• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, tahun pelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, tahun pelajaran"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Subyek Penelitian

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran di kelas 2 Sekolah Dasar Negeri 2 Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, tahun pelajaran 2012/2013. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bunyi) yang ada di lingkungan sekolah.

SD Negeri 2 Sumberagung berjumlah 30 siswa yang terdiri atas siswa laki-laki berjumlah 11 orang sedangkan siswa perempuan berjumlah 19 orang, pada pelaksanaan perbaikan pra siklus siswa yang mendapat nilai tuntas hanya 11 siswa atau ketuntasan baru mencapai 37% dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 60, nilai terendah pada pra siklus 30 dan nilai tertinggi 70.

Letak SD Negeri 2 Sumberagung dipaling ujung sebelah utara kecamatan Ngaringan. Keadaan orang tuanya kebanyakan sebagai petani, pendidikannya tergolong rendah, keadaan ekonominya lemah. Perhatian terhadap pendidikan anaknya kurang serta minat belajar siswa juga masih kurang.

Penelitian pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, kompetensi dasar ” Mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bunyi)” dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu :

1) Siklus I dilaksanakan hari Senin-Rabu tanggal, 19-21 September 2012. 2) Siklus II dilaksanakan hari Senin-Rabu tanggal, 26-28 September 2012.

(2)

Dalam melaksanakan penelitihan ini peneliti dibantu oleh teman sejawat, teman satu sekolah dan kepala sekolah. Teman sejawat membantu mengamati dalam proses pembelajaran. Teman satu sekolah turut membantu dalam pemecahan masalah. Bapak kepala Sekolah membantu memberikan waktu pelaksanaan dan dukungan pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

3.2 Variabel Penelitihan

Dalam penelitian ada dua variabel yaitu variabel bebas ( X ) dan Variabel terikat ( Y ). Variabel bebas adalah unsur yang mengikat terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel bebas adalah belajar kelompok mengamti sumber-sumber energi yang ada di lingkungan sekolah. Variabel terikat adalah unsur yang diikat oleh adanya variabel lain. Jadi variabel terikat merupakan gejala sebagai akibat dari variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah penerapan model experiential learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3.3 Rencana Tindakan 3.3.1 Perencanaan

Dalam kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan nanti, peneliti merencanakan sebagai berikut : dilakukan pada kelas 2, mata pelajaran IPA dengan Standar Kompetensi : 3. Mengenal berbagai sumber energi yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya. Pada siklus I Kompetensi Dasar : 3.1 mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bunyi yang ada di linkungan sekitar, Indikator : 3.1.1 Mencari contoh alat-alat rumah tangga yang menghasilkan panas, bunyi dan cahaya, 3.1.2 Menunjukan sumber energi yang menghasilkan panas dan pada siklus II dengan Indikator : 3.1.4 Menyebutkan 3 (tiga) sumber energi listrik yang menghasilkan energi gerak, cahaya dan bunyi.

(3)

Dalam penelitian ini terbagi atas 2 ( dua ) siklus. Setiap siklus terdapat 4 ( empat ) tahapan. Pelaksanaan setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar : 1

Siklus Tindakan dalam PTK

Dalam proses pembelajaran lebih menekankan pada penerapan model pembelajaran experiential Learning dilanjutkan dengan lembar kerja siswa dan tes tertulis (evalusi )secara individu.

3.3.2 Implementasi Tindakan

Pelaksanaan tindakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1). Di laksanakan dalam 2 ( dua ) siklus. Tiap siklus mengandung 4 ( empat ) tahapan yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi, 2). Tiap siklus mengandung 1 ( satu ) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ), tiap satu RPP dilaksanakan 6 X 35 menit 3 kali pertemuan. Pada Standar Kompetensi 3. Mengenal berbagai sumber energi yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya . Kompetensi Dasar 3.1 mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bunyi yang ada di linkungan sekitar

Tindakan

Pengamatan

Refleksi

(4)

Siklus I

Setandar Kompetensi : 3. Mengenal berbagai sumber energi yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya. Kompetensi Dasar : 3.1 Mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bunyi yang ada di linkungan sekitar. Indikator : 3.1.1 Mencari contoh alat-alat rumah tangga yang menghasilkan panas, bunyi dan cahaya, 3.1.2 Menunjukan sumber energi yang menghasilkan panas.

Siklus II

Setandar Kompetensi : 3. Mengenal berbagai sumber energi yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya. Kompetensi Dasar : 3.1 Mengidentifikasi sumber-sumber energi (panas, listrik, cahaya dan bunyi yang ada di linkungan sekitar. Indikator : 3.1.3 Menyebutkan 3 sumber energi listrik yang menghasilkan energi gerak, cahaya dan bunyi, 3.1.4 Menyebutkan 3 sumber energi dan energi yang di hasilkan. Penelitian melaksanaan pembelajaran melalui kegiatan melihat sumber-sumber energi yang ada disekitar lingkungan sekolah, yang dilakukan diluar kelas selama ± 10 menit untuk melakauan mengidentifikasi sumber energi dan energi yang dihasilkan, setelah pengamatan selesai siswa masuk kelas dan guru memberi penguatan tentang materi yang belum dipahami siswa, mengerjakan LKS, dan evaluasi tertulus yang dilaksanakan secra individu. 3.3.3 Observasi

