MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 5/PUU-XIII/2015
PERIHAL
PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2004
TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR
16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN TERHADAP
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK
INDONESIA TAHUN 1945
ACARA
PEMERIKSAAN PENDAHULUAN
(I)
J A K A R T A
KAMIS, 22 JANUARI 2015
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 5/PUU-XIII/2015 PERIHAL
Pengujian Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan [Pasal 5 ayat (2)] terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
PEMOHON
1. Dahlan Pido
ACARA
Pemeriksaan Pendahuluan (I)
Kamis, 22 Januari 2015, Pukul 13.50 – 14.15 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Wahiduddin Adams (Ketua)
2) Patrialis Akbar (Anggota)
3) Suhartoyo (Anggota)
Pihak yang Hadir:
A. Pemohon:
1. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Sidang Perkara Nomor 5/PUU-XIII/2015 dibuka dan terbuka untuk umum.
Ini Pemohon sendiri yang hadir?
2. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya, Pak.
3. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Silakan untuk memperkenalkan diri.
4. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Terima kasih, Pak Hakim. Saya Dahlan Pido dari Yayasan Salma Toyib Salma Habibi.
5. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Ya, baik. Terima kasih. Agenda kita adalah pemeriksaan pendahuluan dan kita persilakan kepada Pemohon untuk menyampaikan pokok-pokok permohonannya walaupun sudah tertulis, sudah kami terima, dan sudah kami baca, tapi sampaikan pokok-pokoknya saja. Silakan.
6. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Terima kasih. Selamat siang. Assalamualaikum wr. wb. Bahwa norma yang terkandung dalam Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan merupakan norma yang diskriminatif karena bertentangan dengan hak-hak konstitusi Pemohon, sehingga Pasal 5 ayat (2) tersebut harus dinyatakan inkonstitusional.
Bahwa hak konstitusional Pemohon yang dijamin oleh konstitusi, yakni hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam hal keadaan apa pun juga. Termasuk hanya karena posisi Pemohon di Yayasan Toyib Salma
SIDANG DIBUKA PUKUL 13.50 WIB
Habibi sebagai pembina, bukan pengurus. Sebagai pengecualian yang terdapat dalam … terdapat di Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
Bahwa menurut Profesor Dr. Jimly Asshidique, S.H., adanya perlindungan konstitusional terhadap hak asasi manusia dengan jaminan hukum bagi tuntutan penegakannya melalui proses yang adil. Perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut dimasyarakatkan secara luas dalam rangka mempromosikan kehormatan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia sebagai ciri yang penting suatu negara hukum yang demokratis.
Bahwa pengajuan permohonan ditujukan pada norma yang terdapat pada Pasal 5 ayat (2) khususnya frasa pengecualian atas ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat ditentukan dalam anggaran dasar yayasan bahwa pengurus menerima gaji, upah, atau honorarium bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 huruf D ayat (1), Pasal 28 huruf I ayat (2) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 27 ayat (1) menyebutkan, pasal ini menganut prinsip persamaan dalam hukum atau equality before the law bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dalam menjalankan kegiatan yayasan. Pengecualian terhadap pembina untuk mendapatkan gaji, upah, atau honorarium dalam melaksanakan kepengurusan yayasan telah melanggar prinsip peradilan, persamaan dalam hukum, telah menghilangkan hak pembina sebagai organ yayasan untuk mendapatkan haknya yang sama dengan organisasi yayasan lain, yaitu pengurus yang bersama-sama bekerja melaksanakan tugas di yayasan, padahal pembina dan pengurus, serta pengawas sama-sama bekerja melaksanakan tugas untuk tercapainya tujuan yayasan.
Dalam Pasal 28 huruf D ayat (1) menyebutkan, pasal ini menganut prinsip kepastian hukum, sehingga kepastian hukum yang berkeadilan melarang terjadinya diskriminasi untuk mendapatkan hak atas pekerjaan yang dilakukan bersama-sama dengan orang lain. Dalam hal ini hak untuk mendapatkan gaji, upah, dan honorarium dalam melaksanakan kegiatan di sebuah yayasan.
Norma yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (2) khususnya frasa pengecualian bahwa pengurus dapat menerima gaji, upah, dan honorarium dengan sangat jelas melakukan pembatasan kepada Pemohon, sehingga telah menghilangkan hak Pemohon dan berpotensi merugikan hak-hak konstitusional Pemohon yang dilindungi oleh konstitusi.
