• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS MATA KULIAH TEORI HUBUNGAN INTERNA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS MATA KULIAH TEORI HUBUNGAN INTERNA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MATA KULIAH TEORI HUBUNGAN

INTERNASIONAL

RELEVANSI PEMIKIRAN-PEMIKIRAN IDEALISME DALAM

HUBUNGAN INTERNASIONAL KONTEMPORER MELALUI

ANALISA STUDI KASUS KONFLIK ANTARA AMERIKA

SERIKAT DAN RUSIA TERKAIT KRIMEA MENGGUNAKAN

TEORI GREAT ILLUSION

CREATED BY

IMANUEL FRISTON GUSMANTA .P. (D0414029)

INTERNATIONAL RELATIONS DEPARTMENT

FACULTY OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE

SEBELAS MARET UNIVERSITY

SURAKARTA CENTRAL JAVA

(2)

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Paradigma idealisme adalah salah satu paradigma atau sudut pandang yang dapat digunakan untuk memahami, menganalisa, dan memprediksi berbagai peristiwa dan fenomena yang terjadi didalam dunia internasional, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan mungkin akan terjadi. Idealisme sendiri percaya bahwasanya setiap individu adalah baik, tidak egois, tidak mementingkan dirinya sendiri, mau diajak untuk bekerjasama, peduli dengan sesama individu lain. Kemudian karena manusia membentuk sebuah komunitas sosial dan nantinya membentuk sebuah negara maka negara tersebut akan dipimpin oleh manusia yang karakteristik dasarnya adalah baik. Negara menurut pandangan idealisme juga akan memiliki sifat sifat dasar yang baik seperti mau diajak bekerja sama dengan negara lain, mau untuk membantu negara lain, berusaha untuk menjaga perdamaian dengan negara lain, menghindari perang, berupaya untuk mensejahterakan rakyatnya. Dengan keadaan seperti demikian maka tidak akan terjadi perang, agresi militer, konflik bersenjata antar negara, tidak akan ada juga kekerasan, kehancuran, penindasan, tirani, ketidakadilan di dunia ini. Idealisme juga menekankan bahwa setiap negara dalam hubungannya dengan negara lain akan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan menjaga sebaik mungkin relasi mereka dengan negara lain, dengan demikian suatu negara dapat meningkatkan keamanan domestik negara mereka dan meningkatkan pembangunan di negara mereka karena adanya jaminan keamanan dan stabilitas nasional.

(3)

RELEVANSI PARADIGMA IDEALISME DALAM HUBUNGAN

INTERNASIONAL KONTEMPORER

Pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar dalam ilmu hubungan internasional saat ini menggenai paradigma idealisme adalah “apakah paradigma idealisme masih relevan dengan situasi hubungan antar negara saat ini?” kemudian “apakah saat ini paradigma idealisme masih bisa dijadikan kacamata dalam menganalisa dan menjawab berbagai isu-isu global kontemporer saat ini?” Dua pertanyaan tersebut sering kali dilontarkan oleh para ahli hubungan internasional yang menganut aliran realisme kepada para penganut aliran idealisme. Hal ini didasari oleh kepercayaan kaum realisme yang menyatakan bahwa keadaan dunia ini adalah anarki dan perang tidak dapat dipungkiri, sangat berbeda dengan kepercayaan kaum idealisme. Kemudian sebuah paradigma dapat dikatakan masih relevan dan masih dapat digunakan apabila paradigma tersebut dapat menjawab berbagai isu dan persoalan global yang terjadi seiring berjalannya waktu.

Melihat situasi global saat ini dapat dikatakan paradigma idealisme masih relevan dan masih dapat menjawab berbagai peristiwa internasional yang terjadi. Mengapa dikatakan relavan? Hal ini dapat dilihat dari hubungan antar negara didunia saat ini dalam hal ekonomi. Negara-negara didunia saat ini melakukan dan pasti melakukan kerjasama ekonomi dengan negara lainnya. Ada interpendensi antara negara satu dengan negara lain yang menyebabkan mereka bekerjasama dalam hal ekonomi.1

