Malaysia. Pada tahun 1999, berkembang pula di China, Kuwait, Dubai, Hongkong, Shanghai, Qatar, Bahrain, Saudi Arabia, Australia, dan Korea. Selanjutnya pada tahun 2001, di Swiss, Israel, dan Austria. Kemudian pada tahun 2002 di Oman, Indonesia, Jerman, Spanyol, Puerto Rico, Mexico, Yunani. Dan pada tahun 2004 di Paris dan Costa Rica.

Pada tahun 2002 perusahaan ini memperkenalkan Starbucks barista Quattro dan Sacco Italia, yaitu mesin espresso otomatis yang dapat dipakai dirumah-rumah maupun di kantor. Kemudian Starbucks juga mengeluarkan produk baru untuk kategori produk siap minum yaitu Starbucks DoubleShot. pada tanggal 17 Mei 2002. PT. Sari Coffee Indonesia merupakan pemegang haktunggal untuk memperkenalkan dan memasarkan Starbucks Coffee di Indonesia.

PT. Sari Coffee Indonesia sendiri bernaung di bawah bendera perusahaan retail terkemuka PT. Mitra Adi Perkasa. PT. Sari Coffee Indonesia sebagai pemegang lisensi perusahaan kopi terbesar di dunia Starbucks Coffee yang sudah memiliki ribuan toko di dunia. PT. Sari Coffee harus mendirikan minimal 30 toko di negara tempat perusahaan beroperasi, dan pada saat ini Starbucks Coffee Indonesia sudah memiliki 126 toko yang tersebar di sepuluh kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Batam, Yogyakarta, Semarang, Balikpapan dan Makasar.

Lisensi Starbucks Coffee Indonesia yang dipegang oleh PT. Sari Coffee Indonesia bisa dicabut oleh Licensor apabila tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang tertera pada kontrak menyangkut hak pendirian dan pengelolaan. Syarat-syarat tersebut meliputi standarisasi kualitas produk, pelayanan, kebersihan, penempatan lokasi (untuk Coffee Bar harus berada di pojok), desain ruangan, peralatan yang digunakan, strategi pemasaran, laporan keuangan, dan pelatihan untuk karyawan-karyawati yang bekerja di

(4)

4

Starbucks Coffee. Khusus untuk bahan dasar yang digunakan untuk semua produk Starbucks, termasuk juga perlengkapan outlet dari kursi, meja hingga ornamen-ornamen di dinding, semuanya di imporlangsung dari Amerika.

Coffee Shop saat ini telah menjadi suatu bisnis yang berkembang dengan pesat, oleh karena itu Starbucks sebagai salah satu perintis konsep kedai kopi modern yang menyediakan hidangan kopi siap minum dengan berbagai macam rasa. Starbucks terus mengeluarkan minuman dengan varian rasa berbeda dalam setiap musim agar tidak akan kalah saing dengan coffee shop lain seperti MAXXCOFFEE, Coffee Bean and Tea Leaves, Regal Coffee Factory,J.CO dan masih banyak lainnya dimana semua itu hampir menyajikan dengan menu yang tak jauh berbeda.

Bagi para pekerja yang suka meeting di luar kantor, Starbucks merupakan salah satu tempat alternatif yang baik untuk di kunjungi karena selain tempat yang nyaman dengan tempat duduk mulai dari kursi biasa sampai sofa juga tersedia. Fasilitas yang diberikanpun tak kalah menarik, para pekerja maupun mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas dapat menggunakan fasilitas free wi-fi untuk browsing sambil ditemani dengan iringan musik klasik ataupun jazz.

Direktur Operasional dan Marketing Starbucks Coffee, Howard Schultz mengatakan “Starbucks bukanlah sekedar kopi yang hebat. Ia merupakan romantika pengalaman minum kopi, perasaan hangat, dan komunitas orang-orang yang masuk ke toko Starbucks”.