Bahwa 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan yang berbunyi, “Pengecualian atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditentukan dalam anggaran dasar yayasan bahwa
pengurus menerima gaji, upah, atau honorarium dalam hal pengurus yayasan;
a. Bukan pendiri yayasan dan tidak terafiliasi dengan pendiri, pembina, dan pengawas.
b. Melaksanakan kepengurusan yayasan secara langsung dan penuh. Bahwa norma yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (2) khususnya frasa pengecualian atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditentukan dalam anggaran dasar yayasan bahwa pengurus menerima gaji, upah, dan honorarium bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 yang secara tegas mengatakan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum.
Bahwa menurut Prof. Dr. Sri Sumatri, negara hukum dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 paling tidak harus memenuhi unsur sebagai berikut.
Pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya harus berdasar atas hukum atau peraturan perundang-undangan.
Dua, adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia atau warga negara.
Tiga, adanya pembagian kekuasaaan dalam negara.
Empat, adanya pengawasan dari badan-badan pemerintahan negara.
Bahwa Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. menyatakan terdapat 12 prinsip pokok negara hukum yang menyanggah berdirinya tegaknya satu negara hukum atau the rule of law dalam arti yang sebenarnya, yaitu supremasi hukum, persamaan dalam hukum, atau equality before the law, asas legalitas, pembatasan kekuasaan, organ-organ eksekutif independen, peradilan bebas dan tidak memihak, peradilan tata usaha negara, peradilan tata negara, perlindungan hak asasi manusia bersifat demokrasi, sarana mewujudkan tujuan bernegara, transparansi, dan kontra sosial.
Bahwa Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. menegaskan terkait persamaan dalam hukum atau equality before the law adanya persamaan kedudukan setiap orang dalam hukum dan pemerintahan yang diakui secara normatif, dan dilaksanakan secara empirik. Dalam rangka prinsip persamaan ini segala sikap dan tindakan yang diskriminatif dalam segala bentuk dan manifestasinya diakui sebagai sikap dan tindakan yang terlarang, kecuali tindakan-tindakan yang bersifat khusus dan sementara yang dinamakan over multi-actions guna mendorong dan mempercepat kelompok masyarakat tertentu untuk mengejar kemajuan sehingga mencapai tingkat perkembangan yang sama dan setara dengan kelompok masyarakat yang sudah jauh lebih maju.
Petitum.
2. Menyatakan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan Dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4132 bertentangan dengan Pasal 28 huruf d ayat (1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Menyatakan Menyatakan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan Dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 112, tambahan Lembaran Negara Nomor 4132 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya.
4. Menyatakan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan Dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 112, tambahan Lembaran Negara Nomor 4132 bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 huruf d ayat (1), Pasal 28 huruf i ayat (2) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
5. Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara sebagaimana mestinya atau apabila Majelis Hakim yang terhormat Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.
Hormat Pemohon, Dahlan Pido.
7. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Baik, terima kasih. Jadi pada persidangan pemeriksaan pendahuluan Hakim wajib memberikan nasihat atas permohonan ini dan nanti dicatat berapa nasihat, dan dapat nasihat itu menjadi koreksi atau perbaikan, atau pertimbangan, ataupun tidak dijadikan pertimbangan tapi Majelis akan memberikan nasihat dan nanti diberikan waktu 14 hari untuk nasihat itu, dan apabila tidak juga ada perbaikan, maka yang akan dipergunakan dalam pemeriksaan nanti oleh Majelis ... Mahkamah adalah apa yang kita terima sekarang. Oleh sebab itu, kami persilakan Pak Dr. Patrialis untuk menyampaikan nasihatnya.
8. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Terima kasih, Pak Ketua. Pemohon Pak Dahlan, ya. Jadi maksud dan tujuan permohonan ini sudah kita pahami dengan baik, ya. Kesimpulannya, Bapak sebagai Pembina kok enggak dapat honor dari yayasan, kan begitu?
9. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya.
10. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Pertama, yang harus dipahami dulu, sekaligus saya mau tanya. Ini kerugian yang Bapak alami itu kerugian finansial atau kerugian konstitusional?
11. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Kerugian konstitusional.
12. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Kerugian konstitusional, ya. Kasusnya hanya sebagai pintu masuk, ya?
13. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya.
14. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Jadi, Bapak harus meyakinkan bahwa persidangan ini, yang Bapak minta itu adalah berkaitan dengan kerugian hak-hak konstitusional berdasarkan norma, ya kan?
15. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya, Pak.
16. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Yang ada di dalam norma Undang-Undang Yayasan Pasal 5 ayat (2). Betul, ya?
