ANALISIS PRODUKTIVITAS DALAM STASIUN KERJA PEMBUATAN
MARTABAK MANIS
Fardhan haqiqi
Prodi S1 Desain Produk, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom
Abstrak
Ergonomi memainkan peran penting dalam produktivitas pekerja. Tata letak dan alat yang digunakan dalam bekerja merupakan faktor utama dalam ergonomi yang efisien bagi para pekerja. Penelitian ini digunakan pada workstation rumah makan Padang. Penelitian workstation yang ergonomis ini dilakukan dengan menggunakn studi gerak. Pengamatan yang dibuat dengan mempelajari setiap elemen dari video yang direkam oleh perekam video pada kamera ponsel. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa adanya kebutuhan untuk menambah beberapa alat yang sesuai dengan prinsip-prisnip ergonomis.
Kata Kunci : ergonomi, produktivitas, workstation, redesain
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Rumah merupakan suatu kebutuhan pokok yang digunakan sebagai tempat tinggal atau berlindung dari cuaca panas, hujan, dan juga tempat beristirahat setelah beraktivitas sehingga rumah tinggal haruslah aman nyaman dan juga indah bagi penghuninya. Dalam hal ini konteks rumah tidak hanya dijadikan tempat tinggal namun sebagai tempat membuka usaha berjualan di rumah yang disebut ruko (rumah toko).
Setelah beberapa penjelasan,ruko adalah sebuah tempat yang memudahkan seseorang untuk membuka usaha tanpa harus membuka lahan baru dengan ini akan menghemat pengeluran saat berusaha karena ruko sendiri bias dijadikan lahan bisnis yang bervariasi contohnya saja usaha kuliner yaitu berjualan martabak manis yang memiliki banyak cita rasa khas dengan teknik pembutan , serta alat yang khas dan unik dan jarang dipakai oleh orang yang umumnya berjualan kuliner.
Dari apa yang diuraikan tersebut, penulis melakukan evaluasi bahwa alat-alat membuat martabak manis itu memiliki pengaruh besar pada pembuatan martabak manis ,karena alat-alat tersebutlah yang memiliki peran penting dalam kenyamanan saat pembuatan/pengerjaan dan hasil yang dikerjakan para user yang menggunakanya,selain itu spatula sebagai alat utama saat pembuatan martabak manis pun didesain seergonomis mungkin agar para user nyaman dan tidak cepat lelah karena fungsi spatula itu sendiri sebagai finishing yang menentukan jadi atau tidaknya martabak manis yang dibuat.
2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, penulis dapat merumuskan permasalahan-permasahan sebagai berikut :
1. Bagaimana cara membuat desain spatula yang ergonomis dan mudah digunakan?
3 Tujuan Penelitian
1. Memahami konsep produktivitas secara keseluruhan
2. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja 3. Dapat menganalisis hasil data micromotion study
4. Unutk mengetahui apakah workstation ini sudah tepat 5. Memberikan solusi pada kekurangan sistem lama
4 Urgensi / Keutamaan Penelitian
Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam sebuah pekerjaan, termasuk dalam sebuah pekerjaan pembuat martabak manis. Sebuah pekerjaan sekecil apapun apabila tidak didukung dengan sumber daya manusia yang bagus dalam hal kualitas dan produktivitas, tidak akan memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan dalam sebuah pekerjaan.
Bahkan, akibat penggunaan sumber daya manusia yang kurang tepat bisa mengakibatkan sebuah kerugian yang besar pada proyek pekerjaan. Penelelitian ini penting dan harus segera dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia / pekerja.
5 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yaitu penelitian dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama seperti hasil wawancara dan data produktivitas pekerja.
Proses pencarian data dilakukan dengan cara observasi ke lapangan langsung, dan melakukan wawancara. Dalam pengukuran produktivitas terdapat banyak metode yang bisa digunakan, salah satunya productivity rating, dimana aktivitas pekerja diklasifikasikan dalam 3 hal, yaitu Essential contributory work, Effective work, dan not useful. Sedangkan pengukuran dan pengolahan data variabel yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja digunakan metode-metode pendekatan dengan pengolahan data statistik.
6 Perkiraan Temuan / Produk
B. Tinjuan Pustaka / Metodologi
1. Produktivitas
Sumber-sumber ekonomi yang digerakan secara effektif memerlukan keterampilan organisatoris dan teknis sehingga mempunyai tingkat hasil guna yang tinggi. Artinya, hasil yang diperoleh seimbang dengan masukan yang diolah. Melalui berbagai perbaikan cara kerja, pemborosan waktu, tenaga dan berbagai input lainnya akan bisa dikurangi sejauh mungkin. Hasilnya tentu akan lebih baik dan banyak hal yang bisa dihemat. Yang jelas, waktu tidak terbuang sia-sia, tenaga dikerahkan secara effektif dan pencapaian tujuan usaha bisa terselenggarakan dengan baik, effektif dan efisien.