(5)

5 1.1.2 Logo Starbucks

GAMBAR 1.1 Logo Starbucks Coffee Sumber : Dokumen penulis,2017

Logo Starbucks Coffee sendiri dinamakan Siren,yang menggambarkan wanita penggoda dengan rupa seekor putri duyung dan didominasi warna hijau sebagai warna khas kota Seattle. Logo ini diambil oleh tiga sekawan pendiri Starbucks dari perahu nelayan tua di pelabuhan Seattle.

Pada tahun 2011 lalu Starbucks baru saja menggantikan logo perusahaannya yang lama menjadi yang seperti saat ini. Di dalam logo Starbucks yang lama terdapat tulisan “STARBUCKS COFFEE” melingkari gambar Sirens yang berwarna hitam. Namun sekarang logo tersebut sudah berubah, tidak ada lagi tulisan “STARBUCKS COFFEE” dan warna Siren itu sendiri berubah menjadi warna hijau. Jadi logo Starbucks saat ini hanyalah logo Siren yang berwarna hijau. Penghilangan tulisan Starbucks Coffee tersebut tentunya memiliki alasan, yakni karena Starbucks ingin terus melebarkan sayapnya dengan tidak hanya menjual coffee saja tetapi ia juga ingin memasukkan produk baru seperti ice cream dan yoghurt. Baginya tulisan “STARBUCKS COFFEE” tersebut

(6)

6

seperti membuat asumsi bahwa Starbucks hanyalah menjual kopi saja, pada kenyataannya Starbucks banyak menjual produk-produk lain. Oleh karena itu, Starbucks menghilangkan tulisan “STARBUCKS COFFEE” yang ada di dalam logonya.

GAMBAR 1.2

Perubahan Logo Starbucks Coffee Sumber : Dokumentasi Penulis,2017

1.1.3 Visi dan Misi

1.1.3.1Visi Starbucks Coffee

Visi utama Starbucks Coffee adalah menciptakan suatu lingkungan yang inklusif untuk semua orang dengan perbedaan-perbedaan individu mereka. Perbedaan-perbedaan ini meliputi hal-hal seperti usia, ras, suku, jenis kelamin, orientasi seksual, asal-usul kebangsaan, ketidakmampuan (cacat), pendidikan, status sosial ekonomi, perbedaan geografis dan kebudayaan.

(7)

7 1.1.3.2Misi Starbucks Coffee

Memegang teguh prinsip komitmen untuk berperan sebagai pemimpin pada setiap aspek-aspek bisnis dan lingkungan dimana Starbucks Coffee beroperasi.

1.2 Latar Belakang

Saat ini persaingan yang terjadi pada lingkungan bisnis global semakin ketat, dengan semakin banyaknya perusahaan waralaba (franchising) di Indonesia, memacu daya saing para pengusaha untuk memaksimalkan dalam mempertahankan atau meningkatkan perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya.

Setiap perusahaan dituntut untuk melakukan berbagai macam cara agar menjadi yang terbaik, jika suatu perusahaan ingin menjadi yang terbaik maka harus di imbangi dengan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan pada akhirnya dapat memberikan kepuasan untuk setiap konsumennya.

Dalam hal pemasaran tidak hanya cukup menciptakan produk yang baik, menetapkan harga yang menarik, membuat produk tersedia bagi pelanggan, menciptakan suasana toko yang baik, tetapi perusahaan harus mampu mengkomunikasikan produk kepada para konsumennya untuk mempengaruhi minat beli konsumen sehingga dapat menimbulkan suatu tindakan (action) pembelian.

Kegiatan pemasaran menjadi salah satu kegiatan yang penting bagi perusahaan, karena itu saya akan meneliti tentang Eksperiential Marketing yang di lakukan oleh Starbucks Coffee khususnya di Kota Bandung.

