PENGARUH METODE KEANDALAN WAKTU PERJALANAN DALAM PEMILIHAN
WAKTU PERGERAKAN
( studi kasus : Simpang Limun – Universitas Sumatera Utara )
Christian R. Simanjuntak, dan Medis S. SurbaktiDepartemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan Email : [email protected]
Staf Pengajar Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan Email : [email protected]
ABSTRAK
Informasi tentang perkiraan waktu perjalanan lalu lintas sangat berguna bagi para pengguna jalan karena pengguna jalan tersebut dapat memilih dan menentukan waktu perjalanan terbaik yang akan dilaluinya pada rute yang telah ditentukan/dilewati sebelum melakukan perjalanan. Untuk itu diperlukan suatu ukuran waktu perjalanan yang dapat diandalkan/dipercaya agar para pengguna jalan tersebut dapat sampai di tempat/tujuan perjalanannya dengan tepat waktu atau dengan kata lain, perjalanannya tidak mengalami keterlambatan. Perhitungan waktu perjalanan berdasarkan Keandalan Waktu Perjalanan (Travel Time Reliability) memang masih jarang dibahas secara mendetail dalam perkuliahan, namun teori ini dapat membantu dan memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi para pengguna jalan, pengiriman barang ataupun untuk manajemen sistem transportasi. Untuk mengaplikasikan teori ini, maka diadakan penelitian sederhana dimana daerah Simpang Limun digunakan sebagai daerah penelitian. Tujuan akhir dari penelitian sederhana ini untuk mengembangkan informasi tentang waktu perjalanan pada rute yang telah ditentukan dengan menggunakan rumus Lomax dan Van Lint yaitu mengukur statistical range, buffer time measures, tardy trip indicators, probabilisticmeasures, dan skew and width measures, pengukuran ini menjelaskan nilai secara statistic, reliability,dan unreliability. Dari 82 responden pelaku perjalanan dari Simpang Limun menuju Universitas Sumatera Utara, didapat 52.439% masyarakat memilih kebiasaan menjadi faktor utama dalam pemilihan waktu pergerakan, 25.609% memberi alasan untuk menghindari kemacetan, 13.415% memberi alasan untuk menghindari keterlambatan dan 8.53% dengan alasan lainnya. Berdasarkan dari rumus Lomax dan Van Lint diperoleh nilai travel time window untuk sepeda motor 22.05 menit – 29.25 menit, mobil pribadi 26.77 menit – 35.11 menit, angkutan umum 31.03 menit – 38.67 menit, sedangkan keandalannya berdasar buffer time measures diperoleh sepeda motor 35 menit dengan buffer time 9.35 menit, mobil pribadi 40 menit dengan buffer time 9.06 menit, dan angkutan umum 45 menit dengan buffer time 9.86 menit.
Kata kunci : Waktu tempuh keandalan, lomax dan van lint, reliability
The information about travel time is very important for traveler because they want to get the best travel time so they can choose the best time before making a trip. They need a travel time reliability so they know a trip will take the exactly same time today, tomorrow, and so on. This travel time reliability can help many traveler, shipment, and transportation system management. To aplicate this theory, writer do studying in Simpang Limun to Universitas Sumatera Utara with Lomax and Van Lint formula to get statistical range, buffer time measures, tardy trip indicators, probabilistic measures, and skew and with measures, this formula will got the value by statistic, reliability, and unreliability. From 82 quesioners, traveler from Simpang Limun to Universitas Sumatera Utara 52.439% traveler use habit as they’re main reason in choosing the time to make the travel, the 25.609% because of traffic jam, 13.415% to make trips on time, 8.53% and so on. Using the formula of Lomax and Van Lint,the value of travel time window for motorcycle 22.05 minute – 29.25 minute, for car 26.77 minute – 35.11 minute, for mass transportation 31.03 minute – 38.67 minute, using the buffer time measures the value of motorcycle 35 minute with buffer time 9.35 minute, car 40 minute with buffer time 9.06 minute, and mass transportation 45 minute with buffer time 9.86 minute.
1.
