1
WILAYAH DAN PENERAPANNYA
DALAM STUDI GEOGRAFI
Oleh:
Moch. Taufik
Pendidikan Geografi, FPIPS – UPI, Bandung
Abstrak
Suatu wilayah dikatakan sebagai “komunitas yang tidak terputus yang diciptakan oleh tindakan penduduk yang bersangkutan”. Dalam kaitannya studi regional membutuhkan “suatu peralatan geografer” dalam mempelajari dinamika penduduk dengan unsur-unsur fisiknya dalam wilayah yang nantinya membentuk suatu wilayah yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dengan wilayah lainnya. Oleh sebab itu, kita perlu menganalisis konsep wilayah di permukaan bumi ini secara objektif dan melalui pemikiran regionalisasi yang cermat.
Kata Kunci: Geografi, Wilayah, Realm, Region
A. Pendahuluan
Apakah wilayah itu? merujuk pada “Guideline for Education” dinyatakan bahwa kesatuan dasar studi geografi adalah region/wilayah, yaitu suatu wilayah di
mana kesatuannya didasarkan pada kriteria yang dipilih1. Konsep wilayah
dipandang sebagai suatu cara untuk mengorganisir pengetahuan dan memanajemen tempat kita. Para ahli geografi mengategorikan wilayah menjadi
tiga yakni: wilayah formal (formal region), wilayah fungsional (fungsional
1
2
region), dan wilayah persepsi (vernicular region). Region formal didefinisikan dengan sejumlah kriteria tertentu yang berkaitan dengan karakteristik yang dipilih. Region fungsional adalah organisasi yang melingkupi serangkaian interaksi dan koneksi di antara tempat. Sedangkan region persepsi adalah region dari hasil tanggapan/persepsi penduduk atau apa yang dilihat penduduk tertentu, sehingga
pandangan penduduk itu dianggap sebagai karakteristik region tersebut1.
B. Pemikiran Regionalisasi; Perwilayahan di Amerika Serikat
Berikut adalah peta-peta yang menggambarkan wilayah bentang lahan, budaya, negara bagian, dan bangsa Amerika Serikat:
Gambar 1. Peta Bentuk Lahan Amerika Serikat (Sumber:
http://www.worldatlas.com/webimage/c ountrys/usanewe.htm)
Gambar 1. memperlihatkan
wilayah fisik Amerika Serikat.
Kriteria fisik yang digunakan sebagai kriteria untuk menjelaskan pola-pola
wilayah yang meliputi iklim,
vegetasi, dan tanah yang saling
terkait satu dengan yang lain1.
Gambar 2. Peta Kelompok Kebudayaan
Amerika Serikat (Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Race_and_
ethnicity_in_the_United_States)
Gambar 2. adalah peta
kebudayaan penduduk Amerika
Serikat sesudah kontak dengan
bangsa Eropa. Kebudayaan bangsa Amerika Serikat saat ini sudah jauh lebih maju sejak kedatangan bangsa
Eropa ke Amerika Serikat
dibandingkan budaya bangsa
Amerika asli (sebelum datang bangsa Eropa).
Selain itu, faktor politik juga digunakan sebagai kriteria untuk menentukan
3
State University mencoba menarik kembali perbatasan negara bagian Amerika
Serikat yang berjumlah 38 negara bagian daripada menarik 50 negara bagian2.
Gambar 3. Peta Negara Bagian Amerika Serikat Baru Menurut Pearcy (Sumber:
http://geographer-at-large.blogspot.co.id/2011/03/re-regionalizing-american-continent.html)
Sementara itu, batas-batas benua masih bisa ditemukan secara populer dalam berita-berita yang dipublikasikan oleh seorang jurnalis yang bernama Joel
Garreaus dalam tulisannya yang berjudul “Nine Nations of North Amerika” pada
tahun 19811.
Gambar 4. Peta Sembilan Bangsa Amerika Utara menurut Garraeus (Sumber:
http://www.city-data.com/forum/general-u-s/70876-states-do-you-consider-south-56.html)
Pesan utama dari perbandingan peta ini mengungkapkan bahwa regionalisasi merupakan suatu teknik dan peralatan untuk memahami suatu
2
Monkey, Map. 2011, Re-Regionalizing the American Continent [online]. Tersedia:
http://geographer-at-large.blogspot.co.id/2011/03/re-regionalizing-american-continent.html.
