• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS LAPORAN DAn KEUANGAN share

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS LAPORAN DAn KEUANGAN share"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM TBK. KELOMPOK IX

BAB I : PENDAHULUAN 1.1.Gambaran Umum Perusahaan

Indonesia merupakan pasar konsumen yang besar dan beragam dengan persentase perokok dewasa yang signifikan, diperkirakan 67% laki-laki dewasa di Indonesia adalah perokok, dari total penduduk yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa. Gudang Garam adalah produsen rokok kretek terkemuka, rokok kretek identik dengan Indonesia yang merupakan salah satu sentra utama perdagangan rempah di dunia. Gudang Garam dengan pangsa pasar rokok dalam negeri sekitar 20% (dihitung berdasarkan estimasi Perseroan dan hasil riset lembaga independen) merupakan produsen rokok kretek terkemuka dengan produk-produk yang sudah dikenal luas oleh masyarakat di seluruh Nusantara. Gudang Garam menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 43 ribu orang yang sebagian besar terlibat dalam produksi rokok, termasuk sigaret kretek tangan dan operator mesin produksi, serta kegiatan operasional lainnya seperti distribusi, penjualan dan pemasaran. Kesejahteraan karyawan menjadi perhatian utama, dari standar keselamatan kerja dan penyediaan fasilitas kesehatan hingga pelatihan kepemimpinan,manajemen, administrasi dan ketrampilan teknik, yang diselenggarakan di dalam maupun di luar perusahaan.Gudang Garam secara tidak langsung juga mendukung penciptaan lapangan kerja, bagi kurang lebih empat juta komunitas di sector perkebunan tembakau dan cengkeh yang menyediakan bahan baku bagi Perseroan, serta sektor distribusi seperti pengecer dan pedagang asongan yang tersebar di seluruh Indonesia. Industri rokok sendiri,termasuk Perseroan, merupakan sumber utama pendapatan cukai dan pajak bagi negara. Gudang Garam memiliki fasilitas produksi rokok kretek di dua lokasi. Pertama, di kota Kediri, dengan jumlah penduduk 249 ribu jiwa yang merupakan pusat perdagangan regional yang ramai sekaligus lokasi kantor pusat Perseroan.

Fasilitas produksi kedua berjarak 130 kilometer dari kota ini, tepatnya di Gempol. Dari kedua fasilitas produksi ini Perseroan mampu memenuhi permintaan produk rokok di masa mendatang. Perseroan memproduksi berbagai jenis rokok kretek, termasuk jenis rendah tar dan nikotin (LTN) serta produk tradisional sigaret kretek tangan. Gudang Garam memiliki fasilitas percetakan kemasan rokok, dan di samping itu juga memiliki tiga anak perusahaan utama yaitu PT Surya Pamenang, yang memproduksi kertas karton untuk kemasan rokok Gudang Garam, PT Surya Madistrindo, sebagai distributor tunggal produk Perseroan, dan PT Surya Air sebagai penyedia layanan jasa penerbangan tidak berjadwal. Saham Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BE I) dengan kode GGRM diperdagangkan pada kisaran harga Rp 46.400 hingga Rp 64.250 per lembar saham sepanjang tahun 2012. Jumlah modal disetor dan ditempatkan tidak mengalami perubahan pada tahun 2012, dan Perseroan membagikan dividen senilai Rp 1.000 per saham dari laba tahun 2011 sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

1.2.Latar Belakang Analisis

Pada dasarnya yang melatar belakangi pembuatan analisis laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk yaitu ingin mengetahui kualitas kinerja perusahaan tersebut.Sehingga kita dapat dengan jelas mengetahui arus kas, persediaan, ataupun laba/rugi yang terjadi di PT Gudang Garam Tbk pada tahun yang bersangkutan.Selain itu dengan adanya analisis laporan keuangan tersebut kita dapat menilai profitabilitas (kemampuan menghasilkan keuntungan), solvabilitas (kemampuan memenuhi seluruh kewajibannya), likuiditas (kemampuan memenuhi kewajiban lancarnya), ataupun stabilitas (kemampuan mempertahankan usahanya) pada PT Gudang Garam Tbk.