PENDAHULUAN
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, saat ini sedang mengalami perkembangan yang pesat dalam intensitas aktifitas sosial ekonomi seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi. Jumlah penduduk yang semakin meningkat di suatu wilayah merupakan faktor utama pembangkit kebutuhan perjalanan sehingga pada akhirnya perlu adanya tingkat efisiensi perjalanan. Peningkatan jumlah pergerakan yang terjadi sebagai akibat dari perkembangan aktifitas masyarakat sehingga menuntut akan kualitas maupun kuantitas baik sarana dan prasarana yang seimbang.
Salah satu prasarana yang akan mempercepat pertumbuhan dan pengembangan suatu daerah serta akan membuka hubungan sosial, ekonomi dan budaya antar daerah adalah Jalan Raya. Sebagai prasarana perhubungan pada hakekatnya jalan merupakan unsur penting dalam mewujudkan sasaran pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan tercapainya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Namun dalam perkembangannya luas jalan raya terutama di daerah perkotaan sulit untuk dikembangkan dikarenakan keterbatasan lahan.
Didalam undang-undang Republik Indonesia No. 38 tahun 2004 tentang prasarana jalan, disebutkan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan perkembangan kehidupan bangsa. Maka jalan darat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Dalam rangka membantu mengembangkan daerah, maka diperlukan adanya jaringan transportasi yang dapat menjangkau daerah potensial dan daerah terpencil sekalipun. Maka perencanaan pembuatan jalan raya mempunyai banyak aspek dan bidang lain selain bidang teknik, misalnya bidang ekonomi, sosial, politik dan lain-lain. Tetapi dikarenakan keterbatasan dana dan lahan maka perkembangan jalan di Indonesia cukup sulit dilaksanakan terutama di daerah perkotaan, maka dari itu pelaku pergerakan berusaha mencari waktu tempuh terandalnya dalam upaya untuk mencapai tempat tujuan tepat pada waktunya, maka metode pemilihan waktu pergerakan yang dapat membantu pengendara mencapai tempat tujuan dengan waktu yang lebih cepat dan lebih efisien.
Latar belakang dari penelitian ini didapat dari kota Medan yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, peningkatan pergerakan menyebabkan tidak terlepasnya masalah kemacetan dan tundaan di kota ini. Salah satu masalah kemacetan dan tundaan biasanya sangat sering dialami oleh masyarakat terlebih lagi bagi masyarakat dalam upaya melakukan pergerakan menuju ke tempat tujuannya. Penduduk merupakan faktor utama dalam perkembangan suatu kota yang diiringi dengan pertumbuhan wilayah perkotaan dan perekonomian terutama di kota-kota besar dan kota-kota pendukung sekitarnya serta kota-kota yang memiliki pusat-pusat kegiatan tertentu. Oleh sebab itu, perjalanan merupakan aktivitas yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya seseorang melakukan perjalanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dikarenakan kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi di sekitar tempat tinggal. Ketidaklancaran arus lalu-lintas ini menimbulkan biaya tambahan, tundaan, kemacetan dan bertambahnya polusi udara dan suara. Pemerintah telah banyak melakukan usaha penanggulangan, diantaranya membangun jalan bebas hambatan, jalan tol, dan jalan lingkar namun masalah tersebut tidak dapat terselesaikan dengan mudah.
Sebagai kota nomor lima terbesar di Indonesia dan juga ibukota propinsi Sumatera Utara, Medan memiliki kemajuan pesat di segala bidang seperti dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Terutama berkaitan dalam bidang pendidikan Medan memiliki Universitas yang cukup ternama di Indonesia, yaitu Universitas Sumatera Utara, sebagai salah satu dari universitas terbaik Universitas Sumatera Utara termasuk salah satu hal yang menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk di Medan. Maka dari itu sangat wajar apabila aktivitas penduduknya relatif tinggi. Universitas Sumatera Utara menjadi tarikan yang besar bagi daerah-daerah di sekitarnya, salah satunya adalah pergerakan dari Simpang Limun.
