• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah-Langkah Pemeriksaan Neonatus Normal dan Dismorfik.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Langkah-Langkah Pemeriksaan Neonatus Normal dan Dismorfik."

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

! ~

~ ~

.

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Bekerjasama Dengan

Departemen IImu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaranj

RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

P ROCEEDING BOOK

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

HARIANAK

(2)

Simposium Hari Anak NasionaI 2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Daftar

lsi

Halarnan

Kata Pengantar .

Daftar lsizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA 11

Pnemonia pada Anak: Epidemiologi, Pencegahan, dan Tatalaksana 1

Tuberkulosis atau Bukan Tuberkulosis... 15

Pemberian Besi pada Bayi ; 37

Pentingnya Pengukuran Tekanan Darah pada Anak : 54

Infeksi Saluran Kemih pada Anak 73

Pertimbangan dalam Terapi Antibiotik 92

Langkah-Langkah Pemeriksaan Neonatus Normal dan Dismorfik 105

. Faktor Risiko dan Pencegahan Penyakit Alergi pada Anak 156

Pentingnya Stimulasi, Deteksi, dan lntervensi Dini Tumbuh Kembang

(3)

I

i

Simposium Hari Anak Nasiona12014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Langkah-Langkab Pemeriksaan Neonatus Normal dan Dismorfik

Sjarif Hidajat Effendi

Pendahuluan

Dalam menghadapi bayi barn lahir pemeriksaan fisis neonatus secara cennat

merupakan suatu keharnsan. Penjelasan yang rinci dan cennat merupakan hal yang

dinantikan baik oleh keluarga pasien maupun dokterlbidan yang menolong persalinan

tersebut. Keterangan ini seringkali merupakan landasan untuk pengambilan keputusan

untuk penolong persalinan, dokter anak, maupun keluarga pasien. Pertanyaan pertama

yang selalu diajukan oleh keluarga adalah "Apakah bayi saya sehat? normal?

lengkap?". Seyogianya dokter/tenaga kesehatan dapat secara langsung menerangkan

dengan tepat mengenai keadaan normal atau tidak tersebut, maka penting sekali

dipelajari mengenai kriteria fisik bayi normal, dan sebaliknya juga bayi yang

dismorfik.I-3

Penelusuran secara cermat atas dismorfik pada neonatus merupakan suatu

keilmuan yang dinamakanzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAdysmorphology.r'

Sebagian besar

bayi

lahir dengan keadaan normal, hanya sekitar 20% yang

mengalami berbagai kelainan yang ringan dan sekitar 1% dengan kelainan bawaan

berat. Sudah tentu orangtua mengharapkan bayi yang lahir berada dalam keadaan

normal dan

sehat."

Kelainan kongenital merupakan abnormalitas yangditemui saat lahir. Kelainan

. tersebut berbentuk kesalahan pembentukan pad a struktur, posisi, atau fungsi suatu

organ atau sistem. Kelainan ini merupakan penyebab umum mortalitas dan kecacatan

pada awal kehidupan. Penyebabnya berkisar dari kelainan genetik yang diturunkan

hingga gangguan teratogenik terhadap fetus yang tengah berkembang. Setiap kelainan

kongenital yang terdeteksi .baik pada periode prenatal atau pada saat lahir harus

membuat dokter waspada akan kemungkinan kelainan perkembangan lain, baik fisik,

neurologis, maupun mental. Keberadaan sejumlah kelainan kongenital dapat

(4)

Simposium Hari Anak Nasional2014

merupakan petunjuk akan suatu sindrom dan akan memerlukan pengujian lebih lanjut

danlatau penelitian genetik untuk verifikasi serta konseling bagi orangtua'

Dalam penulisan ini akan dibahas hal-hal mengenai kriteria fisik bayi normal,

dismorfik,kapita

selekta kelainan yang harus segera diatasi saat neonatal dini,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAdan

berbagai pendekatan dismorfologis.

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Pemeriksaan Bayi Normal

Pemeriksaan fisis bayi dilakukan dengan melakukan penelusuran, pengamatan dan

. pengukuran yang mengacu kepada nilai-nilai standar.

Penilaian bayi baru lahir:

1-:3

I. Anamnesis

Riwayat keluarga, maternal, kehamilan, dan perinatal.

Materi pertanyaan tercantum di dalam lampiran.

2. Pemerikasaan fisis secara rutin pada neonatus

Pemeriksaan terse but meliputi hal sebagai berikut:

Pemeriksaan Awal

Pada awal pemeriksaan, perhatian utama diajukan terhadap:

»

Ada tidaknya kelainan bawaan

»

Keberhasilan bayi melaksanakan proses transisi dari kehidupan janin

ke bernapas dengan paru-paru

»

Hal-hal

yang

memengaruhi

neonatus

dalam

hal

keharnilan,

persalinan, analgesik, atau terpapar anestetik

»

Terdapat tanda infeksi atau gangguan metabolik

1. Bayi

diperiksa

dalam

keadaan

telanjang.

Bayi

telanjang

mudah

mengalami kedinginan, jadi jangan sampai terlalu lama dalam keadaan

telanjang, kecuali kalau di bawah pe~anas radian.

(5)

Pemeriksaan bayi telanjang memungkinkan pemeriksaan dapat menilai

secara cepat anomali mayor, kuning atau pewamaan mekoneal, serta bilazyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

.

bayi mengalami kesulitan

bernapas,

2. Sebaiknya pemeriksaan bayi berdasarkan prioritas agar mengefisienkan

waktu karena bayi masih tenang.

Keadaan Umum

Pemeriksaan keadaan umum neonatus biasanya dengan:"

a) Menilai kesadaran, berupa penilaian gerakan, badan secara umum, aktivitas

mata, dan pemapasan. Hal ini tertuang dalam Skor Prechtl berikut ini:zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

State 1 s.d. 5 Skor Prechtl:

State 1: Mata tertutup, napas regular, tidak ada gerakan

State 2 : Mata tertutup, napas ireguler, tidak ada gerakan kasar

State 3 : Mata terbuka, tidak ada gerakan kasar

State 4 : Mata terbuka, gerakan kasar, tidak menangis

.State 5 : Mata terbuka atau tertutup, menangis

b) Menilai tanda vital saat bayi lahir dengan menggunakan Skor APGAR 1 menit,

5 menit, dan 10 menit pertama kehidupan.'

Tanda vital:

Penilaian asfiksia lahir:

Tabell Skor APGAR

Penilaian 0 .1 2

Appearance Pucat Badan merah, ekstremitas Seluruh tubuh

(wama kulit) biru kemerahan

Pulse Tidak <100 >100

(denyut nadi) ada

Grimace Tidak Sedikit gerakan Batuk bersin

(reflek) ada (grimace)

Activity Tidak Ekstrimitas diarn, sedikit Gerakan

aktif

(tonus otot) ada fleksi

Respiration Tidak 'Lemah, tidak teratur Menangis baik

(frekuensi ada

na as

(6)

'f'"';::"'"

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

\

I

I

Simposium Hari Anak Nasiona12014

c) Penilaian kesulitan bemapas/sesak napas dengan menggunakan Skor Downe

dan Skor Silverman.

