• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. KONSEP DASAR PERKOPERASIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB III. KONSEP DASAR PERKOPERASIAN"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR

PERKOPERASIAN

BAB III : KONSEP DASAR

PERKOPERASIAN

OLEH ;

(2)

APA ITU KOPERASI

APA ITU KOPERASI

• Istilah Koperasi, di mana kata tersebut berasal

dari Bahasa Inggris,

Cooperation

berarti

Kerjasama, yakni kata

co

yang berarti

bersama-sama dan

operation

yang berarti bekerja.

• Dari bahasa Belanda adalah

Cooperatik.

• Koperasi bukan hanya berarti kerjasama, tetapi

sudah merupakan Lembaga Ekonomi yang

merupakan bagian dari pembangunan

perekonomian suatu Negara.

• Koperasi sering disebut sebagai organisasi yang

(3)

Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI dalam

pidato Hari Koperasi pertama tanggal 12 Juli 1951 bahwa koperasi mempunyai tugas dalam meningkatkan

kemakmuran dilihat dari tempat, waktu, dan keadaan, yaitu :“(1) Memperbanyak produksi, terutama produksi barang makanan dan barang kerajinan dan pertukaran yang diperlukan sehari-hari oleh rakyat kita dalam rumah tangganya; (2) Memperbaiki kualitas barang yang

dihasilkan rakyat; (3) Memperbaiki distribusi, pembagian barang kepada rakyat; (4) Memperbaiki harga, yang

menguntungkan bagi masyarakat; (5) Menyingkirkan penghisapan dari lintah darat; (6) Memperkuat

pemanduan kapital; (7) Memelihara lumbung simpanan padi atau mendorong supaya tiap-tiap desa

(4)

Konvensi PBB dan Sidang ILO tahun 2002

,

Pembangunan koperasi harus secara jelas

memberikan kontribusi dalam pembangunan

ekonomi, yaitu berupa :

– Membantu meningkatkan produksi, antara lain pangan dan menjaga stabilitas harganya.

– Mendorong pengembangan inovasi dan persaingan pasar.

– Mendorong peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat.

(5)

DEFINISI KOPERASI

DEFINISI KOPERASI

Perumusan jatidiri koperasi menurut ICA di Manchester (ICA Cooperative Identity Statement/ICS) Definisi Koperasi. Koperasi adalah perkumpulan otonomi dari orang-orang yang berhimpun secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi-aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis;

Hakekatnya koperasi ini merupakan suatu badan usaha yang dibentuk oleh beberapa orang dengan kepentingan yang

cenderung sama, di mana bertujuan untuk membantu kegiatan usaha mereka sendiri.

• Jadi Koperasi bisa dinyatakan sebagai suatu perkumpulan

(asosiasi) orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga

(6)

Perkumpulan (asosiasi) orang-orang. Artinya koperasi adalah organiasasi yang terdiri dari orang-orang yang

merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingn ekonomi dan tujuan yang sama.

Usaha Bersama. Artinya Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, meanangung risiko

penyedia agunan dan lain-lain.

Manfaat yang lebih besar. Artinya Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang

diperoleh anggota menjadi lebih besar.

(7)

Koperasi adalah salah satu bangun usaha

yang secara legal ada dalam

Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 33 ayat 1

berbunyi ; “Perekonomian disusun

berdasarkan usaha bersama berdasar asas

kekeluargaan”. (sebelum diamandemen,

dalam penjelasannya bangun usaha yang

sesuai adalah Koperasi).

 Menurut Herman Soewardi pada isi pasal 33 UUD 1945 terdapat 4 (empat) kata kunci, yaitu :

1) Asas kekeluargaan

2) Kemakmuran masyarakat

(8)

DEFINISI KOPERASI

Koperasi

di

Indonesia

merupakan

(9)

Pengertian Koperasi tersebut bersifat essensial yang

mengandung unsur-unsur

Badan Usaha; sebagai badan usaha Koperasi harus

mengikuti kaidah hukum ekonomi dan perusahaan, sebagai badan hukum mengikat Koperasi dalam hubungan dengan pihak lain.

Beranggotakan orang-orang atau Badan Hukum

Koperasi; berarti bahwa Koperasi merupakan kumpulan orang-orang atau badan hukum Koperasi, bukan kumpulan modal seperti terdapat dalam PT, Firma, CV. Sebagai Badan Hukum, Koperasi mempunyai hak dan kewajiban dalam melakukan hubungan dengan pihak lain.

(10)

FUNGSI DAN PERAN KOPERASI

MENURUT UU NO. 25 TAHUN 1992

• Alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

• Alat untuk mempertinggi kehidupan manusia dan masyarakat.

• Alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional, dan

(11)

• Menurut Herman Soewardi Koperasi di Indonesia

mempunyai 2 (dua) segi, yakni makna dan arti, makna (cinta) mempunyai kekuatan untuk menjelmakan arti (instrumental kuat).