Seperti contoh nyata yang saat ini terjadi adalah Uni Emirat Arab bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam bidang ekonomi khususnya dalam hal penjualan bahan bakar minyak bumi. Amerika serikat membutuhkan bahan bakar minyak bumi dalam jumlah yang besar demi memenuhi kebutuhan domestik negaranya, sedangkan Uni Emirat Arab menerima keuntungan yang besar karena adanya pembelian bahan bakar minyak bumi oleh amerika dalam jumlah yang besar. UAE pun menerima keuntungan dengan menjual minyak bumi mereka ke amerika. Keuntungan lain yang didapatkan oleh Uni Emirat Arab adalah amerika mengirimkan tenaga-tenaga ahli mereka dalam hal manufaktur dan teknik sipil dan rekayasa arsitektur ke Uni Emirat Arab untuk membantu pemerintah UAE memenuhi beberapa proyek ambisius mereka dalam hal membangun gedung gedung spektakuler di Abu Dhabi maupun

(4)

Dubai, yang nantinya akan meningkatkan pendapatan pemerintah UAE dari sektor pariwisata.2

Kerjasama ini menjadi contoh yang menandakan bahwa negara-negara didunia saat ini mau untuk saling bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan mereka bersama. Nantinya kerjasama tersebut akan berpengaruh pada peningkatan kesehjateraan masyarakat negara mereka. Kerjasama ekonomi tidak hanya antar negara saja tetapi mencakup juga kerjasama ekonomi antar regional dan antara multinational corporation dengan state dan multinational corporation dengan multinational corporation. Dan kerjasama dalam bidang-bidang lainnya juga turut serta selalu dilakukan oleh negara-negara didunia saat ini.hal ini dillakukan oleh tiap-tiap negara karena adanya rasa saling peduli dan rasa saling ingin membantu antar tiap negara serta tiap negara lebih memilih cara-cara damai untuk mencapai tujuan negaranya daripada menggunakan cara kekerasan/perang menurut kacamata idealisme. Hal ini membuktikan idealisme masih relevan dan mampu menjelaskan fenomena yang terjadi dalam dunia internasional kontemporer.

Pembentukan berbagai bentuk kerjasama regional seperti uni eropa, ASEAN kemudian pembentukan pasukan keamanan dunia seperti NATO serta pembentukan dewan keamanan di PBB adalah bentuk nyata masyarakat dunia yang hidup dalam perdamaian, saling bekerjasama, menghindari perang, dan mengawal atau menjaga ketertiban dunia bersama demi terhindarnya dunia internasional dari hal-hal yang anarki yng nantinya hanya merugikan mereka saja.

(5)

ANALISA KONFLIK ANTARA AMERIKA SERIKAT DENGAN RUSIA

TERKAIT KRIMEA MENGGUNAKAN TEORI THE GREAT ILLUSION

Paradigma idealisme adalah sebuah sudut pandang atau perspektif untuk menganalisa fenomena atau sebuah peristiwa yang terjadi, akan tetapi untuk dapat menganalisa lebih jauh dan mendapatkan jawaban mengapa peristiwa itu bisa terjadi atau mengarah ke manakah suatu peristiwa atau suatu kasus kita membutuhkan suatu teori pendekatan yang merupakan cabang dari paradigma idealisme itu sendiri. Salah derivatif teori idealisme adalah The Great

Illusion Theory yang dikemukakan oleh Sir Ralph Norman Angell dalam bukunya The Great

Illusion pada tahun 1912.3

The Great Illusion Theory mengungkapkan bahwa kekuatan militer yang tidak dapat

diatur atau dikontrol dengan baik akan menyebabkan suatu kondisi anarki dan perang yang nantinya hanya akan menyebabkan penderitaan bagi umat manusia. Untuk mencegah kerusakan dan kehancuran yang begitu dahsyat dan mengerikan akibat dari perang dan konflik bersenjata, maka keterlibatan militer dalam suatu pemerintahan termasuk peran militer dalam proses pengambilan keputusan harus dikurangi. Kemudian upaya meningkatkan kekuatan militer tidak akan meningkatkan rasa keamanan masyarakat melainkan hanya akan menambah rasa was-was dan rasa ketidakamanan karena adanya ancaman nyata dari militer negara lain yang juga meningkatkan kekuatan militernya. Teori ini juga menyatakan bahwa biaya ekonomi dan perang kekuatan besar akan begitu dahsyat sehingga perang semacam itu tidaklah masuk akal dan tidak akan diambil lagi oleh negara-negara didunia dalam mencapai tujuan nasional mereka.

