• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS MAKALAH MANAJEMEN DAN PERILAKU ORG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS MAKALAH MANAJEMEN DAN PERILAKU ORG"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MAKALAH MANAJEMEN DAN PERILAKU

ORGANISASI

KELOMPOK : VI

YANYAN APRIYANA

DEVIN KHALIQ C

M.LUTHFIRRAHMAN

(2)

BANDUNG

Kata Pengantar

Dengan puji syukur kepada tuhan kita Allah Swt YME , dzat yang maha penguasa semesta alam . Shalawat serta salam kita panjatkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW , baik saudara juga kerabatnya . Amin .

Saya selaku mahasiswa STMIK Bandung menmbuat makalah ini tentang “Perilaku Organisasi”. Yang bertujuan menambah wawasan di bidang perorganisasian , dengan mengetahui pengertian serta hal yang menyangkut perilaku organisasi dan juga manajemen.

Terima kasih kepada google yang menjadi sumber makalah ini . Sekian pengantar dari saya , bila masih ada kesalahan mohon dimaafkan karna kesempurnaan hanya milik Allah Swt . Terima kasih

Pembuat

(3)

Daftar Isi :

Kata

Pengantar……… ………..………..1

Daftar

isi……… ……….……2

BAB I :

Pendahuluan……… ….…….………..3

-A. Latar Belakang

……….…..………3

-B. Rumusan

Masalah……….………. ………3

-C. Tujuan Penulisan

Makalah………..….………….……….4

BAB II :

Pembahasan……….. ……..….……….4

-A. Pengertian

Organisasi………..….….……. ………….4

-B. Pengertian Perilaku

Organisasi……….…….………….5

-C. Tujuan Perilaku

(4)

-D. Fungsi Peran Manajer……….. 10

-E. Peluang Dan Tantangan Perilaku

Organisasi……….13

-F. Kontribusi Disiplin Ilmu Perilaku

Organisasi……….14

-G. Study

Kasus………. ……….15

BAB III :

Penutup……… .……….16

Kesimpulan……… ……….16

Daftar

Pustaka……… ……….17

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

(5)

Organisasi dapat mempengaruhi perilaku manusia dan perilaku manusia dapat mengubah organisasi dengan membentuk suatu kebiasaan yang lama kelamaan bisa menjadi suatu budaya. Pada dasarnya perilaku organisasi adalah ilmu yang mempelajari determinan perilaku dan interaksi manusia dalam organisasi terkait dengan sikap dan perilaku individu, perilaku

kelompok dan struktur dalam organisasi. Perilaku organisasi dapat juga dipahami sebagai suatu cara berpikir untuk memahami persoalan persoalan organisasi dan menjelaskan secara nyata apa yang ditemukan dalam tingkah laku individu atau kelompok dalam organisasi berikut tindakan pemecahan yang diperlukan. Perilaku manusia banyak menekankan aspek aspek psikologi dari tingkah laku manusia dalam organisasi.

Perilaku manusia dalam organisasi menjadi perilaku organisasi memberikan arah dan petunjuk bagi pencapaian tujuan organisasi sesuai visi dan misi organisasi di mana manusia itu mendedikasikan dirinya. Misalnya organisasi bisnis, organisasi pemerintah, organisasi

kemasyarakatan, organisasi pendidikan, organisasi sosial dan sejumlah organisasi lainnya sesuai ciri dan karakteristik organisasinya. Perilaku organisasi dipengaruhi oleh ciri dan karakter setiap organisasi dan akan ditentukan dari perilaku manusia yang ada dalam organisasi. Mengacu pada pemikiran tersebut, pada bagian ini akan dikaji mengenai tantangan dan peluang perilaku

organisasi yang efektif .

B. RUMUSAN MASALAH.

Berdasarkan latar belakang masalah maka rumusan masalah dalam makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut:

Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. Menjelaskan pengertian organisasi

2. Menjelaskan pengertian perilaku organisasi 3. Menjelaskan sejarah perilaku organisasi 4. Menjelaskan h peran dan fungsi manajer

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ORGANISASI

Pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok , yaitu dalam arti statis dan dalam arti dinamis[1]. Dalam pandangan statis, Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat (tool), sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal, dan dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan yang ada dan menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang. Jadi arti statis adalah Wadah kegiatan administrasi dengan gambaran yang jelas tentang hirarki

kedudukan atau wewenang dari suatu kelompok.

