• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE) MIX RESIN PADA KELOMPOK KARANG TARUNA DESA BATULAPPA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE) MIX RESIN PADA KELOMPOK KARANG TARUNA DESA BATULAPPA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN LIMBAH ELEKTRONIK (E-WASTE) MIX RESIN PADA KELOMPOK KARANG TARUNA DESA BATULAPPA

Oleh

Tri Puspita Sari1), Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar2), Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar3), Andi Irma Eka Rahayu4), Andi Sitti Noer Azizah5)

1,2,4,5 Universitas Muhammadiyah Bone

3Politeknik Negeri Ujung Pandang

E-mail: 1[email protected], 2[email protected]

3[email protected], 4[email protected],

5[email protected]

Article History:

Received: 08-08-20201 Revised: 10-09-2021 Accepted: 22-09-2021

Keywords:

Penumpukan Limbah Elektronik, Pekerja Service Elektronik

Abstract: Limbah Elektronik (E-Waste) menjadi isu global yang keberadaannya menimbulkan masalah diberbagai belahan dunia, terutama pada negara berkembang salah satunya Indonesia. Limbah Elektronik (E-Waste) bertumpuk akibat telah memasuki masa akhir pakai. Beberapa limbah elektonik yang sering ditemukan dan menumpuk begitu saja dengan jumlah yang semakin meningkat, yaitu televisi, ponsel, pendingin ruangan, penanak nasi, laptop, kulkas, mesin cuci, dispenser, dan lain sebagainya. Penumpukan yang terjadi dapat mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan.

Pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah elektronik menjadi kerajinan tangan dengan estetika tinggi yang mana pengolahannya dapat dilakukan dengan pencampuran resin. Hal ini merupakan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Bone yang dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan ini diikuti kelompok Karang Taruna Desa Batulappa Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu pengenalan alat dan bahan yang akan digunakan serta tahapan pengerjaan. Sehingga, pekerja service elektronik atau masyarakat dapat memanfaatkan limbah elektronik (E-Waste) sebagai hasil akhir pada kegiatan ini.

PENDAHULUAN

Kehidupan serba digital saat ini sangat berdampak pada peningkatan kebutuhan masyarakat akan konsumsi elektronik sebagai peralatan wajib yang harus ada pada setiap rumah tangga. Peralatan-peralatan elektronik yang tidak digunakan akibat adanya kerusakan kecil atau tidak berfungsi lagi berpeluang menjadi limbah atau sampah yang disebut Electronic Waste (E-Waste). E-Waste adalah barang-barang elektronik atau listrik yang sudah memasuki masa akhir pakai dan siap digantikan dengan barang-barang baru yang lebih canggih dan berkualitas (Astuti dan Rufiyanto, 2017). Beberapa limbah elektonik

(2)

yang banyak ditemukan dan menumpuk begitu saja di lingkungan masyarakat dengan jumlah yang semakin meningkat, yaitu televisi, radio, ponsel, pendingin ruangan, penanak nasi, laptop, kulkas, mesin cuci, dispenser, termos listrik, catokan listrik dan lain sebagainya (Nahor, 2019; Pasha, 2015).

Limbah elektronik merupakan salah satu limbah yang terbuat dari bahan berbahaya, sehingga termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan zat konsentrasinya yang apabila ditumpuk begitu saja dapat mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan.

Melihat permasalahan ini, pemerintah telah menetapkan pengaturan dan pengelolaan limbah elektronik yang terdapat pada Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3. (Binilang, 2016; Setyanto dan Trihadiningrum, 2017).

Limbah elektronik atau E-Waste menjadi menumpuk begitu saja karena kurangnya pemahaman pengepul untuk memanfaatkan atau mengolahnya. Dampak yang sangat krusial adalah umumnya pemilik service elektronik hanya membakar limbah elektronik yang dihasilkan. Namun, hal ini dapat mencemari udara dan ekosistem lingkungan, sehingga diperlukan upaya lain dalam mengatasi dan mereduksi limbah elektronik untuk di edukasi kepada Kelompok Karang Taruna Desa Batulappa dengan memberdayakan anggotanya yang memiliki latar belakang pengepul limbah elektronik untuk memanfaatkan dan mengolah E- Waste menjadi lebih ekonomis.

Melalui pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini akan memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah potensi yang ada di sekitar masyarakat (Asfar et al., 2021; Asfar, Widiastini & Rahman, 2019;) dengan daur ulang limbah elektronik (E-Waste) mix resin sebagai embrio usaha berbasis seni estetika pada Kelompok Karang Taruna Desa Batulappa. Karya yang dihasilkan dapat dikomersialkan dengan nilai jual tinggi untuk membantu meningkatkan perekonomian mitra sebagai bekal keterampilan masa depan untuk berwirausaha.