Penilaian sesak napas

./ Fungsi pemapasan: Skor Downe, Skor Silverman

Tabel 2 Skor Downe

Skor Frekuensi Sianosis Udara Merintib

Napas ( x/m) Masuk

0 <60 Tidak Udaramasuk Tidak ada

sianosis

'} 60-80 Sianosis Penurunan Dapat

hilang dengan ringan udara didengarzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

O2 masuk dengan

stetoskop

2 >80 Sianosis Tidak ada Dapat

menetap udara masuk didengar

walaupun tanpa alat

diberikan bantu

oksigen Intepretasi: ::::3: distres napas ringan 4-5 distres napas sedang

2:6 distres napas berat

Berat Retraksi

Tidak ada

Ringan

Tabel 3 Indeks Silverman-AndersonzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Feature SkorO Skor 1 . Skor2

Pergerakan dada Simetris Pernapasan yang Pernapasan ''jungkat

tertinggal jungkit "/ see sa w

Retraksi interkostal Tidak ada Minimal Jelas

Retraksi xifoid Tidak ada Minimal Jelas

Napas cuping hidung Tidak ada Minimal Jelas

Merintih Tidak ada Terdengar dengan Terdengar tanpa

(7)

Tabel 4 Skor Retraksi Silverman

Dada Atas Dada Bawah RetraksizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

i Xifoid Dilatasi Cuping Hidung Merintih Grade

o

SinkronzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA :<::~'","~T:zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA "

.... " ,,_.' "" i.

Grade 1

Tertinggal saat inspirasi '::,:", -: :r ... ·:. r,:-' ~",' .. ~. ':-,' Grade 2 Jungkat- jungkitlSee-saw Tidak ada retraksi Hanya terlihat

_J

~ ,,,, Jelas Tidak ada Hanya terlihat Jelas Tidakada

m

Minimal Jelas None

[JI

Terdengan dengan stetoskop

"?~

:):~.:: :::::~" .

" Terdengar dengan telinga

Penilaian ukuran-ukuran badan: berat badan, panjang badan, lingkaran kepala,

" lingkaran dada, jarak kepala simfisis, simfisis kaki.

Berat badan sebaiknya diukur dalam keadaan tanpa pakaian; atau, berat yang didapat

dikurangi dengan berat pakaian yang dipakai.

1.

Apabila seorang anak dilahirkan pretenn sebelum usia keharnilan 37 minggu,

berat lahirnya dibandingkan dengan berat seharusnya sesuai dengan usia

kehamilan bayi pretenn yang tercantum pada grafik kurva normal. Ukuran

berat selanjutnya ditentukan berdasarkan conception age, maka seorang anak

yang lahir dengan masa kehamilan 32 minggu, berat badan dalam 8 minggu

setelah lahir ditentukan di kolom pada grafik; berat pada pada usia

12

minggu

setelah lahir dicantumkan pada 4 minggu setelah itu, dan seterusnya ukuran

panjang badan ditentukan dengan cara yang sarna.

2. Supine length (sampai usia 2 tahun) diukur dengan posisi anak berbaring di

atas meja ukur yang dibuat untuk keperluan

ini.

Satu petugas memegang

I

l

(8)

Simposium Hari Anak Nasiona12014

kepala anak dengan posisi kepala

anak

lurus (bagian bawah darizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAsockets mata

dan external auditory terletak dalam posisi vertikal yang sarna) dan secara

perlahan/halus menarik kepala

anak

fsampai menyentuh papan ukuran. Petugas

kedua menekan lutut anak sampai menyentuh papan tempat berbaring, dan

secara perlahan/halus menariklmerentangkan kaki anak dengan posisi jari kaki

lurus ke atas. Papan penahan kaki yang dapat digerakkan ditarik sampai

benar-benar menyentuh turnit anakzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAdanmeneatat ukurannya sampai 0,1 em.

Penilaian khusus lain dilegakan untuk mengukur jarak inter dan outer chanthal

distances, panjang.palpebra fisura, fontanel, telinga, penis, dan testis.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Penilaian Gestasi 8ayi

Menilai masa gestasi bayi dilakukan dengan menggunakan skor Ballard atau

Dubowitz.

Bandung, 9 Agustus 2014

110
(9)

T'"

I

I

,zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

.:r

,_ ]g_ :;0.

~ 'I:

0

I

:i

B

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAu

N -t!

~ on

Vl

..a

K. .8

c::

..

0

~ 0. oj

'iii OJ

!

OJ 0

:x

.&> os ~

e

e

~ bD s ~

('Cl C :S ~ ; bD 06

,-

~

z

u ;:: ~

~ 0"

0 c OJ

..

g

~ ~ s ~ 6l, ..I< ~ '"

..

'j?

s

~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA!! a

""

s ~ ,~ '8

..!:oI:: -.; '" '0 0 OJ '"

t

'"

..

~ ~

..

::I '~ ]

0. C

~ '~ c

~ '::I ~ :E 5 .g

..

('Cl

~ c e ]

..

~ u ~ :::I rl ~

c::

:g u

11

..

f :l

~ ;>- ::> 0 ~ 8 .&> :.::

""

..I< f- 8 :>l

I

-(

'C

1~

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA0;.go c :i I

('Cl

~ 0"8

e

]e

:t: .. fa o.u u 2

...,'"

~

-

....,e 2P a

E

1~

:8

'" fa

8"

'" ~:l

t~

I

,2 ~ ~~ 5,.., fij.>J'

S fij ::I::r

..

..

'"

.

...,a e~

I

Vl

~:g]

-e

..I< fa on.&>

0

~l

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

-as

!5~

,2 ~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA.! -

-0. u

~i

!iii

~ ]

uf:~ ~~

j~j

I

.5

to) Il.. III Cl :.::.8 ~~

~

Vl

~ ~ 'B;

l~

~ "=''0

s

I

j~~~

~

~ ]

-u.8~_j .~]::I'_

!'g'

I

~5

13 '" u .c gpo" 6~

0.B ;>- ] ts

n.

e '" ill 8

I

::I.a

1.

:l

III'j? ~

.!a

.g ~

.. e

f~

'00

~i~]

~~1

.. .>l·S

..

~

,_ 0

OJ ~]~ rl .. ~

j'~

I

N :c 00; f-.&>

~ '5 i I

0. Iii III ..I< 'jl00

lJ

I

~ III

S

0. ~

.&>

§

3 ..0

~~ fj

~i

]]

l..,

~ S

I

]1

..I<

._ 8

~l

~

'89

~s

i-.;l!

~ t

,~ e

I

1~'

III e!l '::I •

~.~

!

~~

~ ]

,5.8

'"

-

i

~!

I

]

~~

06 '0] I

III ~ 5 'S'..I<

0.

S

B~

0. f:- ~ Ii!