Sedangkan dalam pandangan dinamis organisasi dianggap sebagai sesuatu yang selalu bergerak mengadakan pembagian tugas sesuai dengan sistem yang telah ditentukan dan sesuai pola organisasi tersebut, memandang organisasi itu dari segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dan organisasi itu akan mati, hal ini merupakan tantangan yang harus diatasi.

Organisasi digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam

memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi[2].

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya[3]. Organisasi yang berhasil adalah yang menanggapi dan menerima perubahan dengan cepat dan sukses dalam meraih tujuannya[4]. Berdasarkan tanda-tanda yang dapat diukur, organisasi mengalami masalah bila[5]:

1. Tingkat penderita sakit yang tinggi

2. Pengaturan waktu yang buruj dan tinggkat absensi yang tinggi 3. Pergantian karyawan tinggi

(7)

11. Banyak tingkat keahlian tunggal/para pekerja dengan pengalaman tunggal.

Cara mengatasi semua permasalahan diatas bisa dilakukan dengan mengamati organisasi lain. Karena dengan cara mengamati organisasi lain bisa memanfaatkan keberhasilan organisasi lain tersebut, selain itu dapat mempelajari apa yang berbeda sehingga bias disesuaikan.[6]

Dari pengertian organisasi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi dalah struktur social atau system kerjasama dua orang atau lebih yang menunjukan saling ketergantungan dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menggunakan berbagai sarana dan prasarana yang ada.

B. PENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI

Robbins (2005) mengemukakan bahwa perilaku organisasi adalah cara berfikir yang meneliti dampak perilaku dari individu, kelompok, dan struktur organisasi yang bertujuan untuk meraih pengetahuan dalam mengembangkan efektifitas organisasi[7].

Definisi tersebut menegaskan kepada kita bahwa perilaku organisasi menggabarkan sejumlah hal sebagai berikut[8]:

1. Perilaku organisasi adalah cara berpikir. Perilaku ada pada diri individu, kelompok, dan tingkat organisasi. Pendekatan ini menyarankan pada kita bahwa pada saat mempelajari perilaku organisasi, maka harus diidentifikasi dengan jelas tingkat analisisnya, apakah individu, kelompok dan/atau organisasi yang digunakan.

2. Perilaku organisasi adalah multi disiplin. Yaitu menggunakan prinsip , model, teori, dan metode-metode dari disiplin ilmu lain.

3. Perilaku organisasi berorientasi pada orientasi kemanusiaan. Manusia dan perilaku mereka, persepsi, kapasitas pembelajar, perasaan, dan sasaran.

4. Perilaku organisasi berorientasi pada kinerja. Sebuah organisasi akan berjalan sesuai harapan apabila organisasi tersebut dapat memacu dan memaksimalkan potensi individu didalamnya dengan baik dalam kinerja yang baik.

5. Lingkungan eksternal memberikan dampak signifikan terhadap perilaku organisasi.

6. Metode ilmiah sangat penting dalam mempelajari perilaku organisasi, yaitu dalam mempelajari variable dan keterkaitanya.

Lebih lanjut Gibson (1996) mendefinisikan perilaku organisasi sebagai bidang studi yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna mempelajari persepsi indivdu, nilai-nilai, kapasitas pembelajar individu, dan tindakan-tindakan saat bekerja dalam kelompok dan dalam organisasi secara keseluruhan, menganalisis akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi dan sumberdayanya, misi sasaran dan straegi[9].

(8)

terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi[10].