METODE

Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan meliputi tahapan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk melihat secara efektif sebuah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat pada gambar 1(Sumiati, et al., 2021; Asfar et al., 2021; Syaifullah et al., 2020) yaitu daur ulang limbah elektronik (E-Waste) mix resin sebagai embrio usaha berbasis seni estetika pada Kelompok Karang Taruna Desa Batulappa.

Gambar 1. Alur Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat

(3)

HASIL

1. Tahapan Sosialisasi

Tahap sosialisasi dilakukan seminar singkat secara daring menggunakan Google Meeting atau Zoom Meeting mengenai bahaya limbah B3 dan pengolahannya. Hasil sosialisasi ini memberikan gambar jelas kepada mitra mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu daur ulang limbah elektronik (E-Waste) mix resin sebagai embrio usaha berbasis seni estetika dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Sosialisasi secara daring mengenai Pemanfaatan Limbah Elektronik (E- Waste)

2. Tahapan Pelatihan

Tahap pelatihan dilakukan secara luring dengan mitra serta tim akan menyediakan alat pendukung lainnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperi mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, tahapan ini dilakukan pelatihan serta pengecekan komponen-komponen limbah elektronik (E-Waste) untuk pembuatan produk menjadi meja hias ataupun pajangan yang memiliki nilai karya seni estetika dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Pelatihan Pemanfaatan Limbah Elektronik (E-Waste)

(4)

3. Tahapan Evaluasi

Pendampingan dilaksanakan untuk mengevaluasi kemampuan mitra dalam membuat sekaligus kemampuan mitra akan mengembangkan produk yang dihasilkan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap evaluasi adalah diskusi mengenai kendala secara luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta pengembangan pemasaran sebagai pelatihan tambahan dilakukan secara online.

Gambar 4. Pendampingan Pembuatan Alat DISKUSI

Meningkatnya kebutuhan masyarakat berdampak pada meningkatnya penggunaan perangkat elektronik. Dengan demikian, peralatan listrik yang tidak digunakan karena mengalami kerusakan ringan berpotensi menjadi limbah atau limbah yang disebut dengan Electronic Waste (E-Waste). E-Waste adalah barang elektronik atau elektrik yang sudah memasuki masa akhir pemakaian dan siap diganti dengan barang baru yang lebih canggih dan berkualitas. Limbah elektro merupakan salah satu limbah yang terbuat dari bahan berbahaya, sehingga termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang konsentrasinya merupakan zat yang apabila ditimbun dapat mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan. Hal serupa juga terjadi di Desa Batulappa, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Sampah elektronik atau E-Waste hanya menumpuk karena kurangnya pemahaman para pemulung untuk memanfaatkan atau mengolahnya. Dampak yang sangat penting adalah umumnya pemilik layanan elektronik hanya membakar limbah elektronik yang dihasilkan. Oleh karena itu, melalui pelaksanaan PKM, limbah elektronik campuran resin (E-Waste) akan didaur ulang menjadi embrio bisnis berbasis seni estetika di Grup Karang Taruna di Desa Batulappa. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan utama yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pengolahan sampah

(5)

elektronik (E-Waste) jika dilakukan dengan baik dapat menjadi sebuah kerajinan yang memiliki keindahan tersendiri, baik berupa meja maupun peralatan rumah tangga lainnya termasuk pajangan, dalam hal ini pengolahannya dilakukan dengan menggunakan resin mixing. E-Waste mix resin juga bisa dijadikan sarana untuk menyalurkan kreativitas.

KESIMPULAN

Melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam pemanfaatan limbah E- Waste yang dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Desa Batulappa Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone khususnya bagi petugas pelayanan elektronik dengan melaksanakan program ini bersama mitra Karang Taruna Group di Desa Batulappa telah menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah. Limbah Elektronik. Dalam hal ini mitra juga dapat mengembangkan keterampilannya dalam mengolah Limbah E-Waste akibat penimbunan menjadi produk yang memiliki nilai estetika dengan teknik campuran resin sehingga tidak terjadi kontak langsung dengan komponen E- Waste dan mitra dapat mengembangkan suatu produk sehingga dapat memiliki nilai ekonomis.