Kota Bandung menjadi salah satu pusat wisata kuliner di Indonesia, wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara datang ke kota Bandung untuk membeli berbagai macam fashion, mengunjungi beberap objek wisata maupun berkunjung untuk wisata kuliner. Untuk membuat suatu café terlihat menarik, maka produk atau jenis makanan yang ditawarkan harus mempunyai kelebihan, serta perbedaan pada rasa, ragam menu, serta keunikan penyajian dari makanan. Tempat yang strategis dan harga yang terjangkau menjadi daya tarik konsumen untuk mengunjungi suatu café atau coffee shop.

(8)

8

TABEL 1.1

Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Wisatawan Domestik 2012-2015 Tahun Wisatawan Mancanegara Wisatawan Domestik Jumlah Wisatawan 2012 685.347 14.854.317 15.539.664 2013 676.755 19.461.717 20.138.472 2014 530.565 15.241.752 15.772.317 2015 529.296 16.164.876 16.694.172

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, 2016.

Berdasarkan tabel 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah kunjungan wisatawan baik Domestik maupun Mancanegara ke Kota Bandung pernah mengalami penurunan pada tahun 2013 ke 2014 tetapi jumlah wisatawan dari tahun ke tahun stabil setiap tahunnya. Banyaknya wisatawan domestik juga dikarenakan adanya akses yang lebih mudah untuk berkunjung ke kota Bandung yaitu adanya fasilitas jalan tol Cipularang yang mulai beroprasi pada 26 april 2005 yang membuat akses menuju kota Bandung menjadi lebih cepat dan mudah sehingga wisatawan domestik khususnya yang berasal dari Kota Jakarta dan sekitarnya menjadi lebih mudah untuk berwisata ke kota Bandung.

Semakin ketatnya dunia persaingan makanan dan minuman, cafe menjadi salah satu tempat yang sering dicari oleh para konsumen terutama untuk kalangan anak muda yang kini sering mencari tempat-tempat terkenal yang ada di Kota Bandung untuk dijadikan ajang berbagi momen bersama teman. Cafe biasanya digunakan untuk tempat rileks dan bersantai, tidak saja menjadi tempat menikmati makanan dan minuman tetapi menjadi tempat bersosialisasi dengan teman baru. Pada saat ini banyak konsumen yang suka menghabiskan waktu di cafe baik berkumpul bersama teman atau menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan agar mendapat suasana yang berbeda saat di cafe. Hal ini juga menjadi peluang bisnis yang baik untuk memperoleh keuntungan, ini ditunjukan dengan jumlah cafe yang semakin meningkat setiap tahunnya di kota Bandung. Berikut adalah jumlah café di Bandung dari tahun 2011 hingga 2015 tahun terakhir:

(9)

9

TABEL 1.2

Usaha Café di Kota Bandung Tahun 2015

Tahun Jumlah Cafe Persentase Kenaikan 2011 191 2,68% 2012 196 2,61% 2013 235 19,89% 2014 432 49,8% 2015 653 51,2%

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Bandung , 2017.

Berdasarkan pada tabel 1.4 dapat disimpulkan bahwa jumlah cafe di kota Bandung pada tahun 2015 sebanyak 653 cafe. Sebelumnya yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sejumlah 49,8%, ini menunjukkan adanya potensi industri cafe dan restoran di kota Bandung yang terus meningkat.

TABEL 1.3 Lokasi di Kota Bandung No Gerai Starbucks Coffee di kota

Bandung

Lokasi

1. Starbucks Buahbatu Jalan Buahbatu No. 159

2. Starbucks Trans Studio Mall Trans Studio Mall Ground Floor, Jalan Gatot Subroto 289

3. Starbucks Coffee Jalan Braga No. 70

4. Gerai Starbucks Coffee Jalan Dipatiukur No. 42

5. Starbucks Coffee Cihampelas Walk

Cihampelas Walk Lt. GF, Jalan Cihampelas No 160 6. Gerai Starbucks Coffee Reserve Paris Van Java, Lt. GA, Unit.