4
wilayah luas yang dipelajari dengan tujuan tertentu. Studi regional sebenarnya
merupakan “suatu peralatan Geographer” karena geografi merupakan disiplin ilmu yang merupakan lintas bidang dan menawarkan pendekatan holistik untuk
mempelajari bumi1.
C. Kesulitan-Kesulitan dalam Penerapan Pendekatan Wilayah
1. Kesulitan pertama dalam studi wilayah, adalah penentuan deskripsi yang diinginkan.
2. Kesulitan yang kedua dalam melakukan studi wilayah adalah analisis wilayah yang dipilih tentang ukuran kedetailannya yang ditampilkan. 3. Kesulitan yang ketiga, bila penerapannya tidak tepat, maka metode
regional bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik.
4. Kesulitan yang keempat, bila kita melakukan studi wilayah, yaitu wilayah yang dipelajari kadang-kadang sedemikian dinamis.
D. Konsep Regional
Von Humboldt adalah seorang “Bapak Geografi Modern”.
Humboldt mengkaji hubungan
interaksi antara sifat-sifat bumi dan
bentang alam. Dalam bukunya
“Cosmos”, Humboldt mencoba merumuskan fakta-fakta yang telah diketahui tentang dunia ke dalam konsepsi alam yang seragam.
Berbeda dengan von
Humboldt, Carl Ritter lebih tertarik dalam melihat perjalanan manusia terhadap bumi bila dibandingkan mempelajarinya dari segi geografi fisik. Ritter membagi keseluruhan
bumi didasarkan wilayah bentuk
lahan dan menghubungkan
kenampakannya dengan mata
pencaharian manusia1.
Kemudian Paul Vidal de la
Blache yang dianggap sebagai
“Bapak Geografi Regional”. Dalam
bukunya “Tableau de la Geographie de France” tahun 1930 mempelajari hubungan interaksi secara regional
dan pola-polanya1. Dalam pandangan
La Blache, manusia tidak lagi dipandang sebagai faktor pasif yang
ditentukan alam, tetapi dapat
5
dalam kehidupan ekonominya.
Paham La Blache tersebut dikenal
sebagai aliran posibilis3.
Pada tahun 1982 presiden Amerika Serikat melayangkan surat kepada Asosiasi Geografer Amerika
yaitu John Fraser Hart, agar
dilakukan penulisan monograf
regional dalam disiplin geografi. Hart tertarik dalam studi regional yang awalnya dilakukan oleh Preston James untuk kembali ke geografi
regional1. Dalam bukunya yang
berjudul “Toward a Further Understanding of The Regional Concept” James berpendapat bahwa esensi geografi yang baik adalah mengidentifikasi hubungan interaksi di antara penampakan fenomena
yang beranekaragam1.
Selanjutnya, Richard
Harsthorne mendefinisikan wilayah dengan baik dan disederhanakan sebagai alat untuk gagasan-gagasan yang terbatas yang dapat dilakukan secara komprehensif dari fungsi
3
Yani, Ahmad dan Mamat Ruhimat. 2008.
Geografi – Menyingkap Fenomena
Geosfer. Jakarta: Grafindo Media
Pratama.
variabel yang tak terbatas dari
berbagai faktor variabel semi
independen. Variabel-variabel ini akan akan baik didefinisikan baik dalam pengertian keruangan maupun sosial dalam suatu analisis regional
yang sempurna1.
E. Realm dan Region
Seperti beberapa disiplin ilmu lainnya, dalam geografi regional juga diperlukan suatu sistem hierarki satuan-satuan keruangan, untuk ini dibutuhkan suatu kerangka hierarki bagi wilayah-wilayah dunia yang kita pelajari, mulai dari wilayah yang paling luas sampai yang tersempit. Tetapi yang perlu diingat bahwa
skema klasifikasi ini bersifat
horizontal, bukan vertikal atau
keruangan1.