Unsur pokok dalam perilaku organisasi adalah orang, struktur, teknologi, dan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Apabila orang-orang berkgabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan, diperlukan jenis struktur tertentu. Orang-orang juga menggunakan teknologi untuk membantu penyelesaian pekerjaan, jadi ada interaksi antara orang, struktur, dan teknologi. Disamping itu, unsur-unsur tersebut dipengaruhi oleh lingkungan luar. Masing-masing unsur perilaku organisasi itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Orang ;

Orang-orang membentuk system sosail intern organisasi. Mereka terdiri dari orang-orang dan kelompok, baik kelompok besar maupun kecil. Selain itu ada juga kelompok tidak resmi dan informal. Orang-orang adalah makhluk hidup yang berjiwa, berpikiran, dan berperasaan yang menciptakan organisasi untuk mencapai tujuan mereka.Organisasi dibentuk untuk melayani manusia, dan bukan sebaliknya orang hidup untuk melayani organisasi.

2. Struktur

Struktur menentukan hubungan resmi orang-orang dalam organisasi. Berbagai pekerjaan yang berbeda diperlukan untuk melakukan semua aktivitas organisasi. Orang-orang ini harus dihubungkan dengan cara tertentu yang terstruktur agar pekerjaan mereka efektif. Semua hubungan ini menimbulkan berbagai masalah kerjasama, perundingan, dan pengambilan keputusan yang rumit.

3. Teknologi

Teknologi menyediakan sumber daya yang digunakan orang-orang untuk bekerja dan sumber daya itu mempengaruhi tugas yang mereka lakukan. Teknologi yang dihasilkan menimbulkan pengaruh signifikan atas hubungan kerja. Teknologi yang besar berguna sebagai sarana memungkinkan manusia melakukan lebih banyak pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik. Tetapi teknologi juga menghambat orang-orang dalam berbagai cara. Teknologi mengandung kerugian dan juga maslahat bagi manusia.

4. Lingkungan.

(9)

C. TUJUAN PERILAKU ORGANISASI

Menurut Robbins (2002)[11] tujuan perilaku organisasi pada dasarnya ada tiga, yaitu menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan perilaku manusia.

1. Menjelaskan berarti kajian perilaku organisasi berupaya mengetahui factor-faktor penyebab

perilaku seseorang atau kelompok. Penjelasan fenomena dalam manajemen merupakan hal yang penting karena membantu para manajer atau pemimpin tim dalam melakukan sasaran kelompok tim.

2. Meramalkan berarti perilaku organisasi membantu memprediksi kejadian organisasi pada masa

mendatang. Pengetahuan terhadap factor-faktor penyebab munculnya perilaku individu atau kelompok membantu manajer meramalkan akibat-akibat dari suatu program atau kebijakan organisasi.

3. Mengendalikan berarti bahwa perilaku organisasi menawarkan berbagai strategi dalam

mengarahkan perilaku individu atau kelompok. Berbagai strategi kepemimpinan, motivasi dan pengembangan tim kerja yang efektif merupakan contoh-contoh dalam mengarahkan perilaku individu atau kelompok.

Gerakan Hubungan Kemanusiaan (1940-1950)

Gerakan ini dalam praktek manajemen memberikan penekanan pada kerja sama dan semangat kerja atau moral karyawan. Raymond Miles menyatakan bahwa pendekatan hubungan kemanusiaan secara sederhana menempatkan karyawan sebagai manusia, tidak sebagai mesin yang dipergunakan dalam berproduksi; memahami kebutuhan-kebutuhan manusia yang ingin dianggap ada dan merasa diperhatikan dengan cara didengarkan dan diperhatikan keluhan-keluhannya jika memungkinkan, dan melibatkan mereka dalam penambilan-pengambilan keputusan tertentu baik mengenai kondisi pekerjaannya atau masalah-masalah lainnya. Kesemuanya ini yang kemudian akan meningkatkan semangat kerja karyawan dalam bekerja sama untuk mencapai produksi yang lebih baik. Pada sejarah hubungan kemanusiaan ini terdapat tiga kejadian yang memberikan kontribusinya dalam penelaahan ilmu perilaku organisasi. Tiga kejadian itu antara lain :

a. Masa depresi

Depresi yang terjadi di sekitar tahun-tahun tiga puluhan mengakibatkan kegoncangan yang hebat di bidang keuangan dan perekonomian pada umumnya. Produksi yang merosot, pasaran yang lesu emwarnai kehidupan perekonomian saat itu. Para ahli ekonomi mencoba menganalisis sebab-sebab terjadinya depresi. Mereka menyimpulkan depresi terjadi karena:

(1) menumpuknya inventaris usaha dan akumulasi stok barang baru yang besar di tangan konsumen;

(10)

(4) akumulasi dalam jumlah yang besar dari kemampuan produksi baru dan pengembangan teknologi;

(5) jarangnya investasi yang berskala besar dan kelesuan dari cadangan bank;

(6) melemahnya kepercayaan dan harapan-harapan. Dengan adanya ledakan depresi ini menyadarkan manajemen untuk mulai menghayati bahwa produksi tidak bisa bertahan lama sebagai unsur yang bertanggung jawab dalam manajemen. Akibatnya, timbullah pengangguran, ketidaktentuan hidup, dan juga ketidakamanan. Ini semuanya membawa ke permukaan

persoalan-persoalan kemanusiaan yang memaksa manajer-manajer untuk menghadapinya. Di saat itu lalu timbul gagasan-gagasan meletakkan unsur manusia sebagai unsur yang amat dominan dalam manajemen. Sebagai hasil dari depresi, hubungan kemanusiaan tampil ke permukaan manajemen, sekaligus perilaku kemanusiaan dan perilaku organisasi mendapat perhatian secara seksama.

b. Gerakan serikat buruh

Gerakan serikat buruhikut memberikan sumbangsihnya terhadap gerakan hubungan

kemanusiaan. Walaupun organisasi serikat buruh telah ada di Amerika Serikat pada tahun 1972, namun belum memberikan pengaruh yang substansial terhadap manajemen sampai dengan saat dikeluarkannya Wagner Act tahun 1935.Organisasi gerakan buruh berkembang antara lain karena manajer-manajer tidak mau mengenal secara tepat sumbangan manausia dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Gaji yang rendah, jam kerja yang tidak memamdai, kondisi tempat kerja yang kurang patut, membuat para buruh merasa menjadi dikorbankan hanya demi

terciptanya dan meningkatkan produksi perusahaan. Pada tahun 1935, ketika serikat buruh secara sah dan resmi diakui, banyak kaum manajerial menjadi sadar dan mulai memberikan

perhatiannya. Reaksi yang nampak adalah hampir semua manajer mencoba mendirikan unit atau bagian kepegawaian sebagai suatu jawaban untuk menangani persoalan-persoalan kepegawaian dan serikat buruh. Selain itu, manajer juga berusaha memberikan penekanan pada hubungan kerja para karyawannya dengan pimpinan dan memberikan perhatiannya terhadap perbaikan gaji, jam kerja, dan kondisi tempat kerja. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan bagian kepegawaian menjadi lebih penting dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya.

c. Masa penemuan howthorne

Tujuan dari penelitian Hawthorne antara lain untuk mencari sampai dimana pengaruh hubungan antara kondisi fisik tempat bekerja dengan produktivitas karyawan. Secara khusus penelitian ini ialah untuk mendapat gambaran yang jelas tentang pengaruh faktor-faktor seperti temperatur, kelembaban udara dan cahaya terhadap kelelahan dan gerakan berulang dari pekerja.

(11)

Beberapa kelompok pekerja dicoba dengan memberi sejumlah penerangan cahaya lampu dalam tempat mereka bekerja. Ada yang diberi penerangan cahaya lampu berlebihan, dan ada yang kurang. Kemudian diamati dan dicatat perkembangannya. Hasilnya berlainan satu sama lain yaitu terdapat kelompok yang hasilnya naik, ada kelompok yang hasilnya turun sedang terdapat kelompot yang hasilnya tetap.

Secara umum hasil dari fase pertama ini adalah :

a) Cahaya penerangan lampu hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kerja meskipun pengaruhnya kecil sekali.

b) Beberapa faktor yang tidak sempat nampak, belum ada kesempatan yang baik untuk diteliti pengaruhnya.

2) Fase kedua merupakan percobaan ruang istirahat.