~ ~

I

~'

u •

..I< Ii

:l5

-B

s '"

~..I< ] ~ost;l

S III

'lfe

• ::I 01)

~~

~~ ~

!~.e-

o III

~.~ ~ ~ .-1i Vl

t:

'.,,~

c:> .., " 01) CI'l "'-

:;2-og

~ a III

bD

!~

~ ~~

01)

.:.: ~

;.§

~ 'fa ~ e, 0"

III '..,

B

Gl

J]

,~ 'S'

~o.

~

.~o

~~

§J

~ ,~ 6 ~

...

, i= f-~ :.(~ Vl~ :;2E ~

~

'E

~G

0N

~ '!ijo CIl

=

:;'~

Gl

B

~ ~ ~~ ~ CIl

N :.::~

So

'"

,

e

<

..::.=

0-o: III bb

II)

os 'I:

~

bD 0. C

-

~ 0

~s

~ .5u .s0; ~.~os '"Cl::I

~

-

CoO

""

i

.." ~

:::I

G.§

s,

~ ~

j

6

IHi C':I

E- ~

(10)

Simposium Hari Anak Nasional 2014

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

"_

..;

j a s 4

~

O~~=

~

a;:t

c¢t

::

=-

r

r

I

~ ~

r

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

II-==r'

>tq' tI1zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAFIt 4'

..

0

.-

pf}

~ ~

1}

'tr

It_

MIl' tW-,'" UO'-IW

.'-''''

'"8G'"

...

<b

cO

~ ~ ~) ~

cd

...

1.

..,.

,tA" 1211'

...

III'

'.

f_

-e-

-+~

_.&

-~

...

T\WIIII'" ~~

c[:)~

d9)

r::l9~

a::9~

a::t:J'

...

Gambar 1 Pemeriksaan Ballard Score

T b 16 I

a e

ntepretasi

. B IIa a r.d S

co

re

Skor

Minggu

-10 20

-5 22

0 24 "

5 26

10 28

15 30

20 32

25 34

30 36

35 38

40 40

45 42

(11)

\r~(':'··

I

I

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Simposium Hari Anak Nasiona12014

Tabel7 SkorDubowitz

I

Komponen:

!

• Tanda neurologis: 10

• Tandaeksternal: 12 ;

Tandaneu

rologis 0 1 2 3 4 5

Postur Pergelangan Pergelangan Siku, Siku, Siku dan

tangan, . tangan pangguldan panggul kaki

lengan, bengkok dan kakibengkok dan kaki tertarik

panggul dan kaki sedikit tetapi tidak bengkok mendekat

kaki lurus bengkok mencapai 90° ke tubuh

90°

Persegi jendela 90° 60° 45° 30° 0°

(pergelangan tangan)

Dorsofleksi 90° 75° 45° 20° 0°

pergelangan kaki

Rekoillengan . 180° 90-180° <90°

Rekoil kaki 180° 90-180° <90°

Sudut popliteal 1800

1600 1300

1100 900 <900

Tumit ketelinga Kaki lurus, Kaki lurus, Lutut sedikit Lutut Lutut

jari-jari jari-jari bengkok, bengkok, bengkok

mencapai mencapai dahi tum it tum it 90°,tumit

telinga mencapai mencapai mencapai

1400 dari 1400dari 900 dari

tengkurap tengkurap tengkurap

. Tanda selempang Siku Siku Siku berada Siku

berlawanan berlawanan di garis berada di

dengan garis dengan garis tengah garis

aksila midklavikular aksila

Kepala Kepala Kepala sedikit Kepala Kepala

tertinggallhead tertinggal kedepan tetapi berada satu bengkok

lag tanpa tidak mencapai garis dengan kedepan

pergerakan aksis tubuh aksis tubuh di luar

ke depan, aksis

pada 90° tubuh

I terhadap I I sumbu tubuh I I

Suspensi ventral kepala kepala sedikit kepala Kepala kepala

I

I terkulai ke terangkat dan mengangkat sejajar terangkat

I

bawah dan kembali tapi tidak dengan diatas

I kembali kurang mencapai· aksis aksis

I

san gat melengkung aksis tubuh, tubuh, . tubuh,

melengkung, kembali punggung punggung

I lengan & sedikit lurus lurus

I

I

kaki lurus melengkung

(12)

-r''''

i

jzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

!

Simposium Hari Anak Nasional2014

Tanda 0 1 2 3 4

Neurologis

Edema Edemajelas Edematidak Tidak ada

pada tangan jelas pada " edema

dan kaki, tangan dan kaki,zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

"pitting" di "pitting" di atas

atas tibis tibis

Tekstur kulit Sangat tip is, Tipis dan halus Halus, Sedikit Tebal dan

bergelatin ketebalan penenbalan, seperti

medium, roam retak dan seperti

atau terkelupas terkelupas perkamen,

pada pada bagian retak pada

permukaan atas, terutama bagias atas

atas tangan dan dandalam

I

kaki

Warna kulit Merah gelap Merah muda Merahmuda Pueat, hanya

pucat, merahmuda

bervariasi di pada telinga, antara tubuh bibir, telapak tangan dan

kaki

Opasitas kulit Vena banyak, Vena dan .Sedikit Sedikit Tidak ada

dan terlihat venules terlihat pembuluh pembuluh pembuluh

venules, darah besar darah besar darah terlihat terutama di terlihat di atas terlihat samar

perut perut . di atas perut

Lanugo Tidak ada Berlimpah; Penipisan Jumlah lanugo Paling tidak

panjang dan rarnbut sedikit dan setengah dari

tebal di seluruh terutarna d i areagundul punggu tidak

punggung daerah terdapat

punggung lanugo

bawah

Lipatan Tidak ada Tanda merah Tandamerah Indentasi lebih Indentasi

plantar lipatan kuliut kabur pada jelas lebih dari darizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA113 yangjelas setengah 1/3 anterior, anterior dan dalam

telapak kaki indentasi lebih dari 113

kurang dari 113

anterior

Pembentukan Puting terlihat Puting terlihat Areola Areola

puting samar, tidak jelas, areola menonjol, menonjol,

ada areola halus dan datar, batasnya tidak batasnya

-i diameter <0,75 _ternagkat, terangkat,

!

em. diameter <0,75 diameter >0,75
(13)

Ukuran . payudara Bentuk telinga Ketegasan telinga Genitals, perempuan Genitals, laki-laid Tidak ada jaringan payudara yang terpalpasizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA Pinae datar dan bentuknya kurang jelas, sedikit atau tidak melengkung pada batas-batasnya Pinae lembut, mudah dilipat, tidak kembali Labia mayora terpisah lebar, labia minora menonjol Skrotum kosong, tidak terisis testis Jaringan Jaringan

payudara pada payudara pada

satu atau kedua. satu atau . sisi, <0,5 em ~kedua sisi, satu

diameter atau keduanya

0,5-1,0 em Batas-batas pinae tidak melengkung Pinae lembut, mudah dilipat, kembali lambat Labia majora hampir menutupi labia minora Satu testis pada skrotum, masih tinggi Melengkung parsial seluruhnya atau bagian ataspinae Jaringan payudara pada satu atau kedua sisi, satu atau keduanya >1,0

em Melengkung

sempuma, seluruh bagian

ssss pinae

Kartilago pada Pinae keras,

tepizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAp in a e , kartilago pada

tetapi lembut, tepi-tepinya,

mudah . kembali segera

kembali Labia majora menutupi labia

minora

Satu testis sudah turon ke

kantung skrotum

Skor Dubowitz

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA=

Jumlah tiap item

Interpretasi:

. • Skor minimum:

°

• Skor maksimum: 72 (tanda neurologis 35, tanda eksternal 37)

Perkiraan usia kehamilan

=

(0,2642

*

(Skor total)

+

24,595

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Status

Pertumbuhan

Janin

Pertumbuhan janin dapat dinilai dengan menggunakan kurva pertumbuhan intrauterin

menurut Lubbchenko.