The Great Illusion Theory juga menyatakan bahwa interdependensi negara juga dapat menjaga perdamaian dan stabilitas internasional. interdependensi ekonomi yang meningkat nantinya mengakibatkan perubahan dalam hubungan antar negara-negara, perang, dan penggunaan kekuatan menjadi kurang penting, hukum dan rezim internasional berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan bagi kerangka kerja untuk mengatur tingkat interdependensi yang tinggi.4 Solusi utama dalam menciptakan suatu kondisi yang damai adalah

negara-3 Chorul Muhammad, “ide perdamaian dan masa depan dunia internasional” diakses dari https://muhammadchoirulrosiqin.wordpress.com/2014/03/22/review-ide-ide-perdamaian-dan-masa-depan-internasional/”.

(6)

negara didunia menghormati dan mengikuti hukum internasional yaang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Satu hal terakhir yang dapat dilakukan untuk menciptakan perdamaian adalah negara-negara didunia membentuk sebuah “collective defence” yang menentang segala macam bentuk agresi militer dan nantinya kemungkinan akan perang itu sendiri dapat dihindari.

Salah satu studi kasus yang di era kontemporer saat ini menjadi isu hangat adalah krisis Krimea. Krisis Krimea ini diawali dengan terjadinya Revolusi Ukraina pada awal tahun 2014 yang berpusat di semenanjung Krimea, Ukraina, dimana lebih dari setengah penduduknya adalah etnis Rusia. Pada bulan Februari 2014, pemerintah nasional pro Rusia di Ukraina digulingkan dan diganti dengan pemerintahan yang menginginkan hubungan lebih dekat dengan Uni Eropa. Ketegangan meningkat antara golongan pro Eropa dan gerakan rakyat anti maidan pro Rusia. Kemudian sejak bergulirnya referendum 17 Maret 2014, dimana mayoritas penduduk krimea menyetujui penggabungan kembali krimea kedalam pemerintahan rusia, hal ini juga didukung oleh cara pemerintah Rusia dengan menggunakan kekuatan militer mereka untuk menduduki wilayah Krimea, Krimea berada di bawah kendali Rusia, walaupun hal ini tidak diakui oleh Amerika dan sekutunya. Pihak barat menganggap bahwa apa yang telah dilakukan oleh rusia sebagai bentuk invansi dan melanggar keadulatan negara lain yaitu kedaulatan ukraina.

Akibat dari rangkaian kejadian ini, akhirnya pihak Barat memberikan sanksi-sanksi ekonomi “secara hati-hati” dan terbatas kepada Rusia. Hal ini dimaksudkan agar Rusia bisa terpukul secara telak namun “dengan santun”. Sanksi-sanksi pertama diberikan kepada Putin dan orang-orang terdekat dan perusahaan-perusahaan yang notabene merupakan perusahaan besar, perusahaan negara dan perusahaan-perusahaan milik orang-orang yang dianggap dekat Putin, yang notabenenya menjadi kepala dari aksi rusia terhadap krimea. Kemudian Rusia juga mendapat sanksi untuk melakukan ekspor produk teknologi dan produk militer sertanegara-negara barat bersepakat tidak akan membeli minyak bumi dan gas alam dari rusia. Hal ini menjadi pukulan telak bagi rusia dibidaang ekonomi, industri dan teknologi.

(7)

dari pihak rusia masih terus berlangsung sampai saat ini (oktober 2015) dan kedua negara masih saling mengganggap bahwa tindakan yang mereka ambil adalah benar dan tidak melanggar hukum internasional.5

Apabila kita melihat kasus ini dalam perspektif teori Great Illusion maka tidakan Rusia untuk mendapatkan kembali Krimea menggunakan kekuatan militer nantinya hanyalah akan merugikan pihak Ukraina karena konfrontasi secara fisik menggunakan kekuatan militer hanya akan menimbulkan kerugian dan penderitaan bagi warga Ukraina dan Krimea itu sendiri. Seharusnya militer digunakan untuk menciptakan rasa tenang dan aman bagi warga Ukraina dan Krimea namun dengan adanya kependudukan Rusia akan Krimea menggunakan militer akan menimbulkan teror bagi warga Ukraina dan Krimea. Rasa teror ini akan terus berlanjut sampai keterlibatan militer dihentikan, yang mana keterlibatan militer tersebut akan dihentikan apabila Ukraina melepaskan secara resmi Krimea dan Rusia secara resmi mendapatkan wilayah Krimea, kemudian dengan syarat juga bahwa apa yang dilakukan oleh Rusia ini mendapat persetujuan bukan penolakan dari dunia luar.

