Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1038
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEANING (PBL) MATA
PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 AMUNTAI
Yanor
[email protected] ABSTRAK
Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMK. Hal ini menuntut siswa untuk giat dalam belajar Pendidikan Agama Islam. Aktivitas belajar siswa kelas XI SMK Negeri 3 Amuntai masih rendah, diperkirakan penyebabnya adalah model pembelajaran yang diterapkan kurang memotivasi siswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan berpikir dalam mengikuti pelajaran, dan kurang terampilnya siswa dalam menyelesaikan masalah Pendidikan Agama Islam yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa, terutama dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran.
Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Amuntai yang berjumlah 12 siswa. Objek penelitian ini adalah aktivitas siswa belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMK Negeri 3 Amuntai. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik persentase dan statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas siswa belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL) telah menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II pada aspek pengamatan aktivitas siswa belajar siswa pada siklus I mencapai 62,5% dan setelah siklus II mencapai 84,37%.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1039
Kata kunci : Model Problem Based Learning, Aktivitas siswa.
ABSTRACT
Islamic education is one of the compulsory subjects in the SMK curriculum. This requires students to be active in learning Islamic Religious Education. The learning activity of class XI students at SMK Negeri 3 Amuntai is still low, it is estimated that the cause is the learning model that is applied does not motivate students to be more active in developing thinking skills in following lessons, and students are less skilled in solving problems of Islamic Religious Education related to everyday life. One alternative to overcome this problem is the use of problem-based learning models in learning activities.
Problem-based learning is a learning model that involves active students in learning and developing students' thinking skills, especially in solving problems of everyday life. The purpose of this study is to increase student learning activities in learning.
This research was designed and implemented using classroom action research (CAR). This research was carried out in 2 cycles. The subjects in this study were class XI students of SMK Negeri 3 Amuntai, totaling 12 students.
The object of this research is the activity of students learning Islamic Religious Education for class XI students of SMK Negeri 3 Amuntai. Data collection techniques in the form of observation, and documentation. Data analysis used percentage techniques and descriptive statistics.
The results showed that the Problem Based Leaning (PBL) learning model could increase students' learning activities of Islamic Religious Education students. Student activity during the application of the Problem Based Leaning (PBL) learning model has shown an increase from cycle I to cycle II in the aspect of observing student learning activities in the first cycle reaching 62.5% and after the second cycle reaching 84.37%.
Keywords: Problem-based learning and student activities.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1040 PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut peningkatan mutu pendidikan yang dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan- perbaikan, perubahan–perubahan dan pembaharuan terhadap aspek-aspek yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan meliputi kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa, dan metode belajar mengajar. Aspek-aspek yang paling dominan adalah guru dan siswa. Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam pengajaran disebut kegiatan belajar mengajar. Subyek didik selalu berada dalam proses perubahan baik karena pertumbuhan maupun perkembangannya. Dalam perkembangan subyek didik memerlukan bantuan dan bimbingan serta berinteraksi dengan lingkungan. Tiap lingkungan memberikan pengaruh pada proses pembentukan individu melalui proses pendidikan yang diterimanya. Materi pembelajaran, terutama Pendidikan Agama Islam merupakan bagian penting dari ilmu pengetahuan yang mengajarkan berbagai aspek kehidupan manusia dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan masa sekarang dan masa yang akan datang. Sebagaimana tercantum dalam Kurikulum Sekolah bahwa tujuan diberikannya Pendidikan Agama Islam antara lain agar siswa mampu menghadapi perubahan keadaan didunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, dan efektif. Untuk menjawab tuntutan tujuan yang begitu tinggi, maka perlu dikembangkan materi serta proses pembelajarannya yang sesuai (TIM MKPBM, 2001).