Pertumbuhan

intrauterin

dapat diklasifikasikan

dengan menilai

usia gestasi dan

menyesuaikan

dengan berat lahir, kemudian dipetakan dalam kurva pertumbuhan

intrauterin yang telah distandarisasi. Kurva ini membagi kategori bayi atas

small for
(14)

Simposium Hari Anak Nasional 2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

gestational age (SGA), appropiate for gestational age (AGA), dan large for

gestational age (LGA). Kurva ini berdasarkan ukuran bayi saat lahir, bukan

pertumbuhan fetal.

Cara memetakan bayi menjadi SGA, AGA, atau LGA, adalah dengan menentukan

titik usia gestasi dengan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Weight percentiles

4600 ••

4400

4200

4000 3800 3600 3400

3200

3000

2800

S2600

i

2400ttllt

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~ 2200 ~~~r+.rr~

2000zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA~ ~ ~ ~ A - ¥ 4

1800tflB£EIi

1600

1400

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1 2 0 0 ~+ -~..::r,,~~

I 0001-+'=f-~~-4-::

8OOH-'~:j,.-.q-:

600 400

o

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Gestational age (week)

(15)

Gambar 3 Kurva Persentil Tinggi Badan Menurut Usia Gestasi

Gambar 4 Kurva Perseotil Lingkar Kepala Menurut Usia Gestasi

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Length percentil ••zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~~~~~~~~~~~~

