Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 705
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR 6T ( TEPAT SASARAN,TEPAT JUMLAH,TEPAT HARGA,TEPAT WAKTU,TEPAT KUALITAS,TEPAT
ADMINISTRASI) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL KARAWANG
Ifa Atiyah Nur Alimah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan serta menganalisis pengaruh antara Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divisi Regional Karawang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 16 dengan kuisioner yang dibagikan kepada 167 responden. Data tersebut menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, metode skala likert, rentang skala, analisis deskriptif, transformasi data, analisis korelasi, koefisien determinan, uji signifikan dan pengujian hipotesis.
Adapun hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa :
1. Kualitas pelayanan dengan menggunakan 16 butir pernyataan dari 16 indikator yang berdasarkan hasil olah kuisioner diperoleh nilai rata-rata sebesar 629,3. Hal ini menunjukkan bahwa responden menganggap untuk kualitas pelayanan program Raskin pada Perum Bulog Sub Divre Karawang sudah baik.
2. Pencapaian indikator 6T dengan menggunakan 16 butir pernyataan dari 16 indikator yang berdasarkan olah kuisioner diperoleh nilai rata-rata sebesar 626,8. Hal ini menunjukkan bahwa responden menganggap untuk pencapaian indikator 6T program raskin pada Perum Bulog Sub Divre Karawang sudah tepat.
3. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 13.511 dan lebih besar dari t tabel dengan nilai 1.960 (t hitung > t tabel : 13.511 > 1.960). Hal ini berarti bahwa Ho ditolak yang menyatakan pengaruh antara kualitas pelayanan dengan pencapaian indikator 6T program raskin adalah positif (r=0.725) dan signifikan dengan tingkat kesalahan 5% yang menghasilkan nilai koefisien determinasi sebesar 52.5%. Dan sisanya sebesar 47.5% merupakan faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pencapaian Indikator 6T A. PENDAHULUAN
Kebutuhan dasar manusia terpenting adalah pangan dan pemenuhannya adalah hak asasi manusia.
Keadaan masyarakat Karawang sekarang semakin bertambah masyarakat yang kurang mampu, maka program dari pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, salah satunya adalah program Raskin.
Program Raskin adalah program nasional yang merupakan komitmen pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat kurang mampu. Berdasarkan UU No.10 Tahun 2010 tentang APBN 2011, ditetapkan subsidi pangan (Raskin 2011) sebanyak 15kg/RTS/bulan selama 12 bulan dengan harga tebus Rp.1.600/kg di Titik Distribusi. Sasaran program Raskin tahun 2011 untuk Kab.Karawang adalah Rumah Tangga Sasaran (RTS) hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2008 (PPLS- 08) BPS sebanyak 192.069 RTS-PM yang tersebar di 309 desa di 30 kecamatan. Perum Bulog Sub Divre Karawang sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pelayanan penyaluran Raskin di Kab.Karawang. Pelayanan prima merupakan elemen utama di Perum Bulog Sub Divre Karawang dan dituntut untuk memberikan pelayanan Raskin yang memenuhi standar pelayanan yang optimal.
Dengan adanya program Raskin ini Perum Bulog Sub Divre Karawang harus bekerja keras menjalankan tugas pemerintah dalam memberikan kualitas pelayanan program Raskin agar dapat mencapai
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 706 indikator 6T yaitu tepat sasaran,tepat jumlah,tepat harga,tepat waktu,tepat kualitas dan tepat administrasi.
B. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Malayu S.P Hasibuan 2008:2)
2. Pengertian Kualitas Pelayanan
Kualitas layanan adalah perspektif konsumen dalam jangka panjang dan merupakan evaluasi kognitif dari transfer jasa. (Christina Whidya Utami , 2010 : 291)
3. Pencapaian Indikator 6T
Pencapaian indikator 6T pada program Raskin yang diharapkan yaitu tepat sasaran,tepat jumlah,tepat harga,tepat waktu,tepat kualitas dan tepat administrasi. (Pedoman Raskin 2011 : 23)
4. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan kajian teori yang telah di bahas pada landasan teori, maka penulis membuat alur pikir penelitian yang tertuang dalam gambar dibawah ini yang menghubungkan antara teori-teori kualitas pelayanan dan pencapaian indikator 6T, variabel yang digunakan dan buku acuan yang dipakai dalam penelitian ini.