Secara umum, produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik dengan masukan sebenarnya. Misalnya saja, produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. Suatu perbandingan antara output dan input, masukan sering dibatasi dengan masukan tenaga kerja, sedangkan keluaran diukur dalam kesatuan fisik bentuk mental.
Produktivitas juga diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa. L. Greenberg mendefinisikan produktivitas sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut. Kerja yang bermalas-malasan ataupun korupsi jam kerja dari yang semestinya, bukanlah menunjang pembangunan, tapi menghambat kemajuan yang semestinya dicapai.
Sebaliknya, kerja yang effektif menurut jumlah jam kerja yang seharusnya serta kerja yang sesuai dengan uraian kerja masing-masing pekerja, akan dapat menunjang kemajuan serta mendorong kelancaran usaha baik secara individu maupun secara menyeluruh. Banyak kejadian disekitar kita betapa pemanfaatan waktu kerja yang merupakan upaya paling dasar dari produktivitas kerja banyak diabaikan, bahkan secara sengaja dilanggar. Sikap mental seperti ini tidak akan menimbulkan suasana kerja yang optimis, apalagi diharapkan untuk menciptakan metode dan sistem kerja yang produktif disemua perangkat kerja yang ada.
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas
Semua faktor yang mempengaruhi produktivitas dipandang sebagai sub sistem untuk menunjukkan dimana potensi produktivitas dan cadangannya disimpan. Faktor-faktor tersebut antara lain:
Menurut Muchdarsyah Sinungan dalam Robert Eddy S (2007) : a) Kuantitas atau jumlah tanaga kerja yang digunakan dalam suatu proyek b) Tingkat keahlian tenaga kerja.
c) Latar belakang kebudayaan dan pendidikan termasuk pengaruh factor lingkungan dan keluarga terhadap pendidikan formal yang diambil tenaga kerja.
d) Kemampuan tenaga kerja untuk menganalisis situasi yang terjadi dalam lingkup pekerjaannya dan sikap moral yang diambil pada keadaan tersebut.
3. Motion & Time Study dan Micromotion Study
Motion study and time study adalah suatu studi tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannnya. Dengan studi ini ingin diperoleh gerakan-gerakan standard utnuk penyelesaian suatu pekerjaan, yaitu rangkaian gerakan-gerakan yang efktif dan efisien. Studi mengenai ini dikenal sebagai studi ekonomi gerakan yaitu studi yang menitik beratkan pada penerapan prinsip-prinsip ekonomi gerakan.
Micromotion study adalah suatu teknik yang mempelajari segmen terkecil dari suatu aktivitas pekerjaan (Barnes, 1980). Serta menganalisis elemen pekerjaan seperti memindahkan, posisi, menjangkau, memegang, dan lain-lain serta menghitung waktunya sampai dalam seperseribu menit.
Tujuan dari micromotion study adalah (Barnes, 1980) :
a) Membantu mempelajari aktivitas dari dua atu lebih orang dalam suatu kelompok kerja. b) Membantu mempelajari hubungan aktivitas dari mesin dan operator.
c) Menentukan waktu operasi suatu pekerjaan serta memperoleh waktu gerakan untuk menentukan waktu standar.
d) Menentukan metode yang digunakan dan lamanya aktivitas dari operator dan mesin. e) Untuk penelitian yang berkaitan dengan studi gerakan dan studi waktu.
C. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum dalam Stasiun Kerja
Untuk mendapatkan hasil yang jelas, saya melakukan wawancara kepada salah satu pekerja di tempat penjualan ban, antara lain:
Pewawancara : Pukul berapa toko ini mulai beraktivitas?
Narasumber : Toko ini buka pukul 09:00 WIB dan tutup jam 22:00 WIB Pewawancara : Berapa pekerja yang bekerja disini?
Narasumber : Yang bekerja disini hanya 4 orang,diantaranya 2 orang pembuat martabak manis dan 2 orangnyalagi pembuat martabak telur
Pewawancara : Apakah ada pembagian shift kerja ?
Narasumber : Disini kami 4 orang saling begantian dalam membuat 1 porsi martabak manis maupun asin
Pewawancara : Setiap harinya ada berapa pelanggan yang membeli? Narasumber : Setidaknya setiap hari ada 40 pembeli atau lebih.
Pewawancara : Kalau bekerja dalam bidang ini yang diutamakan apa ya ?