Menurut Harm de Blij, dunia memiliki 12 realm yang berbeda karena mereka memiliki lingkungan, kebudayaan, dan organisasi yang bersifat unik (de Blij dan Muller,
Geography: Realms, Regions and
6
Gambar 5. Peta 12 Realm menurut de Blij (Sumber:
http://www.harpercollege.edu/mhealy/ge ogres/maps/worldgif/wwrealm.gif)
Daftar nama 12 Realm:
1. Eropa
2. Afrika Utara/Asia Barat Daya
3. Rusia
11.Sub-Sahara Afrika
12.Realm Pasifik
Selanjutnya, seorang ahli
geografi dari University of Carolina Matt T. Rosenberg telah membagi 196 negara di dunia menjadi delapan region. Delapan region tersebut
http://geography.about.com/od/histor
yofgeography/a/Harm-De-Blij.htm.
[6 September 2015].
memberikan pembagian yang jelas
untuk negara-negara di dunia5. Ke
delapan region tersebut antara lain:
1) Asia
2) Amerika Tengah dan Karibia
3) Timur Tengah, Afrika Utara,
Greater Saudi
4) Amerika Selatan
5) Sub-Sahara Afrika
6) Eropa
7) Australia dan Oceania
8) Amerika Utara
Gambar 6. Peta Region Dunia menurut Pulsipher
(Sumber:http://www.colorado.edu/geogr aphy/class_homepages/geog_1982_f06/f
igure-01-00.jpg)
1. Kriteria Realm Geografis
5
Rosenberg, Matt. 2015, Official Listing of
Countries by World Region [Online].
Tersedia:
http://geography.about.com/od/lists/a/
7 1. Realm geografis didasarkan
pada serangkaian kriteria
keruangan.
2. Realm Geografis merupakan
hasil interaksi manusia
dengan lingkungan alam
sebagai interaksi fungsional. 3. Realm Geografis harus
mencerminkan definisi yang komprehensif dan mencakup
pengelompokkan umat
manusia yang menghuni
dunia ini.
4. Di mana Realm Geografis
bertemu maka terbentuk zona
transisi, di mana
batas-batasnya tidak jelas sebagai tanda kontak mereka.
5. Realm Geografis yang selalu
mengalami perubahan
sepanjang waktu.
2. Kriteria Wilayah
1. Kriteria wilayah yang
pertama adalah setiap
wilayah mempunyai area
yang dibatasi oleh kriteria
tertentu sesuai keinginan
penyusunnya.
2. Kriteria yang kedua, setiap
wilayah mempunyai batas.
3. Kriteria yang ketiga, semua
region mempunyai lokasi.
4. Kriteria keempat, setiap
region ditandai oleh suatu keseragaman tertentu.
F. Kasus Studi: Tipe-Tipe Wilayah dan Penerapannya dalam Studi Geografi
1. Region/Wilayah Fisik: Basin Amazona
8
Gambar 7. Peta Basin Sungai Amazon (Sumber:
https://geographydirections.files.wordpress.com/2014/04/area12069-fig-0001.png)
Bagian basin Amazona terletak di berbagai negara (Brazil, Venezuela, Kolombia, Peru, dan lainnya) yang mengandung berbagai sumber daya mineral dan menunjukkan berbagai ragam ekonomi ekstraktif seperti: perkebunan dan pertanian, peternakan, kehutanan, dan pertanian subsistem, walaupun semua ini termasuk dalam suatu wilayah fisik. Pada umumnya iklim di sini menyerupai
iklim basah seperti di Afrika, Asia Tenggara, dan kepulauan di Samudera Pasifik1.
Rerata temperatur tahunan di sungai Amazon sekitar 80oF atau 29oC. Rerata curah
hujan tahunan berkisar dari 50 inchi (127 cm) di dataran rendah sampai 129 inchi
di daerah lereng bagian atas, maka secara umum iklim di sini adalah “Warm and Wet” 1.
2. Region Politik: Polandia.
Bangsa Polandia adalah sekelompok penduduk yang diikat bersama oleh keturunan, bahasa, dan agama yang telah menempati Eropa Tengah selama berabad-abad, tetapi batas-batas politiknya dipengaruhi oleh penduduknya yang
dinamis bila dibandingkan dengan negara lainnya.
Lokasi Polandia merupakan daratan terletak di selatan Laut Baltik yang menyebabkan daerah ini menjadi serbuan bagi para bangsa nomaden, pengembara, maupun orang-orang yang menduduki.