Gambar 2.1 Alur Pikir Penelitian Sumber: Peneliti, 2012
Dari gambar diatas dapat di deskripsikan bahwa kualitas pelayanan terhadap pencapaian indikator 6T dipengaruhi oleh tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, sedangkan pencapaian indikator 6T terdiri dari tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Sebagai acuan teori utama penulis mengambil sumber dari Zulian Yamit, Christina Whidya Utami dan Pedoman Umum Raskin 2011.
C. METODELOGI PENELITIAN 1. Metode Penelitian
Kualitas Pelayanan Pencapaian Indikator 6T
Teori Acuan:
Zulian Yamit 2010 Christina Whidya Utami 2010
Teori Acuan:
Pedoman Umum Raskin 2011
Faktor yang mempengaruhi:
1. Tangibles 2. Reliability 3. Responsiveness 4. Assurance 5. Emphaty
Pencapaian Indikator 6T : 1. Tepat Sasaran 2. Tepat Jumlah 3. Tepat Harga 4. Tepat Waktu 5. Tepat Kualitas 6. Tepat Administrasi
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 707 Metodelogi pada suatu penelitian ini menyangkut metode penelitian yang digunakan, proses penentuan sampel, instrumen yang akan digunakan dan teknik yang digunakan dalam menganalisis data deskriptif dan verifikatif.
2. Variabel Penelitian
Defenisi konseptual penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Variabel X (Independent variabel) Kualitas Pelayananb.
Variabel Y (Dependent variabel) Pencapaian Indikator 6Tc.
Instrumen PenelitianVariabel, Sub Variabel dan Indikator-indikator dalam penelitian ini adalah seperti tertuang dalam tabel berikut ini:
Tabel 3.1 Variabel Penelitian
Variabel Sub Variabel Indikator
Kualitas Pelayanan (X)
*
Tangibles (Bukti Langsung)
1. Keramahan 2. Kesopanan 3. Kedisiplinan 4. Kenyamanan ruangan 5. Tempat parkir 6. Fasilitas umum kantor Reliability (Kehandalan) 7. Pelayanan cepat
8. Pelayanan mudah 9. Komunikasi mudah Responsiveness (Daya
Tanggap)
10. Tanggap administrasi 11. Tanggap keluhan Assurance (Jaminan) 12. Pengawal lapangan siaga
13. Angkutan tersedia 14. Siap terima resiko 15. Pegawai gudang siaga
Emphaty (Penghargaan) 16. Mendapatkan reward BOP per alokasi
Pencapaian Indikator 6T (Y)
**
Tepat Sasaran 1. Penerima Raskin sesuai dengan DPM 1 dari BPS 2. Penerima Raskin tiap bulan sama
Tepat Jumlah 3. Raskin yang diterima RTS sesuai standar 15 kg/bln 4. Timbangan tepat 15kg/bln
Tepat Harga 5. Harga tebus Raskin Rp.1.600,-/kg
Tepat Waktu 6. Kesesuaian waktu distribusi sesuai rencana jadwal pendistribusian
7. Pembayaran HP Raskin tepat waktu 8. Pendistribusian per alokasi lancar Tepat Kualitas 9. Ketepatan kualitas beras standar Raskin
10. Kemasan/karung bagus 11. Butir beras utuh 12. Beras tidak berbau 13. Beras bebas bahan kimia 14. Beras layak makan
Tepat Administrasi 15. Kepatuhan persyaratan pengajuan Raskin 16. Kepatuhan melengkapi berkas administrasi Raskin
Sumber: *Christina Whidya(2010:295),**Pedoman Raskin 2011(www.menkokesra.go.id)
3. Metode Analisis Data
a. Uji Validitas dan Reliabilitas
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 708 Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan program Raskin terhadap pencapaian indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang dalam hal ini analisis yang digunakan uji validitas dan reliabilitas.
b. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak.
Data dikatakan memenuhi asumsi normalitas bila residual dan variabel bebasnya berdistribusi normal.
c. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.
d. Transformasi Data
Melalui proses transformasi data ditempatkan ke dalam interval agar dapat digunakan dalam analisis lebih lanjut, metode pentransformasian data tersebut umumnya menggunakan MSI (Method Succesive Interval).
Untuk memudahkan dan mempercepat proses transformasi data digunakan software statistik SPSS16.
Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan, maka dapat berpedoman pada ketentuan sebagai berikut:
Tabel 3.6
Pedoman untuk memberikan interprestasi Terhadap koefisien korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199
0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000
Sangat rendah Rendah Cukup Kuat
Kuat Sangat kuat Sumber : Sugiyono (2010:214)
Uji Hipotesis
Pengujian ini menggunakan hipotesis melalui uji dua pihak, yaitu apabila :
Ho ρ = 0 : Tidak terdapat pengaruh antara Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
Ha ρ ≠ 0 : Terdapat pengaruh antara Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Rekapitulasi Variabel Kualitas Pelayanan
Tabel 4.15
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 709 Rekapitulasi Jumlah Skor Tanggapan Responden Variabel Kualitas Pelayanan
No Indikator Jumlah
Skor Kriteria
1 Keramahan 649 Baik
2 Kesopanan 631 Baik
3 Kedisiplinan 638 Baik
4 Kenyamanan ruangan 636 Baik
5 Tempat parkir 612 Baik
6 Fasilitas umum kantor 626 Baik
Dimensi Tangibles (Rata-Rata) 632.0 Baik
7 Pelayanan cepat 587 Baik
8 Pelayanan mudah 663 Baik
9 Komunikasi mudah 608 Baik
Dimensi Reliability (Rata-Rata) 619.3 Baik
10 Tanggap administrasi 630 Baik
11 Tanggap keluhann 629 Baik
Dimensi Responsiveness (Rata-Rata) 629.5 Baik
12 Pegawai lapangan siaga 632 Baik
13 Angkutan tersedia 651 Baik
14 Siap terima risiko 634 Baik
15 Pegawai gudang siaga 610 Baik
Dimensi Assurance (Rata-Rata) 631.8 Baik
16 Mendapatkan reward BOP per lokasi 632 Baik
Dimensi Empathy (Rata-Rata) 632 Baik
Variabel Kualitas pelayanan (Rata-Rata) 629.3 Baik Sumber : Hasil penyebaran kuisioner, 2012
Gambar 4.4
Grafik Rekapitulasi Skor Responden Variabel Kualitas Pelayanan Sumber : Data Olah Kuisioner 2012
Hasil analisis data bahwa rata-rata jumlah skor tanggapan responden pada variabel kualitas pelayanan sebesar 629,3 berada di antara interval 567,8 – 701,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan pada Perum Bulog Sub Divre Karawang secara umum berada dalam kategori baik. Demikian juga bila dilihat berdasarkan indikator, terlihat jumlah skor tanggapan responden untuk semua indikator berada pada interval 567,8 – 701,4 yang termasuk dalam kategori baik.
540 560 580 600 620 640 660 680
Rekapitulasi Skor Tanggapan Responden Variabel Kualitas Pelayanan
Skor
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 710 2. Rekapitulasi Variabel Pencapaian Indikator 6T
Tabel 4.21
Rekapitulasi Jumlah Skor Tanggapan Responden Mengenai Pencapaian Indikator 6T
No Indikator Jumlah
Skor Kriteria 1 Penerima Raskin sesuai dengan DPM 1 dari BPS 626 Tepat
2 Penerima Raskin tiap bulan sama 675 Tepat
Dimensi Tepat Sasaran (Rata-Rata) 650.5 Tepat
3 Raskin yang diterima RTS sesuai standar 15 kg/bln 630 Tepat
4 Timbangan tepat 15kg/bln 643 Tepat
Dimensi Tepat Jumlah (Rata-Rata) 636.5 Tepat
5 Harga tebus Raskin Rp.1.600,-/kg 637 Tepat
Dimensi Tepat Harga (Rata-Rata) 637 Tepat
6 Kesesuaian waktu distribusi sesuai rencana jadwal
pendistribusian 649 Tepat
7 Pembayaran HP Raskin tepat waktu 675 Tepat
8 Pendistribusian per alokasi lancar 612 Tepat
Dimensi Tepat Waktu (Rata-Rata) 645.3 Tepat
9 Ketepatan kualitas beras standar Raskin 638 Tepat
10 Kemasan/karung bagus 651 Tepat
11 Butir beras utuh 638 Tepat
12 Beras tidak berbau 595 Tepat
13 Beras bebas bahan kimia 577 Tepat
14 Beras layak makan 606 Tepat
Dimensi Tepat Kualitas (Rata-Rata) 617.5 Tepat
15 Kepatuhan persyaratan pengajuan Raskin 585 Tepat
16 Kepatuhan melengkapi berkas administrasi Raskin 592 Tepat Dimensi Tepat Administrasi (Rata-Rata) 588.5 Tepat Variabel Pencapaian Indikator 6T (Rata-Rata) 626.8 Tepat Sumber : Hasil penyebaran kuisioner, 2012
Gambar 4.11 520540
560580 600620 640660 680700
Rekapitulasi Skor Tanggapan Responden pada Variabel Pencapaian Indikator 6T
skor
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 711 Grafik Rekapitulasi Skor Responden Variabel Pencapaian Indikator 6T
Hasil analisis data bahwa rata-rata jumlah skor tanggapan responden pada variabel pencapaian indikator 6T sebesar 626,8 berada di antara interval 567,8 – 701,4.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pencapaian indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang secara umum berada dalam kategori tepat. Bila dilihat berdasarkan indikator, terlihat jumlah skor tanggapan responden untuk semua indikator berada pada interval 567,8 – 701,4 yang termasuk dalam kategori tepat.
