KEPERAWATAN ANAK II
Resume Patofisiologi dan Asuhan Keperawatan pada Anak PDA dan VSD
Dosen : Ns. Ignasia Nila Siwi, M.Kep
Disusun oleh :
Asdina Nur Hasanah (M16010013) PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN
PDA (Patent Ductus Arteriosus) 1. Definisi
PDA adalah kondisi ketika ductus arteriosus tetap terbuka setelah bayi lahir. Ductus arteriosus merupakan pembuluh darah yang dibutuhkan bayi sebagai sistem pernapasan semasa di dalam kandungan. Melalui ductus arteriosus, darah bayi dari bilik jantung kanan mengalir ke sekitar paru-paru. Ductus arteroisus akan tertutup secara otomatis setelah bayi lahir karena paru-paru mereka sudah bisa terisi oleh udara yang dihirup. Penutupan biasanya terjadi kurang dari beberapa hari. Pada bayi penderita PDA --> penutupan tersebut tidak terjadi.
2. Epidemologi
Perkiraan kejadian PDA pada anak-anak AS yang lahir pada jangka waktu adalah antara 0,02% dan 0,006% dari kelahiran hidup, dengan rasio 2: 1 wanita dan pria. Jika tidak ditangani, tingkat mortalitas untuk PDA adalah 20% pada usia 20 tahun. Epidemiologi penyakit jantung bawaan di Indonesia adalah 8 per 1000 kelahiran hidup, dimana diduga terjadi penambahan sekitar 32.000 kasus baru setiap tahunnya.
3. Etiologi
belum diketahui secara pasti
faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko :
a. Berjenis kelamin perempuan (kasus PDA > ditemukan pada bayi perempuan dibandingkan laki-laki).
b. Lahir prematur.
c. Memiliki ibu yang menderita rubella saat mengandung. d. Lahir di wilayah dengan ketinggian di atas tiga ribu meter. e. Memiliki keluarga penderita cacat jantung.
f. Memiliki keluarga pengidap Down syndrome Efek yg diberikan ke jantung
Biasanya sisi kiri jantung hanya memompa darah ke tubuh, dan sisi kanan hanya memompa darah ke paru-paru.
Jika PDA besar, darah tambahan yang dipompa ke arteri paru-paru membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih keras dan paru-paru bisa menjadi sesak. 4. Manifestasi klinis
Beberapa gejala yang bisa dialami oleh bayi yang menderita PDA adalah: a. Sesak napas
b. Napas tersengal-sengal c. Jantung berdetak cepat d. Mudah lelah
e. Tidak nafsu makan (esp infant) f. Berkeringat ketika makan
g. Gangguan pertumbuhan (esp infant)
Gejala kadang-kadang tidak nampak pada kasus patent ductus arteriosus yang masih tergolong pembukaan kecil.
5. Tata laksana medis
Jika pembukaan pada ductus arteriosus tergolong sangat kecil --> biasanya dokter tidak akan merekomendasikan pengobatan apa pun (dapat menutup dengan sendirinya seiring pertambahan usia bayi) --> memonitor perkembangan saat jadwal kontrol.
Pengobatan akan disarankan jika :
a. pembukaan DA tidak bisa menutup dengan sendirinya --> pemasangan alat penyumbat melalui kateter,
b. pembukaan tersebut besar --> bedah,
6. prognosis
prognosis PDA tergantung dari tingkat penutupan DA 7. komplikasi
Komplikasi berisiko terjadi pada kasus PDA besar atau kasus yang tidak diobati. Beberapa contoh komplikasi :
a. Hipertensi pulmonal b. Infeksi jantung c. Gagal jantung 8. Pengkajian keperawatan
Pernafasan B1 (Breath) : Nafas cepat, sesak nafas,bunyi tambahan ( marchinery murmur) adanyan otot bantu nafas saat inspirasi, retraksi.
Kardiovaskuler B2 ( Blood) : Jantung membesar, hipertropi ventrikel kiri, peningkatan tekanan darah sistolik, edema tungkai, clubbing finger, sianosis.
Persyarafan B3 ( Brain) : Otot muka tegang, gelisah, menangis, penurunan kesadaran.
Perkemihan B4 (Bladder) : Produksi urine menurun (oliguria).
Pencernaan B5 (Bowel) : Nafsu makan menurun (anoreksia), porsi makan tidak habis.
Muskuloskeletal/integument B6 (Bone) : Kemampuan pergerakan sendi terbatas, kelelahan.
Riwayat penyakit terdahulu : Perlu ditanyakan apakah pasien lahir prematur atau ibu menderita infeksi dari rubella.
Riwayat Psikososial : Meliputi tugas perasaan anak terhadap penyakitnya, bagaimana perilaku anak terhadap tindakan yang dilakukan terhadap dirinya, perkembangan anak, koping yang digunakan, kebiasaan anak, respon keluarga terhadap penyakit anak, koping keluarga dan penyesuaian keluarga terhadap stress.