Simpang Limun terletak di Kecamatan Medan Kota, salah satu dari 21 kecamatan di kota Medan. Kecamatan Medan Kota berbatasan dengan Kecamatan Medan Maimun di sebelah barat, Kecamatan Medan Denai di timur, Kecamatan Medan Amplas di selatan, dan Kecamatan Medan Area di utara. Kecamatan Medan Kota terdiri atas 12 Kelurahan. Pada tahun 2006, menurut data dari BPS kota Medan, kecamatan ini mempunyai penduduk sebesar 82.982 jiwa. Luasnya adalah 7,99 KM² dan kepadatan penduduknya adalah 10.385,73 jiwa/km². Di kecamatan ini, terdapat kompleks pemukiman padat penduduk, pasar, pertokoan, lapangan sepak bola, showroom, dll.
Kebutuhan akan perjalanan menuntut adanya pemilihan waktu pergerakan terbaik dari Simpang Limun ke Universitas Sumatera Utara sehingga dapat mengefisiensikan waktu, dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai daerah tujuan tersebut. Dikarenakan perkembangan kota Medan yang semakin pesat, dimana pada rute tersebut banyak mengalami pembangunan gedung-gedung yang mengakibatkan banyaknya tarikan, sehingga kemacetan sering dialami oleh pelaku perjalanan. Untuk menghindari kemacetan tersebut setiap perjalanan berusaha mencari waktu pergerakan terandal masing-masing yang dapat meminimalisir waktu perjalanan. Hasilnya, pelaku perjalanan
akan mencoba mencari beberapa waktu pergerakan yang akhirnya berakhir pada suatu pola pergerakan yang stabil setelah beberapa kali mencoba-coba.
Untuk memperoleh informasi hal-hal apa sajakah yang menjadi pertimbangan masyarakat Simpang Limun dalam memilih waktu pergerakan menuju Universitas Sumatera Utara dan bagaimana sebenarnya kemampuan waktu terjadinya pergerakan tersebut menampung pergerakan lalu lintas. Maka perlu dilakukan penelitian dengan judul ”pengaruh metode keandalan waktu perjalanan dalam pemilihan waktu pergerakan di Simpang Limun – Universitas Sumatera Utara”.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini dapat dirumuskan Alasan apa saja yang menjadi penentu masyarakat Perumnas Mandala dalam menentukan pemilihan waktu pergerakan. Dan juga didapat apakah dalam melakukan perjalanan dari Simpang Limun menuju Universitas Sumatera Utara masyarakat memperhatikan keandalan waktu.
Sehingga didapatkan tujuan dari penulisan ini, adalah untuk mengetahui waktu tempuh keandalan moda dari Simpang Limun menuju Universitas Sumatera Utara, sehingga masyarakat bisa menentukan waktu pergerakan agar bisa sampai ke tujuan tepat pada waktunya. Dan juga dapat diperoleh informasi dalam menentukan waktu terandal bagi masyarakat pengguna rute tersebut.
2.
METODOLOGI
Metode Kenderaan Contoh (Floating Car Method )
Cara ini dilakukan dengan kendaraan contoh yang dikendarai pada arus lalu-lintas dengan mengikuti salah satu dari kondisi operasi sebagai berikut :
a. Pengemudi berusaha membuat kendaraan contoh mengambang pada arus kendaraan dalam artian mengusahakan agar jumlah kendaraan yang disiap kendaraan contoh sama dengan kendaraan yang menyiap kendaraan contoh.
b. Pengemudi mengatur kecepatan sesuai dengan perkiraan kecepatan arus kendaraan.
c. Kendaraan contoh melaju sesuai dengan kecepatan batas kecuali terhambat oleh kondisi lalu-lintas yang disurvey. Pada cara ini dapat diperoleh kecepatan perjalanan total dan kecepatan bergerak serta lokasi hambatan dan lamanya hambatan di sepanjang rute.
Tata Cara Survey
Titik awal dan titik akhir dari rute yang disurvai perlu diidentifikasi terlebih dahulu untuk memperkirakan kondisi lalu-lintas yang ada. Titik-titik antara di sepanjang rute perlu juga diidentifikasi yang dapat dipakai sebagai titik kontrol.