17. PEMOHON: DAHLAN PIDO
18. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Kalau demikian, Pasal 5 ayat (2), kenapa Bapak enggak sekaligus juga membicarakan, mempersoalkan Pasal 5 ayat (1) yang ruhnya hampir sama? Ya, nanti coba dilihat lagi, dibaca lagi, ya?
19. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
20. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Jadi, kalau menurut pandangan saya sementara, Pasal 5 ayat (1) dengan Pasal 5 ayat (2) itu satu-kesatuan yang enggak bisa dipisahkan. Coba nanti Bapak pikirkan. Kalau saya menyarankan jangan hanya ayat (2), tapi juga ayat (1), ya?
21. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya.
22. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Yang kedua, tolong disempurnakan lagi mengenai kewenangan Mahkamah itu tentang perubahan Undang-Undang MK, ya. Ini masih undang-undang yang lama. Kan kita sudah ada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 ini. Ya, ini belum kelihatan, ya. Coba nanti dilihat.
Yang ketiga, di dalam petitum … dalam petitum. Ini sebetulnya kalau dalam angka 1 menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon, ya ini sudah cukup baik, tapi kalau mengabulkan saja juga enggak apa-apa.
Kemudian, petitum nomor 2 menyatakan Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan ini … Bapak sebut … Pasal 5 ayat (2) ya (…)
23. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya.
24. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Bertentangan dengan … cukup bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 saja, enggak usah lagi disebutkan Pasal 28-nya, ya?
25. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
26. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Karena kan di posita sudah dijelaskan, kan? Sudah dijelaskan tadi. Kemudian, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, ya itu sudah benar.
Kemudian, butir … angka 4 juga begitu, Pak, ya?
27. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
28. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Angka 4, Pasal 5 ayat (2) enggak usah lagi. Ini kan sudah ada Pasal 5 ayat (2) di atas kan sudah ada, buat apa lagi nomor 4 ini, ya? Coba nanti dilihat, ya?
29. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
30. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Ini kelihatannya … apa namanya … permohonannya cukup baik ini, Bapak sudah baca betul rupanya ya, bagaimana cara mengajukan permohonan, ya?
31. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
32. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Dari saya mungkin itu saja, enggak terlalu banyak. Mungkin dapat dipertimbangkan saran-saran tadi.
33. PEMOHON: DAHLAN PIDO
34. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Terima kasih.
35. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Silakan, Pak Hakim Dr. Suhartoyo.
36. HAKIM ANGGOTA: SUHARTOYO
Terima kasih, Yang Mulia. Pak … Pemohon Pak … siapa namanya, Pak? Pak Dahlan?
37. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Dahlan Pido.
38. HAKIM ANGGOTA: SUHARTOYO
Dahlan Pido, ya. Dari kami, dari Hakim Anggota sedikit saja.
Yang pertama, Bapak belum menegaskan di dalam posita ini bahwa Pembina itu bagian dari organ. Memang setelah saya cermati di akta … akta pendirian yayasan, memang di Pasal 6 ini disebutkan bahwa organ ini termasuk Pembina, pengurus, dan pengawas. Tapi di dalam posita permohonan Bapak belum dicantumkan karena itu sebenarnya kan pijakan Bapak ketika Bapak akan mempersoalkan bahwa itu Bapak itu sebenarnya organ dari yayasan itu, yang kemudian dimintakan persamaan kedudukannya. Bahkan, Bapak mengaitkan equality before the law segala macam itu kan tentunya dari situ. Paham, Bapak? Saya kira (…)
39. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Paham.
40. HAKIM ANGGOTA: SUHARTOYO
Lebih bagus itu diangkat di situ supaya Majelis dan masyarakat pemerhati persidangan tahu bahwa apakah Pembina yang ada di dalam yayasan yang Bapak punya itu merupakan bagian dari organ yang kemudian harus disetarakan hak dan kewajibannya ataukah bukan?
41. PEMOHON: DAHLAN PIDO
42. HAKIM ANGGOTA: SUHARTOYO
Karena ada pengurus inti yang tentunya di luar pembina, kan? Ketua, sekretaris, bendahara, dan lain sebagainya. Tapi kalau memang organ pembina … pembina ini bagian dari organ secara keseluruhan yang termaktub dalam Pasal 6 akta pendirian yayasan, ya alangkah baiknya itu kemudian Bapak angkat di situ.
Kemudian, kerugian konstitusional yang Bapak maksudkan memang tersirat ada, tapi sebenarnya nuansanya Bapak ini kerugian finansial sebenarnya yang … ya kan? Karena Bapak tidak mendapatkan upah itu kan, Pak?
43. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ada persamaan dengan pengurus.
