• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESADARAN AKAN ADANYA DIMENSI ETIS DALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KESADARAN AKAN ADANYA DIMENSI ETIS DALAM"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KESADARAN AKAN

ADANYA DIMENSI

ETIS DALAM

BERPROFESI

(2)

APAKAH ETIKA, DAN APAKAH

ETIKA PROFESI ITU ?

 Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos

(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai

suatu subyek,

etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun

kelompok untuk

menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau

(3)

 Menurut Martin (1993), etika

didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the

performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan

(4)

 Etika adalah refleksi dari apa yang disebut

dengan “self control”, karena segala

sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan

untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

 Karena kelompok profesional merupakan

kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar

tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan

(5)

 Kehadiran organisasi profesi dengan

perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat

serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala

bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan kehlian

(6)

 Dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh

kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk

mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang

(7)

 Tanpa etika profesi, apa yang semua dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh

terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi

(8)

 ETIKA PROFESI merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak, kemauan. Dan isi dari karsa inilah yang akan

direalisasikan oleh perbuatan. Dalam hal

merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :

a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.

b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.

c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.

(9)

PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :

1. Tanggung jawab

- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.

- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau

(10)

2. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

3. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar

setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan

(11)

SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK :

 a. Sanksi moral

(12)

TUJUAN KODE ETIK PROFESI :

 1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.  2. Untuk menjaga dan memelihara

kesejahteraan para anggota.

 3. Untuk meningkatkan pengabdian para

anggota profesi.

 4. Untuk meningkatkan mutu profesi.

 5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.  6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan

pribadi.

 7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat

dan terjalin erat.

(13)

FUNGSI KODE ETIK

PROFESI

1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip

profesionalitas yang digariskan.

2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang

bersangkutan.

3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan

etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam

(14)

 Bidan dituntut untuk berprilaku hati-hati dalam setiap tindakannya dalam

memberikan asuhan kebidanan dengan menampilkan perilaku yang etis dan

(15)

ISSUE MORAL DALAM

PELAYANAN KEBIDANAN

 Moral merupakan pengetahuan atau

keyakian tentang adanya hal yang baik dan buruk yang mempengaruhi sikap seseorang.

Kesadaran tentang adanya baik buruk berkembang pada diri seseorang seiring dengan pengaruh lingkungan,

(16)

 Isu moral dalam pelayanan kebidanan

merupakan topik yang penting yang

berhubungan dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari yang ada kaitannya dengan pelayanan kebidanan.

Beberapa contoh isu moral dalam kehidupan sehari-hari:

1. Kasus abortus. 2. Euthanasia.

3. Keputusan untuk terminasi kehamialn.

(17)

DILEMA DAN KONFLIK

MORAL

 Dilema moral menurut Campbell adalah

suatu keadaan dimana dihadapkan pada dua alternative pilihan, yang

kelihatannya sama atau hampir sama

dan membutuhkan pemecahan masalah. Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin, atau pertentangan antara nilai-nilai yang

(18)

 Ketika mencari solusi atau pemecahan masalah harus mengingat akan tanggung jawab

profesional,yaitu:

1. Tindakan selalu ditujukan untuk peningkatan kenyamanan kesejahteraan pasien atau klien. 2. Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang

menghilangkan sesuatu bagian [omission], disertai ras tanggung jawab memperhatikan kondisi dan keamanan pasien atau klien.

3. Konflik moral menurut Johnson adalah bahwa konflik atau dilema pada dasarnya sama ,

(19)

 Ada 2 tipe konflik:

1. Konflik yang berhubungan dengan prinsip.

2. Konflik yang berhubungan dengan otonomi.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data observasi unsur-unsur iklim yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi Pongtiku Tana Toraja menunjukkan bahwa kebanyakan kasus puting beliung yang terjadi

Memiliki jarak angkut yang pendek (maksimum 30 feet). Operator cepat lelah. Kecepatan gerak yang lebih besar untuk bergerak dari lokasi pekerjaan satu ke lokasi pekerjaan yang

Glositis atrofi atau hunter glossitis adalah suatu kondisi yang ditandai oleh lidah mengkilap halus dan nyeri yang disebabkan oleh atrofi dari papila lingual (depapillation)..

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari komposisi karbon dan parafin, yang tidak hanya menghasilkkan pasta karbon tetapi juga dapat

Strategi yang sebaiknya digunakan oleh hotel Quds Royal dalam menghadapi persaingan berdasarkan hasil analisis matriks QSPM ialah menjalin kerja sama dengan berbagai

(Surah ar-Rad) Sebenarnya alam al-wujud ini tidaklah sekali-kali diserahkan kepada undang-undang otomatik yang membuta tuli, malah di sebalik undang- undang itu selalunya wujud

Kontak seksual yang terinfeksi HPV pada individu mempunyai peluang 75% Kontak seksual yang terinfeksi HPV pada individu mempunyai peluang 75% untuk terjadi

Metode rancang bangun dari mendisain alat, menghitung dan menetukan sistem mekanik, dengan hasil memilih Ballscrew untuk gerak rotasi dan memindah daya, serta