3. Pengaruh Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T
a. Analisis Korelasi Pearson Product Moment
Korelasi product moment diperoleh hasil sebagai berikut:
0 00
0
XY 2 2
167 423369,345 7681,243 9 37,821 r =
10 361339,239 7681,243 × 10 5 3 53,162 9 37,821
0 0 0
0 00 00 0 0
XY
7 7 268 ,567 69421696,972
r = 6 343652,932 59 1488,448 × 84 9878, 25 8168221 ,689
0
XY
128 983,595
r = 1342164,484×2327667,335
0
XY
128 983,595 r =1767515,892
XY
0
r = ,725
Untuk mengetahui hasil analisis korelasi antara variabel Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang. Dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4.29 Analisis Korelasi
Sumber : Data Olah Kuisioner 2012, SPSS 16
Correlati ons
1 .725**
.000
167 167
.725** 1
.000
167 167
Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N
Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N
Kualitas Pelay anan
Pencapaian Indikator 6T
Kualitas Pelay anan
Pencapaian Indikator 6T
Correlation is signif icant at the 0.01 lev el (2-tailed).
**.
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 712 Pada tabel korelasi diatas, nilai koefisien korelasi antara Kualitas Pelayanan dengan Pencapaian Indikator 6T ( 0.725 ). Nilai koefisen korelasi diantara interval koefisien 0.60 – 0.799. yang menyatakan tingkat hubungan kuat dan arah hubungan positif, menunjukkan bahwa semakin baik kualitas pelayanan diikuti dengan peningkatan pencapaian indikator 6T.
b. Koefisien Determinasi
Adapun nilai koefisien determinasi Coefisien Determinand (CD) terhadap hubungan antara variabel Kualitas Pelayanan terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
Dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 4.30 Analisis Determinasi
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .725a .525 .522 6.333
a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan
Sumber: Data Olah Kuisioner 2012, SPSS16
Berdasarkan tabel diatas nilai R Square menunjukkan nilai Koefisien Determinasi (KD) yaitu, 0,525 atau sebesar 52,5% sedangkan secara perhitungan manual dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KD = r2 X 100%
KD = (0.725)2 X 100%
KD = 0.525 X 100%
KD = 52,5%
Jadi berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kualitas pelayanan memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 52,5% terhadap pencapaian indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
Sementara sisanya sebesar 47,5% (100% - 52,5%) merupakan pengaruh dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti.
c. Pengujian Signifikan
Adapun nilai signifikan Korelasi antara Kualitas Pelayanan terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang, dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4.31 Uji Anova
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 7320.868 1 7320.868 182.545 .000a
Residual 6617.238 165 40.104
Total 13938.106 166
a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan
b. Dependent Variable: Pencapaian Indikator 6T
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 713 Sumber: Data Olah Kuisioner 2012, SPSS16
Dari uji Anova atau uji F test, didapat F hitung adalah 182.545 dengan tingkat signifikansi 0.000.