Masalah kurangnya keaktifan belajar siswa terutama kelas XI SMK Negeri 3 Amuntai terlihat nyata pada saat menerima materi pelajaran. Hanya beberapa siswa yang aktif dalam mengikuti pelajaran. Kurang aktifnya siswa
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1041
mengikuti pelajaran disebabkan karena guru dalam mengajar masih menggunakan metode yang tidak bervariasi sehingga dalam proses pembelajaran masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam belajar. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata ulangan harian pada semester 1 sebesar 50 % . Hal ini membuktikan faktor penyebab rendahnya keaktifan belajar karena faktor dari siswa maupun dari guru itu sendiri. Faktor dari siswa seperti siswa terkesan menunggu materi yang akan diajarkan tanpa melakukan persiapan terlebih dahulu, sehingga dalam proses belajar siswa kurang aktif, dan kurangnya kesadaran untuk belajar sehingga siswa sering membuat keributan di kelas. Sedangkan faktor guru di antaranya model pembelajaran yang diterapkan kurang untuk mengaktif mengembangkan kemampuan berpikir dalam mengikuti pelajaran. Pembelajaran lebih terpusat pada guru dan siswa lebih banyak mendengarkan hal-hal yang disampaikan oleh guru.
Melihat dari permasalahan yang ada, maka guru dituntut mencari dan menemukan suatu cara yang dapat menumbuhkan keaktifan belajar siswa.
Diharapkan kiranya guru mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem pengajaran yang berkualitas. Inovasi pembelajaran merupakan suatu upaya bidang pembelajaran untuk menemukan sesuatu yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi pembelajaran ialah model pembelajaran.Model pembelajaran dimaksudkan sebagai pola interaksi siswa dengan guru di kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (TIM MKPBM, 2001). Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1042
pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Leaning (PBL). Problem Based Leaning (PBL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. PBL digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar (Kunandar, 2007). Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian menggunakan model Problem Based Leaning (PBL).Peneliti berharap dengan menggunakan model Problem Based Leaning (PBL) aktivitas belajar siswa dapat meningkat secara signifikan.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Arikunto dkk., 2006). Penelitian tindakan kelas, yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik-praktik pembelajaran tersebut dilakukan (Arikunto dkk, 2006). Penelitian tindakan adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif karena semua data yang diperoleh dalam bentuk hasil interview dan tatap muka. Penelitian ini
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1043
merupakan jenis penelitian berdasarkan studi kasus atau kegiatan dalam suatu penelitian yang dimulai dari perumusan masalah sampai membuat suatu kesimpulan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasidan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu persentase dan statistik deskriptif. Penelitian ini dirancang menjadi 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi.
HASIL PENELITIAN
Siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2022 dan alokasinya 3 x 45 menit. Materi yang disajikan pada pertemuan pertama yaitu tentang makna syaja’ah. Tahap ini merupakan implementasi dari semua rencana yang telah dibuat. Tahapan ini berlangsung di dalam kelas, pelaksanaan tindakan adalah realisasi dari segala rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya, dengan langkah-langkah sebagai berikut: Perencanaan Tindakan mencakup kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan antara lain membagi siswa menjadi 3 kelompok, menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKPD),menyiapkan instrumen penelitian seperti lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa, dan soal evaluasi siklus I. Pelaksanaan tindakan yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan sesuai dengan tahap perencanaan yang telah dibuat. Kegiatan pada tahap ini merupakan kegiatan pembelajaran dengan prosedur sebagai berikut:guru memberikan salam dan memeriksa kehadiran siswa, Guru mengkondisikan siswa (orientasi siswa untuk belajar), lalu menuliskan topik pembelajaran yang hendak dipelajari,guru melakukan kegiatan pendahuluan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1044
dengan melakukan tanya jawab untuk mengingatkan kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan masalah kepada siswa dengan mengajukan fenomena atau cerita dan memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah, siswa diminta berkelompok untuk menyelesaikan masalah dan soal yang ada pada LKPD, sementara itu guru membantu siswa untuk mendefinisikan masalah, dimana soal yang ada pada LKPD tersebut sebanding atau hampir mirip dengan masalah atau soal yang di ajukan guru di awal tadi, siswa saling berinteraksi mengerjakan LKPD yang diberikan, sementara itu guru membimbing siswa dalam mengumpulkan informasi dan menyelesaikan masalah, siswa menyajikan hasil diskusi di depan kelas dan siswa dari kelompok lain menyimak serta memberikan tanggapan dengan bimbingan dari guru, guru memberikan penguatan terhadap jawaban siswa, kemudian dengan bimbingan dari guru, siswa membuat kesimpulan, melaksanakan evaluasi siklus I.
