45
BAB IV
ANALISA KASUS
4.1 Latar Belakang Kasus
Kehadiran 7-Eleven di Indonesia menunjukkan bahwa pemain baru tetap dapat memiliki kesempatan dalam mengembangkan bisnisnya meskipun situasi industri ritel Indonesia yang penuh dengan persaingan. Sejak di buka gerainya tahun 2009 sampai sekarang tahun 2010 telah menujukkan perkembangan hingga memiliki 13 gerai di Jakarta. Perkembangan 7-Eleven merupakan salah satu bukti nyata yang menunjukkan bahwa ini awal yang baik didalam mengembangkan bisnis ritel di Indonesia.
Toko 7-Eleven didirikan pada tahun 1927 di Texas, Amerika Serikat. Nama 7- Eleven dimiliki oleh perusahaan Amerika yaitu Southland Corporation. 7-Eleven mengalami perkembangan yang baik di Amerika dan akhirnya berkembang hingga negara – negara di dunia dan Indonesia juga termasuk negara untuk program ekspansi 7-Eleven. Pada dekade 1980 ekspansi 7-Eleven masuk ke Indonesia dan mencoba usahanya, namun kenyataan menujukkan hal lain. Pada dekade itu pula 7-Eleven menghentikan usahanya di Indonesia.
Tahun 2005 7-Eleven dimiliki oleh perusahaan Jepang, yaitu Seven & I
Holdings Co. Setelah 7-Eleven menjadi milik Jepang maka ekspansi ke Indonesia
akan dilakukan kembali, akan tetapi pemerintah RI menolak memberikan ijin. Tahun
2006 menurut Aprindo pemerintah masih menolak kehadirannya karena untuk jasa
pendistribusian barang untuk convenience store masih masuk dalam daftar negatif investasi. Peraturan ini ditujukan untuk melindungi usaha kecil warga Indonesia agar tidak terancam dengan usaha asing yang mendominasi.
Tahun 2009 7-Eleven memutuskan untuk bekerja sama dengan salah satu perusahaan Indonesia, yaitu PT. Modern International. Dengan kerja sama ini maka convenience store 7-Eleven dapat memiliki ijin untuk mengembangkan usahanya di
Indonesia. Tanpa adanya kerja sama ini untuk kelas convenience store akan mengalami kesulitan mendapatkan ijin di Indonesia jika dipegang oleh perusahaan asing secara langsung.
4.1.1 Sejarah 7-Eleven
7-Eleven merupakan pelopor konsep convenience store pada tahun 1927 di perusahaan es Southland Dallas, Texas. Selain menjual balok es untuk mendinginkan makanan, juga menawarkan susu, roti dan telur. Ide bisnis baru ini ternyata dapat membuat pelanggan puas sehingga meningkatkan penjualan dan merupakan convenience store pertama di dunia.
Gerai pertama perusahaan yang dikenal dengan nama toko Tote'm pada tahun
1946 berubah nama menjadi 7-Eleven untuk mencerminkan toko baru. Jam toko
diperpanjang dari 7 pagi sampai 11 malam, tujuh hari seminggu. Jam toko dari 7 pagi
hingga 11 malam ini yang mencirikan nama dari toko (7-Eleven / 7 sampai 11). Nama
perusahaan berubah dari Southland Corporation menjadi 7-Eleven, Inc pada tahun
1999.
47
7-Eleven memimpin di dalam industri ritel. Berbasis di Dallas, Texas, perusahaan memiliki lebih dari 7.100 toko di Amerika Serikat dan Kanada. Gerai yang beroperasi di Amerika Serikat berjumlah 6000 gerai dan diantaranya 4.800 adalah bisnis waralaba. Setiap toko berfokus pada pemenuhan kebutuhan pembeli yang sibuk dengan menyediakan pilihan yang luas, produk dan jasa yang berkualitas tinggi pada harga yang wajar, bersama dengan transaksi yang cepat dan bersih, aman, ramah lingkungan.
7-Eleven dikenal secara internasional untuk minumannya, yaitu Big Gulp yang berupa minuman ringan (soda), Big Bite (hot dog), minuman Slurpee dan kopi.
7-Eleven memiliki sekitar 31.400 gerai di negara – negara di dunia termasuk Jepang, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Cina, Hong Kong, Malaysia, Meksiko, Singapura, Australia, Filipina, Indonesia, Norwegia, Swedia dan Denmark.