Meneliti sekelompok kecil pekerja yang ditempatkan tersendiri dalam usaha untuk mengatasi beraneka macam pengaruh dari tingkah laku pekerja ketika individu-individu itu mengetahui bahwa mereka sedang diamati. Setelah diamati dan diinterview hasilnya hampir sama dengan fase yang pertama.

3) Fase ketiga disebut studi tentang ruang bank tilgram

Tujuannya adalah untuk melakukan analisa pengamatan terhadap kelompok pekerja informal. Hasil dari fase ketiga ini yaitu tidak ada kenaikan produktivitas yang berlanjut.

Implikasi dari penemuan Hawthorne terhadap pengembangan ilmu perilaku organisasi ternyata amat besar dan penting dalam menggunakan pendekatan perilaku di dalam setiap aspek

manajemen.

4. Perilaku Organisasi Modern.

Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total(total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).

Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang[15]. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat

(12)

kualitas dan penurunan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.

Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi dan diimplementasikan.

D. PERAN DAN FUNGSI MANAJER

1. Fungsi manajer

Menutu Henry Fayol[16] manajer menjalankan semua fungdi manajemen yaitu, merencanakan, mengorganisasikan, mengkoordinasikan dan mengendalikan (merencanakan, mengorganisasikan, kepemimpinan dan mengendalikan)

a. Fungsi perencanaan.

Fungsi perencanaan meliputi menyusun rencana kegiatan organisasi meliputi rencana jangka penjang, jangka menengah dan jangka pendek.

b. Fungsi pengorganisasian

Fungsi pengorganisasian meliputi tugas-tugas yang harus dilakukan, siapa-siapa yang

melakukan, bagaimana tugastugas itu dikelompokan, siapa yang melapor pada siapa, dimana keputusan harus diambil.

c. Fungsi kepemimpinan

Yaitu berfungsi mengarahkan, memotivasi, memilih saluran komunikasi efektif atau memcahkan konflik antar anggota.

d. Fungsi pengendalian.

Manajer mengawasi apakah pelaksanaannya dan hasilnya telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. apakah perlu ada perbaikan dan lain sebagainya.

2. Peran manajer

Menurut Henry [17]Mintzerberg, seorang manajer melakukan sepuluh peran, dimana sepuluh peran itu dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yaitu:

a. Peran antar pribadi

figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasi untuk kegiatan-kegiatandiluar organisasi.

(13)

penghubung (liaison) : manajer menghubungkan personal-personaldi semua tingkatan manajemen.

b. Peran informasi

Peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang informasi yg dimilikinya.

c. Peran keputusan

yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yg menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber-sumber dayaorganisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.

3. Keterampilan manajer.

Robert Katz mengidentifikasi tiga keterampilan, yaitu: a. Keterampilan teknis

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

b. Keterampilan manusiawi

Keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

c. Keterampilan konseptual.

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

(14)

a. Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika

diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

b. Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

E. PELUANG DAN TANTANGAN PERILAKU ORGANISASI

Organisasi sebagai suatu kelompok dipengaruhi oleh perilaku-perilaku, baik yang datangnya dari internal organisasi maupun dari eksternal organisasi. Dewasa ini banyak tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para manajer maupun pimpinan untuk menggunakan konsep perilaku organisasi. Hal ini dikarenakan begitu cepatnya perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi baik perubahan dari dalam organisasi (internal) maupun dari luar organisasi (eksternal). Tantangan dan peluang tersebut antara lain[20]:

1. Globalisasi

(15)

gaya manajemen yang berbeda-beda sehingga dengan perbedaan tersebut dapat memodifikasi secara praktis.

2. Keanekaragaman angkatan kerja

Keragaman angkatan kerja berarti organisasi semakin heterogen dalam hal gender, ras, usia, dan etnik. Keragaman yang terdapat di dalam organisasi adalah membuat mereka lebih akomodatif terhadap kelompok individu yang berbeda-beda dengan mengenali gaya hidup, kebutuhan keluarga dan gaya kerja mereka, kergaman ini juga dapat membantu masing-masing individu menghargai perbedaanakan berusaha membaur dan menyesuaikan diri.