Narasumber : Kelincahan dan kecepatan danyang peling utama adalah keselamatan si produk makanan dan pembuat makanan.
Narasumber : Menurut saya sih sudah tepat, tetapi kalau diatur lagi mungkin lebih bagus dan efisien.
Pewawancara : Dalam membuat martabak apa tidak mengalami kendala dalam pekerjaannya? Narasumber : Palingan ketika memindahkan martabak dan kepanasan saat memegang spatula
karena terlalu pendek
Pewawancara : Menurut abang, peralatan apa saja yang perlu ditambah untuk meningkatkan kinerja para pekerja disini?
Narasumber : Menurut saya sih butuh spatula yang nyaman,
1.1. 5W + 1H
Dari data wawancara diatas dapat disimpulkan dalam 5W+1H 1. What
IKM ini sudah berdiri sejak lama. Pembuatan martabak manis ini tidak mengandalkan fisik yang kuat, tetapi kelincahan dan keahlian lebih diutamakan. Serta kecepatan sangat diperhitungkan dalam pekerjaan ini.
2. Who
Rumah gerobak martabak yang mempekerjakan 4 pekerja. 3. When
Rumah gerobak martabak yang buka mulai dari pukul 09:00 WIB sampai 22:00 WIB. 4. Where
Rumah gerobak martabak yang berada dikawasan jalan pertigaan cikoneng. 5. Why
Jika ingin bekerja dibidang ini, yang harus disiapkan kelincahan ,keahlian dan kecepatan. Kalau kelincahan ,ahli dan kecepatan kurang, kita tidak akan sanggup, dan akan kesulitan serta mengalami bayak kendala.
6. How
1.3. Sistem kerja pembuatan martabak manis
Saya mengambil tema tentang pembuatan martabak manis. Tempat pembuatan martabak yang saya teliti ternyata memiliki tempat yang ergonomis, memberikan tidak terlalu banyak efek negative bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan pemesanan. Ukuran meja yang yang tidak telalu tinggi dan rendah (pas) bagi ukuran tubuh si pembuat martabak , tempat toping tang tidak terlalu jauh, pengambilan adonan yang mudah dijangkau. Setelah bertanya kepada pembuat martabak, ternyata rekannya tidak mengeluhkan tentang stasiun kerja tersebut, karna tempat yang sesuai dengan ukuran tubuh masyarakat Indonesia para rekannya tidak sering cidera sakit, kelelahan yang lebih, dan bisa membuat martabak dengan cepat karena stasiun kerja yang sesuai dan juga mudah dijangkau.
Dalam satu ruang kerja terdapat 1 orang operator yang bekerja melayani pelanggan, membungkus pesanan dan menerima pembayaran. 3 orang menjalani pembuatan martabak. sehingga operator dapat menjalani tugas secara maksimal. Proses membuat martabak manis dibagi menjadi 5 langkah, yang diawali dengan pengambilan adonan dan memindahkannya ke wajan ,memberi gula, memindahkan adonan yang sudah matang ketempat toping , memotong dan membungkus.
1. Pengambilan adonan martabak
Mengambil adonan cair martabak yang kemudian di tuangkan ke wajan panas, yang berfungsi agar adonan martabak mengembang dan berbentuk karena martabak memilikiciri setengah lingkaran setelah matangnya mempermudah operator untuk meberi toping karena adonan tidak cair dan sudah memadat.
2. Pemberian gula
Pada pemanggangan adonan, operator menaburkan gula. Jadi ketika sang konsumen memakan martabak pada adonan martabak tdak hambar sehingga terasa manis, sehingga menaburkan gula kondisi adonan setengah matang agar gulanya meresap ke adonan sebelu memadat
3. Pemindahan martabak dari wajan ke meja toping
Pemindahan martabak ini harus memiliki keahlian dan kecepatan saat memindahkan adonan matang tersebut . karena jika tidah memiliki keahlian adonan akan terjatuh dan jika telalu lama maka akan terasa panas di tangan , sehingga oprator harus berhati hati saat memindahkan adonan tersebut
Saat pemberian toping martabak toping harus sesuai yang dipesan pelanggan ,cara pemberian toping cukup mengambil tiping lalu menaburkannya diatas .
5. Pemotongan martabak
Pada saat pemotongan harus menggunakan pisau tajam agar tidak rusak atau cacat saat pemotongan dan juga harus terbagi rata saat memotongnya
6. Pembungkusan
Pebungkusan martabak ini menggunakan kotak dengan cara memindahkan potongan martabak lalu menyusunnya kedalam kotak .pembungkusanatau pengemasan pada martabak ini harus
menggunakan kotak karena kotak ini cukup memproteksi martabak saat perjalana ,agar tidak cacat atau rusak saat konsumen membawa pulang
1.4. Tata letak workstation pembuatan martabak manis
2. Micromotion Study
a) Flow Chart Sistem Kerja
Flow chart adalah suatu bagan dengan symbol – symbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses dengan proses lainnya dalam suatu program. Pada penelitian ini, saya memfokuskan kepada proses pembuatan martabak.