Pada bulan November 2005, 7-Eleven, Inc menjadi anak perusahaan tidak langsung dari Seven & I Holdings Company, sebuah organisasi berbasis Jepang (corp.7-eleven.com).
Convenience store 7-Eleven mulai berkembang lagi setelah menjadi milik perusahaan
Jepang hingga berniat untuk melakukan ekspansi keluar termasuk Indonesia. Di
Indonesia 7-Eleven mengalami hambatan dalam mendapatkan ijin dari pemerintah
karena adanya aturan pemerintah yang melarang pengusaha asing yang terjun
langsung di bisnis ritel dengan luas bangunan skala kecil. Namun setelah melakukan
kerja sama dengan PT. Modern International Tbk sebagai master franchise, maka 7-
Eleven dapat memulai bisnisnya di Indonesia. Pada tahun 2009 7-Eleven resmi
memulai bisnisnya di Indonesia.
Terdengar kabar bahwa Seven & I Holdings Company melakukan kerja sama melalui joint venture dengan PT.Modern International. Setelah dibentuknya joint venture
dengan mitra local, mereka akan membentuk master franchise, sehingga cara ini akan mempermudah penetrasi peritel asal negeri matahari terbit ini di pasar Indonesia.
4.1.2 Perbedaan Convenience store dan Minimarket
Di Indonesia, khususnya kota besar, minimarket tumbuh dengan pesat.
Jaringan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart, terus bertumbuh dan makin hari semakin meningkat jumlah pelanggannya.
Konsep convenience store menawarkan pengalaman berbelanja melalui jam operasional 24 jam, atmosfer toko yang eksklusif, display produk yang unik dan lingkungan berbelanja yang nyaman dan aman. Pengalaman berbelanja adalah produk utama yang ditawarkan convenience store dan membedakan dari yang lain bahwa bisnis ritel dapat memberikan kenyaman terhadap konsumen disaat berbelanja.
(http://sindhu-strong.com/2010/07/marketing-experiential-pada-convenience.html).
Convenience stores adalah toko berukurang kecil yang menyediakan produk
kebutuhan sehari – hari yang terbatas dan menyediakan pula produk lain yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam hal kenyamanan. Lokasi convenience store banyak terdapat di jalan yang ramai atau di stasiun gas / SPBU (Cyprus and Harris, 2010).
Sedangkan mini swalayan (Minimarket) adalah sarana/ tempat usaha untuk
melakukan penjualan barang-barang kebutuhan sehari-hari secara eceran dan
49
langsung kepada konsumen akhir dengan cara swalayan yang luas lantai usahanya
paling besar (maksimal) 200m
2(Perda DKI Jakarta No. 2/2002 tentang Perpasaran Swasta).
Convenience Store sendiri diposisikan berbeda dengan Mini Market. Produk
yang disediakan oleh convenience store lebih sedikit dibandingkan dengan minimarket, walaupun luas toko pada umumnya hampir sama dengan minimarket.
Pelanggan biasanya mendatangi convenience store untuk membeli barang-barang yang segera digunakan. Convenience store juga buka 24 jam 365 hari dalam setahun.
Minimarket biasanya tidak buka 24 jam sehari 365 hari setahun, dan barang-barang
yang disediakan biasanya untuk keperluan rumah tangga. Minimarket biasanya didatangi oleh ibu rumah tangga untuk belanja keperluan seminggu, namun convenience store didatangi oleh karyawan dan mahasiswa untuk berbelanja kebutuhan saat itu juga (Brand Management Circle K, 2009).
4.1.3 Produk – Produk 7-Eleven
Gerai convenience store 7-Eleven yang menyajikan makanan dan minuman
siap saji ini memiliki perbedaan dari lawan - lawannya. Salah satu produknya yang
telah dikenal secara internasional yaitu Slurpee yang telah membuat sebuah tren baru
dalam sebuah minuman. Slurpee juga merupakan best-selling produk dari 7-Eleven
karena keunikannya. Minuman ini berupa minuman soda, namun bukan soda biasa,
melainkan soda yang telah diproses menjadi es dan dapat diminum serta dimakan
menggunakan sedotan dan sendok. Lalu yang membuatnya unik, produk minuman
soda di 7-Eleven memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan akan membuat pelanggan sangat puas.