Dalam tahap pengamatan ini dibantu oleh 2 rekan guru, dan peneliti sendiri juga bertindak sebagai pengamat untuk mengamati pembelajaran pada mata pelajaran IPA dengan standar kompetensi : 3. Mengenal berbagai sumber

(5)

energi yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya. Pada tahap pengamatan ini, peneliti mengamati proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, dari proses yang peneliti amati adalah keaktifan siswa, kemampuan untuk bertanya, kemampuan untuk menjawab pertanyaan, tingkat pemahaman siswa terhadap meteri, nilai evaluasi dan kegiatan pada waktu menerima pelajaran diharapkan ada peningkatan hasil belajar pada setiap pertemuan.

3.3.4 Refleksi Tindakan

Refleksi dilakukan oleh peneliti sendiri dibantu 2 rekan guru sebagai pengamat. Dalam refleksi membandingkan pengaruh model experieantial learning dan hasil belajar pada setiap pertemuan. Pada kondisi awal maupun pelaksanaan 2 ( dua ) siklus diharapakan terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Selain refleksi yang dilakukan peneliti dan 2 rekan guru, juga refleksi dari hasil evaluasi atau daftar nilai siswa. Daftar nilai siswa terlampir.

3.4Teknik dan Instrumen Data 3.4.1Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Tes tertulis di gunakan pada akhir siklus I dan siklus II, yang terdiri atas 10 butir soal isian pada siklus I, dan siklus II terdiri atas 10 soal pilihan ganda dengan 4 opsi. Sedangkan teknik non tes di lakukan dengan cara observasi. Observasi dilakukan pada saat pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa tentang Mengenal berbagai sumber energi yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya, pada siklus I dan Siklus II.

(6)

3.4.2 Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data, sebagai alat pengumpulan data berupa lembar observasi siswa dan guru. Lembar Kerja Ssiswa dan soal tes.

3.4.3 Validasi Data

Validasi data meliputi Validasi penerapan model experiential learning dan peningkatan hasil belajar siswa.

1). Validasi Penerapan Model Experiential Learning

Validasi ini menggunakan data kualifikatif yaitu lembar observasi dengan teknik triangulasi . Triangulasi dilakukan dengan observasi terhadap subyek penelitian yaitu siswa kelas 2 SD Negeri 2 Sumberagung dan kolaborasi dengan 2 rekan guru kelas.

2). Validasi Hasil Belajar

Validasi hasil belajar pada instrumen penelitian berupa tes. Validasi ini menggunakan data kuantitatif. Validasi ini meliputi validasi teoritis dan validasi empiris. Validasi teritis artinya mengadakan analisis instrumen yang terdiri atas face valydati ( tampilan tes ), content validaty ( validasi isi ), dan countruct validaty ( validasi kuntruksi ). Validasi empiris artinya analisis terhadap butir-butir tes, yang dimulai dari penulisan butir-butir soal, kunci jawaban dan kriteria pemberian skor.

3.5Indikator Kinerja

Indikator kinerja pada penelitian ini adalah :

1) Tercapainya peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran sebesar 80%.

(7)

2) Tercapainya ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 80%. Semakin besar ketuntasan siswa berarti hasil belajar siswa mengalami peningkatan.

3.6Teknik Analisis Data.

Penelitian akan berhasil dengan baik apabila didukung data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut diperoleh dari alat dan teknik pengumpulan data yang benar dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis dekskriptif yang meliputi :

1) Analisis deskriptif koperatif penerapan model ekperiential learning dengan cara dengan cara membandingkan pengalaman siswa dan evisiensi pemanfaatan linkungan sebagai media belajar.

2) Analisis deskripsi kualitatif hasil observasi dengan cara membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil perhitungan analisis usaha tani memberikan indikasi bahwa pola agroforestry Nyamplung layak dikembangkan di lahan sempit dengan pilihan jenis tanaman kelapa,

Perubahan tekstur dan ketersediaan hara dalam tanah yang berasal dari air limbah telah mendukung pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik, sebaliknya kualitas tanah

KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Belanja Modal Pengadaan Laptop. JB: Modal

static boolean addUser(String username, String password) throws Exception { return userDirectory.add(username, password);. static String getPassword(String username) {

Sebelumnya, pada tahun 1989, American Library Association (ALA) memaparkan bahwa untuk menjadi seseorang yang literat dalam informasi, seseorang perlu mengetahui

Dari definisi beberapa istilah dalam judul penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan penggunaan media visual dalam meningkatkan

Standar Nasional Indonesia (SNI) Yogurt ini merupakan revisi dari SNI 01-2981-1992, Yogurt. Tujuan penyusunan standar ini adalah : - Melindungi kesehatan

Penulis skripsi yang bejudul Evaluasi Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT PUCANG ADI JAYA dimaksudkan untuk memenuhi sebagai persyaratan memperoleh gelar sarjana