Karena Nilai probabilitas (0.000) < α (0.05) sehingga HO ditolak. Jadi, terdapat pengaruh signifikan antara variabel Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap variabel Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang, kemudian didapat nilai df atau Dk (Derajat Kebebasan) dengan rumus :
Dk = n - 1
Dk = 167-1 Dk = 166
Hasil Uji t hitung program SPSS 16 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4.32 Signifikan Korelasi
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10.220 3.286 3.110 .000
Kualitas Pelayanan .954 .071 .725 13.511 .000
a. Dependent Variable: Pencapaian Indikator 6T
Sumber: Data Olah Kuisioner 2012, SPSS16
Dari uji t atau t test menggunakan program SPSS16, didapat thitung adalah 13.511. Sedangkan perhitungan thitung secara manual menggunakan rumus sebagai berikut:
t hitung = r √ √
t hitung = 0.725 √ √
t hitung = 13.511 Keterangan:
Hipotesis
Ho = tidak ada hubungan antara kedua variabel Ha = ada hubungan antara kedua variabel Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak Atau
Jika Sig > α , maka Ho diterima Jika Sig < α , maka Ho ditolak
t hitung (13.511) > t tabel (0.05:166) 1.960 sehingga Ho ditolak.
Jadi ada hubungan antara kedua variabel.
Atau
Sig 2 tailed (0.000) < α (0.05) sehingga Ho ditolak.
Jadi, ada hubungan antara kedua variabel.
d. Pengujian Hipotesis
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 714 Selanjutnya untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan, maka dilakukan pengujian dengan hipotesis statistik sebagai berikut:
Ho ρ = 0 : Tidak terdapat pengaruh antara Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
Ha ρ ≠ 0 : Terdapat pengaruh antara Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
Secara visual daerah penerimaan dan penolakan H0 dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4.19 Kurva Pengujian Hipotesis
Karena t hitung lebih besar dari t tabel (t hitung > t tabel), hal ini berarti bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap pencapaian indikator 6T.
E. SIMPULAN DAN SARAN 1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang, maka pada bagian akhir dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Kualitas pelayanan pada Perum Bulog Sub Divre Karawang secara umum berada dalam kategori baik.
Artinya secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Perum Bulog Sub Divre Karawang sudah baik. Demikian juga bila dilihat berdasarkan indikator, terlihat jumlah skor tanggapan responden untuk semua indikator rata-rata 629,3 berada pada interval 567,8 – 701,4 yang termasuk dalam kategori baik.
2. Pencapaian indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang secara umum berada dalam kategori tepat. Artinya secara keseluruhan indiaktor 6T (Tepat sasaran, Tepat jumlah,Tepat harga,Tepat waktu,Tepat kualitas,Tepat administrasi) sudah tepat. Demikian juga bila dilihat berdasarkan indikator, jumlah skor tanggapan responden untuk semua indikator rata-rata 626,8 berada pada interval 567,8 – 701,4 yang termasuk dalam kategori tepat.
3. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap pencapaian indikator 6T memiliki hubungan yang kuat, hal ini dibuktikan dengan berdasarkan hasil analisis kualitas pelayanan program raskin terhadap pencapaian indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang memiliki korelasi (r) sebesar 0,725 yang berarti
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 715 memiliki hubungan yang kuat. Sedangkan dari hasil penghitungan koefisien determinasi dihasilkan angka 52,5% yang berarti pencapaian indikator 6T dipengaruhi oleh kualitas pelayanan sebesar 52,5%
sedangkan sisanya yaitu sebesar 47,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Dengan pengujian hipotesis pada tingkat kesalahan 5% didapat nilai t hitung ( 13,511) lebih besar dari t tabel (1,960), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya kualitas pelayanan program raskin memiliki pengaruh terhadap pencapaian indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang.
2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti sehubungan dengan penelitian mengenai Analisis Kualitas Pelayanan Program Raskin terhadap Pencapaian Indikator 6T pada Perum Bulog Sub Divre Karawang yaitu sebagai berikut :
1. Secara umum Kualitas Pelayanan Program Raskin Perum Bulog Sub Divre Karawang sudah baik, dan harus dipertahankan. Namun dalam upaya melakukan peningkatan, salah satunya dengan lebih meningkatkan indikator-indikator yang mempunyai skor di bawah rata- rata (629,3) yaitu:
Untuk dimensi tangible yang dominan adalah ruang interior dan eksterior dan kebersihan ruang pelayanan. Untuk itu sebaiknya dalam melakukan penataan interior dan eksterior tetap rapi, seperti, tempat parkir,kursi untuk tempat duduk ditata secara per baris sehingga lebih rapi serta setiap ruangan selalu dibersihkan setiap saat agar terlihat bersih, tempat parkir yang aman serta nyaman dan menggunakan teknologi yang lebih canggih dalam memberikan pelayanan seperti penggunaan nomor antrian secara elektronik.