16B, Jalan Sukajadi No. 131-139 (Bersambung)

(10)

10

7. Gerai Starbucks coffee 23 Paskal Jl. Pasirkaliki No.154

8. Gerai Starbucks coffee Graha Pos Indonesia No. 30

Sumber: Olahan data penulis 2017

Berdasarkan tabel 1.2, dapat dilihat bahwa jumlah Franchise Starbucks Coffee di Kota Bandung cukup banyak dan dapat memudahkan penulis untuk melakukan penelitian. maka dari itu penulis melakukan penelitian tentang Experiential Marketing (sense, feel, think, act, relate) untuk mengetahui Keputusan Pembelian produk yang di tawarkan oleh Starbucks Coffee di kota Bandung. Starbucks telah memberikan standar baru di bisnis coffeeshop tidak saja memberikan pelayanan yang membuat konsumen nyaman, namun juga rasa yang berkualitas. Sehingga, sejak hadir di Indonesia pada tahun 2002, Starbucks telah tumbuh berkembang di berbagai kota termasuk Kota Bandung. Setidaknya, Starbucks Coffee sudah memiliki 170 gerai yang tersebar di sekitar 12 kota di Indonesia. Starbucks pun menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dan menjadi penanda kelas sosial tertentu bagi mereka yang menikmati kopi di gerai ini.

TABEL 1.4

Pesaing Langsung Starbucks coffee No Nama Café Franhising

1 J.CO

2 MAXXCOFFEE

Sumber : http://marketeers.com

Kedua cafe yang ada pada tabel diatas merupakan pesaing Starbucks Coffee, J.CO dan MAXXCOFFEE mempunyai dekorasi dengan suasana indoor dan harga coffee dan makanan serta tempat yang strategis dan sering dilewati oleh konsumen yang berkunjung ke tempat pusat perbelanjaan (Mall) yang menjadikan kedua cafe tersebut menjadi pesaing pada Starbucks Coffee. Harga yang hampir sama serta suasana yang nyaman membuat J.CO dan MAXXCOFFEE menjadi yang favorit bagi anak-anak muda yang senang berkumpul bersama teman-temannya dan orang orang yang mempunyai pendapatan di atas rata-rata. Starbucks Coffee Indonesia yang berada di tengah kota dan di tempat pusat perbelanjaan (Mall) favorit di kota Bandung, Yaitu ini membuat Starbucks Coffee sering di kunjungi.

(11)

11

.

GAMBAR 1.3

Store layout Starbucks Coffee di Bandung Cabang Buah Batu Sumber: Dokumentasi Penulis, 2017.

Berdasarkan gambar 1.3, Starbucks Coffeetelah berupaya mengimplementasikan store layout dengan cukup baik untuk dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Store layout sangat penting bagi suatu bentuk usaha, karena store layout itu sendiri akan menjadi salah satu faktor dalam keputusan pembelian konsumen selain promosi, harga dan bauran ritel lainnya. Layout toko dengan suasana yang cozy minimalnya diharapkan membuat konsumen tidak bosan untuk berkunjung dan menumbuhkan presepsi baik tentang bentuk usahanya, karena konsumen yang akan berkunjung mulai melakukan konsumsi dengan adanya proses keputusan pembelian terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhannya.

(12)

12

Dalam era globalisasi, persaingan bisnis menjadi semakin tajam baik dipasar domestik(nasional) maupun internasional. Kompetitor dapat saja mempelajarinya, namun tidak mudah untuk menirunya. Pengalaman emosional pada umumnya lebih sulit dilupakan oleh pelanggan. Oleh karena itu, Bernd Schmitt mencetuskan konsep Experiental Marketing. Menurutnya, menawarkan produk dengan cara mengutamakan fungsional semata, hanya akan Store Manager Assistant Store Manager Supervisor Barista Part Time Barista membiarkan startegi perusahaan dicuri oleh pesaing. Experiental marketing merupakan cara untuk menunjukkan diferensiasi yang unik dibandingkan kompetitor.