52rr~+b~~~~~~~~~~~-+~

~ttj:~~mm~~~~~~~t:~:t~tj

~~~~~~~~~~~~~~kd~~~

47~4-+§~~~~~~~~4-~~-+'~

:~~~~~~~~~~~~~.

-

44rr~€~""T++t't-7H--7f--+-E.

43H-+-+~~I"+-+--¥-+~~ S 42H-+-+*lI~'-+--¥-ho'-I--+'-+-+ ~41~~~~-+~rl-~~

~ 40H-~+"-Hrl-¥-+t'l--t

39H-~+-I-74--f,"+--I-+-38H-~+7'H-Tt--tf-t-:

37 H-+-H--++"I--381-+--+-+---+-+-.+-+

35 H-+-H--,f-t-

34H--+-+-H--33~~-+-'-'f-t

24 25 26 27 28 29 30 31 323334 35 36 37 36 39 40 41 42 43 Gestational age (week)

Gestational age (week)

(16)

Simposium Hari Anak Nasional 2014

Tabel 8 Klasifikasi Bayi berdasarkan Usia GestasizyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Classification of lntant' welglit Length Headclrc.

*

tandai dengan X pada kotak yang sesuai (SGA, AGA, atau LGA) untuk berat

badan, panjang, dan lingkar kepala.

Deteksi OrganzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBATubuh

Biasanya pemeriksaan rutin yang pertama adalah mencari abnormalitas, terutama hal

yang memerlukan tindakan

segera.-a. Sistem kardiovaskular

1. Warna

2. Laju pernapasan

3. Sesak napas

4. Kelainan napas

» Gerakan napas menurun atau asimetris

» Ronki

5. Peneriksaan jantung

Pemeriksaan dilakukan terhadap aktivitas prekordial, laju, irarna dan

kualitas bunyi jantung, terdapat murmur.

a. Diperiksa letakjantung apakah di kiri atau kanan dengan auskultasi

(17)

b. Laju bunyi jantung biasanya 120-160xlmenit, Hal ini bervariasi,

menurut aktivitas bayi.

e. Murmur lebih jarang terdengar dibandingkan dengan pada usia

selanjutnya. Bayi dapat mengalami kelainan jantung tanpa

terdengar murmur. Penutupan duktus arteriosus akan menunjukkan

munnur sementara, terdengar keras.

d. Apabila didapatkan keraguan dalam pemeriksaan jantung ini, baik

mengenai posisi atau letak, ukuran atau overaktivitas, sebaiknya

dilakukan pemeriksaan sinar x-dada.

Apabila suara jantung redup, terutarna bila disertai gangguan

pernapasan, hal ini sering kali bersifat sekunder terhadap

pneumotoraks atau pneumomediastinum.

e. Pulsus femoral, sebaiknya diraba, walaupun sering kali lemah pada

hari ke-1-2.

b. Abdomen

Pemeriksaan abdomen pada neonatus berbeda dengan bayi lebih besar, dan

selain itu juga bermanfaat untuk berbagai manfaat lain.

1. ' Organ abdomen anterior (hati, limpa, usus) sering kali dapat terlihat

pada dinding abdomen, terutama pada bayi prematur, pinggiran hati

dan pola usus kadang-kadang terlihat.

2. Biasanya hati neonatus teraba 2-2,5 em di bawah garis kosta. Limpa

biasanya tidak teraba harus diwaspadai situs inversus .

. 3. Pada palpasi yang lebih dalam, hal yang memungkinkan dilakukan

pada neonatus karena susunan otot belum sempurna dan belum ada isi

di dalarn usus, dapat dimanfaatkan untuk memeriksa ada tidaknya

ginjal atau massa lain.

(18)

"r""'"

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

.-.

Simposium Hari Anak Nasional 2014

e. Genitalia dan rektum

1. Laki-Iaki

a. Dilihat fimosis dengan b6rbagai gradasi

b. Skrotum, biasanya besar, seearazyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAembryonic analog dengan labia

pada bayi perempuan dan berhubungan dengan hormon maternal

c. Hidrokel testis

d. Testis sebaiknya diraba

e. Hipospodia dengan berbagai derajat

f. Panjang dan lebar

penis

Ukuran <2,5 em abnormal dan memerlukan pemeriksaan lebih

lanjut

2.

Perempuan

a. Pada bayi eukup bulan terlihat labia majora yang besar

b. Kadang-kadang ada mucosal tag dari dinding vagina

e. Terdapat eairan

putih

dari vagina

d. Labia ini sebaiknya diperiksa lebih dalam

d. Anus dan rektum

Harus diperiksa rutin secara hati-hati, mengenai ada tidaknya, posisi

dan ukuran (normal sekitar 10 nun) kadang-kadang keliru dengan

fistula besar.

e.

Kulit

Epidermis neonatus (terutama prematur) biasanya tipis, sehingga bagian yang

teroksigenasi akan menyebabkannya berwarna sangat kemerahan .

. Kelainan yang sering terjadi yaitu:

» Millia (plugged sweat glands) pada hidung .

. » Mongolian spot, warna nevi pigmen kecoklatan melingkar pada

tubuh bagian-bagian tertentu (punggung, bokong, paha) akan

(19)

!

Simposium Hari Anak Nasional2014

»zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAErythema toxicum, kandang-kadang terlihat pada saat lahir, suatu

lesipopulo eritematous sering kali pada ektremitas dan menghilang

dengan sendirinya, 'tanpa' pengobatan

1

minggu.

f. KeJenjar getah bening teraba pada sekitar

113

dari neonatus normal, biasanya

berukuran <12 mm, di daerah inguinal tulang punggung dan sendi.

g. Ekstremitas, tulang punggung dan sendi.

1. Ekstremitas

Kelainan jari (kurang, berlebih, sindaktili atau kelainan letak) , club

foot, dislokasi panggul merupakan masalah yang sering terjadi. Posisi

janin, banyak terjadi bayi mengalami letak puneak kepala aduksi, tibial

bowing atau akibat torsi tibia. Aduksi kaki depan, bila dapat dikoreksi

dengan penegangan sering kali sembuh sendiri dalarn beberapa minggu

,dan tidak bersifat serius. Tibial bowing atau torsi tibia dengan derajat

ringanjuga bersifat normal.

2. Untuk memeriksa dislokasi panggul, letakkan kaki bayi dengan posisi

froging (katak). Dengan jari tengah padatrochanter yang> besar, dan

ibu jari dan telunjuk memegang lutut, digerakkan untuk relokasi kaput

femoral ke dalam asetabulwn dengan menekan ke atas dari alas dengan

jari tengah dan ke bawah matras dan ke arah lateral dengan ibu jari

pada lutut.

Bila ada dislokasi,

akan

teras a pada gerakan ke atas dari femur sebagai

relokasi asetabulum.

3. Punggung

Terutama bagian lumbal bawah dan sakral harus diperiksa terutama

terhadap pilonidal sinus tract dan meningocele keeil atau kelainan lain.

h. Kepala

1.

Ukuran lingkaran kepala bayi rata-rata eukup bulan adalah

33-35

em.
(20)

Simposium Hari Anak Nasional 2014

2. Tulang kepala

harus

diamati tentang irisan atau jejas bekas tindakan

forsepszyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAatauJetal monitor lead. Diperiksa ke arah lateral untuk melihat

erosi dari tulang punggung dari pelvis maternal yang mengalami

kesulitan di bawah rambut. Kebotakan juga dapat terjadi.

3. Caput succedaneum (edema kepala akibat tekanan persalinan)

sebaiknya dicennati apakah ada hal lain yang menyertai yaitu cephal

hematoma, yang biasanya timbulnya kemudian <3-4 hari).

4. Mobilitas dari garis sutura untuk mencari craniosynostosis. Mobilitas

ini diperiksa dengan cara menekankan setiap ibu jari pada tempat

sutura yang berlawanan dan kemudian mendorong-dorongnya untuk

merasakan adanya gerakan.

5. Derajat molding pada tulang kepala sendiri harus dicatat, dan

dipertimbangkan. Biasanya molding seperti itu akan menghilang dalam

5 hari.

6. Kadang-kadang bayi men galamicraniotabes, suatu efek bola ping pong

lunak pada tulang kepala (biasanya parietal). Terutama terjadi pada

bayi postmatur atau dismatur. Bila halzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAini terjadi, biasanya ditemukan secara kebetulan, dan akan menghilang dalam beberapa minggu.

Kaplta Selekta Kelainan Dismorfik yang Memerlukan

Tindakan

Emergensi

(Rekomendasi dari Ponek)

Kelainan bawaan yang sering ditemukan pada neonatus dan memerlukan tindakan

kedaruratan dilakukan dengan cara segera dan cermat.

Memeriksa dengan urutan dari kepala ke ujung kaki, mengenali tanda dan gejala

klinis, dan menangani dan merujuk neonatus dengan kelainan bawaan tersebut:

I. Atresia koana

2. Celah bibir dan celah langit-langit

(21)

i .

i

4. Hernia diagfragmatika kongenital

5.

GastroskisiszyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

6. Meningomielokel 1·

7.

Omfalokel

8. Dislokasi panggul kongenital

9. HipospadiazyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

10. Anus imperforatezyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Dismorfologi

Istilah dismorfologi pertama kali dicetuskan oleh Dr. David Smith pada tahun 1960

untuk menjelaskan suatu ilmu mengenai kelainan bentuk fisik bawaan pada manusia.

Secara istilah, dismorfologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan mengenai bentuk

yang abnormal yang menekankan pada perkembangan struktur abnormal. Sebagai

disiplin ilmu pengetahuan, dismorfologi adalah

suatu

kombinasi konsep, ilrnu

pengetahuan, serta dilihat secara embriologi, genetika klinis, dan pediatrik. Sebagai

suatu subspesialistik dalam bidang kedokteran, dismorfologi digunakan untuk

seseorang dengan abnonnalitas kongenital dan keturunannya. Kapanpun apabila

seorang dokter dihadapkan dengan pasien yang memililki cacat lahir, maka dokter

tersebut dikatakan sebagai seorang dismorfologis (ahli dismorfologi).4.s.9-1l

Kelainan bentuk dismorfik dapat berupa

4

macam yaitu defonnasi, disrupsi,

dysplasia, dan malfonnasi:

Deformasi

. Adalah anomali yang disebabkan suatu kelainan .tekanan yang menghambat

pertumbuhan struktur normal. Penyebabnya adalah hambatan dalam uterus termasuk

faktor-faktor maternal.

(22)

Simposium

Hari Anak Nasional2014

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Disrupsi

Adalah kelainan bentuk disebabkan oleh kerusakan yang aktual terhadap jaringan

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

,

yang sebelumnya normal. Berbeda dengan deformasi, selain karena tekanan mekanis

juga disebabkan oleh fenomena seperti iskemia adhesi.

Displasia

Kelainan ini terjadi akibat organisasi sel atau fungsi yang abnormal pada jaringan

spesifik dari seluruh tubuh, yang menyebabkan perubahan struktur klinis secara jelas.

Biasanya disebabkan oleh mutasi gen tunggal.

. Malformasi

Kelainan yang disebabkan oleh kegagalan atau ketidaklengkapan

satu atau lebih

proses embrionik secara langsung pembentukan

jaringan

sejak awal terganggu berupa

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