PENGAKUAN/ ACKNOWLEDGEMENTS

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Mitra Kelompok Karang Taruna di Desa Batulappa, Pemerintah Kabupaten Patimpeng, Kabupaten Bone, Universitas Muhammadiyah Bone dan Dosen serta Staf yang telah membantu dalam pelaksanaan PKM ini.

DAFTAR REFERENSI

[1] Astuti, W., dan Rufiyanto, A. 2017. Identifikasi Barang Elektronik Bekas di Kota Semarang.

Jurnal Neo Teknika. 3 (2):24-31.

[2] Nahor, J. J. H. B. 2019. Implikasi dan Pengelolaan Limbah Elektronik. Buletin Utama Teknik.

14 (2):116-119.

[3] Pasha, R. F. 2015. Identifikasi Karakteristik Sampah Elektronik (E-Waste) dan Implikasinya pada Kebijakan Daerah di Kota Yogyakarta. Jurnal Bumi Indonesia. 4 (1):364-374.

[4] Binilang, B. P. 2016. Pengaturan Hukum tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Lex Et Societatis. 4 (7):132-140.

[5] Setyanto, I. C., dan Trihadiningrum, Y. 2017. Kajian Pengelolaan Limbah Elektronik di Unit Pendidikan ITS. Jurnal Teknik ITS. 6 (2):175-181.

[6] Asfar, A.M.I.A., Yasser, M., Istiyana, A.N., Asfar, A.M.I.T., dan Kurnia, A. 2021.

Transformasi Produk Sekunder Pengolahan Minyak Parede Sebagai Produk Sambel Kerak Minyak. DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 5 (2):384-391.

[7] Asfar, A.M.I.T., Widiastini, A., dan Rahman, A. 2019. PKM Pengolahan Kayu Sepang Pada Kelompok Tani dan Ibu PKK di Desa Biru Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Hasil Pengabdian (SNP2M) 2018, hal. 70-75.

[8] Asfar, A.M.I.A., Rifai, A., Ilham, I., Damayanti, D.J., Asfar, A.M.I.T. dan Budianto, E. 2021 Gammi Instan Khas Bugis. Prosiding 4th Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat 2020, hal. 195-198.

[9] Sumiati, Asfar, A.M.I.T., Asfar, A.M.I.A., Aswan, A., Dahniar., dan Hasanuddin, D. 2021.

Habis Manis Sepah Jadi Uang: Pemanfaatan Ampas Tebu Menjadi Boneka Arang Aktif.

DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 5 (2):400-407.

(6)

[10] Syaifullah, A., Asfar, A.M.I.A., Asfar, A.M.I.T., Nurannisa, A.F.A., Marlina., dan Nurjannah, S. 2020. Perancangan Science Corner (Sci-Co) Sebagai Media Bantu Visual Image Bagi Guru TK PGRI Palattae. SPEKTA. 1 (2):65-72.

Gambar

Gambar 1. Alur Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat
Gambar 2. Sosialisasi secara daring mengenai Pemanfaatan Limbah Elektronik (E- (E-Waste)
Gambar 4. Pendampingan Pembuatan Alat  DISKUSI

Referensi

Dokumen terkait

Rumah makan barokah merupakan bisnis keluarga, pimpinan rumah makan ini dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dibantu oleh para anggota keluarga dan

Lalu, permasalahan berikutnya ialah tahap untuk pengunjung dapat mengidentifikasi tetenger dijarak yang dekat, untuk merespond ini, perancang membuat ramp untuk pejalan kaki

(14) Bentuk Penambahan bunyi Secara umum lemper merupakan jajanan yang terbuat dari ketan yang biasanya berisi abon atau cincangan daging ayam, dan dibungkus dengan daun

Pada penelitian Tugas Akhir ini, untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek dilakukan penambahan jam kerja (lembur) dari dua jam sampai empat jam dengan metode Time Cost

Penggunaan bahan ini diduga lebih efektif karena serbuk cangkang langkitang bisa sebagai bahan tambahan agregat halus yang lebih kuat untuk mengisi pori-pori paving block

Hasil dari kegiatan ini meliputi: percontohan kebun kelor dan pembibitan kelor di lingkungan kampus SJAYC, dan masyarakat RW 06 Kelurahan Cimahi yang teredukasi

Wawancara TV dipilih dibandingkan dengan radio dan surat kabar karena wawancara TV menuntut seseorang untuk berhati- hati dalam menanggapi pertanyaan yang diutarakan

Industri pariwisata saat ini terus ditingkatkan pemerintah Indonesia, hal ini dikarenakan sektor pariwisata terus bertumbuh dan berkembang pesat di Indonesia dan industri