Stop watch dimulai pada titik awal survey. Selanjutnya kendaraan contoh dikendarai di sepanjang rute sesuai dengan perkiraan kriteria operasi yang diambil. Ketika kendaraan berhenti atau terpaksa bergerak sangat lambat, karena kondisi yang ada, maka stop watch kedua digunakan untuk mencatat waktu hambatan yang dialami. Masing-masing lokasi, lamanya dan penyebab hambatan dicatat pada lembar kerja lapangan. Kode angka dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis hambatan yang ada. Pada akhir rute, stop watch dihentikan dan waktu total perjalanan dicatat. Jarak rute serta jarak pada masing-masing seksi dapat diperoleh dari odometer kendaraan contoh. Dianjurkan untuk melakukan survey sebanyak 6 kali perjalanan. Apabila jumlah tersebut tidak dapat dicapai, di dalam praktek dapat dilaksanakan selama 3 kali perjalanan.
Contoh lembar survey dapat dilihat pada Lampiran 2.
Perhitungan Hasil Survey
Pada metode ini, rangkuman statistik dapat dihasilkan pada masing-masing seksi diantara rute yang disurvey yang mencakup kecepatan dan hambatan yang ada. Kecepatan total perjalanan dan kecepatan perjalanan bergerak dapat diperoleh dari persamaan berikut :
K =
K = kecepatan perjalanan (kpj), J = panjang rute/seksi (km), dan W = waktu tempuh (menit) Selanjutnya kecepatan rata-rata ruang dapat diperoleh dari persamaan berikut :
K = ∑
K = kecepatan perjalanan (kpj), J = panjang rute/seksi (km), Ew= jumlah waktu tempuh untuk semua sampel kendaraan (menit), dan N = jumlah sampel kendaraan
Persamaan untuk mendapatkan kecepatan kendaraan bergerak diperoleh dengan mengganti total perjalanan dengan perjalanan bergerak pada persamaan di atas.
Populasi dan Sampel
Populasi
Menurut sugiarto (2003), populasi merupakan keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang akan diteliti. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Simpang Limun yang melakukan perjalanan ke Universitas Sumatera Utara.
Sampel
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel. purposive sampel adalah teknik penentuan sampel untuk pertimbangan tertentu. Dalam buku teknk sampling Sugiono (2006), diberikan dua rumus yang dapat digunakan dalam penelitian. Selain itu juga diberikan cara menentukan sampel yang praktis, yaitu dengan tabel dan monogram. Table yang digunakan adalah table Krecjie dan Monogram Harry King. Krecjie dalam melakukan perhitungan ukuran sampel didasarkan atas kesalahan 5%. Jadi sampel yang diperoleh mempunyai kepercayaan 95% terhadap populasi. Dari table krecjie diperoeh bila populasi 80000 maka jumlah sampelnya 382.
Atas pertimbangan roscoe (dalam sugiyono,2003) yang mengatakan ukuran sampel yang layak digunakan dalam penelitian sosial adalah antara 30 sampai dengan 500, dan dikarenakan keterbatasan tenaga, waktu dan biaya maka dalam penelitian ini hanya menyurvei 120 responden saja yang mewakili 382 sampel yang seharusnya.
Adapun kriteria sampel didasarkan atas ketentuan sebagai berikut:
1. Responden yang dipilih adalah penduduk atau masyarakat Simpang Limun yang menetap atau tinggal di daerah tersebut.
2. Karakteristik responden adalah pelaku perjalanan dari Simpang Limun menuju Universitas Sumatera Utara.
Pengenalan Metode Travel Time Reliability
Hampir semua orang berusaha untuk mencapai tujuan mereka tepat pada waktunya, sayangnya pergerakan itu dilakukan hampir pada saat yang bersamaan, biasanya selama jam puncak, pelaku perjalanan umumnya sudah terbiasa dengan kemacetan tiap harinya dan sudah mempersiapkan untuk hal tersebut.
Karena setiap orang menginginkan satu satuan waktu yang tetap, yang mereka gunakan dalam perancanaan perjalanan mereka yaitu waktu yang tetap dari hari ke hari atau dari waktu ke waktu dalam satu hari. Dengan kata lain, setiap orang menginginkan suatu perjalanan yang jika hari ini memakan waktu setengah jam, setengah jam besok, dan seterusnya, maka perlu sebuah ukuran yang dapat diandalkan. Sehingga masalah – masalah seperti di atas tidak terjadi.