(2)

BAB II : DISKUSI ANALISIS RASIO

Analisis laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan. Salah satu tujuan utamanya yaitu untuk mengidentifikasi perubahan – perubahan pokok pada trend, jumlah dan hubungan dan alasan perubahan – perubahan tersebut.Beberapa tehnik analisis dapat digunakan pada analisis laporan keuangan untuk menekankan pentingnya suatu data yang disajikan dan untuk mengevaluasi posisi perubahan. Beberapa tehnik analisis yang dapat digunakan antara lain : analisis komparatif, analisis common – size, dan analisis rasio.

2.1.Analisis Perbandingan (Komparatif)

Langkah awal yang harus dilakukan jika menggunakan analisis perbandingan yaitu dengan cara menyajikan laporan keuangan secara komparatif seperti menyajikan laporan keuangan dua atau tiga tahun. Diharapkan dengan menyajikan laporan keuangan secara komparatif dapat diperoleh informasi mengenai pergerakan dan kecenderungan serta memberikan petunjuk untuk memprediksi masa depan. Berikut merupakan analisis perbandingan PT Gudang Garam Tbk :

PT GUDANG GARAM Tbk. Neraca Komparatif

Per 31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dam 31 Desember 2010 (dalam jutaan rupiah kecuali dinyatakan lain)

NERACA

2012

A S E T

Aset Lancar

Analisis pada neraca komparatif di atas PT Gudang Garam Tbk. untuk asset lancar pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 32,62 %, tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 1,41%. Kenaikan pada tahun 2011 paling besar disebabkan meningkatnya persediaan, sedangkan pada 2012 persediaan justru mengalami kenaikan. Pada asset tidak lancar nilai asset PT Gudang Garam Tbk terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan terutama terjadi di nilai asset tetap perusahaan.

PT GUDANG GARAM Tbk. Neraca Komparatif

(3)

NERACA

LIABILITAS DAN EKUITAS

(4)

NERACA

Agio saham

Selisih transaksi dengan pihak

nonpengendali

Analisis pada neraca komparatif di atas PT Gudang Garam Tbk. Total kewajiban jangka pendek mengalami kenaikan berturut-turut dari 2010 ke 2011 sebesar 59.57%, tahun 2011 ke 2012 sebesar 1,98%. Kenaikan utang jangka pendek tahun 2011 angka paling besar berasal dari pinjaman jangka pendek dan utang usaha kepada pihak ketiga, yang kenaikannya di atas 100% yaitu berturut-turut sebesar 129,69% dan 329,87%. Total kewajiban jangka panjang tidak mengalami perubahan signifikan selama 2010 s.d 2012. Pada tahun 2011 total kewajiban jangka panjang naik 6,81%, dan tahun 2012 naik sebesar 9,75% dari total kewajiban jangka panjang tahun sebelumnya. Posisi total ekuitas tidak mengalami perubahan yang signifikan. Hal yang sedikit menonjol diantara kenaikan akun-akun ekuitas adalah penurunan di sisi ekuitas pada non controlling interest sebesar 14,24% pada tahun 2012 yg mana pada tahun sebelumnya pernah naik pada tahun 2011 sebesar 24,20%.

PT GUDANG GARAM Tbk. Laporan Laba Rugi Komparatif

(5)

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Analisis pada laporan laba rugi komparatif di atas PT Gudang Garam Tbk. mengalami laba, tetapi mengalami penurunan dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar 17,94% dari tahun 2011. Tahun 2011 PT Gudang Garam Tbk sempat mengalami kenaikan laba bersih dibandingkan tahun 2010 yaitu sebesar 17,64%. Pencapaian terbaik yang dari laba bersih yang dicatatkan PT.

Gudang Garam Tbk selama masa operasional 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2010, 2011 dan 2012 yaitu pada tahun 2011 sebesar Rp. 4.958.102 juta. Pada tahun 2012 PT Gudang Garam Tbk mencatatkan Pendapatan/Total Penjualan tertinggi yang naik sebesar 17,06% dari tahun 2011 tetapi mengalami kenaikan biaya pokok penjualan sebesar 25,47% dari tahun sebelumnya. Hal inilah yang menyebabkan penurunan Laba bersih yang dialami oleh PT Gudang Garam Tbk pada tahun 2012 yaitu sebesar 17,94%.