Melihat ketidaksenangan Amerika Serikat terhadap apa yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina maka dikhawatirkan konflik dan sanksi-sanksi antara kedua belah pihhak akan semakin memanas dan dapat berakhir melalui perang dan konflik secara fisik, namun kita harus melihat melalui kacamata teori the great illusion yang menyatakan bahwa perang akan sangat merugikan dari segi material dan ekonomi maka dapat diramalkan bahwa nantinya atau kedepannya konflik antara Amerika serikat dengan Rusia tidak akan berlanjut sampai ke tahap perang secara fisik karna kedua belah negara sadar bahwa melakukan agresi seperti perang hanya akan merugikan kondisi ekonomi mereka saja tanpa memberikan keuntungan apa-apa untuk negara mereka.

Kemudian sanksi yang kedua belah pihak telah tetapkan nantinya akan dicabut mengingat ada interdependensi antara Rusia dan AS. Kedua belah pihak akan terus dirugikan apabila tetap menerapkan sanksi ini karna baik dipihak AS maupun dipihak Rusia ada sebuah ketergantungan ekonomi yang menyebabkan ekonomi amerika sangat bergantung kepada ekonomi rusia begitupun sebaliknya. Jadi jika sanksi-sanksi dan konflik ini terus berlanjut maka akan merugikan kedua belah pihak. Nantinya karena adanya interdependensi antara Rusia dan AS perang secara fisik tidak akan terjadi.

(8)

Terakhir agresi militer Rusia terhadap Krimea di Ukraina bukan menjadi kesalahan dari Rusia, Amerika, ataupun Ukraina akan tetapi menjadi kesalahan dari Uni eropa dan PBB sebagai lembaga yang bertanggung jawab akan penegakan keamanan di kawasan regional eropa dan kawasan dunia. Uni Eropa dan PBB gagal dalam menegakkan International Law

yang telah disepakati bersama sehingga memberi peluang terjadinya konflik seperti ini.

(9)

Vincent Ferraro, “dependency theory, an introduction” diakses pada tanggal 8 oktober 2015 dari https://www.mtholyoke.edu/acad/intrel/depend.htm.

Yousef Al Otaiba, “UAE-US economic relationship” diakses pada tanggal 8 oktober 2015 dari http://www.uae-embassy.org/uae-us-relations/uae-us-economic-relationship

Chorul Muhammad, “ide perdamaian dan masa depan dunia internasional” diakses pada tanggal 8 oktober 2015 dari

https://muhammadchoirulrosiqin.wordpress.com/2014/03/22/review-ide-ide-perdamaian-dan-masa-depan-internasional/”.

Krisna Indrawan, “teori idealisme” diakses pada tanggal 9 oktober 2015 dari http://krisna_indrawan-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-43532-Teori%20HI-idealisme.html”.

Referensi

Dokumen terkait

Teori Z dapat memberi inspirasi kepada para ilmuan karena melihat secara lebih dalam tentang organisasi-organisasi tipe Jepang, dan organisasi tipe Amerika, dan bagaimana organisasi

13 UU memerintahkan instansi pemerintah yang bertanggung jawab membantu kedua belah pihak untuk menyelesaikan perselisihan dan jika kedua belah pihak yang

REZIM TIDAK HANYA MEMPUNYAI IMPLIKASI TERHADAP NORMA-NORMA YANG MEMFASILITASI TERCIPTANYA KERJASAMA SEMATA, MELAINKAN SUATU BENTUK KERJASAMA YANG JUGA LEBIH DARI

Setelah mevalidasi dan memperbaiki reaksi perawat terhadap perilaku pasien, perawat dapat melengkapi proses disiplin dengan tindakan keperawatan, Orlando menyatakan bahwa apa.. yang

ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya.. 10 para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi,

Bu lia mengatakan silahkan keluarkan dongeng yang minggu lalu ibu suruh bawah, ketika melihat seorang anak yang sedang membaca dongeng, bu lia menanyakan apa judul buku dongeng yang di

Durasi : Waktu yang digunakan dalam tugas lapangan dengan melakukan wawancara dan membuat analisis terhadap data verbatim dengan menggunakan berbagai pendekatan psikologi sosial