• Tidak ada hasil yang ditemukan

6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1Struktur Anatomi Telinga
Gambar 2.2 Sound Level Meter
Tabel 2.1 Nilai Ambang Batas Kebisingan Berdasarkan Kawasan
Tabel 2.2 Nilai Ambang Batas Kebisingan yang Diizinkan Dalam Pajanan Perhari
+6

Referensi

Dokumen terkait

Kebisingan yang terjadi tidak hanya dapat menimbulkan gangguan sementara atau tetap pada alat pendengaran, tetapi juga dapat merupakan sumber stres yang

Penelitian Rambe (2003), (1), bising dengan frekuensi dan intensitas tertententu dapat menyebabkan ketulian berupa tuli saraf dan sifatnya permanen, (2), pemeriksaan dan

Menurut Lani Bunawan dan Yuwati dalam Hermanto (2011) beberapa kelemahan wicara anak gangguan pendengaran dengan tidak berfungsinya organ pendengaran dan bicaranya

Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indra atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari

Bila pajanan bising berlangsung lama dan atau pada tingkat yang lebih tinggi, maka ambang dengar tidak akan kembali pada nilai normal karena terjadi gangguan pada fungsi

Keluhan pendengaran subyektif merupakan gangguan yang dirasakan oleh seseorang akibat dari keadaan lingkungan kerja yang bising, namun dalam hal ini tidak dilakukan

Diagnosis GPAB pada pekerja adalah sederhana dengan melihat riwayat lama paparan bising pada telinga yang tidak memakai alat pelindung telinga terhadap paparan

Gangguan pendengaran akibat bising / Noise Induced Hearing Loss (GPAB) adalah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh terpajan bising yang cukup keras dan dalam jangka waktu