Observasi tahapan ini pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. Pengamatan dan penilaian terhadap aktivitas siswa dilakukan oleh seorang pengamat dengan mengisi lembar observasi aktivitas siswa. Hasil pelaksanaan observasi diperoleh data mengenai aktivitas belajar siswa dan gejala-gejala yang mungkin muncul dari tingkah laku siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Lembar observasi diisi oleh observer setiap pada siklus I berlangsung sebagai bahan refleksi dengan melihat sejauh mana kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sistem persamaan linear dua variabel. Hasil refleksi ini berguna
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1045
untuk merencanakan dan menyempurnakan siklus berikutnya. Siklus I dari 9 aspek aktivitas siswa yang diamati yaitu memperhatikan penjelasan guru atau siswa lain, membaca LKPD atau buku-buku yang relevan, melakukan pengamatan/percobaan, menulis hal-hal yang relevan dengan KBM, berdiskusi antar siswa/kelompok/guru, melakukan refleksi dan mengevaluasi proses penyelidikan, bertanya kepada siswa lain atau kepada guru, menyusun/melaporkan dan menyajikan hasil penyelidikan, membuat/menulis rangkuman pelajaran.
Hasil rata-rata yang diperoleh terdapat 3 aspek yang mencapai nilai rata- rata di atas 50%, dimana nilai rata-rata tertinggi terdapat pada aspek 1, 3 dan 5, yaitu memperhatikan penjelasan guru atau siswa lain mencapai 54,54%, melakukan pengamatan/percobaan mencapai 52,27%, dan berdiskusi antar siswa/ kelompok/ guru mencapai 56,81%. Adapun yang mencapai nilai rata- rata di bawah 50% ada 6 aspek, yaitu pada aspek 2, 4, 6, 7, 8 dan 9 yakni membaca LKPD atau buku-buku yang relevan mencapai 34,08%, menulis hal- hal yang relevan dengan KBM mencapai 43,17%, melakukan refleksi dan proses mengevaluasi penyelidikan mencapai 31,81%, bertanya kepada siswa lain atau kepada guru mencapai 36,15%, menyusun/melaporankan dan menyajikan hasil penyelidikan mencapai 38,43% dan membuat/menulis rangkuman pelajaran mencapai 36,15%. Dalam proses pembelajaran pada siklus I ini aktivitas siswa masih rendah atau kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap aspek pengamatan, dimana pada siklus I hanya terdapat 3 dari 9 aspek yang menunjukkan keaktifan siswa yang tinggi/baik, dan ada 6 aspek yang menunjukkan keaktifan siswa yang rendah/kurang baik karena nilai rata- ratanya dibawah dari 50%. Evaluasi terhadap proses pembelajaran pada siklus
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1046
I sebagai berikut:Aktivitas siswa masih belum menunjukkan peningkatan karena dari 9 aspek yang diamati masih ada 6 aspek yang menunjukkan keaktifan siswa yang masih kurang atau nilai rata-ratanya dibawah 50%.
Berdasarkan hasil analisis dan refleksi pada siklus I belum menunjukkan peningkatan. Dengan demikian harus dilakukan penelitian ke siklus selanjutnya, yaitu pada siklus II dengan materi yang sama dan tetap menggunakan model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL), untuk mengetahui peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II.
Siklus II dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2022. Materi yang disajikan sama dengan materi siklus 1 diawali dengan menyusun Perencanaan tindakan. Siklus II pada umumnya sama seperti siklus I. Karena siklus I memperoleh hasil yang belum tuntas, maka dilakukan pembelajaran dengan materi selanjutnya tetapi tetap menggunakan model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL). Pada siklus II pelaksanaannya sama seperti siklus I Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi pada siklus I, maka pada siklus ini direncanakan kembali tindakan perbaikan terhadap hal-hal yang dianggap masih kurang pada siklus I. Pelaksanaan tindakan memuat kegiatan Guru kembali melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan rencana yang telah dibuat pada RPP siklus II. Pada siklus II pelaksanaannya sama seperti siklus I, hanya saja dengan perbaikan terhadap kekurangan–kekurangan yang telah didiskusikan.