44. HAKIM ANGGOTA: SUHARTOYO
Ya, itu Bapak bisa kemudian tarik linier dengan bahwa ini kemudian ada diskriminiasi di dalam persamaan hak di depan hukum dan lain sebagainya, Bapak mensitir bagaimana prinsip-prinsip negara hukum menurut Prof. Jimmly Asshidique itu. Tapi itu nanti bisa Majelis cermati ketika persidangan sudah berlanjut ataukah Bapak juga beri penegasan di situ bahwa betul-betul penegasannya bukan kerugian finansial. Bahwa murni atau pure konstitusional, tapi memang tidak bisa dilepaskan dari nuansa finansialnya itu karena sebenarnya Bapak tidak mendapatkan upah itu, kan? Jangan nanti kemudian ada blessing-nya ke … wah ini mestinya kerugian perdata gitu, keperdataan.
45. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Terima kasih, Yang Mulia.
46. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Baik, terima kasih. Saya ingin menambahkan. Pertama, legal standing Bapak, ya.
47. PEMOHON: DAHLAN PIDO
48. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Pak Dahlan Pido, Pemohon Prinsipal dan tidak ada kuasa hukum, ya?
49. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Tidak ada.
50. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Ini perlu diperjelas, apakah perseorangan warga negara atau mewakili yayasan. Kalau mewakili yayasan perlu disertakan bahwa Pemohon selaku ketua, sekretaris mewakili yayasan tertentu berdasarkan akta atau melampirkan ADART. Aktanya ada kan tapi dia ADART, apakah ada perlu disertakan ya. Kemudian tadi (suara tidak terdengar jelas) singgung juga mengenai kerugian … apakah … memang digambarkan bisa potensial, faktual, baik dalam konstitusional atau finansial ya, dipertegas.
Kemudian dalam penulisan, ini yang teknis ya. di berbagai penulisan kalau huruf itu tidak disebut. 28D saja ayat, enggak disebut 28 huruf d, enggak. Kan di Undang-Undang Dasar Tahun 1945-nya begitu penulisannya, Pak ya. Kemudian tadi, apakah tadi kerugian konstitusional itu apa konstitusional betul atau dalam implementasinya ya.
Saya kira hal-hal itu selain tadi sudah disampaikan oleh Pak Dr. Patrialis Akbar dan Hakim Dr. Suhartoyo, beberapa saran-saran itu dipertimbangkan kalau memang itu dianggap perlu, tapi kalau tidak seperti dikatakan tadi dalam waktu 14 hari, maka waktu yang diperuntukkan bagi Pemohon ya. Jika tidak, maka kita tetap akan menggunakan permohonan yang sudah kami terima ya.
51. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik, Pak Hakim.
52. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Silakan kalau mau ditambahkan.
53. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Saya mau klarifikasi, Pak. Tadi Bapak bilang, Bapak Dahlan Dipo, ya.
54. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Pido.
55. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Eh, Pido. Dari Yayasan Salma Habibi?
56. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya.
57. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Nah, makanya Pak Ketua mengklarifikasi. Bapak atas nama warga negara, dalam permohonan kan sebagai warga negara, tapi kenapa disebutkan dari yayasan? Jadi harus jelas itu, ya.
58. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya.
59. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Kalau dari yayasan, ya harus Bapak ada Kuasa. Tapi kalau dari … sebagai warga negara … makanya tadi ditanya, perkenalkan diri Bapak bilang dari yayasan. Jadi telah … klarifikasi saja, pribadi apa yayasan?
60. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Sebagai warga negara.
61. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
Sebagai warga negara.
62. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Ya. Karena mengenai konstitusionalnya ini yang saya … warga negara, Pak.
63. HAKIM ANGGOTA: PATRIALIS AKBAR
64. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Ya, baik. Saya kira cukup, ya. Tidak ada hal-hal lain yang akan disampaikan, dianggap cukup ya.
65. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
66. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Jadi nanti persidangan selanjutnya akan diberitahukan ya setelah perbaikan atau lewat 14 hari. Dan jika ada perbaikan, disampaikan ke Panitera saja ya?
67. PEMOHON: DAHLAN PIDO
Baik.
68. KETUA: WAHIDUDDIN ADAMS
Baik. Saya kira persidangan hari ini selesai dan dinyatakan ditutup.
Jakarta, 22 Januari 2015 Kepala Sub Bagian Risalah, t.t.d
Rudy Heryanto
NIP. 19730601 200604 1 004
SIDANG DITUTUP PUKUL 14.15 WIB KETUK PALU 3X