Gambar 8. Peta Region Politik Polandia (Sumber:
9
Pada abad ke-17 Polandia kehilangan wilayahnya yang dicaplok oleh Austria, Prusia, dan Rusia. Austria mengambil bagian selatannya dan Prusia bagian baratnya. Selama menjalani sejarah persaingan yang panjang sebenarnya identitas nasional Polandia didasarkan pada loyalitas terhadap gereja Roma Katolik.
3. Region Ekonomi: Corn Belt Amerika Serikat
Corn Belt di Amerika Serikat merupakan salah satu contoh region ekonomi
yang telah mengalami perubahan secara signifikan pada dekade akhir ini1.
Peta 9. Lokasi Gas Beracun Wilayah Corn Belt di Midwestern menurut USGS
(Sumber: http://toxics.usgs.gov/photo_gallery/photos/mw_study_area_map_lg.gif)
Pengertian Corn Belt secara klasik adalah suatu zona transisi
produksi pertanian antara “crop
-raising land” terletak di sebelah
timur dan “animal-crossing land”
merupakan daerah kering yang
terletak di bagian barat. Secara
administratif wilayah ini
membentang mulai dari Ohio sampai Dakota dan pusatnya di Lowa,
wilayah ini sangat luas yang
diperikirakan separuh lahannya
ditanami jagung. Sistem pertanian di Corn Belt tersebut dapat mencukupi
jumlah persediaan daging bagi
konsumen dan merespon secara langsung permintaan protein daging
kebutuhan penduduk Amerika
10 G. Penutup
Pada dasarnya wilayah pada studi geografi adalah region/wilayah, yaitu suatu wilayah di mana kesatuannya didasarkan pada kriteria yang dipilih. Konsep dalam wilayah dipandang sebagai suatu cara untuk mengorganisir pengetahuan dan memanajemen tempat kita. Selanjutnya para ahli geografi mengategorikan
wilayah menjadi tiga yakni: wilayah formal (formal region), wilayah fungsional
(fungsional region), dan wilayah persepsi (vernicular region).
H. Daftar Pustaka
Blij, H. d. 2014, World Regions of Geography: Realms, Regions and Concepts
[online]. Tersedia:
http://geography.about.com/od/historyofgeography/a/Harm-De-Blij.htm. [6 September 2015].
College, Harper. 2015, World Realm Map [online]. Tersedia:
http://www.harpercollege.edu/mhealy/geogres/maps/worldgif/wwrealm. [6 September 2015].
Colorado. 2006, World Region Map [online]. Tersedia:
http://www.colorado.edu/geography/class_homepages/geog_1982_f06/figur e-01-00.jpg. [6 September 2015].
Directions, Geography. 2014, Amazon River Basin Map [online]. Tersedia: https://geographydirections.files.wordpress.com/2014/04/area12069-fig-0001.png. [7 September 2015].
JDinBalt. 2007, General U. S., Do You Consider South 56 [online]. Tersedia: http://www.city-data.com/forum/general-u-s/70876-states-do-you-consider-south-56.html. [5 September 2015].
Monkey, Map. 2011, Re-Regionalizing the American Continent [online].
Tersedia:
11
Philips, F. 2015, Major Landforms of the United States of America [online]. Tersedia: http://www.worldatlas.com/webimage/countrys/usanewe.htm. [5 September 2015].
Rosenberg, Matt. 2015, Official Listing of Countries by World Region [Online].
Tersedia: http://geography.about.com/od/lists/a/officiallist.htm. [10
September 2015].
S. K., Marhadi. 2014. Pengantar Geografi Regional. Yogyakarta: Ombak.
USGS. 2005, Location of U. S. Geological Survey Toxic Substances Hydrology Program study areas for triazine herbicides in the Midwestern United States
[Online]. Tersedia:
http://toxics.usgs.gov/highlights/midwest_summary.html. [9 September
2015].
Wikipedia. 2015, Race and Ethnicity in the United States [online]. Tersedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Race_and_ethnicity_in_the_United_States. [5 September 2015].
Yani, Ahmad dan Mamat Ruhimat. 2008. Geografi – Menyingkap Fenomena