Pelaku perjalanan kurang mentolerir terhadap tundaan yang tidak terduga (unexpected delays) dikarenakan tundaan ini memiliki konsekuensi yang lebih besar dibandingkan dengan kemacetan tiap harinya. Pelaku perjalanan juga cenderung untuk mengingat beberapa hari terburuk yang mereka habiskan di lalu lintas, dibanding waktu rata-rata dalam setahun.
Travel Time Reliability bertujuan untuk mencari waktu keandalan dalam melakukan suatu perjalanan untuk suatu alasan ataupun pekerjaan dari suatu zona menuju zona lain pada rute tertentu. Reliability Travel Time sangat erat kaitannya dengan masalah kemacetan, dimana terdapat berbagai macam gangguan atau tundaan yang dapat mengakibatkan keterlambatan atau kehilangan waktu perjalanan setiap hari, dimana bila ini terjadi dalam skala besar maka sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat perekonomian. Menurut Rakha (2010) reliability travel time adalah probabilitas dari suatu perjalanan bisa mencapai tempat tujuan dalam suatu waktu tertentu.
Skema Umum Penggunaan Reliability
Mengukur waktu keandalan perjalanan relatif baru, tetapi beberapa pengukuran telah terbukti efektif, salah satu cara metode pengukuran keandalan waktu perjalanan yang paling efektif adalah :
1. Rumus Lomax dan Van Lint
Karena Reliability didefinisikan terhadap bagaimana perjalanan berubah-ubah setiap harinya, maka sangat penting untuk mempertimbangkan variabilitas yang ada. Dengan menghitung total waktu rata-rata perjalanan dan total waktu tambahan yang dibutuhkan bagi para pengguna jalan untuk memastikan berapa jumlah waktu yang agar para pengguna jalan bisa sampai ke tujuan tepat waktu.
Yang termasuk dalam perhitungan Reliability Lomax dan Van Lint adalah:
• Statistical Range menunjukkan waktu tempuh tersering dialami, umumnya statistik dari deviasi standar untuk menunjukkan perkiraan dari kondisi transportasi yang mungkin dialami oleh pelaku perjalanan. Pengukuran ini umumnya menggambarkan pengukuran variabilitas.
o Travel Time Window
Deviasi standar dari waktu tempuh yang dikombinasikan dengan waktu tempuh rata-rata dari sejumlah pengukuran untuk menciptakan pengukuran keandalan dan variasi. Penjumlahan dan pengurangan dari waktu tempuh rata-rata akan memberikan sebesar mana nilai waktu tempuh akan bervariasi. Penggunaan standar deviasi akan meliputi 68% data yang dianalisa.
o Percent Variation
Ini merupakan bentuk dari pengukuran statistik untuk mendapatkan nilai koefisien variasi, menganalisa data waktu tempuh berdasarkan koefisien variasi memberi gambaran yang lebih jelas terhadap karakteristik performa dibandingkan dengan deviasi standar dengan cara menghilangkan jarak tempuh dari perhitungan. Umumnya semakin tinggi nilai percent variation maka semakin kurang keandalannya.
o Variability Index
Digunakan untuk melihat keandalan yang teraplikasi lebih dari satu pengukuran. indeksnya dihitung sebagai sebuah rasio dari perbedaan dari selang kepercayaan diatas dan dibawah 95% dari periode sibuk dan tidak sibuk. Perbedaan interval ( mewakili 2 deviasi standar diatas dan dibawah rata-rata ) dalam periode sibuk umumnya lebih besar dari periode tidak sibuk sehingga variability index memiliki nilai rasio lebih besar dari 1.
• Buffer Time Measures menunjukkan efek dari kondisi perjalanan yang tidak beraturan dimana harus diberi waktu tambahan agar pelaku perjalanan bisa mencapai tempat tujuannya tepat waktu dalam tingkat persentase yang tinggi. Atau praktisnya ”saya harus memberikan waktu yang cukup supaya saya bisa mencapai tempat tujuan (dalam persen) tepat pada waktunya”. Pengukuran ini umumnya menggambarkan pengukuran reliability.
o Buffer Time
Besarnya waktu ekstra dalam menit yang dibutuhkan oleh seorang pelaku perjalanan agar tiba sampai ke tempat tujuannya tepat pada waktunya.
o Buffer Index
Dimaksudkan adalah besarnya persentase waktu ekstra yang dibutuhkan terhadap berbagai hambatan yang terjadi dalam perjalanan.
o Planning Time Index
Disebut sebagai perhitungan waktu tempuh rencana, agar perjalanan bisa sampai tujuan tepat pada waktunya.
