• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMASI KONDISI EKSTRAKSI KAROTENOID WORTEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "OPTIMASI KONDISI EKSTRAKSI KAROTENOID WORTEL"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

Gambar

Figure 2.Analysis procedure for total carotenoid
Table 4. Total carotenoid extracted by variations of extraction time, ratio of carrot powderto solventand ratio of acetone to solvent system for RSMI)
Gambar 3 menyatakan respon terhadaphubungan antara waktu ekstraksi dan rasio
Figure 5. Contour Plot and Surface Plot of Ratio of Material to Solvent Versus Ratio of Acetone inSolvent System at Time Extraction of 32.21 minutes

Referensi

Dokumen terkait

Walaupun total fenol menurun pada lama ekstraksi melebihi 20 menit, namun senyawa flavonoid semakin meningkat pada proses ekstrasi melebihi 20 menit sehingga aktivitas

Hasil rata-rata total fenolik ekstrak kering bawang putih dengan variasi rasio pelarut dan lama waktu MAE selama 2, 3 dan 4 menit dapat dilihat pada Tabel 1.. Berdasarkan Tabel

Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan, kondisi optimum ekstraksi senyawa total fenolik buah labu siam menggunakan RSM diperoleh pada waktu ekstraksi 2 jam, nisbah

Hasil rataan rendemen dan sifat fisiko kimia minyak biji mangga (Mangifera indica L.) yang dihasilkan antar lama waktu ekstraksi disajikan pada Tabel 1. Pada Tabel 1

Gambar 4.1 Pengaruh Suhu Ekstraksi terhadap %Yield Zat Warna pada Berbagai Rasio dengan waktu 50 menit Berdasarkan Gambar 4.1 dapat diketahui bahwa semakin tinggi suhu

Semakin lama waktu osmosis dalam ekstraksi pembuatan sari apel maka semakin banyak kandungan lain yang terekstrak sehingga dapat menurunkan nilai total asam.. Grafik korelasi

Gambar 1.b yang juga menampilkan pola massa dari tiga variasi waktu ekstraksi, diperoleh massa xerogel tertinggi terletak pada waktu ekstraksi 150 menit karena terjadi

dengan titik optimum pada waktu 5 menit, rasio 1:20, konsentrasi pelarut 1N dan daya microwave 30% dengan hasil yield sebesar 0,65 gr pada ekstraksi gelombang mikro (MAE)