3. Mempebaiki kualitas dan produktifitas

Dalam usaha perbaikan kualitas dan produktivitas. Tom Rossi menerapkan program total kualiti manajemen (TQM). TQM adalah suatu filosofi manajemen yang menggerakkan/mencapai hasil secara konstan yang dicapai dari pengembangan/ perbaikan kepuasan konsumen untuk proses organisasi secara keseluruhan.

Pendekatan yang dipakai dalam TQM yaitu reenginering, dimaksud dengan reenginering adalah mempertimbangkan kembali bagaimana pekerjaan menjadi lebih dapat dilaksanakan/dikerjakan dan jika struktur organisasi dikreasi/dibangun dari kondisi awal mulanya.

4. Memperbaiki keterampilan menangani orang

Didalam usaha perbaikan ketrampilan manusia/orang tidak lepas dari teori dan konsep yang relevan sehingga dapat membantu memprediksi perilaku manusia dan menerapkan/menempatkan manusia pada posisi pekerjaan yang sesuai. Untuk itu perlu ada usaha peningkatan/perbaikan antar personal.

5. Memperbaiki perilaku etis

Perilaku etis saat ini banyak di hadapi oleh karyawan diberbagai perusahaan dan pendidik maupun tenaga kependidikan diberbagai organisasi jujur, objektif, adil dan memanusiakan manusia.

(16)

Perilaku organaisasi merupakan bidang ilmu terapan yang di bentuk dari sejumlah bidang yang berkaitan dengan perilaku. Bidang-bidang yang utama adalah psikologi dan psikologi sosial, sosiologi dan antropologi.

1. Psikologi

Adalah ilmu pengetahuan yang mengukur, menjelaskan, dan mengubah perilaku manusia dan makhluk lain. Psikologi industtri/organiasasi mempokuskan ddengan permasalahan rasa lelah, bosan, dan faktor lain yang relevan dengan kondisi-kondisi kerja yang menghalangi kinerja yang efisien, selain itu juga mencakup pengetahuan, persepsi, kepribadian, emosi, pelatihan,

keepektifan kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasional, kepuasan kerja, proses pembuatan keputusan, penghargaan kinerja, ukuran sikap, teknik seleksi karyawan, rancangan kerja, dan stres karyawan.

2. Psikologi Sosial

Bidanng utama yang banyak di teliti oleh psikologi sosial adalah perubahan cara menerapkannya dan cara mengurangi hambatan terhadap penerimaannya. Selain itu kita juga menemukan psikologi, psikolog sosial yang memberikan kontribusi signifikan dalam bidang

pengukuran,pemahan, dan perubahan sikap, pola komunikasi dan pembangunan kepercayaan 3. Sosiologi

Sosiolog mempelajari manusia dalam kaitannya dangan lingkungan sosial dan kultur mereka. Barang kali yang terpenting, sosiolgi telah memberikan kontribusi untuk penelitian tentang kultur organisasi struktur dan teori organisasi formal, teknologi organisasi, komuniksi, kekuatan dan konflik.

4. Antropologi

Adalah studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktifitas-aktifitas mereka.

G. STUDY KASUS

KASUS : Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara terhadap Triasih Wahyu Sari, seorang bidan yang bertugas sebagai verifikator program Jaminan Persalinan Bidan Praktik Mandiri di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Triasih terbukti

menyalahgunakan kesempatan ketika menjadi verifikator program Jampersal sehingga

menguntungkan dirinya sendiri. Hakim juga mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara yang besarnya Rp 695,5 juta. "Menyatakan terdakwa terbukti bersalah

(17)

dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya Suprapto, Selasa (8/9). "Pada tahun 2013, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora menerima kucuran dana untuk program Jampersal yang besarnya mencapai Rp 4,1 miliar. Dari dana tersebut, sekitar Rp 1,7 miliar dana dicairkan berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan

terdakwa," tuturnya. Sementara itu, terdakwa Triasih mengaku dana yang digelapkannya tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Atas putusan hakim tersebut, terdakwa Triasih menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan kepada dirinya.

Teori jenjang kebutuhan karena dikasus tersebut Triasih memakai uang korupsi buat kebutuhan pribadinya jadi ia ngelakuin segala cara agar bisa memuasin kebutuhan pribadinya.