2.2.Analisis Persentase Per-Komponen (Common-Size)

Laporan keuangan dalam presentase per-komponen menyatakan masing – masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya. Sebuah neraca yang disusun dalam presentase per-komponen dapat memberikan informasi sebagai berikut :

Ø Komposisi investasi suatu perusahaan dapat memberikan gambaran tentang posisi relatif aktiva lancar terhadap aktiva tidak lancar. Ø Struktur modal yang dapat memberikan gambaran mengenai posisi relatif utang perusahaan terhadap modal sendiri.

Untuk laporan laba rugi yang disajikan dalam common-size menggambarkan distribusi setiap satu rupiah total penjualan/pendapatan kepada masing masing elemen biaya dan laba. Berikut penyajian laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk. dan anak perusahaan dalam common-size.

(6)

Neraca Komparatif Dalam Presentase Per-Komponen Per 31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dam 31 Desember 2010 (dalam jutaan rupiah,kecuali dinyatakan lain)

NERACA

A S E T

NERACA

A S E T

Pajak dibayar dimuka

Beban dibayar dimuka

Analisis Pada neraca komparatif dalam presentase per-komponen di atas, PT Gudang Garam Tbk menginvestasikan asset perusahaan sebagian besar kepada asset lancar yaitu berturut-turut dari tahun 2010 sampai dengan 2012 sebesar 74,52%, 77,73% dan 72,16% dari total asset perusahaan. Komposisi asset lancar pada tahun 2012 mengalami penurunan dibandingkan posisi tahun 2010 dan 2011. Sebaliknya komposisi asset tidak lancar mengalami kenaikan pada tahun 2012 sebesar 27,84%, walaupun sebelumnya pernah turun pada tahun 2011 sebesar 22,27% dari angka tahun 2010 yaitu sebesar 25,48%. PT Gudang Garam Tbk menginvestasikan sebagian besar asetnya pada persediaan nilai komponen persediaan berturut-turut sebesar 65,62%, 71,68% dan 64,20% dari total nilai asset perusahaan dari tahun 2010 sampai dengan 2012.

Penurunan komposisi asset tidak lancar dari total asset PT Gudang Garam Tbk pada tahun 2011 turut di pengaruhi dengan kenaikan total asset lancar perusahaan. Total asset PT Gudang Garam Tbk sesungguhnya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, komposisi di atas menggambarkan pergeseran jenis investasi dari asset PT Gudang Garam Tbk.

PT GUDANG GARAM Tbk.

(7)
(8)

NERACA

LIABILITAS DAN EKUITAS

Selisih transaksi dengan pihak

nonpengendali

Analisis Pada neraca komparatif dalam presentase per-komponen di atas, PT Gudang Garam Tbk. kewajiban jangka pendek tahun 2011 lebih besar dari tahun 2010 dan tahun 2012. Persentase kewajiban jangka pendek tahun 2011 sebesar 34,62%, sedangkan tahun 2010 sebesar 27,59% dan tahun 2012 sebesar 33,25 %. Untuk kewajiban jangka panjang, persentase kewajiban jangka panjang tahun 2012 sebesar 2,65 %, sedangkan tahun 2011 hanya 2,57 %. Pada tahun 2010 kewajiban jangka panjang berada di angka yang lebih besar yaitu sebesar 3,06%.

Untuk jumlah ekuitas, tahun 2010 lebih besar dari tahun 2011 dan tahun 2012. Persentase ekuitas tahun 2010 sebesar 69,35 %, sedangkan tahun 2011 dan tahun 2012 sebesar 62.81% dan 64,10% dari total kewajiban dan ekuitas perusahaan.

Besarnya komposisi permodalan menggambarkan kuatnya posisi perusahaan pada tahun 2010 yang mana total ekuitas berada pada posisi 69,65%. Hal ini memberi keuntungan bagi pemegang saham PT Gudang Garam Tbk yang mana hal ini tercermin dari besarnya saldo laba yang belum dicadangkan dari tahun 2010 sampai dengan 2012 yang rata-rata berada di atas nilai 50% dari total kewajiban dan ekuitas perusahaan. Karena nilai tersebut menjadi dasar perhitungan deviden yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.

PT GUDANG GARAM Tbk.