arrested

(tidak terbentuk),

delayed

(terlambat), atau

misdirected

(salah membentuk).

Hal ini dapat berupa

limited

(meliputi 1 organ), meliputi beberapa organ, atau

membentuk suatu sindrom malformasi.

Penilaian Bentuk dan Ukuran Organ-Organ Tubuh (Mengacu pada Tabel dan

Kurva Terlampir)

1. Kepala: rnikrosefal, makrosefal

2. Wajah:facial asymmetry

3. Telinga:

small ears

4. Regio mata:

hypertelorisme, hypotelorisme

5.

Mata:

upslanted, down slanted palpebral fissure

6. Hidung:fetal nose, broad nasal bridge

7~ Regio perioral:

cleft lip

8. Rongga mulut:

cleft palate
(23)

r:-~'!'

,

Simposium

Hari Anak Nasional 2014

10. Dada:

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBApectus exavatum

11.

Abdomen:

omphalocele

12. Genital:

hipospadia

13. Anus:

anus imperforate

14. Punggung:

scoliosis

15. Kulit:

erythroderma

16. Ramhut:

alopecia

17. Kuku:

leukonychia

18.

Iari:polydactyly

19. Sendi:joint webbing

20. Tangan dan kaki:

arthrogryposiszyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Penilaian Organ-Organ Tubuh Tersebut Mengacu pada Tabel dan Kurva

Terlampir

»

Berat badan terhadap usia

»

Panjanghadan

terhadap usia

»

.Lingkaran kepala terhadap usia

»

Persentil berat dan usia

»

Persentil panjang hadan dan usia

»

Persentil lingkaran kepala dan usia

»

Persentil herat badan dan usia

»

Persentil herat badan dan usia

»

Persentil tinggi badan dan usia

»

Persentil BMI dan usia

»

Lingkaran kepala perempuan

»

Lingkaran kepala laki-laki

»

Ukuran dada

»

Ukuran tangan

(24)

Simposium Hari Anak Nasional2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

» Panjang kaki

» Ukuran wajah

» Ukuran mata

» .Ukuran panjang lekuk palpebral » Panjang testis

» Pertumbuhan penis dan testiszyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Diagnosis Dismorfologi

Pendekatan sistematik menjadikan proses diagnosis lebih mudah, lebih efisien dan

lebih pasti, tetapi "sistem" bukan berarti ritual. Setiap klinisi mengembanglcan

gayanya sendiri dalam memperoleh informasi anamnesis danpemeriksaan fisis. Bijak

rasanya, setiap pasien berbeda dari yang lainnya dan beberapa skema diagnostik harus

cukup fleksibel untuk mengakomodasikan perbedaan-perbedaan tanpa menghilanglcan

langkah penting. Masih beberapa prinsip umwn yang mendasari dapat didefinisikan

untuk menyediakan kerangka kerja untuk membuat diagnosiszyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

dysmorphologic.

Langkah-langkah individu dapat dipisahkan untuk tujuan diskusi, tetapi dalam

. praktiknya sering tercampur dan tumpang tindih. Komponen penilaiandismorfologik

meliputi: 4,10

Kecurigaan

Analisis

Sintesis

Konfirmasi

Intervensi

Follow up

Seseorang harus membawa anak dengan cacat lahir untuk menjadi perhatian

dalam diagnosis: Sering penting untuk mengetahui yang pertama kali menjadi curiga

bahwa anak mungkin tidak sepenuhnya normal dan apa petunjuk untuk kekhawatiran

(25)

dysmorphology pertarna kali dibawa ke dokter oleh orangtua atau perawat di temp atzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

,

perawatan bam lahir. Orangtua menjadi pemerhati yang tajam terhadap anak mereka

, t

dan tentu saja menghabiskan lebih banyak waktu mereka dengan anak-anak daripada

, dengan yang lainnya.

Strategi Umum dalam Proses Diagnosis

a. Model Scotland Yard

LiOW

M;I

.J

RIWAYAT MEDIS

~ PEMERIKSAAN FISIK .,,_

-'.,

._. _. MEMBUAT DAFTAR DlAGNOSA BANDING I

MEMBUAT FORMULA '"~

-'-,

'. HIPOTESA DIAGNOSTIC •

,

-"1r

: -MEMBUATRENCANA DIAGNOSTIK : -

..

UJI HIPOTESA (PADA PASIEN) ....

.-•

-

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Tidak

KONFIRMASI DIAGNOSA?

'." ".,..,...._..- . ._._ ..."... ..__ ._ .... ,

VA

_---).

AKHIR

Gambar 5 Metode Diagnostik Scotland Yard

(26)

r

I

I

I

I

IzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Simposium Hari Anak Nasional2014

b. Model dokter Watson

Walau teori kadang suIit untuk diterapkan, namun akan lebih mudah untuk

i §

membahas mengenai beberapa langkah model Sherlock Holmes yang terdiri

atas pengumpulan data, analisis, sintesis, dan defmisi. Setiap fungsi ini

memiliki tempat dalarn proses diagnostik, namun satu sarna lain saling

melengkapi. Dengan pengalarnan yang memadai, setiap orang akan

mengembangkan pendekatannya sendiri.

c.Model Sherlock Holmes

Pen~nalan

R2!!

Diagnosis

definitif... zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~ utama

wwww

Pemerlksaan

flsls

Refe"rensi ~

waktu,

...,.,.,.,..zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

I

. Tidak

""""""'"zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

adanva

-di~ostik

(27)

I

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBASimposium Hari Anak Nasional2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA Langkah-Iangkah Penegakan Diagnostik Dismorfik

a. Fase pengumpulan data

b. Fase analitik

c. Fase sintesis

d. Fase definisi sindrom

e.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAShunt pengenalan pola

f. Menentukan kualitas diagnosis

g. Apabila diagnosis tidak dapat ditegakkan

h. Envoi

Rangkuman

Pemeriksaan bayi saat lahir secara cermat rnerupakan hal yang penting untuk

menjawab pertanyaan keluarga dan menjawab pertanyaan bidan atau dokter

kebidanan. Tujuan informasi ini terutama untuk tindakan pengambilan keputusan.

Apabila kriteria normal sepenuhnya dipenuhi ibu bayi, maka akan melegakan

segala pihak, namun apabila kriteria normal itu tidak terpenuhi, maka diperlukan

langkah-langkah untuk menjawab berbagai masalah: Masalah yang mendesak harus

diketahui saat bayi lahir, karena memerlukan tindakan segera,

dan

masalah yang tidak

mendesak, tetapi memerlukan waktu dalam penelusuran langkah-langkah

diagnostiknya untuk keperluan konseling.

I

I

!
(28)

Simposium Hari Anak Nasional 2014

I. Lampiran

Beberapa Kurva Penilaian Fisik

Riwayat keluarga. Aspek-aspek penting tentang riwayat keharnilan dan

perinatal (rnisalnya kelainan metabolik, hernofilia,zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAcystic fibrosis, ginjal polikistik, riwayat kernatian perinatal)

Riwayat Maternal Usia

Golongan darah Transfusi

Sensitisasi go longan darah Penyakit kronik pada ibu Diabetes

Hipertensi Kelainan ginjal Kelainan jantung Gangguan perdarahan

STD, tennasuk herpes danzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAHIV/AIDS

Infertilitas

Infeksi baru atau terpapar

Kematian yang Lalu, Masalah, dan Luaran Abortus

F etal demise

Kernatian neonatal Prernaturitas Postmaturitas Malfonnasi

RDS

Kuning Apnea Riwayat Obat-Obatan °Medikasi Kecanduan obat Alkohol Merokok Kehamilan Sekarang Dugaan usia keharnilan

Percepatan (normal 16-18 rninggu)

Teraba BJA dengan fotoskop (18-20 rninggu)

Hasil dari berbagai tes janin (rnis: amniosentesis, USG, estriol, monitoring janin, tes maturitas paru, dan skrining infeksi perinatal)

Preeklarnsia Perdarahan Trauma Infeksi

(29)

"f"":"

i

!zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Simposium Hari Anak Nasional2014

Polihidramnios

o

Iigohidramnios Glukokortikoid Supresan persalinan

AntibiotikzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Persalinan

. LetakzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Onset persalinan Pecahnya ketuban Lama persalinan Demam

Monitoring janin

Cairan amnion (darah, mekoneal, volume) Analgesik

Anestesia

Perfusi dan oksigenasi ibu Cara persalinan

Penilaian awal di ruang persalinan (syok, asftksia, trauma, anomali, suhu, infeksi)

. SkorAPGAR Resusitasi

Penilaian plasenta

(30)

Simposium Hari Anak Nasional 2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(31)

· :.0:',zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA·-< ;:·,~;.:·...::·v:·...;.·zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA:"",i,- ~:~: :H-!+:.:

-- .,"'-, i7!"'~c··r: ",,-:1- -..

+..

+.-.~ 'c"

I :~., •••• ~•• ~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA;~l"-:~'-'~ ~:,~-f:'7:' ~yo ;".~: ••: .,;,I .

Simposium Hari Anak Nasional2014

Gambar 8

Kurva

Persentil Tinggi

Badan

Menurut Usia pada Anak

Perempuan Usia 0-36 bulan

(32)

14

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

IIiiiii

(33)

",1-=

.",.;.:;.

" . iii.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Gambar 10 Kurva Persentil Berat Badan Menurut Usia pada Anak

Laki-lakl

Usia

~36

Bulan
(34)

Simposium Hari Anak Nasional2014

.~. 0.: ~., • ,~. ~.. "..;'.. ,.,:' !~.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA-~_tzyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA.:1J!I!I'. .~ .. ~.

~~'t:ia~~~~~~~'iili'!'

(35)

Gambar 12 Kurva Persentil Lingkar Kepala Menurut Usia pada Anak

Laid-laid Usia 0-36 Bulan

(36)

Simposium Hari Anak Nasional2014

(37)

<>, .~. ,,:. "'~. .. ~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAI_T,"'~"'.

::~ ...~~!

.~=~~l!~~~~~fk;~;~;;:~~~~~~~i=J;!;'~~

i,'

...

~-,

'.40"

Gambar 15 Kurva Persentil Tinggi Badan Menurut Usia pada Anak

Laki-Iaki Usia 2-20 Tahun

(38)

Simposium Hari Anak Nasional 2014

CDCiGroWth'::Cbai1s:.. .. Unlt' •....dState.:....

f- ...i .'

'i: ..~

_:I~.1~·:':,l:-t:·+

~1"+ ~~~~HI'~l·,·!;c:I~+ ~}zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA-IH++.:-hl.-l:'I~~';~.~:

:>:~.::"

~ti

r")~'

:~~~~(A;~;t±=t~~~~~~~~~tittl~1lJ=

<: ::~~

t·-:..

' .. ~

.M-10-: -;.:. ";';. .. I..'I.!"'.'

.<._--r-. .. ' .~ ' .. '.'

_~.: ..:;.-. -.1.-..

:...-,!~~;

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
(39)

. '_.. . __ . ,. ,_ ~1~ .. ·

",. -.'.:- ~O_f"'"zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAC.J ' .100< : ... -oc . .. ';,-,' ... ·c.··

.e-d:,.._

'-:':fF~'~