FLOW CHART
No. Durasi (detik)
Jarak
(cm) Simbol Aktivitas *
1 6 150 Mengambil adonan martabak 2 15 Mengaduk adonan matabak
6 120 Menunggu adonan mengembang 7 6 150 Mengambil adonan martabak 2
8 10 Menuangkan adonan martabak ke wajan martabak 2 9 5 Meratakan adonan di wajan martabak 2
10 2 Menutup wajan martabak 2 11 120 Menunggu adonan mengembang 12 2 Membuka tutup wajan martabak 1
23 40 Menunggu sambil menyiapkan box / kemasan martabak 24 2 Membuka penutup wajan martabak 1
25 5 100 Mengambiil dan memindahkan adonan matang martabak 1 ke meja toping
26 7 Membersihkan wajan 27 2 100 Menuju meja toping 28 5 Memotong martabak 29 5 Memberi toping martabak
30 2 10 Memindahkan adonan martabak ke box martabak 31 3 Membersihkan sisa potongan martabak
32 2 100 Menuju kompor
33 2 Membuka tutup wajan martabak 2
34 5 100 Mengambil dan memindahkan adonan matang martabak 2 ke meja toping
35 2 100 Menuju kompor
36 7 Membersihkan wajan martabak 2 37 2 100 Menuju meja toping
39 5 Memberi toping martabak
40 2 10 Memindahkan adonan martabak ke box martabak 2 41 3 Melipat dan menutup box 1
42 2 10 Mengambil kantong plastik
43 3 Memasukan box martabak 1 ke kantong plastik 44 3 Melipat dan menutup box 2
45 2 Memasukannya ke dalam kantong plastik
b) Process Chart Sistem Kerja
Process Chart adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan. Process chart memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut:
c) Tabel Temuan Ergonomi Berdasarkan Peta Kerja
D. Pembahasan 1) Analisis
Deskripsi proses
Jumlah
Operasi 23
Inspeksi o
Transportasi 16
Penyimpanan 4
Penundaan 2
Jumlah proses 45
Jumlah jarak 1.530 cm = 25,5 meter
Jumlah waktu 499 detik = 8.31 menit
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diatas, telah ditemukan beberapa kekurangan pada sistem lama sehingga menimbulkan banyak per masalah yang berdampak pada penjual martabak manis. permasalah saptula yang sangat pendek ,kecil dan licin. Hal ini dapat memicu kurang efeksibilitas pada pekerjaan sang operator dan waktu yang di butuhkan tidak sesuai dengan pencapaian.
Spatula yang sangat pipih dan licin dan terlalu pendek pada handle spatula membuat rentan tiba-tiba jatuh walaupun lebih mudah saat membalikkan tetapi ada resiko di balik penggunaan spatula tersebut.Jika spatula itu terus di pakai di takutkan jatuh tiba – tiba membuat kerugian yang lumayan dan waktu yang di tidak tercapai dan terpaksa membuat lagi.
2) Solusi / sistem kerja usulan
Berdasarkan masalah-masalah yang ditemukan pada stasiun dan sistem kerja penjual martabak manis di gerobak martabak, maka berikut beberapa usulan untuk mengatasi masalah tersebut :
a. Membuat Spatula yang handlenya panjang serta ujung spatula kotak ,pipih dan ada penjepitnya sehingga martabak tidak jatuh saat pemindahan dan tangan user aman dari panas .
E. Kesimpulan
Dengan Teknik Micromotion Study dengan video sangat berguna untuk pengamatan dalam analisis produktivitas sebuah stasiun kerja dan sistem kerja, teknik ini memungkinkan peneliti mengamati gerakan operator dengan sangat teliti. Karena video dapat diputar lambat, dipercepat, di capture per frame nya, dan juga bisa dihentikan sementara, sehingga mengurangi potensi kehilangan data akibat tidak terdokumentasi saat pengamatan seperti dalam teknik visual motion study atau pengamatan langsung.
Stasiun kerja dan sistem kerja pada penjual martabak manis sangat berpengaruh pada produktivitas pembuat itu sendiri. Sedikit saja kesalahan pada sistem maupun peletakan maka akan berpengaruh dan berakibat fatal jika ada gangguan. Oleh karena itu dengan melakukan analisis maka didapatkan solusi-solusi untuk meningkatkan produktivitas pembuat martabak manis.