HASIL DAN PEMBAHASAN
Konsep Pemupukan (4T) BPE
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan kandungan dan menjaga keseimbangan hara di dalam tanah. Upaya peningkatan efisiensi pemupukan dapat dilakukan dengan peningkatan ketepatan pemupukan dan perbaikan kondisi lahan.
Ketepatan pemupukan harus memperhatikan jenis, dosis, waktu, dan cara, sedangkan perbaikan kondisi lahan dilakukan melalui aplikasi bahan organik dan pengendalian gulma (E. S. Sutarta dan Winarna, 2002).
Pemilihan jenis pupuk dilakukan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, kualitas, dan kondisi lahan. Aplikasi dosis pupuk harus dilakukan sesuai dengan rekomendasi pemupukan karena akan mempengaruhi keseimbangan hara tanah dan produksi sawit. Waktu pemupukan dilakukan umumnya dua kali setahun pada awal musim hujan. Cara aplikasi pupuk berkaitan erat dengan penyerapan hara oleh akar aktif.
Jenis Pupuk
Pemilihan jenis pupuk sebaiknya mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis. Pengetahuan teknis tentang sifat pupuk dan sifat tanah, dimana pupuk diaplikasikan akan menentukan tingkat efisiensi pemupukan (Pahan, 2008). Sifat penting pupuk yang harus diketahui adalah kandungan hara utama, kandungan hara tambahan, reaksi kimia pupuk di dalam tanah serta kepekaan pupuk terhadap perubahan iklim dan cuaca.
Jenis pupuk yang digunakan di Bukit Pinang Estate dapat dibedakan menjadi pupuk organik dan anorganik. Pupuk anorganik yang digunakan berupa pupuk tunggal diantaranya Urea (CO(NH
2)
2), RP (Ca(PO
4)
2), Kalium (KCl), Magnesium (Kieserit atau MgSO
4.H
2O dan Dolomit atau CaMg(CO
3)
2), serta Boron (B
2O
3), sedangkan pupuk organik yang digunakan berupa janjang kosong kelapa sawit (JKS).
Pupuk anorganik jika digunakan secara terus-menerus dapat merusak
struktur fisik dan kimia tanah. Oleh karena itu, di Bukit Pinang Estate digunakan
pula pupuk organik yang kaya materi organik dan nutrisi bagi tanaman sehingga
dapat meningkatkan proses dekomposisi sehingga kandungan fisik, kimia, dan biologi tanah meningkat. Aplikasi janjang kosong (JKS) dapat pula mengurangi kehilangan hara melalui pencucian dan aliran permukaan (run off).
Kelemahan pupuk tunggal adalah biaya pengaplikasiannya yang tinggi karena hanya satu jenis pupuk yang diaplikasikan pada tiap aplikasi pemupukan, tidak efisien dalam penggunaan tenaga kerja dan waktu, meningkatkan biaya transportasi pemupukan, dan memerlukan gudang penyimpanan yang relatif besar.
Sedangkan keuntungan penggunaan pupuk tunggal adalah pada harga yang lebih murah dan cepat larut sehingga dapat mengurangi pencucian hara serta cocok sebagai tambahan hara pada tanaman menghasilkan. Realisasi pemupukan pada periode tahun 2008/2009 di Bukit Pinang Estate dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Realisasi Pemupukan pada Periode Tahun 2008/2009 di Bukit Pinang Estate.
Jenis Pupuk Rencana Realisasi
---kg--- Urea 1 155 352 1 155 352 KCl 1 393 808 1 393 808 RP 457 678 438 959 Dolomit 311 201 310 152 HGF-B 33 665 33 665 Kieserit 19 571 19 571 Total 3 371 275 3 351 507
Sumber : Olah data sekunder BPE (Juni, 2009)
Dari data di atas terlihat 99.41% rencana pemupukan kebun terealisasi dan hanya 0.59% yang tidak terealisasi, yaitu pada realisasi pupuk RP sebesar 18 719 kg dan pada Dolomit sebesar 1 049 kg. Hal ini diakibatkan curah hujan yang
tinggi pada periode tersebut, yaitu 76 hh dan 1 733 mm pada periode Juli-Desember tahun 2008 serta 69 hh dan 1 413 mm pada periode pemupukan
Januari-Juni tahun 2009 dengan rata-rata 12 hh dan 262 mm per bulan sepanjang
periode pemupukan 2008/2009.
