• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN POTENSI ANTIFUNGI CHLORHEXIDINE 0,1% DENGAN CHLORHEXIDINE 0,2% DALAM OBAT KUMUR TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN POTENSI ANTIFUNGI CHLORHEXIDINE 0,1% DENGAN CHLORHEXIDINE 0,2% DALAM OBAT KUMUR TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dengan menggunakan jus daging buah pare ini belum pernah dilakukan di bidang kedokteran gigi khususnya mengenai proses antifungi candida albicans

Oleh karena itu, penggunaan ekstrak Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) terhadap pertumbuhan Candida albicans tersebut perlu diteliti dengan tujuan untuk mengetahui

Simpulan: Pemberian ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. rendle) menunjukkan zona hambatan terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro mulai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan da antifungi Candida albicans dari kombinasi tanaman Curcuma mangga Val., Acorus calamus L.,dan Allium sativum

Simpulan: Pemberian ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. rendle) menunjukkan zona hambatan terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro mulai

Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa ekstrak metanol rimpang temulawak mempunyai kemampuan antifungi terhadap Candida albicans secara in vitro ,

Variasi Konsentrasi Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara in vitro ” bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antifungi susu fermentasi komersial pada Candida dan viabilitas bakteri di dalam produk minuman susu