• Tardy Trip Indicators menjawab pertanyaan ”seberapa sering pelaku perjalanan tidak menerima keterlambatan?” pengukuran waktunya bisa dari persentase waktu perjalanan, peningkatan waktu dalam menit diatas rata-rata atau nilai mutlak dalam menit. Pengukuran ini umumnya menggambarakan pengukuran reliability.
o Florida Reliability Index
Merupakan pengukuran menggunakan persentase dari puncak waktu tempuh rata-rata untuk memperkirakan batas dari waktu tempuh tambahan yang masih diizinkan, jumlah dari waktu tempuh tambahan dan waktu rata-rata menunjukkan waktu perkiraan. Berdasarkan FHWA (2007) waktu perkiraan tambahan itu sendiri yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20% dari waktu tempuh rata-rata.
o On Time Arrival
Persentase dari ambang batas keterlambatan yang mengindikasikan bahwa waktu tempuh masih dapat disebut andal.
o Misery Index
Aspek negatif dari keandalan perjalanan bisa diperiksa dari menit rata-rata perjalanan terburuk melebihi rata-rata waktu tempuh. Hal ini bisa dikalkulasikan dengan cara mengambil data terburuk sebanyak 20%, dimana penggunaan angka 20% menunjukkan hari terburuk dalam satu minggu.
• Probabilistic Measures menunujukkan probabilitas dari perjalanan asal-tujuan bisa berhasil dengan pemberian waktu interval dan berada pada level servis yang spesifik. Pada pengukuran ini diberi batas ambang untuk membedakan waktu tempuh andal dan tidak andal.
• Skew and Width Measures percobaan untuk mengukur skew dan width dari distribusi waktu tempuh perjalanan menggunakan persentil. Skew yang besar menunjukkan probabilitas dari waktu tempuh yang
ekstrim (relatif ke nilai tengah) tinggi, sedangkan width yang besar mengindikasikan lebar data (atau width) atau distribusi waktu tempuh relatif besar ke nilai tengahnya.
o λvar dan λskew
menurut Rakha (2010) λskew ≈ 1 dan λvar ≤ 0.1 maka didapatkan kondisi arus bebas terjadi, waktu tempuh termasuk andal. untuk λskew << 1 dan λvar >> 0.1 (padat), waktu tempuh yang lebih lama akan didapat dan semakin besar nilai λvar waktu tempuh semakin tidak bisa diandalkan. untuk λskew >> 1 dan λvar≥ 0.1, kepadatan bisa terjadi dan bisa tidak, maksudnya waktu bebas dan waktu tempuh besar bisa saja terjadi. Semakin besar nilai λskew, waktu bisa disebut semakin tidak andal.
o UIr
Menunjukkan besar indeks ketidakandalan.
Tabel 2. Perhitungan waktu tempuh keandalan (berdasar rumus Lomax dan Van Lint)
Kategori Nama Rumus
Statistical Range
Travel Time
Window average travel time ± standard deviation Percent
Variation
standard deviation average travel time 100 Variability Indeks ! − # # $ % & # − ! − # # $ % & Buffer time measures
Buffer Time 95th percent travel time – average travel time Buffer Indeks (95
*+ $ $ % & $ , − average travel time)
average travel time 100
Planning Time
Indeks 95
th percentile travel time indeks
Tardy Trip Indicators
Florida Realibility
Indeks
100% - (percent of trips with travel times greater than expected) On-time
arrival 100% - (percent of travel rates greater than 110% of the average travel rate) Misery Indeks
(average ofthe travel rates for the longest 20% of the trips − average travel rates for all trips)
average travel rate
Probabilistic Probabilistic Pr(travel time > 3.travel time threshold)
Skew and width measures
λvar (90
45 percentile travel time – 1045 percentile travel time (50$ℎ $ & $ % & $ , )
λskew (90
45 percentile travel time – 5045 percentile travel time (5045 $ & $ % & $ , − 1045 $ & $ % & $ , )
UIr λ
:;< ln(λ=>?@) $ % & $ , A $ & B$ℎ
Grafik 1. Distribusi Waktu Tempuh dan Pengukuran Keandalannya.