(9)

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Analisis Pada laporan laba rugi komparatif dalam presentase per komponen di atas PT Gudang Garam Tbk. Laba bersih tahun 2012 mengalami penurunan dari tahun 2010 dan 2011 walaupun mengalami peningkatan total penjualan/pendapatan. Persentase laba bersih tahun 2012 sebesar 8,30 %, sedangkan tahun 2011 dan tahun 2010 sebesar 11,84% dan 11,18% dari pendapatan. Penurunan ini dipengaruhi peningkatan biaya pokok penjualan pada tahun 2012, yaitu sebesar 81,27% dari pendapatan PT Gudang Garam Tbk. Sebelumnya biaya pokok penjualan sempat turun di tahun 2011 sebesar 75,82% dari tahun 2010 sebesar 76,48%. Jika ditelusuri lebih lanjut pada catatan laporan keuangan PT. Gudang Garam Tbk yang mana pada kenyataannya juga terjadi di Indonesia pada tahun 2012, kenaikan tersebut disumbangkan oleh naiknya biaya bahan baku rokok.

2.3.Analisis Rasio

Analisis rasio keuangan merupakan alat analisis yang paling banyak digunakan, karena dapat membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan.

a. Rasio Lancar (Current Ratio) : kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.

Rumus :Aktiva Lancar Kewajiban Lancar

Rasio Lancar tahun 2010 = 22.908.293 = 2,70 8.481.933

(10)

13.534.319

( terdapat 2,24 aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1 kewajiban lancar yang jatuh tempo ) Rasio Lancar tahun 2012 = 29.954.021 = 2,17

13.802.317

( terdapat 2,17 aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

Analisis Rasio lancar PT Gudang Garam Tbk tahun 2010 menunjukan angka yang paling tinggi dari 3 periode pelaporan perusahaan. Artinya bahwa perusahaan mampu mengolah aktiva lancar tahun 2010 lebih baik dari pada tahun 2011 dan 2012. Tahun 2010 menandakan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya lebih besar dari pada tahun 2011 dan 2012.

Daftar Rasio Lancar Industri Sejenis :

Nama Perusahaan CR2010 CR2011 CR2012

PT Bentoel International Investama Tbk. 2,50 1,12 1,64

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 1,61 1,75 1,78

Perbandingan Rasio Lancar PT Gudang Garam Tbk. dan Anak Perusahaan dengan Rasio Lancar Rata-rata Industri : PT Gudang Garam Tbk

2010-2011-2012 CR Rata-rata2010 CR Rata-rata2011 CR Rata-rata2012

2,70 - 2,24 – 2,17 2,27 1,70 1,86

Kita perlu membandingkan analisis suatu perusahaan dengan perusahaan sejenis karena dengan ini kita akan memperoleh gambaran tentang peta kekuatan dan kelemahan perusahaan serta posisi persaingan perusahaan di dunia usaha.

Rasio lancar PT Gudang Garam Tbk. tahun 2010 sampai dengan 2012 selalu berada di atas rata-rata perusahaan pesaing. Ini memberi gambaran bahwa pengelolaan kewajiban perusahaan lebih baik dari perusahaan sejenis.

b.Rasio Cepat (Quick Ratio) : Rasio cepat mengukur kemampuan aktiva lancar membayar kewajiban lancar tanpa memanfaatkan persediaan (minus persediaan). Rumus :Aktiva Lancar – Persediaan

Kewajiban Lancar

Rasio Cepat tahun 2010 = 22.908.293 – 20.174.168 = 0,32 8.481.933

( terdapat 0,32 aktiva lancar tanpa persediaan yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

Rasio Cepat tahun 2011 = 30.381.754 – 28.020.017 = 0,17 13.534.319

( terdapat 0,17 aktiva lancar tanpa persediaan yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

Rasio Cepat tahun 2012 = 29.954.021 – 26.649.777 = 0,24 13.802.317

( terdapat 0,24 aktiva lancar tanpa persediaan yang tersedia untuk memenuhi tiap-tiap 1 kewajiban lancar yang jatuh tempo )

Rasio cepat PT Gudang Garam Tbk tahun 2010 lebih besar dari tahun 2011 dan 2012. Perusahaan mampu mempergunakan aktiva lancar untuk membayar kewajiban lancar tahun 2010 lebih baik dari pada tahun 2011 dan 2012, tanpa memanfaatkan persediaan. Tampak juga pada laporan keuangan bahwa investasi asset lancar persediaan pada tahun 2010 memang paling rendah dari tahun-tahun yang lain kenaikan persediaan pada tahun 2011 dan 2012 turut mempengaruhi turunnya angka rasio cepat PT Gudang Garam Tbk. Tingginya rasio cepat pada tahun 2010 juga didukung angka kewajiban lancar perusahaan yang mana pada tahun 2010 memang berada di angka yang lebih kecil dibandingkan tahun 2011 dan tahun 2012.

(11)

Nama Perusahaan DER2010 DER2011 DER2012

PT Bentoel International Investama Tbk. 1,30 1,12 1,64

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 1,01 0,88 0,97

Perbandingan Rasio Total Utang PT Gudang Garam Tbk. dan Anak Perusahaan dengan Rasio Total Utang Rata-rata Industri : PT Gudang Garam Tbk

2010-2011-2012 DER Rata-rata2010 DER Rata-rata2011 DER Rata-rata2012

0,44 – 0,59 – 0,56 0,92 0,86 1,06

Rasio debt to equity di atas menggambarkan kuatnya struktur permodalan PT Gudang Garam Tbk. Perbandingan terhadap rata-rata industry juga menunjukan keunggulan permodalan dan rendahnya tingkat risiko keuangan PT Gudang Garam Tbk diantara perusahaan pesaing.-pesaingnya.

d.Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) : digunakan untuk mengetahui seberapa efektif perusahaan dalam mengelola persediaan. Rumus : Penjualan

Persediaan

Rasio Perputaran Persediaan tahun 2010 : 37.691.997 = 1,87 20.174.168

Perusahaan melakukan perputaran persediaan sebanyak 1,87 kali dalam setahun

Rasio Perputaran Persediaan tahun 2011: 41.884.352 = 1,49 28.020.017

Perusahaan melakukan perputaran persediaan sebanyak 1,49 kali dalam setahun

Rasio Perputaran Persediaan tahun 2012 : 49.028.696 = 1,84 26.649.777

Perusahaan melakukan perputaran persediaan sebanyak 1,84 kali dalam setahun

Daftar Rasio Perputaran Persediaan Industri Sejenis :

Nama Perusahaan ITO2010 ITO2011 ITO2012

PT Bentoel International Investama Tbk. 3,59 2,83 2,66

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 4,43 5,93 4,25

Perbandingan Rasio Perputaran Persediaan PT Gudang Garam Tbk. dan Anak Perusahaan dengan Rasio Perputaran Persediaan Rata-rata Industri : PT Gudang Garam Tbk

2010-2011-2012 ITO Rata-rata2010 ITO Rata-rata2011 ITO Rata-rata2012

1,87 – 1,49 – 1,84 3,30 3,42 2,92

Rasio perputaran persediaan PT Gudang Garam Tbk. lebih kecil jika dibandingkan dengan rasio perputaran persediaan rata-rata perusahaan sejenis. PT Gudang Garam Tbk tidak seproduktif perusahaan pesaingnya menumpuk banyak persediaan. Hal ini menunjukan rendahnya tingkat aktivitas PT Gudang Garam Tbk.0.0

e.Rasio Pengembalian Investasi (Return on Invesment) : digunakan untuk menunjukan hasil atasaktiva yang digunkana dalam perusahaa dan mengukur evektivitas manajemen dalam mengelola investasi.

Rumus : Laba Sesudah Bunga dan Pajak Total Aktiva

Return on invesment tahun 2010 : 4.214.789 = 0,14 30.741.679

Tingkat pengembalian atas investasi seluruh asset yang digunakan perusahaan sebesar 14%

Return on invesment tahun 2011 : 4.958.102 = 0,13 39.088.705

Tingkat pengembalian atas investasi seluruh asset yang digunakan perusahaan sebesar 13% Return on invesment tahun 2012 : 4.068.711 = 0,10

41.509.325

Tingkat pengembalian atas investasi seluruh asset yang digunakan perusahaan sebesar 10% Daftar Rasio Pengembalian Investasi Industri Sejenis :

Nama Perusahaan ROI2010 ROI2011 ROI2012

PT Bentoel International Investama Tbk. 4% 5% -5%

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 31% 42% 38%

Perbandingan Rasio Pengembalian Investasi PT Gudang garam Tbk. dan Anak Perusahaan dengan Rasio Pengembalian Investasi Rata-rata Industri : PT Gudang Garam Tbk

(12)

14% – 13% – 10% 16% 20% 14% ROI PT Gudang Garam Tbk masih berada di bawah rata-rata industry sejenis. Pada tahun 2010 ROI PT Gudang Garam Tbk berada di angka 14%, ROI terus turun di tahun 2011 menjadi 13% hingga pada tahun 2012 menjadi 10%. Hasil pengembalian investasi turun drastis pada tahun 2012 sebesar 3% yang mana sebelumnya pada tahun 2011 hanya turun sebesar 1%. Hal ini disebabkan oleh rendahnya perputaran asset perusahaan. PT Gudang Garam Tbk perlu meningkatkan perputaran asset pada tahun-tahun ke depan.

BAB III : KESIMPULAN

Hasil yang diperoleh dari Analisis Laporan Keuangan PT Gudang Garam Tbk pada 3 periode pelaporan yaitu tahun 2010, 2011 dan 2012 bisa disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan cukup baik. Hal ini tergambar dari rasio likuiditas dan rasio solvabilitas perusahaan yang berada di atas rata-rata perusahaan sejenis atau pesaing. Dari Laporan keuangannya PT Gudang Garam Tbk tercermin sebagai perusahaan yang likuid dan solvable. PT Gudang Garam Tbk dapat memenuhi setiap kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya dengan baik.

Selain hal tersebut di atas hasil analisis kelompok IX juga menemukan beberapa kelemahan PT Gudang Garam Tbk yang perlu di perbaiki kinerjanya. Hasil analisis rasio aktivitas perusahaan menunjukan rendahnya tingkat perputaran persediaan PT Gudang Garam Tbk. Angka yang diperoleh menunjukan bahwa tingkat perputaran persediaan/inventory turnover berada di bawah rata-rata perusahaan pesaingnya, rendahnya tingkat perputaran persediaan ini berpengaruh terhadap return on investment perusahaan yang menyebabkan rendahnya produktivitas PT Gudang Garam Tbk.

Analisis laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk menunjukan bahwa perusahaan memiliki struktur permodalan yang kuat tetapi selain hal tersebut perusahaan perlu memperbaiki kinerja aktivitas perusahaan dalam pemanfaatan asset perusahaan. Hal ini bisa dilakukan dengan mendorong tingkat perputaran persediaan perusahan. Dengan hal tersebut diharapkan profitabilitas PT Gudang garam Tbk dapat ditingkatkan menjadi lebih baik untuk bersaing denga perusahaan sejenis.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bentoelgroup.com/group/sites/BAT_8WXDPH.nsf/vwPagesWebLive/DO8W3DM8?opendocument&SKN=1 http://www.gudanggaramtbk.com/investor/laporan_keuangan

Referensi

Dokumen terkait

P.T. Dapat disimpulkan bahwa P.T. Gudang Garam,Tbk lebih sedikit menggunakan utang untuk membiayai aktivanya jika dibandingkan dengan P.T. Sampoerna,Tbk cenderung

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi dengan judul “Ana lisis EVA dan MVA untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT.. Gudang

Modal kerja Perusahaan Dengan Rasio Keuangan Pada PT.. Gudang Garam,Tbk Tahun 2005 -2009.Jurnal Ekonomi Bisnis dan

Gudang Garam, Tbk selama lima tahun terakhir yaitu periode 2016-2020 rata-rata current ratio sebesar 218,11% berada pada kategori sangat baik, dan untuk total

Merupakan analisis yang dilakukan untuk membandingkan antara komponen yang ada dalam suatu komponen laporan keuangan baik yang ada di neraca maupun laporan laba rugi 4..

Analisis tersebut meliputi analisis laporan keuangan PT Arkha Jayanti Persada Tbk yang terdiri dari laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi dan

Secara absolut, kenaikan aktiva lancar terbesar adalah terjadi pada pos Persediaan Barang sebesar Rp22.889 juta atau 38,95 persen; kemudian berturut-turut diikuti oleh Kas

Analisis Sudut Pandang Investor Dari semua data laporan keuangan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk yang telah disajikan dan juga dianalisis, maka seorang investor yang akan menginvestasikan