~~~~~:

~:~

i~ ~

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~~£Z

~~'j~]~~~~

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~~

Gambar 17 Kurva Persentil Indeks Massa Tubub Menurut Usia

pada

Anak Perempuan Usia 2-20 Tahun

(40)

Sim posium H ari A nak N asional 2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

-zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA..:,':-':',,-":: .' .

'': ~ ...,H~·OclA'CI1MfEREN6E'GieUs:.

;:~..,

.,;_-:-, • '.1r::~ .' -':,':i: !.; .':,

: \' ',' • ;:' ._u ':[~.'

.. ..•. , ::1: .:. :':':".::0: ::. ?~ I:-, ."~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA.:_:l"r" ;':_' ;~::1'.. :."."

;"'"

•.

·:·.,1.·--,';&0

:.;,~~ ..',

....

:.;;~

.- -. .. - . ,-::. '. ::.: :-_" ", ~_.,:

._';;~, 05.':·:.

I,~ ...

:c.:; _, ',. :';;':

'.' :;:~~:,~ -,;

:~2:':

i.

.

,

,,

·';.+::~:.~p,j(

_ ''1''.

...

~~.,...·.'.i.~.'- - :'''' .. .. ....".- " ,.,.';. ::; :.',:,::'';' '".'.'.;.20....'.·~:'::.;i

:'Ji ;':j.' :":: _'.:zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA;1'11~.l· ..

,--.' :~~~,., "::-i~~ ';":~_:'.; . ''''".'':.' .. ..

h-"""'-'+--"",;t: .. ~~,.,.",.~~:.~;: ..~;:-:''''':HI"il.: ..'-'"...~_•.~.~in-:,~.~.·.;_'~':~'."';' ~._....,;;;,~..~.,; •• ~ ;:~:~ ::,' ~ ;~ -:: ~ ~: ~; ~;' ~ ;.:

f~

.~~:j.,

- ';:~~'''''.-., , • -:~I~.", :;::),:-'," ':;; • ..1 :_,~'.

,C,~,6:;;;::.;:Z;s,9l(~n ':::.~:~;~:'; :.~..,;;:. ..<~:: ,_;zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA"',;',r;, : ',

.:: ,~~ .... _- :" 1. ~. ;: ":~-:~~;. ",; ';'~,.-: ~.:::

:~~e~··:

:

,; :': ,,;, >:,i '.; ;,-:;'f:,,~ :.~:i-.ojI. . .• ~, " <.,;

:;~;~~:'~~, ~.' :.;~:1.'. ~..~f :~:;~:~;:;;~~:::.:,;~;'.~,;::~:.~:;:~~.j: :

....,: ....

,... :':,":::

.... ;.::,

Gambar 18 Kurva Persentil Lingkar Kepala Menurut Usia pada Anak Perempuan Usia 2-20 Tahun

(41)

144

"ii;~~'~~,":;" "':.,

'::~,;~~:1::"

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

i8i~,;< :'~':: :.~ - , .. _ .. 'zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

;.. ...

,-:....;

" '.../,:. ;":

'-'.~ :....(.,.

.

.:-I::

.:.::.

..: :It "

::' ..zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

,'"t·,·

....,.-..',.

;,~<..,::.".

,!F" ", t·,,;;;,i

:Q!. ~ ';ifi;.,:· 'i) :!.(~18:.,~! ':~$;

',:...., .'

,,~;

;t .~..