Untuk dimensi reliability yaitu kecepatan karyawan dalam memberikan pelayanan serta kemampuan karyawan menjalin komunikasi agar mudah dimengerti. Untuk itu, sebaiknya karyawan lebih cepat dalam memberikan pelayanan, sepertinya perlu ada bagian customer service yang bertugas menampung keluhan atau permasalahan yang terjadi serta bertugas memberikan informasi yang berkaitan dengan komplain yang terjadi dilapangan, dan karyawan yang bertugas di bagian customer service harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan lancar.
Untuk dimensi assurance yaitu karyawan gudang siaga, harus mempunyai pengetahuan yang memadai.
Untuk itu sebaiknya, karyawan tetap mempertahankan pola kerja selama ini, yaitu terampil dan siaga tetap meningkatkan pengetahuannya yang salah satunya dapat diperoleh melalui berbagai pelatihan atau diklat yang diadakan oleh perusahaan.
2. Secara umum Pencapaian Indikator 6T yang diharapkan dalam program Raskin sudah tepat dan harus dipertahankan. Namun dalam upaya peningkatan, salah satunya dengan meningkatkan indikator- indikator yang mempunyai skor dibawah rata-rata (626,8) yaitu :
Untuk dimensi tepat waktu yaitu pendistribusian per alokasi bisa berjalan lancar apabila pembayaran hasil penjualan beras pun berjalan lancar,untuk itu sebaiknya perusahaan memberikan penghargaan berupa sertifikat atau piagam untuk desa dan kecamatan yang pembayaran Raskin lancar, agar termotivasi untuk menyelesaikan pembayaran tepat waktu sehingga pendistribusian per alokasi lancar.
Untuk dimensi tepat kualitas yaitu beras tidak berbau,beras bebas bahan kimia dan beras layak makan.
Sebaiknya selalu ada pengawasan rutin oleh tim pemeriksa kualitas agar sesuai dengan standar raskin, sehingga kualitas tetap terjaga.
Untuk dimensi tepat administrasi yaitu kepatuhan persyaratan pengajuan Raskin dan kepatuhan melengkapi berkas administrasi Raskin. Berkas atau dokumen sangat penting untuk bukti pengeluaran barang, jadi harus disimpan sebaik mungkin untuk itu diperlukan karyawan khusus untuk mengurus dokumen raskin agar fokus apabila terdapat kesalahan-kesalahan, sehingga dokumen bisa terkumpul rapi dan cepat. Dan sudah siap apabila dokumen tersebut dibutuhkan pada saat audit.
3. Pencapaian indikator 6T dalam program Raskin dipengaruhi oleh kualitas pelayanan sebesar 52,5%. Masih terdapat sisa 47,5% yang mempengaruhi pencapaian indikator 6T program raskin, sehingga penulis
Jurnal Manajemen Vol.09 No.3 April 2012 716 mengharapkan adanya pengkajian terhadap faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pencapaian indikator 6T program Raskin.
F. DAFTAR PUSTAKA
Zulian, Yamit. 2010. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa,Penerbit Ekonisia,Jogjakarta.
Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi revisi. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Puji,Isyanto. 2011. Research Metodology, Karawang. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Singaperbangsa Karawang.
Sofjan, Assauri. 2007. Manajemen Pemasaran. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Christina, Whidya Utami. 2010. Manajemen Ritel Edisi 2. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Nasution, M.N. 2005. Manajemen Mutu Terpadu Edisi kedua. Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor.
Ratminto, dan Atik, Septi Winarsih. 2012. Manajemen Pelayanan. Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Kotler, Philip dan Gary, Armstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi Kedua Belas Jilid Satu. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi Ketiga belas Jilid Satu. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, 2011. Pedoman Umum Raskin, Beras Untuk Rumah Tangga Miskin. Jakarta.
Sugiyono,2010. Metode Penelitian Administrasi. Penerbit Alfabeta. Bandung.
http://bulog.co.id/sekilasraskin_v2.php
http://oldkesra.menkokesra.go.id/pdf/deputi2/raskin/pedoman_umum_raskin_award_web.pdf