Dosis Pupuk
Jenis dan rekomendasi pupuk dibuat oleh Departemen Riset Minamas di Riau berdasarkan hasil analisis kimia daun, status hara, kondisi tanah, tingkat produksi yang dicapai, dan analisis tanah pada tiap blok serta ketercapaian target pemupukan tahun lalu. Rekomendasi pupuk Departemen Riset Minamas dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Dosis Rekomendasi Pemupukan Berdasarkan Umur Tanaman di Bukit Pinang Estate
Umur (Tahun)
Jenis Pupuk Total
Urea RP KCl Dolomit HGFB Kieserit
………..kg/pkk/th……….
17 16 13 12 11 10
2.52 2.67 2.55 2.52 2.26 2.26
0.00 0.28 0.00 0.00 0.21 0.54
3.12 3.07 3.01 3.00 2.74 2.70
1.67 0.36 1.75 0.31 0.79 1.14
0.00 0.00 0.00 0.00 0.04 0.04
0.00 0.00 0.00 0.00 0.07 0.00
7.31 6.37 7.31 5.83 6.10 6.68
Sumber : Kantor Besar BPE (Juni, 2009)
Berdasarkan pengamatan sederhana yang dilakukan penulis terdapat 16
jenis tipe mangkuk tebar dengan volume tebar pada mangkuk terkecil sebesar 280
gram, volume tebar pada mangkuk terbesar sebesar 940 gram, serta rata-rata
volume tebar sebesar 592.5 gram. Jenis dan volume mangkuk tebar dapat dilihat
pada Tabel 15.
Tabel 15. Jenis dan Volume Mangkuk Tebar Tim Pupuk di Bukit Pinang Estate
Jenis Mangkuk Volume Mangkuk (gram)
1 280
2 600
3 680
4 570
5 540
6 440
7 640
8 460
9 780
10 400
11 460
12 940
13 490
14 760
15 780
16 660
Rata-rata 592.5± 171.37
Sumber : Pengamatan Lapang (2009)
Dalam aplikasi pemupukan terlihat dosis pupuk yang didapatkan oleh tiap pokok kelapa sawit tidak sesuai dengan rekomendasi pemupukan yang dibuat oleh Departemen Riset Minamas. Hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu :
1. Penabur pupuk tidak mengetahui dosis pupuk yang harus diaplikasikan pada tiap pokok berbeda sesuai tahun tanam dan jenis pupuk.
2. Penabur pupuk hanya menggunakan alat tabur yang sama pada tiap aplikasi pemupukan
3. Tidak digunakannya alat tabur yang dikalibrasi.
Variasi mangkuk tebar yang digunakan penabur pupuk di Bukit Pinang Estate dapat dilihat pada Gambar 19.
Gambar 19. Variasi Ukuran Mangkuk Tebar
Waktu dan Frekuensi Pemupukan
Waktu pemupukan sangat ditentukan oleh pengaruh iklim dan cuaca terutama curah hujan dan hari hujan, sifat fisik tanah, logistik pupuk serta sifat sinergis dan antagonis antar unsur hara (Pahan, 2008). Waktu aplikasi pupuk harus disesuaikan dengan kondisi pola hujan setempat.
Gambar 20. Grafik Pola Curah Hujan Bukit Pinang Estate Lima Tahun Pada periode pemupukan Juli 2008-Juni 2009 hanya terdapat satu bulan sangat kering, yaitu pada bulan Juli 2008 dengan curah hujan 93 mm per bulan
0 100 200 300 400 500 600 700
Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun
81 32
169
314 280 472
221 178
506
155
110 60 144
196
159 384
584
192 261
185 159
74
124 56 81 106
54 44 231
54 267
160
168 238 165
123 61
168 227
362 311
504 681
230 399
241 221
148 93
169 240 381
467
384 615
228 224
154 160
04/05 05/06 06/07 07/08 08/09