Makna adalah pengertian yang mendalam tentang dasar-dasar, tujuan-tujuan yang berpuncak pada “pengertian batiniah” kita tentang koperasi itu, dan pengertian ini terlepas dari ruang dan waktu.

• Arti ialah “pengertian lahiriah” kita tentang koperasi,

ialah bagaimana koperasi beroperasi, apa manfaat bagi kita, bagaimana masa depannya, dan sebagainya,

pengertian ini terpaut pada ruang dan waktu.

(12)

DEFINISI KOPERASI

• Menurut International Labour Organiation ( ILO ), melalui rekomendasi No. 127, koperasi didefinisikan sebagai perkumpulan orang, yang bergabung secara sukarela untuk mewujudkan tujuan bersama, melalui pembentukan suatu organisasi yang diawasi secrara demokratis, dengan memberi kontribusi yang sama sebanyak jumlah yang diperlukan, turut serta

menanggung risiko yang layak, untuk memperoleh

kemanfaatan dari kegiatan usaha, dimana para anggota berperan serta secara aktif.

• Definisi koperasi menurut Roy, Paul dalam Ramudi Arifin 2003, “a cooperative is defined as a business

(13)

4 CIRI-CIRI ORGANISASI KOPERASI

(A. HANNEL, MUNKNER DAN MULLER)

1. Adanya orang yang menjalin hubungan antara sesamanya atas dasar sekurang-kurangnya satu kepentingan ekonomi yang sama (kelompok Koperasi);

2. Adanya dorongan (motivasi) untuk mengorganisasikan diri di dalam kelompok dalam memenuhi kebutuhan ekonomi (dan lain-lainnya) melalui usaha-usaha bersama atas dasar swadaya dan saling tolong menolong (motivasi swadaya);

3. Adanya suatu perusahaan yang didirikan, dibiayai, dan diawasi secara bersama-sama sebagai sarana untuk mencapai sasaran bersama bagi para anggota (perusahaan koperasi)

(14)

GAMBAR: ORGANISASI KOPERASI SEBAGAI

SISTEM SOSIO-EKONOMI

O O O O KELOMPOKKOPERASI

PERUSAHAAN KOPERASI

HUBUNGAN KEPEMILIKAN

PASAR

HUBUNGAN PASAR HUBUNGAN USAHA

YANG BERSIFAT MENUNJANG

KEGIATAN EKONOMI ANGGOTA

(15)

POKOK PIKIRAN ORGANISASI KOPERASI

BERDASARKAN SISTEM SOSIO-EKONOMI

1) Substansinya

adalah suatu sistem

sosial

2) Hubungannya

terhadap lingkungan

adlaah suatu sistem yang terbuka

3) Cara kerjanya

adalah suatu sistem

yang berorientasi pada tujuan

4) Pemanfaatan sumber dayanya

(16)

DEFINISI TIGA DIMENSI KOPERASI

(MENURUT RUSIDI)

Dimensi Keanggotaan

dengan konsep

dasar partisipasi anggota dalam Kopeasi

(members participation)

Dimensi Kepengurusan

dengan konsep

dasar kepemimpinan Koperasi (cooperative

leadership)

Dimensi Keusahaan

dengan konsep dasar

(17)

PRINSIP IDENTITAS GANDA ANGGOTA

• Anggota adalah pemilik (owner) dan sekaligus sebagai

pengguna/pelanggan (User) bagi koperasi

Jenis Koperasi

Kedudukan Anggota

Koperasi konsumen Koperasi Produsen Koperasi Produksi

Koperasi Simpan Pinjam

Pelanggan/Pembeli barang & jasa konsumsi

Pembeli bahan (input) & penjual produk (output) Pekerja Koperasi

(18)

KOPERASI SEBAGAI MODAL SOSIAL

(SOCIAL CAPITAL)

MENURUT BUNG HATTA ADA 7 (TUJUH)

KEBAJIKAN PADA KOPERASI ;

1) Kebenaran untuk menggerakkan kepercayaan 2) Keadilan dalam usaha bersama

3) Kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan 4) Tanggung jawab dalam individualitas dan

solidaritas

5) Paham yang sehat, cerdas, dan tegas

6) Kemauan menolong diri sendiri dan menggerakkan otoaktiva

(19)

TIGA PENDEKATAN

1. PENDEKATAN HISTORIS

2. PENDEKATAN LEGAL

(20)

PENDEKATAN HISTORIS

• Dilihat dari latar belakang lahirnya gagasan

koperasi, kondisi-kondisi lingkungan yang

memacunya, tokoh-tokoh bersama gagasannya,

serta kekuatan-kekuatan yang mampu mendorong

perkembangannya.