ANALISIS MASALAH : dari kasus tersebut, hal itu menunjukan perilaku individu dalam organisasi sangat berdampak pada organisasi tempatnya bekerja. dari kasus korupsi tersebut, Triasih adalah sosok yang mementingkan kepentingan individu dan dapat mencoreng nama organisasinya. kepercayaan yang telah diberikan kepada Triasih disalah gunakan, seharusnya ia dapat mementingkan kepentingan organisasi/kelompok dibandingkan dengan kepentingan pribadi. diketahui Triasih mengambil sebagian dana Dinas Kesehatan Kabupaten Blora untuk program Jampersal pada tahun 2013 lalu. dari sisi organisasi sendiri perlu diadakan pengawasan, evaluasi berkala dan bimbingan agar tidak terjadi kecurangan dan adanya sanksi yang tegas. karena prilaku individu yang baik akan membawa organisasi yang baik dan sesuai dengan tujuan.

KESIMPULAN : Triasih mangaku menggelapkan dana untuk kepentingan pribadinya, atas putusan hakim terdakwa dijatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara terhadap Triasih Wahyu Sari.

SARAN : seharusnya pribadi yang baik akan mementingkan kepentingan kelompok agar tidak mencoreng nama baik kelompok/organisasi karena kepentingan pribadi. dan dalam suatu organisasi ini perlulah yang namanya pengawasan yang ketat sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang. Jurusan studi organisasi pada umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis, meskipun banyak universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan ekonomi industri pula. Bidang ini sangat

(18)

penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai latar belakang dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien. Namun bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena asumsi-asumsinya yang etnosentris dan pro-kapitalis.

Setiap organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda. Tidak aka nada dua organisasi yang mempunyai budaya yang sama persis. Ini biasanya sangat berpengaruh pada siapa pendirinya

DAFTAR PUSTAKA

Cane, Sheila, 1998, Kaizen Strategies for Winning Through People, (alih Bahasa Martin Widjokongko),interaksara, Batam

Hermino, Agustinus,2013,Assesmen Kebutuhan Organisasi Persekolahan,PT. Gramedia, Jakarta. http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen#Keterampilan_manajer

http://m.friendfeed-media.com/747282a46f5f6c356acab201aeb5a79eeb44eae0 tgl 20-03-2014,

jam 22.38 WIB.

(19)

http://www.referenceforbusiness.com/management/Or-Pr/Pioneers-of-Management.html

Sunyoto, Danang, 2013, Teori, Kuisioner,dan Proses Aalisis Data Perilaku Organisasi, Jakarta, Center Academic Publishing Cervice

Referensi

Dokumen terkait

Kontribusi utama dalam penelitian ini adalah berupa kontribusi metode dengan memanfaatkan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dan alihragam Wavelet Haar untuk

Sumber Daya Manusia (SDM) sangat sedikit, Sarana Prasarana Penunjang kurang lengkap, dan peralatan yang digunakan belum berbasis teknologi yang

Dengan memasukkan unsur musikal seperti melodi, ritme, tempo, dan dinamika penata akan menggarap unsur tersebut melalui teknik dan pola permainan dari

Komposisi denah tipe tegak lurus Bentuk komposisi tersebut di atas dipengaruhi oleh pandangan Jawa yang ada dalam diri abdi dalem kraton yaitu bentuk pendopo sebagai

Dari pendampingan yang dilakukan melalui kegiatan pengabdian dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan pemetaan desa Nagori Tiga Ras dapat ditemukan

Parameter gangguan pada ekosistem sungai juga diamati, yaitu kondisi vegetasi sempadan sungai, adanya aktivitas manusia yang merubah kondisi alami bantaran sungai atau

Pada dasarnya, sebuah chatbot adalah sebuah kecerdasan buatan yang dapat digunakan untuk menyimulasikan percakapan dengan pengguna dalam natural language yang bisa

• Escherichia coli pada transfer bakteri dari media Agar pada cawan petri (agar plate) ke Agar miring.. Bakteri ini sedikit tumbuh di atas permukaan media dengan warna putih