Yang membedakan 7-Eleven dari bisnis ritel lainnya, yaitu tersedianya banyak makanan siap saji. Walaupun Circle K juga menyediakan makanan siap saji, tetapi 7- Eleven memiliki produk yang lebih banyak dan 7-Eleven lebih fokus pada produk siap sajinya. Beberapa produk 7-Eleven, diantaranya:
Gambar 4.1 Big Gulp
Big Gulp merupakan minuman soda dalam ukuran besar. Soda yang dapat
dipilih diantaranya Coca-Cola, Pepsi, Diet Coke, Diet Pepsi, Mountain Dew, Sprite
dan lainnya.
51
Gambar 4.2 Slurpee
Slurpee adalah minuman soda yang telah diproses menjadi es. Minuman ini
telah dikenal secara internasional akan keunikannya. Dalam pembuatan Slurpee
diperlukan mesin khusus yang dapat memproses minuman soda hingga menjadi
sebuah minuman tersebut. Produk ini juga merupakan best-selling produk di 7-
Eleven.
Gambar 4.3 Big Bite
Big Bite merupakan makanan berupa roti dengan daging ditengahnya atau
dikenal dengan nama hotdog dan disesuaikan dengan ciri khas 7-Eleven. Produk ini akan dipanaskan dengan Mikrowave sebelum di bayarkan di kasir.
Gambar 4.4 7 Fresh
7 Fresh merupakan makanan berupa soti sandwich yang disediakan dengan isi
yang bervariasi seperti sapi, ayam, tuna, dan lainnya.
53
Gambar 4.5 Cafe Select
Café Select merupakan minuman yang terdiri dari kopi dan teh dengan rasa
yang bervariasi. Dengan konsep self-service maka pelanggan akan mendapat pengalaman baru dalam mendapatkan produk ini.
Produk – produk 7-Eleven lainnya juga masih ada seperti paket bento yang
berupa makanan paket, lasagna, dan banyak lainnya. Dengan tersedianya banyak
makanan siap saji ini telah dapat membuat banyak pelanggan yang datang. Disaat
tertentu seperti bulan Ramadhan, 7-Eleven akan menambah produknya, seperti menu
untuk berbuka puasa yang terdiri dari tajil, kurma dan makanan utama. Hal ini juga merupakan salah satu usaha dari 7-Eleven dalam melakukan promosi untuk
mengembangkan usahanya.
4.1.4 Perijinan 7-Eleven
Convenience store merupakan minimarket yang menyajikan makanan dan
minuman siap saji dengan rata-rata ukuran bangunan berkisar seluas 200 m
2. Namun beberapa kendala dihadapi oleh 7-Eleven karena memiliki fasilitas yang berbeda dengan yang lainnya.
Pemerintah melakukan investigasi terhadap 7-Eleven dan ijin sebagai convenience store tidak didapat, melainkan 7-Eleven dianggap sebagai restoran atau
cafeteria. Hal ini disebabkan gerai 7-Eleven di Indonesia menyediakan kursi dan meja untuk pelanggan dan juga memiliki lantai ke 2 untuk pelanggan yang berfungsi sama dengan cafetaria. Hingga saat ini masalah status ijin 7-Eleven masih belum terselesaikan dan tindakan dalam menyelesaikan masalah ini masih belum diketahui perkembangannya.
4.1.5 Permasalahan
Perkembangan 7-Eleven di Indonesia menunjukkan awal yang baik dalam
kecepatan menambah gerainya. 7-Eleven telah berhasil dalam mendapat pangsa pasar
dan terus berkembang hingga menambah gerai – gerainya di Indonesia. Langkah 7-
Eleven di Indonesia menunjukkan contoh yang baik sebagai pemain bisnis ritel baru
55
di Indonesia. Walaupun persaingan industri ritel di Indonesia saat ini sangat ketat, pemain baru seperti 7-Eleven telah menunjukkan perkembangan yang baik. Hal ini perlu dianalisa tentang keberhasilan PT. Modern International Tbk dalam mengembangkan 7-Eleven di Indonesia.
4.2 Analisa dan Pembahasan Kasus 4.2.1 Analisa Persaingan
Luas Toko
Jumlah Produk
Besar
Kecil
Sedikit Banyak
CVS Minimarket
Supermarket
Hypermarket