TINJAUAN YURIDIS KUASA MUTLAK DALAM PEMBUATAN AKTA NOTARIS MENURUT PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA EMA EMELIA ABSTRACT
Teks penuh
Dokumen terkait
Penyelesaian hukum terhadap pelanggaran notaris dalam pembuatan akta autentik adalah melalui Pengawasan Notaris yang dilakukan oleh Menteri dengan dibantu oleh
1. Penggunaan kuasa penuh yang dimaksud dalam Pasal 3 blanko akta jual beli yang bentuk aktanya ditetapkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 1961. Penggunaan
Notaris tentang kedudukan saksi dalam pembuatan Akta Notariil sesuai denganc. ketentuan Hukum Islam dan ketentuan dalam
Bertolak dari hal itu, maka persoalan penelitian ini adalah bagaimana kedudukan surat keterangan Notaris yang dikuti kuasa menjual sebagai dasar dibuatnya akta jual beli
Dengan demikian, karena tidak adanya pelanggaran dari Notaris dalam membuat PPJB tanah yang memuat klausula kuasa mutlak, maka dalam kasus ini Notaris tidak bisa
Dari uraian di atas dapat disimpulkan Pembuatan akta jual beli PPAT berdasarkan kuasa mutlak tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, yakni Pasal
Permasalahan tentang tanggung jawab notaris terhadap penggunaan kuasa lisan dalam pembuatan akta autentik yang berakibat batal demi hukum dan dapat dibatalkan karena
Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan, maka notaris dalam pembuatan