Di era moderensiasi ini bukan hanya kota saja yang mengalami perubahan tapi gaya hidup juga mempengaruhi gaya hidup masyarakatnya. Di tambah pengaruh aspek budaya dan sosial yang datang dari luar negeri membuat pola perilaku masyarakat Indonesia berubah misalnya, masyarakat yang dahulunya menggunakan waktu istirahat siang mereka hanya untuk makan siang, tetapi sekarang mereka juga menggunakannya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Dengan adanya perubahan dan pengaruh ini, maka menyebabkan pergeseran atau perubahan cafe atau coffee shop yang melahirkan fenomena dan budaya baru.

Pertumbuhan bisnis coffee shop di Indonesia bisa dikatakan muncul setelah kehadiran Starbucks Coffee di negara ini. Memang, sebelumnya sudah ada gerai kopi modern di Indonesia. Tapi rupanya belum mampu menggerakkan konsumen untuk datang ke gerai kopi Starbucks. Bisa jadi, hal itu dikarenakan Starbucks adalah merek luar yang justru lebih mudah diterima oleh konsumen di negara ini.

Starbucks Coffee Menggunakan Stategi Experiental Marketing (sense, feel, think, act, relate) dalam melakukan pemasarannya, konsumen akan merasakan mengingat pengalaman dan perasaan saat ada di Starbucks Coffee, hal ini dapat mempengaruhi instensitas pembelian dari konsumen melalui emosi yang ditimbulkan, juga menaikan nilai yang melekat pada produk atau merek itu sendiri.

Maret 2014 lalu, Starbucks meluncurkan sebuah gerai yang memiliki perbedaan dibanding gerai-gerai lainnya, yaitu Starbucks Reserve. Di dalam gerai ini, terdapat tiga hal yang menjadi satu, yaitu desain outlet, rasa, dan pelayanan. Melalui Starbucks Reserve ini, gerai

(13)

13

kopi asal Amerika Serikat ini juga ingin mengingatkan pada konsumen bahwa Starbucks adalah ahlinya kopi. Selama ini, orang mengenal Starbucks lewat coffee latte, cappucino dan lainnya. “Starbucks Reserve adalah harmoni dari environment ruang yang memiliki sertifikat coffee master. Inilah yang membedakan dengan gerai lainnya,” menurut Anthony Cottan, Direktur PT. Sari Coffee Indonesia.

Sasaran dari Starbucks Reserve adalah orang-orang yang mengerti tentang kopi atau mereka yang ingin mengenal lebih jauh mengenai kopi. Maka dari itu, semua barista di gerai yang terletak di Grand Indonesia lantai tiga ini memiliki sertifikat coffee master. Sedangkan di Starbucks lainnya, mungkin yang bersertifikat coffee master hanya satu atau dua saja. Ciri-ciri coffee master adalah menggunakan apron hitam. Para barista ini tidak saja disiapkan untuk menyajikan minuman, tapi juga memberi penjelasan ke konsumen yang ingin mengenal lebih lanjut mengenai kopi. Hal lain yang membuat gerai ini berbeda adalah jenis kopi yang disajikannya. Kopi yang ditawarkan bisa dikatakan sebagai kopi premium karena jumlahnya yang sangat terbatas. Setidaknya, ada tiga jenis kopi yang tidak ditemukan di gerai Starbucks lainnya. Selain itu, tiap season yang lamanya kurang lebih sekitar 3 bulan, kopi premium yang ditawarkan itu akan berganti. Untuk season ini, kopi yang disajikan adalah Sun-dried Ethiopia Yirgaceffe, Finca Nuevo Mexico, dan Sumatera Lake Toba.