• Pola perkembangan koperasi di setiap negara,

serta modifikasi prinsip dan operasionalnya

sebagai wujud penyesuaian terhadap sistem

sosial budaya, sistem ekonomi, dan sistem politik

yang berbeda-beda.

• Pemahaman koperasi berwawasan makro dan

idelalistik.

(21)

PENDEKATAN LEGAL

• Pemahaman koperasi secara “formal”

sesuai dengan apa yang tertulis dalam

rumusan pasal-pasal Undang-Undang

beserta penjelasannya.

• Bersifat ideologis-normatif, artinya koperasi

itu harus sebagaimana yang tertulis dalam

UU atau peraturan khusus untuk itu.

• Pemahamannya bersifat makro dan mikro.

• Lebih bersifat kaku, karena dibatasi oleh

(22)

PENDEKATAN FENOMENOLOGIS

• Menggunakan analisis secara faktual dengan mengacu pada teori-teori yang sudah baku dan relevan.

• Semua fenomena dijelaskan secara rasional (berdasarkan mekanisme sebab akibat), sehingga dapat dipahami

mengapa organisasi koperasi memiliki kemampuan untuk mempertahankan keberadaannya di tengah sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem politik yang beragam.

• Pemahaman yang paling dinamik, dan paling liberal, karena mengacu pada kondisi-kondisi lingkungan yang selalu berubah.

(23)

KEUNGGULAN BERSAING

(ROPKE)

(24)

KEUNGGULAN KOPERASI

(ROPKE)

Economies of scale; merupakan faktor yang memungkinkan

perusahaan memproduksi out put lebih banyak dengan biaya rata-rata lebih rendah.

Competition; Kemampuan koperasi dalam kompetisi terutama

karena koperasi mempunyai potensi dalam menciptakan economies of scale sehingga mampu menetapkan harga dan jumlah yang

bersaing di pasar.

Inter linkage market adalah keterkaitan pasar yang terjadi karena adanya hubungan antara pembelian dan penjualan.

Participation; Keunggulan koperasi dalam hal partisipasi terutama karena prinsip anggota sebagai pemilik yang sekaligus sebagai pelanggan.

Transaction Cost; Faktor lain yang dapat menurunkan biaya

koperasi pada koperasi adalah rendahnya biaya transaksi (transaction cost)

Reduksi Terhadap Risiko Ketidakpastian (Uncertainly);

Ketidakpastian dapat dikurangi dengan mengadakan perjanjian

(25)

MANFAAT BERKOPERASI

1) Keuntungan Ekonomi

:

 Peningkatan skala usaha

 Pemasaran

 Pengadaan barang dan jasa

 Fasilitaas Kredit

 Pembagian Sisa Hasil Usaha

2) Keuntungan Sosial

 Keuntungan Berkelompok

 Pendidikan dan Pelatihan

(26)

ALASAN BERGABUNG DENGAN

KOPERASI

1. Koperasi berorientasi pada kepentingan ekonomi

anggota, artinya usaha Koperasi dilaksanakan atas dasar kebutuhan yang nyata dan mendesak dari anggotanya.

2. Koperasi dimiliki, dikelola, dan digunakan oleh

anggota. Sebagai pemilik anggota mengawasi, memodali, dan turut menentukan arah kebijakan Koperasi. Sebagai pengelola, anggota turut mengendalikan organisasi dan usaha Koperasi yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada pengurus dan pengawas. Sebagai pengguna,

anggota wajib memanfaatkan jasa pelayanan koperasinya. 3. Dibentuk dari bawah. Koperasi didirikan oleh anggota

(27)

MANFAAT EKONOMI BAGI ANGGOTA

Manfaat Ekonomi bagi anggota koperasi disebut dengan istilah Promosi Ekonomi Anggota (PEA) (PSAK No. 27 tahun 1999)

PEA adalah peningkatan pelayanan koperasi kepada anggotanya dalam bentuk manfaat ekonomi yang diperoleh sebagai anggota koperasi

Tugas pokok badan usaha koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam rangka memajukan kesejahteraan anggota (promotion of the member’s welfare).

(28)

Manfaat Koperasi

Manfaat Ekonomi Manfaat Non Ekonomi

Manfaat Ekonomi Terukur

Manfaat Ekonomi Belum Terukur

Distribusi Laba Manfaat Ekonomi

Langsung

Pembelian Sisa Partisipasi Anggota

Efisiensi Pembelian

Efisiensi Penarikan Kredit

Efektivitas Tabungan

Efektivitas Penjualan

Efektivitas Upah

Referensi

Dokumen terkait

badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonnomi 5..

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan seseorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi

“Badan usaha yang beranggotakan orang -seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi

25/1992 Koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan orang- orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan

Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai

Koperasi jasa keuangan syariah adalah badan usaha koperasi yang beranggotakan seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip

Sunindhia: "Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan