• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Alpha Lipoic Acid Terhadap Diabetes Melitus (Studi Pustaka).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Alpha Lipoic Acid Terhadap Diabetes Melitus (Studi Pustaka)."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Talitha Retno Kurniawati, 2006; Pembimbing I : Slamet Santosa, dr,M.Kes Pembimbing II : Hanna Ratnawati, dr, M.Kes

Di Indonesia, diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit endokrin yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat dan mempunyai prevalensi yang cukup besar, yang akan terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat.

Luasnya komplikasi pada diabetes ini berkorelasi dengan konsentrasi glukosa darah yang berlebih, dimana diketahui akan meningkatkan produksi radikal bebas dan akan menimbulkan kerusakan oksidatif yang lebih dikenal dengan stres oksidatif. Untuk meredamnya diperlukan antioksidan, dimana dengan peningkatan antioksidan yang cukup akan mencegah komplikasi klinis diabetes melitus. Alpha lipoic acid merupakan salah satu antioksidan yang berpotensi mencegah komplikasi klinis diabetes melitus. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui peranan alpha lipoic acid terhadap diabetes melitus.

Alpha lipoic acid akan membalikkan ketidak seimbangan reduktif yang terjadi pada keadaan hiperglikemia. Jalur;jalurnya adalah pertama, reduksi sel dari lipoic acid dilepas ke ruang ekstraseluler dan memperbaiki askorbat plasma yang tereduksi. Ia akan mengembalikan inhibisi kompetitif dari pengambilan glukosa oleh dehydroascorbate. Yang kedua, lipoic acid akan menstimulasi uptake glukosa pada otot skelet.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah alpha lipoic acid merupakan salah satu antioksidan yang bertindak sebagai pelindung tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel;sel dalam tubuh. Pada diabetes melitus, alpha lipoic acid akan membalikkan ketidak seimbangan reduktif yang terjadi pada keadaan hiperglikemia.

(2)

Talitha Retno Kurniawati, 2006; 1st Tutor : Slamet Santosa, dr, M.Kes 2nd Tutor : Hanna Ratnawati, dr, M.Kes

!

!

"

! "

!

"

#

$ %

(3)

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN... ii

SURAT PERNYATAAN...iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

PRAKATA ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 2

1.3. Maksud dan Tujuan... 2

1.4. Manfaat Karya Tulis Ilmiah... 2

1.5 Metodologi ... 3

1.6 Lokasi dan Waktu... 3

2.1.Diabetes Melitus ... 4

2.1.1.Definisi Dan Gejala ... 4

2.1.2.Etiologi Diabetes Melitus ... 6

2.1.3.Klasifikasi Diabetes Melitus ... 9

2.1.4.Komplikasi Diabetes Melitus... 13

2.1.4.1.Komplikasi Akut Diabetes Melitus... 13

2.1.4.2.Komplikasi Kronis Diabetes Melitus ... 15

(4)

2.1.6.Penatalaksanaan Diabetes Melitus ... 18

2.1.6.1.Tujuan Penatalaksaan Diabetes Melitus... 18

2.1.6.2.Terapi Diabetes Melitus ... 19

2.1.6.3.Komplikasi Terapi Diabetes Melitus ... 24

2.2.Stress Oksidatif Pada Diabetes Melitus... 25

2.2.1.Glikasi Non;Enzimatik Pada Protein... 26

2.2.2.Jalur Poliol;Sorbitol (Aldosa Reduktase) ... 28

2.2.3.Autooksidasi Glukosa ... 29

2.3.Antioksidan... 30

2.3.1.Definisi dan Peranan Antioksidan ... 30

2.3.2.Pemakaian Antioksidan ... 32

2.3.3.Klasifikasi Antioksidan... 32

2.3.3.1.Antioksidan Non;Enzimatik ... 32

2.3.3.2.Antioksidan Enzimatik... 36

2.3.3.3.Kelompok Antioksidan Yang Lain ... 37

2.3.4.Sistem Kerja Antioksidan ... 38

2.4.Alpha Lipoic Acid... 39

2.4.1.Pengertian Alpha Lipoic Acid... 39

2.4.2.Klasifikasi Alpha Lipoic Acid... 40

2.4.3.Cara Kerja Alpha Lipoic Acid... 41

2.4.4.Peranan Alpha Lipoic Acid... 41

... 44

4.1.Kesimpulan ... 48

4.2.Saran... 48

... 49

(5)

Halaman

Tabel 2.1. Nilai Diagnostik Untuk Tes Toleransi Glukosa Oral

Cara Baku ... 17

Tabel 2.2. Kadar Glukosa Darah Sewaktu sebagai Patokan Penyaring dan

Diagnosis Diabetes Mellitus (mg/dl)... 18

Tabel 2.3. Kebutuhan Kalori berdasarkan Usia, Kelamin,

dan Aktivitas Fisik... 20

(6)

Halaman

Gambar 2.1. Fluktuasi kadar gula (glukosa) darah dan insulin darah

sepanjang hari, pada orang sehat ... 19

Gambar 2.2 Jalur Metabolisme Utama dan Alternatif Glukosa ... 28

Gambar 2.3 Jaringan Kerja Antioksidan... 39

Gambar 2.4 Rantai R"Lipoic acid dan S"Lipoic acid... 40

Gambar 3.1 Mekanisme Lipoic Acid dalam ketidak seimbangan reduktif pada hiperglikemia... 44

Gambar 3.2 Mekanisme ALA dalam menstimulasi uptake glukosa ... 45

(7)

Nama : Talitha Retno Kurniawati

NRP : 0010020

Tempat dan Tanggal Lahir : Semarang, 30 Agustus 1983

Alamat : Jl. Patriot no.5 Pekalongan

Riwayat Pendidikan

Tahun 1988, lulus TK Santo Yosef Pekalongan :

(8)

( ( " ' ! 1 #2

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan endokrin yang banyak dijumpai

di Indonesia dengan prevalensi sebesar 1,5 – 2,3% (Bambang Setiawan, 2005).

Jumlah pasien diabetes dalam kurun waktu 25 – 30 tahun yang akan datang akan

sangat meningkat, akibat peningkatan kemakmuran, perubahan pola demografi

dan urbanisasi, serta perubahan pola hidup masyarakat.

Diabetes melitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini

dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan.

Komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini juga sangat luas, antara lain

berupa penyakit vascular sistemik (percepatan aterosklerosis), penyakit jantung,

penyakit mikrovaskular pada mata sebagai penyebab kebutaan dan degenerasi

retina (retinopati diabetik), katarak, kerusakan ginjal sebagai penyebab gagal

ginjal serta kerusakan saraf tepi (neuropati diabetik) (Bambang Setiawan, 2005).

Luasnya komplikasi pada diabetes tampaknya berkorelasi dengan konsentrasi

glukosa darah sehingga glukosa berlebih diduga menjadi penyebab utama

kerusakan jaringan. Diabetes Control and Complications Trial (DCCT)

menunjukkan bahwa hiperglikemia merupakan faktor risiko untuk terjadinya

komplikasi kronik diabetes melitus pada DM tipe 1, hasil tersebut diperkuat oleh

penelitian United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) pada DM tipe 2

(Paulus, 2003). Hiperglikemia menyebabkan autooksidasi glukosa, glikasi protein,

dan aktivasi jalur metabolisme poliol yang selanjutnya mempercepat

pembentukan senyawa oksigen reaktif. Pembentukan senyawa oksigen reaktif

tersebut dapat meningkatkan modifikasi lipid, DNA, dan protein pada berbagai

jaringan, yang akan mengakibatkan ketidakseimbangan antara antioksidan

protektif (pertahanan antioksidan) dan peningkatan produksi radikal bebas. Hal ini

merupakan awal kerusakan oksidatif yang dikenal sebagai stres oksidatif

(9)

antioksidan yang berpotensi untuk mencegah komplikasi klinis DM adalah alpha

lipoic acid .

Alpha lipoic acid (ALA) merupakan suatu senyawa disulfida yang diproduksi

oleh sel dalam jumlah yang kecil, yang berfungsi sebagai co;enzym dalam

kompleks enzim mitokondrial yaitu pyruvate dehydrogenase dan α"ketoglutarate

dehydrogenase. Beberapa penelitian melaporkan adanya manfaat ALA pada

penanganan DM.

Karya Tulis ini akan membahas lebih mendalam tentang alpha Iipoic acid,

sehingga diharapkan akan didapatkan informasi yang lebih lengkap dan benar

mengenai manfaat dari alpha lipoic acid khususnya pada penanganan diabetes

melitus.

( ( &!#"+3+1 %+ % 4

1. Apakah kegunaan alpha lipoic acid ?

2. Bagaimana peranan alpha lipoic acid terhadap diabetes melitus ?

(5( 1%6& & # 676 #

Maksud dari penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah untuk memberi informasi

mengenai peranan alpha lipoic acid dalam dunia kedokteran.

Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah untuk mengetahui peranan

alpha lipoic acid terhadap diabetes melitus.

(8( #3 " '9 6 +% + 4

Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan pembaca tentang kegunaan

alpha lipoic acid dalam dunia kedokteran, khususnya dalam penanganan diabetes

(10)

(0( !"$&$ $2+ !#! +"+ #

Studi Literatur

( ( $1 %+ & # 1"6

Lokasi : Lingkungan Universitas Kristen Maranatha

(11)

8( ( !%+ <6 #

1( Alpha lipoic acid merupakan salah satu antioksidan yang bertindak sebagai

pelindung tubuh dari radikal bebas dengan cara memberikan kekurangan elektron.

2. Pada diabetes melitus, alpha lipoic acid akan membalikkan ketidak

seimbangan reduktif yang terjadi pada keadaan hiperglikemia.

8( ( ' #

Alpha lipoic acid, terutama R"lipoic acid dapat digunakan sebagai salah satu

tambahan terapi bagi penderita diabetes melitus dan komplikasi penyakit yang

(12)

American Diabetes Association. 2004.Diabetes mellitus. Http://www.diabetes.org.

Askandar Tjokroprawiro. 2002. Apakah penyakit diabetes melitus. Dalam: Hidup sehat dan bahagia bersama diabetes. Edisi 6. Jakarta: EGC. Hal 5;6.

Bambang Setiawan. 2005. Stres oksidatif dan peran antioksidan pada diabetes melitus. Majalah Kedokteran Indonesia. Vol: 55. Nomor: 2. Februari 2005.

Dorland Newman W.A. 2002. Kamus kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta: EGC. Hal 602;603.

Endang Lanywati. 2001. Diabetes melitus penyakit kencing manis. Yogyakarta: Kanisius. Hal 7, 36;13.

Guyton A.C, Hall J.E. 1997. Insulin, glukagon, dan diabetes melitus. Dalam:ouku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC. Hal 1221, 1234.

Halliwell B. 1995. Antioxidant chameterization: methodology and mechanism. Biochem. Pharmac, 37, 412;422.

Halliway, Gutteridge M.C. 1992. Free radical and toxicology. In: Free radicals in biology and medicine. 2nd ed. New York. P310;4.

Haznam, M.W. 1991. Pankreas endokrin. Dalam: Endrokinologi. Bandung: Angkasa Offset. Hal 73;37.

Hernani, Mono Rahardjo. 2005. Tanaman berkhasiat antioksidan. Jakarta:Penebar Swadaya. Hal 20;8.

Leach Franklin R. 2003. Two face of alpha lipoic acid.,

http://www.ralapure.com/details/images/mirror1.jpg., 24 Agustus 2004.

Packer L, Roy S, Sen CK. 1996. Alpha lipoic acid: metabolic antioxidant and potensial redox modulator of transcription. Adv Pharmacol. 38: 79;101.

Packer L, Tritscheler HJ. 1996. Alpha lipoic acid the metabolic antioxidant. Free Rad oiol Med. 20:625;626.

(13)

Paulus Wiyono. 2003. Peranan hiperglikemia terhadap terjadinya komplikasi kronik diabetes melitus. oerkala Ilmu Kedokteran, Vol. 35, No.1: 55;60.

PERKENI. 2002. Diagnosis. Dalam: Konsensus pengelolaan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI. Hal 3;4.

_______. 2002. Pendahuluan. Dalam: Konsensus pengelolaan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI. Hal 2.

_______. 2002. Pengelolaan. Dalam: Konsensus pengelolaan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI. Hal 8, 10;4.

Powers A.C. 2001. Diabetes mellitus. In: Braunwld E, Fauci A.S., Kasper D.L., Hauser S.L., Longgo D.L., Jameson J.L., editors: Harrison’s principles of internal medicine. 15nd ed Vol 2. New York: Mc Graw;Hill. P2112.

Prapti Utami. 2003. Mengenal diabetes mellitus. Dalam: Tanaman obat untuk mengatasi diabetes mellitus. Edisi 1. Jakarta: ArgoMediaPustaka. Hal 12;6.

Sherwin R.S. 2004. Diabetes mellitus. In: Goldman L., Aisiello D., editors: Cecil textbook of medicine. 22nd Vol 2. New York: Sauders. P1424;6.

Smith A.R. 2004. Alpha Lipoic acid as a potential therapy for chronic diseases associated with oxidative stress. Dept. of Biochemistry and the Linus Pauling Institute, Oregon State University, Corvallis, Oregon

Curr Med Chem. 2004 May;11(9):1135;46.

Smith Mellisa Diane. 2003. User’s guide to preventing & reversing diabetes naturally mengenali cara memanfaatkan makanan dan suplemen sebagai perlindungan terhadap gangguan gula darah. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. Hal 99;83.

Tamer Fouad. 2004. Antioxidants, nature, and chemistry.,

http://www.thedoctorslounge.net/medlounge/articles/antioxidants/antioxidants1 .htm., 22 September 2004

Referensi

Dokumen terkait

Diabetes Journal menyebutkan bahwa penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 bisa mengurangi komplikasi pada kardiovaskular, walau insulin tidak

Semakin lama pasien diabetes melitus mengalami hiperglikemia maka dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi baik komplikasi mikrovaskular dan juga komplikasi

Pengaruh Variasi Dosis Alpha Lipoic Acid (ALA) terhadap Fotosensitivitas Ciprofloxacin 0,08 mg/ml dan Furosemide 0,008 mg/ml yang diradiasi UV A energi 18 J/cm 2 ..?. Pengukuran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alpha lipoic acid (ALA) terhadap perkembangan embrio blastosis in vivo pada mencit ( Mus musculus ) yang

Melihat banyaknya kasus diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi dan kepatuhan pasien diabetes melitus untuk mengkonsumsi obat masih rendah, maka penelitian ini

Penyakit diabetes melitus jika tidak dikelola dengan baik akan dapat. mengakibatkan terjadinya berbagai komplikasi jangka

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alpha lipoic acid (ALA) terhadap perkembangan embrio blastosis in vivo pada mencit ( Mus musculus ) yang

Faktor Lain yang Terkait dengan Risiko Diabetes Melitus  Penderita Polycystic Ovary Syndrome PCOS atau keadaan klinis lain yang terkait dengan resistensi insulin  Penderita sindrom