3.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Rangkuman Perhitungan
Tabel 1. Rangkuman perhitungan berdasarkan data survey.
Sepeda Motor Mobil Angkutan Umum
Statistical Range Travel Time Window 15.65 menit 20.38 menit 20.7 menit 25.64 menit 20.96 menit 26.08 menit Percent Variation 13.10 % 10.67 % 10.89 % Variability Index 1.105 1.49 1.33 Buffer Time Measures
Buffer Time 3.6 menit 4.84 menit 4.21 menit
Buffer Index 19.96 % 20.89 % 17.90 %
Planning Time
Index 21.61 menit 28.01 menit 27.73 menit
Tardy Trip Indicators Florida Realibility Index 5% 61.11% 72.22% 68.89% 10% 74.44% 82.22% 80% 15% 88.89% 92.22% 91.11% 20% 95.56% 95.56% 95.56% On-Time Arrival 73.33 % 82.22 % 78.89 % Misery Index 0.173 0.158 0.154
Probabilistic 21.8 menit 27.74 menit 28.24 menit Skew and Width Measures λvar 0.36 0.27 0.27 λskew 0.797 1.06 1.07 UIr -0.004 0.00056 0.00066
Tabel 2. Rangkuman perhitungan berdasarkan hasil responden.
Grafik Perbandingan Survey Dan Kuisioner
Grafik 2. Perbandingan sepeda motor antara survey dan responden.
Sepeda Motor Mobil Angkutan Umum
Statistical Range Travel Time Window 22.05 menit 29.25 menit 26.77 menit 35.11 menit 31.03 menit 38.67 menit Percent Variation 14.04 % 13.48 % 11.7 % Variability Index 2.24 1.77 1.18 Buffer Time Measures
Buffer Time 9.35 menit 9.06 menit 9.86 menit
Buffer Index 36.45 % 29.28 % 28.06 %
Planning Time
Index 35 menit 40 menit 45 menit
Tardy Trip Indicators Florida Realibility Index 5% 80.65% 68.75% 77.14% 10% 80.65% 68.75% 77.14% 15% 80.65% 93.75% 100% 20% 93.55% 93.75% 100% On-Time Arrival 80.65 % 62.5 % 77.14 % Misery Index 0.235 0.185 0.179
Probabilistic 30 menit 36 menit 42 menit
Skew and Width Measures λvar 0.4 0.383 0.286 λskew 1 1.3 1 UIr 0 0.0026 0
Grafik 3. Perbandingan mobil antara survey dan responden.
4.
KESIMPULAN
Dari hasil survey didapat panjang rute 5810 m, berdasarkan hasil survey lapangan didapat nilai statistical range untuk sepeda motor 15.65 menit – 20.38 menit, mobil pribadi 20.7 menit – 25.64 menit, dan angkutan umum 20.96 menit – 26.08 menit. Sedangkan berdasarkan buffer time measures diperoleh sepeda motor 21.61 menit dengan buffer time 3.6 menit, mobil pribadi 28.01 menit dengan buffer time 4.84 menit, dan angkutan umum 27.73 menit dengan buffer time 4.21 menit, sedangkan berdasarkan hasil responden didapat nilai keandalan berdasarkan statistical range untuk sepeda motor 22.05 menit – 29.25 menit, mobil pribadi 26.77 menit – 35.11 menit, dan angkutan umum 31.03 menit – 38.67 menit. Sedangkan keandalannya berdasarkan buffer time measures diperoleh sepeda motor 35 menit dengan buffer time 9.35 menit, mobil pribadi 40 menit dengan buffer time 9.06 menit, dan angkutan umum 45 menit dengan buffer time 9.86 menit. Terjadi perbedaan hasil antara survey lapangan dan kuisioner, hal ini dikarenakan didapat 52.439% masyarakat memilih kebiasaan menjadi faktor utama dalam pemilihan waktu pergerakan, 25.609% untuk menghindari kemacetan, 13.415% untuk menghindari keterlambatan dan 8.53% dengan alasan lainnya.