Aktivitas yg dpt anak dg PDA lakukan
Jika PDA kecil, atau jika sudah ditutup dengan kateterisasi atau operasi, anak Anda mungkin tidak memerlukan tindakan pencegahan khusus mengenai aktivitas fisik dan mungkin dapat berpartisipasi dalam kegiatan normal tanpa meningkatkan risiko.
9. Asuhan keperawatan
• penurunan koping keluarga (hal 456) • ketakutan (hal 467)
VSD (ventricular septal defect) A. Definisi
kelainan jantung bawaan berupa lubang di dinding pemisah (septum) antara bilik kanan dan bilik kiri jantung. Pada kebanyakan kasus, defek septum ventrikel muncul di bagian bawah katup aorta. Katup ini berfungsi mengontrol aliran darah dari bilik kiri ke pembuluh darah arteri utama dalam tubuh, yaitu aorta. Defek septum ventrikel menyebabkan darah yang kaya oksigen tidak dipompa ke seluruh tubuh, melainkan masuk kembali ke paru-paru. Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih berat.
B. Epidemiologi
Epidemiologi penyakit jantung bawaan di Indonesia adalah 8 per 1000 kelahiran hidup, dimana diduga terjadi penambahan sekitar 32.000 kasus baru setiap tahunnya. Kurang dari 150 ribu kasus per tahun (Indonesia)
C. Etiologi
Penyebab terjadinya gangguan ini sendiri masih belum jelas
lebih banyak ditemukan pada orang Asia, pada orang- orang dengan riwayat penyakit jantung bawaan di keluarga, dan pada orang-orang dengan kelainan genetik, seperti sindrom Down.
D. Manifestasi klinis
Beberapa gejala VSD yang sering ditemukan pada bayi atau anak-anak: Sesak napas dan mudah lelah.
Kehilangan nafsu makan.
Pertambahan berat badan terhambat.
Napas terengah-engah dan berkeringat banyak saat makan atau menangis. Kulit pucat, dan mungkin membiru di sekitar bibir dan kuku.
Sering mengalami infeksi pernapasan. Detak jantung cepat dan tidak beraturan.
Bahkan bisa saja kelainan ini tidak menunjukkan gejala sampai memasuki usia kanak-kanak.
Gejala defek septum ventrikel berbeda-beda, tergantung dari ukuran lubang defek dan dari ada atau tidaknya kecacatan jantung lain yang menyertai.
E. Tatalaksana medis
lubang defek berukuran besar dan menimbulkan gejala yang signifikan --> Operasi Obat-obatan dapat diberikan untuk mengatasi gejala sebelum operasi dapat dilakukan,
atau sampai kondisi pasien memungkinkan untuk menjalani operasi
Pada VSD yang berukuran kecil, seringkali lubang dapat menutup dengan sendirinya. Pada kasus VSD ukuran kecil, obat-obatan juga dapat diberikan untuk mengatasi gejala
yang mungkin timbul, sambil memantau perkembangan pasien. Beberapa prosedur operasi yang umumnya dilakukan adalah: • Penutupan dengan kateter
• Pembedahan jantung.
• Prosedur gabungan (hybrid procedure).
Obat-obatan yang dapat diberikan untuk mengatasi gejala yang muncul pada defek
apabila lubang defek berukuran sedang sampai besar, kelainan ini dapat menimbulkan masalah serius yang mungkin berujung pada kematian
H. asuhan keperawatan
Referensi
• . 2018. Patent Ductus Arteriosus. diakses pada 27 Agustus 2018 melalui https://www.alodokter.com/patent-ductus- arteriosus
• Osmosis. 2016. Patent ductus arteriosus (PDA) - repair, causes, symptoms & pathology. diakses pada 27 Agustus 2018 https://www.youtube.com/watch?v=ZcWAWb3l2CY • Osmosis. 2016. Ventricular septal defect (VSD) - repair, causes, symptoms & pathology.
diakses pada 27 Agustus 2018 melaluihttps://www.youtube.com/watch?v=e7ObXrdtXek • Bernstein D. Patent ductus arteriosus. In: Kleigman RM, StantonB, St. Geme J, et al,
eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed.2011.
http://www.mdconsult.com/books/page.do?eid = 4-u1.0-B978-1-4377-0755-7..00420-6--sc0025&isbn = 978-1- 4377-0755-7&uniqId = 406511368-3#4-u1.0-B978-1-4377- 0755-7..00420-6--sc0025. Accessed September 23, 2011. diakses pada 27 Agustus 2018 https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1002/clc.22150
• https://www.alomedika.com/penyakit/kardiologi/penyakit- jantung-kongenital/epidemiologi
• http://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart- defects/about-congenital-heart-defects/patent-ductus- arteriosus-pda