Observasi Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian terhadap aktivitas siswa diperoleh data bahwa keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas terutama dalam mengerjakan tugas LKPD sudah terlihat, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan berkelompok siswa sudah berhasil. Berdasarkan tabel 9, untuk
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1047
siklus II dari 9 aspek aktivitas siswa yang diamati, ternyata hasil rata-rata yang diperoleh terdapat 6 aspek yang mencapai nilai rata-rata di atas 50%, dimana nilai rata-rata tertinggi terdapat pada aspek 1, 3, 5, 6, 7 dan 9, yaitu Memperhatikan penjelasan guru atau siswa lain mencapai 81,81%, melakukan pengamatan/percobaan mencapai 70,22%, berdiskusi antar siswa/ kelompok/
guru mencapai 74,99%, melakukan refleksi dan proses mengevaluasi penyelidikan mencapai 52,27%, bertanya kepada siswa lain atau kepada guru mencapai 56,81%, dan membuat/menulis rangkuman pelajaran mencapai 54,54%. Adapun yang mencapai nilai rata-rata di bawah 50% ada 3 aspek, yaitu pada aspek 2, 4, dan 8 yakni membaca LKS atau buku-buku yang relevan mencapai 43,17%, menulis hal-hal yang relevan dengan KBM mencapai 47,72%, menyusun/melaporankan dan menyajikan hasil penyelidikan mencapai 45,45%.
Dari pejelasan diatas terlihat bahwa secara umum aspek yang memenuhi kualifikasi baik telah mengalami peningkatan dibanding siklus I. Pada siklus II terjadi beberapa peningkatan keaktifan siswa, ini terlihat dari persentase niai rata-rata masing-masing aspek yang mengalami kenaikan pada setiap pertemuan.
Refleksi memuat uraian tentang hasil observasi dan evaluasi siklus II, diketahui bahwa guru telah berhasil menerapkan pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran. Evaluasi terhadap proses pembelajaran pada siklus II yaitu Aktivitas siswa sudah menunjukkan peningkatan, karena dari 9 aspek yang diamati hanya ada 3 aspek yang menunjukkan keaktifan siswa yang masih rendah atau kurang. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II telah terjadi peningkatan aktivitas siswa dibandingkan siklus I sehingga untuk penelitian ini berakhir pada siklus II.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1048 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pada kelas XI SMK Negeri 3 Amuntai tahun pelajaran 2021/2022 maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: Memperlihatkan ringkasan rata-rata aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan sebanyak 2 siklus menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II pada 3 aspek dari 9 aspek yang diamati. Peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II ini menandakan bahwa proses pembelajaran sudah mengarah kepada pembelajaran yang berpusat pada siswa meskipun belum terjadi secara menyeluruh. Peningkatan aktivitas ini dikarenakan siswa telah termotivasi untuk belajar. Motivasi mereka terbangun dari pembelajaran berbasis masalah yang diberikan. Melalui pembelajaran berbasis masalah ini siswa merasa bebas dan tidak terpaku pada aturan yang biasa diberlakukan karena siswa bisa lebih berperan aktif dengan kreatifitasnya sendiri tetapi juga masih harus sesuai dengan konsep yang ada. Aktivitas siswa kelas XI SMK Negeri 3 Amuntai selama penerapan model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL) telah menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II yang mencakup seluruh aspek pengamatan aktivitas siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara, Jakarta.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta, Jakarta Hamalik. 2008. Proses Belajar dan Mengajar. Bumi Aksara, Bandung.
Ibrahim, M. 2005. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Unesa University Press, Surabaya.
Jihad dan Haris. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Multi Pressindo, Yogyakarta.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
1049
Kulsum, U. 2011. Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Paikem.Gena Pratama Pustaka, Surabaya.
Kunand ar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Markaban. 2011. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan
Terbimbing. Diakses 8 September 2011 dari:
http://www.p3matyo.go.id/download/SMA/model pembelajaran.pdf.
Sanjaya, W. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Kencana Prenada Media Grup, Jakarta
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta, Jakarta.
Sriyono. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Rineka Cipta. Jakarta.
Sudijono. 2007. Pengantar Statistik Pendidikan. PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Sudjana, N. 2008. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Sukmadinata, NS (2004), Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi, Bandung, Rosda Karya.
Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning (Teori dan Aplikasi PAIKEM). Pustaka Belajar, Yogyakarta.
Suyono, dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta.
Usman, M.U. dan Lilis, S. 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.