~1~,;;fi,'::

.;19·~·;,t;

;'(¥;:~3A~

.~ ..zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(42)

Simposium Hari Anak Nasional 2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1:';

~:':;i····"I,.:~,I~~~;~~

~'~~[:~;;

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

. ~:c'

...

:....;;;~r8H:'·~~· ~ ?-i.. he

.J;,:;;j~~r~tii~pr:-~I?'

....

J. 1 ,}~

.'

!::' .':'~ i':U '.

"'·h, .. :,"

.:

J,::.

j,. : :. ,:. I.".
(43)

-.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA~". ---_:.:_zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA,.'...,..~;.,.-:

", ,;1

~;f."'-'"

-H+-+_,...,_;t-'t-+..

··:'--.h:..H..~~··i~~.:;.;;; ..~:""·...""'....+: ;,;.' 4-~'...L;. F.;p.~"..+."..4; '..,..,..~

.'..' ;,."."" ... .."'~ ..., ...,.';.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

(44)

Sim posium H ari A nak N asional2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

·30~,,;·=+=r""i-"'-"""'';'_=+'''-i=''i··'-,...·zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAs,"".:j

" 'liJR1:~cPii!$,iiiiie:

. 28·}:t:'~+---41---4'-'-'"+---+~+-"-'-i;-:':;':-'I;'-"~."""'I" ~zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

,,_.,,-,;__)~i;i1-~~

?:t~7ih:

'.:.~;::..zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA_ ',,.r"

:~;

;:. ...,,...,,;;.~

.... ,;';'

,~-""

I:

,~

. i

': 'I;

'.; !:

(45)

r-Simposium Hari Anak Nasional2014

(46)

Simposium Hari Anak Nasional2014

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

':zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

-,:zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA~..' '...

,

.

• ,.... • M ',:

;0'.".

(47)

:~

'~.zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

,~ ,.Gj:

}J.'

.·.~~t;~E!~~l.:lFij.q,,~~~,:,~~g~··

.r.~· ___"'~--";--'-_"'~~=,-,-~~=~=-:...:...=""-'-";;;..==~;;;.:.._--'--=,....c=---..:...---.;.;.""'1

J~~~

.

.

~~~.'

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

·!# ~ ~ i:.

:;27.r:;:

}2S~C

'25'/

'.~~!f;::'

.:~c::·~::·:,

••

...·It~~;;·

'.::;.7..~.

>~ ...~=

.;\~.

"c:.:""'~"!":i''-;~; .

.""'"--..._",~,\~1a~.:

.~:

.:;:

".

./.

(48)

-r;."zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Simposium Hari Anak Nasional2014

':',zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA:

(49)

Bandung, 9 Agustus 2014 153

I/( . ';' ;:1£zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

····',f;i6;

','$/

r~), '.'@ .'~~::

pP~~~t®;;iti~{!"'!

'8,

f1C)JJRE~2300:~,0~rowlfi:C' .zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~.~oV

~1rjll;!

;0

0

:0:•. 00

::2i

.~ . "'.: ; '.: .' .... r ~·

(50)

Simposium Hari Anak Nasional2014zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

~k,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA :c~: .

-,~."

~ip;':"'~'

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA"i~::" ;~; .zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA'iii;:

1~h·,t~;'t'4;;

<'t~o

:~E1.~t:·

·,I.~~.'wl~~~

••

W:~"i~~~~))~~!~~·

• ;~'.':. • '.~:"-:'" •• ..:"<; •• , •

.:.

.r4::·Jk8~

~;{(1.12"1.~'(

:lA'

(51)

Daftar Pustaka

1.

Gomella TL, Cunningham MD, Eyal FG, Zenk KE. Neonatology, management,

procedures, on-call problems, diseases, and drugs. Edisi ke-6. United States of

America: Me Graw-Hill; 2009.

2.

Cloherty, John P. Cloherty

MD,

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBAAnn

R, Stark MD. Manual of neonatal care. Edisi

ke-4. Lippincott-Raven; 1998.

3.

Klaus, Fanaroff. Care of the high-risk neonatal. Edisi ke-5. Saunders; 2001.

4.

Aase

zyxwvutsrqponmlkjihgfedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA1 M .

Diagnostic dysmorphology. Springer; 1990.

5.

Jones K. Smith's

reconisable patterns of hwnan malformations.

Edisi ke-6.

Saunders; 2005.

6.

Einspieler C, Heinz F,

R.

Prechtl. Prechtl's assessment of general movements: a

diagnostic tool for the functional assessment of the young nervous system.

MRDD Research Rev. 2005;11: 61-7.

7.

Brian M, Casey

MD,

Donald D, McIntire, et al. The continuing value of the

Apgar score for the assessment of newborn Infans. N

Engl J

Med.344(7): 467~71.

8.

Eriyati I, Nani D, Rinawati

R,

Risma

K.

Pelayanan obstetri

dan

neonatal

emergensi komprehensif (PONEK). Asuhan Neonatal Esensial; 2008.

9.

Reardon W. The bedside dysmorphologist.

Oxford: Oxford University Press;

2007.

10. Approach to the Child with Dysmorphism or Developmental Delay. Dalam:Firth

HV, Hurst JA, Hall JG, penyunting. Oxford Desk Reference; Clinical Genetics.

Oxford: Oxford University Press; 2005.

II.

Mahalingam

S, Achappa

B.

Comparative assessment of fetal malnutrition by

anthropometry and CAN score. Iran

J

Pediatr. 2012;21(1):70-6.

Gambar

Tabel 2 Skor DowneSkorFrekuensi
Tabel 4 Skor Retraksi Silverman
Gambar 1 Pemeriksaan Ballard Score
Gambar 3 Kurva Persentil Tinggi Badan Menurut Usia Gestasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karna itu, dengan adanya anggapan dari kalangan masyarakat luas bahwa dalam penanganan perkara tersebut ada pengistimewaan kepada terdakwa dari aparat penegak

Electric Super Starter adalah detonator elektrik instan yang ditempatkan dalam kumpulan penghalang plastik yang memudahkan hubungan antara shock tube dan kawat

Berdasarkan paparan pada latar belakang terdapat tiga poin penting sebagai acuan dalam penelitian. Pentingnya mengusahakan keseimbangan dalam menstimulasi fungsi otak

Melalukan penelitian stabilitas batu pelindung pada seawall dengan variasi jenis gelombang, periode, tinggi gelombang dan kedalaman perairan yang lebih tinggi atau

Untuk memasuki halaman ini klik table kategori produk yang berguna untuk penambahan kategori produk maka akan muncul form seperti gambar dibawah ini lalu klik tombol

Menurut Njurumana dan Butarbutar (2008) potensi sumberdaya lahan yang tersedia dengan daya adaptasi alamiah untuk jenis tanaman hasil hutan bukan kayu dapat

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed)... Correlation is significant at the 0.01

o Bagian awal Laporan KP, mulai dari Lembar Pengesahan sampai dengan Daftar Lampiran diberi nomor halaman dengan Angka Romawi kecil, sedangkan untuk bagian isi