Bila pengunjung tertarik tentang kopi, para barista di Starbucks Reserve akan menceritakan semua hal mengenai kopi-kopi yang disajikan tersebut. Konsumen di Starbucks Reserve tidak saja bisa bertanya, namun juga melihat kopi-kopi itu dibuat. Pengunjung bisa merasakan harumnya aroma kopi yang sedang dibuat oleh barista. Nantinya, Starbucks akan menambah mesin yang disebut Clover yang bisa memberikan apa yang disebut experiental marketing mengenai kopi. Suasana experiental marketing terasa melalui desain gerainya. Untuk membuat desain gerai ini tidak tanggung-tanggung, Starbucks mendatangkan para ahli desain outlet mereka dari Hongkong dan Sattle,AS. Para ahli ini berkeliling Indonesia untuk mencari inspirasi yang kental nuansa lokal.Diperlukan waktu kurang lebih enam bulan untuk merumuskan konsep yang terinspirasi oleh pelabuhan Sunda Kelapa.

Dinding Starbucks Reserve dihias dengan gambar pohon dan bunga kopi. Lalu, terdapat pula ornamen peta Indonesia di salah satu dinding, diperkuat lagi dengan gambar lukisan tangan

(14)

14

berpola batik yang semakin membuat gerai ini sangat Indonesia. Singkatnya, ketika kita memasuki Starbucks Reserve suasana yang terbangun adalah gerai kopi bernuansa lokal dengan sentuhan internasional.(majalah marketers,2014:28)

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis mengambil kesimpulan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Experiental Marketing pada Starbucks Coffee di kota Bandung dengan judul ‘’Pengaruh Experiential Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Pada Starbucks Coffee Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Konsumen Starbucks Coffee di Bandung)’’

(15)

15 1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut:

a) Bagaimana strategi Experiental Marketing pada Starbucks Coffee di Bandung? b) Bagaimana keputusan pembelian pada Starbucks Coffee di Bandung?

c) Seberapa besar pengaruh Experiential Marketing terhadap keputusan pembelian Starbucks Coffee di Bandung?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian di latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

a) Untuk mengetahui Experiential Marketing sebagai Strategi Pemasaran Starbucks Coffee di Bandung.

b) Untuk mengetahui keputusan pembelian pada Starbucks Coffee di Bandung. c) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Experiential Marketing terhadap

keputusan pembelian Starbucks Coffee di Bandung.

1.5 Kegunaan Penelitian 1.5.1 Kegunaan Teoritis

Kegunaan teoritis dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan perbandingan dan pengembangan, sebagai acuan bagi studi ilmiah tentang bagaimana menganalisis pengaruh Experiential Marketing Starbucks Coffee sebagai media pemasaran terhadap pengaruh keputusan pembelian pada konsumennya.

1.5.2 Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak perusahaan, yaitu sebagai masukan dan pertimbangan dalam mengembangkan dan menyempurnakan perusahaan terutama yang berhubungan dengan pemasaran melalui Experiential Marketing, sehingga perusahaan dapat mempertahankan bisnisnya bahkan dapat meningkatkan penjualannya.

(16)

16 1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibuat untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan dan untuk kejelasan penulisan hasil penelitian. Dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

a. BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan penjelasan secara umum, ringkas dan padat yang menggambarkan dengan tepat mengenai objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan, kegunaan dan sistematika penulisan.

b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tinjauan pustaka, kerangka pemikiran, hipotesis dan ruang lingkup penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni Pemasaran, Manajemen Pemasaran, Experiential Marketing, Keputusan Pembelian.

c. BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini memberikan uraian yang tegas mengenai pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat dijawab atau menjelaskan masalah yang terdapat pada penelitian.

d. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini akan dibahas mengenai kesesuaian antara teori terhadap aktivitas observasi yang dilakukan serta pembahasan hasil observasi sehingga dapat mencapai tujuan yaitu menjawab permasalahan-permasalahan yang diangkat.

e. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab terakhir dipaparkan kesimpulan hasil observasi yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, serta saran-saran yang ingin disampaikan terhadap perusahaan yang dijadikan objek observasi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :